Archive for the 'Bahan Kuliah' Category

12 MayKESEIMBANGAN BIO-FISIKO-KIMIA TANAH

Medium tanah

Keseimbangan Bio-fisiko-kimia Tanah
(Suatu Implementasi)

Syekhfani

Upaya menuju hidup & kehidupan (life & live), yang disampaikan pada post terdahulu (Hidup dan Kehidupan I), dalam alternatif penerapannya dapat dicoba dengan membuat keseimbangan sifat bio-fisiko-kimia lingkungan hidup tanaman.

Untuk maksud tersebut didekati dengan upaya mememenuhi keberadaan komponen hidup (udara, air, hara) dalam kecukupan (sufficient), baik dalam lingkungan perakaran (root zone) maupun tajuk (canopy).

Secara praktek, hal di atas dapat dilakukan melalui pemberian larutan hara ke daun (foliar feeding) dan/atau tanah (soil feeding).

Jenis pupuk yang dapat diberikan adalah pupuk padat mudah larut, baik ditujukan untuk memacu pertumbuhan daun maupun bunga/buah.

Sebagai contoh, penggunaan Gandasil D (daun) dan Gandasil B (bunga/buah).

Setelah dilarutkan dalam air dengan kepekatan maksimal 0.1 persen (0.1 g/L), maka larutan pupuk ini dapat langsung disemprotan ke tajuk tanaman atau ke medium tanah.

Komponen biologi dapat dipenuhi misalnya menggunakan agen hayati (biofertilizer) EM-4.

Respon tanaman segera tampak apabila kondisi lingkungan tumbuh memang dalam keadaan deficient.

09 MayHidup & Kehidupan (life & live)

Process of Photosynthesis

Hidup & Kehidupan (life & live)

SUATU TINJAUAN PROSES

Syekhfani

Secara filosofi, komponen hidup dan kehidupan (life and live) di muka bumi ini terdiri dari dari: matahari, oksigen, air, dan karbon.

Matahari merupakan sumber energi kinetik, diubah menjadi energi metabolik melalui proses foto sintesis.

1

Senyawa karbohidrat (CHO)n, merupakan produk fotosintesis tersebut, menjadi kerangka dasar tubuh tanaman, yang setelah dilengkapi dengan unsur-unsur esensial lain, yaitu: makro (N, S, P, K, Ca, Mg) dan mikro (Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo dan Cl) terbentuklah tubuh tanaman yang berkelanjutan karena adanya siklus siang dan malam.

Unsur-unsur N, (S), P, dan K, Mg dan Ca sebagai penyusun dan pemacu aktivitas khlorofil, merupakan komponen dan penggerak. Kedudukan unsur Mg dalam struktur khlorofil, dapat digambarkan sebagai berikut:

2

Unsur P merupakan penyerap dan penyimpan energi tinggi (high energy), berupa senyawa ATP, ADP, TPN, DPN.

Energi metabolik dalam bentuk kalori sebesar 4000 kalori dilepas setiap terjadi pelepasan P: ATP menjadi ADP atau TPN menjadi DPN, dan lain-lain.

Produksi karbohidrat dari proses fotosintesis, kemudian diangkut ke seluruh bagian tanaman oleh K; dalam hal ini unsur K bertindak sebagai pengangkut (tranpor) fotosintat.

23 AprJazad Mikro Penghuni Tanah

Rhizobium nodule

Awal Penemuan Jazad Fiksasi N

Syekhfani

Dalam sejarah jazad mikro tanah, dua pakar bakteriologi terkenal bangsa Belanda Martinus W. Beijerinck (1851 – 1931), dan bangsa Rusia Sergei N. Winogradsky (1856 – 1953), dapat mengisolasi jazad mikro tanah melalui teknik kultur.

Beijerinck berhasil mengisolasi bakteri berasosiasi dengan bintil akar tanaman legum dan mampu membuktikan bahwa bakteri tersebutlah yang berperanan dalam pembentukan bintil.

