08 NovSMALL HORTICULTURE PLANT

GROWTH IN POT

Syekhfani

When we’ve spare time, at holiday or week end, we can collect small horticulture plants growing in pot, then placing in good site of our garden yard.

I’ve any kind of small horticulture plant grow in pot differ due to it’s pot size: big, medium, and small.

At big pot size:

1. Mangga (Mango)

1. Mangga

2. Rotan (Ratan)

1. Rotan

3. Tin (Tin)

1. Tin

At medium size:

4. Amarilis Merah (Red Amarilis)

Amarilis Merah (5)

5. Anthorium ungu (purple Anthorium)

2. Anthorium ungu

6. Cabe Keriting (curl pepper)

2. Cabe Keriting

At small size:

7. Bawang Daun (leave onion)

3. Bawang Daun

8. Bawang Dayak (Dayak Onion)

3. Bawang Dayak

9. Stroberi (Strawberry)

3. Stroberi

Then, after the condusive environment reached, any kind of little bird coming, like as: gereja (church-bird), kecici (homybird), emprit, and merbah.

Oh, its a beautiful invironment, especially in the morning!

29 OctGUNUNG BROMO TENGAH MALAM

0

FOTO-FOTO DARI BIMA SAKTI

Syekhfani

Saat pukul 2.00 WIB, berkunjung ke G. Bromo, diambil foto-foto panorama berikut:

1

Panorama 1.

2

Panorama 2.

3

Panorama 3.

4

Panorama 4.

5

Panorama 5.

Keterangan:
-foto langit ungu dari bima sakti
-difoto pada keadaan gelap gulita
-kamera dibuka selama satu menit
-bisa nangkap jajaran bima sakti
-hanya bisa di foto di langit jam 2 malam

BETAPA INDAHNYA-KEAGUNGAN TUHAN

16 OctPOHON MANGGA DALAM POT

Berbunga dan Berbuah

Syekhfani

Pohon mangga dalam pot koleksi penulis, diamati perkembangannya saat berbunga lebat hingga berbuah.

Saat berbunga lebat pohon mangga berada di atas pagar halaman.

Untuk memudahkan mengamati secara menyeluruh perkembangannya maka pot di pindah lebih ke bagian tengah halaman.

Selanjutnya perkembangan akan diamati secara berkala, kalau mungkin hingga buahnya tua dan matang.

Mangga dalam pot berbunga di pagar halaman

Mangga dalam pot berbunga di atas pagar halaman (image: 19-09-2017)
Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2017/09/23/koleksi-tanaman-bunga/

P1020107

Perkembangan buah pada 22-10-2017.

P1020123

Perkembangan buah pada 25-10-2017.

28-10-2017

Perkembangan buah pada 28-10-2017.

Buah Mangga dalam Pot

Perkembangan buah pada 03-11-2017 (buah banyak yang rontok).

Buah Mangga dalam Pot (rontok)

Mangga dalam Pot (2)

Mangga dalam Pot (3)

Perkembangan 18-11-2017

1. 20-11-2017

2. 1. 20-11-2017

3. 1. 20-11-2017

3. 1. 20-11-2017

4. 1. 20-11-2017

5. 1. 20-11-2017

6. 1. 20-11-2017

Perkembangan 20-11-2017

Bagaimana perkembangan selanjutnya?

Akan terus diamati…

10 OctBUAH CERI AUSTRALIA

Ceri Australia (3)

Indah Bergizi

Syekhfani

Pohon buah Ceri juga dinamai Kersen: Lihat: Kersen: https://id.wikipedia.org/wiki/Kersen

Ceri adalah kelompok tumbuhan maupun buahnya anggota marga Prunus.

Ceri tidak mencakup satu jenis saja, tetapi ada beberapa, seperti P. cerasus, P. avium, dan P. emarginata.

Ceri adalah pohon yang sangat disukai di Jepang dan bunganya disebut sakura.

Pada awal musim semi, di saat bunga ceri bermekaran, orang-orang berpiknik di taman-taman yang ditumbuhi pohon ini.

Di Australia ceri biasanya matang sekitar waktu Natal, sedangkan di Amerika dan Eropa Selatan pada bulan Juni.

Produksi di seluruh dunia saat ini tiga juta ton per tahun.

Selain itu bunga dan buah ceri juga dijadikan hiasan hidangan makanan atau minuman.

