09 JulAsam Humat

ASAM HUMAT (HUMIC ACID)

Senyawa Organik Potensial

Syekhfani

Asam humat (humic acid), adalah senyawa organik siklik berbobot molekul tinggi yang mempunyai kemampuan sebagai penyangga (buffer); memegang dan melepas unsur hara (nutrients holding, nutrients release), terutama sebagai pelepas fiksasi-P (P-fixation).

Gugus karboksilat, sebagai gugus utama asam humat mengandung senyawa “fenolik” (-OH) dan “karboksil” (-COOH)”, bersifat “ampoter” yang pada kondisi masam bermuatan postif (+) dan kondisi basik bermuatan negatif (-); menjadi sifat dasar “bufer” unsur/senyawa kation/anion. → Lihat Stevenson (1982):

Humus Stevenson

Kadar asam humat dalam sisa bahan organik (kompos, pupuk kandang, jerami, dan lain-lain), tergolong rendah (< 1 %).

Namun, telah diketahui ada asam humat alami berupa deposit batubara, dinamakan “Leonarditehttp://en.wikipedia.org/wiki/Leonardite“, mengandung kadar asam humat relatif sangat tinggi (~ 15 %). Potensinya → Lihat: ASAM-HUMAT-DALAM-PRAKTEK1

Posisi Deposit Leonardite

images

Saat ini, Leonardite direkayasa sebagai sumber asam humat artifisial untuk bahan baku “pupuk organik (0rganic fertilizers)” atau pun “pengondisi tanah (soil conditioner)”; namun harganya masih relatif cukup tinggi.

Agar asam humat artifisial tersebut “menguntungkan” dalam usaha budidaya pertanian, maka perlu dipertimbangan penggunaannya untuk jenis komoditi tanaman tertentu. Misalnya, tanaman hortikultura skala kecil (small farming) – buahan, sayuran, tanaman hias, atau rempah (spice crops).

Sedang untuk komoditi tanaman skala besar (estate): pangan, perkebunan, hortikultura, selain tidak/belum efisien, tampaknya masih mengalami masalah akan sumbernya seperti disebut di atas.

Asam humat (humic acid), dikatakan dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik (http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1525/).

Humic acid is the real “Golden Black”!

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*