Archive for August, 2013

29 AugSOIL-Grass Recycling

 

unduhan

GRASS RECYCLING ~ DAUR ULANG RUMPUT

 

Daur Ulang Rumput dari Alat Potong

 

 Tinjauan:  Syekhfani

Umumnya orang merasa risih, bila membiarkan potongan rumput di lapangan sehabis mengoperasikan alat potong rumput.  Seolah-olah mereka takut dikatakan “pemalas”, atau bekerja tidak tuntas.

Padahal, membersihkan sisa potongan rumput di lapangan bisa merupakan pekerjaan yang “merugikan” baik secara teknis maupun ekonomis.

Namun, apabila membiarkan potongan rumput tetap di lapangan begitu saja, juga bisa menjadi masalah:  tumpukan tidak merata, proses pengomposan dan daur ulang unsur hara pun tidak sempurna.

Oleh sebab itu, diperlukan teknis pemotongan dan daur ulang yang benar dan tepat, sehingga manajemen padang rumput berjalan dengan baik.

Petunjuk daur ulang rumput dari alat potong berikut bisa digunakan sebagai alternatif acuan.

 

Petunjuk Daur Ulang Rumput dari Alat Potong:

Manfaat membiarkan potongan rumput di padang rumput Anda berarti dapat menghemat sepertiga waktu perawatan lahan lahan Anda bila membiarkan potongan rumput di lahan.

Sisa potongan rumput mendaur ulang unsur hara, menghemat sekitar 25% biaya pupuk lahan Anda.

Menurut Dr Norman Hummel, Jr, Spesialis Turfgrass di Cornell University:  ”dalam satu ton potongan rumput segar mengandung unsur hara makro:  sekitar 15 pon nitrogen, 2 pon fosfor dan 10 pon kalium, dan sejumlah kecil unsur-unsur hara lain. ” Kita harus berhenti berpendapat bahwa potongan rumput adalah “sampah“.

Menurut pakar di University of Connecticut, potongan tersisa di halaman dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan meningkatkan aktivitas cacing tanah. Cacing tanah meningkatkan aerasi tanah dan pergerakan air dalam tanah, menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan tanaman.

Satu ton potongan rumput mengandung lebih dari 1.700 pon air. Membiarkan potongan di lahan menghemat uang upah tenaga kerja, biaya bahan bakar dan biaya pembuangan.

Cara Daur Ulang: keberhasilan daur ulang potongan rumput di lahan Anda hanya butuh perawatan secara teratur.

Potong rumput Anda 3 sampai 31/2 inci;  jangan pernah memotong 2 sampai 21/2 inci atau menghilangkan lebih dari sepertiga daun. Hal ini akan memungkinkan rumput Anda memiliki sistem akar yang lebih mampu mencegah  pertumbuhan gulma, serangan penyakit dan kekeringan.

Gunakan pisau tajam pada alat potong atau bila ada gunakan mesin potong mulsa. Potongan halus dari pisau tajam akan mempercepat penguraian sisa potongan.

Hindari pemupukan berlebihan. Ingat, semakin banyak memupuk, semakin sering Anda harus memotong. Lebih baik bila menggunakan pupuk lambat tersedia (slow release) atau terkendali.

Jangan kelebihan air. Rumput membutuhkan curah hujan sekitar 1 sampai 2 inci hujan atau air irigasi per minggu. Jika dilakukan leb (penggenangan) sebelum diubah ke sistem sprinkler, biarkan air tergenang sekitar setengah jam. Alat pengukur hujan dapat ditempatkan di lahan untuk mengukur jumlah curah hujan dan air irigasi.

Lakukan diagnosis kelainan pertumbuhan tanaman rumput bila dirasakan diperlukan. Gunakan varietas rumput yang tahan terhadap stres lingkungan, penyakit dan serangga tertentu.

Hindari penggunaan herbisida dalam perawatan tanaman rumput.  Potongan rumput yang dirawat dengan herbisida jangan dimasukkan ke lahan (biarkan di luar lahan).

 

Sumber:

Horticulture Diagnostic Laboratory. Cornell University Cooperative Extension of Suffolk County.  www.ccesuffolk.org. Extension Education Center 423 Griffing Ave, Ste 100, Riverhead, NY 11901-3071, 631-727-4126. Bayard Cutting Arboretum, Mountauk Hwy, Great River, NY 11739, 631-581-4223.

 

26 AugSOIL-Compost Questions and Answers

Stage1

COMPOST QUESTIONS AND ANSWERS  ~ TANYA-JAWAB TENTANG KOMPOS


Composting at Home ~ Pengumposan seputar Rumah

 

Syekhfani

Pembahasan suatu topik praktikal akan lebih menarik dan efektif bila disajikan dalam bentuk tanya jawab.

Format tanya jawab bersifat to the point (langsung) tanpa mengurangi fokus perhatian penerima materi bahasan.

Materi pertanyaan berkaitan satu sama lain dan konsisten sejak awal hingga akhir.

Pemilihan materi yang tepat merupakan cara cepat dalam mendukung dan mensukseskan suatu program.

Contoh berikut “tanya – jawab” tentang teknis pembuatan kompos dalam program menuju “sistem pertanian organik”.

 

Tanya – Jawab

Apa itu kompos?

Kompos adalah sisa tanaman yang terombak menghasilkan bahan yang disebut humus.

Apakah kompos memiliki nilai pupuk?

Ya, bahan terombak mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium, meskipun

dalam jumlah kecil. Penambahan pupuk ke kebun akan mempercepat proses pengomposan dan menambah unsur hara.

Bisa kompos digunakan sebagai pengganti pupuk di kebun?

Bisa digunakan sebagai sumber unsur hara, namun tidak cukup untuk memasok kebutuhan tanaman. Jumlah  unsur hara rendah dalam kompos tidak sebanding dengan keuntungan lain dari bahan organik.

Apakah perlu menambahkan kapur (kalsium) ke dalam kompos?

Hanya dalam jumlah cukup, terlalu banyak kapur dapat menyebabkan hilangnya nitrogen dari tumpukan. Kompos yang baik bila pH hampir netral.

Apakah perlu menambahkan inokulum ke tumpukan kompos untuk mengaktifkan proses pengomposan?

Inokulasi dengan mikroba disiapkan dapat mempercepat proses. Namun, telah ada cukup banyak mikroba dalam bahan kompos untuk memulai proses.

Haruskah tumpukan kompos perlu diperhatikan?

Tumpukan kompos perlu memiliki kadar air yang baik (lembab, seperti spon) lebih baik dari yang ditutupi dengan plastik atau karpet. Penutupan membantu menjaga tumpukan agar selalu lembab di musim kemarau dan mencegah terlalu basah di musim hujan. Namun, jika tumpukan terlalu kering atau basah akan menjadi masalah.

