03 SepDirty Soil?

Bu Tani

PROFIL KEHIDUPAN PETANI

Dinamika Kehidupan Sehari-hari

Syekhfani

Pagi-pagi, fajar menyingsing, menjelang sinar mentari pagi merekah memanasi bumi, memancarkan energi hidup dan kehidupan; berangkatlah pak Tani menuju ke sawah.

Sesampai di sawah, terbentang lahan siap tanam padi, sumber hidup dan kehidupan keluarga.

Baju dilepas, tubuh tanpa baju terkena sinar matahari pagi yang lembut; sebagai ekspresi kasih sayang penuh energi kinetik dan metabolik; menempa pak Tani menjadi sosok bertubuh kuat bersemangat.

Pematang sawah dibersihkan dari rerumputan, diperkuat dan dipoles menjadi licin mengkilat, dipenuhi air; jadilah petak sawah bagai cermin berbingkai: suatu panorama indah nan menarik!

Melicinkan galengan

Sawah Bertingkat

Keringat pak Tani mengucur sejalan sinar matahari semakin terik; tengah hari, pak Tani istirahat melepas lelah.

Selang beberapa saat, dari jauh tampak bu Tani menuju sawah tempat pak Tani istirahat.

Dengan senyum bu Tani menghidangkan lauk pauk dan minuman di atas pematang dan mengajak pak Tani menikmati makan siangnya.

Pak Tani makan dengan nikmat sambil bercanda ria dengan sang isteri. Nuansa ini berjalan terus sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Kebahagian terpancar di wajah mereka, tanpa beban pikiran; menyadari hidup berguna bagi keluarga, masyarakat dan umat manusia.

Itulah PAK TANI..

Sehari-hari berteman akrab dengan tanah, TANAH KOTOR (dirty soil).

Di tempat lain..

Simak cuplikan bait puisi berikut (Norman Adi Satria):

Lihat: http://normansatria.wordpress.com/2013/07/31/pak-tani/

Pak Tani
….

“Saat senja,

pengemis itu datang.
Aku mengamatinya,

aku mengenalnya,
dan aku berteriak memanggil Ibu.

“Ibu, pengemis itu adalah Pak Tani yang dulu.”

Kami menangis bersama.

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*