Oleh Beijerinck bakteri ini diberi nama Bacillus radicicola yang kemudian dikenal dengan nama Rhizobium.

Beijerinck menyumbangkan dasar lainnya dalam bidang mikrobiologi tanah, termasuk di antaranya isolasi Azotobacter, salah satu bakteri penambat N non-simbiotik, serta menemukan jazad-jazad lain yang berperanan dalam transformasi senyawa sulfur.

Winogradsky menemukan pola autotrofik dalam dalam kehidupan bakteri tanah dan membuktikan peranan bakteri ini dalam transformasi senyawa nitrogen dan sulfur.

Setelah kegiatan dua pakar terkenal di atas, maka penelitian di bidang mikrobiologi tanah berkembang dengan pesat dengan objek tidak hanya bakteri tetapi juga berbagai jazad mikro lain dalam tanah, seperti: fungi, aktinomiset, ragi, dan ganggang.

Penggolongan Jazad Mikro Tanah (Millar, Turk dan Foth, 1985)

Berdasar Jenis Jazad:

TANAMAN
I. Bakteri:
Heterotrof Penambat N:
a. Simbiotik: 1. Aerob 2. Anaerob
b.Non-simbiotik:
– berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
-tak berspora: 1. Aerob 2. Anaerob
a. Pembentuk nitrit
b. Pembentuk nitrat
c. Pengoksidasi sulfur
d. Pengoksidasi besi
e. Bereaksi terhadap H dan senyawa H
Autotrof:
II. Fungi: Fungi, Ragi, Ragi Menyerupai Jamur (Mushroom), Kapang
III. Aktinomiset:
IV, Ganggang: Hijau-biru, Hijau rumput, Diatom
BINATANG
V. Protozoa: Siliata, Flagelata, Amuba

Berdasar Ukuran Jazad (Verstraete, 1980):

Mikrobiota (<2 µm): Virus, Bakteri, Aktinomiset (prokaryotik), Fungi, Protozoa.

Mesobiota (200 – 1000 µm): Nematoda, Rotifera, Cacing pot (potworm), Arytropoda, kecil (rayap), Laba-laba, Semut, dll.

Makrobiota (> 1000 µm): Cacing tanah, Artropoda besar (Kumbang, Vertebrata, dll.).

Mutakhir, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dasar (basic technology) tersebut menjadi modal pengembangan teknologi aplikasi (applied technology) dalam mengatasi masalah pangan (scarcity of food) di muka bumi ini.

19 MayEtika Profesi (EP)

Pencuri

Etika Buruk, bolehkah?

Bahasan Matakuliah Etika Profesi

Syekhfani

Etika, adab perilaku.

Profesi, pekerjaan yang ditekuni.

Dalam kelas Etika Profesi (EP) untuk mahasiswa S1 kelas L, dimana penulis sebagai pengampu, penulis menyampaikan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan acuan dalam menjalani hidup dan kehidupan (life and live) di dunia ini, selalu berpasangan: yaitu ”baik” berpasangan dengan “buruk”.

Demikian, tentang etika manusia dalam menjalani hidup dan kehidupan tersebut, diharapkan agar mempunyai etika profesi yang “baik” (acungan jempol), bukan yang “jelek” (acungan kelingking).

Penulis mengemukakan suatu contoh kasus sebagai berikut untuk dibahas:

“Seorang pencuri, berdoa dengan sangat khusuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar saat dia melakukan pencurian, dia sukses, tidak ketahuan, dan memperoleh hasil yang lumayan. Ternyata dia berhasil. Dia pulang dengan gembira, dan bersyukur atas kesuksesan tersebut. Hasil curian lalu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup anak isterinya”.

Bagaimana tanggapan anda terhadap kasus tersebut, tolong diberi komentar (terutama untuk mahasiswa klas L, Etika Profesi “SMART” yang kemarin saya ajar).

