Archive for the 'Decent life' Category

16 MayMUARA ENIM, TEMPAT LAHIRKU

GOPR1775-01

Muara Enim

(Puisi)

Syekhfani

Melalui lembah dan ngarai
Berkelok-kelok
Dilingkung vegetasi hutan lebat
Tepian kiri kanan yang rimbun

Sungai Enim

Mengalir dengan arus sedang hingga deras

Melalui curah (curup, air terjun): “Curup Tenang”

Di bagian hulu kota Sugih Waras

Sungai itu, adalah “Sungai Enim”

Bermuara di “Sungai Lematang”

Jadilah nama ibukota kabupaten “Muara Enim”

Kota kabupaten tempat lahirku

Tercantum dalam KTP-ku…

Media Mei 2017 —

14 MayBersujudlah

Bersujud

RESAHKAH KITA?

Suatu Renungan

Syekhfani

Tatkala akal dan hati ingin menyatu,

Maka jiwa meratap menghiba yang maha kuasa.

Mohon perlindungan,

‘Tuk memperoleh ketenangan jiwa,

Agar lepas dari segala keruwetan dunia,

Suka nestapa saling berganti,

Bergulung menyatu mencari keterpaduan,

‘Tuk kedamaian, ketenangan hidup,

Agar tak ‘da lagi beban di kepala ini,

Yang terlalu berat ‘tuk disangga,

Terbebas dari prasangka buruk,

Mendzolimi diri sendiri,

Atau menuding orang lain,

Seolah ikut bersalah mendzolimi kita,

Padahal mereka baik-baik saja,

Namun ikut kena getahnya…

Maka dari itu sadarlah,

Bersujudlah,

Agar terbebas dari siksaNYA!

Puisi – Medio Mei 2016

27 AprPengalamanku

AKU2

SEBAGAI MANAJER LAPANGAN (FIELD MANAGER)

Penelitian di Lahan Kering Masam

Syekhfani

Begitu penulis selesai dalam melaksanakan studi di suatu Institut Pertanian terkenal di negeri ini, sesuai dengan perjanjian institusional yang tidak tertulis, setiap staf dosen yang pergi belajar ke luar kampus, setelah selesai harus segera kembali ke kampus untuk mengabdikan diri.

Penulis berkemas dan pulang ke kampus.

Namun, tampaknya waktu itu, kepulangan penulis belum disiapkan, sehingga masih punya waktu untuk mencari pengalaman lebih banyak.

Kesempatan tersebut penulis gunakan, antara lain mengikuti program mengatasi masalah lahan kering masam dan memberantas alang-alang.

Berikut secuplik pengalaman penulis sebagai nostalgia waktu lalu.

AKU ( Pos.doc)

29 JunTumpangsari Tanaman dalam Pot

PRODUKSI GANDA DAN MENARIK

Pohon dan Herba

Syekhfani

Tanaman dalam pot, sepintas tampak biasa-biasa saja; namun, bila dikombinasi dalam sistim tumpangsari, menjadi tidak biasa.

Diperoleh manfaat produksi tanaman ganda, dari herba dan dari pohon; menjadikan kombinasi unik dan menarik.

Contoh koleksi:

1a. Cabe in Pot Mangga

1a. Cabe dalam Pot Mangga

1b. Cabe in Pot Mangga (2)

1b. Cabe dalam Pot Mangga

1c. Cabe in Pot Mangga

1c. Cabe dalam Pot Mangga

1d. Cabe in Pot Mangga

1d. Cabe dalam Pot Mangga

1e. Cabe in Pot Mangga

1e. Cabe dalam Pot Mangga

2. Stroberi in pot delima

2. Stroberi dalam pot delima

3. Ciplukan dalam pot  adenium

3. Ciplukan dalam pot adenium

Manfaat yang diperoleh yaitu, berupa:

• Produksi buah cabe rawit dalam memenuhi kebutuhan bumbu dapur.

• Keindahan sekaligus daya tarik bagi anak-anak balita yang umumnya menyenangi buah stroberi.

Sesuatu yang sederhana dan bermanfaat akan membawa kesenangan dan kebahagiaan.

Membuat pekerjaan yang bersifat hobi menjadi sumber kesenangan dan kebahagiaan yang mudah, murah dan meriah.

Tetapi, tidak ternilai harganya.

It is “Leading to decent life”!

12 JunHot Sentences

Tes Kemampuan dan Kecepatan Berpikir

KALIMAT HEBAT

Pusing Tapi Santai

Syekhfani

Bila anda ingin mengetahui kemampuan berpikir dan kecerdasan anda? Coba dengan uji cepat berikut:

→ Start dari nol menit, sekarang … Go!*

1. Orang tergesa-gesa: dikejar waktu, atau ditinggal waktu?

2. Berpura-pura manja: jahat atau baik?

3. Mana lebih hebat: senjata tajam, atau kecepatan melarikan diri?

4. Mana lebih baik: “kayak manusia“, atau “kayak monyet“?

5. Mana lebih berat: “kapas satu kilo“, atau “gula satu kilo“?

6. Pilih mana: “sekarang aku tidur, kamu berjaga“, atau “setelah kamu berjaga, baru aku tidur“?

Kecepatan menjawab:

Sama dengan 10 menit: skore adalah 6
Kurang dari 10 menit: setiap menit (6) +1
Lebih dari 10 menit: setiap menit: (6) –1

Jawaban “betul”:

Setiap jawaban “betul”, → skore 1

Nilai Evaluasi Diri:

Hebat, bila skore > 8

Normal, bila skore adalah 6 atau 7

Bodoh, bila skore < 6

*Kunci jawaban:
1. Ditinggal
2. Jahat
3. Kecepatan lari
4. Jelek
5. Kayak monyet
6. Sama
7. Sama

09 JunBudidaya Ubi jalar

SUMBER KARBOHIDRAT

http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_jalar

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya.

Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi.

Umbi yang siap diolah

Gambar 1. Umbi yang siap diolah

Bunga ubi jalar

Gambar 2. Bunga ubi jalar

Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting.

Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.

Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih diperdebatkan, Papua.

Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia.

Ubi jalar dapat dibudidayakan melalui stolon/batang rambatnya.

Cara menanamnya cukup mudah, dengan mencangkul lahan yang mau ditanami sehingga stolon/batang rambat ubi jalar mudah dimasukkan dalam tanah. Pemeliharaannya cukup mudah.

