Archive for June, 2013

29 JunSOIL-Malformasi Bagian Tanaman


 

MALFORMASI – BENTUK TIDAK NORMAL

 

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Pertumbuhan: Anatomi – morfologi – fisiologi – genetik?

 

Malformasi (perubahan morfologi) bagian tanaman, seringkali kita jumpai pada tanaman di kebun atau lahan dan menarik perhatian karena tampil beda dengan bentuk normal  biasa.

Perubahan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai mekanisme proses, seperti: anatomi, fisiologi; atau bahkan genetik. Atau akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Secara anatomis, malformasi terjadi karena pertumbuhan sel, jaringan, organ, ataupun sistem organ dalam tubuh tanaman mengalami gangguan.

Secara fisiologis, malformasi bisa  disebabkan kekurangan, kelebihan, atau ketidak-imbangan senyawa metabolik, menyebabkan bentuk morfologi tanaman menjadi tidak sempurna.

Secara genetik, mutasi gene atau khromosom oleh berbagai faktor internal ataupun eksternal, bisa juga menjadi menyebabkan malformasi bagian tanaman.

Bagaimanapun, apakah malformsi terjadi secara individual ataupun interaksi di antara proses-proses tersebut, hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Berikut disajikan contoh gambar malformasi bagian tanaman, meliputi daun, bunga, buah, atau tajuk.

 27062013511

Bunga Anthurium ganda, malformasi?

27112012068

Buah Delima merah tidak bulat, malformasi?

38

Daun Sansevieria mini bengkong, malformasi?

29062013528

Tajuk tanaman hias Nolina kerdil (kiri), normal (kanan), malformasi?

(catatan:  umur, morfologi saat awal pertumbuhan sama)

 

27 JunSOIL-Water Pollution

1

 

WATER POLLUTION

(PENCEMARAN AIR)

 

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Berbicara tentang Polusi, ada tiga jenis sumber polusi berdasar bentuk pembawa (carrier):  padat, cair, dan gas.  Masing-masing umumnya terbentuk dari suatu proses aktivitas industri menggunakan alat-alat mesin buatan manusia yang digerakkan secara mekanik.  Meskipun ada pula sumber pencemaran bersifat alami, misalnya gunung berapi.

Pada era abad ini, industrialisasi sangat dominan dalam menunjang perekonomian dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Sebagai dampaknya, lingkungan hidup makin hari  terasa makin sempit dan sesak akibat tercemar.

Sumber pencemar padat relatif mudah dilokalisasi, misalnya sampah.  Pencemar bentuk gas segera mengalami pengenceran di udara dan akan menjadi masalah ketika konsentrasinya mencapai nilai ambang batas (threshold value). Pencemaran bentuk cair relatif cepat menyebar, karena sifat air bergerak mengalir ke tempat lebih rendah, melalui saluran, selokan, atau pun sungai.

Bahaya pencemaran melalui air umumnya langsung tampak dalam kehidupan sehari-hari, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan yang menggunakan air sebagai kebutuhan kedua setelah udara.

Oleh sebab itu, penanganan limbah cair memerlukan manajemen yang terencana dengan baik.

Kualitas air limbah industri harus dikendalikan melalui perlakuan pembersihan air (water treatment), sebelum dialirkan ke saluran pembuangan (drainase).

Berikut, disajikan secara visual gambar-gambar pencemaran melalui air limbah dan area dampaknya di lapangan.

 

2

Air masuk (inlet) ke pabrik untuk proses industri

3

Air keluar (outlet) dari pabrik setelah digunakan dalam proses

4

Saluran pembuangan (drainase) setelah melalui water treatment

5

Air limbah mengalami eutrofikasi (pengkayaan unsur) mendorong pertumbuhan gulma air

6

Air limbah masuk ke saluran/sungai pembuangan (drainase) dan bercampur dengan berbagai sumber

7

Saluran irigasi/drainase pada pertanaman tebu, memberi kemungkinan air limbah masuk

8

Saluran irigasi/drainase kurang baik, kemungkinan mengalami pelimpahan air limbah

9

10

Tanaman padi dan tebu di lahan sawah yang berpeluang mengalami limpahan air tercemar

26 JunSOIL-Organic Garden

 

Organic-vegetable-cultivation.jpeg[1]

  

ORGANIC GARDEN

(KEBUN / PERTANIAN ORGANIK)

Marie Iannotti

(Organic Garden)

 

 

Apa itu kebun (pertanian) organik?

- Dasar untuk berkebun (bertani) organik

 

Apa artinya memiliki kebun organik?

-Artinya anda menyediakan tempat nyaman bagi serangga pemakan tanaman?

-Jawaban singkat adalah anda tidak menggunakan produk-produk sintetis, termasuk pestisida dan pupuk.

-Idealnya, berkebun organik adalah memanfaatkan semua sumber berguna, seperti menyuplai tanah dengan kompos sisa tanaman atau menanam kacang-kacangan menambahkan nitrogen ke daerah yang telah ditanam dengan pupuk berlebihan.

-Secara garis besar adalah melakukan kerjasama dengan alam, menjadikan lahan anda sebagai bagian kecil dari sistem alami.

 

Berikut adalah beberapa dasar-dasar anda mulai dengan berkebun organik:

 

Apa yang dimaksud dengan bahan organik?

-Pelapukan sisa tanaman dan hewan, termasuk kompos, potongan rumput, daun kering dan sisa-sisa biologis lain.

-Bahan organik digunakan sebagai amandemen dan pengondisi tanah. Bisa berupa tambahan bahan organik baru atau digunakan sebagai ganti bahan organik atau mulsa yang sudah ada sebelumnya.

 

Apa tanah itu begitu penting?

-Salah satu kebutuhan mendasar dari berkebun organik adalah untuk “Memberi makan tanah dan tanah akan memberi makan tanaman”.

-Tanaman mendapatkan air, udara dan nutrisi dari tanah.

