Archive for the 'Decent life' Category

03 FebNutrisi Seimbang

4 sehat 5 sempurna

UPAYA MENUJU HIDUP SEHAT

Unsur Hara Tanah – Tanaman

Syekhfani

Nutrisi apa yang dibutuhkan manusia?

Garam, kebutuhan mineral

Gula, untuk energi aktual

Cabe, vitamin A dan C

Terlalu banyak sambel? Kepedasan!

Kelebihan garam, tekanan darah tinggi!

Kelebihan gula, diabetes alias darah gula!

Serba salah, yang benar bagaimana? Tidak terlalu banyak!

Sedikit saja, tapi SEIMBANG!

Tidak salah gizi atau kurang gizi

Apa yang disebut SEIMBANG?

Ibarat porsi makanan

Satu piring nasi, satu mangkok sayur, satu sendok sambel, satu buah pisang, dan satu gelas susu!

4 Sehat – 5 Sempurna!

Bagaimana kalau hobi? Nafsu? Kesenangan?

Harus dikekang, ditahan

Ini yang paling sulit

Apalagi sudah ada di depan mata

Dan .. gratis

Memang paling sulit mengalahkan nafsu itu!

Sama halnya dengan nutrisi tanaman yang harus tersedia dalam tanah

Harus seimbang unsur makro,semi makro dan mikro

Seimbang antara makro (NPK) : semi makro (CaMgS) : mikro logam (FeMnCUZn) : mikro non-logam (BMoCl)

27 JanSumber Energi Alam

SUMBER ENERGI ALAM UTAMA

Udara, Air, Cahaya (Panas)

Syekhfani

Energi alam, adalah kekuatan dinamis yang keluar dari aksi suatu komponen alam, terutama ditimbulkan oleh udara, air, atau cahaya (panas).

Ketiga sumber energi alam tersebut dibutuhkan untuk hidup dan kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia di planet bumi ini.

Udara, benda alam yang paling penting dalam hidup dan kehidupan di dunia, yang dibutuhkan untuk bernafas.

Pernafasan merupakan proses oksidasi senyawa-senyawa yang menghasilkan energi panas tubuh (tumbuhan, hewan, manusia) dalam mendukung proses metabolisme. Metabolisme primer pada tanaman adalah pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis.

Karbohidarat, merupakan kerangka dasar senyawa biokimia dalam menyusun jaringan dan organ tubuh tanaman. Selanjutnya, tanaman menjadi sumber energi utama bagi hewan dan manusia yang memgkonsumsi tanaman.

Di alam, udara yang bergerak yang disebut angin, menimbulkan kekuatan yang menghasilkan energi luar biasa. Kekuatan angin dapat disalurkan dalam menggerakkan alat mekanik seperti kincir, perahu layar, pesawat terbang layang, dan sebagainya.

Demikian pula halnya air dan sinar matahari (panas), memberikan tenaga luar biasa yang dapat menggerakkan alat-alat mekanik bersumber kekuatan air dan panas: kincir air, mesin giling, tenaga listrik, dan sebagainya.

Air, komponen terpenting kedua setelah udara yaitu untuk kebutuhan minum. Air merupakan pelarut kimia utama dalam mendukung mekanisme metabolisme dalam tubuh makhluk hidup.

Pergerakan air dari tempat tinggi ke rendah mendatangkan energi kinetik yang bisa menjalankan kincir air, dinamo pembangkit listrik, dan sebagainya.

Cahaya, merupakan sumber energi panas utama kehidupan, sebagai energi kinetik yang diubah menjadi metabolik melalui proses fotosintesis. Panas bumi, berupa sumber air panas bermanfaat dalam kesehatan tubuh manusia.

Keberadaan ketiga komponen sumber energi alam, bisa kurang, cukup, atau berlebihan. Bila kurang atau berlebihan, akan membawa dampak negatif. Oleh karena itu, harus dikelola oleh manusia, makhluk yang mempunyai otak dan akal.

Akan tetapi, bila tenaga angin, air, dan panas (api) berlebihan, maka akan membawa dampak menghancurkan, berupa bencana alam (disarters): angin topan, tsunami, kebakaran hutan, gunung meletus, dan sebagainya.

