15 AugPersepsi Beda

TRADISI PEKEBUN YANG UNIK

Syekhfani

Saat berada di kawasan kebun kopi rakyat di suatu desa, di kecamatan Sumberjaya, Lampung Utara, timbul pertanyaan: “Mengapa kebun kopi di situ sangat bersih? Tampak seperti mengalami degradasi berat tanpa konservasi lahan?”.

Setelah ditanyakan pada para pekebun, jawabannya ternyata bahwa secara tradisional kebun kopi memang harus dibuat bersih. Alasannya?

Alasan:

1/ “Kalau kebun penuh rumput, maka tetangga kiri kanan menuding kita dengan sebutan “pemalas!”, kata seorang pekebun.

2/ “Tanaman kopi itu sama seperti manusia, dia senang bila berada di tempat bersih”, kata pekebun lain.

3/ “Kalau rumah kita kotor, maka banyak tikus dan kecoa; demikian pula bila kebun kopi banyak rumput, akan banyak hama dan penyakit”, kata pekebun lain.

4/ “Gairah kerja meningkat, kalau melihat kebun kopi kita bersih”, celutuk temannya yang lain.

5/ “Anak-anak senang dan bergairah main di kebun kopi, bersantai dan rekreasi sekeluarga”, pengalaman suatu keluarga pekebun.

Wah, wah.. Semua persepsi itu benar, meski prinsipnya salah total. Sebenarnya, teknik penyiangan kebun kopi yang baik dan benar yaitu membersihkan gulma hanya di seputar proyeksi tajuk pohon; yaitu saat perlakuan ameliorasi tanah sebagai medium tumbuh (bahan organik ataupun anorganik). Dengan cara ini lahan tidak mengalami kerusakan karena erosi dan aliran permukaan.

Siang Bersih

Gambar 1. Penyiangan Bersih (seluruh permukaan tanah)

Siang Proyeksi Tajuk

Gambar 2. Penyiangan Setempat (seputar proyeksi tajuk)

Lihat: http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/ppua0157.pdf

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*