-Tanah liat lebih tinggi nutrisi dari pada tanah pasir dan menahan air lebih baik.

-Kadang-kadang daya pegang air terlalu tinggi dan tanaman kekurangan udara.

-Tanah berpasir mudah kering, tetapi dapat digunakan sebagai amandemen untuk memperluas lahan.  Dalam hal ini maka bahan organik memegang peranan penting.

-Penambahan bahan organik memperbaiki struktur tanah dan serta menarik organisme sebagai agen peningkatan nutrisi dalam tanah.

 

Bagaimana Anda mengendalikan hama dan penyakit tanpa bahan kimia?

-Berkebun organik tidak berarti anda harus berbagi apel dengan cacing-cacing, tetapi mungkin anda akan mencari tanaman dan menghasilkan bahan organik.

-Karena anda mencoba untuk bekerjasama dengan alam, kadang-kadang anda sesekali harus menerima hama di kebun.

-Anda harus memeriksa tanaman secara teliti, waspada dan teratur terhadap gejala yang muncul dan segera  mengambil tindakan.

-Perlu diingat bahwa tidak setiap serangga adalah musuh dan bukan selalu berarti harus pakai pestisida.

-Ada banyak pestisida organik yang tersedia, tapi perlu yakin bahwa ia dapat mengatasi masalah dan bahwa anda tahu hal tersebut.

-Anda dapat hidup dengan sedikit kerusakan. Beberapa serangga melakukan kerusakan itu namun masih dapat berlanjut untuk musim berikutnya.

-Pertimbangkan jika anda mengalami masalah hama karena tanaman Anda stres dan tidak memiliki sumber daya untuk membela diri.

-Interplanting dan diversifikasi akan melindungi anda dari kehilangan petak tanaman yang luas, dan perlu di selang selingi dengan petak tanaman penarik serangga.

-Banyak serangga dan hewan yang lebih besar dianggap menguntungkan, musuh serangga hama. Meraih semprotan dapat setiap kali anda melihat hama akan membunuh serangga menguntungkan tersebut.

-Lady bug dan tawon menyantap aphid. Burung menelan ulat. Katak, kadal dan bahkan ular semua berkontribusi terhadap keseimbangan di kebun anda dan mencegah populasi hama yang menjadi penyebab masalah.

-Pencegahan masalah banyak hambatan. Ngengat bertelur perlu dicegah. Trap pulut warna kuning dapat dengan mudah menangkap lusinan hama terbang.

-Melumas pangkal batang akan memotong serangan cacing dan banyak penggerek.

-Ada saatnya anda akan perlu aplikasi pestisida untuk mencegah kehilangan tanaman.

-Pestisida organik atau alami dapat sangat efektif dan biasanya kurang beracun bagi manusia, hewan peliharaan, dan satwa liar dari pestisida sintetis.

 

Apa lagi yang terlibat dalam berkebun sama dengan alam?

-Ada banyak unsur yang dapat berkontribusi terhadap iklim kebun yang sehat.

-Tanaman yang cocok dengan kondisi pertumbuhan mereka akan lebih sehat daripada tanaman yang stres.

-Tanaman stres sangat menarik bagi hama.

-Jangan memilih tanaman yang memerlukan sinar matahari penuh jika anda tinggal di sebuah hutan yang teduh.

-Demikian pula, jangan pilih tanaman pada lingkungan yang lembab jika anda memiliki tanah berpasir dan sinar matahari penuh.

 

Lihat pula:  Wikipedia – Pertanian_organik

 

24 JunSOIL-Anequal Crops Gene

imagesCA2XUR82

 

ANEQUAL CROPS GENE

 

Episode:  Why (mengapa)?!

Syekhfani

 

Why (mengapa)?!  biji tomat  (Solanum lycopersicum) dan biji cabai  rawit (Capsicum frutescens), bentuk, ukuran dan warna biji mirip (equal)?!

Ditanam berdekatan (jarak 50 cm), pada tanah yang sama!

Memperoleh, udara, sinar matahari, air/hujan yang sama!

Diberi pupuk,  dipelihara  setiap hari sama!

Apa yang terjadi?!

 

Awalnya, kedua biji (benih) jadi kecambah yang sama bentuk dan penampilannya,

Muncul keping biji bentuk serta ukuran yang sama,

Makin hari, tumbuh makin besar…!

 

Setelah itu, ukuran, jumlah dan kanopi jadi berbeda (anequal)?! Mengapa?!

Saat muncul bunga, putik dan buah juga berbeda (anequal)?! Mengapa?!

Tomat berbentuk bulat, cabe lonjong, warna sama-sama hijau saat muda, merah setelah masak, Mengapa?!

Rasa? Tomat manis, Cabe pedas! Mengapa?

 

Padahal, keduanya tumbuh di tanah berdekatan, memperoleh air, udara, sinar dari sumber yang sama? Kenapa jadi berbeda (anequal)?

Siapa yang menyebabkan?

Genetik?!

Apa yang berbeda (anaequal)?

Bagaimana caranya?

Siapa yang mengatur… ??!!

 

22 JunSOIL-Logam Berat

  lead[1]

 

LOGAM BERAT

(HEAVY METALS)

  

Logam berat (heavy metals), adalah logam-logam yang mempunyai berat jenis (specific gravity) atau kerapatan masa relatif (relative mass density) lebih dari 5 (Harmsen, 1977).

Lihat:     Metal and mineral toxicity lead

Logam alkali dan alkali tanah tidak termasuk dalam golongan logam berat.

Besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu) dan seng (Zn), tergolong logam berat esensial bagi tanaman, namun dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikro);  kelebihan unsur-unsur ini menyebabkan tanaman mengalami keracunan (toxicity) dan bila kekurangan akan menunjukkan gejala defisiensi (deficiency).

Besi (5.0 %), menempati kedudukan ke-4 dalam kerak bumi (earth’s crust), setelah O (46.6 %), Si (27.7 %), dan Al (8.1 %).  Namun, besi rendah kelarutannya dalam tanah-tanah teraerasi baik.  Ia esensial untuk fotosintesis, karena menjadi komponen senyawa khlorofil.