Berikut beberapa contoh aksi bencana alam berupa angin topan, tsunami, dan kebakaran hutan:

1. Turnado, berupa kondisi cuaca buruk (severe weather) yang menimbulkan bencana.

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=xPTXqzMVFUA

2. Tsunami, becana alam akibat banjir: Tsunami Banda Aceh (terbesar di dunia)

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=u3TL-21oVvs

3. Kebakaran Hutan, Kalimantan Tengah

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=lkxAXFLIHFw

Pengkajian sumberdaya alam oleh manusia menghasilkan bidang ilmu pengetahuan alam (natural scienses) dan teknologi (technology); diperlukan untuk mendukung kehidupan berkelanjutan yang lebih baik (sustrainable of decent life).

23 JanSelf Control

duri batang mawar

KONTROL DIRI PADA TANAMAN

Syekhfani

Tanaman, adalah makhluk hidup yang tidak dapat bergerak atau berpindah tempat; tidak seperti halnya hewan dan manusia.

Namun, seperti halnya hewan dan manusia, tanaman pun berupaya untuk mempertahankan hidupnya terhadap serangan OPT atau cahaya matahari ekstrem (kontrol luar); atau terhadap stres air/ekses unsur hara (kontrol dalam) tubuhnya.

KONTROL LUAR

Untuk antisipasi serangan OPT, maka tanaman membentuk/mengeluarkan duri → http://www.kidnesia.com/Kidnesia2014/Dari-Nesi/Sekitar-Kita/Pengetahuan-Umum/Fungsi-Duri-Mawar, miang, getah, racun, dsb. → Lihat pula: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/12/30/kaktus-duri-runcing-tajam/

Untuk mengontrol kehilangan air, maka tanaman memodifikasi ketebalan dinding sel/jaringan; pembentukan substansi wax, lilin; atau mempersempit luas daun, atau menggugurkan daun tua.

Dalam hal Kontrol terhadap sinar matahari (semi indoor-, indoor plants), maka tanaman mengurangi produksi khlorofil atau melakukan overlaping letak/susunan daun.

KONTROL DALAM

Ketahanan tanaman untuk mengantisipasi stres dalam tubuhnya, misalnya melalui modifikasi genetik dan toleransi.

Modifikasi genetik, misalnya merubaha bentuk daun dari lebar menjadi sempit untuk mengantisipasi kehilangan air melalui transpirasi.

Toleransi, dilakukan dengan cara meningkatkan produksI substansi/senyawa tertentu untuk mengkatkan ketahanan tanaman terhadap faktor penyebab stres.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/06/soil-plants-control/

Upaya bertahan untuk hidup termasuk “leading to decent of life”!

20 JanSmart Gardening

Smart Gardening

BERKEBUN MANTAP DAN SEHAT

Kebutuhan Tumbuh Tanaman (Plant Growth Requirements)

Syekhfani

Tanaman, sebagian biomas ada dalam tanah (rhizospher), sebagian lagi di atas tanah (biosphere). Bentuk dan volume biomas akar dan tajuk adalah sama (similar), proyeksi satu sama lainnya.

Lingkungan tumbuh yang ideal meliputi: tanah, air, dan cahaya; seringkali menjadi faktor pembatas (limiting factors). Hanya udara, berada tidak terbatas karena mengisi ruang pori rhizosfer dan atmosfer tajuk.

Kebutuhan tumbuh tanaman (crop requirements) dalam pot pun merupakan proyeksi dari tanaman di kebun (lapangan).

Ketika kita ingin menyiapkan tanaman hias dalam pot, maka pertimbangan terhadap kebutuhan tumbuh tersebut sangat penting diperhatikan. Kebutuhan meliputi: tanah, cahaya, dan air.

TANAH

Campuran medium tanah dalam pot, berdasar pada rasio tiga komponen:

a. Tanah lempung (loamy soil), bertekstur gembur.

b. Bahan organik (gambut, kompos kotoran ayam, dsb.).

c. Pasir sungai (washed river sand).

Ada tiga kelompok rasio tiga komponen tersebut untuk medium pot:

1. Standar (standard) – 3 : 2 : 1

2. Berpasir (sandy) – 1 : 2 : 3

3. Lembab (moist) – 1 : 3 : 0

CAHAYA

Cahaya, sumber energi kehidupan tanaman; melalui reaksi fotosintesis mengikat gas CO2 dan H2O menjadi karbohidrat (kerangka dasar senyawa metabolit tanaman).

