Archive for the 'Bahan Baku' Category

30 JunEfisiensi Aplikasi Pupuk

zeolite powder

ZEOLIT

(HYDRATED ALUMINO SILICATE)

Syekhfani

Aplikasi pupuk di lahan pertanian seringkali tidak efisien akibat berbagai hal, di antaranya terjadi kehilangan unsur hara melalui pencucian (leaching).

Zeolit, adalah liat alumino silikat terhidrasi (hydrated alumino silicate) tergolong bahan pengondisi tanah (soil conditioner) yang mempunyai kemampuan mengefisienkan aplikasi pupuk, misalnya: urea, yang umumnya selalu diberikan petani dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman.

Zeolit ini tergolong mineral silikat aluminium yang mengalami hidrasi sehingga bersifat mengembang dan mengkerut (swelling dan shrinked), mengikat dan melepas ion (kation dan anion).

Sifat Zeolit demikian dapat mengefisienkan aplikasi pupuk karena saat kecukupan air, kation diikat dalam mekanisme jerapan (adsorption), dan bila kekurangan air, diikat dalam bentuk fiksasi (absorption) dalam fase padatannya (fiksasi).

Bentuk anion (NO3-), selalu dijerap di kisi-kisi (lattice) dalam bentuk mudah dilepas dan mudah tersedia bagi akar tanaman.

Bentuk kation (NH4+, K+), bila diserap (absorp) dalam fase padatannya (fiksasi), maka akan menjadi sulit tersedia bagi akar tanaman.

Secara praktek, Zeolit mengefisienkan aplikasi pupuk melalui mekanisme pelepasan secara sedikit demi sedikit (split) dan petani dapat mengurangi dosis pupuk tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

Dengan kata lain, Zeolit dapat memberi keuntungan pada petani.

28 JunAmeliorasi Lahan Masam

Fly ash batu bara

ABU TERBANG (FLY ASH) BATU BARA

Syekhfani

Lahan masam, lahan yang secara pedogenesis berbahan induk masam, atau secara geografis berada di zone basah (tropika basah-tropical rain forest), secara kimiawi mempunyai kandungan unsur basa-basa kuat (stong basic nutrition) Na, K, Ca dan Mg rendah, tetapi kandungan basa-basa lemah (weak basic nutrition) Al, Fe dan Mn yang tinggi.

Untuk mengantisipasi, maka diperlukan amelioran, yaitu material yang mempunyai sifat kebasaan tinggi seperti: kapur, slag, biochar, atau pun abu.

Ameliorasi lahan masam yang mempunyai tambang batu bara yang telah dieksploitasi, misalnya di Kalimantan Timur, dapat dilakukan menggunakan “Abu Terbang (fly ash) Batu Bara” yang tertimbun sebagai deposit halus di lokasi eksploitasi batu bara.

Abu Terbang (fly ash) batu bara ini mempunyai sifat basik, berpotensi menetralkan lahan masam.

Oleh sebab itu, diperlukan studi pendalaman tentang sifat perilakunya, dalam upaya ameliorasi lahan masam yang cukup luas di Indonesia.

01 OctSifat Perilaku Makan

Capture

HEWAN TERNAK BESAR – KECIL

Menentukan Jenis dan Kualitas Pupuk Kandang

Syekhfani

Sifat perilaku makan hewan ternak (besar, kecil), menghasilkan jenis dan kualitas pupuk kandang (pukan) sebagai sumber pupuk penyubur tanah (farmyard manure).

Pengetahuan tentang sifat perilaku makan ini diperlukan apabila kita ingin memproduksi jenis pupuk kandang tertentu, sesuai unsur hara dominan yang terkandung di dalamnya.

Kandang Sapi:

Sapi dan hewan lain sejenis yang memakan rerumputan sebagai pakan utama, menghasilkan sisa pakan kaya C, H, dan O (karbohidrat).

Sebagai pupuk organik, maka pukan sapi dapat ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tata udara dan tata air).

Kandang Kambing:

Kambing dan kerabat dekatnya (domba) memakan rerumputan dan dedaunan.

Perilaku makan hewan kambing adalah unik. Ia memilih jenis dedaunan tertentu yang disukai dan dari berbagai jenis, sehingga dapat dikatakan kotorannya kaya unsur C, H, O, N, S, dan K.

Sebagai pupuk organik, pukan kambing merupakan bahan ameliorasi sifat fisik dan kimia tanah (tata udara, tata air, dan tata hara).

Kandang Ayam:

Ayam yang tergolong hewan unggas, memakan bebijian yang kaya protein dan asam nukleat (C, H, O, N, S, P, K).

Kotoran ayam sedikit mengandung serat atau senyawa selulose; jadi mudah mengalami dekomposisi.

Sebagai pupuk organik, pukan ayam merupakan bahan ameliorasi sifat kimia tanah (tata hara).

Kandang Hewan Menyusui (Mamalia):

Hewan menyusui tergolong pemakan segala, sehingga kotorannya pun kaya akan unsur hara lengkap: C, H, O, N, S, P, K + unsur mikro (trace elements).

Oleh sebab itu pupuk organik bersumber dari kotoran hewan menyusui, paling baik sebagai sumber hara tanaman lengkap (komplit).

Itu sebabnya, mengapa pupuk nightsoil, ada yang membuat dan mengaplikasikan, meski penggunaannya kontroversial.

20 JulDaur Ulang Lumpur Laut

Krauskopf

AMELIORASI KESUBURAN TANAH

Syekhfani

Proses Aluviasi dan Koluviasi lahan bereaksi masam berumur lanjut (Ultisol), melarutkan dan membawa unsur-unsur basa lemah (Al, Fe, Mn) melalui proses erosi dan/atau pencucian (leaching).

Apabila materi aluvial/koluvial akhirnya mengendap di laut, maka endapan lumpur laut mengandung unsur basa-basa lemah Al, Fe, dan Mn bercampur dengan basa-basa kuat Na, Ca, Mg, dll. Yang terkandung dalam laut.

Unsur basa lemah (dan kombinasinya dengan senyawa asam lemah) menghasilkan senyawa yang bersifat “buffer” (penyangga), mempunyai muatan ion tergantung pH (pH dependence charge), positif (+) pada pH rendah (reaksi masam) dan negatif (-) pada pH tinggi (reaksi basik).

