01 MarSOIL-Lumpur Marin

LUMPUR MARIN :  POTENSI – MASALAH

 

HASIL ANALISIS LUMPUR

Terlepas dari visi apakah Lumpur Marin yang akhir-akhir ini menjadi fenomena alam (nature) atau manusia (man made) yang melanda beberapa lokasi lahan pertanian di Indonesia, maka secara ilmiah perlu dilakukan telaah agar dapat membantu beban bagi lokasi terkena dampak.

DAMPAK:

Positif

- Sumber Unsur Hara S, K, Ca, Mg
- Daya Pegang Hara (KTK, Kapasitas Tukar Kation) tinggi
- Daya Pegang Air (KPA, Kapasitas Penahanan Air) tinggi

 

Negatif

• Natrium(Na),  tinggi       > penghancur agregat tanah
• Aluminium-dapat ditukar (Al-dd),  tinggi    > sumber kemasaman tanah/meracun tanaman
• Besi (Fe-tersedia), tinggi       > meracun tanaman
• Mangan (Mn-tersedia), tinggi > meracun tanaman
• Khlor (Cl-tersedia), tinggi  >  meracun tanaman
• Daya Hantar Listrik (Elektrical Conductivity), tinggi  > jaringan tanaman plasmolisis
Lapindo9
Tmr3
Lapindo2
Contoh Visual:  Proses terjadi endapan lumpur marin -  Foto:  Syekhfani

WACANA ALTERNATIF PENANGGULANGAN

FLUIDA untuk medium tanaman:

-Positif:  karena mengandung unsur hara esensial makro  S, K, Ca, dan Mg tinggi, yang dapat menjadi sumber hara karena tidak berefek meracun, serta KTK tinggi dapat meningkatkan daya pegang hara (nutrients holding capacity).

-Negatif:  karena mengandung unsur hara esensial mikro Cl, Fe (dan Mn) tinggi, meskipun menjadi sumber hara tetapi dapat berefek negatif karena bersifat meracun tanaman.

-Negatif:  karena mengandung sumber kemasaman (Al dan H), meskipun pada tahap awal berefek menurunkan pH (karena pH-nya agak alkalis) tetapi jangka panjang membantu kelarutan Fe (dan Mn) sehingga meracun.

-Negatif:  karena mengandung unsur pendispersi (penghancur tanah) yaitu Na, yang dapat menyebabkan partikel tanah hancur, tanah menjadi padat dan mudah mengalami erosi.

 

TANAH sebagai medium tanaman:

-Memerlukan perbaikan sifat kimia berupa pemberian Bahan Organik, serta pupuk lengkap N, P, K, Ca, dan Mg yang seimbang.

 

FLUIDA diinkorporasikan (dicampur-rata) dengan TANAH sebagai medium tanaman:

-Dapat memperbaiki sifat kimia berupa peningkatan KTK dan penambahan unsur S, K, Ca, dan Mg;  akan tetapi untuk lahan sawah sangat berbahaya karena bisa terjadi keracunan Fe (dan/atau Mn), akibat penggenangan yang mereduksi Fe/Mn menjadi ion mudah diserap tanaman.

-Disarankan tidak untuk budidaya padi sawah, melainkan untuk tanaman lahan kering (palawija, hortikultura, dll) dengan irigasi/drainase baik serta diinkorporasikan dengan tanah secara sempurna.

-Pengelolaan memerlukan penambahan bahan organik untuk mengurangi keracunan unsur Fe (dan/atau Mn), penambahan pupuk N dan P, serta irigasi air tawar yang cukup untuk membilas unsur-unsur Na dan Cl.

 

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*