Ubi jalar akan tumbuh baik bila lahan terkena matahari langsung, dipelihara dari gulma untuk menghindari persaingan unsur hara di sekitar tanaman.

Pemberian pupuk UREA atau pupuk Organik akan menambah hasil panen yang lebih bagus.

Panen ubi jalar dilakukan dengan mencangkul sekitar tanaman, menjaga agar umbi tidak rusak terkena cangkul atau alat pertanian.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/28/soil-ubi-lahan-kering/

01 JunSorot Balik Semburan Lumpur Panas

DISINYALIR AKIBAT SALAH TEKNIS

Berbagai Upaya Penanggulangan

Syekhfani

Semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, membawa dampak kerusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat yang cukup memprihatinkan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi bencana (disaster), yang disinyalir sebagai suatu kesalahan teknis dalam pengeboran sumber minyak.

Berikut gambaran (review) peristiwa tersebut serta upaya penaggulangan:

1. Lokasi semburan lumpur

Gambar 1. Lokasi semburan lumpur panas

2. Semburan lumpur

Gambar 2. Semburan lumpur panas

3. Profil saluran semburan lumpur

Gambar 3. Profil saluran semburan lumpur panas

4. Rumah terendam lumpur

Gambar 4. Rumah terendam lumpur panas

5. Desa terkena dampak

Gambar 5. Desa terkena dampak

6. Pembuatan sumur pemadam semburan

Gambar 6. Pembuatan sumur pemadam semburan

7. Upaya penutupan lubang

Gambar 7. Upaya penutupan lubang

Lihat: SOIL-Lumpur Marin (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/01/soil-lumpur-marin/)

28 MayTanaman Cabe dalam Pot

Chilli Plant

Tanaman Cabe dalam Pot

KONTROL TERHADAP SERANGAN CABUK (WHITEFLY)

Cara Kontrol yang Mudah dan Aman

Syekhfani

Tanaman cabe (Capsicum annum L.) dapat ditanam dalam pot, sebagai tanaman hias sekaligus bahan bumbu dapur sehari-hari.

1. Cabe rawit burung

Gambar 1. Cabe Rawit Burung (pedas)

Seringkali mendapat gangguan pertumbuhan oleh hama cabuk putih (aphid atau whitefly), yang selain mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman, juga keindahan tanaman sebagai hiasan.

Mengatasi serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti penyemprotan dengan pestisida spesifik pemberantas hama cabuk putih (diperoleh dari toko pertanian).

Namun, apabila dikhawatirkan efek negatif pestisida, maka alternatif yang aman yaitu dibasmi secara mekanik (manual), yaitu disemprot dengan air sembari dibersihkan dengan tangan.

Hal ini dapat dilakukan bila pot tanaman tidak banyak, misalnya jenis cabe hias dalam pot.

2. Tanaman Cabe Hias

Gambar 2. Tanaman Cabe Hias

3. Buah Cabe Hias

Gambar 3. Buah Tanaman Cabe Hias

Alys Fowler (2015)* berbagi pengalaman mengatasi serangan cabuk pada cabe, sebagai berikut:

“My indoor chilli plants have whitefly. I’ve tried putting grit on top of the compost, washing the leaves and spraying with a soap solution. What should I do?”

Whitefly and aphids are fond of indoor chillies. Such a comfy life: central heating, no predators and regularly watered, tender plants. It’s easy to get these pests confused, so check what you have – whitefly will fly off if you shake the plant, whereas aphids cling.

Grit on the compost won’t do anything for either pest, although it can prevent fungus gnats, and looks attractive. Washing the plants can dislodge pests, but the washing-up liquid trick flouts EU rules.

The legal version is horticultural soft soap; for it to work you’d have to spray regularly.

The best option for whitefly is to introduce Encarsia, a tiny parasitic biological control. It’s effective, although not cheap.

Or boost the plants’ own defences by stimulating growth: Garlic Wonder and SB Plant invigorator are popular choices.

If these are too expensive, take a gamble: put the plants outside the back door when you know there won’t be a hard frost.

The pests won’t take a chilly night well, but healthy plants will pull through.

*http://www.theguardian.com/lifeandstyle/2015/mar/28/ask-alys-fowler-whitefly-chilli-plants

25 MayKura-Kura (Turtle)

HEWAN PURBA MENYENANGKAN

Dipelihara di Emper Rumah

Syekhfani

Kura-kura (Turtle), adalah hewan yang akrab dengan manusia, termasuk dalam kelas Ordo: Testudinata (atau Chelonians)

Kura-kura tergolong hewan purba legandaris, berkembang melalui evolusi.

Banyak jenis kura-kura yang hidup sekarang mampu menyembunyikan kepala, kaki dan ekornya ke dalam tempurungnya, sehingga dapat menyelamatkan diri.

Namun beberapa kura-kura primitif, seperti contohnya penyu, tak dapat menarik masuk anggota badannya itu.

→Lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Kura-kura

Kura-kura hewan peliharaan penulis, adalah kura-kura yang hidup dalam air tawar dan bersifat amphibian, diberi nama “KURA”, dipelihara dalam kolam batu air mancur buatan yang diletakkan di emper depan rumah.

1. Berenang ke  tepi kolam

Gambar 1. Berenang ke tepi kolam

“Kura” ini dipelihara sejak kecil (ukuran jempol tangan) dan sekarang mencapai ukuran mangkok sop.

Dia sangat jinak dan akrab dengan pemilik rumah.

Bila seseorang memanggil namanya: “Kura!”, segera ia muncul di permukaan air dan berenang ke tepi, mengeluarkan kepalanya dan mengharap agar disentuh punggungnya.

Saat pagi hari, begitu pintu dibuka dia muncul dan minta dikasih makan.

Apabila sudah dikasih makan atau dibelai punggungnya, “Kura” menyelam dan diam di dasar kolam, atau nangkring di atas sebongkah batu yang disediakan khusus untuk tempatnya bersantai.

2. Muncul di tepi kolam

Gambar 2. Muncul di tepir kolam

3. Menyelam ke dalam air

Gambar 3. Menyelam ke dalam air

4. Tinggal di dasar kolam

Gambar 4. Tinggal di dasar kolam

Kura-kura pun bisa menjadi anggota keluarga yang menyenangkan!