Apa bahan terbaik untuk kompos?

Kebanyakan material tanaman dapat digunakan untuk kompos. Daun mungkin bahan terbaik karena

ketersediaan dan kandungan organik, namun jenis bahan organik, seperti kotoran hewan, potongan rumput, sampah sayuran, ranting pohon dan semak-semak tanaman hias, bubuk kopi, dan serbuk gergaji dianggap bahan kompos yang baik. Gulma, seperti teki, harus dibiarkan di trotoar sampai benar-benar kering sebelum dikomposkan. Hindari kompos kotoran, daging dan produk susu, atau bahan terkontaminasi bahan kimia.

Bagaimana Anda tahu kapan Anda memiliki karbon yang tepat untuk rasio karbon:nitrgogen (C:N) 30:1 untuk pengomposan yang cepat?

Penelitian adalah cara terbaik untuk mengetahui nilai rasio karbon dan nitrogen dalam berbagai bahan. Buku-buku tentang kompos sering menyajikan angka kasar. Ingat, Rasio 30:1 merupakan rasio ideal yang menghasilkan kompos hangat. Kompos ideal billa efektif dalam jangka waktu lama.

Apakah perlu menghancurkan bahan untuk pembuatan kompos?

Makin halus materi kompos, semakin cepat dan merata dekomposisinya.

Apakah tumpukan kompos perlu dibalik?

Ya dan tidak. Membalik tumpukan akan memasok oksigen lebih banyak untuk populasi mikroba dan menggeser kompos di bagian pinggir ke tengah. Kompos dapat dibuat tanpa membalik, namun akan memakan waktu lebih lama.

Bagaimana Anda mengukur kadar air yang tepat untuk kompos?

Bahan harus terasa seperti spon yang diperas, lembab tapi ketika diperas tidak

lebih dari satu atau dua tetes air keluar dari sela jari. Beberapa bahan sangat kering (jerami, kardus

dan lain-lain) mungkin perlu direndam dulu agar mencapai tingkat kelembaban yang cukup.

Apakah tumpukan kompos memiliki bau ofensif?

Sebagai aturan umum, kompos tidak menghasilkan bau ofensif jika kompos ditempatkan di sebuah kotak dengan ventilasi yang memadai. Jika pupuk kandang yang digunakan, bau dapat dideteksi saat hari pertama atau kedua, tetapi akan hilang begitu proses pengomposan dipercepat.

Apa yang dapat dilakukan tentang tumpukan yang bau?

Tumpukan bau yang paling sering disebabkan oleh kurang aerasi. Bakteri “anaerob” menyebabkan bau telur busuk. Tumpukan bau harus diaktifkan untuk menambahkan udara dan mendorong bakteri “aerobik“. Daerah basah padat harus dilonggarkan dengan garpu, dan bahan kering kasar seperti jerami atau batang jagung dapat dicampurkan untuk membantu drainase, menyerap air dan menciptakan ruang udara.

Kapan kompos siap digunakan?

Ketika suhu tumpukan normal kembali dan bahan organik dengan mudah lepas, maka kompos siap digunakan. Proses pengomposan rata-rata membutuhkan waktu sekitar enam sampai delapan bulan, meskipun tumpukan ditangani secara ideal mungkin memakan waktu kurang dari delapan minggu untuk menjadi kompos.

Bagaimana kita dapat menggunakan kompos?

Kompos dapat digunakan untuk menyuburkan kebun, pohon-pohon dan semak-semak, mengubah kesuburan tanah di seputar rumah.

Apa perbedaan antara kompos dan mulsa?

Kompos adalah bahan organik hancur. Mulsa adalah bahan organik atau anorganik—digunakan sebagai penutup permukaan tanah untuk menekan gulma, menjaga kelembaban, dan mencegah erosi. Kompos termasuk salah satu bahan mulsa. Mulsa lainnya termasuk kerikil, serpihan kayu, plastik, kain dan serbuk gergaji.

Bagaimana kayu / serpihan kulit kayu dibuat lebih cepat untuk kompos?

Menjadikan serpihan membuka permukaan lebih luas dan menambahkan nitrogen yang keduanya dalam batas tertentu akan mempercepat dekomposisi serpihan kayu.

Mengapa tidak boleh menggunakan produk susu, daging, dan ikan untuk membuat  kompos?

Produk hewani menarik lalat, tikus dan hama lainnya yang membawa penyakit.

Lihat:

Robert Polomski. Compost Questions and Answers.  The SC Master Gardening Training Manual Extension Associate Department of Horticulture, Clemson University.

South Carolina Gardening & Recycling Organics Wisely Composting at Home

http://www.bcgov.net/departments/Engineering-and-Infrastructure/solid-waste-and-recycle/documents/grow_cmp.pdf

24 AugSOIL-Standarisasi Pupuk Organik (SNI)

 

STANDARISASI PUPUK ORGANIK INDONESIA (SNI)

 Tinjauan:  Syekhfani

Berdasar Permentan Nomor: 70/Permentan/SR.140/10/2011, Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah, standarisasi pupuk organik Indonesia (SNI Pupuk Organik), memuat ketentuan-ketentuan, antara lain:

Para produsen pupuk organik, harus memenuhi persyaratan standar sebelum diajukan untuk mendapatkan “sertifikat Pupuk Organik“.

Ada dua tahap yang dilalui:

1. Uji standar mutu pupuk, yang menunjukkan data mutu pupuk (analisis kimiawi pupuk) sebagai persyaratan industrial, dan

2. Uji efektivitas, yang menunjukkan data respon tanaman terhadap aplikasi pupuk organik, sebagai jaminan respon tanaman.

Butir 1, dilakukan di laboratorium yang ditunjuk  oleh deptan/depperin (Sucofindo, Perguruan Tinggi, dan lain-lain).

Butir 2, dilakukan oleh instansi terkait yang ditunjuk oleh yang berkompeten (deptan) dalam hal uji lapangan  (misalnya:  BPTP, Perguruan Tinggi, dan lain-lain).

Materi uji untuk Butir 1 dan 2 dilakukan mengikuti aturan teknis yang tercantum dalam Permen sebagai institusi yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk standarisasi dan sertifikasi pupuk organik di Indonesia.

