24 SepAIR DAN KEHIDUPAN

Alun-alun Malang Tempo Doeloe

Pohon Beringin di Alun-alun Malang “Tempo Doeloe” – *)

Munculnya Mata Air

Syekhfani

Air, kebutuhan hidup ke-2 setelah udara.

Sekitar 95 persen tubuh terdiri dari air.

Manusia hanya bisa bertahan hidup beberapa hari tanpa minum air.

Saat puasa, bila waktu magrib tiba, umumnya orang mendahulukan minum air.

Air di alam berada dalam bentuk siklus: uap, udara, hujan infiltrasi tanaman, dalam atmosfer, hidrosfer, biosfer dan lithosfer.

Konservasi air dapat dilakukan secara alami maupun oleh manusia.

Mata air terbentuk karena zona perakaran tanaman (rhizosfer) menahan air dan saving terjadi setelah evapo-transpirasi minimum.

Rhizosfer, tajuk dan tanah tempat pohon beringin tumbuh menahan air, sehingga di situ seringkali muncul “mata air”.

Pohon beringin yang rindang dengan udara yang sejuk di bawah kanopi menjadikan pohon beringin tempat berteduh yang nyaman selain bisa jadi menjadi sumber mata air.

*) Referensi: Olivier Johannes Raap, 2015. Kota di Jawa Tempo Doeloe. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta.

*****

Comments are closed.