12 SepBiodynamic Agriculture

biodynamic_veggies_people_cows

PERTANIAN BIODINAMIS

Syekhfani

Peran biologi tanah: cacing tanah, insekta, arthropoda, amuba, aktinomiset, ganggang, fungi, bakteri.

Tanah alami tidak pernah diolah, peran cacing tanah, ..?

Siklus hara tanah – tanaman – udara tertutup (closed nutrient recycling):

Bagian tanaman gugur, masukan hara dari luar (hujan, debu, fiksasi N2 atmosferik), akar tanaman berfungsi sebagai pompa, erosi dan volatilisasi minimum, pada sistem hutan alami terjadi suksesi menyebabkan pertumbuhan hutan mewah, meski tumbuh pada tanah yang kurang/tidak subur.

PERTANIAN BIODINAMIS:

Tujuan dasar pertanian biodinamis yaitu meningkatkan produksi pangan secara biodinamis mencapai nutrisi pangan yang super dan rasa lebih enak dihasilkan cara pertanian konvensional.

Pertanian Biodinamis secara umum berpeluang sebagai sistem pertanian alternatif, sebab sistem pertanian ekologis lainnya mengklaim produksi mereka sama.

Saat ini, pertanian biodinamis telah dipraktekkan di lahan-lahan seluruh dunia, pada berbagai skala, jenis tanaman, iklim, serta kultur; kebanyakan diterapkan di Eropa, USA, Australia, dan New Zealand.

Oleh karena pertanian Biodinamis sejalan dengan Pertanian Organik untuk banyak hal -khususnya praktik kulturis dan biologis- maka ia diset sebagai bagian dari sistem Pertanian Organik lain melalui hubungannya dengan ilmu spritual dari anthroposofi seperti dikemukakan Steiner, dan berkaitan dengan praktik budidaya untuk mencapai tingkat keseimbangan.

Secara sepintas, Biodinamis dapat dimengerti sebagai kombinasi praktek pertanian ‘dinamika-biologis’; di mana ‘biologis’ meliputi deretan pengetahuan teknik pertanian organik dalam memperbaiki kesehatan tanah (lebih tinggi antara fisik atau non-fisik; kekuatan hubungan angkasa dan daratan; dan memperkaya lahan, produksi, serta berkaitan dengan energi kehidupan).

Sedang praktek ‘dinamis’ sehubungan dengan biologis sama baiknya dengan aspek metafisik dari budidaya (contoh: meningkatkan kekuatan vital kehidupan), atau adaptasi pertanian terhadap irama alami (misalnya: saat penanaman benih selama fase lunar/‘mongso’ tertentu, misalnya mongso ketigo, rendengan, marengan: tata musim (Jawa) – catatan penulis).

Konsep praktik dinamis tersebut berkaitan dengan kekuatan non-fisik di alam seperti -vitalitas, kekuatan hidup, ki, tenaga dalam, dan konsep terkait- adalah suatu komonalitas yang juga di bawah banyak sistem alternatif dan obat-obatan komplementer.

Tabel berikut menunjukkan ringkasan praktek budidaya biologis dan dinamis.

Table

Dr Andrew Lorand menuangkan pendapatnya tentang konsep model biodinamis dalam disertasi PhD-nya ‘Pertanian Biodinamik – Suatu Analisis Paradigma’ diterbitkan oleh Pensilvania State University tahun 1996:

Lorand menggunakan model paradigma yang dikembangkan Egon Guba dalam ‘The Alternative Paradigma Dialog’ untuk menjelaskan kepercayaan esensial tentang praktek biodinamis. Kepercayaan tersebut dibagi dalam tiga kategori:

(1) Kepercayaan alami tentang pertanian (ontologis),

(2) Kepercayaan alami tentang hubungan antara pelaku dengan pertanian (epistomologis), dan

(3) Kepercayaan tentang bagaimana pelaku harus melaksanakan pertanian (metodologis).

Lorand membedakan kepercayaan ontologis, epistomologis, dan metodologis ke dalam empat paradigama pertanian: Tradisional, Industrial, Organis, dan Biodinamis.

Lihat: →
https://www.biodynamics.com/biodynamics.html

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*