Archive for July, 2013

31 JulSOIL-Beneficial Nematodes

 

BENEFICIAL NEMATODES ~ NEMATODA BERMANFAAT

Tinjauan:  Syekhfani

 

  • Benfecial Nematodes (Nematoda Bermanfaat), adalah nematoda yang dapat digunakan sebagai  organisme dalam mengontrol organisme pengganggu tanaman (OPT), sehingga tanaman dapat tumbuh sehat dan berproduksi.
  • Nematoda jenis ini tergolong nematoda parasiter bagi jenis hama tanaman tertentu. Dikembangkan melalui penelitian-penelitian dan diaplikasikan setelah terbukti efektivitasnya.
  • Teknologi penggunaan organisme antagonis (menyerang hama dan penyakit tumbuhan), merupakan bagian dari sistem pertanian terpadu (integrated):  farming system (sistem budidaya),  plant nutrients system (sistem perharaan), dan pest management system (sistem manajemen hama penyakit);  dalam sitem pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture system).
  • Teknologi penggunaan nematoda bermanfaat telah dikembangkan akhir-akhir ini di Amerika Serikat (dan/atau negara lain), serta diaplikasikan oleh para petani/pekebun.
  • Berikut adalah salah satu tulisan tentang “Beneficial Nematodes”:

 

 198a

Beneficial Nematodes

Oleh: Dan Hickey

“http://www.garden.org/subchannels/care/soil?q=show&id=198″

Aplikasikasi nematoda menguntungkan ditujukan untuk rumput atau kebun melalui penyiraman atau penyemprotan dengan pompa.

Tentang nematoda, umumnya semua mengatakan bahwa ia merusak tanaman. Diperkirakan ada sekitar $ 78000000000 kerusakan tanaman di seluruh dunia oleh nematoda.

Namun, baru-baru ini nematoda menguntungkan mendapat perhatian. Melalui penelitian bertahun-tahun, peneliti mengembangkan dan memproduksi secara massal nematoda parasit serangga untuk digunakan dalam industri pertanian, dan merupakan kabar baik bagi para pekebun. Makhluk kecil nematoda membantu mengendalikan banyak hama kebun umum, termasuk ulat grayak, rootworms, kutu, agas jamur, penggerek batang, kumbang akar, cutworms, dan billbugs. Penelitian di lapangan, telah membuktikan bahwa nematoda tersebut sama efektifnya dengan insektisida tradisional.

Saat ini, ada puluhan perusahaan Amerika Serikat menjual nematoda menguntungkan bagi petani dan pekebun. Cacing dapat digunakan sebagai pengendalian hama untuk rumput dan lapangan golf, kebun dan rumah kaca.

Nematoda untuk Pekebun:

Bagi pekebun, nematoda menguntungkan menarik sebagai pestisida biologis karena efektivitas mereka dan keselamatan lingkungan. Mereka mengandung racun dan tidak berbahaya bagi manusia dan semua hewan berdarah panas lainnya. Mereka tidak akan membahayakan ikan atau tanaman dan sangat ideal untuk daerah sekitar sumur atau lokasi sensitif lingkungan lainnya  yang dipenuhi serangga;  dan menghindari penggunaan pestisida kimia. Sebagai bukti keselamatan mereka, Badan Perlindungan Lingkungan AS dibebaskan dari persyaratan pendaftaran untuk nematoda menguntungkan.

“Kami melihat banyak pekebun menggunakan nematoda menguntungkan pada belatung putih,” kata Jim Cate, presiden Sistem Biokontrol Terpadu di Lawrenceburg, Indiana. “Mereka baik pada sejumlah kumbang yang hidup di tanah. Misalnya, bonggol wortel, kumbang asparagus, kumbang hitam anggur.”

Namun, bila anda ingin mengontrol penggunaan efektif nematoda menguntungkan, diperlukan pengetahuan tentang nematoda dan serangga. Aplikasi mereka menggantikan pestisida tradisional.

Apa itu Nematoda?

Ada miliaran nematoda alami (juga dikenal sebagai cacing gelang) dalam tanah. Mereka 0,6-2 milimeter panjang dan sulit terlihat. Beberapa memakan tanaman, beberapa pakan hewan, merombak bahan organik atau bakteri, dan beberapa (nematoda menguntungkan) memakan serangga.

Nematoda menguntungkan terdiri dari satu dari dua genera: Steinernema dan Heterorhabditis. Empat spesies Steinernema dan satu spesies Heterorhabditis tersedia secara komersial di Amerika Serikat. Steinernema adalah nematoda menguntungkan yang paling luas dipelajari karena mudah untuk diperbanyak. Heterorhabditis lebih sedikit tetapi dapat lebih efektif membasmi jenis serangga tertentu, Seperti belatung kumbang Jepang putih.

“Ada ratusan spesies nematoda parasit serangga, tetapi hanya beberapa yang menunjukkan potensi komersial. Saat ini, hanya lima jenis yang secara komersial diproduksi di AS,” kata Harry Kaya, Profesor Nematology di University of California-Davis. “Kami berharap mendapatkan nematoda lebih menguntungkan di masa depan yang lebih efektif terhadap hama serangga tertentu”.

29 JulSOIL-Traditional Mixed Garden

 

 

TRADITIONAL MIXED GARDEN ~ KEBUN CAMPURAN TRADISIONAL

 

Diversifikasi – Tanaman Sekunder – Kebutuhan Sehari-hari

 

Syekhfani

 

Traditional Mixed Garden (Kebun Campuran Tradisional), adalah sebidang lahan di tepi sawah, atau sekitar dangau (tempat tinggal di sawah atau ladang);  berupa lahan  budidaya tanaman sekunder ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani sehari-hari.

