Archive for February, 2014

26 FebFilosofi Lingkungan Hidup: kehidupan dalam Tanah

 

FILOSOFI LINGKUNGAN HIDUP

(Kehidupan dalam Tanah)

 

Syekhfani

 

Tuhan menciptakan bumi dan alam semesta ini,  semata-mata untuk kehidupan makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia).

Faktor kehidupan meliputi:  cahayaudaraair, dan nutrisi.

Faktor kehidupan tersedia dalam jumlah berlimpah, tetapi memerlukan upaya agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di pihak lain, Tuhan memberikan keistimewaan kepada “manusia” dengan memberi otak dan akal, agar mampu berupaya dalam memenuhi penyediaan faktor kehidupan tersebut.

Atas modal otak dan akal, maka manusia diberi tugas dan tanggung jawab menjaga agar faktor kehidupan hewan dan tumbuhan terjamin penyediaannya;  yang sebenarnya hal ini berarti menjamin kebutuhan kehidupan manusia itu sendiri.

Bagaimana manusia melaksanakan tugas menjaga lingkungan hidup tanaman khususnya lingkungan hidup “tanah“? Karena tanah adalah sumber kehidupan makhluk hidup tanah termasuk tanaman? Apa sumber itu?

Kebutuhan hidup yang tersedia dalam tanah adalah:  udaraair, dan hara (nutrisi).

Hara tanah dalam bentuk terikatlarut air dan gas di ruang pori.

Jadi, kata kunci manajemen kehidupan tanah adalah: “basah – kering“, atau “aerasi – irigasi – drainase;  mengatur keberadaan udara dan air dalam ruang pori tanah.

Ruang pori makro, tata udara.

Ruang pori mikro, tata air.

Air dan udara, tata hara.

 

Materi MAES:

MK-2:  TATA UDARA, AIR, HARA (BASAH – KERING) (sfn)

MK-3:  PENGELOLAAN TANAH BERLANJUT (sfn)

 

23 FebLetusan Gunung Kelud (Upaya Pengelolaan Cepat)

  

LETUSAN GUNUNG Kelud

(Upaya Pengelolaan CEPAT)

Syekhfani

Kembali gunung Kelud meletus, letusan terakhir PADA Tahun 1990. Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/05/soil-dampak-letusan-gunung-berapi/

KARENA ITU, diperlukan upaya mengurangi dampak kerusakan Lahan dan degradasi Tanah sedapat mungkin dalam waktu singkat agar tidak berdampak negatif Jangka Panjang.

Di Bawah ini, adalah alternatif pengelolaan Tanah yang disarankan:

1. Mencampurkan ( menggabungkan ) materi abu vulkanik Artikel Baru humus lapis Olah (20 – 30 cm).

2. Menggunakan amelioran Bahan organik ( pupuk Kandang , kompos , pupuk Hijau ) sebagai pengikat partikel lepas (Pasir, Debu, liat).

3. Pengelolaan Sumber air (Hujan, Irigasi).

4. Penanaman Tanaman kacang-kacangan ( Legum ) penutup Tanah ( Tanaman penutup ) CEPAT Tumbuh ( Mucuna , Pueraria , Glyricidia ).

5. Konservasi Tanah untuk Tanah berpasir ( Tanah berpasir ).

6. INI juga Akan membuka Tanaman Pangan: ubi-ubian ( singkong , kentang , ubi jalar ), kacang-kacangan ( kacang Tanah , Kedelai , kacang Hijau ) Dan sereal ( padi , jagung , tebu ).

. 7 Tanaman alternatif: sayur-Sayuran ( Kubis , wortel , kangkung ) Dan buah-Buahan ( nanas , melon , semangka ).

 

22 FebMAES: Management Agro Eko System

 

Maes: Manajemen Agro Eko Sistem

(Materi Kuliah)

 

 Syekhfani

 

Maes,    Manajemen Terpadu Ilmu Tanah, Agronomi, Dan Proteksi Tanaman, diampu Dosen, Asisten, Tutor.