Pekebun amatir dapat menggunakan acuan kebutuhan cahaya optimal sebagai berikut:

1. Tanaman Senang Cahaya (sun loving plants), menghendaki tumbuh di bawah sinar matahari penuh tanpa perlindungan, misalnya di teras rumah atau balkon. Contoh: kaktus, sukulen, Bougenvil, Adenium, dll.

2. Tanaman Semi Teduh (semi shade plants), tanaman pot daerah tropika basah (termasuk Indonesia) umumnya, semi indoor, memperoleh cahaya pantulan, misalnya di teras rumah di bawah atap atau rumah kasa.

3. Tanaman Senang Teduh (shading loving plants), beradaptasi pada penyinaran rendah, di ruang tamu, kamar mandi, dapur, dsb.

AIR

Tanaman kebun memperoleh air hujan; namun tanaman pot di teras dan balkon perlu diberi air. Berdasar kebutuhan terhadap air, acuan kasar berikut dapat diikuti:

1. Tanaman berair seperti lidah mertua (Sanseviera), Aloe vera, dan kaktus yang menyimpan air dalam jaringan daun dan/atau batang, dapat bertahan beberapa minggu tanpa diberi air.

2. Beberapa tanaman mempunyai akar rambut di batang/cabang atau kutikula terselaput lilin di permukaan daun, contoh karet (Ficus elestica). Beberapa tanaman menggugurkan daun bila kekeringan untuk mengurangi penguapan air (evaporasi).

3. Beberapa tanaman berdaun sempit, tumpang tindih, contoh Fittonia dan Adiantum raddianum, cenderung kehilangan banyak air melalui transpirasi, khususnya bila total luas daunnya yang luas. Tanaman ini membutuhkan pemberian air lebih sering.

4. Tanaman pada pot tidak porous kurang membutuhkan air dibandingkan pot tanah yang merembeskan air melalui dindingnya.

5. Tanaman yang menunjukkan pertumbuhan aktif (tunas muda, ranting trubus, kuncup) membutuhkan lebih banyak air.

Lihat: Parks & Recreation Department, Ministry of National Development, 1994. A Guide to Skyrise Grdening. Singapore Science Centre, Science Centere Road, Singapore 2260.

18 JanGulma Ciplukan

Buah Ciplukan

OBAT TRADISIONAL MULTI GUNA

Banyak Diteliti Secara Ilmiah

Syekhfani

Ciplukan (Physalis angulata L.) – Solaneaceae, termasuk gulma rumputan yang biasanya tumbuh saat bera sehabis panen palawija setelah sawah, atau di bekas tempat tinggal di lahan yang sudah ditinggalkan.

Buah ciplukan matang terbungkus dalam kotak buah tipis segi empat meruncing (mengering bila sudah betul-betul matang), buah matang berwarna kuning bintik kemerahan mengkilat, rasa manis dengan aroma khas, sangat disukai anak-anak pedesaan.

Ciplukan adalah gulma bermanfaat, selain sumber vitamin, juga berkhasiat untuk kesehatan lain; sehingga telah menggelitik para ilmuan meneliti sifat kimianya secara ilmiah.

Gulma ciplukan, ternyata tumbuh pula dalam pot, menggunakan medium tanah diambil dari lapangan yang kebetulan mengandung biji ciplukan.

Berikut, gulma ciplukan tumbuh dalam pot Adenium (latar depan rumah kediaman penulis):

1. Buah ciplukan

1. Buah ciplukan

2. Ciplukan dalam pot

2. Ciplukan dalam pot

3. Gulma pot Adenium

3. Gulma pot Adenium

4. Latar depan rumah

4. Latar depan rumah

Lihat:
https://marfudin.wordpress.com/2010/12/30/khasiat-buah-ciplukan/

17 JanBersatu Agar Berguna

Lima Jari Tangan

BAK LIMA JARI TANGAN

Puisi

Syekhfani

Jari manis:
Aku paling cantik, paling tampan
Ketika cincin melingkari aku
Emas bertahta intan permata
Tanda kasih sayang tak berhingga

Kelingking:
Ahh, meski aku paling kecil
Aku tak kalah penting
Akulah simbol kedamaian
Ketika kami saling berkaitan

Telunjuk:
Lihat, tu jari manis dan kelingking
Keduanya merasa hebat?!
Ingat, kamu berdua paling kecil
Tidak berdaya bila bekerja!

Jari Tengah:
Ha, ha, ha…
Akulah yang paling perkasa
Telunjuk, jari manis, kelingking
Kecil, pendek, tapi sok
Tak ada apa-apanya!