24 MayJamur Topi Anggur

BUDIDAYA DALAM MEDIA KOMPOS

Suatu Pengalaman yang Menarik

Kim Stoddart – September 2014

Dicuplik oleh: Syekhfani

Kim Stoddart terpesona dan bingung dengan dunia jamur:

Area Jamur Topi Anggur

Gambar 1. Area Jamur Topi Anggur

Ia telah bertahun-tahun membuat kompos cepat jadi, dengan cara memasukkan berbagai sampah rumah tangga menjadi “emas hitam” penyubur tanah.

Sampah limbah rumah tangga tersebut, meliputi: kulit buah dan sisa sayuran, sobekan kardus dan koran.

Namun, dia mengharap bahwa kompos cepat jadi tersebut mempunyai nilai tambah .

Bahan Kompos

Gambar 2. Bahan kompos

Kim Stoddart, selanjutnya mengupayakan agar sampah mengalami dekomposisi lebih baik dan cepat.

Hal tersebut dilakukan dengan cara menggali lubang dalam tanah, serta menambahkan bahan-bahan lain berupa rerumputan yang kaya unsur hara, menambahkan bahan hijau dan coklat, yang dalam proses dekomposisi menghasilkan panas.

Dia juga mencoba cara lain untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah berlanjut.

Dia pernah mendengar bahwa jamur topi anggur (Stropharia) – http://en.wikipedia.org/wiki/Stropharia_rugosoannulata
dapat dibudidayakan dengan baik dalam medium kompos, dan dia mencari sumber miseliumnya.

Kim Stoddart menghubungi Gary, pengusaha jamur untuk melihat apa yang dia lakukan dan untuk mengetahui lebih lanjut .

Ternyata budidaya jamur topi anggur merupakan bisnis yang menarik, meskipun rumit.

Apakah anda ingin mencoba ?

Bahan tulisan: → http://www.theguardian.com/lifeandstyle/gardening-blog/2014/sep/22/gardening-for-free-compost-mushrooms

19 MayKiat Bertani Kopi

Buah Kopi

MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI

Ameliorasi Tanah Kebun

Syekhfani

Saat penulis melanjutkan sekolah dari SMP ke SMA, Bapang (bapak, Semende) penulis mulai memikirkan biaya andaikan nanti penulis lanjut ke perguruan tinggi.

Bapang penulis adalah seorang guru Sekolah Dasar, yang berpenghasilan pas-pasan, hanya mengandalkan gaji guru dan bertani sambilan di sawah sehabis mengajar.

Beliau memperhitungkan bahwa, apabila menanam kopi, umur 4 tahun sudah berproduksi dan dapat menghasilkan uang.

Lalu beliau mengajak beberapa teman se-profesi untuk membuka kebun kopi di kawasan tidak jauh dari dusun.

Kawasan tersebut berupa bekas hutan sekunder yang terlantar dan ditumbuhi alang-alang.

Melalui perjuangan, setelah memperoleh ijin pamong dusun, maka bapang dan teman-temannya, akhirnya memiliki kebun kopi seluas kurang lebih 2 000 pohon.

Namun, bapang menjadi pesimis ketika melihat perkembangan pertumbuhan tanaman yang tidak menggembirakan, lambat, kerdil dan tidak subur.

Bagaimana dapat menghasilkan uang dalam waktu yang direncanakan?

Kebetulan, sewaktu bapang melintasi rumah-rumah di dusun saat pergi ke kebun, tampak tumpukan kotoran sapi kering di bawah rumah yang tidak berpenghuni.

Kebiasaan penduduk, memelihara sapi dilepas begitu saja tanpa dikandangkan, maka pada malam hari, sapi-sapi tidur di bawah rumah penduduk, yang berupa rumah panggung.

Terpikir oleh bapang untuk mencoba memanfaatkannya untuk memperbaiki kesuburan tanah kebun kopi.

Hari berikutnya, bapang membawa sekeranjang kotoran sapi kering tersebut, ditebarkan di bawah tajuk pohon kopi serta dicampur-ratakan dengan tanah.

Selang beberapa minggu kemudian, karena waktu itu musim penghujan, tampak pertumbuhan tanaman kopi menjadi lebih subur, berbeda kontras antara pohon yang diberi dengan tidak diberi kotoran.

Sejak saat itu, setiap bapang pergi ke kebun, lalu mengambil dan membawa kotoran sapi yang “tidak bertuan” tersebut sekuatnya.

Bahkan, pada hari libur, bapang meminta murid-murid kelas 6 bergotong-royong mengangkut kotoran sapi le kebun.

Walhasil, dalam waktu singkat semua tanaman kopi mendapat kotoran sapi, dan kebun kopi bapang menjadi “ijo royo-royo”.

Lingkungan rumah penduduk di dusun pun menjadi bersih.

Saat panen awal, hasil biji kopi yang bapang peroleh seperti layaknya kebun kopi normal dan subur.

Berkat jerih payah bapang, maka biaya penulis meneruskan sekolah ke perguruan tinggi dapat terpenuhi.

Ide kreatif, diikuti motivasi dan inovasi tinggi, dapat menghasilkan suatu kesuksesan!

16 MayNatural-resources

A-woman-collects-water-fr-007

The Six Natural Resources Most Drained by Our 7 Billion People

Camila Ruz (Monday 31 October 2011 11.01 GMT)

Posted by: Syekhfani

For how long can we realistically expect to have oil? And which dwindling element is essential to plant growth?

With 7 billion people on the planet – theoretically from today – there will be an inevitable increase in the demand on the world’s natural resources. Here are six already under severe pressure from current rates of consumption:

1. Water
Freshwater only makes 2.5% of the total volume of the world’s water, which is about 35 million km3. But considering 70% of that freshwater is in the form of ice and permanent snow cover and that we only have access to 200,000km3 of freshwater overall, it isn’t surprising that demand for water could soon exceed supply. The Food and Agriculture Organisation of the United Nations is predictingthat by 2025, 1.8 billion people will be living in countries or regions with absolute water scarcity.

2. Oil
The fear of reaching peak oil continues to haunt the oil industry. The BP Statistical Review of World Energy in June measured total global oil at 188.8 million tonnes, from proved oil resources at the end of 2010. This is only enough to oil for the next 46.2 years, should global production remain at the current rate.