Selamat berkomentar, langsung di blog ini, atau nanti dalam kelas EP minggu depan.

Terima kasih, penulis.

08 AprHidup dan Kehidupan

bayi sehat

FILSAFAT ILMU

Suatu Lamunan Panjang

Syekhfani

Hidup di dunia fana ini, merupakan suatu perjalanan panjang, meski kadang-kadang terasa pendek.

Saat santai, mari sejenak kita melamun suksesi kehidupan kita, mulai kecil, balita, pemuda, dewasa hingga tua.

Tidak perlu lamunan tentang pahit getir, atau tawa canda, tentang hidup yang kita alami; tetapi cukup bagaimana kita berubah dari “tidak tahu”, menjadi “mengetahui” dan akhirnya menguasai suatu ilmu “pengetahuan”.

Mari kita mulai lamunan kita tersebut, berikut:SUKSESI HIDUP

08 AprFilsafat Sederhana

Problem vs solution

BAGAIMANA MENCIPTAKAN KETENANGAN JIWA?

Hindari Problem

Syekhfani

Menciptakan ketenangan jiwa? Upayakan tidak ada problem.

Untuk itu beberapa kiat yang dapat dilakukan antara lain, yaitu:

• Jangan menunda pekerjaan agar tidak menumpuk beban, bila ada waktu segera selesaikan; dengan kata lain lakukan prinsip “Meja Bersih”.

• Jangan “negative thinking” agar tidak berefek jelek, salah duga, salah sangka, sok “Udzon” (jawa).

• Ikhlas melakukan sesuatu, dengan harapan memperoleh pahala dari Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi.

Insya Allah, kita tidak akan mengalami “stress” yang berakibat “stroke”.

08 AprFilsafat Ilmu Pengetahuan

Cover

SUATU TINJAUAN

Bahan Kuliah Fisilmetil

Syekhfani

Pada semester Genap tahun 2016 ini, mahasiswa Program Pasca Sarjana (S3), Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya,mendapat jadwal mata kuliah “Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian Ilmiah” (FesilMetil), yang diampu oleh dosen: IRS*, YGS, dan SFN (Penulis).

Sebagai bahan diskusi, penulis menyiapkan materi berjudul “Filsafat Ilmu Lingkungan Hidup”, sebagai berikut:

Konsep Materi Kuliah

Materi berupa acuan-acuan konsep filsafat ilmu. Diharapkan menjadi topik yang dapat dijadikan topik bahasan saat tatap muka di kelas.

*) Koordinator

01 OctSifat Perilaku Makan

Capture

HEWAN TERNAK BESAR – KECIL

Menentukan Jenis dan Kualitas Pupuk Kandang

Syekhfani

Sifat perilaku makan hewan ternak (besar, kecil), menghasilkan jenis dan kualitas pupuk kandang (pukan) sebagai sumber pupuk penyubur tanah (farmyard manure).

Pengetahuan tentang sifat perilaku makan ini diperlukan apabila kita ingin memproduksi jenis pupuk kandang tertentu, sesuai unsur hara dominan yang terkandung di dalamnya.

Kandang Sapi:

Sapi dan hewan lain sejenis yang memakan rerumputan sebagai pakan utama, menghasilkan sisa pakan kaya C, H, dan O (karbohidrat).

Sebagai pupuk organik, maka pukan sapi dapat ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tata udara dan tata air).

Kandang Kambing:

Kambing dan kerabat dekatnya (domba) memakan rerumputan dan dedaunan.

Perilaku makan hewan kambing adalah unik. Ia memilih jenis dedaunan tertentu yang disukai dan dari berbagai jenis, sehingga dapat dikatakan kotorannya kaya unsur C, H, O, N, S, dan K.

Sebagai pupuk organik, pukan kambing merupakan bahan ameliorasi sifat fisik dan kimia tanah (tata udara, tata air, dan tata hara).

