Archive for January, 2015

29 JanBingung

Error

SEMUA ERROR

Puisi

Syekhfani

Kenapa hari ini terasa aneh?

Akses internet, susah?

Bingung, jemur pakaian atau tidak?

Bingung, pergi kerja atau di rumah saja?

Bingung, tidak bisa menentukan sikap?

Perasaan dan logika? Tak pernah klop!

Menentukan sikap, tidak berani!

Takut salah, takut error!

Kalau error, disalahkan..

Kalau salah, jadi error..

Tunggu apa kata nanti?

Dibilang tidak tegas, tidak berani!.

Takut jadi salah, salah lagi..

Khawatir jadi error, error lagi..

Aii.. kenapa tekanan darah jadi tinggi?

Hati-hati.. Dampak global worming http://ipemanasanglobal.blogspot.com/

Perubahan cuaca, cuaca buruk!

Bad weather, disaster!

Puisi Akhir Januari 2015

27 JanSumber Energi Alam

SUMBER ENERGI ALAM UTAMA

Udara, Air, Cahaya (Panas)

Syekhfani

Energi alam, adalah kekuatan dinamis yang keluar dari aksi suatu komponen alam, terutama ditimbulkan oleh udara, air, atau cahaya (panas).

Ketiga sumber energi alam tersebut dibutuhkan untuk hidup dan kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia di planet bumi ini.

Udara, benda alam yang paling penting dalam hidup dan kehidupan di dunia, yang dibutuhkan untuk bernafas.

Pernafasan merupakan proses oksidasi senyawa-senyawa yang menghasilkan energi panas tubuh (tumbuhan, hewan, manusia) dalam mendukung proses metabolisme. Metabolisme primer pada tanaman adalah pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis.

Karbohidarat, merupakan kerangka dasar senyawa biokimia dalam menyusun jaringan dan organ tubuh tanaman. Selanjutnya, tanaman menjadi sumber energi utama bagi hewan dan manusia yang memgkonsumsi tanaman.

Di alam, udara yang bergerak yang disebut angin, menimbulkan kekuatan yang menghasilkan energi luar biasa. Kekuatan angin dapat disalurkan dalam menggerakkan alat mekanik seperti kincir, perahu layar, pesawat terbang layang, dan sebagainya.

Demikian pula halnya air dan sinar matahari (panas), memberikan tenaga luar biasa yang dapat menggerakkan alat-alat mekanik bersumber kekuatan air dan panas: kincir air, mesin giling, tenaga listrik, dan sebagainya.

Air, komponen terpenting kedua setelah udara yaitu untuk kebutuhan minum. Air merupakan pelarut kimia utama dalam mendukung mekanisme metabolisme dalam tubuh makhluk hidup.

Pergerakan air dari tempat tinggi ke rendah mendatangkan energi kinetik yang bisa menjalankan kincir air, dinamo pembangkit listrik, dan sebagainya.

Cahaya, merupakan sumber energi panas utama kehidupan, sebagai energi kinetik yang diubah menjadi metabolik melalui proses fotosintesis. Panas bumi, berupa sumber air panas bermanfaat dalam kesehatan tubuh manusia.

Keberadaan ketiga komponen sumber energi alam, bisa kurang, cukup, atau berlebihan. Bila kurang atau berlebihan, akan membawa dampak negatif. Oleh karena itu, harus dikelola oleh manusia, makhluk yang mempunyai otak dan akal.

Akan tetapi, bila tenaga angin, air, dan panas (api) berlebihan, maka akan membawa dampak menghancurkan, berupa bencana alam (disarters): angin topan, tsunami, kebakaran hutan, gunung meletus, dan sebagainya.

Berikut beberapa contoh aksi bencana alam berupa angin topan, tsunami, dan kebakaran hutan:

1. Turnado, berupa kondisi cuaca buruk (severe weather) yang menimbulkan bencana.

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=xPTXqzMVFUA

2. Tsunami, becana alam akibat banjir: Tsunami Banda Aceh (terbesar di dunia)

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=u3TL-21oVvs

3. Kebakaran Hutan, Kalimantan Tengah

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=lkxAXFLIHFw

Pengkajian sumberdaya alam oleh manusia menghasilkan bidang ilmu pengetahuan alam (natural scienses) dan teknologi (technology); diperlukan untuk mendukung kehidupan berkelanjutan yang lebih baik (sustrainable of decent life).

23 JanSelf Control

duri batang mawar

KONTROL DIRI PADA TANAMAN

Syekhfani

Tanaman, adalah makhluk hidup yang tidak dapat bergerak atau berpindah tempat; tidak seperti halnya hewan dan manusia.

