Search results

21 MayMedium Gloxinia

Gloxinia

BUDIDAYA TANAMAN POT

Gembur, Drainase Aerasi Baik, Unsur Hara Lengkap

Syekhfani

Gloxinia L’Her, Gesneriaceae, berbagai jenis, warna, dan bentuk yang sangat indah menarik.

Lihat: en.m.wikipedia.org/wiki/Gloxinia-(genus)

1. Persiapan Pertanaman

MEDIUM:
1. Tanah berkadar BO tinggi, permukaan lapisan seresah (drainase dan aerasi baik):
- Komposisi tanah : pasir: pupuk kandang : humus > 4:3:2:1 – Lihat: syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/?s=smart+gardening

2. Kadar unsur hara lengkap (makro, mikro):
- Diberikan berupa padat (butir, serbuk), atau
- Cair (larutan hara): acuan larutan hara Houghland.

JENIS TANAMAN POT:
- Tunggal (satu jenis).
- Ganda (lebih dari 1 jenis).

STEK TANGKAI DAUN:
- Tangkai daun tua, ditancapkan ke permukaan medium.
- Ditunggu sampai mucul daun dan akar.
- Bibit baru tumbuh dipindahkan ke medium pot.

Koleksi Penulis

Gloxinia2

Gloxinia3

Gloxinia4

It’s Beautiful Flowers!

20 JanSmart Gardening

Smart Gardening

BERKEBUN MANTAP DAN SEHAT

Kebutuhan Tumbuh Tanaman (Plant Growth Requirements)

Syekhfani

Tanaman, sebagian biomas ada dalam tanah (rhizospher), sebagian lagi di atas tanah (biosphere). Bentuk dan volume biomas akar dan tajuk adalah sama (similar), proyeksi satu sama lainnya.

Lingkungan tumbuh yang ideal meliputi: tanah, air, dan cahaya; seringkali menjadi faktor pembatas (limiting factors). Hanya udara, berada tidak terbatas karena mengisi ruang pori rhizosfer dan atmosfer tajuk.

Kebutuhan tumbuh tanaman (crop requirements) dalam pot pun merupakan proyeksi dari tanaman di kebun (lapangan).

Ketika kita ingin menyiapkan tanaman hias dalam pot, maka pertimbangan terhadap kebutuhan tumbuh tersebut sangat penting diperhatikan. Kebutuhan meliputi: tanah, cahaya, dan air.

TANAH

Campuran medium tanah dalam pot, berdasar pada rasio tiga komponen:

a. Tanah lempung (loamy soil), bertekstur gembur.

b. Bahan organik (gambut, kompos kotoran ayam, dsb.).

c. Pasir sungai (washed river sand).

Ada tiga kelompok rasio tiga komponen tersebut untuk medium pot:

1. Standar (standard) – 3 : 2 : 1

2. Berpasir (sandy) – 1 : 2 : 3

3. Lembab (moist) – 1 : 3 : 0

CAHAYA

Cahaya, sumber energi kehidupan tanaman; melalui reaksi fotosintesis mengikat gas CO2 dan H2O menjadi karbohidrat (kerangka dasar senyawa metabolit tanaman).

Pekebun amatir dapat menggunakan acuan kebutuhan cahaya optimal sebagai berikut:

1. Tanaman Senang Cahaya (sun loving plants), menghendaki tumbuh di bawah sinar matahari penuh tanpa perlindungan, misalnya di teras rumah atau balkon. Contoh: kaktus, sukulen, Bougenvil, Adenium, dll.

2. Tanaman Semi Teduh (semi shade plants), tanaman pot daerah tropika basah (termasuk Indonesia) umumnya, semi indoor, memperoleh cahaya pantulan, misalnya di teras rumah di bawah atap atau rumah kasa.

3. Tanaman Senang Teduh (shading loving plants), beradaptasi pada penyinaran rendah, di ruang tamu, kamar mandi, dapur, dsb.