Buah ceri mengandung antosianin, yaitu pigmen warna merah yang baik untuk kesehatan karena merupakan antioksidan.

Selain itu, rutin mengkonsumsi buah ceri setiap hari dapat menurunkan jumlah kadar asam urat dalam tubuh, bahkan dapat menyembuhkan pirai.

Buah ceri dalam pot koleksi penulis:

Ceri Australia (1)

1. Ceri Australia (1)

Ceri Australia (2)

2. Ceri Australia (2)

Ceri Australia (3)

3. Ceri Australia (2)

Ceri Australia (4)

4. Ceri Australia (4)

Ceri, indah bergizi!

24 SepAIR DAN KEHIDUPAN

Alun-alun Malang Tempo Doeloe

Pohon Beringin di Alun-alun Malang “Tempo Doeloe” – *)

Munculnya Mata Air

Syekhfani

Air, kebutuhan hidup ke-2 setelah udara.

Sekitar 95 persen tubuh terdiri dari air.

Manusia hanya bisa bertahan hidup beberapa hari tanpa minum air.

Saat puasa, bila waktu magrib tiba, umumnya orang mendahulukan minum air.

Air di alam berada dalam bentuk siklus: uap, udara, hujan infiltrasi tanaman, dalam atmosfer, hidrosfer, biosfer dan lithosfer.

Konservasi air dapat dilakukan secara alami maupun oleh manusia.

Mata air terbentuk karena zona perakaran tanaman (rhizosfer) menahan air dan saving terjadi setelah evapo-transpirasi minimum.

Rhizosfer, tajuk dan tanah tempat pohon beringin tumbuh menahan air, sehingga di situ seringkali muncul “mata air”.

Pohon beringin yang rindang dengan udara yang sejuk di bawah kanopi menjadikan pohon beringin tempat berteduh yang nyaman selain bisa jadi menjadi sumber mata air.

*) Referensi: Olivier Johannes Raap, 2015. Kota di Jawa Tempo Doeloe. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta.

*****

23 SepKOLEKSI TANAMAN DAN BUNGA

Pohon Tin (2)
Bunga Phalaenopsis

Koleksi Tanaman & Bunga dalam Pot

Syekhfani

Hujan tak kunjung hadir…
Hingga bulan September 2017 hujan tak kunjung hadir, padahal biasanya bulan September hujan mulai turun. Akhiran nama bulan yang ada huruf r menunjukkan bahwa pada bulan tersebut ada hujan turun:

September: hujan rintik-rintik

Oktober: hujan mulai mulai deras

Nopember: tiada hari tanpa hujan

Desember: Sumber berlimpah (gede-gedene sumber, Jawa)

Januari: Hujan sehari-hari

Februari: Hujan mber-mber (kadang-kadang, Jawa?)

Maret: Hujan ncret-ncret (sedikit-sedikit, Jawa?)

April: Hujan pril-pril (rintik-rintik, Jawa?)

Mei, Juni, Juli, Agustus: tidak ada huruf r berarti adalah bulan-bulan kemarau.

Tidak ada hujan, langit cerah tak berawan, siang suhu tinggi (panas), malam suhu rendah

(dingin): fotosintesis bersih (net photosynthesis) tinggi: pertumbuhan dan produktivitas tanaman tinggi.

Dalam keadaan stok air cukup: tanaman pot disuplai air pagi dan sore, maka tanaman menjadi segar dan indah, serta berbunga dan berbuah.

Bunga Phalaenopsis

Bunga anggrek Bulan (Phalaenopsis)

Bunga Jarak Pagar

Bunga Jarak Pagar dalam pot mini

Pohon Tin (2)

Pohon dan Daun Tin dalam pot

Bunga Mangga (2)

Pohon Mangga dalam pot (berbunga lebat)

Semua itu adalah PEMBERIAN Allah yang harus dinikmati, disyukuri dan dipelihara.

18 AugPOHON MANOA (MENOA)

Menoa

Semakin Langka

Syekhfani

Buah Manoa, adalah buah pohon hutan yang rasanya (taste) mirip daging rambutan dan bijinya berbentuk seperti (likes) biji durian, lihat gambar:

Buah Manoa (kiri) dan Biji Manoa (kanan)

Buah dan Biji Manoa

(Foto: penulis)

Bentuk buah pohon yang sudah semakin langka ini seperti berikut:

Buah Manoa

a. Kulitnya belum dibuka

Buah Menoa

b. Kulitnya sudah dibuka

Buah Manoa a dan b (dari download)

Di Indonesia, dikenal sebagai buah pohon hutan berasal dari Papua. Namun pohon buah ini dilaporkan di beberapa tempat di manca negara.