Ibu Jari:
Anak-anakku, aku ibumu
Jangan bertengkar, atu?
Kalian tu bersaudara
Rukunlah, dan saling mencinta

Kita lima jari tangan
Bila bersatu tak ada bandingan
Semua pekerjaan
Kita dapat lakukan

Bertani, berkebun
Memupuk, menyiang, tak perlu pakai alat
Kotor? Cuci pakai sabun
Jadi bersih, kuat dan sehat

Tidak perlu takut, segan dan susah
Jadi kotor, kumal berubah
Bertani, berkebun itu kerja mulia
Berguna bagi hidup dan kehidupan dunia

Jadi:
Bekerjalah
Ikhlaslah
Insya Allah
Tuhan memberikan berkahNYA!

Puisi Awal Tahun 2015

14 JanSafety Net (Jaring Pengaman)

CAHAYA, UDARA, AIR, HARA, OPT

Pohon Buahan

Syekhfani

Efek “sinar matahari spektakuler” http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/26/efek-cahaya-matahari/, terhadap tanaman berdampak terhadap aspek penggunaan faktor kehidupan tanaman (udara, air, hara) meningkat.

Demi pengamanan (savety), diperlukan kiat teknologi yang efisien dan efektif.

Salah satu alternatif adalah penggunaan jaring pengaman (savety net) yang ditutupkan ke permukaan tajuk tanaman (terutama bagi pohon buahan).

Penutupan tajuk akan menghemat air karena penguapan (transpirasi), mengefisienkan serapan (uptake) unsur hara, mengoptimalkan serapan (absorb) sinar matahari, serta mencegah gangguan kelelawar pemakan buah (codot, Jawa). Tanpa ditutup jaring, atau tanpa dibungkus “brongsong”, buah kelengkeng bisa habis diserang codot hanya beberapa malam saja.

Untuk mengetahui efek penutupan tajuk oleh jaring terhadap perkembangan dan/atau pengamanan buah, sekitar seperempat areal tajuk dibiarkan terbuka.

Jaring pengaman yang dikenal sebagai “screen” dapat diperoleh di toko-toko bahan pertanian yang biasanya dipakai untuk “screen house”, rumah kasa yang dapat mengurangi penyinaran penuh, sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan. Penutupan sinar (shading) bisa 10, 20, 30, 40 persen, atau lebih.

Aplikasi jaring pengaman pada pohon “Kelengkeng” umur sekitar 15 tahun (koleksi di samping rumah kediaman penulis):

1. Jaring pengaman

1. Tutupan Jaring Pengaman.

2. Luar jaring

2. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring.

3. Luar jaring (close)

3. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring (close up).

4. Serangkai buah

4. Serangkai Buah Kelengkeng (menjelang matang).

5. Pohon Kelengkeng Koleksi

5. Pohon Kelengkeng Koleksi.

Kiat Inovasi Teknologi menuju Pencapaian “Decent Life”!

31 DecLooks Like Similar

FLORA – FAUNA

Koleksi-Hobi

Syekhfani

Dalam hidup dan kehidupan, kesenangan berupa penyaluran hobi, dapat membawa suasana hati senang dan bahagia (leading to decent life).

Hobi pelihara binatang/foto binatang (fauna) dan koleksi tanaman/foto tanaman hias (flora), tergolong mudah, murah, meriah dan mengasyikkan.

Namun, suatu kebetulan, di antara binatang peliharaan/koleksi tanaman tersebut, ada yang tampak mirip (looks like similar) bentuknya.

Berikut, foto-foto/koleksi flora tampak mirip (looks like similar) dengan fauna (koleksi/foto penulis):

1. Kura-kura

1. Foto Kura (turtle), dipelihara dari kecil ukuran ibu jari tangan hingga sebesar mangkok sayur.

2. Fitonia Kura

3. Cacti Kura

2. Koleksi tanaman Fitonia dan Kaktus bebentuk kura (Fitonia/Kaktus Kura) > lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/05/27/soil-indoor-plants-2/

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/12/30/kaktus-duri-runcing-tajam/

4. Ayam Kate

4. Foto Ayam Kate

5. Serut Ayam Kate

5. Foto Tanaman Serut bentuk Ayam Kate

It’s beatiful Fauna – Flora!

30 DecKaktus Duri Runcing Tajam

EKSOTIK DALAM POT

Tunggal dan Ganda

Syekhfani

Tanaman kaktus, batang sukulen kanopi bulat dengan duri runcing, tersusun rapi di ujung batang.

