Archive for August 3rd, 2013

03 AugSOIL-Private Composting

 

PRIVATE COMPOSTING ~ PENGOMPOSAN SENDIRI

Mudah ~ Berlimpah ~  Gratis ~ Indah ~ Sehat

Bahasan dan Foto-foto:  Syekhfani

Pemanfaatan sisa bahan organik seputar rumah tangga, merupakan alternatif solusi dalam menciptakan lingkungan sehat, nyaman, indah dan menguntungkan.

Sisa gulma, pangkasan tanaman, sisa sayuran, dikembalikan ke kebun setelah melalui proses pengomposan (decomposition).

Pengomposan dilakukan dalam bak atau tong sampah yang dirancang sesuai dengan persyaratan pembuatan kompos yang baik:  cukup udara, lembab, suhu optimal, dan bebas penyakit.  Hal ini hanya sedikit memerlukan modifikasi terhadap bak atau tong sampah yang ada.

Selanjutnya, pengomposan dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sesuai polesi masing-masing;  misalnya pengomposan alami (naturally), cacing tanah (vermicomposting), dan lain-lain (etc).

Berikut praktek pengomposan sendiri di rumah penulis:

1

Bak sampah dikonversi menjadi bak kompos

2

Bak penuh kompos sisa kebun

3

Stratifikasi bahan kompos (dari atas ke bawah):  kasar > halus > kompos jadi > bedeng cacing tanah

4

Stratifikasi bahan kompos:  kompos jadi (agak kering, kanan atas), bedeng cacing (basah, bawah)

5

Bagian dasar bak kompos:  bedeng cacing tanah

6

Bahan kompos:  setelah pembalikan

Berikut tambahan wacana tentang pembuatan kompos sendiri:

COMPOST 101

by: National Gardening Association Editors

Salah satu pupuk alami yang terbaik untuk menyuburkan tanah tersedia gratis. Kita dapat memecahkan beberapa masalah lingkungan pada waktu bersamaan, yaitu membuat kompos sendiri (private composting) dan “membantu” mengurangi kepadatan tempat pembuangan sampah.

Masyarakat memerlukan biaya khusus untuk mengambil dan membuang sampah dari bak atau tong sampah rumah tangga, sebenarnya hal tersebut bisa kita lakukan sendiri. Daun, potongan rumput, dan bahkan limbah sayuran dari dapur adalah sumber bahan kompos.

Membuat kompos adalah sederhana dan murah. Ini adalah sedikit seperti membuat lapisan-lapisan sisa bahan organik dan kemudian dibiarkan semuanya menjadi kompos.

Untuk peralatan, kita dapat menggunakan wadah buatan sendiri yang dibuat dari kawat las, blok beton, atau kisi-kisi dari kayu – untuk membentuk tumpukan 3-5 meter dan tidak lebih dari lima meter. Atau, kita dapat membeli kotak/tong sampah jadi berbagai jenis, bentuk dan ragam yang memudahkan proses  pengomposan mudah dan cepat.

Resep untuk kompos adalah mengatur udara, kelembaban, suhu dan penambahan lapisan bahan limbah seperti daun, potongan rumput, sampah dapur (tidak daging atau tulang), gulma dari kebun, dan sebagainya. Semua dimasukkan ke tempat sampah dengan waktu yang cukup terurai menjadi kompos.

Namun, kita dapat membuat kompos hanya dalam waktu beberapa minggu dengan membuat tumpukan dan memanaskan bahan tidak lebih dari 60 derajat Celsius, membunuh benih gulma atau bakteri berbahaya dalam kompos. Timbunan kompos terdiri dari lapisan bahan kaya karbon (misalnya daun), diseling dengan lapisan kaya nitrogen (pupuk kandang, alfalfa, tepung biji kapuk).

Menu klasik pekebun organik membuat kompos yaitu membuat lapisan bahan sayuran tebal sekitar 10 cm, lapisan kotoran tebal sekitar 5 cm, kemudian ditambahkan selapis tipis tanah dan kapur. Lapisan kompos ini diulang sampai tumpukan setinggi tiga sampai lima meter. Sebuah lubang kecil dibuat di bagian atas untuk tempat menyiram.

Semakin kecil cacahan, semakin cepat terdekomposisi oleh berbagai jenis bakteri. Sebuah mesin pencacah (chipper) menjadi perangkat penghalus kompos yang sangat membantu. Bahan kayu kasar dijadikan alas dasar untuk tempat kompos.

Dalam sekitar dua minggu, bakteri akan mengurangi banyak bahan dalam tumpukan kompos dan menyebabkan timbul panas, kemungkinan terjadi kekurangan oksigen. Tumpukan sekarang perlu dibalik untuk diangin-anginkan.

Ada banyak berbagai teknis pengomposan, sebagai contoh:

• Menjaga pasokan cacing tanah merah di bagian dasar tanah untuk kompos limbah dapur.

• Mencampur sejumlah kecil sisa sayuran dalam blender dan menambahkannya ke tanaman hias.

• Cukup membenamkan sisa dapur ke dalam medium bunga atau sayuran di kebun.

Limbah sayuran, termasuk bubuk kopi dan kulit telur – bahkan rambut, bulu, abu kayu, kerikil dan kerang – dapat dikomposkan bersama dengan limbah kebun. Bahan yang harus dihindari untuk kompos adalah daging dan tulang, sejumlah besar serbuk gergaji, kotoran hewan, dan tentu saja logam, kaca atau plastik.

Ketika kompos berubah menjadi Tanah lalu diayak melalui kain kasa dapat diaplikasikan untuk medium pot tanaman hias atau dikembalikan ke kebun.

Lihat →  http://www.garden.org/subchannels/care/soil?q=show&id=1357

© 2013 National Gardening Association
237 Commerce St Suite 101, Williston, VT 05495
Contact Us | Privacy Policy