Mangan, sangat rendah kelarutannya dalam tanah-tanah teraerasi baik dan tidak masam (non-acid);  ia juga memegang peran penting dalam reaksi fotosintesis.

Tembaga dan seng juga esensial bagi tanaman, melalui perannya dalam proses enzimatik.

Deteksi masalah unsur mikro dalam tanah seringkali susah dilakukan, sebab ada kemiripan (resemblance)  dengan beberapa gejala defisiensi lain, interaksi (antagonisme) antara unsur berbeda, perbedaan mekanisme serapan (uptake) atau pengeluaran (exclusion) oleh akar, dan peran komplikasi (complicated role) unsur-unsur dalam proses fisiologik.

Ketersediaan unsur mikro bergantung pada:  pH, potensial redoks, tekstur tanah, komposisi mineral tanah, jumlah tipe senyawa organik dalam tanah dan larutan tanah, interaksi kompetitif antara unsur mikro, suhu tanah, kadar air, dan aktivitas mikrobiologik.

Semua unsur mikro tersebut di atas bisa mempunyai efek merugikan (adverse) pada tanaman, bila ketersediaannya dalam tanah melebihi ambang batas (tresholds).

Logam berat tertentu, seperti Hg, Pb, dan Cd (dan lain-lain), yang mungkin tidak esensial bagi tanaman atau hewan, diketahui berbahaya bagi kesehatan, meski dalam konsentrasi rendah. Sebagai contoh terjadi di Jepang:  kasus keracunan Hg di sekitar teluk Minamata di tahun 1950-an, dan keracunan Cd di Fuchu di tahun 1960-an, yang terkenal dengan penyakit Itai-Itai (Itai-Itai disease).

Transfor dan Akumulasi:

Transfor dan akumulasi logam berat dalam tanah bisa dijumpai sebagai:

  1. Bentuk larut atau tersuspensi,
  2. Diangkut akar tanaman, atau
  3. Terasosiasi dengan mikroorganisme tanah.

Transfor bentuk larut atau tersuspensi dapat melalui difusi (diffusion) dalam larutan tanah, atau pergerakan air tanah (mass flow atau convection).

Pencucian (leaching) liat dan bahan organik dalam perpindahan logam-logam yang berasosiasi dengan kedua partikel.

Transfor senyawa menguap (volatile) melalui fase gas jarang terjadi (misalnya:  dimethylmercury), namun bisa jadi sedikit penting dan perlu dipertimbangkan.

Transfor melalui fase padat tampaknya tidak terjadi.

Lebih lanjut, difusi (diffusion) fase padat atau penetrasi lempeng (lattice penetration), lebih mengarah ke mekanisme ikatan daripada mekanisme transfor.

Serapan ion oleh akar tanaman mungkin menghabiskan (deplete) dan/atau memperkaya (enrich) horizon permukaan dengan dedaunan lapuk.

Logam berat mungkin masuk ke dalam tubuh mikroorganisme, yang berkontribusi dalam perpindahannya.

Cacing tanah dan makroorganisme lain bisa membantu translokasi logam berat secara mekanik (atau biologik) pencampuran tanah memasukkan logam berat ke dalam jaringannya.

(Harmsen, K.  1977. Behaviour of heavy metals in soils.  Department of Soils and Fertilizers, Agriculture University, Wageningen.  Center for Agricultural Publishing and Decumentation, Wageningen)

21 JunSOIL-Foliar Feeding

foliar-feeding

PAKAN LEWAT DAUN

(FOLIAR FEEDING)

 

Pakan lewat daun (foliar feeding), merupakan metode efektif sebagai alternatif mengatasi kekurangan dan ketidak-mampuan akar menyuplai nutrisi dari tanah ke jaringan tanaman.

Lihat:

Soil-Pindah tanam pohon

Soil-Recycling

Pada prinsipnya, ketersediaan nutrisi dan suplai unsur hara tanah ditentukan oleh sebaran akar, suhu dan kelembaban tanah, keseimbangan unsur hara, dan faktor-faktor lain.

Pakan lewat daun (foliar feeding), membantu keseimbangan nutrisi tanaman, yang mungkin tidak dapat tersuplai dengan baik lewat serapan akar.

Berikut adalah beberapa informasi tentang perkembangan dan teknologi aplikasi pupuk lewat daun: →  Foliar_feeding

Peneliti Michigan State University, menggunakan metode radioisotop, membuktikan bahwa pemberian unsur hara lewat daun 8 hingga 10 kali lebih efektif daripada lewat akar.

Pakan lewat daun merangsang peningkatan produksi khlorofil, aktivitas seluler, dan respirasi. Hal ini juga memicu respon tanaman dalam meningkatkan serapan air dan unsur hara dari dalam tanah.

Peneliti Iowa State University meyatakan: “Karena tanaman dapat menyerap nutrisi lewat daun, maka penyemprotan unsur hara dapat mencegah kekurangan gizi, menjaga aktivitas fotosintesis, dan meningkatkan hasil biji”.

Tetapi, bila kelebihan dosis pupuk, bisa terjadi daun “rusak” atau “terbakar“.

Oleh karena itu, penentuan jenis pupuk,dosis dan waktu aplikasi yang tepat, adalah sangat penting.

Efektivitas serapan nutrisi lewat daun ditentukan oleh formulasi pupuk, sehingga kenaikan hasil 5-10% atau lebih dapat dicapai jika menggunakan jenis yang tepat pada waktu yang tepat.

Waktu aplikasi pakan lewat daun terbaik adalah larut malam hingga dinihari, ketika stomata daun terbuka.

Penyemprotan ketika suhu di atas 80 ºF (26.7ºC) atau saat cuaca panas dan kering dan transpirasi air sel, perlu dihindari.

Catatan: penambahan surfaktan, seperti larutan deterjen encer, bisa menurunkan tegangan permukaan air dan meningkatkan serapan daun.