Lihat → Permentan 70 TAHUN 2011

BERITA INDUSTRI (Depperin):  → hhtp://www.kemenperin.go.id/artikel/906/kode-etik

 

22 AugSOIL-Standarisasi Pupuk Organik

 

STANDARISASI PUPUK ORGANIK

(ORGANIC FERTILIZER STANDARDISATION)

Pupuk organik ~ Standarisasi ~ Nova Vermont

Bahasan:  Syekhfani

Description ~ Accepted ~ Regulated ~ Restricted ~ Prohibited

images (6)

Pupuk organik (organic fertilizers),  diartikan berbeda-beda menurut persepsi  individual di berbagai tempat dan negara. Oleh karena itu, tidak heran kalau banyak aturan dan standar dalam konteks “pupuk organik“. Misalnya dikemukakan oleh negara Perancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, dan lain-lain;  bahkan juga Indonesia.

Standarisasi pupuk, sama seperti  merk dagang suatu produk;  di mana konsumen akan memilih sesuai merk yang disuka. Biasanya, merk menggambarkan spesifikasi dan kualitas. Merk harus bersifat konsisten, terjamin, dan khas. Konsekuensinya, ada komplain bila menyimpang dari keterangan yang ada dalam  manual.

Produsen pupuk organik harus memenuhi syarat standariasi untuk memperoleh “sertifikat produk organik”.

 

Contoh “standarisasi pupuk organik” menurut Nova Vermont, USDA > lihat:

http://nofavt.org/sites/default/files/2013%20Guidelines%20for%20Field%20Crops.pdf

 

Proses pengelolaan kesuburan meliputi:  rotasi, tanaman penutup, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan aplikasi amandemen tanah yang disetujui untuk sistem pertanian organik, meliputi penggunaan:

• Amandemen mineral non-sintetis dengan aditif non-sintetis, seperti batu fosfat, tulang dan tepung darah, batu kapur, dan sul​​-po-mag diperbolehkan (allowed).

Abu kayu dari sumber diperbolehkan, disetujui (accepted ).

Pupuk cair sintesis dan kapur dilarang (prohibited).

Whey (bagian air yang terpisah dengan bagian padat) dari sumber susu disetujui/diperbolehkan, namun dilarang jika bahan dicampur dengan air abu-abu dari fasilitas pengolahan atau bahan terlarang lainnya.

Pupuk kandang (termasuk sumber off-farm) diperbolehkan.

Unsur mikro sintetis (boron, seng) dibatasi (restricted) dan hanya dapat digunakan ketika tanah kekurangan melalui uji tanah atau uji jaringan, atau ketika ada jaminan bahwa mereka tidak diterapkan secara berlebihan.

 

Sumber:

Northeast Organic Farming Association of Vermont (NOFA-VT)

VOF Office: 802-434-3821 vof@nofavt.org www.nofavt.org

 

21 AugSOIL-Manajemen Padang Rumput

 


MANAJEMEN PADANG RUMPUT

(LAWN MANAGEMENT)

Tinjauan:  Syekhfani

 

images (4)

Padang rumput (lawn), multi fungsi antara lain, yaitu:  tata hijauan kotapanorama taman alam atau buatan, padang rumput pakan ternak, lapangan sepak bola, lapangan golf, dan sebagainya.

Faktor pertumbuhan tanaman rumput, seperti tanaman umumnya tergantung pada:  tanahjenis tanamaniklim, dan pengelolalaan. Agar tanaman tetap hijausehat dan indah, serta berfungsi optimal diperlukan manajemen yang benar.

Berikut, tinjauan terhadap 8 cara perawatan agar padang rumput tetap hijau oleh NOFA-VT Vegetable Technical Assistance Program.

 

Eight Ways to Put Green Into Lawn Care

http://nofavt.org/assets/files/pdf/LawnCare.pdf

 

Wendy Sue Harper, Ph.D.

NOFA-VT Vegetable Technical Assistance Program Coordinator

Pendahuluan

Bahwa padang rumput di US sangat luas yaitu sekitar 49,421 mil persegi. 1

Dalam hal ini padang rumput (32 juta akre), termasuk perumahan, padang rumput komersil, padang golf, dan lain-lain;  dianggap merupakan lahan irigasi terluas di US (menurut Cristina Milesi, seorang ilmuwan penelitian NASA).

Hasil penelitian  Colleen Hickey (Educational and Outreach Coordinator of the Lake Champlain Basin Program), sebagian besar fosfor memasuki danau kini berasal dari sumber perkotaan bukan pedesaan, dan penelitian yang dilakukan di University of Vermont menunjukkan bahwa 75% padang rumput di Chittenden County tidak memerlukan pupuk fosfor, kususnya di bagian timur laut.

Fosfor dan pestisida bila masuk ke perairan akan menjadi masalah.  Oleh sebab itu, agar tidak terjadi pencemaran maka manajemen padang rumput berikut ini perlu diperhatikan.

1) Melakukan uji dasar Kompos dan Pupuk:

Agar tidak terjadi kelebihan pupuk fosfor, lakukan uji tanah dasar terhadap kompos dan pupuk.  Berikan pupuk dan kapur berdasar pada hasil uji  tersebut.  Gunakan pupuk fosfor terselimut organik berkadar rendah.

Aplikasi pupuk kompos yang di sebarkan di permukaan rumput setebal  ¼ inci, akan memperbaiki lingkungan fisik, kimia, dan biologi tanah bagi pertumbuhan tanaman;  yang akan menambahkan mikroorganisme, aksi pupuk  lambat tersedia (slow-release fertilizer), membantu pengomposan dan mencegah pemadatan struktur tanah. Penelitian di Cornell University menunjukkan bahwa pemupukan kompos N dapat menekan beberapa penyakit jamur tanah.2

Pencegahan  berlangsung setidaknya 30 hari. Kompos teh juga dapat diterapkan untuk menekan beberapa penyakit jamur.

2) Membiarkan Potongan Rumput di Padang Rumput:

Hal ini akan mengurangi biaya maupun bahan bakar. Dalam potongan rumput ada sekitar 50% pupuk nitrogen yang diberikan atau sekitar 2 lbs nitrogen per 1000 square feet per tahun, berarti mengurangi sekitar sepertiga kebutuhan pupuk N. 3

Potongan rumput mengandung fosfor, karena itu harus dikelola dengan baik. Saat memotong dengan mesin, potongan harus selalu dikembalikan ke lahan, hindari penyebaran ke permukaan kedap air, seperti jalan masuk dan jalan-jalan di lapangan. Ini membantu menjaga agar fosfor tidak masuk aliran sungai. Jika potongan rumput terlalu tebal, maka Anda dapat mengomposkan dan mengembalikannya ke lahan.

