18 NovLoh Jinawi

BlogJawaGunungan

TANAH SUBUR

Tanaman Ijo Royo Royo

Syekhfani

Banyak istilah ungkapan untuk menyatakan nuansa kehidupan jaman “tempo doeloe”.

Pujangga atau para pengarang buku (Jawa), sering menulis tentang kehidupan tempo doeloe mensiter ucapan pujangga kuno. → Lihat: http://iwanmuljono.blogspot.com/2012/07/negara-yang-eka-adi-dasa-purwa-panjang.html

Salah satunya, yang populer dan banyak ditulis adalah:
“Ijo royo royo, Gemah ripah loh jinawi, Toto tentrem kertoraharjo”.

Yang artinya kurang lebih: “Di atas tanah yang “Loh Jinawi” (subur); dijumpai tanaman yang hijau (subur), yang mendukung kehidupan masyarakat sehingga tercipta rasa aman, makmur dan tenteram”.

Nuansa itu wajar, karena saat itu jumlah penduduk masih sedikit, sedang lahan untuk pertanian masih luas.

Namun, tren pertambahan penduduk (menurut ahli ekonomi: Malthus), mengikuti pola “deret ukur”, sedang penambahan pangan pola “deret hitung”; menyebabkan terjadi kompetisi yang makin hari makin ketat.

Diperkirakan bahwa suatu saat nanti akan terjadi kelangkaan pangan (scarcity of food).

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*