09 MayZona Arid

MASALAH UTAMA – AIR

Diposkan: Syekhfani

Sangat menarik foto “Tanah Subur” dari Sumba, Nusa Tenggara Timur, ditayangkan SCTV-Liputan6.com Jakarta (09 Mei 2015 pkl 10:56 WIB), berikut ini:

Sawah Subur (Sumba-Liputan 6

Komentar:

Daerah Sumba di Nusa Tenggara Timur adalah salah satu pulau paling selatan Indonesia. Wilayah ini punya musim hujan yang pendek dan musim kemarau yang panjang.

Karena beriklim kering, daerah ini dulu dikenal tandus dan rawan pangan.

Meski bukan daerah subur, hampir separuh penduduk Sumba berprofesi sebagai petani. Mengandalkan pupuk untuk membuat tanah gembur.

Tapi cuaca buruk di laut berarti suplai pupuk terhenti. Beberapa pihak mulai mengubah keadaan. Di Kecamatan Lewa, Sumba Timur, yang merupakan lumbung pangan sejak era kolonial warga mulai cerdas bertani.

Pertanian organik dan SRI (System of Rice Intensification) mulai dikenalkan di sini. Dimulai dari satu hektar milik seorang petani bernama Katauchi Papu. Akhirnya, Lewa, kini tetap menjadi Lumbung pangan di Sumba NTT (http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sumba_Timur).

(SCTV – Liputan 6.com)

Dari Gambar di atas tampak bahwa, pada kondisi air bermasalah, petani membuat kolam penampung air di bagian puncak.

Air ditampung pada saat hujan turun dan suplai air untuk pertanaman di bagian lereng bawah tejadi melalui rembesan (seapage) atau pun perkolasi.

Di samping itu, petani juga menggunakan mulsa sisa tanaman dan sistem tanaman menutupi tanah (covered cropping System).

Pada zona arid, manajemen efisiensi penggunaan air (efficiency use of water) adalah sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman pertanian.

Tambahan:

Ada kesenian tradisional Sumba Timur yang terkenal pada zaman Hindia Belanda: Pertunjukan Gramofon di Lewa Paku

Pertunjukan Gramofon

No comments

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment
CAPTCHA Image
*