Di tempat tinggal penulis, buah manoa dapat diperoleh di super market dengan harga terjangkau.

Rasa (taste) seperti daging rambutan rubi’ah atau seperti daging kelapa muda, segar dan menyebabkan kenyang.

Penulis pernah menanam Manoa di halaman rumah sampai batangnya besar dan pada ujung rantingnya berbuah.

Namun, buah Manoa tersebut dirubung semut, daunnya dimakan ulat gatal dan akarnya merusak fondasi pagar halaman.

Karena itu terpaksa di tebang.

19 JunNOSTALGIA MASA KECIL II

terkukur

Pelihara Burung Tekukur

Syekhfani

Kalau pada pos yang lalu: lihat http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2017/06/11/nostalgia-masa-kecil-i/, adalah mengenai hobi memancing ikan, maka pada pos ini berkenaan dengan memelihara burung.

Hobi ini, masih terkait dengan ayahku yang di waktu luangnya diisi dengan memelihara burung tekukur (Terkuku).

Masih teringat olehku, saking asyiknya ayahku memelihara burung tekukur, beliau bisa membedakan kriteria seekor burung terkukur, yaitu:

A. Dari segi suara:
a. irama tunggal, dan
b. irama ganda.

B. Kontinyuitas berbunyi:
a. Sekali-sekali,
b. Seringkali, dan
c. Terus menerus (prima).

C. Kemantapan berbunyi:
a. Besar – tegas, dan
b. Kecil – meragu.

D. Irama suara:
a. Tunggal (satu “pangkut”): Ter – ku – ku
b. Ganda (dua “pangkut”): ter – ku – kuku
c. Ganda (tiga “pangkut”): ter – ku – ku – ku – kuku

E. Keindahan tubuh:
a. Mulus dan berbintik halus di bagian tengkuk,
b. Mulus dan berbintik kasar di bagian tengkuk, dan
c. Muslus tetapi belum berbintik di bagian tengkuk (masih muda).

Para penggemar sangat bisa membedakan antara terkukur berkualitas dengan tidak berkualitas, dari perform dan suara tersebut.

Sering pula burung terkukur dilombakan di lapangan terbuka, layaknya burung perkutut.

Pemenang, biasanya adalah burung terkukur yang memenuhi semua kriteria A, B, C, D, dan E, disebut kualitas “prima”.

Sang juara bisa berharga sangat mahal, bahkan pemiliknya pun jarang mau menjualnya saking sayangnya.

Bukan main…!

11 JunNOSTALGIA MASA KECIL I

Ikan Cengkak

Ikut Bapak Mancing Ikan

Syekhfani

Suatu hari, aku dan adikku diajak Bapak pergi mancing ke sungai Suban, kurang lebih satu kilometer dari kampungku. Hari itu adalah minggu, jagi sekolah libur.

Bapakku, seorang guru SD, kebetulan punya hobi mancing ikan.

“Hari ini aku akan pergi mancing ke sungai”. Kata Bapak.

“Apa kamu mau ikut, Syekh?”.

“Mau, Pak!” kataku gembira.

“Ajak juga Adikmu”.

“Iya, Pak”. Aku lari mencari adikku yang sedang bermain dengan teman-temannya.

“Dik, aku diajak Bapak mancing ke sungai”.

“Kamu mau ikut?”.

“Mau, mau!” , kata adikku gembira, dia sangat senang bila pergi bersama Bapak.

“Ayo cepat berkemas, mumpung masih pagi”.

…………..

Tidak lama kemudian, Bapak, aku dan adikku berangkat menuju sungai, sekitar satu kilometer dari dusun tempat kami tinggal.

Sungai “Suban” (Aik Suban, Semende), bermuara ke sungai Enim, cukup deras dan banyak terdapat ikan liar: seluang, cengkak, baung, keli, tilan, bahkan semah.

Ayah biasanya menyiapkan umpan: udang atau perapau/sempegih. → Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2017/05/14/hidup-kehidupan-life-live-iii/

Namun, di tepi sungai, ada juga ditemukan umpan, yaitu: cacing badas (sejenis cacing tanah besar dengan cahaya fosfor di kepalanya: disebut “Bedet”).