Ilmu Tanah , 3 kuliah Dan tutorial, dilanjutkan Ekskursi Lapangan Terpadu . Ekskursi Lapangan Terpadu, berupa Tugas Laporan Perubahan diseminarkan di kelas.

 

Penyajian Materi:

Diupload sebelum hari – H kuliah.

Diunduh di SITUS: “Bahasa Dari Tanah, Makan Tanah, Kembali Ke Tanah”

( http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/02/maes-management-agro-eko-system/ )

Diskusi tentang materi KHUSUS dilakukan di kelas;

Komentar UMUM terhadap Postingan secara Terbuka.

 

Materi MAES:

MK-1:    FUNGSI TANAH (sfn)

 

19 FebEtika Profesi: Materi Kuliah

 

Etika PROFESI

(Materi Kuliah)

 

Semester Genap 2013-2014

Syekhfani

 

PERTAMA kuliah ,  m enjelaskan arti Penting, tujuan Dan kegunaan kuliah materi “Etika Profesi”;

Garis Besar Rencana penyampaian materi per tatap Muka;

Dalam, Dalam, dalam peraturan, Tata tertib, Tugas, PENILAIAN Dan Disiplin;

Referensi Etika Profesi.

 

Penyajian Materi:

Diupload sebelum hari – H kuliah.

Diunduh di SITUS: “Bahasa Bahasa Bahasa Dari Tanah, Makan Tanah, Kembali Ke Tanah”

( http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/02/etika-profesi-materi-kuliah/ )

Diskusi tentang materi KHUSUS dilakukan di kelas;

Komentar UMUM terhadap Postingan pajaknya Terbuka.

 

Materi EP:

MK-1 : Materi Kuliah Ke-1

MK-2 : Materi Kuliah Ke-2

MK-3 : Materi Kuliah Ke-3

MK-4 : Materi Kuliah Ke-4

MK-5  : Materi Kuliah Ke-5

MK-6  : Materi Kuliah Ke-6

 

17 FebAgenda Semester Genap (2013-2014)

  

AGENDA SEMESTER GENAP

(2013-2014)

 

Syekhfani

  

Berikut disajikan Jadwal Kuliah PS Agroekoteknologi, Semester Genap 2013-2014.

Kepada Mahasiswa, agar mengikuti kegiatan Akademis berhubungan Artikel Baru mata ajaran terkait di masa mendatang di Masa mendatang ( k uliah , praktikum , tutorial ).

Mahasiswa agar berkonsultasi Artikel Baru   Dosen , asisten , atau guru y ang mengampu mata ajaran.

Bila ingin mengetahui lebih rinci agar menghubungi: koordinator , KPS Agroekoteknologi , atau  PD I .

JADWAL KULIAH

Semester Genap 2013-2014

 

Senin:

13,20-15,00

GB 3.3

TPP – AG6P

SFN-DDS *

 

Senin:

13,00-15,30

PP-4 (S2)

Tek. Uji CEPAT Tanah Tanaman

SFN *-SPJ

Selasa:

09.15-10.55

GB 1.1

Maes – AT6

GMN-SFN *-MDB

(K3, K6, K7)

 

Rabu:

13,20-15,00

FP 3.2

EP – AT6

SFN (I)-KWT (II)

 

Rabu:

09.15-10.55

HPT 3.3

Maes – AT6

BTR-SFN *-LSB

(K3, K6, K7)

 

Rabu:

15,05-16,45

TNH A1

DIT – AG2

SFN-NDL *

 

Kamis:

13,20-15,00

GB 2.2

EP – AT6

SFN (I)-HTN (II)

 

Jadwal LENGKAP,  hubungi SITUS:   http://fp.ub.ac.id/jadwal .

 

15 FebKurva Respons (Dosis Optimum)

 

Kurva RESPON

 (Dosis Optimum)

 

Syekhfani

 

Secara Statistik,  hubungan ANTARA  Faktor prabayar prabayar bebas  (X) terhadap  Faktor Tergantung  (Y), respon kasus untuk Tanaman terhadap perlakuan pemberian pupuk, dapat memberikan respon INFORMASI tentang pertumbuhan / Produksi Tanaman PADA skala Anda Andari Percobaan. lanjut Lebih, juga Bisa digunakan untuk menduga keratitis ” Jelajah jelajah maksimum “Dan keratitis” optimal “.