Peningkatan hasil hanya 2 bushel/hektar kedelai atau 4-5 bushel jagung dapat menutupi biaya aplikasi lewat daun.

 

Resume:

  1. Pakan lewat daun dengan nutrisi yang tepat dapat menjadi metode yang paling efisien untuk memberi pakan tanaman sejak 95% dari larutan pupuk dapat ditemukan di akar terhalus dalam waktu 60 menit jika kondisi kondusif.
  2. Semprotan daun dari bahan terbaik, pada tahap pertumbuhan tanaman yang tepat, waktu yang tepat dan dengan  praktek aplikasi yang baik, terbukti merupakan cara yang sangat menguntungkan untuk solusi aplikasi pupuk atau bahan sejenis lainnya.
  3. Tanaman di bawah stres butuh bantuan. Pakan lewat daun  telah terbukti sangat bermanfaat bagi tanaman dalam kondisi pertumbuhan yang tidak menguntungkan.
  4. Tidak ada peralatan khusus yang diperlukan. Gunakan alat semprot yang ada.

 

TIPS PENTING UNTUK pakan lewat daun!

  • Nilai keuntungan aplikasi pakan lewat daun telah dibuktikan oleh peneliti Michigan State University sejak bertahun-tahun lalu.
  • Akurasi penelitian antara lain melalui metode perunutan radioaktif.
  • Dibuktikan bahwa terjadi efisiensi antara 8 hingga 10 kali lebih efektif dengan aplikasi lewat daun daripada lewat tanah.
  • Namun, sebaiknya aplikasi lewat daun untuk mengatasi keterbatasan tanah dan kemampuannya untuk mentransfer nutrisi ke tanaman.
  • Waktu terbaik aplikasi pakan lewat daun antara pukul 03:00 hingga 08:00, atau setelah pukul 17:00.
  • Waktu optimum biasanya dari sore hingga larut malam, yaitu saat stomata (mulut daun) terbuka.
  • Suhu terbaik adalah sekitar 72ºF (22.2ºC) atau kurang. Jika cuaca sangat panas dan kering, mungkin harus disemprotkan antara pukul 2.00 hingga 4.00 pagi, ketika sel-sel daun penuh air dan embun mengumpul di dedaunan.
  • Setiap material larut diaplikasikan pada dedaunan memiliki peluang menyebar ke daun dengan kecepatan cukup.
  • Air menguap dengan cepat dan garam kering mudah terhembus oleh gerakan udara.
  • Karena itu, aplikasi semprotan dedaunan harus dilakukan pada saat-saat kelembaban tinggi – antara pukul 5.00 himgga 8:00 sore, berawan, atau hujan gerimis.
  • Kebanyakan larutan semprot daun harus mengandung sejumlah kecil unsur nitrogen sebagai elektrolit pembawa nutrisi ke tanaman.
  • Mereka juga mungkin perlu mengandung unsur fosfor untuk sirkulasi internal.
  • Nilai pH semprot harus antara 6,2-7,0 yang sulit diperoleh langsung.
  • Biasanya anda ingin kondisi larutan semprot pahit/alkalis (basa) untuk pertumbuhan tanaman muda (vegetatif), dan larutan masam (acid) untuk buah, biji-bijian, bunga, dll (generatif).
  • Cara termudah untuk menyesuaikan pH dari asam menjadi alkalis adalah dengan meneteskan larutan soda api (menaikkan pH), atau menjadikan masam dengan meneteskan larutan asam sitrat atau cuka.
  • Jika pakan lewat daun efektif, anda dapat melihat dalam waktu sekitar 48 jam.
  • Jika Anda punya refraktometer pengukur kadar gula (brix) jus tanaman, maka anda dapat mendeteksi perbedaan setelah 1 hingga 4 jam.
  • Jika bahan tidak masuk ke jaringan daun dan hanya berakhir di tanah, maka reaksi dapat memakan waktu sampai dua minggu.
  • Lebih baik menyemprot dengan konsentrasi rendah dan lebih sering daripada sekali lebih pekat.
  • Hati-hati jangan sampai daun terbakar sinar matahari langsung atau jatuh menetes ke tanah.
  • Karena itu, sebaiknya menggunakan bahan pembasah agar tidak terbentuk butir-butir air sebagai prisma yang dapat menyebabkan daun terbakar.

 

17 JunSOIL-Umbi Tradisional Pangan Alternatif

 

TANAMAN UMBI TRADISIONAL TROPIKA INDONESIA – SUMBER PANGAN ALTERNATIF

 

Jenis – Syarat tumbuh – Budidaya

 

Tanaman umbi-umbian, adalah jenis tanaman yang berlimpah di Indonesia dan belum dibudidayakan secara intensif;  kecuali:  ubikayu, kentang, dan ubijalar.

Di indonesia, umbi termasuk jenis pangan alternatif, di samping pangan pokok beras.  Bahkan di beberapa daerah/tempat umbi menjadi pangan pokok lokal setempat.

Para ahli gizi menyarankan agar mengkonsumsi sumber karbohidrat umbi dari pada beras, terlebih lebih bagi penderita “diabetes“.

Berikut dikemukakan beberapa jenis umbi yang berpeluang untuk dikembangkan sebagai pangan alternatif, selain ubikayu, kentang dan ubijalar (lihat pos:  SOIL-Ubi Lahan Kering):

CannaEdulis2[1]

Ganyong – Canna (Canna edulis Ker

CannaEdulis[1]

1. Ganyong, Canna (Canna edulis Ker. – Cannaceae).

Tergolong herba tahunan dengan tinggi 2 meter, berasal dari Andes.

Umbi akar (rhizomes) dikonsumsi setelah dipanggang atau rebus dan dapat digunakan sebagai bahan penghasil tepung kanji (starch). Daun muda dan akar muda dapat pula digunakan sebagai penghasil tepung kanji tetapi jarang dilakukan.

