11 NovSOIL-Proses, Bukan PRODUK

 

 Capture

 

PRODUK ORGANIK ~ PERSEPSI PERSONAL

 

Syekhfani

  

Saat seseorang ditanya:

-Apa beda produk organik dengan non organik?

Jawabannya bermacam-macam, tergantung pada pengetahuan dan pengalaman, misalnya:

+1) Nasi organik:  lebih enak, lebih polen, lebih harumtahan terhadap basitetap lembut/tidak keras bila dingin.

+2) Apel organik:  lebih renyah, lebih khas, lebih enakmudah dikupas, irisan tidak cepat berubah menjadi coklat.

+3) Kangkung organik:  lebih enak, lebih lembuttidak alot, lebih hijau, tahan terhadap basi.

 

Banyak lagi contoh pengalaman yang dikemukakan…

 

Tetapi, ketika ditanya:

-Bagaimana membedakan kopi organik dengan kopi non organik? Ia sama-sama hitam, sama-sama pahit?

+?? (umumnya tidak bisa menjawab)

 

Konsep produk Organik:

-Alami,

-Berkualitas,

-Sehat,

-Tidak meracun,

 

Interpretasi:

-Alami: komposisi senyawa/unsur dalam keadaan seimbang,

-Berkualitas:  divesifikasi senyawa/unsur lengkap (karbohidratproteinvitaminmineralantibodi, dan sebagainya), rasa/aroma/warna lebih unggul.

-Kualitas ~ prima,

-Tidak meracun:  mengandung antitoksin.

 

Implikasi praktikal:

-Bagaimana implikasi praktikal agar produk organik memenuhi kriteria?

 

Konsep dasar: > Mekanisme Proses

-Memgacu sistem alami,

-Menghindari penggunaan bahan kimia artfisial,

-Mengatur keseimbangan komposisi senyawa/unsur.

 

Strategi:

-Gunakan konsep 3 R ~ RecoveryReduceReuse,

-Tambahkan R+ ~ Recycle: → ”The Dynamic Recycle of Life!”

  

Organik itu bukan “PRODUKNYA” tetapi  “PROSESNYA”!

 

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*