19 AprDrainase Subsoil

SUBSOIL MENJADI PADAT – VEGETASI POHON

Kiat Penaggulangan

Syekhfani

Horizon subsoil yang kompak (padat), menjadi masalah bagi perkembangan sistem perakaran budidaya pepohonan (perkebunan: karet, kelapa sawit, dll. dan/atau buahan hortikultura: mangga, durian, dll.).

Sistem perakaran pepohonan tersebut di atas, setelah berumur di atas dua tahun, berkembang intensif sehingga tanah di bawah tajuk tidak dapat diolah (digemburkan) tanpa memutuskan akar-akar.

Karena itu, apabila tanah di seputar proyeksi tajuk pohon sering diinjak-injak, atau terjadi proses “pedoturbasi” (→ http://en.wikipedia.org/wiki/Perturbation_%28geology%29), maka akan terjadi pemadatan sehingga drainase subsoil menjadi jelek dan permeabilitas (pergerakan air tanah) terhambat.

Demikian pula halnya, aerasi sistem perakaran menjadi tidak baik.

PENANGGULANGAN

Ada tiga alternatif:

1. Memelihara Cacing-tanah jenis subsoil (Anecic dan Endogeic), membuat lubang terbuka hingga permukaan (topsoil), sebagai dekomposer dan memproduksi “casting”. Endogeic, berperan mencernakan tanah dan BO serta akar-akar mati; sehingga tercipta lubang aerasi dan drainase.

2. Menanam Pohon-perdu cepat tumbuh (fast-growth) dan berumur pendek, berakar sedang hingga dalam. Setelah pohon mati, sistem perakarannya meninggalkan kanal dan membuat lubang aerasi dan drainase.

Root apex progressively increase in diameter

Root apex progressively increase in diameter

→ Lihat: http://bioscience.oxfordjournals.org/content/61/11/869.full#F2

3. Borring dalam, menembus ketebalan lapisan padat, dengan diameter lubang bor 10 cm. Borring lapisan padat Kedalaman 30-50 cm, bertujuan untuk membantu aerasi dan drainase dalam.

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*