Berikut disajikan Contoh perhitungan (Nong Alwi, 1973) *) :

PT KALBE 1. data Percobaan Pemupukan P terhadap Jagung

Perlakuan

Kg P 2 O 5 / ha

Ulangan

Saham

Rata-rata

SAYA

II

III

IV

V

VI

0

275

240

235

250

245

255

1500

250

30

338

330

322

333

335

322

1980

330

60

329

221

318

315

327

310

1920

320

90

225

197

183

203

201

203

1212

202

Saham

1167

1088

1038

1101

1108

1090

6612

-

Hasil dihitung Dalam, Puluhan kg pipilan Kering per ha.

PT KALBE 2. Sidik Ragam Data Percobaan

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F

        Ulangan

5

1.634,00

326,80

Perlakuan

3

66.018,00

22.006,00

428,72 **

P linear

(1)

(7114,80)

(7114,80)

(138,61 **)

P kuadratik

(1)

(58.806,00)

5 (8806,00)

(1.145,65 **)

P kubik

(1)

(97.20)

(97.20)

(1.89)

Acak

15

770.00

51,33

Saham

23

68422

 CV = 0,3

HSD 0.05 = 12

Uji Beda Nyata jujur, BNJ ( kejujuran signifikan berbedaHSD ):

Perlakuan -90 kg 0 kg 60 kg 30 kg

Rata-rata 2020 2500 3200 3300

 

Bahasa Bahasa Dari Hasil pengolahan data yang dapat disimpulkan Yang inisial bahwa:

a. Pupuk P mempengaruhi Hasil jagung di mana pengaruhnya berbentuk kuadratik.

b. Pemupukan Artikel Baru 30 kg P 2 O 5  per ha memberikan Hasil Yang tertinggi Dan berbeda Nyata Artikel Baru pemupukan 90 kg P 2 O 5  per ha atau Tanpa pupuk P.

c. Pemupukan 30 kg P 2 O 5  per ha sama baiknya Artikel Baru pemupukan 60 kg P 2 O 5 . Sebagai konsekuensinya, untuk mendapatkan Hasil Jelajah jelajah maksimum anjuran pemupukan P di daerah adalah adalah Yang diwakili adalah 30 kg per ha. Berapa rata-rata Hasil Yang didapat kalau dipupuk 20 kg P 2 O 5  per ha atau 40 kg P 2 O 5  per ha, tidaklah diketahui.

Untuk Artikel menginterpolasikan Hasil rata-rata, Hasil didapatkan rata-rata 3030 kg pipilan Kering per ha apabila dipupuk 20 kg P 2 O 5  per ha Dan 3270 kg pipilan Kering per ha apabila dipupuk 40 kg P 2 O 5  per ha.

Apabila Data Yang diolah Artikel Baru menggunakan permukaan respon, menipis nihil Akan berubah sedikit.

Secara teoritis, Melalui kalkulasi persamaan 4 Taraf, Maka Yang menunjukkan persamaan regresi berbeda Nyata HANYA kuadratik:

Y = a + bX + cX 2

Melalui Teknik kalkulasi, Maka diperoleh bentuk:

Y = 249.100 + + 4.4367X 0.0050X 2

Dosis Jelajah jelajah maksimum (dY / dX = 0):

4,4367-2 (0,0050) X = 0

X maks.  = 40,3 kg P 2 O 5  per ha.

Untuk Artikel pemakaian keratitis 40 kg P 2 O 5  per ha Akan didapatkan Hasil rata-rata:

Y = 249.1000 + 4,4367 (40) – 0,0050 (40) 2  ~ 339 kg (x 10) ~  3390  kg pipilan Kering per ha.