AIR

Tanaman kebun memperoleh air hujan; namun tanaman pot di teras dan balkon perlu diberi air. Berdasar kebutuhan terhadap air, acuan kasar berikut dapat diikuti:

1. Tanaman berair seperti lidah mertua (Sanseviera), Aloe vera, dan kaktus yang menyimpan air dalam jaringan daun dan/atau batang, dapat bertahan beberapa minggu tanpa diberi air.

2. Beberapa tanaman mempunyai akar rambut di batang/cabang atau kutikula terselaput lilin di permukaan daun, contoh karet (Ficus elestica). Beberapa tanaman menggugurkan daun bila kekeringan untuk mengurangi penguapan air (evaporasi).

3. Beberapa tanaman berdaun sempit, tumpang tindih, contoh Fittonia dan Adiantum raddianum, cenderung kehilangan banyak air melalui transpirasi, khususnya bila total luas daunnya yang luas. Tanaman ini membutuhkan pemberian air lebih sering.

4. Tanaman pada pot tidak porous kurang membutuhkan air dibandingkan pot tanah yang merembeskan air melalui dindingnya.

5. Tanaman yang menunjukkan pertumbuhan aktif (tunas muda, ranting trubus, kuncup) membutuhkan lebih banyak air.

Lihat: Parks & Recreation Department, Ministry of National Development, 1994. A Guide to Skyrise Grdening. Singapore Science Centre, Science Centere Road, Singapore 2260.

26 AprWarna Warni Segar Bergizi

SAYURAN DAN BUAHAN

(Tropika Indonesia)

Syekhfani

Hidup sehat, segar, cerah, ceria, dambaan semua orang sehari-hari yang akan berdampak pada gairah kerja dan output “hasil kerjapositif, sebenarnya mudah diperoleh; cukup dengan melakukan kebiasaan memilih dan mengatur menu makan sehat sehari-hari.

Menu tidak perlu berbahan baku mewah dan mahal, cukup yang murah, meriah dan sederhana tapi “bergizi” tinggi. Jenis komoditi sayuran dan buahan di tropika basah Indonesia berlimpah.

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/soil-plasma-nuthfah-ii/ dan http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/soil-plasma-nuthfah/.

Keperluan sehari-hari jenis bahan ini dapat diperoleh dari penjual sayuran/buahan atau hasil kebun sendiri (smart gardening), di halaman rumah atau kebun keluarga.

Berikut adalah contoh beberapa jenis sayuran dan buahan bahan menu sehari-hari yang murah dan bergizi: Lihat:http://quoteko.com/tanaman-sayuran.html

1. kol

2. sawi putih

3. seledri stick

4. Labu siam

5. Terung ungu

6. Zukini

7. jenis-tanaman-sayuran

8. Lombok

9. SAYURAN

10.-DESA-PAHANDUT-Tanam-Sayuran

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/10/soil-budaya-tomat-tanpa-tanah/

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2012/11/soil-horti/

Dalam tubuh sehat terkandung jiwa sehat dan semangat tinggi!

18 AprUNTUK DIKETAHUI

TAHUKAH ANDA?

National Academy of Sciences
(1975)

Syekhfani

Menurut catatan sejarah, manusia telah memanfaatkan sebanyak 3,000 spesies tanaman untuk makanan; dari 12,000 tanaman terseleksi yang dapat dimakan.
Sebanyak 150 spesies telah dibudidayakan secara komersial. Namun selama berabad-abad konsentrasi cenderung berkembang lebih banyak.

Saat ini, kebutuhan pangan penduduk dunia ada sekitar 20 spesies tanaman sereal seperti gandum, beras, jagung, dan sorgum; tanaman umbian seperti kentang, ubijalar, dan ketela pohon; kacang-kacangan (legumes) seperti pea, bean, peanut (kacang tanah), dan kedelai; serta gula bit, kelapa, dan pisang.
Tanaman tersebut adalah benteng kekuatan utama manusia terhadap kelaparan. Namun merupakan benteng yang sangat rapuh.
Prospek kekurangan pangan menjadi lebih akut, orang harus semakin tergantung pada tanaman daripada hewan untuk protein dalam menu diet mereka.

