Archive for June 13th, 2013

13 JunSOIL-Spice Crops

 

 

TANAMAN REMPAH (SPICE CROPS) – CABAI JAMU

 

Budidaya Tanaman Cabai Jamu

 

Pengamat, Foto-foto: Syekhfani

 

Cabe Jawa

 

Cabai Jamu, cabai Jawa, lada panjang, atau cabai saja (Piper retrofractum Vahl. – Piperaceae).  Dikenal pula sebagai cabai solak (Madura) dan cabia (Sulawesi). Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600 meter di atas permukaan laut). -> http://id.wikipedia.org/wiki/Cabe_jawa

Cabai Jamu, tergolong jenis tanaman rempah (spice), sudah sejak lama digunakan untuk berbagai keperluan.

Di Indonesia, cabai jamu banyak digunakan sebagai bahan baku industri obat tradisional (Jamu).

Prospek pengembangan cabai jamu makin cerah sejalan dengan berkembangnya industri obat modern dan kecenderungan masyarakat menggunakan obat-obatan yang berasal dari alam (back to nature).

Namun peluang tersebut belum diikuti peningkatan produktivitas tanaman di tingkat petani, karena usaha tani cabai jamu masih dianggap sampingan sehingga produksi nasional masih rendah, yaitu antara 1.000 – 1.500 kg/ha/tahun. -> http://cabejamumadura.blogspot.com/

 

Budidaya Cabai Jamu:

Syarat tumbuh ->  http://www.slideshare.net/aolenk/budidaya-cabe-jamu

  • Jenis tanah: Andosol, Latosol, Grumusol, Regosol, Podsolik.
  • Tekstur tanah:  liat berpasir, subur, gembur, porous, drainase baik, dengan kemasaman tanah (pH) antara 5.5 – 7.0.
  • Tinggi tempat : 1 hingga 600 meter dari permukaan laut.
  • Curah hujan : 1,200 hingga 3,000 mm per tahun, tanpa bulan kering.
  • Curah hujan minimal 80 mmm per bulan;  tempat terbuka atau agak terlindung (intensitas sinar 50 hingga 75 %).
  • Kelembaban udara : 40 hingga 80 %.

Di lokasi pertanaman cabai jamu rakyat (Bangkalan dan Sampang, Madura), tanaman cabai jamu ditanam pada tanah berkapur (calcareous);  dibudidayakan di seputar rumah dan kebun pekarangan dengan topografi datar hingga berombak.

Lahan upland tampak menunjukkan kondisi kurang air, kelembaban rendah, suhu tinggi dan pH alkalis.

Tampak ada gejala kekurangan unsur K (tepi daun tua mengering mulai dari ujung daun), dan kekurangan unsur Mg (khlorosis antara tulang daun).

 

IMG_0001

Budidaya cabai jamu di lahan pekarangan jenis tanah berkapur (kalkareus)

 

1

Budidaya cabai jamu di lahan pekarangan

3

Tanaman cabai jamu pada tunggak rambatan

2

Daun cabai jamu menunjukkan gejala kekurangan unsur K dan Mg

(unsur K:  ujung daun dan tepi mengering, unsur Mg:  khlorosis antara tulang daun)