3. Natural gas
A similar picture to oil exists for natural gas, with enough gas in proven reservesto meet 58.6 years of global production at the end of 2010.

4. Phosphorus
Without this element, plants cannot grow. Essential for fertiliser, phosphate rock is only found in a handful of countries, including the US, China and Morocco. With the need to feed 7 billion people, scientists from the Global Phosphorus Research Initiative predict we could run out of phosphorus in 50 to 100 years unless new reserves of the element are found.

5. Coal
This has the largest reserves left of all the fossil fuels, but as China and other developing countries continue to increase their appetite for coal, demand could finally outstrip supply. As it is, we have enough coal to meet 188 years of global production.

6. Rare earth elements
Scandium and terbium are just two of the 17 rare earth minerals that are used in everything from the powerful magnets in wind turbines to the electronic circuits in smartphones. The elements are not as rare as their name suggests but currently 97% of the world’s supply comes from China and they can restrict supplies at will. Exact reserves are not known.

Source:http://www.theguardian.com/environment/blog/2011/oct/31/six-natural-resources-population

Dari enam (6) sumberdaya alam yang menjadi langka (scarcity of natural resources), salah satunya yang menyangkut bidang tanah dan kesuburan adalah sumber unsur P (fosfor).

Meskipun Indonesia mempunyai pabrik pupuk P yang berada di Gresik (Jawa Timur), diketahui bahwa sumber bahan bakunya sangat terbatas.

Batuan fosfat alam (BFA) yang ada di se kitar pabrik jumlahnya sedikit dan deposit dalam bentuk kantong-kantong kecil dengan kadar P2O5 relatif rendah.

Disinyalir bahwa deposit BFA berada di dasar laut sebagai endapan marin.

Namun, untuk ekploitasinya memerlukan teknologi biaya mahal (expensive high technology).

Phosphorus (P) is one of scarcity of natural resources for life in the world!

09 MayZona Arid

MASALAH UTAMA – AIR

Diposkan: Syekhfani

Sangat menarik foto “Tanah Subur” dari Sumba, Nusa Tenggara Timur, ditayangkan SCTV-Liputan6.com Jakarta (09 Mei 2015 pkl 10:56 WIB), berikut ini:

Sawah Subur (Sumba-Liputan 6

Komentar:

Daerah Sumba di Nusa Tenggara Timur adalah salah satu pulau paling selatan Indonesia. Wilayah ini punya musim hujan yang pendek dan musim kemarau yang panjang.

Karena beriklim kering, daerah ini dulu dikenal tandus dan rawan pangan.

Meski bukan daerah subur, hampir separuh penduduk Sumba berprofesi sebagai petani. Mengandalkan pupuk untuk membuat tanah gembur.

Tapi cuaca buruk di laut berarti suplai pupuk terhenti. Beberapa pihak mulai mengubah keadaan. Di Kecamatan Lewa, Sumba Timur, yang merupakan lumbung pangan sejak era kolonial warga mulai cerdas bertani.

Pertanian organik dan SRI (System of Rice Intensification) mulai dikenalkan di sini. Dimulai dari satu hektar milik seorang petani bernama Katauchi Papu. Akhirnya, Lewa, kini tetap menjadi Lumbung pangan di Sumba NTT (http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sumba_Timur).

(SCTV – Liputan 6.com)

Dari Gambar di atas tampak bahwa, pada kondisi air bermasalah, petani membuat kolam penampung air di bagian puncak.

Air ditampung pada saat hujan turun dan suplai air untuk pertanaman di bagian lereng bawah tejadi melalui rembesan (seapage) atau pun perkolasi.

Di samping itu, petani juga menggunakan mulsa sisa tanaman dan sistem tanaman menutupi tanah (covered cropping System).

Pada zona arid, manajemen efisiensi penggunaan air (efficiency use of water) adalah sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman pertanian.

Tambahan:

Ada kesenian tradisional Sumba Timur yang terkenal pada zaman Hindia Belanda: Pertunjukan Gramofon di Lewa Paku

Pertunjukan Gramofon

09 MayBonsai

KREASI SEDERHANA

Syekhfani

Waktu santai di hari minggu, sambil rekreasi sekeluarga mengendorkan otot-otot syaraf, iseng-iseng penulis mencoba membuat kreasi tanaman “Bonsai” dalam pot.

Bahan tanaman diperoleh dari suatu kios tanaman hias di kawasan Junggo, Batu.

Dipilih dua tanaman hias dari satu jenis yang menunjukkan bentuk dan penampilan mirip, dengan maksud bisa digabung dalam satu pot porselen ukuran sedang.

Akhirnya, diperoleh suatu bentuk “Bonsai” seperti berikut:

1

“Bonsai Badak”

2

“Badak Marah”

3

4

5

6

5a. buah

5b. buah

Suatu keserasian jenis, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi tanaman bonsai yang dipadukan dalam suatu wadah medium pot.

Seperti juga halnya kesesuaian, keserasian dan kesamaan jiwa makhluk hidup lain (pasangan hewan, suami-istri, teman akrab,dan seterusnya) merupakan inti kehidupan yang menyenangkan menuju kebahagiaan hidup (decent of life) di dunia ini.

Kreasi sederhana, tidak hanya terlihat dangkal dari permukaannya saja, namun tembus ke lapisan yang lebih dalam, memberikan arti kejiwaan yang luas tidak terhingga dan tidak tidak dapat diukur dampak kejiwaannya!

It Is a Decent of Life!

08 MayHidup Di Huma

SANG PIATU

Cerita Rakyat Suku Semende

Syekhfani

1. INGIN JADI ORANG

Sang Piatu, tinggal di huma dengan nenek. Ibu-bapaknya telah meninggal sejak ia kecil. Nenek sangat sayang padanya. Maklumlah, nenek hidup sendiri. Dipenuhi segala kebutuhan sang cucu meski sangat bersahaja, jauh dari mewah.

Begitulah hidup di huma, berbeda dengan di dusun, apalagi kota, tapi tak dipusingkan oleh kesibukan dan tata krama. Cucu dan nenek itu hidup bahagia.

Sehari-hari nenek bekerja di huma. Menanam padi, jagung, ketela, sayur-sayuran, dan lain-lain. Sang Piatu selalu mendampingi nenek.