Kandang Ayam:

Ayam yang tergolong hewan unggas, memakan bebijian yang kaya protein dan asam nukleat (C, H, O, N, S, P, K).

Kotoran ayam sedikit mengandung serat atau senyawa selulose; jadi mudah mengalami dekomposisi.

Sebagai pupuk organik, pukan ayam merupakan bahan ameliorasi sifat kimia tanah (tata hara).

Kandang Hewan Menyusui (Mamalia):

Hewan menyusui tergolong pemakan segala, sehingga kotorannya pun kaya akan unsur hara lengkap: C, H, O, N, S, P, K + unsur mikro (trace elements).

Oleh sebab itu pupuk organik bersumber dari kotoran hewan menyusui, paling baik sebagai sumber hara tanaman lengkap (komplit).

Itu sebabnya, mengapa pupuk nightsoil, ada yang membuat dan mengaplikasikan, meski penggunaannya kontroversial.

30 AugKuliah Semester Ganjil 2015-2016 (II)

TEKNOLOGI PUPUK & PEMUPUKAN (TPP)

Syekhfani

Pada semester ganjil 2015-2016, penulis (SFN) bersama CPG, mengampu mata ajaran:

Teknologi Pupuk dan Pemupukan (TPP) – Strata-1.

Materi kuliah (SFN) → setelah UTS: berupa PPT.pdf M1 s/d M6.

Bagi yang ingin meng-kopi materi, bisa menghubungi admin. Jurusan Tanah.

TEKNOLOGI PUPUK & PEMUPUKAN (SFN):

Kontrak kuliah

Materi ke-1 (M-1): Pupuk Organik (SFN)

Materi ke-2 (M-2): Pupuk Anorganik (LSN)

Materi ke-3 (M-3): Pupuk Kandang (BPS)

Materi ke-4 (M-4): Pupuk Hayati (YNN)

Materi ke-5 (M-5): Pupuk Hijau (RTS)

Materi ke-7 (M-6): Uji Tanah (LSN)

Materi kelas berupa: teori dan tugas person

28 AugKuliah Semester Ganjil 2015-2016 (I)

Prof. Syekhfani

KULIAH SEMESTER GANJIL 2015-2016

Syekhfani

Pada semester ganjil 2015-2016, penulis mengampu mata ajaran:

Strata-1:

Manajemen Kesuburan Tanah (MKS), dan Teknologi Pupuk dan Pemupukan (TPP).

Bagi yang ingin meng-kopi materi, bisa menghubungi admin. Jurusan Tanah- http://tanah.ub.ac.id/.

MODUL KULIAH KESUBURAN TANAH (MKS):

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/files/2012/11/2.-MODUL-KESTAN.-20125.pdf

Modul dilengkapi dengan materi modul (M1 s/d M14), merupakan PPT-pdf setiap minggu.

Materi Modul: ppt.pdf (Mx) – ringkasaan isi materi modul, masing- masing terdiri dari 8 slide:
1. Sejarah kesuburan tanah (M-1)
2. Tanah Sebagai Medium Tumbuh (M-2)
3. Unsur Hara dalam Sistem Tanah/Tanaman (M-3)
4. Unsur Hara Makro (Nitrogen-N) (M-4)
5. Unsur Hara Makro (Sulfur-S) (M-5)
6. Unsur Hara Makro (Fosfor-P) (M-6)
7. Unsur Hara Makro (Kalium-K) (M-7)
8. Unsur Hara Makro (Kalsium/Magnesium-Ca/Mg) (M-8)
9. Unsur Hara Mikro (Kation & Anion) (M-9)
10. Evaluasi Kesuburan Tanah Kondisi Tanah Mengalami Masalah Unsur Hara (M-10)
11. Evaluasi Kesuburan Tanah/Analisis Tanah dan Tanaman (M-11)
12. Uji Tanah & Interpretasi (M-11 tambahan)
13. Aplikasi Pupuk/Prinsip Dasar Aplikasi Pupuk (M-12)
14. Aplikasi Pupuk/Aplikasi Batuan Mineral & Pupuk Artifisial (Anorganik) (M-13)
15. Aplikasi Pupuk/Aplikasi Pupuk (Organik) (M-14)