Senyawa “buffer” meningkatkan kapasitas angkut (carrying capacity) unsur hara sehingga dapat meningkatkan kemampuan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Dengan demikian, pemanfaatan lumpur laut dari endapan ferralisasi/silikasi berpeluang dalam upaya ameliorasi lahan marginal masam (Ultisol).

Dengan kata lain, dapat mengubah lahan vegetasi alang-alang menjadilahan budidaya tanaman pertanian.

Lumpur laut, bertindak sebagai amelioran perbaikan komponen sifat fisik dan kimia (fisiko-kimia) tanah.

Dalam air laut terkandung sumber unsur hara esensial bagi pertumbuhan tanaman.

Tabel berikut merupakan senyawa utama terkandung dalam air laut (Krauskopf, 197)*:

Table 1. Principal dissolved substances in sea water

Substance Part per million Percent of total salt

Cl- 18.800 35.05

Na+ 10.770 30.61

SO42- 2.715 7.68

Mg2+ 1.290 3.69

Ca2+ 412 1.16

K+ 380 1.10

HCO3- 140 0.41

Br- 67 0.19

H3BO3 26 0.07

Sr2+ 8 0.03

Butuh Komponen Biologi:

Potensi Lumpur laut dalam ameliorasi sifat fisiko-kimia tersebut perlu dibantu oleh amelioran sifat biologi tanah.

Dalam praktek pertanian, amelioran sifat biologi adalah pupuk kandang, yang kaya akan mikroorganisme penyubur tanah.

→ Lihat: Francina Matulessy (Universitas Patimura. Ambon): Disertasi Doktor, Program Pasca Sarjana, Fakultas Pertanian Brawijaya – Malang – 2015.

*Krauskopf, K. B. 1979. Introduction to Geochemistry (Int. Student Edition). McGraw-Hill Kogakusha, Ltd. Tokyo. p: 263 (617p.).

19 JunBokashi

THE FERMENTATION OF ORGANIC WASTES

Posted by: http://www.compostguy.com/bokashi-resource-page/

Bokashi

For quite some time I’ve been meaning to learn more about the topic of bokashi.

It seemed to be an interesting waste management method that quite a few people were talking about, and given my interest in various types of composting it only made good sense for me to see what all the fuss was about.

What Is Bokashi?

Bokashi is a Japanese term meaning ‘fermented organic matter’.

It is often referred to as a type of ‘composting’ but it is actually a anaerobic fermentation process, resulting in a much different end product than that produced via composting.

Many people like bokashi because it is very easy, and generally (bad) odour-free. All that is needed is a bucket (with lid), some special bokashi mix, and of course some organic waste.

This is a very basic overview – we’ll talk in much more detail about how to set up a bokashi bucket in the ‘Getting Started’ section.

Why Bokashi?

There are a many good reasons for getting into the habit of NOT tossing your organic waste into the trash.

As discussed on the Composting Basics page, organic waste makes up a considerable proportion of the total waste stream that ends up in the landfill (typically in the vicinity of 20-40%).

This is unfortunate since, apart from needlessly taking up dwindling landfill space, these materials can easily be diverted and turned into a rich organic fertilizer (among other things).

Getting Started With Bokashi

As discussed above, there are really only 3 important things needed to get started with bokashi
1) Waste materials
2) A bokashi bucket, and
3)Bokashi mix

Waste Materials

As I listed in the advantages of bokashi, you can add pretty well any type of food waste to a bokashi bucket.

If you an are active composter you will likely know that there are some materials not recommended for a compost pile or worm bin namely meats, oily foods and dairy. I’m still in the testing phase of this myself

I added some steak scraps and shrimp waste to one of my buckets and will be very curious to see how quickly these materials are broken down once they are added to an aerobic composting bin.

Bokashi Bucket

Experts typically recommend that you use a bucket with a spigot on it, so that you can drain the liquid that accumulates in the bottom as the waste materials decompose.

Interestingly enough, some report that this liquid can be used as a plant fertilizer or even poured down your drain to eliminate odours.

You can purchase complete bokashi kits (such as the one pictured to the right) if you want to do everything by the book.

These commercially made buckets even have a false-bottom floor that keeps the waste materials separate from the leachate.

For my preliminary bokashi experimentation I’ve simply been using regular plastic buckets with tight fitting lids.

I added a layer shredded cardboard in the bottom to help prevent excess moisture from pooling.

I would like to eventually purchase a bucket that has been designed specifically for bokashi, but for now my buckets seem t be working ok.

Bokashi Mix

The key component of a successful bokashi bucket is of course the bokashi mix – typically consisting of wheat bran inoculated with a special mixture of microbes, variously referred to as ‘effective microorganisms’, ‘friendly microorganisms’, or ‘efficient microorganisms’.

,The easiest (but most expensive) option is to purchase this mix ready-made – typically if you buy a bokashi kit it will include a bag of the microbial mix.

If you are a more adventurous type you can also make it yourself.

As I discovered, this is in fact much easier and enjoyable than it sounds, but there are some important things to keep in mind. Making the mixture is very easy, but it’s the drying stage that may create some inconvenience for some people.

In hindsight I’m very glad I only ended up making a small amount (enough to fill two ziploc freezer bags), because the drying material took up a lot of space and it gave off a pretty powerful odour (I won’t say it was bad, but it was certainly…obvious)

While I suppose you don’t really have to dry the mixture out, this will definitely increase the shelf-life of the material – especially important if you are making large quantities.

In order to make the mix you will need some wheat bran, molasses, and some liquid microbial inoculum.

Some suggest adding various other goodies as well (such as rock dust, kelp etc), but I decided to keep it simple and just go with the basics.

Below is a great video from Neal ‘The Podchef’ Foley, from the Kitchen Garden Food Company. It demonstrates how to make the bokashi mix.
Bokashi

‘How-To’

Once you have all of the 3 key components discussed above you are ready to get started. As mentioned, filling your bokashi bucket is incredibly easy. You simply add food scraps to your bucket, along with a handful of bokashi mix over top – that’s it! Continue doing this until you’ve filled the bucket completely.

You may want to use a heavy plate of some sort to help press down the materials in the bucket.

This will encourage the development of anaerobic conditions.

