Archive for March, 2015

26 MarBudidaya Pertanian Lahan Gambut

Lahan Gambut

POTENSI LAHAN PEKARANGAN

Budidaya Tradisional di Lahan Sempit Marginal

Syekhfani

Lahan gambut, tepatnya lahan bergambut (peaty soil), secara umum tergolong “kurang” potensial untuk lahan budidaya pertanian ditinjau dari segi kelas kemampuan lahan (land capability, land suitability), karena tanah bergambut mempunyai sifat kesuburan (fisik, kimia, dan biologi) rendah.

Budidaya pertanian di lahan gambut (peaty soil), adalah merupakan budidaya spesifik yang memerlukan teknologi masukan tinggi (high input technology), membutuhkan upaya reklamasi dan ameliorasi, apabila akan digunakan untuk budidaya pertanian skala luas.

Namun demikian, ada penduduk setempat yang memanfaatkan potensi lahan “marginal” ini untuk memperoleh nilai tambah sebagai usaha sambilan, yaitu menanam berbagai jenis tanaman hortikultura di lahan pekarangan.

Lahan gambut dibuka tanpa atau dengan olah tanah minimum, hanya sekedar menghilangkan vegetasi gulma; sehingga pekerjaan olah tanah ini termasuk ringan, karena sifat fisik gambut tergolong gembur, yaitu berupa bahan induk organik (Histosol).

Berikut ini disajikan contoh kegiatan beberapa Penduduk Desa Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kabupaten Palangkaraya, Propinsi Kalimantan Tengah, yaitu menanam sayuran dan buahan di lahan pekarangannya (Gambar).

Gambar 3

Gambar 13

Lahan Pekarangan

Gambar 12

Gambar 10

Gambar 9

Tanaman Sayuran (Kangkung, Bawang Besar)

Gambar 8

Tanaman Buahan (Nenas)

Gambar 16

Pemupukan (pupuk kandang, dolomit, dll.)

23 MarSuksesi Ilmu Pengetahuan

bayi-pintar

DARI TIDAK-TAHU, JADI TAHU, AKHIRNYA MENJADI ILMU-PENGETAHUAN

Alur Pikir Filsafat Sederhana

Syekhfani

Manusia, dilahirkan di dunia sebagai Bayi, dalam keadaan polos segalanya, termasuk polos otaknya, alias belum bisa berpikir.

Dalam perkembangan fisik dan mentalnya, maka melalui anugerah “panca-indra”, mulailah sang Bayi belajar meraba, melihat, mendengar, membau, dan merasakan apa yang ada di sekelilingnya.

Aktivitas tersebut, kemudian melalui syaraf-otak diolah dan direspon, dibantu oleh ketajaman “naluri”, lalu di ekspresikan dalam bentuk “sifat-nafsu” yang bepasangan antagonis (senang-marah, setuju-protes, dsb.).

Lihat: → https://saripedia.wordpress.com/tag/cara-kerja-otak-bayi/

Ekspresi sederhana sang Bayi berupa: tangis, tawa, senyum, gelisah, tenang, dan lain-lain, selalu dimonitor oleh Ibu, sebagai individu terdekat selain Ayah, dan keluarga lainnya.

Merekalah orang pertama yang memberi “ilmu” dan “pengetahuan”, dari “tidak-tahu”, jadi “tahu”, dan akhirnya menjadi “ilmu-pengetahuan” yang lengkap.

Belajar bicara dari potongan kata, kata, kalimat: ta ta ta, ba bi bu, pa ma, papa mama, ini Budi, ini Ibu Budi… dst.

Selanjutnya, kelengkapan, bentuk dan warna ilmu pengetahuan seseorang adalah merupakan hasil interaksi dengan lingkungan informal dan formal.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/17/soil-bahan-diskusi/

21 MarCoco Peat

Butiran Coco Peat

MEDIUM TANAM, PUPUK ORGANIK, PENGONDISI TANAH

By-Product Sabut Kelapa

Syekhfani

Coco Peat, nama untuk butiran sabut kelapa, tergolong bahan sisa (by-product) produksi buah kelapa.
Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/19/soil-bahan-baku-pupuk-organik/

Di Indonesia, hampir di sepanjang pesisir pantai laut, dijumpai pohon kelapa yang terkenal sebagai tanaman “peminum air laut”. Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/09/30/hidup-di-tepi-pantai/

Pohon kelapa, adalah tanaman “serba-guna”; hampir seluruh bagian tanaman bisa dipakai untuk berbagai keperluan.

Di bidang kesuburan tanah, sisa tanaman berupa butiran sabut kelapa, yang dikenal dengan nama “Coco Peat” (coir pith. coir fibre pith, coir dust, atau simply coir), mempunyai fungsi sebagai amelioran (medium tanam, pupuk organik, pengondisi tanah).

Coco Peat membantu memperbaiki sifat fisiko-kimia tanah (tata air, udara, dan hara) dan sifat kimia tanah. Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Coco_peat

Coco Peat mampu meningkatkan kemampuan tanah memegang air (water holding capacity) dan unsur hara (nutrient holding capacity).