Bapak punya alat pancing rol dengan tali cukup panjang, untuk menghela ikan yang terkena pancing, sampai ikan capek ditarik dan bisa ditangkap dengan sesauk (jaring berbingkai rotan).

Untukku dan adikku cukup menggunakan alat pancing sederhana, berupa tali dan pancing dengan joran pelepah salak hutan yang sudah dipersihkan daun dan durinya.

Aku dan adikku biasa memasang umpan “Bedet” di mata kail.

Adikku melempar pancing ke ekor lubuk dan dalam waktu singkat dia mendapat cukup banyak ikan “Seluang”. Biasanya pagi hari, ikan-ikan itu sedang lapar.

Entah hari itu aku lagi kurang beruntung. Tidak seekor ikanpun yang menangkap pancingku.

Aku beralih ke bagian hulu, di mana air cukup deras.

Sembari sewot karena belum mendapat ikan, begitu saja mata kail kuberi umpan Bedet dan kulempar ke tempat air deras di bagian pinggir.

Tiba-tiba, kailku ditarik ke dalam dengan kuat.

“Dik, kailku tersangkut dahan hanyut!”, teriakku.

“Tarik yang kuat, Kak!”, seru adikku.

“Putus juga, gak apa-apa…!”.

Joran kutarik dengan kuat, tanpa peduli senar akan putus.

Tetapi, tiba-tiba, seekor ikan tertarik ke arahku dan jatuh menggelepar tepat menimpa mukaku.

Aku sangat terkejut, tidak menyangka kail ditangkap ikan, bukan tersangkut dahan kayu.

Aku tercebur ke tepi lubuk dan basah kuyup. Untung pancing dan ikan tidak terlepas.

Seekor “Cengkak”, tertangkap olehku.

Seumur-umur baru kali itu aku mancing dapat ikan besar, biasanya hanya Bapak yang bisa memperolehnya.

Adikku ada rasa sedikit iri, ikan perolehannya banyak tapi kecil-kecil. Ikanku satu, tetapi besar!

Menjelang sore kamipun pulanglah ke kampung dengan gembira.

Adikku mengikatkan untaian tali penuh ikan-ikan di pinggangnya. Aku menyandang ikan besar dibahu: seekor Cengkak! “Setempap” (selebar tangan) ukurannya!

Suatu nostalgia yang tak terlupakan!

16 MayMUARA ENIM, TEMPAT LAHIRKU

GOPR1775-01

Muara Enim

(Puisi)

Syekhfani

Melalui lembah dan ngarai
Berkelok-kelok
Dilingkung vegetasi hutan lebat
Tepian kiri kanan yang rimbun

Sungai Enim

Mengalir dengan arus sedang hingga deras

Melalui curah (curup, air terjun): “Curup Tenang”

Di bagian hulu kota Sugih Waras

Sungai itu, adalah “Sungai Enim”

Bermuara di “Sungai Lematang”

Jadilah nama ibukota kabupaten “Muara Enim”

Lematang- Ilir – Ogan – Tengah

L – I – O – T

Kota kabupaten tempat lahirku

Tercantum dalam KTP-ku…

Media Mei 2017 —

14 MayTUMBUHAN LANGKA: SEMPEGIH

20170514_124634

Tumbuhan Alami: Sempegih

Syekhfani

Sisi lain dalam Hidup & Kehidupan (Life & Live), adalah pemanfaatan tanaman alami yang jarang diperhatikan, padahal ia dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejenis tanaman perdu bercabang dan berbuah banyak, bentuk buah bulat kecil-kecil, warna hijau, kuning (mentah) dan merah (matang) yang di daerah asal penulis (Semende), disebut: Sempegih.

Buah Sempegih ini dapat dimakan dan sangat ampuh sebagai umpan pancing ikan.

Ikan liar pemakan buah, misalnya Cengkak (Semende) sangat doyan menyantap buah Sempegih.

Catatan: Tumbuhan liar sejenis Sempegih adalah: Peghapau (Semende), dengan ukuran buah lebih besar dan menjadi umpan ikan Cengkak lebih besar lagi bahkan bisa sangat besar (ikan Semah, Semende).