21 MayKuliah Semester Genap 2014-2015

JADWAL

Senin:

9.15-10.55

TNH-A2

TPP – AG6P – D

SFN-DDS*

Selasa:

09.15-10.55

FP-3.6

MAES – AT4 – M

BBT-SFN-NDL*-AT4

(K3, K6, K7)

Rabu: dibatalkan!

9.15-10.55

TNH A2

TPP – AG6P – C

SFN-DDS*

Rabu:

09.15-10.55

FP-3.6

MAES – AT4 – A

BBT-SFN-DDS*-AT4

(K3, K6, K7)

Rabu:

15.05-16.45

TNH-B

EP – AT6T- O

SFN(uts), DSY (uas)

Kamis:

EP – AT6T

WHU (uts), SFN (uas+)

(11.00-12.40, GNB-2.1, kls N)

+Materi:
K10-Etika bioteknologi
K11-Bioetika Tanaman
K12-Etika Penelitian
K13-Etika Pengendalian OPT
K14-Etika Bisnis
K15-Etika Lingkungan

Lihat:
http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/04/16/soil-bahan-kuliah-iii/

09 AprLaterization

Laterization

PEDOGENESIS TANAH MINERAL MASAM

Zone Tropika Basah

Syekhfani

Laterization (Ferralitization)*, adalah pelepasan silikat (Desilication) pada tanah mineral masam, terutama pada zone tropika basah (tropical rain zone).

Silikat larut dapat mengalami pencucian (leaching) ke lapisan bawah tanah (ground water), yang berakhir sebagai endapan di muara.

Apabila konsentrasi Silika larut dalam tanah mencapai 140 ppm, maka bisa terjadi polimerisasi silika: silika polimer akan mengendap dengan adanya Al, atau bila terjadi penurunan pH.

Namun, silika dalam bentuk monomerik, cenderung tercuci ke luar sistem.

*Lihat: Tan, Kim H. 1993. Principles of Soil Chemistry. 2ndEdit. Depart.of Agron. The Univ. Of Georgia. Athens, Georgia. Marcel Dekker, Inc. New York-Basel-Hong Kong. pp 292-293.

Implementasi:

Endapan lumpur di muara berasal dari kawasan tanah mineral masam (Ultisol, Oksisol), cenderung kaya akan unsur Si.

Pemanfaatan kembali lumpur muara kaya Si untuk ameliorasi Ultisol dan Oksisol tersebut, merupakan alternatif solusi dalam peningkatan daya dukung (carrying capacity) lahan.

Tindakan ini tergolong upaya “daur ulang” (recycling) material berpindah, dan termasuk dalam program keberlanjutan “sistem budidaya pertanian” (sustainable agriculture system).

08 Apr∆ pH pada Oksisol dan Alfisol

DOMINASI SESKUIOKSIDA

Mekanisme Reaksi

Syekhfani

Mengapa nilai ∆ pH (KCl – H2O) positif pada Oksisol dan Alfisol?

Hasil analisis sifat kimia tanah, umumnya menunjukkan nilai pH ekstraksi-H2O lebih besar dari ekstraksi-1N KCl.

Tetapi adakalanya nilai ekstraksi-1N KCl lebih besar daripada ekstraksi-H2O, mengapa?

Jawab: karena Oksisol dan Alfisol didominasi oleh mineral liat non kristalin – “seskui-oksida” (Fe2O3, Al2O3).