3) Memotong Rumput pada Ukuran  yang Benar:

Atur ketinggian potong setidaknya 3 inci. Ukuran ini memberikan kontribusi agar rumput menutupi  gulma yang menyukai sinar matahari, membantu rumput tetap tegar dan lembab, serta mendorong pertumbuhan akar yang baik.4

Hindari memotong lebih hingga tinggal 1/3 tinggi rumput. Lebih baik potong pada ketinggian  dengan pisau yang distel pada 3 inci. Memotong rumput lebih tinggal sepertiga melemahkan rumput dan mengurangi kemampuannya menghasilkan hara dan energi. Jika Anda mengatur mesin pemotong Anda pada 3 inci, maka rumput terpotong setebal 4,5 inci. 4

4) Pastikan Pisau Potong selalu Tajam:

Pisau yang tajam membantu mesin potong dan rumput, mengurangi stres dan menurunkan masalah penyakit tanaman,  juga membantu efisiensi kerja mesin potong mengurangi getaran, umur mesin, dan penggunaan bahan bakar. 2

5) Tanam Ulang Benih Rumput Setiap Tahun:

Tanaman rumput yang tumbuh sehat dan tebal mengundang pertumbuhan gulma.  Sebagian rumput mati setiap tahun, sehingga  penting untuk melakukan tebar ulang benih sekali dalam setahun.  Dapat digunakan  campuran mengandung rumput dan kacang-kacangan tahunan, seperti digunakan oleh Mix Konservasi Vermont.  Campuran ini mentolerir berbagai kondisi tanah dan kondisi cahaya dari matahari penuh untuk naungan parsial. Hal ini juga mengandung ryegrass tahunan, yang mencegah gulma yang berkecambah dan tumbuh cepat. Endofit rumput ini mengandung jamur yang secara alami hidup bersimbiosis dengan rumput. Racun alami jamur membantu melindungi rumput dari stres lingkungan, penyakit, dan serangga pemakan daun.

6) Kelola pada Penggunaan Air Minimal:

Rumput Anda membutuhkan sekitar 1 inci air per minggu. 2, 4

Sebuah alat pengukur hujan sederhana akan memungkinkan Anda untuk menentukan curah hujan mingguan. Menyediakan jaminan kekeringan untuk rumput dengan pemupukan N dengan kompos. Penambahan kompos meningkatkan kapasitas pegang (waterholding capacity) tanah dan menyediakan kelembaban rumput. Kapasitas pegang air oleh humus 4 sampai 5 kali lebih tinggi dari pada liat. Dalam kondisi kekeringan warna berubah menjadi coklat, tetapi akan hijau dan tumbuh kembali begitu air tersedia. Rencanakan pemberian air seminggu sekali pada pagi hari. Hindari kelebihan air untuk mencegah insiden penyakit jamur.

7) Gunakan Manajemen Pencegahan Hama Penyakit:

Biodiversitas padang rumput kurang rentan terhadap hama. Padang rumput ideal adalah padang rumput bunga dengan segala macam bunga pendek misalnya aster kecil dan merah.5

Pertahanan terbaik terhadap hama-serangga, penyakit, atau gulma adalah pengembangan diversifikasi, rumput sehat yang dikelola dengan baik merupakan tindakan pencegahan. Untuk mengatasi masalah hama, identifikasi yang tepat adalah penting. Ada beberapa pestisida biologi, botani atau herbal digunakan untuk kontrol organik.  Lihat dokumen Barbara Bellows untuk pertumbuhan berkelanjutan.2

Selalu ikuti petunjuk pada label dan gunakan pakaian pelindung yang sesuai.

8) Kurangi Penggunaan Bahan Bakar dan Emisi Karbondioksida:

Pertimbangkan mengurangi luasan padang rumput Anda, gantikan rumput dengan tanaman lanskap lain, dan rancang luasan rumput untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar. Banyak tanaman lanskap penutup tanah yang indah dan tahunan menambah tekstur, warna, dan kontras halaman Anda. Pertimbangkan menggunakan mesin pemotong mekanik atau sabit dorong menggunakan energi manusia bukan minyak bumi untuk mengurangi emisi karbon dioksida. 6

Sebagian besar pemilik tanaman di Amerika, mengikuti praktek sederhana tapi nyata yang dapat membantu Anda, Vermont, sehingga US memiliki air bersih dan tanaman rumput hijau.

Terima kasih khususnya kepada Dr Sid Bosworth, Associate Professor Agronomi, Universitas Vermont untuk sarannya yang bijaksana.

 

Referensi dan Sumber:

1. Lindsey, Rebecca. 2005. Looking for Lawns. NASA, Earth Observatory. http://eobglossary.gsfc.nasa.gov/Study/Lawn/printall.php

2. Bellows, Barbara. 2003. Sustainable Turf Care: Horticulture Systems Guide. http://attar.ncat.org/atta-pub/turfcare.html

3. Bosworth, Sid. 2004. Nitrogen and Lawns. http://www.uvm.edu/~uvmext/programs/home/lawns/

downloads/oh80.pdf

4. Organic Lawn Care Committee of Connecticut and Massachusetts. 2006. Golden Rules of Organic Land Care. http://www.organiclandcare.net/articles/GoldenRules.php

5. Schultz, Warren. 1989. The Chemical-Free Lawn. Rodale Press. Emmaus, PA.

6. Bosworth, Sid. 2008. Personal Communication.

 

19 AugSOIL-Composting in Practices

a4. Akar medium kompos

COMPOSTING IN PRACTISES ~ PENGOMPOSAN DALAM PRAKTIK

Dari “Back to Eden” ~ Prinsip Dasar Praktik ~ Pertanian  Organik

Ulasan:  Syekhfani

 

Menyimak tayangan film  “Back to Eden” > SOIL: Kembali ke Eden – Back to Eden

Tercatat prinsip-prinsip dasar yang diaplikasi dalam praktik pertanian (organik):

Kondisi alami sebagai modal dasar adalah: lahan kebun (tanahairtanamaniklim, dan sistem pengelolaan).

Tanah, kondisi setempat.

Tanaman, hortikultura buahan dan sayuran.

Iklimtemperate.

Sistem, pertanian terpadu (integrated):  pemanfaatan bahan mineral alam (batuantanah mineral), bahan organik alam (seresah), daur ulang sisa tanaman (pangkasansisa daun kering);  dan ternak (ruminan dan unggas).

Pengelolaan, secara individu (keluarga dan tetangga), fasilitas mekanisasi untuk pengolah kompos dan irigasi sprinkle.

 

m. Apel tanpa daun

Apel (tanpa daun) ~ daun gugur musim dingin (Bahan Organik)

4b

 Batu dan tanah mineral (Bahan Mineral)

2b

Seresah alami (Bahan Organik)

k. Biomas pangkasan

Sisa pangkasan (Bahan Organik)

4d

Diadukkan ke tanah (Incoorporating) 

a00. Larikan tanaman

Ditutupkan di permukaan (Mulching)

a0. Benih berkecambah

Pembenihan (Germinating)

n

Tanaman Sayuran

x

Tanaman Buahan

n. Pakan hijauan ayam

Ternak (ayam)

Active is live ~ Creative is live more ~ Inovative is useful live!