Sempegih & peghapau dapat menunjang kehidupan keluarga, bila dijadikan umpan pancing dan mendapat ikan cukup banyak, apalagi ukuran besar. Selain untuk konsumsi, keluarga ikan tersebut bisa dijual ke pasar.

Berikut adalah pohon Sempegih berbuah, merupakan koleksi penulis sebagai tanaman pot.

20170514_124844

Pohon Sempegih Berbuah

12 MayKESEIMBANGAN BIO-FISIKO-KIMIA TANAH

Medium tanah

Keseimbangan Bio-fisiko-kimia Tanah
(Suatu Implementasi)

Syekhfani

Upaya menuju hidup & kehidupan (life & live), yang disampaikan pada post terdahulu (Hidup dan Kehidupan I), dalam alternatif penerapannya dapat dicoba dengan membuat keseimbangan sifat bio-fisiko-kimia lingkungan hidup tanaman.

Untuk maksud tersebut didekati dengan upaya mememenuhi keberadaan komponen hidup (udara, air, hara) dalam kecukupan (sufficient), baik dalam lingkungan perakaran (root zone) maupun tajuk (canopy).

Secara praktek, hal di atas dapat dilakukan melalui pemberian larutan hara ke daun (foliar feeding) dan/atau tanah (soil feeding).

Jenis pupuk yang dapat diberikan adalah pupuk padat mudah larut, baik ditujukan untuk memacu pertumbuhan daun maupun bunga/buah.

Sebagai contoh, penggunaan Gandasil D (daun) dan Gandasil B (bunga/buah).

Setelah dilarutkan dalam air dengan kepekatan maksimal 0.1 persen (0.1 g/L), maka larutan pupuk ini dapat langsung disemprotan ke tajuk tanaman atau ke medium tanah.

Komponen biologi dapat dipenuhi misalnya menggunakan agen hayati (biofertilizer) EM-4.

Respon tanaman segera tampak apabila kondisi lingkungan tumbuh memang dalam keadaan deficient.

09 MayHidup & Kehidupan (life & live)

Process of Photosynthesis

Hidup & Kehidupan (life & live)

SUATU TINJAUAN PROSES

Syekhfani

Secara filosofi, komponen hidup dan kehidupan (life and live) di muka bumi ini terdiri dari dari: matahari, oksigen, air, dan karbon.

Matahari merupakan sumber energi kinetik, diubah menjadi energi metabolik melalui proses foto sintesis.

1

Senyawa karbohidrat (CHO)n, merupakan produk fotosintesis tersebut, menjadi kerangka dasar tubuh tanaman, yang setelah dilengkapi dengan unsur-unsur esensial lain, yaitu: makro (N, S, P, K, Ca, Mg) dan mikro (Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo dan Cl) terbentuklah tubuh tanaman yang berkelanjutan karena adanya siklus siang dan malam.

Unsur-unsur N, (S), P, dan K, Mg dan Ca sebagai penyusun dan pemacu aktivitas khlorofil, merupakan komponen dan penggerak. Kedudukan unsur Mg dalam struktur khlorofil, dapat digambarkan sebagai berikut:

2

Unsur P merupakan penyerap dan penyimpan energi tinggi (high energy), berupa senyawa ATP, ADP, TPN, DPN.

Energi metabolik dalam bentuk kalori sebesar 4000 kalori dilepas setiap terjadi pelepasan P: ATP menjadi ADP atau TPN menjadi DPN, dan lain-lain.

Produksi karbohidrat dari proses fotosintesis, kemudian diangkut ke seluruh bagian tanaman oleh K; dalam hal ini unsur K bertindak sebagai pengangkut (tranpor) fotosintat.

23 AprJazad Mikro Penghuni Tanah

Rhizobium nodule

Awal Penemuan Jazad Fiksasi N

Syekhfani

Dalam sejarah jazad mikro tanah, dua pakar bakteriologi terkenal bangsa Belanda Martinus W. Beijerinck (1851 – 1931), dan bangsa Rusia Sergei N. Winogradsky (1856 – 1953), dapat mengisolasi jazad mikro tanah melalui teknik kultur.

Beijerinck berhasil mengisolasi bakteri berasosiasi dengan bintil akar tanaman legum dan mampu membuktikan bahwa bakteri tersebutlah yang berperanan dalam pembentukan bintil.