Bagan reaksinya adalah sebagai berikut:

1. Misel/Koloid]- +H + KCl → Misel/Koloid]- +K + HCl → (H+ + Cl-)
[H+] tinggi → pH-H2O tinggi

2. Misel/Koloid]+ -OH + KCl → Misel/Koloid]+ -Cl +KOH → (K+ + OH-)
[K+] tinggi → pH-KCl tinggi

Kasus ini bisa berakibat kesalahan saat menentukan pereaksi P-tersedia (extractable-P) pada Alfisol, yang menggunakan pereaksi OLSEN berdasar nilai pH “agak alkalis”, di mana P-tersedia tidak terukur (trace).

Setelah menggunakan perekasi BRAY-1, P-tersedia dapat terukur.

Reaksi-reaksi di atas berkaitan pula dengan “zwitterion” dan “ion amfoterik” pada tanah-tanah muatan bergantung pada pH (pH-dependent charge).

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/04/06/zwitterion/

06 AprZwitterion

ION BANCI – GARAM INNER – SENYAWA AMFOTIR

Syekhfani

Dalam ilmu kimia , “zwitterion” atau “ion-banci” (hybrid, adipolar), adalah molekul netral mengandung muatan listrik positif dan muatan listrik negatif – (“zwitter” – istilah dalam bahasa Jerman).

Zwitterion berbeda dengan “dipole”, dalam hal tempat (lokasi) molekul yang berada pada kutub (pole) berlawanan; sedangkan zwitterion berada dalam satu molekul.

Sifat dipole menunjukkan kemampuan suatu senyawa bereaksi dalam dua kondisi reaksi larutan: masam dan alkalis; sehingga dikenal pula dengan sebutan senyawa “Amfotir – Amphoterism ”.

Zwitterion kadang-kadang juga disebut “garam inner”.

Asam Amino, merupakan contoh terbaik bentuk “zwitterion”, mengandung gugus amine (amonium) dan karboksilat, dan dapat digambarkan melalui reaksi asam – basa.

Gugus amina adalah deprotonat asam karboksilat.

NH2RCHCO2H → NH3+RCHCO2−

Suatu asam-amino mengandung pusat asidik (fraksi asam karboksilat) dan basik (fraksi amina).

1. Isomer sebelah kanan adalah suatu “zwitterion”

Isomer sebelah kanan adalah suatu “zwitterion”.

2. Isomer asam sulfamat, dengan  “zwitterion”

Isomer asam sulfamat, dengan “zwitterion” (kanan).

Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Zwitterion

Muatan listrik positif dan negatif yang ada dalam gugus amina dan sulfidril pada asam amino tersebut di atas, memberi peluang terhadap peningkatan “kapasitas tukar ion” (kation dan anion).

Reaksi zwitterion akan sangat membantu dalam menjelaskan mekanisme ameliorasi tanah, apakah sebagai “pupuk organik” ataupun “pengondisi tanah” yang mengandung N (protein, asam amino).

26 MarBudidaya Pertanian Lahan Gambut

Lahan Gambut

POTENSI LAHAN PEKARANGAN

Budidaya Tradisional di Lahan Sempit Marginal

Syekhfani

Lahan gambut, tepatnya lahan bergambut (peaty soil), secara umum tergolong “kurang” potensial untuk lahan budidaya pertanian ditinjau dari segi kelas kemampuan lahan (land capability, land suitability), karena tanah bergambut mempunyai sifat kesuburan (fisik, kimia, dan biologi) rendah.

Budidaya pertanian di lahan gambut (peaty soil), adalah merupakan budidaya spesifik yang memerlukan teknologi masukan tinggi (high input technology), membutuhkan upaya reklamasi dan ameliorasi, apabila akan digunakan untuk budidaya pertanian skala luas.

Namun demikian, ada penduduk setempat yang memanfaatkan potensi lahan “marginal” ini untuk memperoleh nilai tambah sebagai usaha sambilan, yaitu menanam berbagai jenis tanaman hortikultura di lahan pekarangan.