Disadari, bahwa penelitian sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil tanaman pangan tersebut. Namun, ketergantungan pada sejumlah kecil tanaman membawa risiko besar, untuk monokultur sangat rentan terhadap bencana kegagalan disebabkan oleh penyakit atau perubahan iklim.

Kebutuhan akan pangan, sandang dan papan (pakan, pakaian, dan rumah) bagi penduduk dunia meningkat pesat, maka sudah waktunya mempertimbangkan pengembangan spesies tanaman yang terabaikan atau kurang dikenal.
Manusia mulai mengarah pada stok bahan kimia dan kemungkinan pengembangan genetik di bidang tanaman.
Sekarang kita harus meneliti ribuan spesies tanaman, banyak yang masih belum teruji dan beberapa yang belum teridentifikasi.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/smart-gardening/

17 AprSmart Gardening

vbox

Anda Meningkatkan Gizi Home Garden?

Svitak Dean

Star Tribune Staf Writer

Rabu, April 9, 1997

Ketika anda membolak-balik katalog benih, pertimbangkan nutrisi sesuai rasa, saran Sharon Johnson, seorang mahasiswi ahli diet di University of Minnesota. Beberapa sayuran memiliki nilai gizi lebih daripada yang lain, yang membuat mereka menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di halaman rumah dan didisajikan di  meja makan.

Seledri, misalnya, mengandung sedikit air dan serat – sehingga sering disarankan sebagai makanan diet. Di pihak lain, bayam mengandung Vitamin A, B6, C dan K, serta kalsium, zat besi, magnesium, kalium, riboflavin, dan asam folat. Jika memilih tanaman, maka pilihlah bayam daripada seledri, saran Johnson.

Dia mencatat bahwa anak-anak di atas usia 2 tahun memiliki persyaratan diet sama dengan orang dewasa, yang berarti mereka harus memiliki setidaknya lima porsi buah dan sayuran dalam diet sehari-hari. “Tapi kita perlu makan berbagai buah-buahan dan sayuran,” katanya.

“Kita semua perlu memiliki lebih dari 140 nutrisi berbeda dalam menu kita, untuk menjaga tubuh kita sehat. Semua itu tidak akan ada, jika kita hanya memakan apel dan jagung. Tanamlah sayuran yang dimninati oleh anak-anak.

“Mereka kelihatannya akan mencicipi bila mereka sudah dewasa,” lanjutnya.
Shari Guski, wanita hortikulturis dari Minnesota State Horticultural Society, mengingatkan pekebun lahan sempit, bahwa banyak sayuran menjalar (seperti mentimun dan labu), dapat tumbuh secara vertikal atau menjalar di teralis dalam memanfaatkan ruang horisontal.

Dia menyarankan bahwa pekebun agar hati-hati membaca paket untuk memilih benih untuk ditanam. Dia mengatakan bahwa pekebun akan memperoleh dari benih yang mereka beli. “Benih murah tidak akan menghasilkan kualitas tinggi”.

Berikut disajikan jenis-jenis buah-buahan dan sayuran sangat cocok untuk kebun belakang Minnesota, dan semua berfungsi sebagai sumber vitamin dan mineral, serat larut dan karbohidrat, rendah lemak, dan memberikan kontribusi sejumlah kecil protein dalam diet yang sangat baik.

Daftar dari Johnson berikut menunjukkan produk sebagai sumber menu yang baik:
• Asparagus: Vitamin A, C dan E, folat dan potasium.
• Kacang, jepret: Vitamin K.
• Beets, hijau: Kalsium, folat dan magnesium.
• Black-eyed peas: Magnesium dan seng.
• Brokoli: Vitamin A, B6, C dan K kalsium, folat, magnesium, asam pantotenat dan riboflavin.
• Kubis Brussel: Vitamin C.
• Kubis: Vitamin K.
• Cantaloupe: Vitamin A, B6 dan C, folat dan potasium.
• Wortel: Vitamin A.
• Kembang kol: Vitamin C dan biotin.
• Terong: Folat dan kalium.
• Kacang hijau: Vitamin C dan K, dan zat besi.
• Kale: Vitamin K.
• Kohlrabi: Vitamin C dan kalium.
• Mesclun (salad hijau): Vitamin A dan C, dan folat.
• Mustard hijau: Vitamin A dan C.
• Parsnips: Vitamin C, kalsium, magnesium dan kalium.
• Lada hijau: Vitamin C.
• Kentang: Vitamin C dan kalium.
• Rhubarb: Kalsium dan kalium.
• Rutabagas: Vitamin C, magnesium dan kalium.
• Bayam: Vitamin A, B6, C dan K, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, riboflavin, dan asam folat.
• Squash, musim dingin atau zucchini: Vitamin A dan kalium.
• Jagung manis: Magnesium dan kalium.
• Ubi jalar: Vitamin A dan C.
• Tomat: Vitamin A dan C.
• Turnip hijau: Vitamin A dan K, kalsium dan asam folat.
• Semangka: Vitamin B6 dan thiamin.

