Archive for September, 2013

29 SepSOIL-Filsafat “Seafriends”

 


FILSAFAT SEAFRIENDS - SOIL FERTILITY

Resume:  Syekhfani

 

Kebutuhan hidup manusia, hewan dan tumbuhan di bumi (sinar, udara, air, nutrisi);  tersedia dalam jumlah tidak terbatas. Ia menjadi terbatas akibat faktor geografis (air dan nutrisi) atau populasi (kompetisi).

Indikator faktor menjadi terbatas dicirikan oleh adanya kompetisi, adaptasi, dan mekanisme kontrol (simbiose, antagonisme, sinergisme).

Faktor pembatas mengikuti hukum minimum‘Liebig”. Kemampuan makhluk untuk bertahan hidup tercermin pada mekanisme spesifik (mis. Tanaman: C4, CAM) merupakan ”potensi ”alternatif” dalam pegembangan iptek.

Efisiensi teknologi dapat dilakukan dengan ‘‘diversifikasi”, contoh: tanaman rumput untuk pohon.

Masalah rawan pangan (scarsified of food) akibat degradasi unsur nutrisi, perlu diatasi melalui pengembangan teknologi pupuk.

Diversifikasi kebutuhan, merupakan peluang tanpa kompetisi, yang tidak boleh diabaikan dan harus dipelihara, seperti kebutuhan tumbuhan dan manusia/hewan terhadap garam.

 

Inspirasi IPTEK LINGKUNGAN

 

28 SepSOIL-Buah Langka Berguna

 

BUAH LANGKA BERGUNA ~ ALAMI ~ INDONESIA

Diangkat oleh:  Syekhfani

Besar ~ Sedang ~ Kecil

Dimakan (edible):  Manis (sweet) ~  Asam (sour) ~ Pahit (bitter) ~ Sepet (slighty bitter)

 

Indonesia, zona hujan tropika basah (tropical rain forest zone)mempunyai kekayaan flora yang luar biasa banyaknya, merupakan sumber flasma nuthfah yang berpotensi di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buah langka, umumnya spesifik lokasi dan kegunaannya pun spesifik bagi penduduk setempat, yang biasanya merupakan ciri khas.

Buah langka, jarang dijual belikan secara umum;  biasanya dijumpai insidental di pasar atau pekan mingguan atau bulanan.

Kegunaan khusus:  obatbumbu sayurpencuci mulut (dessert), atau buahan murah yang disenangi anak-anak.

Berikut contoh buah langka berguna dalam kehidupan sehari-hari:

 

1. LAI, Kalimantan

Lai, besar lonjong seperti buah durian (rasa manis harum)

(Kalimantan)

 2. CEMPEDAK

Cempedak, besar bulat panjang seperti buah nangka (rasa manis harum)

(Sumatera, dan lain-lain)

3. KEMANG, Indonesia

Kemang, besar lonjong seperti buah mangga (rasa asam manis harum)

(Sumatera, dan lain-lain)

 4. MUNDU, Garcinia dulcis (Jawa)

Mundu, sedang bulat seperti buah apel (rasa asam manis)

(Jawa)

 5. KANDIS

Kandis, sedang bulat, spesifik untuk asam sayur (rasa sangat asam)

(Sumatera)

 6. KAWIS

Kawis, sedang bulat, untuk rujak (rasa asam manis)

(Jawa)

 7. RAMBAI, Indonesia

Rambai, kecil bulat berjurai (rasa asam manis)

(Sumatera, dan lain-lain)

 8. BUNI

Buni, kecil bulat berjurai, untuk rujak buah (rasa asam manis sepet)

(Jawa)

 

9. TUPAK

Tupak, kecil bulat berjurai  (rasa asam manis)

(Sumatera, dan lain-lain)

10. RUKEM

Rukem, kecil bulat, rasa asam-manis-pahit (sepet)

(Sumatera, Jawa, dan lain-lain)

 11. JUWET, Jawa

Juwet, kecil lonjong, rasa asam-manis-pahit (sepet)

(Jawa)

 12. SALI, Sumatera Selatan

Sali, kecil bulat bergerombol, rasa asam-manis

(Sumatera)

 

Buahan langka bernilai gizi dan obat!

 

19 SepSOIL-Buah Pala

 

S

BUAH PALA ~ PALA FRUITS

Rempah ~  Camilan  ~  Atsiri  ~ Industri

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

(Foto-foto:  Abdul Madiki)

 

Buah pala (Myristica fragrans – Myristicaceae), merupakan buah tumbuhan pohon berasal dari pulau Banda, Maluku, tergolong tanaman rempah yang terkenal diminati dan dibutuhkan bangsa Eropa sejak dulu, dan ramai diperdagangkan.

