01 MaySOIL-Dampak Letusan Gunung Berapi

    

 

DAMPAK LETUSAN GUNUNG BERAPI

 

Survei Pendahuluan

 

Usaha Penanggulangan Dampak Letusan Gunung Kelud

 

Kediri – Blitar – Jawa Timur

 

sebelum anak kelud lahir[1]

Foto-foto: Syekhfani

Kondisi:  Lokasi Bahaya I, II, III, IV, Daerah Aliran Lahar

  • Dari aspek tanah, letusan gunung Kelud di suatu pihak dapat menyebabkan kerusakan karena sifat kesuburan tanah  meliputi fisik, kimia, maupun biologi mengalami perubahan. Di lain pihak dapat menguntungkan segi-segi kesuburan tanah berupa  tambahan bahan pasir atau debu yang mengandung unsur hara.
  • Agar bahan pasir atau debu tidak hilang terangkut oleh air dan/atau angin, maka diperlukan tindakan-tindakan konservasi.
  • Diperlukan pula penelitian-penelitian lebih detail dari aspek status perharaan, biologi, dan konservasi tanah dan air untuk tujuan reklamasi jangka pendek.

 

Hasil Pengamatan Visual di Lapang (survei)

 

1

 Lokasi Bahaya I (dekat puncak)

4

Tanaman kopi (Coffea sp.)

5

Tanaman coklat (Theobroma cacao)

2

Glirisidia (Glyricidia sepium)

3

Flemingia (Flemingia congesta)

 Lokasi Bahaya I

  • Secara visual tampak bahwa areal di seputar puncak menunjukkan tingkat kerusakan paling besar.
  • Vegetasi hutan dan juga perkebunan (kopi dan cengkeh) rusak total, tanpa daun; tinggal batang serta cabang cabang besar.
  • Kerusakan mencapai 85-100 % daun terbakar.
  • Timbunan material mencapai 40 cm berupa bahan pasir kasar dan batu koral yang bertebaran di bagian permukaan tanah.
  • Di lokasi datar, dijumpai lapisan berdebu yang cukup tebal di permukaan (kurang lebih 2 cm), meskipun dari informasi yang diterima telah terjadi hujan lebat beberapa kali.
  • Tampak tanaman berdaun lebar mempunyai kepekaan lebih tinggi; misalnya: pohon kopi yang sama sekali gundul.
  • Tanaman pelindung dari jenis lamtoro (Leucaena leucephala) dan  glirisidia (Gliricidia sepium) relatif tahan dan masih menunjukkan pertumbuhan normal meskipun warna daun menampakkan gejala difisiensi nitrogen.
  • Jenis tanaman lain yang tahan adalah Flemingia congesta yang masih tumbuh segar tanpa perubahan warna.

 

6

 Lokasi Bahaya II (perkebunan, pemukiman)

 Lokasi Bahaya II

  • Di kawasan  ini timbunan  material mencapai ketebalan 20 – 30 cm.
  • Vegetasi kebanyakan masih tanaman perkebunan dan sedikit tanaman pekarangan (kelapa, rambutan, pisang).
  • Kerusakan tanaman kopi dan coklat yang berdaun lebar masih cukup parah meskipun tidak sampai gundul.
  • Daun daun tua masih bertahan tetapi daun muda rusak dan gugur.
  • Besar kerusakan antara 50-75 %.
  • Kondisi perakaran tanaman seperti pada lokasi bahaya I, tapi tanaman kopi, coklat dan cengkeh mulai tumbuh tunas-tunas baru.
  • Kawasan perkebunan di Lokasi Bahaya II ini masih hijau, namun untuk pemulihan  secara maksimal  dibutuhkan  cara-cara yang tepat dalam hal perbaikan  kondisi tanah dan air.

7

   Lokasi Bahaya III (perkebunan, pemukiman)

Lokasi Bahaya III

  • Di sini timbunan material mencapai ketebalan 10-20 cm.
  • Kawasan relatif datar dan didominansi oleh areal tanaman pangan, terutama sawah.
  • Vegetasi lain meliputi kopi, coklat dan tanaman pekarangan (kelapa, rambutan dan lain-lain).
  • Besarnya kerusakan meliputi 30-40 %.
  • Permasalahan utama selain timbul materi yang masih cukup tebal, juga tersumbatnya saluran-saluran irigasi sehingga air tidak dapat dialirkan ke sawah.
  • Menurut informasi dari pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan, tanaman padi sawah yang pada saat letusan berada pada ke fase berbunga, tidak mengalami hambatan untuk pengisian biji dan tampaknya panen masih bisa dilaksanakan, asalkan turun hujan.
  • Akan tetapi tanaman padi yang pada saat letusan masih berada pada fase vegetatif sangat menderita akibat kekurangan air dan tampaknya panen sama sekali tidak dapat diharapkan.
  • Pihak Perkebunan Penataran (coklat) tampaknya berusaha untuk mengatasi masalah timbunan  materi dengan jalan membuka timbunan di seputar tajuk  pohon.

  9

Pemukiman – padi sawah (Oryza sativa) – fase vegetatif

8

Pemukiman – padi sawah (Oryza sativa) – fase pemasakan

 Lokasi Bahaya IV

  • Timbunan  materi  hanya berkisar antara 5-10 cm.
  • Vegetasi terutama tanaman semusim (padi dan lain-lain) dan tanaman pekarangan.
  • Padi sawah  pada  kawasan  ini tidak banyak terpengaruh oleh letusan; tetapi tanaman berdaun lebar seperti pisang, kelapa, masih dipengaruhi.
  • Saluran-saluran irigasi masih mudah untuk difungsikan  dan air dapat  mengalir  ke  petak-petak  sawah.
  • Tanaman  padi sawah yang pada saat letusan  berada pada fase vegetatif  dapat terus tumbuh ke fase generatif dan panen tampaknya masih tetap dapat di peroleh secara normal.

  Lokasi Aliran Lahar

  • Lokasi yang terkena aliran lahar, terutama  untuk lahan sawah  cukup  menderita karena sebagian tanaman  padi hanyut terbawa arus.
  • Tanaman padi yang tidak hanyut memperoleh timbunan bahan-bahan material pasir,debu dan batu-batu kerikil sampai koral yang cukup tebal.
  • Di samping itu tampak  pula adanya  timbunan  bahan-bahan organik berupa sisa-sisa cabang dan ranting pohon yang ikut hanyut.
  • Petak sawah yang tidak tertimbun memperoleh limpahan  materi  halus berupa debu atau lempung.
  • Diduga  pengikisan permukaan tanah sepanjang aliran  lahar menyebabkan ikut terkikisnya liat yang kemudian bercampur dengan debu.
  • Hal  menarik  di jumpai pada lokasi sawah yang mendapat timbunan ini adalah bahwa akar tanaman padi dijumpai dalam jumlah banyak di lapisan material.
  • Diduga akar tanaman tumbuh ke atas karena ada rangsangan tertentu di lapisan material tersebut.

  

 Kesimpulan

  • Dari hasil survei ini dapat disimpulkan bahwa lahan bekas letusan Gunung Kelud perlu diperbaiki baik dari segi tanah maupun tanaman, sesuai dengan tingkat kerusakannya agar fungsi lahan dapat dipulihkan.
  • Bahan timbunan berupa pasir dan debu memberikan kontribusi terutama unsur P dan S.  Agar bahan masukan ini tidak hilang melalui erosi, maka diperlukan tindakan konservasi.

 

→ Baca:   Laporan Survei Lengkap

 

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*