Archive for September 25th, 2014

25 SepUbah Praktek Konfensional Jadi Organik

unduhan

BAGAIMANAKAH?

Syekhfani

Seorang petani ingin mengubah praktek budidaya konvensional menjadi budidaya sistem organik, agar nanti ia dapat memperoleh sertifikat “Produk Organik”.

Petani tersebut bingung kapan ia bisa mulai (setahun, dua tahun, lima tahun?), dan apakah tanpa pemberian (pupuk anorganik artifisial, pestisida, herbisida?), benih transgenik? Bagaimana cara mengubah praktek konvensional tersebut menjadi praktek organik? Dan banyak pertanyaan lain yang muncul di benaknya.

Pada prinsipnya, dia membutuhkan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar sistem pertanian organik, prosedur , dan aturan (regulasi) agar produksi pertaniannya diakui tergolong sebagai “Produk Organik”.

Lihat: http://jurnalasia.com/2014/08/07/budidaya-tanaman-padi-organik/

Wacana:

Praktek bertani konvensional dilakukan melalui input untuk mengatasi masalah-masalah seperti defisiensi unsur hara atau infestasi hama penyakit, sedang praktek pertanian organik memperbaiki produksi tanaman melalui pendekatan-sistem alami.

Karena kedua pendekatan sistem tersebut berbeda, maka masalah produksi dan lingkungan meningkat selama fase transisi antara pertanian konvensional menjadi sertifikasi organik stabil.

Selama periode ini, sebelum kesimbangan alami daur hara dan hubungan hama penyakit – predator menjadi stabil, praktek produksi organik bisa tidak berfungsi secara efektif.

Pada waktu yang sama, petani transisi tidak boleh menggunakan input konvensional yang banyak yang selama ini diandalkan pada tanamannya dengan input unsur hara atau kontrol hama penyakit secara cepat.

Degradasi sumber atau masalah kontaminasi juga meningkat selama periode transisi seperti pembelajaran baru petani terhadap praktek manajemen.

Lihat: → Soil Protecting Water Qualitry

Pertanian Organik adalah Sistem, bukan Produk!