Archive for the 'Bahan' Category

08 AprBudaya Makanan Daerah

ANEKA SAYUR DAN KUE BERGIZI

Syekhfani

Penulis, berasal dari daerah (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/), sehingga banyak mengenal dan merasakan berbagai menu sayuran, kue, dan lain-lain, selain buahan spesifik daerah seperti durian, cempedak, kemang, duku, rambutan dan lain sebagainya.

Suatu saat, makanan daerah tersebut terbayang dan menundang selera untuk membuat dan membelinya bila ada.

Namun, tentu saja sudah dimodifikasi sesuai daerah penulis (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/).

Berikut, disajikan berbagai jenis budaya makanan daerah lain, tapi masih tetangga dengan daerah penulis.

Sayuran:

1. Aneka Bahan Sayur

1. Aneka Bahan Sayur

2. Daun Taghuk Lumai

2. Daun Pucuk (Taghuk) Lumai

3. Sayur Buah Lumai

3. Sayur Buah Lumai

4. Pindang Ikan Gabus

4. Pindang Ikan Gabus

5. Pindang Daging

5. Pindang Daging

6. Pepes Ikan Tempuyak

6. Pepes Ikan Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

7. Gulai Ikan Undak Tempuyak

Kue-kue:

8. Aneka Kue

8. Aneka Kue

9. Kue Kelicuk

9. Kue Kelicuk

10. Juadah Maksuba

10. Juadah Maksuba

11. Juadah Delapan Jam

11. Juadah Delapan Jam

Sumber: Lintang Dusunku.wmv (Ismail Majid)

Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=8eMz7_g96ns&hd=1

16 SepMemo Local Scarcity of Food in Year of 1960th

Umbi yang siap diolah

KIAT MENGATASI MASALAH RAWAN PANGAN LOKAL

Jenis Pangan, Sumber, Tukar Menukar

Syekhfani

Masih ingat di tahun 1960-an, saat penulis duduk di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), terjadi masalah rawan pangan (scarcity of food) akibat kemarau panjang (El-Nino), sangat mencengkam kehidupan di desa tempat tinggal keluarga penulis.

Penduduk yang kekurangan pangan, terutama yang membudidayakan lahan sawah, mengalami gagal tanam padi, berbondong-bondong mendatangi desa-desa berkecukupan untuk minta bantuan.

Mereka datang dengan berbagai upaya: kekeluargaan, buruh tani, dan lain-lain; menawarkan barang atau jasa untuk ditukar dengan uang, barang, atau bahan pangan.

Dalam hal tukar menukar barang, maka yang dijadikan bahan biasanya dibawa dari tempat asal ataupun diperoleh selama perjalanan.

Penulis ingat, ada seseorang yang pergi ke tempat sumber pangan berlimpah dan dapat diperoleh dengan harga murah, membeli bahan pangan tersebut untuk kemudian ditukarkan dengan bahan pangan lain.

Suatu tempat bernama “Datar Seplang” (dataran sepetak), berbatu, pasir kasar, pasir halus atau pasir berlempung, sangat cocok untuk ditanami Ubijalar (dikenal dengan nama: “Ubijalar Datar Seplang”).

Dengan bermodalkan sedikit uang atau barang dari tempat asal, ia bisa memperoleh sepikul Ubijalar, lalu ditukar dengan sedikit beras atau uang.

Setelah beberapa waktu dan diperoleh hasil dirasa cukup, ia pulang kekampung menjumpai anak-isterinya…

Demikian itu, sekelumit memo masa sulit pangan (scarcity of food), skala lokal yang terekam oleh penulis: dirasakan dan diingat!

Semoga hal tersebut tidak terulang saat ini, di mana teknologi produksi pangan telah mengalami kemajuan dan berkembang pesat.

Lihat pula: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/07/31/ketika-paceklik-di-desa/

31 JulKetika Paceklik di Desa

imagesJ57KYC1K

SUMBER PANGAN IDOLA

Ubijalar & Ubikayu

Syekhfani

Masih ingat saat itu, penulis masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP), saat terjadi kemarau panjang menerpa.

Keluarga kami, terutama yang hidup di kampung, lalu mengalami kendala kekurangan pangan (malese, paceklik, scarcity of food).

Tanaman padi sawah tidak bisa tumbuh baik, selokan irigasi tidak mampu memasok air irigasi secara normal.

Saat itu, pasokan pangan untuk pegawai negeri hanya berupa “uyek” (butiran ubi kayu kering) yang berbau penguk.

Ayah penulis, sebagai seorang guru sekolah rakyat (SR, SD sekarang), menerima ransum “uyek” tersebut.

Dalam kondisi demikian, ayah terpaksa memgerjakan sawah keluarga yang tinggal di kota, yang berstatus bera.

Bersama-sama petani kawasan sawah yang (berjumlah beberapa puluh), ayah bersepakat untuk membuka lahan padang (sehari-hari digunakan sebagai lapangan sepak bola para remaja kampung); milik bersama untuk ditanami ubikayu.

Masing-masing petani memperoleh lahan kebun ubikayu sekitar 1/4 hektar.

Walhasil, dari kebun ubikayu tersebut, ayah dan petani mendapat tambahan sumber pangan, sambil menunggu padi sawah panen.

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

21 NovSOIL-Pestisida Biorasional

 

0

 

PESTISIDA BIORASIONAL

(BIORATIONAL PESTICIDE)

  

Sistem Organik – Pestisida Biorasional – Kelas yang Diperbolehkan

 

Diangkat:  Syekhfani

 

Dalam sistem organik, penggunaan pestisida menjadi pantangan yang harus dihindari oleh para produsen organik agar produknya tidak dicap non-organik.

Pada prinsipnya, produk organik adalah proses terintegrasi (terpadu) dari sistem-sistem:  budidaya (farming), perharaan (nutritional), dan pengendalian OPT (pest management).

Para produsen organik perlu mengetahui kategori persyaratan yang termasuk:  diterima (accepted), diatur (regulated), dan dilarang (prohibited).

Khusus penggunaan pestisida, ada persyaratan spesifik yang diijinkan (permissiable) penggunaannya dalam mengantisipasi kerusakan oleh OPT.

Untuk “pestisida biorasional”, hal-hal yang diijinkan tergolong dalam kelas:

Mineral:  belerang, tembaga, tanah diatom, dan berbasis bahan tanah liat seperti Surround ®.

Herbal:  meliputi bahan komersial umum seperti rotenone, nimba, dan pyrethrumTumbuhan yang kurang umum termasuk quassia, Equisetum, dan ryania;  produk tembakau seperti Black-Leaf 40 ® dan strichnine juga tumbuhan herbal tetapi dilarang dalam produksi organik karena toksisitas tinggi.

Sabun: Sejumlah produk sabun komersial berbasis efektif sebagai insektisida, herbisida, fungisida, dan algicides. Produk berbasis deterjen tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam produksi tanaman organik.

Feromon: Feromon dapat digunakan sebagai sarana untuk mengacaukan dan mengganggu hama pada priode siklus kawin mereka, atau untuk menarik mereka ke dalam perangkap.

Biologi: pada daerah yang mengalami perkembangan serangan OPT yang sangat cepat (out break), maka andalan utama tertuju pada biopestisida, seperti Bacillus thuringiensis (Bt), yaitu formulasi untuk pengendalian hama lepidopterous dan Kumbang kentang Colorado.

Referensi:  → Geoge Kuepper dan Lance Gegner.  2004. Ikhtisar Produksi Tanaman Organik.  Dasar-dasar Pertanian Berkelanjutan. NCAT Spesialis Pertanian © NCAT,2004 IP170.