Kaktus, tahan kekeringan, medium porous pasir berlempung mengandung humus; daya pegang unsur hara dan air cukup untuk kaktus bertahan jangka panjang.

Para hobeis, umumnya senang mengkoleksi tanaman kaktus, termasuk kaktus berduri runcing.

Namun, perlu dijaga jangan sampai terjangkau oleh anak-anak yang tertarik untuk memegang, karena duri runcing tajam bisa menusuk tubuh.

Duri runcing tajam tersebut adalah upaya tanaman kaktus dalam mencegah serangan hama pengganggu.

Ujung duri yang keras dan tajam terdiri dari unsur silikat. Karena itu, silikat tergolong unsur hara fungsional bagi tanaman kaktus, seperti halnya juga serealia.

Images:

1. Tunggal dalam pot

1. Tunggal dalam pot

2. Tunggal pot ganda

2. Tunggal pot ganda

3. Ganda dalam pot

3. Ganda dalam pot

4. Konopi daun tebal bundar tunggal

4. Konopi daun tebal bundar tunggal

5. Konopi daun tebal bundar ganda

5. Konopi daun tebal bundar ganda

6. Kanopi daun runcing bundar tunggal

6. Kanopi daun runcing bundar tunggal

7. Kanopi daun runcing bundar ganda

7. Kanopi daun runcing bundar ganda (“Cacti Kura”)

Sesuatu yang cantik perlu perlindungan!

28 DecCacing Tanah Itu Istimewa

Earthworm

KELOLA HIDUP DAN KEHIDUPAN

Puisi

Syekhfani

Aku, makhluk mandiri
Meski aku tak punya mata
Tak punya kaki

Ku rekayasa kebutuhanku
Udara, air, nutrisi
Dalam “tanah” tempat tinggalku

Ku gali saluran aerasi dan drainase
Kuambil sisa tumbuhan yang berlimpah
Ku jadikan nutrisi sehari-hari

Semua salut lihat kerjaku
Tumbuhan, hewan, juga manusia
Meski makhluk terakhir ini
Ada yang jijik melihat tubuhku

Namun aku tak apa-apa
Bahkan suatu hari
Dia pijak tubuhku
Aku tak sakit hati

Aku hanya berupaya
Untuk bertahan tetap hidup
Menggeliat geliat
Di bawah telapak kaki itu

Karena kemandirianku
Aku diberi nama
CACING TANAH

Sebab itu, aku tahu tentang tanah
Sifat serta cirinya, kupelajari, kupahami
Hingga ku mengerti manfaat kegunaannya

Meski pun juga aku tahu
Ada juga yang menghindari

Karena, tanah itu kotor
Dirty soil!

~ Puisi Akhir Desember 2014 ~

16 DecWelcome December

DITANDAI MEKARNYA BUNGA “KEMBANG API”

Syekhfani

Welcome December 2014, diikuti mekarnya bunga “come december”*) dalam pot koleksi, sebagai hadiah istimewa bagi penulis.

Hadiah tersebut berupa 9 kuntum bunga ukuran besar dan kecil.

Bentuk kuntum bunga bundar di ujung tangkai kuat dan tegar, bak “kembang api” berwarna orange, dengan ujung kepala sari bulat warna kuning.

Tangkai bunga bulat panjang 20 – 30 cm, sebesar pensil, sukulen dan cukup kuat menyangga kembang di ujungnya saat awal mekar.

Dua tiga hari kemudian tangkai bunga mulai layu, tidak lagi mampu menyangga bobot kembang sehingga terkulai.

Dengan waktu yang singkat, bunga berubah menjadi putik yang memberi kesan sebagai hiasan kepala topeng ondel-ondel (kesenian Betawi).

Kembang “come december” dengan warna cerah memberikan nuansa ceria di bulan desember 2014 ini.

Berikut adalah performance bunga “kembang api” tersebut:

0

1

2

3

4

5

Terkulai layu

Menjadi Putik

Menjadi Putik

6

*) Haemanthus katherinae, – Amarillidaceae (Bloody Lily, Blood Flower)

It’s beautiful flowers!

12 DecTanaman pun Punya Perasaan

Dancing Desmodium

https://plus.google.com/100792791285254762536/posts

MEREKA BUTUH KASIH SAYANG

Syekhfani

Tanaman, adalah makhluk hidup seperti halnya hewan dan manusia.

