03 DecArable land

390px-KerbauJawa

LAHAN GARAPAN (JAWA)

Syekhfani

Arable land (dari bahasa Latin arabilis, “bisa digarapgarap (Jawa) – dikerjakan“) adalah lahan yang bisa di bajak dan ditanami tanaman pertanian
(http://en.wikipedia.org/wiki/Arable_land).

Di pulau Jawa, “arable land” dapat di artikan “lahan garapan”, yang dilakukan oleh petani gurem (small farm).

Pada lahan garapan hanya sekitar 0.25 hektar, akan lebih efisien bila dilakukan secara sistim tradisional. Prinsip dasar adalah memaksimalkan pendapatan, yaitu menggunakan tenaga kerja keluarga dan/atau kerja gotong royong. Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/04/musim-panen/.

Keuntungan:

Sistem tradisional, dari aspek sosial: membangun rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa kebersamaan (sense of ownership).

Dari aspek teknis – ekonomis, petani pemilik berupaya mengefisienkan penggunaan lahan (efficiency use of soil), tanpa masa bera (untuk padi sawah: 3 kali panen per tahun, efisiensi 300 persen).

Dampak negatif:

Pembudidayaan lahan secara terus menerus tanpa bera, menyebabkan terjadi degradasi kesuburan tanah. Gejala “levelling off”, yaitu pertumbuhan dan produksi tidak dapat ditingkatkan hingga level “genetic potential – potensi genetik”; misalnya untuk padi sawah potensi genetik bisa mencapai 12 ton gabah kering panen (GKP)/ha/musim, hanya dapat dicapai 5 hingga 5.5 ton GKP/ha/musim.

Hal ini, cenderung mendorong para ilmuan mencari alternatif pemecahan masalah, misalnya rekayasa genetik (genetic engineering) yang dilematik dan pro-kontra tentang dampak terhadap kesehatan dan lingkungan hidup.

Dalam kehidupan petani (terutama petani penggarap), pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan keluarga menyebabkan mereka berusaha mencari tambahan di bidang lain, seperti berjualan (lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/16/dinamika-kehidupan/), pekerja bangunan, angkutan, ataupun pembantu dalam rumah tangga.

Kelangkaan pangan (scarcity of food), sangat terasa pada masyarakat petani tradisional yang mengandalkan penghasilan dari kemampuan kerja bertani.

Dibutuhkan upaya peningkatan kemampuan kerja secara profesional melalui pelatihan dan bimbingan oleh para aparat pemerintahan dan/atau pelaku lain yang berkompeten.

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*