Namun, seperti halnya hewan dan manusia, tanaman pun berupaya untuk mempertahankan hidupnya terhadap serangan OPT atau cahaya matahari ekstrem (kontrol luar); atau terhadap stres air/ekses unsur hara (kontrol dalam) tubuhnya.

KONTROL LUAR

Untuk antisipasi serangan OPT, maka tanaman membentuk/mengeluarkan duri → http://www.kidnesia.com/Kidnesia2014/Dari-Nesi/Sekitar-Kita/Pengetahuan-Umum/Fungsi-Duri-Mawar, miang, getah, racun, dsb. → Lihat pula: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/12/30/kaktus-duri-runcing-tajam/

Untuk mengontrol kehilangan air, maka tanaman memodifikasi ketebalan dinding sel/jaringan; pembentukan substansi wax, lilin; atau mempersempit luas daun, atau menggugurkan daun tua.

Dalam hal Kontrol terhadap sinar matahari (semi indoor-, indoor plants), maka tanaman mengurangi produksi khlorofil atau melakukan overlaping letak/susunan daun.

KONTROL DALAM

Ketahanan tanaman untuk mengantisipasi stres dalam tubuhnya, misalnya melalui modifikasi genetik dan toleransi.

Modifikasi genetik, misalnya merubaha bentuk daun dari lebar menjadi sempit untuk mengantisipasi kehilangan air melalui transpirasi.

Toleransi, dilakukan dengan cara meningkatkan produksI substansi/senyawa tertentu untuk mengkatkan ketahanan tanaman terhadap faktor penyebab stres.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/06/soil-plants-control/

Upaya bertahan untuk hidup termasuk “leading to decent of life”!

20 JanSmart Gardening

Smart Gardening

BERKEBUN MANTAP DAN SEHAT

Kebutuhan Tumbuh Tanaman (Plant Growth Requirements)

Syekhfani

Tanaman, sebagian biomas ada dalam tanah (rhizospher), sebagian lagi di atas tanah (biosphere). Bentuk dan volume biomas akar dan tajuk adalah sama (similar), proyeksi satu sama lainnya.

Lingkungan tumbuh yang ideal meliputi: tanah, air, dan cahaya; seringkali menjadi faktor pembatas (limiting factors). Hanya udara, berada tidak terbatas karena mengisi ruang pori rhizosfer dan atmosfer tajuk.

Kebutuhan tumbuh tanaman (crop requirements) dalam pot pun merupakan proyeksi dari tanaman di kebun (lapangan).

Ketika kita ingin menyiapkan tanaman hias dalam pot, maka pertimbangan terhadap kebutuhan tumbuh tersebut sangat penting diperhatikan. Kebutuhan meliputi: tanah, cahaya, dan air.

TANAH

Campuran medium tanah dalam pot, berdasar pada rasio tiga komponen:

a. Tanah lempung (loamy soil), bertekstur gembur.

b. Bahan organik (gambut, kompos kotoran ayam, dsb.).

c. Pasir sungai (washed river sand).

Ada tiga kelompok rasio tiga komponen tersebut untuk medium pot:

1. Standar (standard) – 3 : 2 : 1

2. Berpasir (sandy) – 1 : 2 : 3

3. Lembab (moist) – 1 : 3 : 0

CAHAYA

Cahaya, sumber energi kehidupan tanaman; melalui reaksi fotosintesis mengikat gas CO2 dan H2O menjadi karbohidrat (kerangka dasar senyawa metabolit tanaman).

Pekebun amatir dapat menggunakan acuan kebutuhan cahaya optimal sebagai berikut:

1. Tanaman Senang Cahaya (sun loving plants), menghendaki tumbuh di bawah sinar matahari penuh tanpa perlindungan, misalnya di teras rumah atau balkon. Contoh: kaktus, sukulen, Bougenvil, Adenium, dll.

2. Tanaman Semi Teduh (semi shade plants), tanaman pot daerah tropika basah (termasuk Indonesia) umumnya, semi indoor, memperoleh cahaya pantulan, misalnya di teras rumah di bawah atap atau rumah kasa.

3. Tanaman Senang Teduh (shading loving plants), beradaptasi pada penyinaran rendah, di ruang tamu, kamar mandi, dapur, dsb.

AIR

Tanaman kebun memperoleh air hujan; namun tanaman pot di teras dan balkon perlu diberi air. Berdasar kebutuhan terhadap air, acuan kasar berikut dapat diikuti:

1. Tanaman berair seperti lidah mertua (Sanseviera), Aloe vera, dan kaktus yang menyimpan air dalam jaringan daun dan/atau batang, dapat bertahan beberapa minggu tanpa diberi air.

