Archive for June, 2016

30 JunEfisiensi Aplikasi Pupuk

zeolite powder

ZEOLIT

(HYDRATED ALUMINO SILICATE)

Syekhfani

Aplikasi pupuk di lahan pertanian seringkali tidak efisien akibat berbagai hal, di antaranya terjadi kehilangan unsur hara melalui pencucian (leaching).

Zeolit, adalah liat alumino silikat terhidrasi (hydrated alumino silicate) tergolong bahan pengondisi tanah (soil conditioner) yang mempunyai kemampuan mengefisienkan aplikasi pupuk, misalnya: urea, yang umumnya selalu diberikan petani dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.

Zeolit ini tergolong mineral silikat aluminium yang mengalami hidrasi sehingga bersifat mengembang dan mengkerut (swelling dan shrinked), mengikat dan melepas ion (kation dan anion).

Sifat Zeolit demikian dapat mengefisienkan aplikasi pupuk karena saat kecukupan air, kation diikat dalam mekanisme jerapan (adsorption), dan bila kekurangan air, diikat dalam bentuk fiksasi (absorption) dalam fase padatannya (fiksasi).

Bentuk anion (NO3-), selalu dijerap di kisi-kisi (lattice) dalam bentuk mudah dilepas dan mudah tersedia bagi akar tanaman.

Bentuk kation (NH4+, K+), bila diserap (absorp) dalam fase padatannya (fiksasi), maka akan menjadi sulit tersedia bagi akar tanaman.

Secara praktek, Zeolit mengefisienkan aplikasi pupuk melalui mekanisme pelepasan secara sedikit demi sedikit (split) dan petani dapat mengurangi dosis pupuk tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

Dengan kata lain, Zeolit dapat memberi keuntungan pada petani.

28 JunAmeliorasi Lahan Masam

Fly ash batu bara

ABU TERBANG (FLY ASH) BATU BARA

Syekhfani

Lahan masam, lahan yang secara pedogenesis berbahan induk masam, atau secara geografis berada di zone basah (tropika basah-tropical rain forest), secara kimiawi mempunyai kandungan unsur basa-basa kuat (stong basic nutrition) Na, K, Ca dan Mg rendah, tetapi kandungan basa-basa lemah (weak basic nutrition) Al, Fe dan Mn yang tinggi.

Untuk mengantisipasi, maka diperlukan amelioran, yaitu material yang mempunyai sifat kebasaan tinggi seperti: kapur, slag, biochar, atau pun abu.

Ameliorasi lahan masam yang mempunyai tambang batu bara yang telah dieksploitasi, misalnya di Kalimantan Timur, dapat dilakukan menggunakan “Abu Terbang (fly ash) Batu Bara” yang tertimbun sebagai deposit halus di lokasi eksploitasi batu bara.

Abu Terbang (fly ash) batu bara ini mempunyai sifat basik, berpotensi menetralkan lahan masam.

Oleh sebab itu, diperlukan studi pendalaman tentang sifat perilakunya, dalam upaya ameliorasi lahan masam yang cukup luas di Indonesia.

16 JunHujan Lebat di Bulan Puasa

images

MEMBERSIHKAN SELOKAN

Syekhfani

Hari Kamis, 17 Juni 2016, pukul 15.02 – 15.18 (16 menit), terjadi hujan lebat di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kotamadya Malang.

Hujan disertai angin cukup kencang sehingga menyulitkan penulis merekam kejadian.

Akankah hujan di bulan suci Ramadhon ini ikut mensucikan diri kita dari segala dosa?

Insya ALLAH, amiiin.

Rekamannya sebagai berikut: https://www.youtube.com/watch?v=UW8AtQgAW0o&feature=youtu.be

09 JunCacti Plants

WITHOUT PIN

Syekhfani

Cacti Plants have become increasingly popular as house plants, attracting attention for their intresting forms and tolerant nature.

Being tolerant, they are often unfairly neglected. They can survive dramatic changes of temperature, poor soil and long periods of drought, but it should not be assumed that cacti actually enjoy these conditions.

In fact, with proper care, they can be encouraged to become highly attractive plants and may flower now and then, dependeding on the species.

(See: A Guide to Skyrise Gardening. Parks & Recreation Department Ministry of National Development. Singapore Science Centre, Sci. Centre Road, Singapore 2260. pp 132-135).

The author have an antique and exotic cactus plant without pin collection, as presented in the figure below:

0

1. Pot

1

2. Top

2

3. Bottom

3

4. Flower

What is species this kind of cactus? Can you help the outhor? Thank you.

03 JunPeat Soil

IN THE MIDLE BORNEO (CENTRAL KALIMANTAN)

Peat Ecosystem

Posted by: Syekhfani

Problem clearing of peatland in the midle Borneo, recently discussed rampant, especially during the dry season (El Niño effect).

Peat land clearance by burning system, bringing the smoke effect that harm our health and navigation systems.

How peatland ecosystem of the middle Borneo region, which is known as the region has the largest peatland area in Indonesia (namely: “Million hectares peat”), are shown below:

1a. Flooding area

1a. Flooding area (river side)

1b. Submerged area

1b. Submerged area

1c. Vegetation

1c. Vegetation

1d. Rainy forest

1d. Rainy forest

2a. Burning area

2a. Burning area

2b. Fire team

2b. Fire guard team

2c. View after burn (2)

2c. View after burn

2d. Smoke condition after burn

2d. Smoke condition after burn

2e. Orang Utan

2e. Urang Utan

3a. Ratan yield

3a. Rattan yield

3b. Fruit (Annanas)

3b. Fruit (Annanas)

3c. Vegetable (Caladium)

3c. Vegetable (Caladium)

3d. Flower (Wild Orchid)

3d. Flower (Wild Orchid)

Source images: Download from Google.com (3th June 2016)

Also see: Farmyard cultivation by people http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/03/26/budidaya-pertanian-lahan-gambut/