Lihat: →  The Art of Healing Diri Sendiri adalah Seni Mengasihi Diri Kita Sendiri, dan Belajar Konsep Baru

14 AugSOIL-Water-wise Gardening

 

WATER-WISE GARDENING

(KEBIJAKAN PENGATURAN AIR)

Tinjauan:  Syekhfani

Pada post terdahulu (SOIL-Tata L ahan Kota III):  diketahui betapa sulitnya untuk memenuhi kebutuhan air bagi penghijauan kota di kawasan lahan bergurun (tekstur tanah berpasir).

Keberhasilan kota Jeddah (dan kota-kota lain), dalam menghijaukan kawasan kota, sudah barang tentu sangat tergantung kepada kebijakan manajemen air, yang diduga membutuhan jutaan galon setiap waktu.

Berkebun air yang bijak berarti melibatkan berbagai teknik aplikasi lansekap yang membantu menghemat air seraya mempertahankan hijauan kebun atau taman agar selalu indah dan efisien.

Problem di atas dapat pula dijumpai pada kondisi zone arid atau semi arid (kering, setengah kering) di daerah tropika atau sub tropika;  atau daerah yang tidak mempunyai potensi sumber air yang cukup.

 default

Ada lima langkah untuk menjaga efisiensi pengguaan air di kebun atau taman (Cowman, C.E., 2003):

1. Hydrozone: kelompokkan tanaman sesuai dengan kebutuhan air mereka. Atur Hydrozone halaman dan taman Anda menurut zone butuh air rendah, sedang dan tinggi;  lalu atur penggunaan air secara bersama-sama. Juga, gunakan bedeng tanam sehingga mudah melakukan penyiraman secara efisien.

2. Memilih Tanaman: pilih tanaman toleran kekeringan atau tanaman asli tahan kering dalam zone lanskap kebutuhan air rendah.

3. Irigasi:  install alat pengatur irigasi, emitter tetes dan timer, sehingga Anda hanya memberikan jumlah air yang dibutuhkan tanaman.

4. Meningkatkan Kemampuan Tanah: campurkan kompos ke dalam tanah untuk meningkatkan kemampuan tanah memegang air.

5. Gunakan Mulsa: tutupkan mulsa di sekitar tanaman Anda, trotoar dan daerah terbuka lain untuk mengurangi penggunaan air dan mencegah tumbuh gulma.

(C.E. Cowman.  2003.  Water-Wise Gardening. Smart Gardening Information Sheet.  County of Los Angeles Countywide Smart Gardening Program. Department of Public Works Publication No. SG-6, January 2003. Environmental Programs Division, Copyright© 2003.   All Rights Reserved – Author: Keith D. Thomsen, PE, DEEn Bio Contractors, Inc.).

Informasi lengkap disajikan dalam bentuk film video berikut:  →  Water-wise Gardening I  dan  Water-wise Gardening II

Water-wise gardening conserves water and reduces waste!

22 JulSOIL-Sifat Perilaku


PERTANYAAN: MENGAPA?!

(QUESTION:  WHY?!)

 

Pertanyaan:  Mengapa?!