 

14 AugSOIL-Water-wise Gardening

 

WATER-WISE GARDENING

(KEBIJAKAN PENGATURAN AIR)

Tinjauan:  Syekhfani

Pada post terdahulu (SOIL-Tata L ahan Kota III):  diketahui betapa sulitnya untuk memenuhi kebutuhan air bagi penghijauan kota di kawasan lahan bergurun (tekstur tanah berpasir).

Keberhasilan kota Jeddah (dan kota-kota lain), dalam menghijaukan kawasan kota, sudah barang tentu sangat tergantung kepada kebijakan manajemen air, yang diduga membutuhan jutaan galon setiap waktu.

Berkebun air yang bijak berarti melibatkan berbagai teknik aplikasi lansekap yang membantu menghemat air seraya mempertahankan hijauan kebun atau taman agar selalu indah dan efisien.

Problem di atas dapat pula dijumpai pada kondisi zone arid atau semi arid (kering, setengah kering) di daerah tropika atau sub tropika;  atau daerah yang tidak mempunyai potensi sumber air yang cukup.

 default

Ada lima langkah untuk menjaga efisiensi pengguaan air di kebun atau taman (Cowman, C.E., 2003):

1. Hydrozone: kelompokkan tanaman sesuai dengan kebutuhan air mereka. Atur Hydrozone halaman dan taman Anda menurut zone butuh air rendah, sedang dan tinggi;  lalu atur penggunaan air secara bersama-sama. Juga, gunakan bedeng tanam sehingga mudah melakukan penyiraman secara efisien.

2. Memilih Tanaman: pilih tanaman toleran kekeringan atau tanaman asli tahan kering dalam zone lanskap kebutuhan air rendah.

3. Irigasi:  install alat pengatur irigasi, emitter tetes dan timer, sehingga Anda hanya memberikan jumlah air yang dibutuhkan tanaman.

4. Meningkatkan Kemampuan Tanah: campurkan kompos ke dalam tanah untuk meningkatkan kemampuan tanah memegang air.

5. Gunakan Mulsa: tutupkan mulsa di sekitar tanaman Anda, trotoar dan daerah terbuka lain untuk mengurangi penggunaan air dan mencegah tumbuh gulma.

(C.E. Cowman.  2003.  Water-Wise Gardening. Smart Gardening Information Sheet.  County of Los Angeles Countywide Smart Gardening Program. Department of Public Works Publication No. SG-6, January 2003. Environmental Programs Division, Copyright© 2003.   All Rights Reserved – Author: Keith D. Thomsen, PE, DEEn Bio Contractors, Inc.).

Informasi lengkap disajikan dalam bentuk film video berikut:  →  Water-wise Gardening I  dan  Water-wise Gardening II

Water-wise gardening conserves water and reduces waste!

12 AugSOIL-Tata Lahan Kota III

 

TATA LAHAN KOTA ~ CITY LANDSCAPES

Internasional ~ Lapangan udara ~ Hijauan kota

 

Panorama:  Kota Jeddah

 

Foto-foto: Syekhfani

 

Sehari di kota Jedah, menjelang pulang ke tanah air, rombongan tour kami punya kesempatan berkeliling melakukan wisata kota menelusuri pantai Laut Merah.

Suatu hal yang mengagumkan, yaitu disaat memasuki kota Jeddah, kita disuguhi pemandangan panorama sepanjang jalan raya berupa kawasan gurun, sangat kontras dengan panorama hijauan kota dengan vegetasi seperti layaknya daerah tropis. Hanya bedanya, jenis tanaman di sini khas dominan pohon korma.

Seperti dikemukakan sebelumnya, kuncinya terletak pada “manajemen konservasi air”.  Lihat:  SOIL-Lahan Gurun Pasir →  Soil-tata-lahan-berpasir.

Berikut sekilas nuansa panorama tata lahan kota Jeddah:

0. Korma

Hijauan kota:  pohon korma

1. Hijauan Kota

Hijauan pohon tata lahan kota

2. Hijauan Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak

3. Hijauan rumput

Hijauan tata lahan kota:  rumput

4. Pohon Korma

Hijauan tata lahan kota:  pohon korma dan rumput

5. Tanaman Hias Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak tanaman hias

6. Pulau

Panorama laut

7. Air Mancur

Panorama semburan air

Tata Lahan Kota Jeddah, nuansa panorama tepi laut Merah!

09 AugSOIL-Perkebunan Teh

 

PERKEBUNAN TEH ~ TEA PLANTATION

Aktivitas ~ Rutinitas ~ Teknis Budidaya

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Perkebunan teh (tea plantation), salah satu komoditi nasional yang menjadi andalan negara kita sejak lama.

Perkebunan teh terutama dibudidayakan di daerah pegunungan dengan topografi datar, berombak, bergelombang, berbukit, bahkan bergunung.  Jenis tanah umumnya adalah Andisol atau Entisol, bereaksi agak masam hingga netral.  Suhu malam dan siang berbeda dengan nyata.  Tanaman teh tergolong Calcifuge (tidak senang kapur) dan menghendaki tanah agak masam hingga masam.

Pemeliharaan tanaman teh meliputi:  pemangkasan, pemupukan, dan penyemprotan hama penyakit. Pucuk teh dipetik setiap jangka waktu 5 hingga 7 hari, tergantung kecepatan tumbuh pucuk.  Pekerjaan dilakukan oleh pemetik teh yang mempunyai keahlian khusus di bawah koordinasi mandor dan kepala kebun.

Perkebunan teh mempunyai nuansa khas, kebersamaan, rutinitas,  jadwal kerja yang disiplin dan ketat, dan yang tak kalah menarik adalah panorama perkebunan yang indah dan mengesankan.

 1

Perkebunan teh, topografi berombak hingga berbukit

3

Pekerjaan rutin, memetik teh

4

Pekerja pemetik pucuk, didampingi mandor kebun

5

Pekerja penyemprot hama penyakit, didampingi mandor kebun

6

Kebun teh baru dipangkas bentuk tajuk

 7

Pekerja pemupukan tanaman teh, pupuk NPK setelah dicampur siap diaplikasikan

10

Panorama perkebunan teh, relaks mencari ikan di balong saat libur kerja

Perkebunan teh merupakan aset  nasional yang selalu dapat diandalkan!