Budidaya:  Biji atau tunas umbi ditanam dalam baris 75 x 100 cm.  Tanaman biasanya dipanen setelah berumur 4 hingga 12 bulan.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Canna+edulis

Gembili1

Gembili – Coleus parviflorus Benth.

Gembili2

Gembili3

2. Gembili, “Black Potato (Coleus parviflorus Benth. – Cyperaceae) sinonim:  Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.

Berasal dari Afrika, dijumpai di Sumatera dan Kalimantan.  Umbi kecil dan berwarna coklat dikonsumsi sebagai sayuran.

Budidaya:  Gembili dikembang biakkan dengan umbi akar (rhizome) dengan jarak baris 40 x 40 cm.  Tunas ditumbuhkan selama 5 bulan.  Hasil dilaporkan petani Indragiri, Riau yaitu 10 ton umbi segar per hektar.  Kebutuhan pupuk belum banyak diketahui.

http://www.ebay.com.au/itm/5-Bulbs-COLEUS-PARVIFLORUS-BENTH-Cooking-Plant-FREE-Phytosanitary-Certificate/400432780958?pt=LH_DefaultDomain_0&hash=item5d3ba7569e

 

220px-Dioscorea_balcanica_BotGardBln310505[1]

Uwi, “Yam” (Dioscorea spp. -  Dioscoreaceae)

3. Uwi, “Yam (Dioscorea spp. – Dioscoreaceae).

Juga dikenal sebagai umbi “gadung” (Sumatera Selatan), merupakan herba tahunan memanjat  dan umbinya baru dapat dimakan bila telah melalui pencucian dan pemasakan sehingga bahan meracun (alkaloid) hilang.  Namun dilaporkan ada jenis “yam” di Sumatera yang tidak beracun.

Budidaya:  tunas umbi atau irisan mata tunas umbi disemaikan di lapangan (in situ).  Tanaman dibiarkan tumbuh hingga daun-daun menguning.  Dilaporkan produktivitas yam adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://en.wikipedia.org/wiki/Dioscorea

http://en.wikipedia.org/wiki/Yam_(vegetable)

 Bengkuang

Bangkuang – Pachyriihizus eosus (l.) Urb.

4. Bangkuang, “yam bean” (Pachyriihizus eosus (l.) Urb. – Legumonosae).

Bangkuang merupakan herba tahunan memanjat berasal dari Amerika Tengah.

Daun, polong, dan biji adalah meracun, tetapi umbi muda dapat dimakan mentah. Tanaman bengkuang tumbuh baik pada tanah gembur, subur dan drainase baik.

Budidaya:  Dikembang biakkan dengan biji yang ditugalkan di galengan atau bedengan sempit. Hasil yang dilaporkan adalah 10 hingga 15 ton per hektar.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/95/Pachyrhizus_erosus_Blanco2.249.png

 

Teks:

Driessen, P.M. dan  Permadhy Sudewo.  – . A Review of Crops and Crop Perfomance on Southeast Asian Lowland Peats.  Soil Res. Inst., Bogor. Bulletin 4.

 

16 JunSOIL-Pohon/Semak Fiksasi N

  

POHON/SEMAK FIKSASI NITROGEN

 

Jenis Pohon/Semak Penambat N dalam Sistem Agroforestri

 

Species epithet – “nama umum” (subfamili, famili) – pusat asal tanaman – penyebaran – penggunaan – deskripsi – botani – ekologi

Pohon/semak penambat (fiksasi) unsur nitrogen atmosferik dalam budidaya tanaman sistem wanatani (agroforestry), Vergara, 1987:

  • Sistem tanaman pagar dan sistem budidaya (Alley cropping and farming systems)
  • Taungya
  • Tanaman campuran (Compound farming)
  • Vegetasi tahunan dalam Strip (Strips of perennial vegetation)

1. Albizia falcataria

1a. Albizia falcataria

1. Periserianthes falcataria (L.) Nielsen.

Indonesia,  Papua Nugini;  tersebar luas di daerah tropika;

Kayu gelondong (s.g. rendah = 0.33), kayu pulp, perbaikan tanah;

Pohon hingga  40 meter;  juga  disebut sebagai Albizia falcataria;

Tropika basah hingga hujan minimum 1000 mm;

Dataran menengah (midland).

Lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Jeungjing

2. Acacia mangium

2a. Acacia mangium 

2. Acacia mangium Willd.

Mangium“, “Brown salwood

Australia  Timur Laut, Papua Nugini, Indonesia;

Kayu gelondong, pulp, kayu bakar;

Pohon  hingga 30 meter;  phylloides  besar;

Tropika basah; tahan tanah masam.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Acacia_mangium

3. Gliricidia sepium

3a. Gliricidia sepium

3. Gliricidia sepium (Jacq.) Walp.

Madre de cacao“, “Quickstick” (Papilionoideae, Leguminosae);

Amerika Tengah/Meksiko;  sekarang tersebar luas;

Kayu bakar, kayu gelondong, pelindung, pohon hias, pakan ternak;

(lebih disukai bila dilayukan) dengan DMD tinggi (55%).

Pohon  hingga 15 meter;

Mudah  diperbanyak dengan stek; tumbuh cepat;

Tropika basah hingga mesik sampai ketinggian 1000 meter;

Salah satu legum wanatani terpenting; fleksibilitas pengelolaan tinggi dan adaptasi luas;

Varietas baru memberi harapan perbaikan hasil dan bentuk lebih baik sebagai pohon produksi.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Gliricidia_sepium

4. Leucaena leucocephala

4a. Leucaena leucocephala

4. Leucaena leococephala (Lam.) de Wit.

Leucaena“, “Ipil-ipil“, “Lamtoro“;

Amerika  Tengah,  Meksiko;  tersebar luas;

Pakan ternak (DMD tinggi, 60-70%), kayu bakar, pelindung, kayu pulp, postwood, lumber, sayuran;

Pohon  hingga 20 meter;

Tropika kering hingga mesik;

Tidak tahan masam, tumbuh lambat di dataran tinggi;

diteliti secara luas dan ditanam, cepat tumbuh.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Leucaena_leucocephala

 5. Calliandra calothyrsus

5a. Calliandra calothyrsus

5. Calliandra callothyrsus Meissn.

“Kaliandra” (Mimosoideae, Leguminosae).