Apabila PT KALBE daftar harga jagung Rp 2.000 per kg Dan PT KALBE daftar harga pupuk SP-36 (Kadar 36% P 2 O 5 ) Rp 4000 per kg, lama Produksi 5 Bulan Dan bunga modal untuk pupuk 2% per Bulan, Maka perbandingan pupuk Dan Hasil menjadi:

Rx = ( 100 / 36  x 4000) (1 + 2  5 / 100 ) / 2000 = 6.11

Dosis optimum adalah:

Xopt. (4,4367 –  (-6,11) / 2  (0,0550) = 5,27335 ~  52.73  kg P 2 O 5  per ha.

Bahasa Bahasa Dari Contoh Suami dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan Produksi Jelajah jelajah maksimum, harus dilakukan pemupukan 40 kg P 2 O 5  per ha. PADA tingkat perbandingan PT KALBE daftar harga pupuk Dan PT KALBE daftar harga Hasil 6.11, pemupukan P reguler regular tidak menguntungkan.

 

*) Nong Alwi, 1973. Permukaan Respon PADA Percobaan Pemupukan. Buletin BPPM IV (2) Juni 1973.

 

12 FebHubungan Sebab Akibat (Regresi – Korelasi)

 

HUBUNGAN SEBAB AKIBAT

(Regresi – Korelasi)

 

Perlakuan:  Tanah ~ Tanaman

 

Syekhfani

 

Secara statistik, pertumbuhan dan produksi tanaman, ditunjukkan dengan hubungan faktor pertumbuhan (Y) dan faktor pendukung pertumbuhaan (X):

Pertumbuhan/Produksi Tanaman, Y = £ X (tanah, tanaman, iklim, pengelolaan)

Kesuburan Tanah, X = £ (fisik, kimia, biologi)

Di mana:  Y → faktor tergantung (dependent), tidak bebas

X → faktor tidak tergantung (independent), bebas

Tanaman tumbuh baik dan berproduksi tinggi (Y, tinggi) bila kesuburan tanah (X, baik).  Jadi faktor pertumbuhan/produksi tanaman (Y) tergantung pada kesuburan tanah (X).

Dalam analisis statistik, hubungan antara faktor bebas dan tidak bebas dinyatakan sebagai “Regresi”;  sedangkan hubungan antara faktor tidak bebas vs tidak bebas dan faktor bebas vs bebas disebut sebagai “Korelasi”.

Kondisi ini dapat dipahami dari teori tentang korelasi dan regresi (Steel & Torrie, 1960) berikut:

 

KORELASI DAN REGRESI

Kita memiliki tiga metode untuk pengamatan terhadap hasil perlakuan pasangan acak, yaitu:

1 . Mengabaikan hubungan antara variabel dan menganalisis secara terpisah.

2 . Menggunakan analisis regresi.

3 . Memeriksa korelasi.

Yang dibahas berikut hanya metode kedua dan ketiga .

Korelasi mengukur hubungan-ikutan, properti bersama dari dua variabel. Di mana variabel secara bersama-sama dipengaruhi oleh faktor eksternal, korelasi mungkin merupakan pendekatan yang paling logis untuk analisis data. Pendekatan regresi terutama suatu variabel di mana dia dipengaruhi variabel lain.

Untuk korelasi, pasangan acak pengamatan diperoleh secara bivariat distribusi normal; untuk regresi, hanya varibel tergantung yang perlu terdistribusi normal.

Korelasi dikaitkan dengan teknik deskriptif, regresi keeratan hubungan sebab akibat.

Jadi, sementara koefisiens korelasi menunjukkan nilai peubah faktor bebas terhadap tidak bebas dari jumlah rata-rata, sehingga variasi sampling tidak memerlukan jumlah sebanyak itu.

Hubungan ini dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan:

r² = (xy)²/(xy)²(y)², definisi r kuadrat

= ((xy)²/x²))/y²,((penguranganSS(Y)disebabkanX))/totalSS(Y)

= ((xy)²/y²))/x²,((pengurangan SS(X)disebabkanY))/totalSS(X)

di samping,

r² = (xy/x²)(xy/y²)=byx.bxy ( a)

di mana byx dan bxy adalah koefisien regresi untuk regresi Y pada X dan X pada Y. Dengan demikian, koefisien regresi adalah akar kuadrat dari regresi atau rata-rata geometrik mereka. Hasil ini secara  aljabar selalu benar, selama sampel terdiri dari pasangan acak.