Lahan gambut dibuka tanpa atau dengan olah tanah minimum, hanya sekedar menghilangkan vegetasi gulma; sehingga pekerjaan olah tanah ini termasuk ringan, karena sifat fisik gambut tergolong gembur, yaitu berupa bahan induk organik (Histosol).

Berikut ini disajikan contoh kegiatan beberapa Penduduk Desa Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kabupaten Palangkaraya, Propinsi Kalimantan Tengah, yaitu menanam sayuran dan buahan di lahan pekarangannya (Gambar).

Gambar 3

Gambar 13

Lahan Pekarangan

Gambar 12

Gambar 10

Gambar 9

Tanaman Sayuran (Kangkung, Bawang Besar)

Gambar 8

Tanaman Buahan (Nenas)

Gambar 16

Pemupukan (pupuk kandang, dolomit, dll.)

23 MarSuksesi Ilmu Pengetahuan

bayi-pintar

DARI TIDAK-TAHU, JADI TAHU, AKHIRNYA MENJADI ILMU-PENGETAHUAN

Alur Pikir Filsafat Sederhana

Syekhfani

Manusia, dilahirkan di dunia sebagai Bayi, dalam keadaan polos segalanya, termasuk polos otaknya, alias belum bisa berpikir.

Dalam perkembangan fisik dan mentalnya, maka melalui anugerah “panca-indra”, mulailah sang Bayi belajar meraba, melihat, mendengar, membau, dan merasakan apa yang ada di sekelilingnya.

Aktivitas tersebut, kemudian melalui syaraf-otak diolah dan direspon, dibantu oleh ketajaman “naluri”, lalu di ekspresikan dalam bentuk “sifat-nafsu” yang bepasangan antagonis (senang-marah, setuju-protes, dsb.).

Lihat: → https://saripedia.wordpress.com/tag/cara-kerja-otak-bayi/

Ekspresi sederhana sang Bayi berupa: tangis, tawa, senyum, gelisah, tenang, dan lain-lain, selalu dimonitor oleh Ibu, sebagai individu terdekat selain Ayah, dan keluarga lainnya.

Merekalah orang pertama yang memberi “ilmu” dan “pengetahuan”, dari “tidak-tahu”, jadi “tahu”, dan akhirnya menjadi “ilmu-pengetahuan” yang lengkap.

Belajar bicara dari potongan kata, kata, kalimat: ta ta ta, ba bi bu, pa ma, papa mama, ini Budi, ini Ibu Budi… dst.

Selanjutnya, kelengkapan, bentuk dan warna ilmu pengetahuan seseorang adalah merupakan hasil interaksi dengan lingkungan informal dan formal.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/17/soil-bahan-diskusi/

16 MarWarna Tanah

Batu Permata

WARNA TANAH MENUNJUKKAN SIFAT KESUBURANYA

Punya Jiwa Seperti Halnya Warna Batu Permata

Syekhfani

Tanah berasal dari “bahan induk” (parent matterial): terdiri dari porsi batuan mineral (45%) dan bahan organik (5%).

Batuan mineral memberikan warna pada tanah sesuai jenis dan umur; sedang bahan organik memberikan warna gelap.

Seperti halnya kristal batu permata (germstone), yang berwarna warni itu memberi jiwa pada warnanya. Warna-warna bisa menyebabkan “rasa” senang, susah, damai, atau gelisah.

Itu sebabnya, mengapa orang lalu beranggapan atau percaya bahwa batu permata (germstone) ada “isinya” yang mempengaruhi jiwa pemakainya.

Si pemakai akan merasa “cocok” pada warna batu permata kesayangannya; meskipun ditinjau dari segi agama (religi). hal ini termasuk “sirik”.

