Archive for March 4th, 2014

04 MarEffective Microorganisms (EM)

images

EFFECTIVE MICROORGANISMS

(EM)

Syekhfani

Effective Microorganisms (EM), adalah kultur (media) campuran beberapa mikroorganisme yang digunakan sebagai inokulan untuk  meningkatkan keragaman mikroorganisme berguna dalam tanah. Fungsinya, meningkatkan kesehatan tanah dan mendukung pertumbuhan serta produksi tanaman.

Teknologi yang diberi nama EM (effective micoorganisms) ini dikembangkan oleh Profesor Teruo Higa dari Uiversitas Ryukyu, Okinawa, Jepang.

Di Indonesia, teknologi EM dikembangkan secara praktikal antara lain oleh Dr. Wididana dan pakar lain, yang banyak diadopsi oleh para teknisi bidang pertanian secara luas.

Selain itu, teknologi EM diacu pula oleh kalangan akademisi dan praktisi dalam pengembangan teknologi “agen hayati” (biofertilizer) secara teori maupun praktek.

Karena itu, teknik dan teknologi EM sedikit banyak perlu diketahui oleh berbagai pihak.

 

Mikroorganisme Utama apa dalam EM?

Kandungan utama mikroorganisme berguna dalam EM, antara lain adalah: bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat, ragi, aktinomiset, dan cendawan ragi.

1. Bakteri Fotosintetik (Fototrofik), bakteri yang mampu mensintesis senyawa-senyawa dari sekresi akar, bahan organik, dan gas-gas berbahaya (misalnya hidrogen sulfida, H2S), dengan bantuan sinar matahari dan panas bumi sebagai energi. Produk yang dihasilkan meliputi asam amino, asam nukleat, senyawa-senyawa bioaktif dan gula, yang mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Hasil metabolisme tersebut diserap langsung oleh tanaman yang juga berfungsi sebagai substrat bakteri yang terus bertambah. Sehingga, akan meningkatkan pula pertumbuhan mikroorganisme lain.

2. Bakteri Asam Laktat, menghasilkan asam laktat dari gula, sedang bakteri fotosintetik dan ragi menhasilkan karbohidrat lainnya.  Berbagai jenis makanan dan minuman , seperti yoghurt dan asinan, sejak dulu dibuat orang dengan bantuan bakteri asam laktat.  Asam laktat sendiri dapat menyebabkan kemandulan (sterilizer), sehingga menekan pertumbuhan mikroorganisme merugikan.  Di pihak lain, bakteri asam laktat dapat menghancurkan senyawa organik seperti lignin dan selulose, serta mempermentasikannya tanpa menimbulkan pengaruh merugikan akibat senyawa organik tidak terurai.  Bakteri asam laktat mempunyai kemampuan menekan pertumbuhan Fusarium, mikroorganisme merugikan (patogen).

3. Ragi, membentuk senyawa-senyawa anti bakteri dan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam-asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik, bahan organik dan akar-akar tanaman.  Senyawa-senyawa bioaktif seperti hormon dan enzim yang dihasilkan ragi meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar.  Sekresi ragi adalah substrat yang baik untuk mikroorganisme afektif seperti bakteri asam laktat dan aktinomiset.

4.  Aktinomiset, strukturnya merupakan bentuk antara bakteri dan cendawan, menghasilkan senyawa-senyawa anti mikroba dari asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bahan organik dan akar-akar tanaman.  Senyawa-senyawa anti mikroba ini menekan pertumbuhan cendawan dan bakteri.  Aktinomiset dapat hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik,  Dengan demikian, kedua spesies ini sama-sama meningkatkan mutu lingkungan tanah, dengan meningkatkan aktivitas anti mikroba.

5.  Cendawan Fermentasi (peragian), seperti Aspergillus dan Penicillium menguraikan bahan  organik secara cepat untuk menghasilkan alkohol, ester dan senyawa-senyawa anti mikroba.  Senyawa-senyawa tersebut akan menghasilkan bau dan mencegah serangan serangga serta ulat-ulat yang merugikan.

Lihat Sumber:

Takashi Kyan, Masaki Shintani, Shoji Kanda, Masanobu Sakurai, Hiroyasu Ohashi, Aki Fujisawa and Somlak Pongdit. 1996 (revised edit.  1999). Kyusei Nature, Farming and The Technology of Effective Microorganisms, Guidelines for Practical Use, Ravi Sangakkara (ed.). Asia Pacific Natural Agriculture Network, Bangkok, Thailand. Publ. By Inter. Nature Farming Res. Center, Atami Japan and Asia Pacific Natural Agriclture Network, Bangkok, Thailand. Revised Edition.

(Pedoman Penggunaan EM Bagi Negara-negara Asia-Pasific Nature Agriculture Network – APNAN.  Departemen Pertanian, Badan Pendidikan dan Pelatihan, Februari 1996 → BUKU PINTAR  P4K – Seri 35)

Lihat pula:

http://agritech.tnau.ac.in/org_farm/orgfarm_effective%20microorganism.html