Sang Piatu membantu nenek bersiang di huma, memetik dan memasak hasil tanaman memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dangau tempat tinggal Sang Piatu dan nenek pun sangat sederhana. Bertiang kayu, beratap ilalang dan berdinding anyaman bambu.

Dekat pondok, terdapat pancuran. Berasal dari sumber lereng atas huma. Air yang jernih dan sejuk tak pernah berhenti mengalir. Kebutuhan air Sang Piatu dan nenek tercukupi, bahkan bisa membuat kolam tempat pelihara ikan dan itik.

Ayam berkeliaran di sekitar pondok, berceloteh dan berkokok membawa nuansa damai dan alami. Sepi di situ, tapi tidak akan merasa kesepian!

Kelebihan air kolam, mengalir menuju luang kecil, bertemu anak sungai yang merupakan hulu sungai besar yang mengalir menuju lautan.

Se waktu-waktu hewan peliharaan Sang Piatu di bawa nenek ke pekan dusun, terletak tidak terlalu jauh dari situ; dijual dan uangnya digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari: gula, garam, ikan asin, minyak kelapa, minyak tanah, atau bahan lain yang tidak ada di huma.

Sang Piatu kecil selalu ikut ke pekan. Di pekan itu, ia tak beranjak dari dekat nenek. Maklumlah, ia belum berani bergaul dengan orang lain.

Sang Piatu kecil makin hari tumbuh makin besar, sehat dan kuat. Tinggal di huma dan selalu bekerja, mendorong tubuh Sang Piatu berkembang pesat secara alami. Kala itu, umurnya telah menginjak lima tahun.

Suatu pagi, sehabis sarapan, nenek berkata:

+ “Cungku*, kamu sudah besar. Sudah waktunya cari pengalaman hidup” – *(panggilan sayang nenek terhadap cucu)

- “Aku harus apa, nek?”

+ “Pergilah ke dusun yang ada pekan itu. Di situ akan banyak yang menarik”

-“Iya Nek!” (meskipun ragu)

Keesokan harinya, Sang Piatu pamit pada nenek untuk pergi cari pengalaman.

Hari itu, matahari pagi bersinar cerah. Sang Piatu melangkah gontai di jalan sepi menuju ke arah dusun.

Di suatu pojok pengkolan, Sang Piatu berhenti. Ada suara remang-remang kedengaran. Perlahan-lahan dia mendekat. Mendadak bulu tengkuknya meremang.

Di pojok itu, tampak olehnya orang tua berjenggot lebat, berkepala botak komat-kamit bicara sendiri tidak keruan.

Di dekatnya ada baki berisi makanan seperti disajikan saat buka puasa. Ada piring berisi serabi, lemang, pisang, dan bebera kue lain; ada gelas berisi air putih, dan ada pula piring tanah berisi bara api berasap.

Sebentar-sebentar ‘Pak Tua’ menaburkan serbuk ke bara api, menambah kepulan asap berbau aneh menyengat.

Sang Piatu tiba-tiba merasa sangat takut, setengah sadar ia lalu lari sipat kuping menuju huma.

Nenek sangat terkejut:

+ “Ada apa Cungku?!”

- (tersengal-sengal) “Di… di… sana tu… Nek! Aaa.. ada… orang… botak berjanggut putih… bicara tidak dimengerti…!”

+ “Lagi apa dia, Cung?”

- “Tidak tau,Nek! Ada tempat berisi makanan di dekatnya. Ada pula tempat api dan asap bau aneh berkepul-kepul…!”

+ “Apa lagi, Cung?”

- “Ada bakul penuh gabah…”

+ “Oo… dia ‘Pak Tua’ mau menugal benih padi di huma, Cung. Dia membaca mantra sambil membakar menyan,agar hasil panen nanti berlimpah”

*(… Menurut adat, penugalan benih padi di huma diawali dengan upacara ritual Awal Tanam. Upacara ini dimaksudkan agar padi yang ditanam dapat tumbuh baik dan terbebas dari hama penyakit. Dalam upacara ini disediakan sesaji berupa Serabi empat puluh, bubur sembilan, lemang tujuh batang, satu bumbung air, junjung dan benih-benih padi yang direndam air selasih atau kemangi. Lalu baca mantera tolak bala. Selanjutnya penugalan dengan tujuh mata tugal yang diisi dengan benih padi. Setelah itu segala kegiatan dilahan tersebut diistirahatkan selama 7 hari. Kemudian kegiatan penugalan dilanjutkan hingga selesai. Dalam masa pemeliharaan tanaman padi ini dibuat gubuk tempat berteduh…)

- “Tapi aku takut, nek!”

+ “Tak usah takut Cungku, ajak ‘Pak Tua’ tu ngomong. Bilanglah ‘Aku ikut berdoa panen melimpah, Pak..’” (*Cungku = Cucuku Cucung = cucu)

+ “Abis berdoa, makanan tu akan dikasihkan cucung”

- “Iya Nek, kalu gitu nanti akan cucung ingat”

Beberapa hari kemudian, Sang Piatu pamit mau cari pengalaman. Ketika itu matahari bersinar sangat terik. Sang Piatu hampir tak tahan terkena panas.

Tak jauh dari dusun, tibalah Sang Piatu di tempat terlindung pohon bunga-bungaan putih dan harum. Sang Piatu menuju ke sana untuk berteduh.

Tiba-tiba Sang Piatu mendengar ada suara seperti pernah ia dengar dulu di dekat huma Pak Tua.

Di pojok,terdengar “mantra” seperti dilantunkan ‘Pak Tua’ tempo hari.

Kali ini Sang Piatu tak lagi takut. Ia sudah tahu dari nenek agar tidak takut kalau orang baca mantra, untung-untung diberi makanan.

Sang Piatu berpikir, mendekat atau tidak, ya??

Kembali ia ingat kata nenek dan membayangkan diberi kue. Perutnya berbunyi tanda waktunya diberi makan.

“Kapan bisa jadi orang, kalau selalu ragu” (katanya dalam hati)

“Aku harus berani!”

Mengendap-endap Sang Piatu mendekati sekelompok orang yang sedang duduk mengitari gudukan tanah galian. Di dekat situ ada keranda.

Sang Piatu tidak tahu tentang kuburan, apalagi keranda, semua itu tidak ada di huma.