Kebun campuran tidak luas, dikelola secara tradisional,  seadanya (alami), dan tidak ada perawatan khusus.

Pengelolaan dilakukan saat tidak bekerja, atau sedang istirahat dari pekerjaan utama. Seringkali dibantu bu Tani atau anak-anak pak Tani.

Sistem budidaya pertanian tradisional semacam ini, umumnya  tidak mengikuti pola tertentu, dan banyak dijumpai di luar pulau Jawa.

Jenis tanaman meliputi:  buah-buahan (buahan), sayur-sayuran (sayuran), obat-obatan (obatan)/rempah-rempah (rempah), dsb (etc);  ditanam campuran secara acak (tidak teratur), tetapi mengikuti strata tajuk:  pohonsemakrumput.

Stratifikasi menghindari kompetisi penuh terhadap cahayaudaraair, maupun unsur hara.

Umumnya jenis tanaman kebun campuran tersebut, adalah:

 

POHON

Buahan:  mangga, durian, rambutan, nangka, dll (etc).

Sayuran: nangka, petai, keluwih, melinjo, kelor, dll.

Obatan/Rempah: cengkeh, pala, kayu manis, dll.

 

SEMAK

Buahan:  jeruk, sawo, jambu biji, dll.

Sayuran:  lamtoro, ubikayu, kacang-kacangan, tomat, lombok, terong, talas, dll.

Obatan/Rempah:  serai, lengkuas, daun-salam, dll.

 

RUMPUT

Buahan:  ciplukan (Jawa), dll.

Sayuran:  bayam, kangkung, seledri, dll.

Obatan/Rempah:  kunyit,  jahe, kencur, dan sebagainya.

 

Bagaimanapun, kebun campuran sangat membantu petani tradisonal subsisten memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

 

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/soil-klasifikasi-sistem-agroforestri-3/

→ Lihat:  http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/06/4100/

 

27 JulSOIL-Rocks

 

ROCKS ~ BATU-BATUAN

Sumber Unsur Hara ~ Bahan Bangunan ~ Batu Permata

 

Bahasan:  Syekhfani

1. persebaran-lokasi-batuan

Rocks (Batu-batuan, Batuan), adalah benda alam berasal dari bumi (lithosfer) yang muncul di permukaan dalam berbagai: jenis, bentuk, komposisi, kekerasan, dan warna;  sehingga dapat berfungsi sebagai bahan pupuk (unsur hara), material bangunan, dan batu permata (perhiasan).

Jenis batuan dalam lithosfer adalah batuan beku, sedimen, dan metamorf  yang terbentuk dari proses yang berbeda.

Penyusun batuan adalah senyawa-senyawa anorganik maupun organik.  Pelapukan (weathering) batuan anorganik terjadi melalui proses mineralisasi, sedang pelapukan batuan organik melalui proses dekomposisi. Lama pelapukan tergantung jenis batuan, organisme, iklim, dan waktu;  yang akhirnya menjadi tanah (soil).

Batuan Sumber Unsur Hara:

Komposisi batuan menghasilkan 13 unsur hara esensial bagi tumbuhan (N, P, K, Ca, Mg ~ MAKRO, Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo Cl ~ MIKRO).

Contoh:

MAKRO

Nitrogen (N): Batuan organik

Sulfur (S):  Belerang

Fosfor (P): Apatit, Varisit, Strengit

Kalium (K): Lusit, Ortoklas, Sanidin, Muskovit

Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg): Kalsit, Magnesit, Dolomit

MIKRO

Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Khlor (Cl): batuan beku, batuan sedimen

Batuan beku: granit, diorit, grano-diorit

Batuan sedimen: kalsit, dolomit

 

Batuan Materi Bahan Bangunan: lihat → jenis batuan dan mineral di alam

2. batuan beku

Jenis Batuan

3. dekorasi-rumah-minimalis

Bahan bangunan 

 

Batuan Permata: Lihat → batu permata asli

Batuan organik:  berlian, amber, merjan, mutiara

Batuan anorganik: Silikat Amorf (Kalimaya), Tembaga Aluminium Fosfat Hidrat (Pirus), Korundum ~ Aluminium Oksida, Cr (Mirah); Aluminium Oksida,Ti,Fe (Safir)

 jenis-batu-permata - Copy

Batu permata

 

25 JulSOIL-Sampah Kota

SAMPAH KOTA (PADAT) – MUNICIPAL SOLID WASTE

Tinjauan/Bahasan:  Syekhfani

 

Sampah Kota Padat (Municipal Solid Waste), sampah yang dikumpulkan dari lingkungan kota, berupa sampah berasal dari pemukimantamanjalan rayapasarpekantoran, dan sebagainya.

Melalui proses pengumpulan, sortiran, pemotongan, dan pengayakan, bisa diproses sebagai bahan baku kompos organik.

Proses pengomposan dapat dilakukan menggunakan metode tertentu sesuai pilihan pengompos. Lama pengomposan tergantung pada banyak faktor, antara lain:

  • Nilai rasio C : N, yang umumnya berkisar antara 25:1 hingga 90:1, tergantung jenis sisa bahan organik yang mendominasi bahan kompos.
  • Suhu dan kelembaban perlu dipertahankan agar stabil + 60oC dan 40-50% kapasitas lapang (field capacity).
  • Kondisi timbunan bahan kompos dijaga agar selalu aerobik (cukup udara).
  • Cacahan bahan kompos agar kurang dari 5 cm.
  • Umumnya volume kompos hasil proses pengomposan sekitar 50% volume bahan kompos asal.