Jika variabel distandarisasi, maka persamaan regresi Y dan X menjadi

(Y – y)/sy = r(X – x)/sx atau y ‘ = rx ‘

seperti yang dinyatakan dalam ( a).

Demikian pula,

( Y – x ) / sx = r( X – y ) / sy atau x ‘ = ry ‘

Di mana r adalah koefisien regresi. Perhatikan bahwa tak satu pun dari persamaan ini dapat diperoleh dengan menyelesaikan yang lain, koefisien regresi bukan pernyataan simitrik tentang hubungan antara dua variabel.

 

Steel, R.G. and J.H. Torrie.  1960.  Principles and Procedures of Statistics:  With Special Reference to The Biological Sciences. p 187-188.

Lihat:  CORRELATION AND REGRESSION

 

09 FebBufer Si Pengendali (Si Penyangga)

 

BUFER SI PENGENDALI (SI PENYANGGA)

Menyimpan dan Melepas

Syekhfani

 

Bufer (penyangga) si pengendali, ibarat saku baju tempat menyimpan benda-benda.

Bila kita memperoleh benda, masukkan ke dalam saku baju agar tidak hilang.

Saat benda  kita perlukan, saku dirogoh, ambil benda tersebut.

Bila tidak diperlukan, simpan lagi,  dan seterusnya.

Jadi, secara fungsional, saku baju adalah bufer (penyangga) tempat simpan-pakai benda.

Makin besar ukuran saku, maka makin banyak benda yang bisa disimpan di dalamnya;  berarti makin banyak pula stok benda tersebut untuk digunakan sewaktu-waktu.

 

Versi lain,

Saat dalam ruangan sempit penuh orang, napas kita sesak kekurangan udara segar. Sebaliknya, terlalu banyak udara (angin) kita bisa sakit (masuk angin). Diperlukan alat yang mampu mengatur sistem pergantian udara agar kita dapat bernapas dengan lega. > bufer udara

Bila tersedia reservoar (tandon air), yang secara otomatis dapat mengatur inlet dan outlet, maka  kebutuhan tanaman terhadap air menjadi terjamin. > bufer air

Stok dalam lemari atau gudang tempat penyimpanan makanan,  mengatur ketersediaan makanan dalam jangka tertentu. > bufer hara

Atap yang bisa dibuka dan ditutup agar cahaya matahari bisa memenuhi kebutuhan tanaman terhadap durasi dan intensitas cahaya sesuai dengan jenis tanaman. > bufer cahaya

Saat musim dingin kita butuh selimut tebal;  kalau tubuh terasa dingin selimut dipakai, saat gerah, selimut menyerap panas badan, suhu turun dan kita merasa nyaman. > bufer suhu

 

Bufer Tanah,

Fungsi tanah sebagai medium tumbuh tanaman adalah mengatur tata udara, air dan hara.

Manajemen penggunaan air (water use management), menjamin kebutuhan air setiap fase pertumbuhan.

Air mengisi ruang pori kosong, yang sebelumnya berisi udara. Jadi, manajemen penggunaan air berarti pula manajemen pengaturan udara.

Unsur hara tersedia bagi tanaman dalam bentuk ion (kation dan anion), melalui ikatan bufer yang dikenal sebagai “Kapasitas Tukar Ion (KTK, KTA)“. Bufer unsur hara adalah senyawa yang mempunyai kisi-kisi bermuatan positif dan negatif. Bufer hara utama dalam medium tanah ada liat dan bahan organik (muatan listrik pada liat dan bahan organik). Lihat: Modul Kestan (1.2. Tanah Sebagai Medium Tumbuh – Materi 2).

Makin banyak jumlah benda tersebut makin besar potensi bufernya bagi tanah.

 

Mekanisme?

Reaksi bolak balik

 

Bagaimana Mengukur Kemampuan Bufer?

Contoh:  bufer pH,

Dikondisikan sesuai dengan medium yang dibufer.  Pada tanah netral (pH 6 – 7), larutan bufer pH ditera (adjusted) pH 7.0. Pada tanah masam ditera pH 4.0.