Amerika  Tengah  dan Selatan;

Kayu bakar, pupuk hijau, pakan ternak kualitas jelek (DMD 41%), pohon hias;

Semak  hingga  7 meter;

Tropika basah, tahan dingin;

Cepat tumbuh;

Tahan tanah masam, miskin atau alkalin.

Lihat:  http://en.wikipedia.org/wiki/Calliandra

6. Erythrina sumbumbrans (2)

6a. Erythrina sumbumbrans

6. Erythrina sumbumbrans (Hassk.)Merrill.

“Dadap duri”.

India, Sri Lanka; berkembang di Asia Tenggara (kecuali Papua Nugini);

Peneduh (kopi), penahan angin;

Pohon  hingga 25 meter;

Tropika  basah dataran rendah, seringkali di rawa;

Digunakan secara luas sebagai penahan angin.

Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Erythrina_subumbrans

 7. Sesbania grandiflora

7a. Sesbania grandiflora

7. Sesbania grandiflora (L.) Poir.

West Indian Pea Tree“, “Katurai” (Phillipina), “Turi” (Indonesia),”Gallito” (Karibia);

Indonesia dan Australia; sekarang tersebar luas;

Makanan (bunga, polong, daun); pakan ternak (daun); kayu pulp, pohon hias, pohon persemaian;

Pohon  hingga 10 meter;  = S.  formosa  F. Muell;  hidup pendek;  tumbuh cepat;  regenerasi daun lambat;

Tropika mesik (> 1000 mm); tahan genangan;

Pupuk hijau, pakan ternak, serat.

Lihat:  http://www.flickriver.com/photos/adaduitokla/6240494201/

 

Vergara, N.T. 1987. Agroforestry: A sustainable land use for fragile eco-systems in the humid tropics. Pages 7-20. In: Gholz, H.L. (ed.). Agroforestry: Realities, possibilities and potentials. Martinus Nijhoff Publishers, Dordrecht, Netherlands.

Lihat:  http://old.iita.org/cms/details/trn_mat/irg26/irg263.htm

 

13 JunSOIL-Spice Crops

 

 

TANAMAN REMPAH (SPICE CROPS) – CABAI JAMU

 

Budidaya Tanaman Cabai Jamu

 

Pengamat, Foto-foto: Syekhfani

 

Cabe Jawa

 

Cabai Jamu, cabai Jawa, lada panjang, atau cabai saja (Piper retrofractum Vahl. – Piperaceae).  Dikenal pula sebagai cabai solak (Madura) dan cabia (Sulawesi). Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600 meter di atas permukaan laut). -> http://id.wikipedia.org/wiki/Cabe_jawa

Cabai Jamu, tergolong jenis tanaman rempah (spice), sudah sejak lama digunakan untuk berbagai keperluan.

Di Indonesia, cabai jamu banyak digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional (Jamu).

Prospek pengembangan cabai jamu makin cerah sejalan dengan berkembangnya industri obat modern dan kecenderungan masyarakat menggunakan obat-obatan yang berasal dari alam (back to nature).

Namun peluang tersebut belum diikuti peningkatan produktivitas tanaman di tingkat petani, karena usaha tani cabai jamu masih dianggap sampingan sehingga produksi nasional masih rendah, yaitu antara 1.000 – 1.500 kg/ha/tahun. -> http://cabejamumadura.blogspot.com/

 

Budidaya Cabai Jamu:

Syarat tumbuh ->  http://www.slideshare.net/aolenk/budidaya-cabe-jamu

  • Jenis tanah: Andosol, Latosol, Grumusol, Regosol, Podsolik.
  • Tekstur tanah:  liat berpasir, subur, gembur, porous, drainase baik, dengan kemasaman tanah (pH) antara 5.5 – 7.0.
  • Tinggi tempat : 1 hingga 600 meter dari permukaan laut.
  • Curah hujan : 1,200 hingga 3,000 mm per tahun, tanpa bulan kering.
  • Curah hujan minimal 80 mmm per bulan;  tempat terbuka atau agak terlindung (intensitas sinar 50 hingga 75 %).
  • Kelembaban udara : 40 hingga 80 %.

Di lokasi pertanaman cabai jamu rakyat (Bangkalan dan Sampang, Madura), tanaman cabai jamu ditanam pada tanah berkapur (calcareous);  dibudidayakan di seputar rumah dan kebun pekarangan dengan topografi datar hingga berombak.

Lahan upland tampak menunjukkan kondisi kurang air, kelembaban rendah, suhu tinggi dan pH alkalis.

Tampak ada gejala kekurangan unsur K (tepi daun tua mengering mulai dari ujung daun), dan kekurangan unsur Mg (khlorosis antara tulang daun).

 

IMG_0001

Budidaya cabai jamu di lahan pekarangan jenis tanah berkapur (kalkareus)

 

1

Budidaya cabai jamu di lahan pekarangan

3

Tanaman cabai jamu pada tunggak rambatan

2

Daun cabai jamu menunjukkan gejala kekurangan unsur K dan Mg

(unsur K:  ujung daun dan tepi mengering, unsur Mg:  khlorosis antara tulang daun)

12 JunSOIL-Tata Lahan Kota II

 

PANORAMA – TATA LAHAN KOTA

 

Pelabuhan – Kota dagang/budaya/seni – Rekreasi

 

Panorama:  Kota Hongkong

 

Foto-foto: Syekhfani

 

Kota Hongkong, terkenal dengan panorama alam yang indah, pusat kegiatan seni perfilman dan perdagangan yang sangat ramai.