Warna tanah “gelap” (hitam) memberikan rasa nyaman pada petani atau pekebun, karena menunjukkan bahwa tanah tersebut subur; paling tidak kecukupan air (air, membasahi tanah menjadi lebih gelap).

Sebaliknya, warna “terang” (cerah) menunjukkan bahwa tanah sudah berumur lanjut dan mengalami proses “latosolisasi” – iluviasi Al, Fe, Mn (Oxisols, Ultisols), yang relatif kurang subur; atau proses “laterisasi” – iluviasi Si (Alfisols), yang bermasalah pada sifat kimia tertentu.

Namun, tidak semua jenis tanah berwarna “gelap” (hitam) itu selalu subur (atau kecukupan air), warna gelap bisa jadi karena kaya unsur basa (alkali): contoh: kadar Al, Ca, dan Mg relatif tinggi pada Vertisol, atau kandungan Alovan (Al, Fe, Mn) pada Andisol. Tanah bergambut (Histosol), selain dominan bahan organik, juga berada pada kondisi jenuh air.

“Carrying Capacity” tanah ditunjukkan oleh “warna”nya!

13 MarIntegrasi Kehidupan

Bajak Sawah

INTEGRASI KEHIDUPAN

Puisi

Syekhfani

Pagi yang cerah…

Di desa yang subur makmur, gemah ripah loh jinawi

Mentari memancarkan cahaya terang kemilau, menyinari alam semesta

Pak Tani asyik bekerja di sawah dan ladang

Membajak, menncangkul, menanam, menyiang dan memanen

Menghasilkan tanaman padi, palawija, sayuran, buahan untuk semua

Mendukung hidup dan kehidupan di dunia ini

Saat Pak Tani bekerja di sawah dan ladang itu

Pedagang pun ikut bersemangat menjual dagangan, hasil panen Pak Tani

Anak gembala duduk damai di punggung kerbau bermain seruling

Temannya menyabit rumput sambil berdendang

Kerbau itu baru selesai menarik bajak membantu Pak Tani

Perajurit pun hidup damai, menjaga keamanan negara

Pemimpin pemerintahan, lalu tidak menjadi pusing

Karena semua rakyat ber-integrasi

Hidup damai…, lahir dan batin!

Dambaan semua…

- Medio Maret 2015 -

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

16 FebEvaluasi Diri

Evaluasi Diri

APAKAH PERLU ADA PENILAIAN DIRI?

Wacana – Filosofi

Syekhfani

Harga diri*),

Apakah diri saya harus dihargai? Berapa nilainya? Apa gunanya?

Kalau saya dihargai, apa senang, gembira, bahagia?

Sebaliknya, kalau saya tidak dihargai: apa tidak senang, marah, tersinggung, atau dendam?

Andaikan seseorang yang menunjukkan sikap menghargai saya “apa adanya” atau “berlebihan”, apa saya yakin itu ikhlas menghargai, atau hanya basa-basi?

Dalam evaluasi proses “belajar-mengajar”, mahasiswa diminta mengevaluasi dosen “mengajar”, dari berbagai aspek.

Mahasiswa memberi nilai mutu A, B+, B, C+ … dst

Apakah sang dosen yang dinilai itu akan “mawas diri” atau akan melakukan “evaluasi diri”?

Lalu, apa mahasiswa yang menilai itu juga tidak perlu “mawas diri” atau “evaluasi diri”?

Kalau dosen dievaluasi, apakah juga mahasiswa tidak memerlukan evaluasi?

Bagaimana dengan fasilitas, sarana, dan prasarana belajar mengajar?

Dalam “ETIKA PROFESI”, dikenal istilah etika, norma, dan jati diri.

Etika profesional, mengenal adanya keseimbangan, keadilan, dan keikhlasan, dalam hubungan segitiga “ManusiaLingkungan (alam)Sang Pencipta“.

Kesimbangan menuju “KEADILAN, KEBAHAGIAAN“.

*)Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/09/harga-sebuah-diri/