02 MarBiosaline Agriculture (Pertanian Biosalin)

Salinitas Tolorance

BIOSALINE AGRICULTURE

(Pertanian Biosalin)

Chedly Abdelly, Münir Öztürk, Muhammad Ashraf and Claude Grignon (Eds)

Biosaline Agriculture (Pertanian Biosalin). Krisis air adalah salah satu tantangan yang paling penting yang dihadapi dunia saat ini.

Zona kering yang mengalami kekurangan air tawar yang serius, meliputi seluruh Wilayah Arab.

Pada saat yang sama, semua negara Arab memiliki akses ke air laut yang melimpah,

serta garam air limbah, dan air tanah. Tanah hypersaline tersebar luas.

Berdasarkan ilmu pengetahuan, dan dengan teknologi, masalah tanah salin dapat dikonversi menjadi lahan agroekosistem buatan manusia yang berproduktivitas tinggi.

Salah satu keberhasilan yang dilaporkan adalah penggantian bermuda grass (Cynodon dactylon) yang tergantung air tawar dengan tanaman penutup tanah Sesuvium portulacastrum yang toleran terhadap salinitas tinggi.

Sebagian besar halophytes ini masih diairi dengan air tawar, salinitas rendah, dan sisanya berupa Sesuvium dan halophytes yang toleran terhadap salinitas tinggi.

Beradasr fakta ini, maka Kantor UNESCO di Doha, dalam perjanjian dengan Divisi Ekologis dan Ilmu Bumi, memutuskan untuk mendukung “Konferensi Internasional tentang Biosaline Pertanian dan Salinitas Tanaman toleran”, Tunisia, pada bulan November 2006, dan publikasi penting ini disajikan dalam buku berikut.

Menangkap

 

Biosaline Pertanian Dan Tinggi Salinitas Toleransi

Diedit Diposkan oleh Chedly Abdelly, Munir Öztürk, Muhammad Ashraf Dan Claude Grignon (2008). Birkhäuser Basel • • Boston Berlin

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*