“Kau harus berani!” (katanya sekali lagi dalam hati)

“Kudoakan nanti makin banyak…!” (Tiba-tiba Sang Piatu memecah keheningan pekuburan)

Orang-orang kaget dan serentak menoleh.

“Hai, apa katamu??!” (teriak salah seorang dari mereka)

“Anak kurang ajar!!” (orang itu melotot marah)

Ternyata orang itu adalah salah satu dari keluarga yang sedang berduka.

Orang itu mengacu-ngacukan cangkul bekas menggali kubur.

“Kupacul kepalamu, anak kurang ajar!!”

Sang Piatu ketakutan, tanpa pikir panjang ia lari pontang-panting ke huma.

“Neek… Neneek… aku mau dipukul!”

“Siapa Cung, mana?!” Nenek keluar tergopoh-gopoh.

“Di sana, nek… dekat dusun itu!”

“Mengapa?”

“Orang yang baca mantra di bawah pohon bunga putih, ia marah-marah saat kukatakan ’aku ikut berdoa agar makin banyak…’, ia mau memukulku dengan pacul”

“Mereka itu duduk mengelilingi tanah yang baru dipacul”

“Oo.. Cungku, mereka itu sedang mengubur orang yang baru saja mati”

“Tentu saja ia marah, karena mereka baru kehilangan seorang yang disayangi”

“Mati,nek? Kayak mak-bapakku seperti cerita nenek?”

“Betul, Cung. Mereka tak mau didoakan agar ada lagi keluarganya yang mati”

Sang Piatu tercenung. Ia tidak mengerti mengapa orang akan mati, dan mengapa orang mati harus dikubur.

“Cucung mesti bilang ‘aku ikut bersedih dan berdoa, semoga yang mati itu masuk sorga’”

Sang Piatu mengangguk-angguk dan berjanji dalam hati, kelak tidak lagi akan ada salah paham. Nasehat nenek itu benar-benar harus diingat.

2. UPACARA TURUN MANDI

Pagi hari yang cerah, matahari menapak naik menyinari bumi; memancarkan cahaya emas kemilau, memberi kehangatan hidup dan kehidupan di muka bumi.

Di suatu tempat mandi di bagian hulu dusun, air pancuran bambu dari sumber,mengalir gemercik memeriahkan tempat mandi penduduk pedusunan.

Terdengar riuh rendah gelak-canda para ibu-ibu tua-muda yang pagi itu berkumpul di situ.

Nuansa tersebut biasa terjadi sehari-hari, karena tempat itu adalah pemandian umum.

Namun hari itu, kelihatannya istimewa karena ada peralatan untuk upacara ‘Turun Mandi’, yaitu pertama kali bayi dimandikan diluar rumah.

Hari itu, Sang Piatu kecil sedang menuju dusun itu untuk cari pengalaman.

Dia terpesona manakala tiba dekat pemandian. Diam-diam diperhatikan tingkah laku ibu-ibu di pancuran itu.

Dia khawatir kalau-kalau salah lagi dalam bersikap, seperti dulu waktu di kuburan.

Keinginan Sang Piatu memperoleh pengalaman, mendorong dia asyik mengikuti tingkah laku ibu-ibu yang bercanda ria. Ada tangis anak bayi melengking di sela ketawa.

Seorang ibu tua berdoa panjang-lebar, sambil mengelus-elus kepala bayi. Kuncir sang baik digunting sedikit, tanda dia sudah bisa dimandikan di alam terbuka.

Di atas batu besar yang bagian atasnya datar, tampak talam penuh berisi serabi, lemang, wajik, pisang dan lain-lain.

Sang Piatu tak syak lagi mereka sedang membaca doa keselamatan. Pelan-pelan dia mendekat:

‘Aku ikut bersedih dan berdoa, semoga anak ibu masuk sorga dan diampuni segala dosanya..’” (Sang Piatu cari simpati)

Bukan kepalang marahnya para ibu itu, terutama ibu anak bayi. Didatanginya Sang Piatu lalu ditampar pipinya.

“Kurang ajar, kamu doakan anakku mati, ya?!” (kata sang ibu garang)

“Pergi cepat dari sini, kalau tidak, kudorong kamu masuk selokan itu!”

Sang Piatu kaget, dia tidak habis pikir mengapa seseorang yang ingin berbaik hati malah dicaci-maki.

Sang Piatu akhirnya pulang dengan sedih ke huma.

Sepanjang jalan dia termenung, bagaimana seharusnya harus bersikap kalau ada upacara mandi di pancuran. Dia tidak sampai hati bila selalu harus tanya nenek kalau ada hal-hal aneh yang dialaminya.

Pokoknya, dia bertekad akan mengatasi dengan pikirannya sendiri.

3. DILEMPAR KOTORAN

“Kapan lahirnya, semoga lancar-lancar saja tanpa halangan..”

Sang Piatu bicara perlahan-lahan dekat pancuran tempat upacara ‘turun mandi’ beberapa hari lalu.

Ia sedang belajar berucap agar bisa mendapat empati dari para ibu, yang ternyata marah-marah serta mencaci-makinya setelah dia salah ucap.

“Aku berniat baik, cuma mengharap sedikit lemang atau pisang goreng’” (kata Sang Piatu mengeja kata-kata)

“Maaf, aku tak ingin mengganggu..”

Tiba-tiba, muncul seseorang dari balik gerombol selokan yang mengalir di bagian hilir pancuran.

“Ini lemang, ambil dan makanlah!” (katanya meradang sambil melemparkan kotoran)

‘Anak kecil mengganggu saja, tidak tahu orang sedang menikmati ‘buang air besar’!” (Untung Sang Piatu tidak kena lemparan)

Namun terpaksa dia menutup hidungnya karena bau.

Wah, wah… susah mencari pengalaman hidup itu, ya?

He he he…

Link: https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8918849364576846393#allposts/postNum=0

02 MayBatu Permata

DIGALI SECARA MANUAL

Posisi di Kedalaman Tanah

Syekhfani

Akhir-akhir ini, pencarian Batu Permata (Germstone) marak dilakukan, mulai dari cara sederhana hingga menggunakan alat-alat mesin berat.

Tidak begitu jelas, mengapa batu permata tersebut menjadi tren? Digeluti secara serius oleh para pencari dan pembeli? Di dalam dan bahkan dari luar negeri?