T J Weerasinghe, T.J. dan Ratnayake, N. 1994. Composting of municipal solid waste, 20th WEDC Conference, Colombo, Sri Lanka. → “http://wedc.lboro.ac.uk/resources/conference/20/Weerasin.pdf

 2

 Tempat pembuangan akhir (TPA) Supit Urang, Malang

4

Penyortiran sampah padat

Lihat:  Observasi TPA Supit Urang, Mulyorejo, Malang →  Sampah-membawa-berkah-tpa-supit-urang

22 JulSOIL-Sifat Perilaku


PERTANYAAN: MENGAPA?!

(QUESTION:  WHY?!)

 

Pertanyaan:  Mengapa?!

 

Dalam praktek (in practices):

  • Hewan dan tumbuhan tidak dapat menjawab pertanyaan mengapa (why)?!.
  • Karena itu perlu diketahui sifat dan perilaku (fate and properties ~ nature and properties) mereka.
  • Juga perlu diketahui syarat pertumbuhan dan kehidupan mereka.
  • Bila ada masalah, perlu diketahui alternatif solusi.
  • Tindakan ini adalah kunci pengelolaan (management) dalam memperoleh teknologi inovasi.

 

Contoh:  teknologi pengomposan oleh cacing tanah (earthworm composting):

TAKING CARE OF WORMS

Worms are easy to grow. They’re basically vegetarians and like to eat the vegetable wastes from your kitchen, yard and garden. Worms don’t eat inorganic materials, like plastic, glass or metals. Worms prefer relatively fresh, hard foods like apples, carrots and other fresh vegetables until they have begun to decompose slightly. If you feed your worms these kinds of foods, don’t be concerned if it takes the food some time to disappear. It’s all part of worm composting process. It does help to break or cut up hard foods in a food processor, bit it isn’t required.

Worms don’t have teeth, but do have mouths. They take food in through their mouths and then digest it in their gizzards. A worm’s gizzard needs a small amount of grit (from soil) to grind food. That’s why it’s important to add a handful of garden soil to the bedding material in your bin.

Numerous variables affect how much your worms will eat. For example, they are more active at room temperature than at 40°F. A general rule is that they will consume approximately ½ their body weight in food waste per day, so if you purchased 1 lb. of worms, you can expect them to consume about ½ lb. of vegetable waste per day.

Overfeeding your worms can cause odor problems. If you over-feed your worms, just stop feeding them and allow the worms to catch up. As the worm population increases, you should gradually add more food to the bin.

 

County of Los Angeles, Department of Public Works, Smart Gardening Program → Fact Sheets and Links → http://dpw.lacounty.gov/epd/sg/tech_sheets/wc_qa.pdf

 

21 JulSOIL-Nutrients Uptake

Nutrients uptake

NUTRIENTS UPTAKE

(SERAPAN UNSUR HARA)

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Nutrients Uptake (Serapan unsur Hara) oleh tanaman adalah mekanisme masuknya unsur hara dari dalam tanah ke dalam jaringan tanaman.

  • Seperti diketahui bahwa sebagian besar nutrisi tanaman, selain karbon, hidrogen dan oksigen, diperoleh dari medium tanah. Sistem tanah merupakan triple phase: fase padat, cair dan gas. Fase-fase ini secara fisik terpisah. Unsur hara tanaman berada pada fase padat dan masuk ke sistem tanaman melalui fase cair: cairan tanah ke akar tanaman dan sel tumbuhan. Jalur ini dapat ditulis dalam bentuk persamaan: M (Solid) -> M (Solut) -> N (Akar) -> N (Tajuk);  di mana ‘M’ adalah unsur hara bergerak terus-menerus pada sistem tanah-tanaman dan ‘N’ adalah organ tanaman.
  • Pengoperasian sistem tergantung pada energi matahari melalui fotosintesis dan aktivitas metabolisme. Namun ini, merupakan pernyataan sederhana konsep fisik fenomena alam, tetapi harus diingat bahwa banyak proses fisika dan fisiko-kimia yang mempengaruhi reaksi di jalur tersebut. Sebenarnya transfer alami terjadi melalui bentuk ion larut dalam fase solut (fase cair). Akar tanaman mengambil unsur hara esensial dari tanah dalam bentuk ion. Ion-ion bermuatan positif disebut ‘kation‘ yang meliputi amonium (NH4+), kalium (K+), kalsium (Ca+ +), magnesium (Mg+ +), besi (Fe+ + +), seng (Zn+ +), dan sebagainya. Ion-ion bermuatan negatif disebut ‘anion‘ dan unsur hara esensial dalam bentuk anion meliputi nitrogen (NO3-), fosfor (H2PO4-), sulfur (SO4-), Khlor (Cl-), dan lain-lain.
  • Proses penyerapan hara oleh tanaman mengacu pada transfer ion dari unsur hara antar permukaan tanah dan permukaan akar ke dalam sel tanaman. Energi untuk proses ini diperoleh dari aktivitas metabolisme tanaman dan pada kondisi tidak terjadi serapan unsur hara. Penyerapan unsur hara melibatkan fenomena pertukaran ion. Permukaan akar, seperti juga tanah, bermuatan negatif dan berlangsung mekanisme pertukaran kation. Penyerapan unsur hara tanaman paling efisien terjadi pada jaringan akar muda, sehingga tanaman mempunyai kemampuan tumbuh dan memanjang (elongasi).
  • Lihat: → http://krishiworld.com/contribute-to-krishiworld/