08 AugSOIL-Pengelolaan Irigasi DAS

 

PENGELOLAAN IRIGASI DAERAH ALIRAN SUNGAI  ~ WATERSHED IRRIGATION MANAGEMENT

 

Sumber air ~ Mata air ~ Air Sungai

 

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Air irigasi, bersumber dari mata air dan air sungai untuk kebutuhan masyarakat pedesaan ada dua kategori:  air minum penduduk dan air irigasi lahan pertanian.

Kawasan daerah aliran sungai (DAS) – watershed, berasal dari bagian hulu (upper stream), mengalir ke bagian tengah (midle stream), dan berakhir di bagian hilir (lower stream) dan muara.

Dalam perjalanannya, air hilang melalui rembesan (seapage), penguapan (volatile) atau digunakan (uptake) oleh manusia, hewan dan tanaman.

Agar kehilangan dapat diminimalisasi, diperlukan pengelolaan irigasi secara efisien dan efektif (efficiency use of water);  seperti pemasangan pipa, selokan, talang, penguatan tebing sungai, dan pengaturan pintu air.

Sistem pengelolaan irigasi di kawasan DAS, adalah sangat penting dilakukan demi peningkatan kesejahteraan petani di pedesaan.

IMG_0001

Mata air, untuk konsumsi air minum penduduk

IMG_0002

Tangki penampung air minum, dialirkan ke rumah penduduk

IMG_0003

Air minum dialirkan ke pemukiman melalui selokan

IMG_0004

Air irigasi lahan dialirkan melalui talang menyeberangi sungai

IMG_0005

Penguatan tebing sungai, mencegah erosi dan rembesan

IMG_0006

Pengaturan pintu air irigasi sungai

IMG_0007

Penggunaan air irigasi untuk padi sawah

Pengelolaan air irigasi berarti penambahan jumlah air untuk konsumsi penduduk dan perluasan area pertanian!

 

07 AugSOIL-Controlled Release Fertilizers

 

CONTROLLED-RELEASE FERTILIZERS ~ PELEPASAN PUPUK TERKONTROL

 

Efektif ~ Terkendali ~ Alternatif Jenis

 

Tinjauan: Syekhfani

 

Lima kaedah pemupukankebutuhan, jenis, dosis, waktu, cara.

  • Aplikasi dilakukan sesuai pertanyaan mengikuti urutan “kaedah pemupukan”.
  • Pemberian pupuk yang tidak mengikuti kaedah, menyebabkan ketidak-efisienan (inefficiency).
  • Salah satu teknologi efisiensi aplikasi pupuk adalah “controlled-release fertilizers” (pupuk lepas terkontrol).
  • Aplikasi pupuk lepas terkontrol (controlled-release fertilizers) banyak dilakukan untuk padang rumput (misalnya lapangan golf, padang rumput ternak, dan lain-lain) dan kebun (tanaman pot, perenial-tahunan).
  • Berikut wacana tentang pupuk lambat lepas terkontrol (controlled-release fertilizers).

 

Controlled-Release Fertilizers

by Warren Davenport

http://www.garden.org/articles/articles.php?q=show&id=698

 

698a

Dibandingkan dengan pupuk umumnya, jenis lambat lepas terkontrol dapat diprediksi dengan baik.

Pekebun bingung menentukan pilihan saat mau membeli pupuk. Ada yang berbentuk cairan, bubuk, dan butiran, semua menjanjikan hasil yang luar biasa;  kemudian menyerah dan memilih paket paling menonjol di rak, atau yang paling laku. Tetapi sebenarnya yang diperlukan adalah: jenis lambat tersedia dan pelepasan terkontrol.

Sebenarnya di antara pupuk tersebut ada persamaan dan perbedaan penting. Pupuk cairan yang langsung larut, atau pupuk granular perlu dilarutkan, keduanya perlu melepaskan unsur hara perlahan-lahan dalam jangka lebih lama. Pupuk lambat lepas (slow release) kurang dapat diprediksi terutama tergantung pada aktivitas organisme tanah. Sebaliknya, jenis lepas terkontrol (kadang-kadang disebut terselimuti) unsur hara lepas pada tingkat tertentu selama periode waktu tertentu.

Diet Mantap bagi Tanaman

Oleh karena pupuk tidak berlaku umum bagi semua kondisi kebun dan jenis tanaman, pupuk jenis lambat lepas  dan terkontrol menjanjikan keuntungan bagi sebagian besar pekebun rumah tangga. Mereka menghindari sindrom “pesta atau kelaparan” yang terjadi ketika pupuk cepat lepas diterapkan secara tidak konsisten. Akar, dalam waktu singkat diselimuti oleh banyak unsur hara, tetapi segera tercuci dan menyebabkan defisiensi. Demikian juga, pupuk cepat lepas berakibat mudah merusak tanaman. Sedangkan pupuk lambat tersedia dan terkontrol melepas unsur hara secara bertahap, sehingga potensi masalah diminimalkan.

Keuntungan lain dari pupuk lambat lepas dan terkontrol adalah terhadap kesehatan lingkungan. Di banyak daerah, jalur air, sungai, dan polusi air tanah menjadi masalah, dan beberapa polusi diketahui akibat pencucian. Karena pupuk melepaskan unsur hara diatur perlahan, aplikasinya mengurangi kontribusi terhadap polusi.

Dalam kebanyakan kasus, pengaruh suhu paling penting untuk pelepasan. Tidak hanya mempengaruhi difusi unsur hara ke seluruh lapisan dilepas secara terkendali, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas mikroba, yang melepas unsur hara secara lambat.

Pupuk Lambat-Tersedia

Saat ini ada dua jenis pupuk lambat tersedia. Karena mereka lebih murah daripada jenis pelepasan terkendali, mereka yang terbaik digunakan secara tepat – dan biaya yang lebih tinggi – tidak perlu pengendalian pelepasan, di mana jenis organik alami juga tidak diinginkan.

Organik sintetik. Beberapa jenis pupuk organik sintetik yang diproduksi dengan menggabungkan urea, bentuk umum dari nitrogen, dengan formaldehida;  disebut urea formaldehida atau pupuk urea metilen. Contoh: pupuk nitrogen nitroform cahaya biru, 38-0-0 yang 70 persen “nitrogen larut air” (disingkat WIN pada label produk). Laju pelepasan terutama ditentukan oleh aktivitas bakteri daripada suhu dan air. Tergantung pada produsen, nutrisi dapat tersedia beberapa minggu atau bulan. Urea berbasis formaldehida adalah komponen pupuk pada kebanyakan padang rumput dan kebun.