Nuansa ini menjadikan suatu ajang baru, bagi masyarakat individual maupun pemerintah.

Bahkan, diberitakan di suatu Daerah, Kepala Daerah menjadikan objek dan ikon daerah berhubung daerahnya kaya akan tambang Batu Permata yang bermutu.

Di mana posisi diketemukan Batu Permata dalam tanah?

Untuk itu perlu dipelajari profil kedalaman tanah, lapisan horizon serta proses pembentukan tanah (pedogenesis).

1. Profil Dimensianal Tanah

Gambar 1. Penampang Dimensional Profil Tanah

2. Lapisan Olah Tanah

Gambar 2. PenampangTopsoil (lapisan atas) dan Subsoil (lapisan bawah)

Dari susunan horizon di atas, maka kemungkinan diketemukan Batu Permata dalam tanah adalah di Horizon C dan R.

Penambang tradisional menggunakan cara manual, hanya mencapai kedalaman Horizon C, sedang bila menggunakan alat mesin semprot berkekuatan tinggi, maka bisa mencapai Horizon R.

Bagaimana pun, Penggalian Tanah Merusak Lingkungan Hidup dan Kehidupan!

20 AprBambu (Bamboo)

TANAMAN GLOBAL SERBAGUNA

Populer se Manca Negara

Postingan: Syekhfani

Bambu (Bamboo)Poaceae (Bambuseae Kunth ex Dumort), adalah tanaman jenis rumput-rumputan (Gramineae) dengan rongga dan ruas di batangnya.

Bambu (bamboo), memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru.

Bambu (bamboo) dalam devisi botani termasuk jenis rumput-rumputan (Gramineae) tidak kurang dari 10,000 spesies dan 1000 sub-familiy (Kingsbrury, Noẽl, 2000).

Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 inci) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan iklim tempat ia tumbuh.

Bambu (bamboo) termasuk dalam keluarga rumput-rumputan, yang dapat menjadi penjelasan mengapa bambu memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Hal ini berarti bahwa ketika bambu dipanen, bambu akan tumbuh kembali dengan cepat tanpa mengganggu ekosistem.

Tidak seperti pohon, batang bambu muncul dari permukaan dengan diameter penuh dan tumbuh hingga mencapai tinggi maksimum dalam satu musim tumbuh (sekitar 3 sampai 4 bulan).

Selama beberapa bulan tersebut, setiap tunas yang muncul akan tumbuh vertikal tanpa menumbuhkan cabang hingga usia kematangan dicapai. Lalu, cabang tumbuh dari node dan daun muncul.

Pada tahun berikutnya, dinding batang yang mengandung pulp akan mengeras. Pada tahun ketiga, batang semakin mengeras. Hingga tahun ke lima, jamur dapat tumbuh di bagian luar batang dan menembus hingga ke dalam dan membusukkan batang.

Hingga tahun ke delapan (tergantung pada spesies), pertumbuhan jamur akan menyebabkan batang bambu membusuk dna runtuh.

Hal ini menunjukkan bahwa bambu paling tepat dipanen ketika berusia antara tiga hingga tujuh tahun.

Bambu tidak akan bertambah tinggi atau membesar batangnya setelah tahun pertama, dan bambu yang telah runtuh atau dipanen tidak akan digantikan oleh tunas bambu baru di tempat ia pernah tumbuh.

Meski tunas bambu mengandung toksin taxiphyllin, senyawa glikosida sianogenik, yang mampu menghasilkan sianida di dalam lambung, pemrosesan yang sesuai akan menjadikan tunas bambu bisa dimakan.

Berbagai masakan Asia menggunakan tunas bambu, dan tunas bambu dijual dalam bentuk segar maupun kalengan.

Tunas bambu dalam kondisi terfermentasi adalah bahan utama dalam berbagai kuliner di Himalaya.

Di India disebut khorisa. Di Nepal, tunas bambu difermentasikan dengan kunyit dan minyak sayur, lalu dimasak dengan kentang menjadi masakan yang dimakan bersama nasi (alu tama, Bahasa Nepal).

Di Indonesia, tunas bambu dipotong tipis-tipis dan direbus bersama santan dan rempah-rempah untuk membuat gulai rebung.

Resep lain yang memanfaatkan tunas bambu yaitu sayur lodeh dan lumpia. Tunas bambu yang telah diiris dicuci bersih dan/atau direbus sebelum dimakan untuk menghilangkan toksin.

Acar tunas bambu digunakan sebagai pelengkap makanan, bisa juga dibuat dari inti batang bambu muda (pith).

Getah dari batang bambu muda disadap ketika musim hujan untuk menghasilkan minuman beralkohol. Daun bambu bisa dipakai sebagai pembungkus makanan ringan.

Bagian dalam batang bambu tua biasanya digunakan sebagai alat memasak di banyak budaya Asia.

Sup dan beras yang dimasak di dalam batang bambu dipaparkan ke api hingga matang. Memasak di dalam batang bambu dipercaya menghasilkan rasa yang berbeda.

Bambu juga digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya seperti spatula.

Bambu merupakan bahan baku dari berbagai peralatan rumah tangga yang utama sebelum datangnya era peralatan rumah tangga dari plastik.

Bakul nasi, tampah, bubu/perangkap ikan, tempat kue (besek), topi bambu (caping) adalah contoh dari beberapa peralatan yang terbuat dari bambu.

Lihat:http://id.wikipedia.org/wiki/Bambu

1. Hutan Bambu (Indonesia)

1. Hutan Bambu (Indonesia)

2. Hutan Bambu (Jepang)

2. Hutan Bambu (Jepang)

3. Hutan Bambu(Cina)

3. Hutan Bambu(Cina)

4. Hutan Bambu (Taiwan)

4. Hutan Bambu (Taiwan)

5. Bambu Gading

5. Bambu Gading

6. Batang

6. Batang

7. Rumpun

7. Rumpun

8. Trubus

8. Trubus

9 Kelopak

9. Kelopak

10. Ranting

10. Ranting

11. Mata Ruas

11. Tunas Ruas

12. Daun

12. Daun

13. Bunga

13. Bunga

Lihat Buku:

21. Buku

Kingsbrury, Noẽl. 2000. Grasses and Bamboos – Using Form and Shape to Create Visual Impact in the Garden. With photoghraphy by Andrea Jones, consultant Paul Whittaker. Periplus Editions (HK), Ltd. 111p.