Seperti halnya hewan ternak, tanaman yang kita pelihara pun punya perasaan, butuh perhatian khusus dalam hal lingkungan dan kebutuhan hidup, dan bahkan juga kasih sayang.

Imbalannya, kita akan memperoleh pertumbuhan dan produksi yang lebih baik.

Implementasi

Ciptakan Daya Dukung Tanah yang Baik:

Sifat dan ciri tanah akan menjadikan sifat dan perilaku makhluk hidup yang bergantung pada tanah sebagai sumber kehidupan.

Komponen fisik, kimia, dan biologi tanah, mengatur (menata): udara, air, nutrisi, serta kehidupan tanaman.

Secara fisiologis menata kebutuhan hakiki: bernafas, minum, dan makan, serta kenyamanan.

Secara filosofis, mengatur hidup dan kehidupan, dengan tujuan akhir kemakmuran.

Kompos, komponen utama bahan organik tanah, merupakan sumber solusi terbaik dalam memperbaiki dan menjaga sifat kesuburan tanah, karena ia bersifat multi purpose (tata udara, air, hara, dan kehidupan) tanaman.

Jadi, diperlukan preparasi kompos yang bersifat dinamik. Lihat:

Steve Diver, NCAT Agriculture, Specialist Published 1999. ATTRA Publication #IP137.
Biodynamic Farming & Compost Preparation .

Biodynamic Farming(sumber)

Tanah itu loh jinawi, menjadikan tanaman ijo royo royo, menata kehidupan yang tentram dan kerta raharja.

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/18/loh-jinawi/

11 DecOver Wetting

MUSIM HUJAN KEMBALI TIBA

Syekhfani

Musim hujan kembali tiba di zone hutan tropika basah (tropical rain forest) Indonesia.

Di tempat kediaman penulis, yang termasuk zona setengah kering (semi arid zone) pun tidak terkecuali.

Hampir setiap hari, menjelang sore hujan turun dengan derasnya; bahkan turunnya sering secara tiba-tiba, shingga barang dijemur tidak sempat diangkat.

Meski air hujan itu sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, namun hujan berlebihan (over wetting) berdampak kurang baik bagi pertumbuhan dan produksi.

Lihat: Hujan di Lahan Petani

https://plus.google.com/100792791285254762536/posts

Hujan di Lahan Petani (Karang Tengah, Dau)

Upaya menanggulangi:

Berbagai alternatif penanggulangan:
• Melindungi tanaman peka kelebihan air: menutupi atau memindahkan tanaman (pot) ke tempat (latar) yang tidak terkena hujan.
• Membuat dan/atau memperbaiki saluran drainase seputar lahan (kebun).
• Menanam jenis tanaman toleran dan menghindari tanaman peka terhadap kelebihan air.
• Dan lain-lain.

Pendekatan Kehidupan:

Makhluk hidup itu membutuhkan udara, air, dan nutrisi sebagai komponen hidup dan bertahan untuk hidup.

Kebutuhan terhadap ketiga komponen tersebut harus seimbang; tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

Kekurangan dan/atau kelebihan akan berakibat penekanan (stressing) ke arah tidak baik.

Kebutuhan hidup itu, pada prinsipnya sama bagi manusia, hewan dan tumbuhan (makhluk hidup) di muka bumi ini.

Kelebihan air membawa banjir bagi manusia dan hewan, juga akan membawa banjir (penggenangan) akar tanaman, sehingga akar tanaman tidak bisa bernapas, apalagi menyerap (uptake) unsur hara.

Jadi, peliharalah tanaman seperti juga memelihara hewan dan manusia!

09 DecIndahnya Saat Itu

Puisi Tempatku Lahir

WAKTU AKU DILAHIRKAN

Syekhfani

Indahnya saat itu,
Waktu aku dilahirkan.
Hidup tentram dan damai,
Nun jauh di belantara..

Aku dilahirkan,
Di jejer “Pegunungan Bukit Barisan”.
Bukit Besar, bukit Pagut, bukit Balai,
Bagian barat “Pulau Emas”,

Di tempat bernama Alun Panjang, dataran “Bukit Ijang”,
Saat itu, orang beramai-ramai mengungsi.
Menghindari bahaya perang,
Mempertahankan proklamasi.

Aku lahir,
Dalam kesederhanaan.
Udara sejuk, air jernih,
sayur dan ikan tak kurang-kurang,
Padi selalu menguning..

