Search results

14 DecSOIL-Chemical Weathering Processes

 

Rock an Water

 

CHEMICAL WEATHERING PROCESSES

(PROSES PELAPUKAN KIMIA)

 

Pelapukan Batuan dan Mineral: Proses ~ Definisi ~ Implikasi

 

Diposkan oleh:  Syekhfani

 

Chemical Weathering Processes (Proses Pelapukan Kimia),  yang terjadi pada batuan dan mineral, merupakan proses pembentukan komponen mineral tanah melalui pelapukan dan penghancuran.

1. Peningkatan curah hujan memacu percepatan pelapukan kimia batuan dan mineral, seperti tampak pada arca dan bangunan peninggalan sejarah. Fakta bahwa, air merupakan faktor esensial pelapukan kimia.

2. Peningkatan suhu juga mempercepat reaksi kimia yang menyebabkan batuan dan mineral hancur.

3. Kombinasi air dan suhu, kelembaban merupakan faktor pengondisi terjadinya percepatan pelapukan batuan dan mineral.

Implikasi lapangan, hal diatas menunjukkan mengapa di daerah tropis terjadi kerusakan lahan, tanah dan bangunan berlangsung dengan cepat.

Rock in Semi Arid Zone

 Pelapukan batuan di zona semi arid (Dompu, Nusa Tenggara Barat), terutama oleh faktor suhu dan kelembaban.

Proses-proses pelapukan meliputi:

Pelarutan dan Karbonasi (Carbonation and Solution): proses tampak bila air hujan (H20) bersenyawa dengan karbon dioksida (CO2) membentuk asam karbonat (H2CO3). Bila asam karbonat kembali kontak dengan batuan mengandung kapur, soda, dan potas (kalium),  maka mineral-mineral kalsium, magnesium, dan kalium secara kimia berubah menjadi karbonat yang larut dalam air.  Topografi Karst, berasal dari nama “Krs Plateau” di Yugoslavia, di mana pertama kali dipelajari, merupakan tipe pelapukan kimia dicirikan oleh sinkholes, caves, dan caverns.

Hidrolisis (Hydrolysis): proses pelapukan kimia ini terjadi bila air (H20), biasanya dalam bentuk air hujan, merusak komposisi dan ukuran kimia mineral dan menghasilkan mineral kurang stabil, sehingga lebih mudah terlapuk.

Hidrasi (Hydration): kombinasi air (H20) dengan senyawa dalam batuan, menyebabkan perubahan struktur kimia mineral, namun lebih menyerupai perubahan fisik pada permukaan butir dan kisi butir mineral. Contoh pada mineral Anhydrite (CaSO4). Anhydrite secara kimia berubah menjadi Gypsum (CaSO4.2H20) bila ditambahkan air. Gypsum digunakan dalam industri konstruksi, untuk membangun gedung dan rumah.

Oksidasi (Oxidation): proses ini terjadi bila oksigen bereaksi dengan senyawa unsur dalam batuan membentuk oksida. Bila objek adalah pelapukan kimia bahan lunak dan tampak “teroksidasi” – “oxidized”. Contoh yang jelas adalah terjadi “karatan” – “rusting”. Besi sebagai bahan logam dapat mengalami oksidasi. Peningkatan suhu dan prosentase hujan akan memacu proses oksidasi.

Pelapukan Spheroidal (Spheroidal Weathering): air meresap melalui celah batuan dan melarutkan semen pengikat partikel dan juga menggerus tepi dan sudut tajam batuan, menjadikan batuan bergerigi.  Proses pelapukan fisik, seperti pembekuan, dapat meretakkan batuan secara luas.

Lihat:

1. Soil Forming Factors-weathering

2. http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/?s=SOIL-rock

 

27 JulSOIL-Rocks

 

ROCKS ~ BATU-BATUAN

Sumber Unsur Hara ~ Bahan Bangunan ~ Batu Permata

 

Bahasan:  Syekhfani

1. persebaran-lokasi-batuan

Rocks (Batu-batuan, Batuan), adalah benda alam berasal dari bumi (lithosfer) yang muncul di permukaan dalam berbagai: jenis, bentuk, komposisi, kekerasan, dan warna;  sehingga dapat berfungsi sebagai bahan pupuk (unsur hara), material bangunan, dan batu permata (perhiasan).

Jenis batuan dalam lithosfer adalah batuan beku, sedimen, dan metamorf  yang terbentuk dari proses yang berbeda.

Penyusun batuan adalah senyawa-senyawa anorganik maupun organik.  Pelapukan (weathering) batuan anorganik terjadi melalui proses mineralisasi, sedang pelapukan batuan organik melalui proses dekomposisi. Lama pelapukan tergantung jenis batuan, organisme, iklim, dan waktu;  yang akhirnya menjadi tanah (soil).

Batuan Sumber Unsur Hara:

Komposisi batuan menghasilkan 13 unsur hara esensial bagi tumbuhan (N, P, K, Ca, Mg ~ MAKRO, Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo Cl ~ MIKRO).

Contoh:

MAKRO

Nitrogen (N): Batuan organik

Sulfur (S):  Belerang

Fosfor (P): Apatit, Varisit, Strengit

Kalium (K): Lusit, Ortoklas, Sanidin, Muskovit

Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg): Kalsit, Magnesit, Dolomit

MIKRO

Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Khlor (Cl): batuan beku, batuan sedimen

Batuan beku: granit, diorit, grano-diorit

Batuan sedimen: kalsit, dolomit

 

Batuan Materi Bahan Bangunan: lihat → jenis batuan dan mineral di alam

2. batuan beku

Jenis Batuan

3. dekorasi-rumah-minimalis

Bahan bangunan 

 

Batuan Permata: Lihat → batu permata asli

Batuan organik:  berlian, amber, merjan, mutiara

Batuan anorganik: Silikat Amorf (Kalimaya), Tembaga Aluminium Fosfat Hidrat (Pirus), Korundum ~ Aluminium Oksida, Cr (Mirah); Aluminium Oksida,Ti,Fe (Safir)

 jenis-batu-permata - Copy

Batu permata