Archive for September 18th, 2014

18 SepHidup di Tanah Sawah

MENGAPA DI TANAH SAWAH?

Syekhfani

Hidup di tanah sawah, adalah sisi kehidupan yang unik dan menarik, justru karena tanah sawah dianggap kotor, gelap, lembab, berlumpur, bahkan tergenang (submerge).

Namun, di dunia hewan air (fauna akuatik) dan amfibi, beberapa jenis hewan hidupnya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan tanah sawah. Misalnya, belut, tikus, ular, cacing tanah, katak, burung, itik, dan sebagainya.

Dengan kata lain, mereka hidup atau tinggal di tanah sawah; terutama yang berinteraksi dengan budidaya sawah sebagai sumber hidup dan kehidupan.

Periode mereka berinteraksi dengan sawah, ada yang insidental, sebentar, lama, atau bahkan selama hidupnya.

Apa yang mereka butuhkan?

Kepentingan masing-masing jenis berbeda-beda.

Di sini, ada tiga contoh :

Belut Sawah

Belut Sawah

Http://id.wikipedia.org/wiki/Belut_sawah- belut sawah hidup di dalam lumpur, kondisi air tergenang atau setengah tergenang (macak-macak, Jawa).

Keberadaan belut sawah bisa membantu aerasi sistem perakaran; tetapi dapat pula menyebabkan sawah kering akibat belut sawah membuat lubang melalui pematang dan air bocor ke plot yang lebih rendah. Belut sawah tergolong ikan yang banyak dikonsumsi orang yang suka.

Lama tinggal: selama ada air (ketika kering, belut sawah bisa mati).

Tikus Sawah

Tikus Sawah

Http://id.wikipedia.org/wiki/Tikus_sawah- tikus sawah hidup dalam liang tanah, di pematang sawah atau border (perbatasan), bersembunyi sebelum menyerang tanaman padi, atau saat melahirkan dan mengasuh anak-anak mereka.

Tikus sawah termasuk jenis hama, memiliki perilaku unik yang diklasifikasikan sebagai “hewan pemalu“.

Mereka menyerang tanaman padi saat malam hari atau di bagian tengah petak.

Sistem tanam “Jejer Legowo” merupakan salah satu metode pengendalian hama tikus sawah.

Lama tinggal: insidental

Kascing (Kotoran Cacing)

Kascing

Cacing tanah http://id.wikipedia.org/wiki/Cacing_tanah- menghindari cahaya matahari agar tidak panas dan kering, menghendaki tempat gelap dan lembab, mengumpulkan sampah sebagai bahan pakan.

Cacing tanah merupakan indikator kecukupan air, tetapi tidak tergenang (Submerge).

Cacing tanah menyuburkan tanah sekitarnya. Di suatu tempat, keberadaan cacing tanah di pematang sawah, mengundang hewan pemangsa cacing tanah menggali dan merusak pematang sawah (misalnya babi hutan).

Lama tinggal: selamanya