Atau, larutan pengekstrak ditambah senyawa bersifat bufer, misalnya untuk pengekstrak unsur-unsur K, Ca, dan Mg digunakan pelarut BaCl2 + TEA (Tri Ethanol Amine).

Dalam menentukan kebutuhan kapur (lime requirement) untuk menetralkan efek Aluminium, metode Bufer-SMP (Shoemaker, McClean dan Pratt) menunjukkan keampuhannya dibandingkan dengan metode non-bufer.

 

08 FebAmeliorasi Kesuburan Tanah Apel

 


Rombeauty-Biasa-200x150[1]

 

AMELIORASI KESUBURAN TANAH APEL

 

Tanaman Apel ~ Musiman ~ Rompes

 

Syekhfani

 

Dalam budidaya tanaman apel, hara terangkut dalam jumlah banyak melalui panen buah diikuti rompesan daun (stimulasi pembungaan).

Oleh sebab itu diperlukan pemberian unsur hara melalui pemupukan secara rutin.

Evaluasi status hara dalam tanah dilakukan melalui analisis sifat kimia tanah saat selesai panen.

Contoh tanah dianalisis di Laboratorium Kimia Tanah. Lihat: → Laboratory: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/files/2013/10/ANALISIS-SIFAT-KIMIA-TANAH.pdf

Interpretasi dan Rekomendasi:

Interpretasi

  • Data analisis contoh tanah:  Reaksi tanah (pH) kandungan C-organik, N-Total,  rasio C/N,  Kadar P, K, Na, Ca, dan Mg tersedia; Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Persentase Kejenuhan Basa (KB);  tekstur tanah.
  • Untuk budidaya tanaman apel memerlukan/belum/tidak tindakan ameliorasi tanah.

 

 Rekomendasi

Permberian bahan organik (Pupuk Kandang) dan pupuk anorganik (N, P, K, Ca, Mg, unsur mikro):

Awal musim hujan:

  • Bersamaan rompes daun (sebelum 3 minggu):  pupuk kandang (kg/pohon);  campuran Urea/ZA (g/pohon), dan Dolomit (g/pohon), lain-lain (g/pohon)
  • Melihat situasi buah,  yaitu bila buah lebat (2,5 – 3 bulan setelah rompes):   campuran Urea/ZA (g/pohon);  dan Dolomit (g/pohon).

Akhir musim hujan/awal musim kemarau:

  • Bersamaan rompes tidak diberi pupuk (tidak ada air).
  • Saat 2 – 3 bulan setelah rompes daun (ada air):  Urea (g/pohon);  dan Dolomit  (g/pohon).

-

 

06 FebNetralisasi Ion Aluminium (Alternatif Non Kapur)

 

NETRALISASI ION ALUMINIUM

(Alternatif Non Kapur)

 

Ameliorasi Tanah Masam ~ Alternatif ~ Bahan Non Kapur

 

Syekhfani

 

Bahan Non kapur (non lime material) untuk peningkatan pH adalah tindakan alternatif ameliorasi tanah mineral masam.  Apabila bahan kapur sulit diperoleh, maka bahan lain untuk meningkatkan pH dan/atau menetralisasi ion Al3+ dapat dijadikan alternatif solusi.

Alternatif tersebut meliputi:

 

a. Efek Penggenangan (flooding effect):

-meningkatkan pH menjadi netral

- menggenangi (flooding)

- percetakan sawah baru

 Percetakan Sawah Baru

Percetakan sawah baru

b. Kompetitor ion Al3+:

- menambah sumber anion multivalen

- menambah kation multivalen (common ion effect)

- anion Fosfat, Silikat (anorganik)

Basic Slag (terak baja)

 

c. Memblok ion Al3+:

- bahan pengkhelat (chelating agent)

- bahan organik siklik/aromatik yang tergolong sukar terombak

- asam Humat, asam fulvat, lignin,pektin.