TAMBAHAN: permainan tradisional Flores “Tektek Alu”, menggunakan batang bambu sebagai alat bermain.

Tektek Alu - Flores

Biasanya, tari Tektek Alu ditarikan ketika malam bulan purnama oleh lelaki dan perempuan yang mencari pasangan atau jodoh.

Tektek Alu serupa permainan lompat alu. Batang-batang bambu yang dipegang di masing-masing ujungnya dibentuk menjadi rangkaian persegi sejengkal di atas tanah. Para penari mesti melompat bambu bambu tersebut sesuai irama, tanpa terjerambab.

Lihat pula: → https://www.youtube.com/watch?v=U_YOhfSB6FI

19 AprDrainase Subsoil

SUBSOIL MENJADI PADAT – VEGETASI POHON

Kiat Penaggulangan

Syekhfani

Horizon subsoil yang kompak (padat), menjadi masalah bagi perkembangan sistem perakaran budidaya pepohonan (perkebunan: karet, kelapa sawit, dll. dan/atau buahan hortikultura: mangga, durian, dll.).

Sistem perakaran pepohonan tersebut di atas, setelah berumur di atas dua tahun, berkembang intensif sehingga tanah di bawah tajuk tidak dapat diolah (digemburkan) tanpa memutuskan akar-akar.

Karena itu, apabila tanah di seputar proyeksi tajuk pohon sering diinjak-injak, atau terjadi proses “pedoturbasi” (→ http://en.wikipedia.org/wiki/Perturbation_%28geology%29), maka akan terjadi pemadatan sehingga drainase subsoil menjadi jelek dan permeabilitas (pergerakan air tanah) terhambat.

Demikian pula halnya, aerasi sistem perakaran menjadi tidak baik.

PENANGGULANGAN

Ada tiga alternatif:

1. Memelihara Cacing-tanah jenis subsoil (Anecic dan Endogeic), membuat lubang terbuka hingga permukaan (topsoil), sebagai dekomposer dan memproduksi “casting”. Endogeic, berperan mencernakan tanah dan BO serta akar-akar mati; sehingga tercipta lubang aerasi dan drainase.

2. Menanam Pohon-perdu cepat tumbuh (fast-growth) dan berumur pendek, berakar sedang hingga dalam. Setelah pohon mati, sistem perakarannya meninggalkan kanal dan membuat lubang aerasi dan drainase.

Root apex progressively increase in diameter

Root apex progressively increase in diameter

→ Lihat: http://bioscience.oxfordjournals.org/content/61/11/869.full#F2

3. Borring dalam, menembus ketebalan lapisan padat, dengan diameter lubang bor 10 cm. Borring lapisan padat Kedalaman 30-50 cm, bertujuan untuk membantu aerasi dan drainase dalam.

15 AprAkal dan Perasaan

Capture

SELALU KONTRADIKTIF?

Fenomena Kehidupan

Syekhfani

Antara akal (pikiran, rasio) dan perasaan (rasa, mind) itu, sulit di-seimbang-kan.

Data emperik? diterima akal, namun ditolak perasaan.

Rasanya benar? tapi kayaknya, tidak!

Bila kompromi??

“Sepakat untuk tidak sependapat”!

Bingung?!

Iya, ini suatu dilema…

Orang yang tidak rasional-lah, yang punya “kepercayaan-diri” tinggi!

Sedang orang rasional, selalu “meragu”!

Kenapa??

Katanya, kemampuan akal laki-laki jauh lebih tinggi dibanding wanita; sebaliknya perasaan wanita jauh lebih peka ketimbang laki-laki.

Juga dikatakan, makin tinggi tingkat ilmu seseorang, ia merasa makin “bodoh”!

Keseimbangan “akal” dan “perasaan” itu, adalah kunci Kedamaian!

13 AprStrawberry Eksotik

TANAMAN HIAS MENJUNTAI

Seni dan Produksi

Syekhfani

Tanaman Strawberry (Fragara spp. – Rosaceae), merupakan salah satu tanaman introduksi yang banyak diminati dan dikembangkan dalam budidaya tanaman hortikultura buahan-konsumsi atau pun buahan-hias di Indonesia.

Strawberry adalah tanaman menjuntai, cepat tumbuh, dengan rangkaian bunga putih mungil, dan warna buah hijau, putih, merah (sesuai tingkat kematangannya); dikenal oleh semua tingkat umur dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/10/soil-favorite-fruit-crops/

Selain itu, kalangan masyarakat umum, menyukai buah Strawberry setelah mereka mengetahui bahwa buahan ini tergolong bergizi, mengandung Vitamin (terutama C dan A) serta mineral-mineral.

Buah Strawberry dikonsumsi langsung dalam bentuk segar, atau diolah menjadi berbagai bentuk kue dan roti, penghias kue ulang tahun, atau kue lain berbagai macam, bentuk dan rasa.

Berikut adalah contoh kiat menanam Strawberry secara eksotik, memanfaatkan sifat menjuntai yang menghasilkan buah-konsumsi dan buah-hiasan.

1. Strawberry Lokal Dalam Pot Biasa

1. Strawberry Lokal Dalam Pot Biasa

2. Strawberry Hibrida (Fragaria x ananassa) Dalam Pot Biasa

2. Strawberry Hibrida (Fragaria x ananassa) Dalam Polibag

3. Strawberry Lokal Dalam Tong

3. Strawberry Lokal Dalam Tong

4. Medium dalam  Karung Plastik

4. Medium dalam Karung Plastik

5. Tanam Awal

5. Tanam Awal

6. Bunga

6. Bunga

7. Buah

7. Buah

8. Strawberry Dalam Bedengan

8. Strawberry Dalam Bedengan

9. Tanaman Awal

9. Tanaman Awal

10. Vegetatif

10. Vegetatif

11. Berbunga

11. Berbunga

12. Berbuah

12. Berbuah

13. Buah Matang (ujung meruncing)

13. Buah Matang (ujung meruncing)

14. Buah Matang (ujung melebar)

14. Buah Matang (ujung melebar)

15. Campuran

15. Campuran

Strawberry Eksotik ~ memenuhi kebutuhan material, spiritual dan gizi!