I simply pressed the food down each time then put the lid on the bucket and everything seemed to work as claimed (i.e. no bad odours etc).

Once your system is completely full, simply seal it up and let it sit for a couple of weeks so that it can further decompose.

Any time after that you can dig the contents directly into your garden or add them to your compost pile or bins.

16 MayNatural-resources

A-woman-collects-water-fr-007

The Six Natural Resources Most Drained by Our 7 Billion People

Camila Ruz (Monday 31 October 2011 11.01 GMT)

Posted by: Syekhfani

For how long can we realistically expect to have oil? And which dwindling element is essential to plant growth?

With 7 billion people on the planet – theoretically from today – there will be an inevitable increase in the demand on the world’s natural resources. Here are six already under severe pressure from current rates of consumption:

1. Water
Freshwater only makes 2.5% of the total volume of the world’s water, which is about 35 million km3. But considering 70% of that freshwater is in the form of ice and permanent snow cover and that we only have access to 200,000km3 of freshwater overall, it isn’t surprising that demand for water could soon exceed supply. The Food and Agriculture Organisation of the United Nations is predictingthat by 2025, 1.8 billion people will be living in countries or regions with absolute water scarcity.

2. Oil
The fear of reaching peak oil continues to haunt the oil industry. The BP Statistical Review of World Energy in June measured total global oil at 188.8 million tonnes, from proved oil resources at the end of 2010. This is only enough to oil for the next 46.2 years, should global production remain at the current rate.

3. Natural gas
A similar picture to oil exists for natural gas, with enough gas in proven reservesto meet 58.6 years of global production at the end of 2010.

4. Phosphorus
Without this element, plants cannot grow. Essential for fertiliser, phosphate rock is only found in a handful of countries, including the US, China and Morocco. With the need to feed 7 billion people, scientists from the Global Phosphorus Research Initiative predict we could run out of phosphorus in 50 to 100 years unless new reserves of the element are found.

5. Coal
This has the largest reserves left of all the fossil fuels, but as China and other developing countries continue to increase their appetite for coal, demand could finally outstrip supply. As it is, we have enough coal to meet 188 years of global production.

6. Rare earth elements
Scandium and terbium are just two of the 17 rare earth minerals that are used in everything from the powerful magnets in wind turbines to the electronic circuits in smartphones. The elements are not as rare as their name suggests but currently 97% of the world’s supply comes from China and they can restrict supplies at will. Exact reserves are not known.

Source:http://www.theguardian.com/environment/blog/2011/oct/31/six-natural-resources-population

Dari enam (6) sumberdaya alam yang menjadi langka (scarcity of natural resources), salah satunya yang menyangkut bidang tanah dan kesuburan adalah sumber unsur P (fosfor).

Meskipun Indonesia mempunyai pabrik pupuk P yang berada di Gresik (Jawa Timur), diketahui bahwa sumber bahan bakunya sangat terbatas.

Batuan fosfat alam (BFA) yang ada di se kitar pabrik jumlahnya sedikit dan deposit dalam bentuk kantong-kantong kecil dengan kadar P2O5 relatif rendah.

Disinyalir bahwa deposit BFA berada di dasar laut sebagai endapan marin.

Namun, untuk ekploitasinya memerlukan teknologi biaya mahal (expensive high technology).

Phosphorus (P) is one of scarcity of natural resources for life in the world!

21 MarCoco Peat

Butiran Coco Peat

MEDIUM TANAM, PUPUK ORGANIK, PENGONDISI TANAH

By-Product Sabut Kelapa

Syekhfani

Coco Peat, nama untuk butiran sabut kelapa, tergolong bahan sisa (by-product) produksi buah kelapa.
Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/19/soil-bahan-baku-pupuk-organik/

Di Indonesia, hampir di sepanjang pesisir pantai laut, dijumpai pohon kelapa yang terkenal sebagai tanaman “peminum air laut”. Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/09/30/hidup-di-tepi-pantai/

Pohon kelapa, adalah tanaman “serba-guna”; hampir seluruh bagian tanaman bisa dipakai untuk berbagai keperluan.

Di bidang kesuburan tanah, sisa tanaman berupa butiran sabut kelapa, yang dikenal dengan nama “Coco Peat” (coir pith. coir fibre pith, coir dust, atau simply coir), mempunyai fungsi sebagai amelioran (medium tanam, pupuk organik, pengondisi tanah).

Coco Peat membantu memperbaiki sifat fisiko-kimia tanah (tata air, udara, dan hara) dan sifat kimia tanah. Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Coco_peat

Coco Peat mampu meningkatkan kemampuan tanah memegang air (water holding capacity) dan unsur hara (nutrient holding capacity).

Coco Peat mengandung unsur Kalium (juga Ca, Mg, dan lain-lain) yang relatif tinggi.

Coco Peat, banyak digunakan sebagai medium tanaman pot dan pembibitan.

Coco Peat, Medium Amelioran Tanah!

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

12 MarVinasse

Vinasse

BY-PRODUCT MOLASE

Bahan baku Pupuk & Soil Conditioner

Syekhfani

Tanaman tebu, tergolong tipe C4 (“Siklus Calvin”, Siklus Asam Oksalo-Asetat), jalur metabolisme tanaman yang lebih efisien daripada tipe C3 (“Siklus Krebs”, Siklus Asam Sitrat).

Keunggulan tipe-C4, mampu memproduksi biomas lebih banyak, sehingga sisa hasil panen (by-product, limbah) juga banyak.

Vinasse, salah satu hasil samping (by-product) industri gula.

Gula tebu dan Gula bit, diproses di pabrik menjadi: Gula kristal, Pulp dan Molase.

Molase, difermentasi menjadi produk utama: Etanol, Asam Askorbat, dan lain-lain.

Setelah produk utama tersebut diambil, maka materi tertinggal adalah limbah (by-product) yang disebut “Vinasse”.

Vinasse, diperdagangkan setelah porsi dehidrasi mempunyai viskositas mendekati Molase. Vinasse komersil berasal dari gula tebu, disebut “Cane-Vinasse” dan dari gula bit, disebut “Beet-Vinasse”. Lihat: en.wikipedia.org/wiki/Vinasse

Arti Praktikal:

Efisiensi produksi merupakan kiat dalam memperoleh keuntungan optimal.