Coco Peat mengandung unsur Kalium (juga Ca, Mg, dan lain-lain) yang relatif tinggi.

Coco Peat, banyak digunakan sebagai medium tanaman pot dan pembibitan.

Coco Peat, Medium Amelioran Tanah!

16 MarWarna Tanah

Batu Permata

WARNA TANAH MENUNJUKKAN SIFAT KESUBURANYA

Punya Jiwa Seperti Halnya Warna Batu Permata

Syekhfani

Tanah berasal dari “bahan induk” (parent matterial): terdiri dari porsi batuan mineral (45%) dan bahan organik (5%).

Batuan mineral memberikan warna pada tanah sesuai jenis dan umur; sedang bahan organik memberikan warna gelap.

Seperti halnya kristal batu permata (germstone), yang berwarna warni itu memberi jiwa pada warnanya. Warna-warna bisa menyebabkan “rasa” senang, susah, damai, atau gelisah.

Itu sebabnya, mengapa orang lalu beranggapan atau percaya bahwa batu permata (germstone) ada “isinya” yang mempengaruhi jiwa pemakainya.

Si pemakai akan merasa “cocok” pada warna batu permata kesayangannya; meskipun ditinjau dari segi agama (religi). hal ini termasuk “sirik”.

Warna tanah “gelap” (hitam) memberikan rasa nyaman pada petani atau pekebun, karena menunjukkan bahwa tanah tersebut subur; paling tidak kecukupan air (air, membasahi tanah menjadi lebih gelap).

Sebaliknya, warna “terang” (cerah) menunjukkan bahwa tanah sudah berumur lanjut dan mengalami proses “latosolisasi” – iluviasi Al, Fe, Mn (Oxisols, Ultisols), yang relatif kurang subur; atau proses “laterisasi” – iluviasi Si (Alfisols), yang bermasalah pada sifat kimia tertentu.

Namun, tidak semua jenis tanah berwarna “gelap” (hitam) itu selalu subur (atau kecukupan air), warna gelap bisa jadi karena kaya unsur basa (alkali): contoh: kadar Al, Ca, dan Mg relatif tinggi pada Vertisol, atau kandungan Alovan (Al, Fe, Mn) pada Andisol. Tanah bergambut (Histosol), selain dominan bahan organik, juga berada pada kondisi jenuh air.

“Carrying Capacity” tanah ditunjukkan oleh “warna”nya!

13 MarIntegrasi Kehidupan

Bajak Sawah

INTEGRASI KEHIDUPAN

Puisi

Syekhfani

Pagi yang cerah…

Di desa yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi

Mentari memancarkan cahaya terang kemilau, menyinari alam semesta

Pak Tani asyik bekerja di sawah dan ladang

Membajak, menncangkul, menanam, menyiang dan memanen

Menghasilkan tanaman padi, palawija, sayuran, buahan untuk semua

Mendukung hidup dan kehidupan di dunia ini

Saat Pak Tani bekerja di sawah dan ladang itu

Pedagang pun ikut bersemangat menjual dagangan, hasil panen Pak Tani

Anak gembala duduk damai di punggung kerbau bermain seruling

Temannya menyabit rumput sambil berdendang

Kerbau itu baru selesai menarik bajak membantu Pak Tani

Perajurit pun hidup damai, menjaga keamanan negara

Pemimpin pemerintahan, lalu tidak menjadi pusing

Karena semua rakyat ber-integrasi

Hidup damai…, lahir dan batin!

Dambaan semua…

- Medio Maret 2015 -

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

12 MarVinasse

Vinasse

BY-PRODUCT MOLASE

Bahan baku Pupuk & Soil Conditioner

Syekhfani

Tanaman tebu, tergolong tipe C4 (“Siklus Calvin”, Siklus Asam Oksalo-Asetat), jalur metabolisme tanaman yang lebih efisien daripada tipe C3 (“Siklus Krebs”, Siklus Asam Sitrat).

Keunggulan tipe-C4, mampu memproduksi biomas lebih banyak, sehingga sisa hasil panen (by-product, limbah) juga banyak.

Vinasse, salah satu hasil samping (by-product) industri gula.

Gula tebu dan Gula bit, diproses di pabrik menjadi: Gula kristal, Pulp dan Molase.

Molase, difermentasi menjadi produk utama: Etanol, Asam Askorbat, dan lain-lain.

Setelah produk utama tersebut diambil, maka materi tertinggal adalah limbah (by-product) yang disebut “Vinasse”.

Vinasse, diperdagangkan setelah porsi dehidrasi mempunyai viskositas mendekati Molase. Vinasse komersil berasal dari gula tebu, disebut “Cane-Vinasse” dan dari gula bit, disebut “Beet-Vinasse”. Lihat: en.wikipedia.org/wiki/Vinasse

Arti Praktikal:

Efisiensi produksi merupakan kiat dalam memperoleh keuntungan optimal.

Vinasse dapat digunakan sebagai bahan baku Pupuk Organik maupun Soil Conditioner.

Aplikasi vinasse, merupakan alternatif dalam ameliorasi sifat kesuburan tanah.

“Dari tebu kembali ke tebu”!