03 MayMedium Pertumbuhan Tanaman

Hidroponik

BUFER VS NON-BUFER

(pH)

Syekhfani

Medium pertumbuhan tanaman, secara alami atau artifisial menentukan kecocokan tumbuh tanaman (crop suitability). Nilai pH, seringkali dijadikan indikator kemampuan medium (medium capability) dalam mendukung pertumbuhan tanaman.

Sistem alami (natural system) berbeda dengan sistem artifisial (hidroponik), berkaitan dengan sifat (buffer) dan (non-buffer), sehingga kisaran pH optimum berbeda.

Hal ini memberikan jawaban mengapa medium tanah relatif tidak memerlukan kontrol seketat kontrol pada sistem medium hidroponik.

Dalam bidang pertanian (sistem lahan) nilai pH optimum untuk pertumbuhan tanaman berkisar antara 4 hingga 7, apabila unsur hara tidak menjadi pembatas.

Di pihak lain, nilai pH optimum untuk medium hidroponik antara 5.5 sampai 5.8 sebab secara umum ketersediaan unsur hara mendekati pH masam.

Ketersediaan unsur Mn, Cu, Zn dan khususnya Fe menurun pada nilai pH lebih tinggi, juga ketersediaan unsur P, K, Ca, Mg menurun pada pH lebih rendah. Penurunan ketersediaan berarti mengurangi serapan unsur hara, meski belum tentu menunjukkan gejala defisiensi.

Kemampuan bufer pada sistem hidroponik yang rendah tersebut menjelaskan mengapa sulit untuk mempertahankan nilai pH antara 4 hingga 7 tanpa adanya kontrol pH secara otomatis.

Lihat:Hydroponic

Bugbee, Bruce. 1995. Nutrient Management in recirculating hydroponic culture. Proceedings of the Hydroponics Society of America. El Cerrito, CA. p. 15-30.

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*