Vinasse dapat digunakan sebagai bahan baku Pupuk Organik maupun Soil Conditioner.

Aplikasi vinasse, merupakan alternatif dalam ameliorasi sifat kesuburan tanah.

“Dari tebu kembali ke tebu”!

15 FebAlternatif Pupuk Organik Kompon

cbe9caa5_82beec7e_0570_41a4_b36a_45ef50a23e6d

HUMAT-BIOCHAR (NPK)

Syekhfani

Pupuk organik kompon, adalah gabungan bahan organik + bahan anorganik bermutu tinggi.

Agar pupuk organik kompon efektif (effective) dan berkelanjutan (sustainable), maka perlu dipilih bahan baku dasar yang telah terbukti keampuhannya, di antaranya adalah: Humat dan Biochar http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/01/09/asam-humat-dan-biochar/.

Alternatif alternatif pupuk kompon, bisa dipilih dari kombinasi berikut:

-Humat+Asam Amino

-Humat+NPK

-Humat+NPK+Kompos

-Fulvat+Leonardite

-Humat+Fulvat+NPK

-Biochar+NPK+Biofertility

Lihat:→ http://www.tradekorea.com/product/detail/P279855/Humic-acid-in-granular-form.html

09 JanAsam Humat dan Biochar

Asam Humat

Biochar

SENYAWA ORGANIK SIKLIK

Agen Kesuburan Tanah Berkelanjutan

Syekhfani

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/09/Asam humat/Asam humat, senyawa organik siklik berberat molekul tinggi, mempunyai kemampuan membufer air dan unsur hara, sehingga berpotensi mempertahankan kesuburan jangka panjang.

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/12/09/Biochar/Biochar, bahan organik yang mengalami proses pemanasan pada suhu rendah dan kontrol oksigen (pirolisis), menjadi arang aktif; mempunyai struktur rangkai karbon siklik, juga mampu membufer air dan unsur hara.

Asam humat dan biochar, apablila dicampurkan (inkorporasi) dengan tanah, maka tanah akan berpotensi meningkatkan kesuburan jangka panjang; karena keduanya sukar mengalami perombakan (dekomposisi).

Dua agen penyubur tanah ini, akhir-akhir ini menjadi objek penelitian dan pengembangan para ahli dan teknisi dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Asam humat dan biochar, merupakan agen pengondisi tanah (soil conditioner), bukan sebagai pupuk (non-fertilizer); dapat merubah sifat dan ciri (nature and properties) tanah dalam kaitannya dengan tata udara dan air (sifat fisika), tata hara (sifat kimia), serta tata air dan udara (fisiko-kimia) tanah.

Apakah keduanya juga dapat merubah tata kehidupan (sifat biologi) tanah?

Asam humat (AH) dan biochar (BC) sebagai sumber hara/pengondisi tanah:

-Secara umum, AH dan BC lebih berfungsi sbg ‘pengondisi’ tanah ketimbang ‘sumber hara’.

AH berasal dari proses humifikasi atau deposit alam (Leonardite), mengandung unsur hara relatif rendah.

Di pihak lain, dalam proses pirolisis BC (pemanasan 200-400oC), ada 6 unsur hara esensial makro dan 3 unsur mikro berpeluang hilang melalui penguapan (volatilisasi) yaitu: C,H,O,N, S, P (makro),B,Mo,Cl (mikro).

-Struktur morfologi AH dan BC membentuk pori mikro yang mampu menahan molekul air, di samping gugus fungsional kaya OH (ligan muatan negatif), sehingga meningkatankan muatan KTK.

Perbaikan sifat fisik, kimia, dan fisiko-kimia tanah memperbaiki (improve) dan mendukung (encourage) sifat biologi tanah, didukung (enhance) oleh aplikasi agen hayati (biofertilizer) seperti Rhizobium dan/atau Mikorhiza; dan sebagai dampak perbaikan tersebut adalah sifat kesuburan tanah berkelanjutan (sustainable soil fertility).

26 DecEkstraksi Asam Humat

images (1)

PEMILAHAN DARI DALAM TANAH DAN BAHAN ORGANIK

Jenis Ekstraktan dan Langkah-langkah Ekstraksi

Syekhfani

Bahan organik, adalah “kunci” keberlanjutan pertanian di Indonesia yang beriklim tropika basah dan hangat, di mana proses degradasi berjalan sangat cepat. Di pihak lain, bahan organik bersifat “multi purpose”, menata sifat fisik, kimia, biologi, dan kehidupan dalam tanah. Degradasi bahan organik menyebabkan degradasi pertumbuhan dan produksi tanaman.

Dalam manajemen bahan organik, sifat perilaku (nature and properties) senyawa organik dalam kaitan dengan reaksi dalam hidup dan kehidupan perlu diketahui dan dipelajari.

Asam Humat http://en.wikipedia.org/wiki/Humic_acid, adalah kunci keberlanjutan kesuburan potensial tanah, karena senyawa asam humat tergolong senyawa kompleks, siklik, atau aromatik yang tahan terhadap degradasi, di samping mempunyai gugus aktif mampu mengikat air dan unsur hara dalam jumlah besar.

Asam humat, saat ini menjadi fokus dalam pengembangan pertanian organik, bahkan dijadikan objek dalam industri pupuk ataupun pembenah tanah.

Berapa besar kandungan asam humat dalam tanah dapat diketahui melalui analisis kimia tanah, meliputi pemilahan-pemilahan fraksi mineral maupun oreganik menggunakan ekstraktan tertentu yang efisien dan efektif.

Perilaku bahan organik tanah, khususnya senyawa asam humat, hanya dapat dipelajari dalam satus bebas (free state), yaitu bebas dari ikatan senyawa inorganik tanah.

Sehingga, langkah pertama yang dilakukan para peneliti adalah “pemisahan” bahan organik dari ikatan matriks inorganik tanah: pasir, debu dan liat; dan selanjutnya “pemilahan” spesies senyawa organik dalam bahan organik, dan akhirnya dapat diperoleh senyawa asam humat itu sendiri.

