16 MarWarna Tanah

Batu Permata

WARNA TANAH MENUNJUKKAN SIFAT KESUBURANYA

Punya Jiwa Seperti Halnya Warna Batu Permata

Syekhfani

Tanah berasal dari “bahan induk” (parent matterial): terdiri dari porsi batuan mineral (45%) dan bahan organik (5%).

Batuan mineral memberikan warna pada tanah sesuai jenis dan umur; sedang bahan organik memberikan warna gelap.

Seperti halnya kristal batu permata (germstone), yang berwarna warni itu memberi jiwa pada warnanya. Warna-warna bisa menyebabkan “rasa” senang, susah, damai, atau gelisah.

Itu sebabnya, mengapa orang lalu beranggapan atau percaya bahwa batu permata (germstone) ada “isinya” yang mempengaruhi jiwa pemakainya.

Si pemakai akan merasa “cocok” pada warna batu permata kesayangannya; meskipun ditinjau dari segi agama (religi). hal ini termasuk “sirik”.

Warna tanah “gelap” (hitam) memberikan rasa nyaman pada petani atau pekebun, karena menunjukkan bahwa tanah tersebut subur; paling tidak kecukupan air (air, membasahi tanah menjadi lebih gelap).

Sebaliknya, warna “terang” (cerah) menunjukkan bahwa tanah sudah berumur lanjut dan mengalami proses “latosolisasi” – iluviasi Al, Fe, Mn (Oxisols, Ultisols), yang relatif kurang subur; atau proses “laterisasi” – iluviasi Si (Alfisols), yang bermasalah pada sifat kimia tertentu.

Namun, tidak semua jenis tanah berwarna “gelap” (hitam) itu selalu subur (atau kecukupan air), warna gelap bisa jadi karena kaya unsur basa (alkali): contoh: kadar Al, Ca, dan Mg relatif tinggi pada Vertisol, atau kandungan Alovan (Al, Fe, Mn) pada Andisol. Tanah bergambut (Histosol), selain dominan bahan organik, juga berada pada kondisi jenuh air.

“Carrying Capacity” tanah ditunjukkan oleh “warna”nya!

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*