17 JanAntara Teori dan Praktek

 


ANTARA TEORI DAN PRAKTEK

(Magang Kerja Mahasiswa)

Syekhfani

 

Di tahun 2013 ini, para mahasiswa semester 5 yang telah memenuhi syarat, ditugaskan untuk melaksanakan “magang kerja” di suatu perusahaan.

Tugas tersebut adalah merupakan rangkaian pemyelesaian studi akhir jenjang strata I di Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.

Dalam pelaksanaan, tugas magang dibimbing oleh seorang “Pembimbing Tugas Magang” dari pihak perusahaan.

Namun demikian, secara teoritik, mahasiswa dapat berkonsultasi dengan “Dosen Pembimbing Skripsi” yang telah ditunjuk melalui SK Dekan.

Tujuannya, agar mahasiswa secara teoritik dapat memperoleh bimbingan bila mendapat kesulitan dalam pelaksanaan praktek magang.

Berikut ini, salah satu diskusi antara mahasiswa magang dengan “dosen pembimbing skripsi”.

+ Pak, saya dan teman saya ditugasi membuat percobaan aplikasi belerang dan kapur di polybag, untuk mengetahui pengaruh pH terhadap keracunan Al.  Di tempat kami magang ini ada program percobaan tentang penambahan kapur dan belerang untuk mengatasi masalah kemasaman tanah. Apa yang harus kami lakukan? Bagaimana cara mengukur pH belerang, pak?

- Belerang elementer (So) tidak larut dalam air (hanya larut dalam asam). Pemberian So ke tanah hanya akan tersedia (dalam bentuk ion SO42-) bila ada bahan organik (asam lemah, sumber energi jazad) karena proses oksidasinya  melibatkan aktivitas jazad mikro (proses biologis). Jadi, pastikan perlakuan +S diikuti  +BO (bahan organik).

- Mengukur pH belerang: larutkan belerang dengan tetesan asam kuat (HCl pekat), encerkan dan jadikan konsentrasi larutan menjadi 1 normal, ukur pH-nya dengan pH-meter.

- Reaksinya:

So + HCl pekat → H2SO4  1 N → pH = 1

- Praktek: 1 gram So ditetesi  HCl pekat hingga semua larut, jadikan 1 liter dengan akuades, lalu  ukur pH-nya. Cara ini adalah untuk mengetahui kemurnian belerang.

+ Jadi dalam percobaan penambahan belerang dan kapur dalam skala polybag untuk mengetahui toksisitas Al pada tanaman, saat aplikasi belerang perlu ditambah bahan organik agar bereaksi dengan tanah?  Penambahan BO nya berapa pak, apabila polybag berisi 10 kg ditambah belerang 6 gram?

- Hitung dalam HLO (hektar lapis olah), setara dosis 10 – 15 ton BO/ha.

+ BO nya apakah dari sisa tanaman dan kotoran hewan, atau pupuk organik?

- Sebaiknya gunakan BO yang diaplikasikan oleh pihak kebun.

+Apabila saya melakukan penambahkan larutan H2SO4 ke dalam tanah di polybag dengan berat 10 kg, berapa ml H2SO4 yang ditambahkan, pak? Penambahan larutan H2SO4 tersebut bertujuan untuk menurunkan pH secara cepat.

- Larutan asam sulfat 1N (normal) → 1 gram (ditimbang) larutan asam sulfat pekat, dilarutkan dalam air satu (1 liter) → pH ~ 1.00. Larutan di atas ditambahkan ke tanah mengikuti rumus:

V1.N1 = V2.N2 ~ G1.pH(?) = G2.pH(1.00)

 Berat G2 (larutan asam sulfat 1N) diketahui → ini merupakan jumlah yang dicampurkan ke tanah.

Jumlah tersebut diencerkan sebanyak air untuk kapasitas lapang tanah 10 kg ~ inkubasikan ~ ukur perubahan pH nya.

+ Iya pak, terimakasih. Kalau semisal ditambahkan AlSO4, apakah caranya sama?

- Sama, berarti Al juga dapat dihitung.

+ G1 itu apa pak?

- V = by volume, ukur;  G = by weight, timbang.

+ Jika dalam pengamatan nilai pH ingin dibuat grafik, apakah boleh nilai pH dirata-rata, pak? karena ada banyak ulangan.