Tumbuhan pohon pala berumah dua (dioecious) – dikenal pohon jantan dan pohon betina-  Daun berbentuk elips langsing. Buah berbentuk lonjong dan beraroma khas (mengandung minyak atsiri). Bila matang berwarna kuning, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli (selaput biji) berwarna merah. Setiap buah menghasilkan satu biji berwarna coklat.

Semua bagian pohon pala dapat berguna untuk berbagai keperluan, baik batang, daun, maupun buah (daging, fuli, biji).

Khusus buah pala, daging buah sebagai bahan pembuat camilan (manisan buah pala), biji (sebagai bahan rempah), fuli (bahan industri farmasi, kecantikan, dan sebagainya).

Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap (essence) untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar. Minyak buah pala juga dapat dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.

→ Lihat:  http://id.wikipedia.org/wiki/Pala

 S

Pohon pala

O

Buah pohon pala

S

Bakal buah/bunga pala

S

Buah pala muda

S

Buah pala matang

S

Buah pala matang (pecah)

S

Daging dan biji buah

S

Fuli dan biji

Pala komoditi spesifik Maluku (Indonesia) yang terkenal sejak dulu!

16 SepSOIL-Pumpkins

3

  

LABU KUNING ~ YELLOW PUMPKINS

 

Unik ~  Menarik ~ Multi Guna

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Labu kuning (yellow pumpkins), termasuk kategori tanaman sayuran atau buahan-sayur yang berfungsi ganda (multiple  function):  kudapan, sayuran, manisan, kue, dan sebagainya. Labu kuning sangat populer untuk properti perayaan Halloween;  tetapi banyak pula jenis labu kuning digunakan untuk sup dan rebusan musim dingin.

 

Deskripsi:
Pumpkins (Cucurbita spp – Cucurbitaceae) termasuk tanaman klasik dan dijumpai di banyak negara.  Beberapa yang terbaik dipilih untuk ukiran  jack-o-lantern, atau untuk masakan;  dan yang lain sebagai camilan (bijinya yang lezat).

Pemilihan Lokasi:
Pilih tempat dengan matahari penuh dan tanah berdrainase baik. Siapkan bedengan dengan menggunakan garpu untuk menggemburkan tanah hingga kedalaman 12 sampai 15 inci, lalu campurkan kompos pada kedalaman 2 – 4 inci.

Pembudidayaan:
Tanam enam benih sedalam 1 inci dalam lingkaran sekitar 2 kaki. Diameter lingkaran 2 sampai 3 kaki terpisah dalam baris 6 sampai 8 meter. Tutup benih dengan tanah. Lakukan pindah 2-3 tanaman per lingkaran saat tanaman memiliki sekitar enam daun.

Lihat → http://randallpowell8.wordpress.com/2013/05/11/labu-kuning/

 

Halloween:

Pumpkins yang biasanya diukir berbentuk lentera hias disebut  jack-o’-lantern untuk musim Halloween di Amerika Utara. Di Amerika Serikat, pumpkins diukir saat awal musim panen, lama sebelum itu menjadi lambang Halloween[ 37 ] Di tahun 1900, dari sebuah artikel melaporkan bahwa pada hiburan Thanksgiving direkomendasikan untuk menyalakan jack-o’-lantern sebagai bagian dari perayaan yang mendorong anak-anak dan keluarga bergabung bersama-sama dalam membuat sendiri jack-o’-lentera[ 37 ]

Lihat →  http://en.wikipedia.org/wiki/Pumpkin

7

Lahan kebun pumpkin

1

Tanaman pumpkins di kebun

2

Bunga pumpkin

Male_and_Female_Pumpkin_Flowers

Bunga jantan dan betina pumpkin

4

Dekorasi halloween

5

Kue pumpkin

6

Biji pumpkin (camilan)

12 SepSOIL-Natural Soil Cultivation

 

Kascing

 

NATURAL SOIL CULTIVATION ~ PENGOLAHAN TANAH ALAMI

Bahasan dan Foto:  Syekhfani

Mengapa hutan dan padang rumput tetap ‘subur’ meski tidak dikultivasi?! Atau, apakah ada yang melakukan kultivasi?!