Untuk maksud tersebut di atas, maka diperlukan analisis menggunakan metode ekstraksi yang telah lazim dilakukan dan diketahui akurasinya. Sebagai contoh, metode ekstraksi yang dikemukakan oleh Stevenson (1982)* berikut, banyak diacu oleh para ilmuan dan peneliti:

Sebuah teknik telah dikembangkan, tergantung pada sifat bahan yang diuji. Senyawa-senyawa non-polar seperti lemak, lilin, resin, dan lain-lain, dapat diekstrak dengan pelarut organik seperti heksana, eter, campuran benzena-alkohol, dan sebagainya.

Prosedur hidrolisis telah digunakan untuk mengisolasi monomer-monomer individual, seperti asam amino dan gula.

Metode ekstraksi yang ideal dikembangkan untuk untuk tujuan berikut:
• Mengisolasi bahan yang tidak berbeda.
• Senyawa asam humat terekstrak bebas dari kontaminasi inorganik, seperti liat dan kation-kation polivalen.
• Ekstraksi adalah lengkap, karena mewakili fraksi-fraksi pada kisaran berat molekulnya.
• Metode secara universal berlaku untuk semua jenis tanah.

Pereaksi untuk mengekstrak senyawa organik dari tanah (Stevenson 1982):

Tipe Bahan Ekstraktan: Ekstrak % bahan organik

Senyawa Asam Humat: NaOH hingga 80%

Ekstraktan Tawar (Mild): Na4P2O7 dan lainnya hingga 30%

Khelat Organik: Acetyloacetone, cupferron, hydroxyquinoline hingga 30%

Asam Format (HCOOH) hingga 55%

Ekstraksi Bahan Organik Alkali:

Penampakan ekstraksi alkali yang tidak menyenangkan adalah: larutan NaOH 0.1 – 0.5N dalam air dan tanah terhadap rasio ekstraktan dari 1:2 hingga 1:5 (g/ml) telah banyak digunakan untuk recovering bahan organik.

Ekstraksi ulangan dibutuhkan untuk mencapai recovery maksimum. Pembilasan tanah dengan larutan HCl, akan menghilangkan Ca dan kation polivalen lain, meningkatkan efisiensi ekstraksi bahan organik dengan pereaksi alkalin. Secara aturan umum, ekstraksi tanah dengan 0.1 atau 0.5N NaOH menghasilkan recovery sekitar 2/3 dari kandungan tanah.

1. Larutan alkali melarutkan silika dari bahan mineral dan silika mengkontaminasi pemisahan fraksi organik dari ekstrak.

2. Larutan alkali melarutkan komponen struktural dan protoplasmik jaringan organik segar dan menjadi tercampur dengan bahan organik humat.

3. Di bawah kondisi alkalin, autoksidasi beberapa senyawa organik tampak dalm kontak dengan udara selama ekstraksi dan saat didiamkan.

4. Perubahan kimia dapat juga kelihatan dalam larutan alkalin seperti kondensasi sntara asam amino dan aldehida atau quinon.

Ekstraktan Tawar (extractant mild)

Beberapa ekstraktan tawar sebagai ekstraktan lebih selektif telah direkomendasikan tahun-tahun terakhir sebagai alternatif menggantikan ekstrak dengan alkali kuat.

Termasuk agen garam-garam kompleks (Na4P2O7 dan EDTA), agen organik kompleks dalam medium larut (acetylacetone), dan pelarut organik berbagai tipe. Meski hasilnya kurang menggantikan bahan, ekstraktan ini jauh kurang efektif dibanding hidroksida alkali dalam mengurai bahan organik.

Seperti pada ekstraksi alkali, frekuensi recovery bahan organik dapat ditingkatkan dengan perlakuan pendahuluan terhadap tanah mineral masam untuk menghilangkan karbonat (HCl) atau silikat (campuran HCl-HF).

Untuk penyelidikan tertentu, suatu ekstraktan tawar dibutuhkan; untuk yang lebih komplit lainnya, maka yang dibutuhkan adalah alkali panas. Saat ini, banyak penyidik emnggunakan ekstraktan secara berurutan sehingga bagian bahan organik diperoleh dengan ekstraktan tawar sebelum ekstraktan alkali.

Na4P2O7 dan garam netral lain di kebanyakan tanah, Ca dan kation-kation polivalen lain (Fe, Al) bertanggung jawab dalam membentuk bahan organik dalam kondisi terflokulasi dan tidak larut. Pereaksi-pereaksi yang menyebabkan kondisi kation tidak aktif melalui pembentukan endapan atau koordinasi kompleks larut ke solubilisasi bahan organik.

Pereaksi tertentu seperti amonium oksalat, sodium irofosfat dari asam organik lemah telah digunakan untuk hal ini. Dari berbagai pereaksi netral, Na4P2O7 lah yang terbanyak digunakan. Seperti disebut terdahulu, jumlah bahan organik yang ditemukan (<30%) diperkirakan lebih rendah dari pada alkali kostik, tetapi kurang menggantikan.Untuk meminimalkan modifikasi kimia bahan organik, ekstraksi harus dilakukan pada pH 7.0.

Asam Format – HCOOH

Penelitian intensif terhadap ekstraksi bahan organik dengan asam format menunjukkan bahwa pada keadaan tertentu hingga 55% bahan organik tanah mineral dan sebanyak 80% dalam kompos dapat diekstrak dengan asam format mengandung LiF, LiBr atau HBF4.

Pengembangan asam format anhidrous untuk ekstraksi bahan organik adalah bahwa senyawa polar yang teroksidasi ataupun bersifat hidrolitik. Lebih lanjut, asam format merupakan solven yang baik untuk spesies senyawa secara luas, termasuk polisakharida. Jumlah Ca, Fe, Al dan senyawa inorganik lain larut dalam tanah sepanjang bahan organik dan lebih jauh yang mungkin lepas menjadi bahan inorganik secara komplit. Asam format paling efisien dengan tanah yang mengandung banyak bahan organik yang hanya terhumifikasi setempat.

Agen Khelat Organik

Senyawa organik seperti acetylacetone, cupferron dan hydroxyquinoline, yang mampu membentuk khelat dengan logam polivalen, telah digunakan untuk mengekstrak bahan organik lluvial tanah dari Spodosols. Bahn organik dari horizon B tanah-tanah ini tampak sebagai kompleks dengan Fe dan Al dan kompleks logam-logam ini melalui agen khelating melepas bahan organik menjadi bentuk larut. Agen khelat bahan organik agak kurang efektif untuk mengekstrak bahan organik dari tipe tanah lain.

