Archive for April 23rd, 2017

23 AprJazad Mikro Penghuni Tanah

Rhizobium nodule

Awal Penemuan Jazad Fiksasi N

Syekhfani

Dalam sejarah jazad mikro tanah, dua pakar bakteriologi terkenal bangsa Belanda Martinus W. Beijerinck (1851 – 1931), dan bangsa Rusia Sergei N. Winogradsky (1856 – 1953), dapat mengisolasi jazad mikro tanah melalui teknik kultur.

Beijerinck berhasil mengisolasi bakteri berasosiasi dengan bintil akar tanaman legum dan mampu membuktikan bahwa bakteri tersebutlah yang berperanan dalam pembentukan bintil.

Oleh Beijerinck bakteri ini diberi nama Bacillus radicicola yang kemudian dikenal dengan nama Rhizobium.

Beijerinck menyumbangkan dasar lainnya dalam bidang mikrobiologi tanah, termasuk di antaranya isolasi Azotobacter, salah satu bakteri penambat N non-simbiotik, serta menemukan jazad-jazad lain yang berperanan dalam transformasi senyawa sulfur.

Winogradsky menemukan pola autotrofik dalam dalam kehidupan bakteri tanah dan membuktikan peranan bakteri ini dalam transformasi senyawa nitrogen dan sulfur.

Setelah kegiatan dua pakar terkenal di atas, maka penelitian di bidang mikrobiologi tanah berkembang dengan pesat dengan objek tidak hanya bakteri tetapi juga berbagai jazad mikro lain dalam tanah, seperti: fungi, aktinomiset, ragi, dan ganggang.

Penggolongan Jazad Mikro Tanah (Millar, Turk dan Foth, 1985)

Berdasar Jenis Jazad:

TANAMAN
I. Bakteri:
Heterotrof Penambat N:
a. Simbiotik: 1. Aerob 2. Anaerob
b.Non-simbiotik:
– berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
-tak berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
a. Pembentuk nitrit
b. Pembentuk nitrat
c. Pengoksidasi sulfur
d. Pengoksidasi besi
e. Bereaksi terhadap H dan senyawa H
Autotrof:
II. Fungi: Fungi, Ragi, Ragi Menyerupai Jamur (Mushroom), Kapang
III. Aktinomiset:
IV, Ganggang: Hijau-biru, Hijau rumput, Diatom
BINATANG
V. Protozoa: Siliata, Flagelata, Amuba

Berdasar Ukuran Jazad (Verstraete, 1980):

Mikrobiota (<2 µm): Virus, Bakteri, Aktinomiset (prokaryotik), Fungi, Protozoa.

Mesobiota (200 – 1000 µm): Nematoda, Rotifera, Cacing pot (potworm), Arytropoda, kecil (rayap), Laba-laba, Semut, dll.

Makrobiota (> 1000 µm): Cacing tanah, Artropoda besar (Kumbang, Vertebrata, dll.).

Mutakhir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dasar (basic technology) tersebut menjadi modal pengembangan teknologi aplikasi (applied technology) dalam mengatasi masalah pangan (scarcity of food) di muka bumi ini.