 

Pernahkah terbersit dalam benak kita bahwa tanah hutan dan padang rumput itu diolah? Oleh siapa? Tampaknya  tidak ada yang melakukan, bukan? Tetapi, sebenarnya ternyata ada, bukan  manusia, melainkan oleh tumbuhan atau hewan yang ada di situ. Dengan kata lain … pengolahan berlangsung secara alami (natural cultivation) tanpa merusak sistem pertumbuhan akar dan tajuk! Bagaimana mungkin?

 

Pelakunya:  Tumbuhan & Hewan

Peran Tumbuhan dan Hewan:

-Sistem perakaran intensif, dari pangkal batang hingga ujung akar, bila akar tua atau sakit, kemudian mati, ia akan melapuk membentuk saluran dalam tanah (soil channel) yang menyebabkan udara/air dapat bebas keluar masuk dari permukaan tanah ke solum lebih dalam.

-Serasah (litter fall), jatuh ke permukaan tanah melapuk, sifat fisik tanah menjadi gembur (porous) atau menjadi sumber pakan macro fauna (hewan makro: cacing, semut, rayap, orong-orong, dan lain-lain) yang berperan dalam membuat saluran. Atau, micro fauna (hewan mikro:  bakteri,  cendawan, aktinomiset, dan lain-lain) yang berperan melakukan proses dekomposisi yang berperan dalam pembentukan agregat dan struktur mantap.

-Contoh:  Cacing tanah - Lubang yang dibuat cacing tanah meningkatkan infiltrasi, perkolasi dan aerasi. Saluran cacing meningkatkan masuknya air ke dalam tanah 4 hingga 10 kali lebih tinggi dibanding tanpa saluran.  Hal ini menyebabkan aliran air permukaan (runoff) berkurang, dan mengisi ulang air dan stok air tanah untuk musim kering. Lubang cacing vertikal menyalurkan unsur hara ke bagian lebih dalam. Mekanisme tersebut identik dengan proses pengolahan tanah secara mekanik oleh manusia atau mesin yang mahal. Banyak orang tidak menyadari hal itu!

 

Lihat → Pustaka:

Sustainable Soil Management, Preston Sullivan, NCAT Agriculture Specialist © NCAT 2004 ATTRA Publication #IP027/133 printable PDF version of the entire document is available at: http://www.attra.ncat.org/attra-pub/PDF/soilmgmt.pdf  31 pages — 1.5 mb
Download Acrobat Reader

 

Tanah hutan dan padang rumput subur ada yang melakukan kultivasi!

 

09 SepSOIL-Agenda Kuliah Semester Ganjil 2013-2014

DSCN06981-159x200[1]

 

JADWAL KULIAH SEMESTER GANJIL 2013-2014:

Senin:

1. MKS (Manajemen Kesuburan Tanah)

TNH A2

13.20-15.00

3SKS-AT5-L-K-TNH

(SFN), RTS, NDL(*)

 

Selasa:

1. TPP (Teknologi Pupuk & Pemupukan)

FP 3.7

09.15-10.55

3SKS-AT3-E-K-TNH

(SFN), CPG(*), DDS

 

2. TPP (Teknologi Pupuk & Pemupukan)

FP 3.7

11.00-12.40

3SKS-AT3-H-K-TNH

(SFN), CPG(*), DDS

 

3. TPP (Teknologi Pupuk & Pemupukan)

TNH  A1

13.20-15.00

3SKS-AT3-C-K-TNH

(SFN), CPG(*), DDS

 

1. EP (Etika Profesi)

HPT 4

7.30-9.10

2SKS-AG5-L-K

SFN-SKD-RDA*

 

2. EP (Etika Profesi)

GB 3.3

11.00-12.40

2SKS-AG5-D-K

SFN-SKD-RDA*

 

Rabu:

1. DIT (Dasar Ilmu Tanah)

TNH A1

11.00-12.40

3SKS-AT1-H-K-TNH

(SFN), CPG(*)

 

Kamis:

1. MKS (Manajemen Kesuburan Tanah)

TNH  B

15.05-16.45

3SKS-AT5-G-K-TNH

(SFN), RTS, NDL(*)

 

2. TPP (Teknologi Pupuk & Pemupukan)

FP 3.7

13.20-15:00

3SKS-AT3-G-K-TNH

(SFN), CPG(*), DDS

 

Jumat:

1. MKS (Manajemen Kesuburan Tanah)

TNH B

09.15-10.55

3SKS-AT5-A-K-TNH

SFN*, RTS

 