Oleh Beijerinck bakteri ini diberi nama Bacillus radicicola yang kemudian dikenal dengan nama Rhizobium.

Beijerinck menyumbangkan dasar lainnya dalam bidang mikrobiologi tanah, termasuk di antaranya isolasi Azotobacter, salah satu bakteri penambat N non-simbiotik, serta menemukan jazad-jazad lain yang berperanan dalam transformasi senyawa sulfur.

Winogradsky menemukan pola autotrofik dalam dalam kehidupan bakteri tanah dan membuktikan peranan bakteri ini dalam transformasi senyawa nitrogen dan sulfur.

Setelah kegiatan dua pakar terkenal di atas, maka penelitian di bidang mikrobiologi tanah berkembang dengan pesat dengan objek tidak hanya bakteri tetapi juga berbagai jazad mikro lain dalam tanah, seperti: fungi, aktinomiset, ragi, dan ganggang.

Penggolongan Jazad Mikro Tanah (Millar, Turk dan Foth, 1985)

Berdasar Jenis Jazad:

TANAMAN
I. Bakteri:
Heterotrof Penambat N:
a. Simbiotik: 1. Aerob 2. Anaerob
b.Non-simbiotik:
– berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
-tak berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
a. Pembentuk nitrit
b. Pembentuk nitrat
c. Pengoksidasi sulfur
d. Pengoksidasi besi
e. Bereaksi terhadap H dan senyawa H
Autotrof:
II. Fungi: Fungi, Ragi, Ragi Menyerupai Jamur (Mushroom), Kapang
III. Aktinomiset:
IV, Ganggang: Hijau-biru, Hijau rumput, Diatom
BINATANG
V. Protozoa: Siliata, Flagelata, Amuba

Berdasar Ukuran Jazad (Verstraete, 1980):

Mikrobiota (<2 µm): Virus, Bakteri, Aktinomiset (prokaryotik), Fungi, Protozoa.

Mesobiota (200 – 1000 µm): Nematoda, Rotifera, Cacing pot (potworm), Arytropoda, kecil (rayap), Laba-laba, Semut, dll.

Makrobiota (> 1000 µm): Cacing tanah, Artropoda besar (Kumbang, Vertebrata, dll.).

Mutakhir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dasar (basic technology) tersebut menjadi modal pengembangan teknologi aplikasi (applied technology) dalam mengatasi masalah pangan (scarcity of food) di muka bumi ini.

02 DecPanorama

Lembah-Gunung

HIJAUNYA LEMBAH – BIRUNYA GUNUNG

Proyeksi Alam

Syekhfani

Dikala Musim Hujan

Akhir tahun, Desember 2016

Suatu keindahan lingkungan alam

Di sekitar rumahku..

Diiringi krik-krik suara jengkrik

Desah air dan angin lembah

Terekamlah proyeksi mikro panorama

Gunung Arjuna, biru nan megah

Berlatar depan gedung-gedung nan kokoh

Dan lahan petani

Pak Tani dan Bu Tani sedang aktif bekerja

Memproduksi pangan bergizi…

Lihat: //youtu.be/G5vQtxDSnnA

Video Hijaunya Lembah, Birunya Gunung!

Ooo.. Betapa Indahnya!

28 NovTanaman Chip ‘n Dale

TANAMAN CHIP ‘N DALE DALAM POT

Indah ‘n Eksotik

Syekhfani

Chip ‘n Dale, adalah tokoh komedi anak-anak di Walt Disney, namun juga dijadikan nama tanaman hias.

Penulis punya koleksi tanaman Chip ‘n Dale dalam pot di emper rumah kediaman.

Tanaman berbentuk perdu, berkembang tidak menurut musim, setiap waktu.

Bunganya berwarna kuning cerah, dengan 5 helai kelopak bunga (corolla).

Tangkai sari dan pollen berwarna jingga (Gambar 1):

Gambar 1. Bunga

Gambar 1. Bunga

Terdapat 3 atau 4 buah bulat lonjong, berwarna hitam, melekat pada tangkai dan dasar kelopak buah berwarna merah (Gambar 2):

Gambar 2. Buah

Gambar 2. Buah

Tajuk pohon bercabang dan beranting jarang-jarang; daun lonjong meruncing ke ujung, berwarna hijau tua (Gambar 3):

Gambar 3. Tajuk

Gambar 3. Tajuk Pohon.