Lihat:  Buku HHTAT – 2010 (Syekhfani)

1

2

Sistem hubungan antara TanahAkarTanaman

3

4

Gambar pergerakan hara tanah ke tanaman (atas), secara difusi (bawah)

5

Gambar jaringan selaput Mikoriza lebih intensif  (kiri), daripada hanya akar (kanan)

20 JulSOIL-Konservasi Lahan

 0


KONSERVASI LAHAN PERKEBUNAN

(PLANTATION LAND CONSERVATION)

 

Pembukaan Lahan – Konservasi Tanah

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Konservasi Lahan Perkebunan (Plantation Land Conservation), merupakan metode pencegahan (preventive) atau perbaikan (curative) lahan dari penurunan (degradasi) kesuburan tanah;  pada lahan topografi datar hingga bergelombang.

Teknik konservasi dimulai dari pembukaan lahan (land clearing), pencegahan run-off dan erosi, serta penutupan lahan dengan vegetasi penutup tanah (cover crops).

Pada lahan bertopografi datar, dibuat alur tanam dengan jarak sesuai dengan jenis tanaman, jenis tanah, dan tingkat kesuburan. Pada lahan topografi lereng (berombak dan bergelombang), dibuat teras lebar hingga teras bangku menurut tingkat kemiringan lahan.

Lahan terbuka di antara alur tanaman, ditutup dengan cover cropsCalapogonium mucunoides, Mucuna pruriens, Centrosema pubescens, Pueraria phaseoloides, dan lain-lain.

Cover crops dipertahankan hingga kanopi tanaman komoditi pertanian menutupi lahan secara efektif.

Berikut, contoh konservasi lahan perkebunan Kelapa sawit:

 

1

1

Land clearing

2

Terassering

4

Cover cropping

4

Vegetasi tanaman Kelapa sawit

Informasi:  Jasa Pemborong Perkebunan Kelapa Sawit (telp.0812-7043-6489;  0823-8227-0703); Email…benicsm@yahoo.com).

 

16 JulSOIL- Pengawetan Air

 

PENGAWETAN AIR

(WATER CONSERVATION)

 

Seafriends Soil Fertility

 

Air dapat dihemat dengan cara:  mengurangi evaporasi dari tanah secara langsung. Air menguap lebih cepat pada suhu lebih tinggi dan angin. Jadi bila kecepatan angin dapat dikurangi di permukaan tanah (dan di atasnya) suhu tanah dapat dipertahankan dingin, maka jumlah air hilang dikurangi. Menutup tanah dengan mulsa dan menegakkan pagar penahan angin adalah salah satu solusi. Di Sepanyol dan sekitar Laut Mediteran, di mana iklim terlalu dingin pada musim dingin, petani mengolah tanah di bawah tanaman anggur dan mempertahankan gulma melindungi air dan menutup topsoil dari kekeringan. Bagaimanapun, metode ini membiarkan tanah terbuka lebar terhadap erosi ketika hujan datang tiba-tiba.

Irigasi terbuka dan saluran tanpa aspal, dan aplikasi ke lahan langsung melalui saluran permukaan, bisa menyebabkan kehilangan air sebesar 50% hilang masuk ke dalam tanah dan melalui evaporasi. Aplikasi air ke tanaman melalui irigasi drip, walaupun lebih mahal, dapat mencapai efisiensi pemakaian air di atas 95%. Penghematan air dapat dicapai melalui penggantian springkel tekanan tinggi yang membuat butir halus, dengan springkel tekanan lemah  membuat butir besar.

Di banyak tempat di dunia, air tawar sekarang merupakan komoditi diperdagangkan di pasar bebas. Dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan petani mengawetkan air, ia juga merupakan jalan terbuka menguasai sendiri air tersebut dan air dikuasai oleh industri dan kota, orang yang mempunyai posisi tawar (bargaining position) lebih kuat.

Riwayat Perusakan Sumber Air:

  • USA: The High Plains Aquifer System (Ogallala) meliputi 20% lahan irigasi AS sebanyak 3700 kilometer kubik. Sisa tampungan dalam 30 tahun sejumlah 325 kilometer kubik. Lebih dari 65% tampungan ini berada di Dataran Tinggi Texas, di mana area irigasi berkurang 26% antara tahun 1979 dan 1989. Tampungan mutakhir diduga 12 kilometer kubik/tahun.
  • USA, Kalifornia: Cadangan air tanah rata-rata 1.6 kilometer kubik/tahun, sebanyak 15% kebutuhan air tanah negara tahunan. Dua pertiga tampungan berada di Central Valley, pusat penghasil buah dan sayur (bersama tempat lain di dunia).
  • USA, Barat Daya: Daerah pemompaan Arizona saja total melebihi 1.2 kilometer kubik/tahun.  Phoenix Utara, permukaan air turun lebih dari 120 m. Proyeksi untuk Albuquerque menunjukkkan bahwa, bila penarikan air tanah berlanjut hingga tingkat sekarang, permukaan air akan turun bertambah 20 m tahun 2020.
  • Mexico City dan Valley of Mexico: Pemompaan melebihi asupan sumber alami sebanyak 50-80%, yang menyebabkan permukaan air tanah turun, pemadatan aquifer,  subsidensi lahan, dan perusakan terhadap struktur permukaan.
  • Semenanjung Arabia: Penggunaan air tanah mendekati tiga kali lipat lebih banyak dari asupan. Saudi Arabia tergantung pada air tanah yang tidak pulih secara kasar sejumlah 75% terhadap air tersebut, yang mana meliputi irigasi gandum 2-4 Mt/tahun. Pada tingkat penurunan ini, persediaan air tanah akan bertahan hanya selama 50 tahun.
  • Afrika Utara: Total kehabisan air tanah di Libya mendekati 3.8 kilometer kubik/ha. Untuk seluruh Afrika Utara, kehabisan terakhir diperkirakan 10 kilometer kubik/tahun.
  • Israel dan Gaza: Pemompaan dari air garis pantai berbatasan dengan laut Mediteran mencapai asupan mencapai 60%. Air garam masuk ke perairan.
  • Spanyol: Seperlima total penggunaan air tanah, atau 1 kilometer kubik/tahun, tidak berkelanjutan.
  • India: Permukaan air di Punjab, India’s bread basket, jatuh 0.2 m setahun menyilang dua pertiga negara.  Di Gujarat, level air tanah turun 90% dari sumur-sumur observasi selama tahun 1980-an. Penurunan drastis juga tampak di Tamil Nadu.
  • Cina Utara: Level permukaan air pada hakekatnya di bawah Beijing turun 37 m selama 4 dekade terakhir. Kelebihan tersebar di dataran Cina Utara, daerah produksi bijian penting.
  • Asia Tenggara: Kelebihan yang signifikan tampak di dan sekitar Bangkok, Manila dan Jakarta. Pemompaan berlebihan menyebabkan lahan mengalami subsidensi pada tingkat 5-10 cm/tahun untuk dua dekade terakhir.

 

Lihat: SOIL-Bahan Kuliah II

Lihat pula:  SOIL-Tata Lahan Berpasir

 

15 JulSOIL-Budidaya Tanaman Krisan

img2[1]


BUDIDAYA TANAMAN KRISAN

 

Efisiensi Pemupukan – Budidaya Tanaman Pot

 

Foliar Feeding

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Tanaman Krisan atau Seruni – Chrysanthemum spp., Asteraceae - (Seruni), merupakan tanaman budidaya menarik karena bunga krisan banyak digemari sebagai bunga potongrangkaiandekorasi, dan sebagainya.

Teknik budidaya tanaman krisan di green-housescreen-house, atau pun lath-house, berbasis tanaman pot;  aplikasi pemupukan dapat dilakukan melalui tanah (soil feeding), atau daun (foliar feeding), atau kombinasi keduanya.

Aplikasi pupuk melalui foliar feeding, mengikuti kaedah umum, yaitu:  kebutuhan,  jenisdosiswaktu, dan cara.

Beda prinsip dalam aplikasi adalah: pada foliar feeding tidak ada mekanisme penyanggaan (buffering).

Untuk antisipasi hal ini, digunakan teknik aplikasi bertahap (split application), beberapa kali pada konsentrasi rendah.

Cara ini bisa lebih efisien dan efektif, bila saat aplikasi memperhatikan kondisi lingkungan, meliputi:  cahayasuhukelembabanangin, dan sebagainya.

Konsentrasi pupuk cair tidak boleh lebih dari 1 (satu) persen volume (< 1 %/v).

Diperlukan beberapa kali aplikasi hingga semua dosis tergunakan.

Diperlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut secara spesifik.

 

Lihat pula: Budidaya Krisan

 

Usaha sukses butuh konsekuensi!

(Jawa:  “jer basuki mawa bea“), termasuk IPTEK.

 

14 JulSOIL-Tata Lahan Berpasir

 

GURUN PASIR – EVAPO TRANSPIRASI TINGGI – SUB-IRIGASI

 

Tata Pohon Hijauan Kota

 

10112011013

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Gurun pasir (desert), adalah kawasan dengan jenis tanah   bertekstur pasir (sand) atau berpasir (sandy).

Jenis tanah ini mempunyai daya pegang air (water holding capacity) rendah hingga sangat rendah, sehingga masalah utama adalah kekurangan air  untuk pertumbuhan tanaman.

Agar tanaman dapat tumbuh baik dan berproduksi, dibutuhkan teknologi pengawetan air (water conservation) yang efisien dan efektif.

Alternatif teknik pengawetan air yang efisien dan efektif adalah irigasi bawah permukaan (sub irrigation).

Tata pohon kota dengan metode sub irrigation dijumpai di banyak kota di negara bergurun pasir.

Sumber air:  umumnya dalam bentuk air rembesan (seapage) pada kawasan topografi rendah, atau air bawah tanah (ground water) yang bergerak naik secara kapiler (capillary rise).

Bagaimanapun, di balik vegetasi hijauan lahan kota, tidak lepas dari  manajemen konservasi air yang cermat dan tepat, yang tentu saja membutuhkan biaya tidak sedikit.

Image091

Hijauan kota dengan pohon korma (komoditi popular), irigasi genangan (submerged).

P1000609

P1000618

Hijauan kota dengan jenis pohon dan semak > atas;  irigasi pipa (irrigation pipe) > bawah.

 

12 JulSOIL-Klasifikasi Sistem Agroforestri

 

KLASIFIKASI SISTEM AGROFORESTRI

(IITA)

 

Ada tiga kelas Sistem Agroforestri, yaitu:

Agrosilvicultural: tanaman dan tanaman keras berkayu.

Silvopastoral: padang rumput/hewan dan tanaman keras berkayu.

Agrosilvopastoral: tanaman, padang rumput/hewan dan tanaman keras berkayu.