2. MKS (Manajemen Kesuburan Tanah)

TNH B

15:05-16.45

3SKS-AT5-A-K-TNH

SFN*, RTS

 

3. TPP (Teknologi Pupuk & Pemupukan)

TNH A1

13.20-15.00

3SKS-AT3-B-K-TNH

(SFN), CPG(*), DDS

 

BAHAN/MATERI:

→ Lihat:  Manajemen Kesuburan Tanah http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/?s=Soil-Bahan+Kuliah I

→ Lihat:  Dasar Ilmu Tanah (Jurusan Tanah)

→ Lihat:  Teknologi Pupuk dan Pemupukan (Jurusan Tanah)

→ Lihat: syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/04/soil-bahan-kuliah-iii/  Etika Profesi (Fakultas)

 

03 SepSOIL-Compost Tea

 COMPOST TEA ~ TEH KOMPOS

  

Bahasan׃ Syekhfani

 

 Add foodstock 4

Teh Kompos (Compost Tea), merupakan ekstrak kompos jadi  (mature compost) melalui teknis  brewing (seduh, hingga berubah warna, aroma, rasa),  merupakan jenis cairan  ekstrak kompos yang dibuat untuk efisiensi aplikasi pupuk organik/kompos.

Mengapa kompos padat  perlu dijadikan  kompos cair (teh kompos)?

Alasan׃

  • Tidak semua kompos padat mudah diaplikasikan, contoh pada lahan padang rumput (lawn) → lihat׃  SOIL-Manajemen Padang Rumput.  Adalah sulit menambahkan kompos/pupuk organik ke  zona perakaran rumput tanpa menutup  vegetasi hamparan rumput tersebut.  Pemberian teh kompos bisa mengatasi masalah karena bisa masuk ke zone perakaran secara infiltrasi/perkolasi.
  • Sifat kelarutan teh kompos mudah dikendalikan (pH, Eh, EC, kadar unsur hara, dan sebagainya).
  • Dalam teh kompos terdapat  senyawa-senyawa berguna bagi pertumbuhan tanaman (enzim, zat pengatur tumbuh, antibiotik, dan sebagainya).
  • Dalam teh kompos terkandung  mikroorganisme antagonis berguna dalam proses biologi tanah (bakteri, cendawan, aktinomiset, dan sebagainya).
  • Aplikasi teh kompos terbukti dapat memberikan keuntungan berupa perbaikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Namun, untuk pertimbangan soil amandement dan ameliorant, aplikasi kompos padat adalah yang efektif (lihat Pos: SOIL Manajemen Padang-Rumput).

 

Pembuatan Teh Kompos

Teknis sederhana membuat teh kompos adalah melalui “brewing” (seduhan).

Dalam cairan kompos terdapat banyak nutrisi untuk perkembangan mikroorganisme (bakteri, cendawan, aktinomiset, dan lain-lain) yang bekerja dalam seduhan  teh kompos.

Berikut cara sederhana membuat teh kompos (Jared R. McKinley).

  • Pertama, masukkan pompa udara ke dalam wadah (bak atau tong) berukuran 5 galon yang mudah diaerasi dengan alat pompa aerator.  Pastikan setiap pojok cairan terkena aerasi.
  • Isi wadah dengan air hingga beberapa inci di bawah bibir wadah, diamkan selama satu jam agar gas khlor dan bahan anti mikroba (khususnya bila menggunakan air leding berkaporit) hilang atau ternetralisasi.
  • Selanjutnya, masukkan bahan kompos, gula atau tetes;  biarkan sekitar 24 jam dalam kondisi pompa bekerja terus menerus dan membuih rata dalam seduhan.  Jaga agar tidak terjadi semburan terlalu kuat dengan cara menggunakan batu saring di ujung selang aerator.
  • Hari berikutnya, cek teh kompos anda. Ia akan mengeluarkan bau sedap.  Bila yang keluar bau tidak sedap, berarti pembuatan seduhan tidak ideal;  tetapi teh kompos masih tetap bisa digunakan.  Aroma teh kompos ideal bila berbau tanah segar.
  • Segera aplikasikan teh kompos jadi (mature compost tea) ke lahan anda ke tanah maupun tajuk tanaman (kadang-kadang ditempatkan dalam wadah derijen plastik sebelum diaplikasikan).
  • Segera bersihkan wadah dan alat pembuat teh kompos anda agar tidak berkarat. Jangan gunakan wadah dan alat tersebut untuk kepentingan lain dan jangan gunakan diterjan/sabun anti mikroba.