Nomenklatur: lihat → Wikipedia.org.

Nama Chip and Dale dari: https://en.wikipedia.org/wiki/Chip_’n'_Dale

Mengacu nama “Chippendale” (Thomas Chippendale).

Diterjemahkan “Kiki dan Koko” (Indonesia).

Di mana:

Kiki, pintar → hidung warna hitam

Koko, bodoh → hidung warna merah

Koko selalu dimarahi Kiki karena selalu bertindak salah dan berbuat bodoh.

Betapa indah dan eksotik tanaman Chip ‘n Dale!

27 OctTanaman Dewandaru Dalam Pot (II)

0

TANAMAN DEWANDARU DALAM POT

Syekhfani

Pada posting pertama, telah diuraikan beberapa hal tentang tanaman Dewandaru, sebagai berikut:

Dewandaru dapat diartikan sebagai kayu “Pembawa Wahyu Dewa”.

Penulis memperoleh tanaman Dewandaru dalam pot dari penjual tanaman di wisata Gunung Kawi.

Dengan waktu, tanaman Dewandaru tumbuh baik, berbunga dan berbuah.

Karena ditumbuhkan dalam pot, maka tanaman tergolong Bonsai (kerdil), dengan system perakaran diikuti tajuk yang intensif.

Buah Dewandaru dengan bentuk buah bergerigi mirip buah Cereme (Cermai), bulat bintang, dikenal dengan nama Ciremai Londo, berbentuk mungil, cerah dan menarik , warnanya berubah bertingkat dari hijau, kuning, oranye dan merah sesuai dengan tingkat kematangannya.

Buah mentah berwarna hijau kekuningan, menjadi merah tua kalau sudah matang.

Berikut rekaman foto tanaman Dewandaru koleksi penulis (setelah di update):

1. Bunga

1. Bunga

2. Bunga dan Buah

2. Bunga dan Buah

3. Buah Setengah Matang

3. Buah Setengah Matang

4. Buah Matang

4. Buah Matang

5. Buah Mentah dan Matang

5. Buah Mentah dan Matang

6. Pot Setelah diperbesar dan Diberi Pupuk Kandang

6. Pot setelah diperbesar dan diberi pupuk kandang.

Dalam pemeliharaan tanaman Dewandaru dalam pot, diperlukan penyiraman dan pemberian unsur nutrisi.

Nutrisi pupuk N, P, dan K, serta unsur mikro diberikan dalam bentuk cairan ke medium tanah dalam pot, maupun melalui daun (foliar).

Tanaman Dewandaru dapat tumbuh pada medium pot ukuran terbatas yang kurang subur, namun setelah ukuran pot diperbesar dan medium ditingkatkan kesuburannya, maka perumbuhannya menjadi lebih cepat dan lebih menarik.

Ada orang yang menyenangi buah Dewandaru, meski rasanya agak getir apabila belum matang (ranum).

Namun apabila ranum,rasanya manis dan segar.

01 OctSifat Perilaku (Fate Behaviour)

KAKATUA-KAKAK

KUNCI BERKOMUNIKASI DENGAN SESAMA MAKHLUK

Syekhfani

Apabila kita berkehendak untuk berkomunikasi dengan sesama makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia), maka agar kita dapat melakukakan komunikasi yang baik, kita perlu mengetahui sifat perilakunya.

Sebagai contoh, penulis punya seekor burung kakaktua peliharaan yang sudah sangat akrab dengan seisi rumah.

Biasanya, setiap hari, pagi-pagi begitu bangun tidur ia memanggil-manggil.

Awalnya kedengarannya nada menyapa; namun makin lama makin keras, mungkin dia mulai merasa lapar.

Mula-mula dia memanggil dengan nada rendah, lalu lebih keras dan apabila tampak tidak ada respon, maka kemudian berteriak-teriak.

Dengan demikian kita tahu, bahwa dia sudah benar-benar merasa lapar dan minta makan.

Dalam keadaan biasa, kakaktua penulis menunjukkan perilaku santai dan bergerak aktif.

Hal ini adalah pertanda bahwa tampaknya dia tidak ada masalah dan santai-santai saja.

Namun, apa yang dia kehendaki??

Sebenarnya kita tidak mengetahuinya.