 

Sistem Agrosilvicultural:

Pengembangan sistem budidaya, pertanaman lorong, pertanaman bertingkat, pohon peneduh  perkebunan; kebun campuran; tumpang sari; shelterbelts.

 

Sistem peternakan hutan:

Bank Fodder (serbaguna, legum polong pakan ternak dan tumbuhan semak sekitar lahan pertanian), pakan pagar hidup; pohon dan semak padang rumput, produksi hewan dan kayu terpadu.

 

Sistem Agrosilvopastoral:

Pohon dan tanaman pakan ternak terpadu sekitar pemukiman (pertanian gabungan), pohon serba guna dan tanaman pagar untuk dipangkas, pupuk hijau, konservasi tanah, produksi pohon, padang rumput dan ternak terpadu.

 

Sistem agroforestri juga bisa diklasifikasikan berdasar distribusi spasial dan temporal komponen (tanaman, tanaman keras berkayu, ternak).

 

Distribusi spasial komponen tanaman dapat mengakibatkan:

Tegakan campuran dan rapat seperti dijumpai pada peternakan campuran;

Tegakan campuran pohon dan tanaman atau rumput yang biasa dijumpai di kebun petani.

 

Distribusi temporal komponen tanaman dalam agroforestri bisa berbagai bentuk. Contoh ekstrim adalah siklus ladang berpindah disela dengan bera panjang dengan tanaman siklus pendek, atau pergiliran tanaman pertanian dengan pohon.

 

Masih ada cara lain mengklasifikasikan sistem agroforestri, seperti berdasar pada produktivitas dan keberlanjutan. Klasifikasi ini memperhitungkan peran pelayanan agroforestri (kontrol erosi tanah, kantong tempat tinggal dan sebagainya) dalam hal keberlanjutan produksi.

 

Klasifikasikan sistem agroforestri bisa pula dilakukan terhadap kriteria sosial ekonomi seperti skala produksi, tingkat teknologi, input, dan manajemen.

 

→ Lihat:  http://old.iita.org/cms/details/trn_mat/irg26/irg263.htm

11 JulSOIL-Fiksasi N oleh Petir

 

FIKSASI NITROGEN OLEH PETIR

(NITROGEN FIXATION BY LIGHTENING)

 

Mekanisme – Jumlah – Ketersediaan

 

Syekhfani

 

Unsur Nitrogen (N), secara alami bersumber utama di atmosfer (80%/v) dalam bentuk gas N2 yang tidak  langsung tersedia bagi tanaman.

Gas N2 ini harus diiubah (transformasi) ke dalam bentuk senyawa tersedia, yaitu: NH4+, NO2-, atau NO3- melalui mekanisme fiksasi (fixation).

Fiksasi N atmosferik dilakukan secara:

1. Biologis: simbiose antara mikroorganisme dengan tanaman atau non-simbiose.

2. Non Biologis: melalui kilat dan panas tinggi oleh petir (lightening).

 

Fiksasi N oleh petir:

Reaksinya:

N2 → NO→ NO3-

Namun, belum diketahui dengan jelas mekanisme secara pasti.

Pada skala global, petir mungkin memfiksasi sebanyak 70 hingga 100 juta metrik ton nitrogen per tahun.

 

Fiksasi N artifisial meniru reaksi petir:

 

Proses paling terkenal – Haber-Bosch:

200 ATM + 5000 oC

4N2 + 12H2 → 8NH3

Katalis

Persamaan di atas diacu oleh sebagian besar industri pupuk nitrogen.  Saat ini jumlah pupuk nitrogen digunakan di dunia sekitar 70-80 juta metrik ton per tahun.  Produksi pupuk  nitrogen merupakan bisnis energi sangat intensif (energy-intensive business).

lihat → UCSC:  Lecture11/ch12_N_S_2012.pdf

 

10 JulSOIL-Favorite Fruit Crops

 

STRAWBERRY

(STROBERI)

0

Ulasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Tanaman Stroberi, dikenal oleh semua tingkatan umur:  anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Stroberi adalah tanaman menjuntai, cepat tumbuh, dengan untaian bunga putih mungil, dan warna buah hijau, putih, merah (sesuai umur buah).

Stroberi tampil cantik dan eksotik, seringkali menjadi inspirasi kreasi gambar, sulaman, atau pakaian dan property berbagai jenis (dompet, tas, sepatu, payung dan sebagainya);  terutama bernuansa anak-anak dan remaja.

Taman rekreasi pun seringkali dilengkapi dengan kebun, bedengan atau pot tanaman stroberi.

Secara umum, stroberi termasuk jenis komoditi industri bahan baku kue dan minuman (cake & beverage), sebagai sumber vitamin dan mineral.

Tanaman stroberi tumbuh baik pada ketinggian di atas 500 meter dari permukaan laut;  jenis tanah berlempung (loamy), reaksi (pH) agak masam hingga netral, porous dan kaya bahan organik dan unsur mineral.