Seduhan teh kompos sangat baik digunakan, tidak terlalu panas dan  tidak terlalu dingin. Menyeduh teh kompos sebaiknya dilakukan di tempat teduh dan terbuka. Jika suhu terlalu hangat, teh mungkin cepat menjadi anaerobik .  Jika dingin,seduhan aerobik bertahan lebih lama  (hingga sekitar 48 jam). Air akan berubah menjadi gelap, seperti kopi. Sekali lagi, gunakan indra penciuman dan perasaan anda sebagai tester.

Teh Kompos perlu ditambahkan secara rutin ke lahan. Manfaatnya telah dirasakan, lebih sehat, nyaman dan aman!

 

Bahan׃

 Jared R. McKinley, Guest Commentator 
DrWeil.com News

http://www.drweil.com/

 

01 SepSOIL-Teknologi Pupuk Organik

pupuk-organik-granul1

 

TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK ~ ORGANIC FERTILIZERS TECHNOLOGY

  

Konsep׃ Syekhfani

 

Pupuk organik, disinyalir merupakan prasarana kunci dalam pengelolaan produksi pertanian yang aman, akrab lingkungan dan berkelanjutan.

Apa yang perlu disiapkan seseorang bila ia ingin memproduksi pupuk organik?

Berikut adalah butir-butir yang diperlukan dalam menyusun rencana operasional.

 

Konsep Dasar׃

Kompos ~ Pupuk prganik – bersifat sebagai Soil amandement &  ameliorant.

Soil amandement  & ameliorant  - tata udara, air dan hara untuk kehidupan tanaman melalui  perbaikan sifat Fisik, Kimia & Biologi tanah.

 

Sumber׃

Sumber Bahan Anorganik Alami

  • Batuan induk (Batu Fosfat Alam, Zeolit, Kalsit, Dolomit, Leonardit, Salpeter Cili, dan lain-lain).

Sumber Bahan Organik Alami

  • Humus, kompos, seresah, pupuk hijau, kotoran kelelawar, kotoran burung walet, kotoran binatang liar.

Sumber Bahan Organik Rekayasa

  • Kompos, pupuk kandang (Pukan), pupuk hijau, jerami sisa panen, sekam, arang, dan lain-lain.

 

Komposisi dan Perhitungan Mutu Pupuk Organik׃

  • Contoh
Bahan Baku (%)  →

N

P2O5

K2O

~

N

P2O5

K2O

Pukan Sapi  30%

1.4

2.3

3.4

~

0.4

0.7

1.0

Pukan Kambing   30%

4.3

1.6

4.6

~

1.3

0.5

1.4

Pukan Ayam 20%

2.2

12.3

3.3

~

0.4

2.5

0.6

Tithonia  20%

1.7

1.6

2.1

~

0.3

0.3

0.4

 

Mutu Pupuk Organik ~  2.4 ׃ 4.0 ׃ 3.8

 

Kapasitas Mutu (indikator dan parameter)

  • Kadar unsur hara (Makro׃  N, P, K, Ca, Mg, S  Mikro׃  Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo, Cl)
  • Mutu Fisiko-Kimia:  BO, KTK, KPA, KA, pH, rasio C/N.
  • Mutu Biologi : Rhizobium, Trichoderma, Pseudomonas, Mikorhiza, dan lain-lain.

 

Validasi dan Akurasi׃

  • Analisis Laboratorium
  • Analisis Ekonomi
  • Percobaan Rumah Kaca/Lapangan.

 

Paket Teknologi׃

  • Prinsip Dasar dan Metode.
  • Mineralisasi, dekomposisi, transformasi.
  • Metode pembuatan kompos/bahan mineral.
  • Metode pencampuran bahan.
  • Packaging/labelling.

 

Standardisasi dan Sertifikasi׃

  • Regulasi pemerintah/profesi.

 

Implementasi׃

  • Paten dan Ijin beredar.
  • Sosialisasi ke Petani.

 

Pengelolalaan׃

  • Sistem Pengelolaan Terpadu:  budidaya, perharaan, pengendalian OPT;  pertanian – kehutanan – peternakan – perikanan.
  • Sistim Masukan Rendah:  daur ulang sisa panen, masukan BO sekitar lahan, masukan sisa ternak. penanaman ppk hijau.
  • Komposisasi Tingkat Petani: materi kompos, metode pengomposan, penggunaan ‘biofertilizer’, penggunaan ZPT/enzim/antibiotik.