*) SOIL SCIENCE 702/802: CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS (revised Jan 1998); Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press; Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

10 SepKunci Kehidupan di Muka Bumi

Bahan Organik Kompos

BAHAN ORGANIK

Udara – Air – Hara

Syekhfani

Tanaman, separuh tubuhnya hidup di udara (tajuk) dan separuh lagi dalam tanah (akar). Seperti makhluk hidup lain di bumi ini (manusia, hewan), maka tanaman pun membutuhkan faktor kehidupan utama: udara, air, makanan (kritis sesuai urutan), cahaya, dan ruang gerak (lebih sempit dari manusia dan hewan).

Demi kehidupan yang layak, maka semua faktor tersebut harus terpenuhi secara optimal. Apabila salah satu atau lebih terbatas atau tidak terpenuhi, maka pertumbuhan tanaman akan terhambat atau bahkan mati.

Faktor kehidupan tersebut dinamakan ‘faktor kehidupan esensial’. Pengelolaan tanaman yang baik berarti membuat kondisi lingkungan tanah dan udara mikro (tempat tumbuh tanaman) memenuhi syarat yang dikehendaki suatu jenis tanaman.

FAKTOR KEHIDUPAN DALAM TANAH

Udara: Akar tanaman berada dalam tanah sebagai komponen makhluk hidup penghuni tanah; karena itu ia membutuhkan udara untuk bernafas.

Udara tanah berada dalam ruang pori (makro, mikro) dan kapasitasnya tergantung air tanah yang menempatinya untuk sementara (sebelum diserap akar atau mengalir akibat gradien ketinggian tempat akibat gaya gravitasi). Ruang pori tanah (makro, meso, mikro), berfungsi sebagai wadah udara dan air tanah.

Ruang pori makro (sebagian juga meso) umumnya ditempati udara, sedang sisanya oleh air. Dengan demikian, sifat fisik tanah yang berkaitan dengan ukuran dan stabilitas ruang pori sangat menentukan sifat fisik tanah dalam hal tata udara dan air tanah.

Air: Sekitar 90 persen tubuh tanaman terdisi dari air, hanya 10 persen saja berupa padatan.

Oleh sebab itu betapa penting air bagi kehidupan tanaman tidak dapat dipungkiri. Selain sebagai medium, air berfungsi sebagai pelarut alami, alat transportasi dan molekul H2O yang mengendalikan semua proses metabolisme, transportasi metabolit, dan pembentuk jaringan tubuh tanaman.

Ia berfungsi membawa unsur-unsur hara dari dalam tanah ke tubuh tanaman untuk selanjutnya berfungsi dalam metabolisme; selanjutnya metabolit hasil metabolisme diangkut kembali ke seluruh tubuh

Hara: Unsur hara (nutrisi) tanaman digolongkan dalam dua golongan, yaitu:

(a) hara esensial (unsur pembentuk atau membantu pembentukan jaringan tubuh tanaman, ada 16 unsur (makro: C, H, O -> alami dalam bentuk gas, CO2, O2, H2; air, H2O, atau padatan, bahan organik; N -> Legum, Casuarina, Cycas; P -> Tithonia, Chromolaena; K -> Palmae, Si -> Cerealia; Hewan -> darah/tulang), dan

(b) hara non-esensial, berfungsi dalam membantu metabolisme sebagai regulator, transformator, katalisator, atau transfer unsur/enzim/ko-enzim, metabolit/fotosintat; tidak ikut membentuk jaringan tanaman; fungsinya dapat dilakukan bersama, saling bantu, saling ganti dengan unsur lain; tanaman tetap tumbuh tanpa unsur tersebut tetapi akan tumbuh lebih baik bila mereka ada; contoh Na (pada tanaman palma), Co/V (pada tanaman legum), atau Si (pada tanaman serealia); hara non-esensial ini disebut juga dengan istilah hara fungsional.

Faktor kehidupan dalam tanah, semua ada dalam bahan organik; dan aplikasi bahan organik ke dalam tanah menyebabkan faktor kehidupan (udara, air, hara) menjadi baik karena pengaruh bahan organik tanah bersifat “multi pupose” (peran ganda); tata udara, tata air, tata hara.

Bahan organik adalah sumber hidup dan kehidupan di muka bumi!

23 AugNatural Resources

PEMANFAATAN SUMBER ALAM BERLIMPAH

Recovery, Reduce, Reuse, Recycle

Syekhfani

Tuhan memberikan nikmat berlimpah untuk kehidupan di bumi ini. Hanya saja, kadang-kadang kita lupa menggali dan memanfaatkannya.

Namun, sumber alami tersebut perlu eksplorasi, eksploitasi dan prosessing agar menjadi tersedia dan dapat digunakan oleh tanaman.

Bila dibiarkan secara alami, maka diperlukan waktu pemecahan, perombakan atau pelapukan bahan induk (organik, batuan).

Salah satu faktor pendukung pertumbuhan dan produksi tanaman adalah unsur hara (di samping udara dan air), yang bersumber dari atmosfer, hidosfer dan lithosfer.

Sumber unsur hara alami berlimpah, antara lain yaitu:

Humus, → http://id.wikipedia.org/wiki/Humus, berupa hasil perombakan sisa biomas tumbuhan (dekomposisi) sisa vegetasi hutan dan semak belukar di seputar lahan pertanian.

1. Humus Hutan

Endapan Lumpur, berupa hasil proses erosi DAS hulu dan tengah yang mengendap di DAS hilir.

2. Lumpur Sungai

Sedimen lumpur sungai

Batuan lapuk, berupa hasil proses hancuran fisik batuan (panas-dingin, basah-kering) dalam iklim ekstrim (arid, humid) dan materi kasar erupsi gunung berapi:

3. Pasir Sungai

Sedimen pasir sungai

Abu Vulkan, abu pasca letusan gunung berapi:

4. Abu Gunung Berapi

Abu vulkan

Jangan sampai merusak lingkungan “Sumber Alami”!