 

2

Buah stroberi matang

3

Pot stroberi (bantalan)

4

Pot stroberi (gantung)

5

Kebun stroberi (bedengan)

 

08 JulSOIL-Vivarium Flora – Fauna

 

VIVARIUM FLORA DAN FAUNA

 

Simulasi Lingkungan Kehidupan

 

Syekhfani

 Ada beberapa jenis Vivarium,yaitu:

  • Aquarium, simulasi habitat air; untuk meniru kondisi lingkungan sungai, danau atau laut;  area habitat alami tergenang. Tanaman dalam air memerlukan keberadaan nitrogen dalam sistem, dan memerlukan area untuk kehidupan organisme dan tumbuhan.
  • Insectarium, habaitat insects dan arachnids.
  • Terrarium, simulasi habitat kering,  untuk meniru kondisi gurun atau savannah.  Terrarium dapat juga mengkreasi habitat lahan hutan atau pohon hutan iklim  temperate. Ia dapat dikreasi dengan menggunakan bahan kerikil, seresah daun dan tanah. Melalui terrarium, perilaku siklus air alami tampak dalam lingkungan buatan. Banyak jenis tanaman cocok untuk habitat ini , termasuk bromeliadsAfrican Violets dan Crassulaceae. Hewan umumnya digunakan untuk observasi meliputi reptilesamphibiansinsectsspidersscorpions dan burung kecil.
  • Paludarium, berupa simulasi lingkungan hutan hujan (rain forest) atau rawa (swamp ).
    • Riparium, suatu paludarium dengan sirkulasi kolam level berbeda.

Lingkungan kehidupan Flora dan Fauna, perlu dipelajari dan dimengerti sebagai dasar pengelolaannya.

Lingkungan kehidupan flora dan fauna dapat ditiru dalam bentuk vivarium (miniatur buatan) untuk memudahkan melihat dan mengabadikannya.

Ragam Vivarium berdasar:  bentuk (kubus, bulat, persegi), ukuran (mini, midi, maksi), dan bahan (kaca, plastik, formika).

Contoh:

1. Terrarium Flora

Terrarium (Foto Syekhfani:  Iwa Women University, Seoul, Korea)

2. Terrarium Fauna

Insectarium (Foto Syekhfani:  Iwa Women University, Seoul, Korea)

06 JulSOIL-Plants Control

PLANTS CONTROL

(KONTROL TANAMAN)

 

Ulasan dan Foto-foto:  Syekhfani

 

Makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan) , memiliki kemampuan (capability) berbeda dalam hal kontrol diri (self control) dari aksi perusak.

Manusia, menciptakan alat kontrol diri melalui Iptek (sciense & technology).

Hewan, punya senjata andalan yang ditakuti (tanduk , gigi, cakar, paruh, dan lain-lain) atau alat yang perlu diwaspadai (duri, racun, sayap, kaki, dan sebagainya).

Tanaman, meski tidak mampu bergerak seperti hewan dan manusia (passive), tetapi juga punya duri, bulu, miang, getah, atau zat racun ; sehingga organisme pengganggu (hewan, manusia) menghindarinya.

Tanaman juga mampu mengontrol diri agar dapat bertahan dari kondisi lingkungan yang tidak kondusif, untuk mengatasi dampaknya.

Tanaman akan menggugurkan daun saat iklim ekstrem (musim dingin, kekeringan) atau kekurangan (defisiensi) unsur hara.

Tanaman tertentu merubah morfologi tubuh (rudimentation) menjadi alat senjata (misalnya duri). Sejenis xerophyt seperti kaktus merubah daun menjadi duri , dan batang berfungsi seperti daun dalam melakukan fostosintesis .

Jenis xerophyt lain membentuk daun tebal atau melapisi daun dengan lilin (wax) untuk mencegah kehilangan air dari proses transpirasi .

Semua itu, adalah mekanisme kontrol   tanaman agar dapat bertahan (exist) dan berlanjut (sustainable) sebagai makhluk hidup di dunia ini.

Lalu …  Siapa yang mengatur ??!

06072013585

Tanaman Kaktus (xerophyt) merubah daun menjadi duri , dan tubuhnya bisa melakukanfotosintesis

06072013588

Tanaman jenis xerophyt yang mempertebal daun

 

05 JulSOIL-Sifat Perilaku NPK?

 

PERTANYAAN KUNCI UNSUR HARA NPK

 

 Syekhfani

 

Pertanyaan kunci, untuk unsur NPK untuk apa?

Contoh untuk:

  • Mengetahui bentuk dan perubahan nitrogen.
  • Mampu mengaitkan perubahan N tanah dan ketersediaannya bagi tanaman, dan isu lingkungan yang relevan.
  • Mengerti mekanisme kontrol utama fiksasi P dan faktor utama berkaitan dengan ketersediaan P.
  • Mengetahui tentang fiksasi P anorganik bergantung pada pH.
  • Mengetaui peran ganda bahan organik dalam nutrisi P.
  • Mengetahui bentuk utama P dalam tanah.
  • Mengetahui fakta bahwa K tidak berubah bentuk kimia dalam daurnya.

 

Sistem pertanyaan untuk unsur-unsur esensial:

1. Mengapa tanaman membutuhkan?

2. Apakah ia mudah diambil tanaman?

3. Berapa jumlah relatif dibutuhkan (makro, sekunder, dan mikro)?

4. Dari mana unsur hara berasal (atau apa sumber lokal atau global?)

5. Bagaimana daur berdasar waktu dan ruang?

6. Apakan unsur hara berubah melalui transformasi kimia atau biologis dalam sistem tanah – tanaman?  Bila iya, apakah anda mengerti semua proses kunci yang mengatur transformasi tertentu?

8. Dapatkan anda menghubungkan pertanyaan di atas dengan keputusan manajemen?

9. Dapatkah anda menghubungkan pertanyaan di atas dengan isu lingkungan yang relevan?

 

(A system of inquiry for essential nutrient elements:

1. Why do plants need it?

2. Is it mobile once taking up by plants?

3. What is the relative quantity of plant need (macro, secondary, & micro)?

4. Where does the element come from (or what are the sources globally and locally?)

5. How does it cycle through time and space?

6. Does the element go through chemical and/or biological transformations in plantsoil systems? If it does, do you understand all the key processes that regulate such

transformations?