 

Dalam praktek (in practices):

  • Hewan dan tumbuhan tidak dapat menjawab pertanyaan mengapa (why)?!.
  • Karena itu perlu diketahui sifat dan perilaku (fate and properties ~ nature and properties) mereka.
  • Juga perlu diketahui syarat pertumbuhan dan kehidupan mereka.
  • Bila ada masalah, perlu diketahui alternatif solusi.
  • Tindakan ini adalah kunci pengelolaan (management) dalam memperoleh teknologi inovasi.

 

Contoh:  teknologi pengomposan oleh cacing tanah (earthworm composting):

TAKING CARE OF WORMS

Worms are easy to grow. They’re basically vegetarians and like to eat the vegetable wastes from your kitchen, yard and garden. Worms don’t eat inorganic materials, like plastic, glass or metals. Worms prefer relatively fresh, hard foods like apples, carrots and other fresh vegetables until they have begun to decompose slightly. If you feed your worms these kinds of foods, don’t be concerned if it takes the food some time to disappear. It’s all part of worm composting process. It does help to break or cut up hard foods in a food processor, bit it isn’t required.

Worms don’t have teeth, but do have mouths. They take food in through their mouths and then digest it in their gizzards. A worm’s gizzard needs a small amount of grit (from soil) to grind food. That’s why it’s important to add a handful of garden soil to the bedding material in your bin.

Numerous variables affect how much your worms will eat. For example, they are more active at room temperature than at 40°F. A general rule is that they will consume approximately ½ their body weight in food waste per day, so if you purchased 1 lb. of worms, you can expect them to consume about ½ lb. of vegetable waste per day.

Overfeeding your worms can cause odor problems. If you over-feed your worms, just stop feeding them and allow the worms to catch up. As the worm population increases, you should gradually add more food to the bin.

 

County of Los Angeles, Department of Public Works, Smart Gardening Program → Fact Sheets and Links → http://dpw.lacounty.gov/epd/sg/tech_sheets/wc_qa.pdf

 

14 NovSOIL – IPTEK KESUBURAN TANAH

 

 0

 

PENGENALAN JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA

 

(Foto dan interpretasi: Syekhfani)

 1

Alfisol Lamongan (Jagung): Sifat kesubtan: bahan organik sedang; pH agak masam; KTK tinggi; N (S), P, K sedang; Ca, Mg sedang; Cu, Zn sedang; drainase agak jelek, dan kehidupan cendawan tertekan. Manajemen: pemberian bahan organik (sedang) dan dolomit (sedang); dan pembuatan saluran drainase.

 2

Andisol Batu (Kubis, Teras Bangku): Daya tahan air agak baik; daya pegang hara agak baik; kadar BO rendah dan pH agak masam; KTK sedang; an kadar unsur (N), (S), (K), P, Mg, Zn agak rendah. Manajemen: pemberian bahan organik (sedang), kompon NPK(S) sedang, dan dolomit (sedang); serta pembuatan rorak/parit pemegang air di bagian atas teras.

3

Entisol Blitar (lahan selesai panen): Olah tanah cara campur-rata (incorporate) dengan sisa panen. Manajemen: pemberian bahan organik (sedang) dan unsur N, P, K, (S) (sedang, bertahap); dan pemberian mulsa.

4

Histosol Palangkaraya (Vegetasi: semak hidrofil (jenuh air), vegetasi pakis: Fleopeltis longistema Moore ; purun; hareundung: Melastoma malabathricum – indikator tanah masam).

5

Histosol Palangkaraya (Pepaya): tanah gambut (Histosol) di halaman tidak dapat berfungsi baik sebagai penahan tumbuh pohon pepaya ( jangkar, pohon pepaya rebah miring, lih. gb). Manajemen: pemberian tanah mineral, pupuk kandang (tinggi), NPK(S),mikro (lengkap) dan dolomit (tinggi); dan pembuatan saluran irigasi + drainase.

6

1a. Pengolahan dengan traktor (mekanik): perbaikan sifat fisik (udara, air).

7

1b. Pengolahan dengan bajak sapi (tradisional): perbaikan sifat fisik (udara, air).