Memasuki kota Hongkong, terasa ada perpaduan antara laut, topografi berbukit, dan bangunan gedung bertingkat dalam keserasian yang memberikan kesan sempit,  padat tapi lapang (small, compact, but large).

Berada dua hari di Hongkong, rasanya masih banyak objek yang belum sempat dikunjungi dan dinikmati keberadaannya.

Berikut beberapa cuplikan panorama kota Hongkong:

 

1

Hongkong, perpaduan antara laut – bukit – gedung bertingkat

2

Gedung dan pemukiman

3

Bukit, pusat sarana rekreasi

4

Gedung di atas bukit

5

6

Hutan kota berlatar belakang gedung bertingkat

7

8

9

Monumen seni khas dan menarik

 

10 JunSOIL-Soup

 

SOIL SOUP

(SUP TANAH)

Menu menuju lingkungan tanaman sehat dan berlanjut

 

 1

 

Syekhfani

 

Apabila tanaman ingin tumbuh sehat, berilah medium menu yang sehat:  “sup tanah atau teh kompos“:  dari seduhan kompos matang yang kaya hara esensial, vitamin, enzim, zat pengatur tumbuh dan bebas patogen.

Sup tanah (soil soup) atau teh kompos (compost tea), dibuat dengan cara merendam kompos matang (kompos jadi) selama waktu tertentu (2 – 4 x 24 jam) dalam keadaan aerobik, yaitu selalu diaduk atau diberi oksigen menggunakan aerator.

Sup tanah matang, mengandung berjuta-juta biota tanah hidup dan berkembang secara aerobik. Biota tanah ini umumnya non-patogenik (karena biota patogenik umumnya bersifat anaerobik).

Penggunaan sup tanah bisa disiramkan langsung ke tanah (spray unto soil) atau diaemprotkan ke permukaan daun (foliar spraying), dengan dosis, interval dan konsentrasi tertentu, sesuai jenis tanaman dan kesuburan tanah sebagai medium.

Penggunaan sup tanah atau teh kompos dilakukan dalam sistem pertanian organik (organic farming system) menuju ke sistem pertanian sehat dan berlanjut.

2

Disiramkan ke tanah (spray unto the soil)

3

Disemprotkan ke daun (foliar spraying)

 

Berikut teknik aplikasi sup tanah untuk para Pekebun (Soil Soup For Gardeners – Bainbrige Gardens:  www.bainbridgegardens.com):

1. Harus segera diaplikasikan begitu selesai dituang dari tong prosesing teh kompos (idealnya dalam kurun waktu 10 jam:  pukul 10 pagi hingga 6 sore).

2. Kelebihan teh kompos dapat ditambahkan ke tumpukan kompos, ia akan lebih meningkatkan kualitas kompos.

3. Penggunaan teh kompos:  Teh kompos disaring melalui kain kasa tipis untuk mencegah penyumbatan sprayer;  dapat disemprotkan/disiramkan  langsung ke tanah atau disemprotkan ke tajuk tanaman.

4. Penyemprotan untuk pertama kalinya ke tanah atau daun, gunakan teh kompos asli (belum diencerkan).

5. Dua minggu kemudian, semprot lagi, dengan pengenceran sepuluh kali.  Setelah itu, disemprotkan setiap bulan.

6. Pada kebun transisi sistim konvensional ke sistem organik, bisa dilakukan pencairan semprotan bulanan 2 : 1 (dua galon air untuk setiap galon teh kompos).

7. Bagi kebun yang telah menjadi sistem organik, teh kompos disemprotkan bulanan menggunakan pengenceran  8 : 1 (8 galon air untuk setiap galon teh kompos).

8. Semakin sehat tanah, tanaman makin sehat. Penggunakan sup tanah seperti melakukan penambahan beberapa inci kompos ke dalam tanah.

9. Jika tanah anda telah diubah dengan baik, lakukan tingkat pengenceran yang lebih encer.

10. Jika tanah anda baru saja  diubah dan belum baik, gunakan konsentrasi lebih pekat (lebihkan teh, kurangi air) .

11. Untuk memperoleh tanaman yang sehat, semprotkan sup tanah bulanan sepanjang tahun.

12. Keuntungan lain, drainase buruk menjadi lebih baik.

13. Untuk menghindari atau meminimalkan gangguan penyakit daun seperti embun tepung, bercak hitam, dan sebagainya, semprot dua kali sebulan pada saat munculnya daun (tunas baru), kemudian lakukan bulanan.

 

(Soil Soup For Gardeners.  Ann Lovejoy for Bainbridge Gardens. HYPERLINK   http://www.bicomnet.com/annlovejoy/index.htm)

 

06 JunSOIL-Tata Lahan Kota I

  

PANORAMA – TATA LAHAN KOTA

Kampus – Kota – Taman Raja

Panorama:  Kota Seoul, Korea Selatan

Foto-foto: Syekhfani

 

Lahan kota:  kampus, kota, taman dan tempat rekreasi, merupakan tempat-tempat yang ditata secara arsitektur lanskap untuk menghasilkan wajah kota yang menarik dan mengesankan.

Selain memberikan kenyamanan dan gairah kerja bagi penduduk kota setempat, ia dapat pula menjadi daya tarik yang memberikan kesan khusus bagi wisatawan domestik maupun manca negara yang berkunjung.

Kondisi ekosistem hutan dan semak kota yang tertata indah memerlukan keahlian khusus bagi para ahli lanskap dan tata kota.  Kontribusi para ahli biologi, ekologi, hortikultura, silvikulltura, bahkan ahli tanah secara terpadu (integrated) dibutuhkan dalam manajemen pertamanan.

Penulis sempat merekam beberapa cuplik panorama kota Seoul, saat rombongan dari UB melakukan kunjungan  ke University of Korea dan Iwa Womens’ University, di Seoul beberapa waktu yang lalu.