7. What factors and processes influence or control the availability of each element to

plants?

8. Can you relate the above questions to management decisions?

9. Can you relate the above questions to relevant environmental issues?)

 

Lebih lengkapnya lihat referensi: → http://ic.ucsc.edu/~wxcheng/envs161/Lecture11/ch12_N_S_2012_fnl.pdf

03 JulSOIL-Onfarm Paddy

 

ONFARM PADDY SOILS

(LAHAN SAWAH) 

 

Syekhfani

 

Onfarm paddy soils (lahan sawah),  adalah praktek petani di lahan sawah mulai dari pengolahan tanah, pengairan, persemaian benih, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan hama, hingga panen.

Di Indonesia, praktek petani di lahan sawah umumnya masih bersifat tradisional berhubungan dengan sistem pemilikan lahan yang relatif sempit (gurem), yaitu sekitar 0.2 hingga 0.5 hektar per keluarga.

Oleh sebab itu, peralatan (maintenance) yang digunakanpun masih bersifat tradisional seperti misalnya: cangkul, bajak, garu, sabit, dan sebagainya, dibantu hewan seperti kerbau dan sapi.

Namun, untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, seringkali petani menggunakan bantuan alat mekanisasi sederhana, seperti traktor tangan (hand tractor).

Bagaimanapun, lahan sawah terbukti merupakan sistem pertanian tradisional yang berlanjut (sustainable) di Asia Tenggara.

Berikut disajikan gambar menampilkan praktek petani di lahan sawah tradisional.

00

Berangkat ke sawah menjelang matahari terbit

0

Pulang dari sawah menjelang matahari terbenam

1a

1b

Membajak bantuan kerbau

1e

Membajak menggunakan hand tracktor

 

2

Persiapan bibit di persemaian

2a

Penyiangan pertama secara manual (10 – 15 hari setelah tanam)

2b

Penyiangan pertama secara mekanik (10 – 15 hari setelah tanam),

1f

Pemasukkan pupuk organik (azola, jerami sisa panen), sebelum tanam

3a

Pemberian pupuk anorganik (setelah penyiangan pertama)

4a

Penyemprotan hama (setelah penyiangan pertama)

4b

Penyemprotan hama (setelah penyiangan kedua)

5a

Panen

 

Paddy Sawah is tradisional sustainable agriculture in south east Asia!

 

01 JulSOIL-Bamboo Trees

 

BAMBOO TREES

(POHON BAMBU)

 

Syekhfani

220px-BambooKyoto[1]

Bambu:  Wikipedia – Bambu

Pohon bambu (bamboo trees) – Sekitar 92  ”Genus”  dan 5.000  “Spesies”  - famili Bambuseae.  Merupakan salah satu jenis tanaman yang dijumpai  dan dikenal hampir di semua tempat, dengan berbagai jenis kegunaan, seperti untuk bahan perabot rumah, jembatan, pagar kebun, kandang hewan ternak, atau bahan pembuatan berbagai jenis kerajinan tangan.

Di bidang industri, bambu merupakan bahan pembuat kertas, wallpaper, atau bahan lain.

Tunas bambu yang baru muncul yang dikenal dengan nama “rebung bambu” termasuk bahan sayuran untuk berbagai jenis makanan atau kue-kue.

Ruas bambu yang masih muda dari jenis tertentu, digunakan untuk membuat “lemang ketan” sejenis kue tradisional di Sumatera dan Malaysia (lihat pos: SOIL-Padi Ketan).

Di alam terbuka, pohon bambu menjadi sumber pakan berbagai jenis hewan mamalia besar dan  kecil, seperti gajah, tapir, badak, beruang (Panda), dan landak.

Bentuk kanopi pohon bambu yang eksotik dan artistik, menjadi objek para seniman lukis dan foto; dan ruas bambu sebagai objek seni pahat (patung, relief).

Di Indonesia, pohon bambu bisa tumbuh pada berbagai tipe dan jenis tanah, serta tipe iklim dari iklim basah hingga semi kering.

Umumnya rumpun bambu banyak dijumpai di tebing sungai sehingga ia berfungsi baik sebagai vegetasi penguat tebing terhadap erosi dan abrasi air.

Bamboo is an amazing plant. There are a number of genuses and many species. They grow from sea level to high mountain altitudes. It is one of the strongest materials in nature. It can be used as a food and as well as c

Bambu adalah tanaman ajaib (amazing).  Mereka terdiri dari sejumlah genus dan banyak spesies.  Mereka hidup dari pantai hingga puncak gunung.  Ia merupakan salah satu bahan terkuat di dunia.  Ia dapat digunakan sebagai bahan pangan manusia dan pakan hewan.  Dapat pula sebagai bahan perabotan rumah, pagar kebunkandang hewan, dan sebagainya.

Out of the nodes on the main culm, branches appear and in turn unfurl the leaves

Di bagian atas ruas, mata tunas tumbuh menjadi cabang yang berkembang lengkap dengan ranting dan daun

When the plant sends up new shoots they emerge from the ground as spikes and begin their journey to the sun.  It is these shoots that are harvested for food

Saat muncul anakan baru (rebung), tanaman muda mulai memanjang mencari sinar matahari.  Rebung dapat dipanen sebagai bahan pangan (sayuran)

(Dave:  Bainbridge Island – big bamboo)