8

2. Pengguludan (pembuatan guludan dan cemplongan untuk tanam Tebu (Saccharum officinarum L.).

9

3. Penanaman tebu ke-1 (plant cane).

Inseptisol Blitar (Pengolahan Tanah untuk Pertanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Lahan Sawah, TRIS): Sifat tanah: musim kemarau topsoil kering, subsoil lembab; musim hujan lembab; daya tahan air sedang; daya pegang hara sedang; sedang; dan unsur hara N, S, (P, K, Ca, Mg) sedang.

PENELITIAN PUPUK CAIR GREENVIT

Inseptisol Karangploso Malang

GREENVIT 2009

10

Oksisol Subang (Pengapuran Tebu): Sifat tanah: musim kemarau kering, rekah; musim hujan becek, licin, lekat; daya tahan air tinggi; daya pegang hara tinggi; pH dan BO rendah; KTK sedang; kadar N (S), P, K rendah; Ca, Mg rendah; Cu, Zn rendah; dan kehidupan bakteri agak tertekan. Aplikasi kapur pertanian sepanjang alur tanam (band placement) jarak 10 cm kiri-kanan alur, kedalaman 10 cm, dan ditimbun tanah.

11

Vertisol Madiun (Persiapan Tanah Tebu-2000): Sifat tanah: kadar liat tipe 2:1 (mengembang/mengkerut, swelling/shrinked); sifat fisik jelek (musim hujan lekat, musim kemarau rekah), sifat kimia sedang. Aplikasi teknologi irigasi, aerasi, dan drainase.

 

12

Ultisol Lampung Utara: Cassava (Manihot esculenta Crantz) – based cropping system: Nitrogen management project, PG Bungamayang (dokumen penelitian).

13

Ultisol Lampung Utara: Alley cropping/Hedgerows system (Lamtoro: Leucaena lecocephala – Jagung: Zea mays L.) – Nitrogen management project – PG Bungamayang (dokumen penelitian).

14

Ultisol Lampung Utara: cover cropping system (biomas) – Nitrogen management project – PG Bungamayang (dokumen penelitian).

15

 

Ultisol Sumatera Barat (longsor): Sifat fisik jelek (liat tipe 1:1, bidang kilir, permeabilitas rendah, erodibilitas tinggi).

 16

UPAYA PENINGKATAN WACANA: INTERAKSI DENGAN MASYARAKAT

 

(Foto dan Dokumen: Syekhfani)

 

17

Temu Lapang P3GI

18

Diskusi dengan staf PG Bunga Mayang Lampung

19

Program D1-Hortikultura UB-Pemkot Batu (1997, 1998, 1999: Apel-Sayuran-Tanaman Hias)

PELATIHAN STAKE-HOLDER

Materi: Syekhfani

1. KONSEP KESTAN BERKELANJUTAN

2. PROSPEK PERTANIAN ORGANIK

3. NUTRISI TANAMAN

4. Rekomendasi Pemupukan Seimbang

5. AZOLA (Nitrogen fixation in rice based cropping systems)download

 

SOSIALISASI TENTANG TANAH

 

Materi: Syekhfani

 

Kriteria Sifat Kesuburan Tanah

 

Baku Mutu Pupuk Organik

 

1. MANAJEMEN BO

2. Guide to Composting

3. Composting at Home

4. Composting of municipal solid waste

5. Growing Healthy Soil

6. The Right Plants

7. Smart watering

8. Natural Pest, Weed & Diseases Control

9. Natural Lawn Care

10. Smart Gardening

11. Sustainable Soil Management

12. Some Information on Soil Fertility

 

 

UPAYA PENINGKATAN WACANA: INTERAKSI DENGAN MAHASISWA

 

(Foto Dokumen: Syekhfani)

20

Studi Lapangan Mahasiswa FP-UB

21

Diskusi dengan Pengelola Kebun Percobaan FP-UB, Jatikerto

22

Diskusi dengan mahasiswa D1-Horti di Kebun Apel Petani, Batu

Mengenal Profesi Ilmu Tanah (Materi OSPEK MABA FPUB 2012: Syekhfani)

FORSIKA 9 Des 2012 (Materi diskusi: Syekhfani)