2. Beberapa tanaman mempunyai akar rambut di batang/cabang atau kutikula terselaput lilin di permukaan daun, contoh karet (Ficus elestica). Beberapa tanaman menggugurkan daun bila kekeringan untuk mengurangi penguapan air (evaporasi).

3. Beberapa tanaman berdaun sempit, tumpang tindih, contoh Fittonia dan Adiantum raddianum, cenderung kehilangan banyak air melalui transpirasi, khususnya bila total luas daunnya yang luas. Tanaman ini membutuhkan pemberian air lebih sering.

4. Tanaman pada pot tidak porous kurang membutuhkan air dibandingkan pot tanah yang merembeskan air melalui dindingnya.

5. Tanaman yang menunjukkan pertumbuhan aktif (tunas muda, ranting trubus, kuncup) membutuhkan lebih banyak air.

Lihat: Parks & Recreation Department, Ministry of National Development, 1994. A Guide to Skyrise Grdening. Singapore Science Centre, Science Centere Road, Singapore 2260.

18 JanGulma Ciplukan

Buah Ciplukan

OBAT TRADISIONAL MULTI GUNA

Banyak Diteliti Secara Ilmiah

Syekhfani

Ciplukan (Physalis angulata L.) – Solaneaceae, termasuk gulma rumputan yang biasanya tumbuh saat bera sehabis panen palawija setelah sawah, atau di bekas tempat tinggal di lahan yang sudah ditinggalkan.

Buah ciplukan matang terbungkus dalam kotak buah tipis segi empat meruncing (mengering bila sudah betul-betul matang), buah matang berwarna kuning bintik kemerahan mengkilat, rasa manis dengan aroma khas, sangat disukai anak-anak pedesaan.

Ciplukan adalah gulma bermanfaat, selain sumber vitamin, juga berkhasiat untuk kesehatan lain; sehingga telah menggelitik para ilmuan meneliti sifat kimianya secara ilmiah.

Gulma ciplukan, ternyata tumbuh pula dalam pot, menggunakan medium tanah diambil dari lapangan yang kebetulan mengandung biji ciplukan.

Berikut, gulma ciplukan tumbuh dalam pot Adenium (latar depan rumah kediaman penulis):

1. Buah ciplukan

1. Buah ciplukan

2. Ciplukan dalam pot

2. Ciplukan dalam pot

3. Gulma pot Adenium

3. Gulma pot Adenium

4. Latar depan rumah

4. Latar depan rumah

Lihat:
https://marfudin.wordpress.com/2010/12/30/khasiat-buah-ciplukan/

17 JanBersatu Agar Berguna

Lima Jari Tangan

BAK LIMA JARI TANGAN

Puisi

Syekhfani

Jari manis:
Aku paling cantik, paling tampan
Ketika cincin melingkari aku
Emas bertahta intan permata
Tanda kasih sayang tak berhingga

Kelingking:
Ahh, meski aku paling kecil
Aku tak kalah penting
Akulah simbol kedamaian
Ketika kami saling berkaitan

Telunjuk:
Lihat, tu jari manis dan kelingking
Keduanya merasa hebat?!
Ingat, kamu berdua paling kecil
Tidak berdaya bila bekerja!

Jari Tengah:
Ha, ha, ha…
Akulah yang paling perkasa
Telunjuk, jari manis, kelingking
Kecil, pendek, tapi sok
Tak ada apa-apanya!

Ibu Jari:
Anak-anakku, aku ibumu
Jangan bertengkar, atu?
Kalian tu bersaudara
Rukunlah, dan saling mencinta

Kita lima jari tangan
Bila bersatu tak ada bandingan
Semua pekerjaan
Kita dapat lakukan

Bertani, berkebun
Memupuk, menyiang, tak perlu pakai alat
Kotor? Cuci pakai sabun
Jadi bersih, kuat dan sehat

Tidak perlu takut, segan dan susah
Jadi kotor, kumal berubah
Bertani, berkebun itu kerja mulia
Berguna bagi hidup dan kehidupan dunia

Jadi:
Bekerjalah
Ikhlaslah
Insya Allah
Tuhan memberikan berkahNYA!

Puisi Awal Tahun 2015

14 JanSafety Net (Jaring Pengaman)

CAHAYA, UDARA, AIR, HARA, OPT

Pohon Buahan

Syekhfani

Efek “sinar matahari spektakuler” http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/26/efek-cahaya-matahari/, terhadap tanaman berdampak terhadap aspek penggunaan faktor kehidupan tanaman (udara, air, hara) meningkat.