Berikut video kakaktua “KAKAK”, peliharaan penulis:

hhtps://youtu.be/4L71s6jzMaO

26 SepBerpikir Positif, Berpikir Negatif

positive vs negative thingking

SUATU FENOMENA HIDUP DAN KEHIDUPAN

(Filsafat Hidup dan Kehidupan Sehari-hari)

Syekhfani

Dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari, fenomena alami umumnya dicirikan oleh sikap yang mendahulukan cara berpikir negatif (negative thinking), jarang atau bahkan tidak pernah mendahulukan cara berpikir positif (positive thinking).

Misalnya dalam hal contoh berikut:

Tiba-tiba, tanpa diduga langit menjadi mendung, lalu turun hujan rintik-rintik disertai kilat menyambar-nyambar.

Kemudian hujan turun dengan derasnya diiringi guruh mengelegar sambung menyambung.

“Walah, hujan keparat!”,

“Bajuku jadi basah kuyup, rencana kerjaku amburadul jadinya”.

Demikian kira-kira seseorang yang berpikiran negatif (negative thingking).

Lain halnya dengan orang lain yang justeru berpikiran positif (positive thingking):

“Alhamdulillah”,

“Harapan banyak orang terpenuhi rupanya”.

“Petir disertai turun hujan lebat ini, pasti akan membawa kesegaran dalam cuaca seterik ini”.

“Tanaman di pekarangan, di sawah, di tegalan dan bahkan hutan di bukit dan gunung akan menjadi hijau”.

“Petani dan pekebun akan memetik hasil tanaman yang mereka usahakan, dan hutanpun akan memberikan sumber air bagi hidup dan kehidupan tumbuhan, tanaman, hewan dan bahkan manusia di lahan yang mereka tempati”.

Itulah kira-kira dua contoh kontradiktif yang bisa terjadi dan dijumpai dalam suatu dinamika hidup dan kehidupan sehari-hari.

Subhanallah…

Maha suci Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

Dua hal yang kontradiktif di atas mengingatkan kita terhadap dua fenomena kehidupan yang perlu dikaji dan direnungi sisi positif dan negatifnya.

Jangan memandang sesuatu itu hanya dari segi negatifnya saja.

“Di balik sesuatu hal yang negatif, sebenarnya ada hal yang positif”.

“Tuhan memberikan “pasangan” dalam hidup dan kehidupan di dunia ini”.

“Suatu keseimbangan”…

“Yang mambawa kestabilan dan bahkan keberlanjutan hidup dan kehidupan dunia itu sendiri!”.

19 SepKOLEKSI POHON BUAH-BUAHAN

9. Pohon Tin

DI LATAR SAMPING RUMAH KEDIAMAN

Berbagai Jenis Pohon Buah-buahan dalam Pot Besar

Syekhfani

Hobi mengumpulkan pohon buah-buahan dalam pot menjadi kegiatan yang menarik dalam mengisi waktu luang.

Hobi ini selain melengkapi berbagai jenis pohon buah-buahan dalam pot, juga membuat nuansa kebun buah di latar rumah, meskipun tidak begitu luas.

Saat liburan ke Selekta, Batu, Malang (lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2016/08/24/kios-hortikultura-petani/), berbagai jenis buah-buahan dalam pot dipilih untuk ditanam di samping rumah kediaman.

Koleksi ini tentu saja menambah berbagai bentuk kegiatan, yaitu: persiapan medium, pupuk organik dan anorganik, alat dan bahan dalam penyiapan pertanaman buahan dalam pot, dan sebagainya.

Semua kegiatan itu, tentu saja sangat mengasyikkan, apalagi tergolong kegiatan penyaluran hobi.

Berikut rekaman koleksi buah-buahan tersebut di atas:

1. Pohon Anggur

1. Pohon Anggur

2. Pohon Murbei

2. Pohon Murbei

3. Jambu Klampok

3. Jambu Klampok

4. Jambu Kristal

4. Jambu Kristal

5. Jambu Leci

5. Jambu Leci

6. Mangga Bangkok

6. Mangga Bangkok

7. Pohon Ceri Australia

7. Pohon Ceri Australia

8. Pohon Klengkeng

8. Pohon Klengkeng

9. Pohon Tin

9. Pohon Tin

Koleksi pohon buah-buahan dalam pot ukuran besar di atas, melengkapi pohon buah-buahan yang sudah ada dan bahkan ada yang sudah dapat dinikmati hasilnya sehari-hari.

Menarik, bukan?