Sejenis produk seperti isobutylidene-diurea (IBDU), pupuk 32-0-0, adalah 90 persen WIN. Pelepasan hara dikendalikan oleh kelembaban, pH, dan ukuran partikel pupuk (yang lebih kecil melepaskan nutrisi lebih cepat). Ini juga merupakan komponen pupuk pada kebanyakan padang rumput.

Organik alami. Banyak pekebun rumah tangga mendukung pupuk organik alami, terutama bagi yang ingin meningkatkan kualitas tanah. Ada banyak jenis, dan masing-masing memiliki kualitas yang unik. Laju pelepasan hara sangat bervariasi dan ditentukan terutama oleh bakteri dan jamur tanah, yang keduanya membutuhkan suhu tanah hangat untuk aktif. Semakin aktif  biologis tanah, semakin cepat laju pelepasan. Contoh organik alami:  darah, biji kapas, bungkil kedelai, emulsi ikan, pupuk organik, dan kompos.

05 AugSOIL-Kembali ke Eden (Back to Eden)

 

KEMBALI KE EDEN ~ BACK TO EDEN

 

Profesional ~ Solusi Produksi Pertanian ~  Berkelanjutan

 

Tinjauan: Syekhfani

 

Suatu kisah perjalanan seorang berjiwa tani, yang dapat menjadi sumber inspirasi, motivasi dan inovasi, patut ditiru dan diteladani bagi orang yang ingin berubah menjadi berguna bagi keluarga, masyarakat dan dunia.

Inovasi teknologi pertanian organik, pemanfaatan sisa bahan organik di kebun, diversifikasi jenis komoditi tanaman.

Kisahnya, dapat disimak dalam film “Back to Eden”.

 

2

Back to Eden (film):  http://www.cultureunplugged.com/documentary/watch-online/play/11883/Back-to-Eden

Paul Gautschi, telah menjadi pekebun profesional selama lebih dari 55 tahun dan dikenal secara lokal sebagai arborist utama. Pada tahun 1979 Paulus dan keluarganya pindah ke Semenanjung Utara Washington, California. Sebagai seorang ayah dari 7 anak, ia telah mencukupi kebutuhan keluarga dan teman – tidak pernah bersifat komersial. Paulus telah memberi wisata kehidupan kebun bagi masyarakat internasional yang juga menikmati buah hasil kerjanya.

FILM KEMBALI KE EDEN, suatu  Kisah Perjalanan Hidup Seorang Profesional, menuju jalan TUHAN dilaporkan secara sederhana tentang metode produksi berkelanjutan Yang Diberikan kepada manusia di Taman Eden. Telkomnika Berkebun Organik pengalaman Paulus Gautschi yang luar biasa telah menarik minat pengunjung manca negara!

 

3

4

04 AugSOIL- Make Good Compost


MAKE GOOD COMPOST ~ MEMBUAT KOMPOS YANG BAIK

Solusi Satu Masalah ~ Muncul Masalah Baru ~  Solusi Lebih Lanjut?!

Tinjauan:  Syekhfani

 

Kemajuan teknologi inovasi, membawa konsekuensi munculnya masalah baru yang memerlukan solusi untuk memperoleh inovasi teknologi lebih baru berikutnya.

Hal demikian ini adalah masuk akal, karena kemajuan menyebabkan perkembangan kehidupan yang lebih baik, populasi meningkat diiringi kebutuhan juga meningkatmasalah baru muncul, perlu solusi untuk memperoleh inovasi teknologi baru ~ demikian seterusnya…

Filosofinya:  hidup itu dinamis ~ berubah mengikuti perubahan waktu!

Dalam perkembangannya, teknologi pengomposan makin hari makin maju, dari cara sederhana (alami), hingga inovasi teknologi:  bantuan jazad dekomposer, bahan pengondisi, dan pengkayaan unsur hara (nutrient enrichment).  Berbagai kelemahan dalam proses pengomposan pun diantisipasi, misalnya lama pengomposan, kualitas, dan kendala-kendala bau, suhu ekstrim, hama/penyakit, gulma, dan sebagainya.

Namun, upaya pencapaian hasil kompos yang baik,  tampaknya belum final, karena muncul dampak susulan seperti terjadi polusi unsur hara dari lahan pertanian yang masuk ke jaringan perairan nasional.

 

LMA2

 

Bagi petani organik dan berkelanjutan (Christine Ziegler Ulsh dan Paul Hepperly, PhD: http://www.newfarm.org/depts/NFfield_trials/2006/0413/compost.shtml, kompos adalah solusi untuk memanfaatkan kotoran ternak dan sisa tanaman sekaligus sebagai sumber bahan organik dan unsur hara tanah.

Penelitian tentang kompos selama dekade terakhir banyak dilakukan;  misalnya oleh  petani dan ahli tanah di Institut Rodale dan organisasi lain, yang menemukan cara lebih aman, efektif dan berkelanjutan merubah bahan organik sisa menjadi sumber daya yang meningkatkan kesuburan tanah yang sehat dan seimbang. Kemajuan penelitian terbaru di Institut Rodale selangkah besar lebih maju dalam ilmu kompos: melalui pendekatan perbaikan yang dirancang seperti proses pembentukan tanah alami, sehingga unsur nitrogen dan fosfor dalam kompos tidak tercuci air hujan selama pengomposan.

Hasilnya menunjukkan bahwa resep baru yaitu mencampurkan tanah liat, kalsium, asam humat dengan sisa daun/kotoran, mampu:

· Mengurangi kehilangan nitrogen (N) hingga 90 persen dan fosfor (P) hingga 75 persen.
· Mempercepat pematangan kompos, dan
· Mengurangi Bakteri patogen.

 

Resep baru tersebut tidak banyak mengubah proses pembuatan kompos sederhana umumnya:

• Kompos dibuat dari 25 hingga 40 bagian (berat) bahan kaya karbon (disebut bahan “cokelat” ~ daun, jerami, koran, atau serbuk gergaji) dengan satu bagian bahan kaya nitrogen (pupuk kandang, bahan “hijau” ~ legum,  atau sisa makanan).

• Tumpukan sering dibalik agar semua bahan tercampur dan mendapatkan udara segar (membiarkan peningkatan suhu berarti terjadi penguapan nitrogen).

• Tunggu 3-12 bulan (atau lebih) sampai tumpukan kompos matang, warna gelap dan tidak tampak masih ada bahan mentah.

Tahun demi tahun, perkembangan ilmu pertanian mempelajari lebih jauh bagaimana proses sederhana bekerja dan bagaimana mengatasi kekurangannya—komposisi bahan, ukuran partikel, kelembaban, pH, ukuran bedengan, dan cara dan frekuensi membalik—untuk memperoleh produk lebih baik dan lebih cepat. Percobaan menunjukkan bahwa , di antara kompos, pupuk sintetik dan kotoran segar mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman secara kompetitif, hanya kompos secara nyata memperbaiki bahan organik tanah. Bahan organik tanah adalah kunci pengondisi tanah menjadi lebih baik saat musim kemarau dan menjaga kehilangan unsur hara melalui aliran permukaan saat musim hujan (Soil organic matter is the key to conditioning the soil for better performance during drought and guarding against excessive nutrient runoff in wet conditions).