09 JulAsam Humat

ASAM HUMAT (HUMIC ACID)

Senyawa Organik Potensial

Syekhfani

Asam humat (humic acid), adalah senyawa organik siklik berbobot molekul tinggi yang mempunyai kemampuan sebagai penyangga (buffer); memegang dan melepas unsur hara (nutrients holding, nutrients release), terutama sebagai pelepas fiksasi-P (P-fixation).

Gugus karboksilat, sebagai gugus utama asam humat mengandung senyawa “fenolik” (-OH) dan “karboksil” (-COOH)”, bersifat “ampoter” yang pada kondisi masam bermuatan postif (+) dan kondisi basik bermuatan negatif (-); menjadi sifat dasar “bufer” unsur/senyawa kation/anion. → Lihat Stevenson (1982):

Humus Stevenson

Kadar asam humat dalam sisa bahan organik (kompos, pupuk kandang, jerami, dan lain-lain), tergolong rendah (< 1 %).

Namun, telah diketahui ada asam humat alami berupa deposit batubara, dinamakan “Leonarditehttp://en.wikipedia.org/wiki/Leonardite“, mengandung kadar asam humat relatif sangat tinggi (~ 15 %). Potensinya → Lihat: ASAM-HUMAT-DALAM-PRAKTEK1

Posisi Deposit Leonardite

images

Saat ini, Leonardite direkayasa sebagai sumber asam humat artifisial untuk bahan baku “pupuk organik (0rganic fertilizers)” atau pun “pengondisi tanah (soil conditioner)”; namun harganya masih relatif cukup tinggi.

Agar asam humat artifisial tersebut “menguntungkan” dalam usaha budidaya pertanian, maka perlu dipertimbangan penggunaannya untuk jenis komoditi tanaman tertentu. Misalnya, tanaman hortikultura skala kecil (small farming) – buahan, sayuran, tanaman hias, atau rempah (spice crops).

Sedang untuk komoditi tanaman skala besar (estate): pangan, perkebunan, hortikultura, selain tidak/belum efisien, tampaknya masih mengalami masalah akan sumbernya seperti disebut di atas.

Asam humat (humic acid), dikatakan dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik (http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1525/).

Humic acid is the real “Golden Black”!

05 JunFosfor Energi Kehidupan

Batu Fosfat Apatit

KELANGKAAN SUMBER FOSFOR

(Batu Fosfat Alam)

Syekhfani

Telah diketahui, bahwa sumber energi metabolik tanaman sebagai energi kehidupan di bumi adalah unsur P. lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/energi-kehidupan/

Dan limit pada berbagai ekosistem, lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/06/seputar-hara-esensial/

Sumber alami: N tidak terbatas jumlahnya (80 % volume atmosfer), sedang P dan K terbatas jumlah dan sebarannya (lapisan litosfer).

Sumber energi P alami yaitu Batu Fosfat Alam (BFA), terbatas (limit) dalam bentuk batuan litosfer dan endapan laut (sedimen marin).

Sebagai sumber terbatas yang sangat dibutuhkan, maka manusia harus mampu mengeksploitasi dan mengelola BFA secara tepat agar tidak menjadi sumber energi langka (scarcity of energy resource).

BFA berada dalam jumlah dominan sebagai batuan/mineral Apatit.

Di Indonesia, BFA terkonsentrasi di kawasan sedimen marin, sepanjang pantai utara Jawa Timur/Madura dan Jawa Barat (Cirebon). Namun dengan jumlah endapan yang terbatas dan bersifat setempat (spotting), dengan kualitas bervariasi (rendah, medium, tinggi).

Di Jawa Timur dan Madura, sebagian BFA di eksploitasi oleh pemilik lahan secara individu atau di bawah naungan pabrik pupuk.

Sumber BFA disinyalir cukup banyak sebagai sedimen bawah laut. Namun, bermasalah dalam hal ekploitasinya.

Mengingat masalah kelangkaan sumberdaya energi P ini, maka upaya yang perlu dilakukan mengacu pada prinsip pengelolaan 4 R: recovery, reduce, reuse dan recycle.

Upaya meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk (eficiency use of fertilizer) fosfor, antara lain:
-Penggunaan BFA berkadar tinggi (contoh, 36 % P2O5),
-Menambang kembali residu P di lahan sawah, dan
-Penggunaan bahan organik berkadar P tinggi (Tithonia diversifolia, Chromolaena odorata, biji-bijian), dan lain-lain.

26 AprWarna Warni Segar Bergizi

SAYURAN DAN BUAHAN

(Tropika Indonesia)

Syekhfani

Hidup sehat, segar, cerah, ceria, dambaan semua orang sehari-hari yang akan berdampak pada gairah kerja dan output “hasil kerjapositif, sebenarnya mudah diperoleh; cukup dengan melakukan kebiasaan memilih dan mengatur menu makan sehat sehari-hari.

Menu tidak perlu berbahan baku mewah dan mahal, cukup yang murah, meriah dan sederhana tapi “bergizi” tinggi. Jenis komoditi sayuran dan buahan di tropika basah Indonesia berlimpah.

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/soil-plasma-nuthfah-ii/ dan http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/soil-plasma-nuthfah/.

Keperluan sehari-hari jenis bahan ini dapat diperoleh dari penjual sayuran/buahan atau hasil kebun sendiri (smart gardening), di halaman rumah atau kebun keluarga.

Berikut adalah contoh beberapa jenis sayuran dan buahan bahan menu sehari-hari yang murah dan bergizi: Lihat:http://quoteko.com/tanaman-sayuran.html

1. kol

2. sawi putih

3. seledri stick

4. Labu siam

5. Terung ungu

6. Zukini

7. jenis-tanaman-sayuran

8. Lombok

9. SAYURAN

10.-DESA-PAHANDUT-Tanam-Sayuran

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/10/soil-budaya-tomat-tanpa-tanah/

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2012/11/soil-horti/

Dalam tubuh sehat terkandung jiwa sehat dan semangat tinggi!

21 AprSumber Pangan Bermasalah?

UMBI GADUNG DAN TALAS

Syekhfani

Dua jenis komoditi umbian, potensial sebagai  sumber pangan alternatif yang berpeluang untuk dikembangkan dalam mengantisipasi masalah rawan pangan (scarcity of foods), adalah umbi Gadung dan umbi Talas:  Lihat → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/sumber-pangan-alternatif/

Umbi Gadung:

Selain sebagai sumber karbohidrat, umbi gadung mengandung kalsium, fosfor dan zat besi yang esensial bagi tubuh manusia.  Namun, umbi gadung mengandung zat/senyawa yang bersifat meracun, yaitu asam sianida (HCN).