Demi pengamanan (savety), diperlukan kiat teknologi yang efisien dan efektif.

Salah satu alternatif adalah penggunaan jaring pengaman (savety net) yang ditutupkan ke permukaan tajuk tanaman (terutama bagi pohon buahan).

Penutupan tajuk akan menghemat air karena penguapan (transpirasi), mengefisienkan serapan (uptake) unsur hara, mengoptimalkan serapan (absorb) sinar matahari, serta mencegah gangguan kelelawar pemakan buah (codot, Jawa). Tanpa ditutup jaring, atau tanpa dibungkus “brongsong”, buah kelengkeng bisa habis diserang codot hanya beberapa malam saja.

Untuk mengetahui efek penutupan tajuk oleh jaring terhadap perkembangan dan/atau pengamanan buah, sekitar seperempat areal tajuk dibiarkan terbuka.

Jaring pengaman yang dikenal sebagai “screen” dapat diperoleh di toko-toko bahan pertanian yang biasanya dipakai untuk “screen house”, rumah kasa yang dapat mengurangi penyinaran penuh, sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan. Penutupan sinar (shading) bisa 10, 20, 30, 40 persen, atau lebih.

Aplikasi jaring pengaman pada pohon “Kelengkeng” umur sekitar 15 tahun (koleksi di samping rumah kediaman penulis):

1. Jaring pengaman

1. Tutupan Jaring Pengaman.

2. Luar jaring

2. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring.

3. Luar jaring (close)

3. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring (close up).

4. Serangkai buah

4. Serangkai Buah Kelengkeng (menjelang matang).

5. Pohon Kelengkeng Koleksi

5. Pohon Kelengkeng Koleksi.

Kiat Inovasi Teknologi menuju Pencapaian “Decent Life”!

09 JanAsam Humat dan Biochar

Asam Humat

Biochar

SENYAWA ORGANIK SIKLIK

Agen Kesuburan Tanah Berkelanjutan

Syekhfani

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/09/Asam humat/Asam humat, senyawa organik siklik berberat molekul tinggi, mempunyai kemampuan membufer air dan unsur hara, sehingga berpotensi mempertahankan kesuburan jangka panjang.

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/12/09/Biochar/Biochar, bahan organik yang mengalami proses pemanasan pada suhu rendah dan kontrol oksigen (pirolisis), menjadi arang aktif; mempunyai struktur rangkai karbon siklik, juga mampu membufer air dan unsur hara.

Asam humat dan biochar, apablila dicampurkan (inkorporasi) dengan tanah, maka tanah akan berpotensi meningkatkan kesuburan jangka panjang; karena keduanya sukar mengalami perombakan (dekomposisi).

Dua agen penyubur tanah ini, akhir-akhir ini menjadi objek penelitian dan pengembangan para ahli dan teknisi dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Asam humat dan biochar, merupakan agen pengondisi tanah (soil conditioner), bukan sebagai pupuk (non-fertilizer); dapat merubah sifat dan ciri (nature and properties) tanah dalam kaitannya dengan tata udara dan air (sifat fisika), tata hara (sifat kimia), serta tata air dan udara (fisiko-kimia) tanah.

Apakah keduanya juga dapat merubah tata kehidupan (sifat biologi) tanah?

Asam humat (AH) dan biochar (BC) sebagai sumber hara/pengondisi tanah:

-Secara umum, AH dan BC lebih berfungsi sbg ‘pengondisi’ tanah ketimbang ‘sumber hara’.

AH berasal dari proses humifikasi atau deposit alam (Leonardite), mengandung unsur hara relatif rendah.

Di pihak lain, dalam proses pirolisis BC (pemanasan 200-400oC), ada 6 unsur hara esensial makro dan 3 unsur mikro berpeluang hilang melalui penguapan (volatilisasi) yaitu: C,H,O,N, S, P (makro),B,Mo,Cl (mikro).

-Struktur morfologi AH dan BC membentuk pori mikro yang mampu menahan molekul air, di samping gugus fungsional kaya OH (ligan muatan negatif), sehingga meningkatankan muatan KTK.

Perbaikan sifat fisik, kimia, dan fisiko-kimia tanah memperbaiki (improve) dan mendukung (encourage) sifat biologi tanah, didukung (enhance) oleh aplikasi agen hayati (biofertilizer) seperti Rhizobium dan/atau Mikorhiza; dan sebagai dampak perbaikan tersebut adalah sifat kesuburan tanah berkelanjutan (sustainable soil fertility).