Saat itu, aku tak mengerti,
Kegelisahan orang tuaku.
Beliau ber-angan angan,
Tentang kehidupanku masa depan,

Lalu, tercetuslah kata-kata,
“Anakku harus jadi insinyur”.
Meskipun beliau tau,
Jadi insinyur tidaklah mudah.
Saat itu hanya ada satu,
Dia itu, presiden Indonesia!

Oo.. betapa tingginya,
Betapa indahnya,
Angan-angan orang tuaku..

Namun kini,
Angan-angan itu,
Tercapailah sudah…

Nah, itu sebuah cerita,
Dari orang tuaku, seorang guru.
Tentang nostalgia,
Waktu aku dilahirkan!

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tentang-saya/

Sawah

~ Puisi, Awal Desember 2014 ~

04 DecBioteknologi

unduhan

GENETIC ENGINEERING (REKAYASA GENETIK) – BIOTEKNOLOGI

Syekhfani

Bioteknologi rekayasa genetik(genetic engineering – GE), merupakan teknologi yang dikembangkan manusia dengan cara mengombinasikan sifat-sifat genetik DNA.

Dalam era tahun 1970-an, “revolusi hijau” merupakan implementasi aplikasi GE di bidang pertanian, diawali dari kekhawatiran para ahli ekonomi dunia terhadap kemungkinan terjadi masalah kerawanan pangan (scarcity of food).

Di Indonesia, terdapat program peningkatan produksi tanaman padi sawah, yaitu: Padi Sentra, Inmas, Insus, Supra Insus, Gemah Palagung, dan Korporat Farming.

Pembudidayaan lahan secara terus menerus tanpa bera, menyebabkan terjadi degradasi kesuburan tanah.

Gejala “levelling off”, yaitu pertumbuhan dan produksi tidak dapat ditingkatkan hingga level “potensi genetik”.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/12/03/arable-land/.

TINJAUAN:

Selama ribuan tahun, manusia mampu memanfatkan organisme alami untuk bidang pertanian.

Penemuan mutakhir, manusia mampu mengombinasikan DNA melalui rekayasa genetik, menghasilkan klon tanaman baru yang mempunyai kelebihan dalam pertumbuhan maupun produktivitas.

Modifikasi genetik organisme – genetically modified organisms (GMOs) tersebut menimbulkan pro-kontra dan diskusi berkepanjangan; misalnya, penggunaan transgenik (transgenics) berkaitan dengan relevensinya dengan keamanan lingkungan hidup.

Salah satu website berkaitan dengan bioteknologi GE,
Lihat: → http://12.000.scripts.mit.edu/mission2014/genetically-modified-crops

Argument about GMOs:

GM technology remains underdeveloped and unsuited for the regions that need them most.

One problem with biotechnology is that it is not currently built for poorer regions, as most plants are only engineered for herbicide and pesticide tolerance, with the needs of developed countries in mind (GMF).

Biotechnology today is largely driven by agricultural corporations such as Monsanto, whose seeds are expensive to poorer farmers (Ho).

But GMOs may increase land productivity in Africa, where 49 percent of soil is heavily degraded (Terrafrica).

They could be engineered to endure harsher conditions and be less susceptible to climate changes such as drought, a leading cause of food insecurity in Africa.

Certain types of native crops may be engineered to increase yields. This all might be done in the future, but it has not been done yet.

Additionally, GMOs still represent too many unknowns to be a solid basis for a plan to benefit third world farmers.

Consumption of GMOs may have yet-unknown effects on human health.

Unknown health consequences are a common objection to GMO organisms.

The most condemning research done on such organisms is the work of renowned scientist Arpad Pusztai, who found evidence of intestinal damage caused by genetically modified potatoes (Randerson).

His funding was suspended for his publication of preliminary results, and therefore the study was never completed (Randerson).

However, numerous later studies found that GM crops that have passed existing safety reviews are not harmful to human health (Academic review, AFNZA).

The long-term ecological impacts of GMO crops are yet uncertain.

Cross-pollination with the wild type of GM species may lead to genetic contamination of the wild type, which could alter local ecosystems. Genes are difficult to control, and wild types of certain plants have been found to contain transgenic genes.

Unapproved genetically engineered grass has been found in Oregon (Pollack).

83 percent of rapeseed varieties in the United States and Canada were found to contain transgenic genes (Pollack).