Menurut Ahmad, Luthfi Alma’arif, dan Ariska, Wijaya, dan Djoko, Murwono (2012),  racun asam sianida (HCN) dalam umbi gadung  dapat dikurangi antara lain dengan menggunakan abu kayu dan abu sekam.

Lihat:  → http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki/article/view/238/243http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jtki/article/view/238/243

Umbi Talas:

Rasa gatal yang tertinggal di mulut setelah memakan talas menjadi masalah tersendiri. Rasa gatal tersebut disebabkan oleh suatu zat/senyawa kimia yang disebut kalsium oksalat. Kalsium oksalat tidak menimbulkan gangguan serius dan dapat dihilangkan dengan cara pencucian menggunakan air berlebih atau dengan cara pengukusan serta perebusan yang intensif.

→ Lihat: http://yellashakti.wordpress.com/2008/01/30/penghilangan-rasa-gatal-pada-talas/

19 AprSUMBER PANGAN ALTERNATIF

POHON DAN UMBI

(Tropika Basah Indonesia)

Syekhfani

Perkembangan penduduk dunia, membawa konsekuensi kebutuhan akan pangan meningkat menjadi rawan (scarcity). Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/untuk-diketahui/
Oleh karena itu, manusia harus mencari alternatif sumber pangan utama selain yang sudah ada saat ini.
Selain 20 spesies sumber pangan utama yang sudah ada, masih ada peluang sumber alternatif yaitu spesies yang kurang mendapat perhatian dan belum teridentifikasi dengan baik.
Pada prinsipnya sumber tersebut harus banyak, bermanfaat sebagai gizi dan mudah diperoleh atau dikembangkan.
Di Indonesia khususnya, zone tropika basah umumnya, spesies tumbuhan berlimpah didukung oleh faktor tumbuh (sinar matahari, air, nutrisi, iklim) yang relatif tidak terbatas.
Berikut, contoh spesies tanaman berupa pohon dan umbian sebagai sumber pangan yang berpeluang menjadi alternatif untuk dikembangkan dalam mendukung upaya mengatasi kemungkinan rawan pangan.

POHON:

Sukun

Buah sukun

Sukun

Kluwih

Kluih

Buah kluwih

UMBI:

Gadung,

Umbi gadung

Talas,

Umbi talas

Sumber pangan alternatif, merupakan upaya keberlanjutan hidup di dunia!

17 MarKompos Spektakuler

 

TEKNOLOGI TEPAT GUNA KOMPOS

Syekhfani

Kompos, sisa bahan organik atau makhluk hidup mati, yang dulu dianggap bahan tidak berguna (waste);  namun sekarang, dengan perkembangan teknologi pendapat tersebut berubah menjadi bahan sangat berguna, yaitu sebagai sumber kesuburan tanah, dan dikenal dengan sebutan “Emas Hitam” (golden black).

Kompos “Sumberdaya Berlimpah”, karena ia adalah produk daur ulang makhluk hidup yang mati.

Kompos, mudah diperoleh, murah, dan berlimpah.

Jadi, TOLONGLAH KOMPOS!

Agar  dia berguna..

 

Dulu Tak Suka, Kini Cinta

Dulu, saat lewat tempat sampah, otomatis kita tutup hidung, dan segera menghindar. Takut bau atau takut terkena penyakit.

Sekarang terkenal ungkapan: “Ubah Sampah jadi Rupiah”.

Bagaimana caranya?

Kenalilah sifat dan ciri kompos, agar lebih akrab dan mudah menjadikan bahan berguna.

Kompos dari sisa tanaman, mengandung unsur hara rendah sesuai komposisi unsur dalam senyawa-pembentuk tubuh tanaman. Agar ia mempunyai nilai tambah “unsur hara“, diperlukan perlakuan pengkayaan (enriched) unsur dari sumber lain, disebut kompos diperkuat (enriched compost).

 

Fungsi Kompos

Kompos merupakan komponen tanah yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan memegang air (water holding capacity)  bagi tanaman, dan sekaligus kemampuan mempertukarkan kation (cation exchange capacity) sehingga mengurangi pencucian unsur hara. Ada tiga fungsi utama kompos, yaitu:  suplai hara (kimia), suplai udara dan air (fisik) dan suplai energi jazad (biologi):

1Kompos sebagai Sumber Hara

Konsentrasi hara dalam kompos sangat rendah dibanding pupuk pabrik.

Proporsi menarik dari kandungan unsur hara dalam kompos tampak dalam bentuk komplek organik yang harus dirombak sebelum melepas hara tersedia (slow release).  Jadi, tidak semua akan tersedia untuk pertanaman pertama setelah aplikasi.

2. Kompos sebagai sumber Bahan Organik

Kompos, secara alami, sebagai bahan organik, harus dirombak dan ditransformasi oleh mikroorganisme sebelum masuk ke tanah.  Kebanyakan karbon dikonversi ke karbon dioksida (gas) dan sisanya dalam waktu singkat menjadi bahan organik tanah.

Sebagian kecil  bahan organik dikonversi ke humus, warna hitam atau coklat tua, koloidal, berupa sisa bahan organik tanah yang sangat komplek.

3. Kompos sebagai sumber energi  jazad hidup

Dekomposisi bahan organik kompos menghasilkan energi dalam kehidupan jazad dekomposer (heterotrofik).

 

Kiat Kompos Spektakuler

Kompos spektakuler dimaksud di sini yaitu kompos yang dibuat agar dapat berfungsi ganda (multiple complex), yaitu:  tata udara, air, nutrisi, dan kehidupan organisme tanah.

Teknologi meliputi pencampuran kompos dengan jazad dekomposer (makro/mikro, fauna/flora) dan diperkaya (enriched) dengan unsur hara esensial (unsur makro/mikro).

 

Contoh jazad dekomposer:  Vermikomposting (semi  makro fauna );   Biofertilizer ( agen hayati , Tumbuhan mikro ) → lihat  efektif-mikroorganisme-em