Hanya saja tahun terakhir ini, begitu unsur hara pertanian meningkatkan polusi jaringan perairan nasional, orang-orang mulai mempertanyakan: Bagaimana kompos mempengaruhi sebaran unsur hara? Berapa jumlah unsur hara hilang selama pengomposan di lapangan? Dan unsur apa saja yang hilang selama proses pengomposan?

 

Penyelesaian satu masalah, dapat mengundang masalah baru untuk diselesaikan!

 

03 AugSOIL-Private Composting

 

PRIVATE COMPOSTING ~ PENGOMPOSAN SENDIRI

Mudah ~ Berlimpah ~  Gratis ~ Indah ~ Sehat

Bahasan dan Foto-foto:  Syekhfani

Pemanfaatan sisa bahan organik seputar rumah tangga, merupakan alternatif solusi dalam menciptakan lingkungan sehat, nyaman, indah dan menguntungkan.

Sisa gulma, pangkasan tanaman, sisa sayuran, dikembalikan ke kebun setelah melalui proses pengomposan (decomposition).

Pengomposan dilakukan dalam bak atau tong sampah yang dirancang sesuai dengan persyaratan pembuatan kompos yang baik:  cukup udara, lembab, suhu optimal, dan bebas penyakit.  Hal ini hanya sedikit memerlukan modifikasi terhadap bak atau tong sampah yang ada.

Selanjutnya, pengomposan dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sesuai polesi masing-masing;  misalnya pengomposan alami (naturally), cacing tanah (vermicomposting), dan lain-lain (etc).

Berikut praktek pengomposan sendiri di rumah penulis:

1

Bak sampah dikonversi menjadi bak kompos

2

Bak penuh kompos sisa kebun

3

Stratifikasi bahan kompos (dari atas ke bawah):  kasar > halus > kompos jadi > bedeng cacing tanah

4

Stratifikasi bahan kompos:  kompos jadi (agak kering, kanan atas), bedeng cacing (basah, bawah)

5

Bagian dasar bak kompos:  bedeng cacing tanah

6

Bahan kompos:  setelah pembalikan

Berikut tambahan wacana tentang pembuatan kompos sendiri:

COMPOST 101

by: National Gardening Association Editors

Salah satu pupuk alami yang terbaik untuk menyuburkan tanah tersedia gratis. Kita dapat memecahkan beberapa masalah lingkungan pada waktu bersamaan, yaitu membuat kompos sendiri (private composting) dan “membantu” mengurangi kepadatan tempat pembuangan sampah.

Masyarakat memerlukan biaya khusus untuk mengambil dan membuang sampah dari bak atau tong sampah rumah tangga, sebenarnya hal tersebut bisa kita lakukan sendiri. Daun, potongan rumput, dan bahkan limbah sayuran dari dapur adalah sumber bahan kompos.

Membuat kompos adalah sederhana dan murah. Ini adalah sedikit seperti membuat lapisan-lapisan sisa bahan organik dan kemudian dibiarkan semuanya menjadi kompos.

Untuk peralatan, kita dapat menggunakan wadah buatan sendiri yang dibuat dari kawat las, blok beton, atau kisi-kisi dari kayu – untuk membentuk tumpukan 3-5 meter dan tidak lebih dari lima meter. Atau, kita dapat membeli kotak/tong sampah jadi berbagai jenis, bentuk dan ragam yang memudahkan proses  pengomposan mudah dan cepat.

Resep untuk kompos adalah mengatur udara, kelembaban, suhu dan penambahan lapisan bahan limbah seperti daun, potongan rumput, sampah dapur (tidak daging atau tulang), gulma dari kebun, dan sebagainya. Semua dimasukkan ke tempat sampah dengan waktu yang cukup terurai menjadi kompos.

Namun, kita dapat membuat kompos hanya dalam waktu beberapa minggu dengan membuat tumpukan dan memanaskan bahan tidak lebih dari 60 derajat Celsius, membunuh benih gulma atau bakteri berbahaya dalam kompos. Timbunan kompos terdiri dari lapisan bahan kaya karbon (misalnya daun), diseling dengan lapisan kaya nitrogen (pupuk kandang, alfalfa, tepung biji kapuk).

Menu klasik pekebun organik membuat kompos yaitu membuat lapisan bahan sayuran tebal sekitar 10 cm, lapisan kotoran tebal sekitar 5 cm, kemudian ditambahkan selapis tipis tanah dan kapur. Lapisan kompos ini diulang sampai tumpukan setinggi tiga sampai lima meter. Sebuah lubang kecil dibuat di bagian atas untuk tempat menyiram.

Semakin kecil cacahan, semakin cepat terdekomposisi oleh berbagai jenis bakteri. Sebuah mesin pencacah (chipper) menjadi perangkat penghalus kompos yang sangat membantu. Bahan kayu kasar dijadikan alas dasar untuk tempat kompos.

Dalam sekitar dua minggu, bakteri akan mengurangi banyak bahan dalam tumpukan kompos dan menyebabkan timbul panas, kemungkinan terjadi kekurangan oksigen. Tumpukan sekarang perlu dibalik untuk diangin-anginkan.

Ada banyak berbagai teknis pengomposan, sebagai contoh:

• Menjaga pasokan cacing tanah merah di bagian dasar tanah untuk kompos limbah dapur.

• Mencampur sejumlah kecil sisa sayuran dalam blender dan menambahkannya ke tanaman hias.

• Cukup membenamkan sisa dapur ke dalam medium bunga atau sayuran di kebun.

Limbah sayuran, termasuk bubuk kopi dan kulit telur – bahkan rambut, bulu, abu kayu, kerikil dan kerang – dapat dikomposkan bersama dengan limbah kebun. Bahan yang harus dihindari untuk kompos adalah daging dan tulang, sejumlah besar serbuk gergaji, kotoran hewan, dan tentu saja logam, kaca atau plastik.

Ketika kompos berubah menjadi Tanah lalu diayak melalui kain kasa dapat diaplikasikan untuk medium pot tanaman hias atau dikembalikan ke kebun.

Lihat →  http://www.garden.org/subchannels/care/soil?q=show&id=1357

© 2013 National Gardening Association
237 Commerce St Suite 101, Williston, VT 05495
Contact Us | Privacy Policy