 

1

 Jalan utama menuju kantor pusat University of Korea

2

Pot bunga, di sepanjang jalan utama menuju kantor pusat University of Korea

3

Taman, di depan kantor pusat University of Korea

4

Panorama, menuju luar kota arah barat Seoul, pandangan dari kampus University of Korea

5

Salah satu jalan dalam kampus Iwa Womens’ University

6

Panorama, dalam kota, latar belakang bukit dan hutan

7

Panorama, taman Raja, di bukit luar kota Seoul

8

Salah satu bagian dalam taman Raja dalam Kota Seoul

 

05 JunSOIl-Integrated Farming System

BUDIDAYA PERTANIAN TERPADU

(INTEGRATED FARMING SYSTEM)

Budidaya Adat Semende, Muara Enim, Sumatera Selatan

Syekhfani

Suku Semende, yang berada di dataran tinggi Semende, pegunungan Bukit Barisan, wilayah propinsi Sumatera Selatan, mempunyai adat khusus yaitu menganut sistem “Matriarchat” (warisan pihak ibu).

Sistem matriarchat , yang mewarisi “rumah adat” yang disebut “Tunggu Tubang“,  dilakukan menurut garis keturunan pihak anak perempuan. Anak perempuan tertua diberi hak  dan kewajiban mengelola harta warisan turun temurun. Sistem serupa dijumpai pada  adat Minangkabau, Sumatera Barat.

Dalam sistem adat Semende, pemilikan harta warisan turun temurun terdiri dari:

 

1

1. Sawah (luas 1 hingga 3 hektar), di lahan seputar dusun (kampung), meliputi dangau (rumah di sawah), tengkiang  (lumbung padi, di belakang dangau/tidak tampak), tebat (kolam ikan), sawah (tanaman padi), dan kebun campuran (sayuran, buahan, rempah, dan lain-lain).

 

2

3

2. Rumah gudang (rumah induk: tipe dulu dan sekarang), berada di dusun (kampung).

 

Sistem pengelolaan lahan dilakukan secara terpadu (integrated farming system):  padi sawah monokultur (padi varietas “lokal dalam”  umur 6 bulan, satu kali tanam per  tahun;  6 bulan bera), sisa panen (jerami, malai, sekam, dedak)  semua dikembalikan ke lahan, kecuali sebagian untuk pakan ternak unggas:  ayam, itik, bebek.

Ternak ruminan (kerbau, sapi, kambing), memperoleh pakan dari tumbuhan  rerumputan di lahan (galengan, saat bera) atau di sekitar lahan (semak, hutan belukar).

Sisa kotoran ternak unggas dan ruminan diberikan untuk pakan ikan di kolam atau pupuk kandang untuk sawah/kebun.

Dengan manajemen sistem terpadu ini, produksi lahan usaha “berlebih” untuk kebutuhan keluarga besar setiap tahunnya.

Adat Semende tergolong sistem adat yang bersifat “berkelanjutan – sustainable“;  hanya sayangnya, akhir-akhir ini banyak pewaris  adat meninggalkan lahan warisannya  mengikuti arus kemajuan zaman, urbanisasi ke kota-kota besar.

 

02 JunSOIL-Reklamasi Lahan Berombak

  

REKLAMASI LAHAN BEROMBAK (UNDULATE)

 

(2)

Contoh: Ultisol UPT Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Foto-foto/dokumen: Syekhfani

 

Lahan berombak (undulate):  lahan kering (upland) jenis Ultisols mempunyai kendala terhadap erosi, mudah kering, reaksi masam, dan kurang unsur hara.  Oleh karena itu,  saat  persiapan lahan usaha, perlu dilakukan reklamasi dan/atau ameliorasi.

Di UPT Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pembukaan lahan usaha II (lokasi di luar pemukiman), dilakukan sesuai kondisi lahan yang berombak-ombak (undulate).

Pekerjaan meliputi:  pembuatan teras gulud tegak lurus arah lereng (perpendicular to the slope), pengolahan tanah dangkal (shallow tillage, 20 cm deep), pembuatan rorak (ditch), pengapuran (liming), dan  penanaman penutup tanah (cover crop).

Teras gulud alternatif:  tanaman strip-cropping, alley-cropping berfungsi untuk menahan runoff dan erosi, sumber pakan tambahan, atau bahan organik.

Rorak (ditch) di bagian atas bidang tanam, berfungsi menampung erosi guludan, bahan organik, dan air hujan;  membantu mempertahankan kelembaban bidang tanam dan suplai air.

Setelah tanah diolah, dilakukan penyebaran kapur (dolomit), untuk mengurangi kemasaman tanah dan mempercepat pertumbuhan cover crop.

Pelaksaaan dilakukan pada awal musim penghujan, agar cukup air untuk memudahkan pengolahan tanah, pertumbuhan benih, dan mengetahui arah aliran permukaan (runoff).

Jenis tanaman penutup tanah adalah Mucuna pruriens yang mempunyai kelebihan:  leguminous, mudah dan cepat tumbuh, biomas berlimpah, menutup permukaan dan mengontrol gulma, serta  berumur pendek.

Biomas mukuna dipanen sekitar umur 3 bulan, disebar-rata di permukaan tanah dan dibiarkan mengalami dekomposisi in situ.

Selanjutnya, lahan siap untuk ditanami dengan tanaman budidaya, misalnya kedelai (Glycine soya).

Sistim budidaya yang diterapkan adalah “minimum tillage”, dan semua biomas sisa panen dikembalikan ke lahan.

 

(3)

Lahan berombak-ombak dan berlereng, dikerjakan saat awal musim hujan

(4)

Pengolahan tanah dengan cangkul, sekaligus kontrol gulma

(5)

Rorak (ditch), saat hujan berisi air

(6)

(7)

Plotting tegak lurus arah  lereng (perpendicular to the slope)

(8)

Hamparan lahan berombak-ombak (undulate), dan cover crop - Mucuna pruriens

(9)

Mucuna prurienscover crop

(10)

Tanaman kedelai Glycine soya dan parit drainase

(1)

Tanaman kedelai Glycine soya -  tajuk dan akar