Leonardite

Zeolite

Biochar

 

05 FebNight Soil (Tanah Malam)

1

 

NIGHT SOIL

(TANAH MALAM)

 

 

Kotoran Manusia – Sumber Alternatif – Pupuk Organik – Sanitasi

 

Syekhfani

 

Tanah malam (night soil) http://en.wikipedia.org/wiki/Night_soilmerupakan istilah untuk “kotoran” manusia yang dijadikan medium pertumbuhan tanaman. Disebut “tanah malam” karena bahan penyubur tanah ini diambil/dikoleksi saat malam hari, agar tidak diketahui masyarakat yang merasa risih dan menolak bila bahan ini digunakan sebagai bahan medium pertumbuhan tanaman.

Keterbatasan sumber pupuk organik, menjadikan tanah malam digunakan sebagai sumber alternatif.

Night soil, sudah dikenal dan tidak asing lagi;  banyak diaplikasikan untuk menyuburkan tanaman pertanian, terutama tanaman sayuranbuahan dan bungaan (hortikultura). Namun, umumnya orang ragu untuk berterus terang mempublikasikan teknologi pupuk organik menggunakan tanah malam.

Masyarakat tampaknya masih alergi dengan jenis medium tanaman tanah malam. Alasannya:

1. Jijik,

2. Sumber penyebaran penyakit,

3. Sumber racun,

4. Tidak etis,

5. Menghilangkan selera mengkonsumsi produk tanaman yang ditumbuhkan dalam media tanah malam,

6. Meragukan sistem sanitasi benar-benar mampu menghilangkan sumber penyakit dan racun,

7. Larangan (adatkepercayaanagama),

8. Dan lain-lain.

Namun, faktanya banyak produk sayuran dan buahan tanpa diketahui konsumen beredar di pasaran.

 

Lalu, bagaimana sebaiknya?

 

04 FebArti sebuah “NAMA” (“SOL”)

 

Capture

 

Arti sebuah “NAMA”

(“SOL”)

Syekhfani

 

Apa arti sebuah “NAMA”?

Di bidang Genesis dan Klasifikasi Tanah, saat orang mendengar sebutan  “SOL”,  orang akan menghubungkan dengan kata “SOIL”, yang berarti “TANAH”.

Namun, “tanah” itu banyak macamnya, banyak jenisnya, lalu bagaimana membedakan?

Secara nomenklatur (tata nama), sebelum “SOL” ada tambahan awalan kata yang mempunyai arti tentang sifat dan ciri umum “tanah” tersebut, contoh:

  • EntiSOL (entic = baru, recent; holosin berarti tanah mineral yang masih muda).
  • AndiSOL (ando = hitam); tanah berwarna gelap khususnya pada lapisan atas;  dibentuk dari endapan vulkanik, umumnya ditemukan di dataran tinggi sekitar gunung berapi.
  • InceptiSOL (inceptum:  mulai berkembang); adalah tanah-tanah mineral yang secara berangsur memperlihatkan horizon pedogenik; termasuk tanah-tanah yang masih muda.
  • OxiSOL (oxide, oksida), adalah tanah-tanah yang telah mengalami pencucian intensif dan miskin hara, kandungan Al dan Fe tinggi.
  • Dan lain-lain.

Contoh tata nama (nomenklatur) di atas tergolong kategori tingkat “ordo” (order).

Seorang yang ahli atau menguasai ilmu tanah dasar, akan mampu menginterpretasikan dan mengembangkan pengertian nama ke tingkat aplikasi.

Dengan kata lain. Ilmu Dasar (basic science) adalah kunci dari Ilmu Terapan (applied science).

Apabila, klasifikasi dilanjutkan ke tingkat lebih detail (kategori rendah), maka penjelasan tentang sifat dan ciri tanah makin lengkap dan mendekati keadaan sebenarnya;  karena tingkat kategori rendah memberikan kondisi detail yang lebih spesifik.

Secara pedogenesis, nomenklatur jenis tanah erat kaitannya dengan proses “pembentukan tanah” (soil forming proccess):

Tanah = Ғ (bahan induk, topografi, vegetasi, waktu)

Filosofinya, bila penamaan jenis tanah yang mencerminkan proses pembentukan, maka inti sifat perilakunya akan mendekati kebenaran.

 

→ Lihat:   Tanah Tanah Apel di Batu