- Plotkan dulu semua titik pengamatan pada grafik salib sumbu, lalu dilihat trennya mengarah ke mana:  +, 0, atau – (naik, mendatar, menurun). Membuat grafiknya bisa ikuti angka rata-rata, tetapi semua titik tetap harus dicantumkan.

+  Pak saya mau tanya, untuk konversi dari ppm menjadi satu me/100 gr itu bagaimana caranya? Saya telah analisa KTKefektif dan Aldd serta Hdd; dan ingin mencari Alsaturation.

-  ppm = satu/sejuta (ug/kg) → Contoh: 1 me/100 g K ~ 1 x 39/1 (BA/V) mg/100 g tanah

= 39 mg/100 g tanah

= 390 mg/kg

= 390 ppm

+ Pak, besarnya pengeceran pada saat perhitungan itu juga diperhatikan?  Bagaimana untuk menghitungnya?

- Tidak, ini adalah konversi dari me/100 g ke ppm.

+ Kalau merubah dari ppm ke me/100 gram bagaimana caranya, pak? Serta faktor pengenceran apakah berpengaruh? Bagaimana menghitungnya?

- Contoh awal tadi itu dari ppm ke me/100 g, sebaliknya tinggal BA/V diubah menjadi V/BA. Tidak ada faktor pengenceran.

- Kalau menghitung %-kejenuhan Al:  (me Aldd : KTKefektif)  x 100 %

+ Terimakasih banyak, pak:)

- Sudah jelas cara perhitungannya? Bagaimana mengetahui nilai KTKefektif?

+ Caranya dengan menjumlahkan ion Ca + Mg + Na + K + Al dan H. Apakah Aldd dan Hdd sama dengan Al3+ dan H+ pak?

- Iya sama. Sebenarnya, KTKefektif itu memperolehnya dengan menggunakan ekstraktan  BaCl2, KTK biasa dengan NH4OAc, tapi kalau ini tidak dilakukan, cara KTK biasa + Al3+dd + H+dd bisa dibenarkan.

+ Apakah KTKefektif selalu berbanding terbalik dengan Alsaturation, pak? Karena analisa menunjukkan dengan nilai yang sangat rendah, KTKefektif paling tinggi dengan Alsaturation juga relatif tinggi?

- Berapa nilainya?

+ KTKefektif sekitar 8,5 me/100 gr dengan Alsaturation sekitar 44%.

- Terlalu tinggi, biasanya Alsaturation Ultisol di bawah 30%. Coba lihat lagi data Aldd, kalau memang akurat, berarti KTKefektif harus dianalisis menggunakan ekstraktan BaCl2-TEA.

+ Iya pak, kita menghitung KTKefektif dengan menjumlahkan semua unsur Ca, Mg, Na, K, Al dan H, seperti bapak jelaskan kemarin;  atau mungkin ada yang salah dalam perhitungan kami?

- Prosedur itu memang berlaku umum. Tetapi, untuk jenis tanah tertentu (lokasi tertentu) belum tentu berlaku, karena sifat dan cirinya bisa spesifik.

+ Iya pak, nanti akan saya olah lagi datanya.

+ Data yang tadi itu berasal dari perlakuan sulfur dengan dosis 21 ton/ha. Oleh karena itu Alsaturationnya tinggi. Apakah itu yang menjadi penyebab?

- Iya, dosis itu terlalu tinggi. Kalau Alddnya sekitar 3 me/100 g, berapa Alsaturationnya? Bila

10 – 15 %, berarti analisisnya normal.

+ Ini analisis datanya:  Aldd sekitar 3,7 me/100 gr, Alsaturationnya 44%;  berarti salah menghitungnya pak?

- Tidak tepat, berarti harus dicoba analisis menurut prosedur BaCl2-TEA.

+ Analisisnya menggunakan 1N KCl, pak.

- KCl tidak bersifat buffer, BaCl2+TEA (TEA – Tri Etanol Amine, adalah senyawa buffer).

+ Saya masih belum paham pak. Dari analisa Mg diperoleh 233,75  ppm. Untuk merubah ke me/100 gr bagaimana caranya? Apa dengan konversi BV/A atau A/BV?

- ppm = per sejuta ~ mg per kg

ppm → me → V/BA

Mg ~ BA=24 ~ V=2

Mg ~ 233.75 ppm

= 233.75 mg/kg

= 233.75  x 2/24 me/1000 g

= 19.74 me/1000 g

= 1.974 me/100 g

 

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*