Archive for February 16th, 2015

16 FebEvaluasi Diri

Evaluasi Diri

APAKAH PERLU ADA PENILAIAN DIRI?

Wacana – Filosofi

Syekhfani

Harga diri*),

Apakah diri saya harus dihargai? Berapa nilainya? Apa gunanya?

Kalau saya dihargai, apa senang, gembira, bahagia?

Sebaliknya, kalau saya tidak dihargai: apa tidak senang, marah, tersinggung, atau dendam?

Andaikan seseorang yang menunjukkan sikap menghargai saya “apa adanya” atau “berlebihan”, apa saya yakin itu ikhlas menghargai, atau hanya basa-basi?

Dalam evaluasi proses “belajar-mengajar”, mahasiswa diminta mengevaluasi dosen “mengajar”, dari berbagai aspek.

Mahasiswa memberi nilai mutu A, B+, B, C+ … dst

Apakah sang dosen yang dinilai itu akan “mawas diri” atau akan melakukan “evaluasi diri”?

Lalu, apa mahasiswa yang menilai itu juga tidak perlu “mawas diri” atau “evaluasi diri”?

Kalau dosen dievaluasi, apakah juga mahasiswa tidak memerlukan evaluasi?

Bagaimana dengan fasilitas, sarana, dan prasarana belajar mengajar?

Dalam “ETIKA PROFESI”, dikenal istilah etika, norma, dan jati diri.

Etika profesional, mengenal adanya keseimbangan, keadilan, dan keikhlasan, dalam hubungan segitiga “ManusiaLingkungan (alam)Sang Pencipta“.

Kesimbangan menuju “KEADILAN, KEBAHAGIAAN“.

*)Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/09/harga-sebuah-diri/