However, cross-pollination can be minimized through measures such as buffer zones between GMO and non-GMO fields, as well as careful field planning (GMO-compass); the problem with cross-pollination may be minimized with proper planning and oversight.

Bt expressed in transgenic organisms is also toxic to a variety of helpful insects, including natural pollinators and pest predators.

Monarch butterflies, a chief pollinator in North America, are highly susceptible to Bt poisoning, and will occasionally feed on corn plants (Pimentel).

The introduction of Bt crops has also led to the rise of secondary non-target pests as major scourges.

Mealy bugs in India and Pakistan emerged as major pests directly following the introduction of Bt crops in the region.

These insects destroyed 50,000 out of 8 million acres of cotton area across Pakistan, and the damage is still increasing.

Organic crops have escaped the plague, due to their farmers’ use of natural pesticides instead of Bt crops (Ho).

Likewise, in China, Mirid bugs, which once did not present a threat to agriculture, have progressively grown in number since the introduction of Bt crops, especially in regions growing Bt cotton (Lu).

The decrease in synthetic pesticide use in these regions has contributed to the rise in pests that have never responded to Bt.

However, it is possible that integrated management of secondary pests, including techniques that integrate natural predators or parasites, can alleviate the new pestilences (Lu).

Bt crops may still be better than their alternatives in that they represent an overall decrease in ecological damage caused by pesticides.

Still, the rise of such insects demonstrates the unknowns involved in shifting over to transgenic crops.

Unknown long-term ecological effects make transgenics less palatable, especially in regions with great biodiversity.

The development of herbicide resistant plants has also led to an unexpected increase in the resilience of weeds, which threatens to create a cycle of dependence.

The introduction of such herbicide tolerant plants at first decreased herbicide use, but afterwards increased its usage and scope.

Weeds have become more and more resistant to herbicides, prompting farmers to use a wider variety and larger quantity of them (Lim).

While pesticide use dropped from 22,454 lbs to 15,618 lbs from 2003 to 2008, at a rate of 7000 lbs per acre per year, herbicide use increased from 278,514,000 lbs to 330,422,709 lbs (Cherry).

Thus, the sum of herbicide and pesticide usage per hectare in the United States increased 10 percent since 2003 (Cherry).

Insects exhibiting Bt resistance have also been documented in the United States, but the scope of such resistance in insects can be minimized by the planting of non-Bt crops near Bt ones (“Pesticide Resistance”, Physorg).

GMOs currently lack sufficient oversight.

Six unapproved GMO types have been found in livestock feed (Melvin).

Censoring of scientists such as Pustzai has also generated controversy on the validity of GMO studies (Randerson).

All GM crops should undergo safety screening in order to minimize health consequences, environmental pollution, and ecological imbalance (FAO).

The influence of agricultural corporate giants on the availability of GM seeds may lead to farmer exploitation.

Transgenics are expensive, and controlled by corporate agricultural giants.

Since alleviating poverty primarily concerns helping poor farmers, pushing them into a cycle of debt to foreign agricultural giants is perilous to food security.

In Monsanto vs Schmeiser, Monsanto was guaranteed intellectual property rights over the Roundup Ready soybean seed; the precedent may allow private companies like Monsanto to to exploit farmers.

Herein lies our greatest objection to using GM crops: until “fit-for-the-purpose” transgenic seeds are available for distribution to farmers without threatening them with a cycle of debt, transgenic seeds represent a step away from greater food security in the Third World.

However, if a rigorously tested and reliable source of transgenic seeds is found that does not require dependence on large agricultural firms, will permit the farmers’ traditional practice of saving their seeds, and is approved by the local government, we are open to providing farmers with the seeds under the condition that existing non-transgenic seeds be saved in a food bank and still be available to local farmers.

Conclusion:

Other technologies available have fewer scientific unknowns, less possibility of forming cycles of farmer debt, and have led to equally significant reductions in hunger.

Integrated pest management, organic farming, and other improved farming practices may increase yields just as effectively as would introducing transgenic organisms.

As such, we will not promote their widespread use until more research has been done on long term health effects, GMO seeds are available outside of corporate agriculture control, the biological effects of gene insertion are better understood, and research confirms that the presence of GMOs will not harm the native species in an ecosystem.

Penerapan teknologi GE yang menimbulkan pro-kontra ini, merupakan salah satu materi dalam kuliah Etika Profesi di bidang pertanian.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/12/01/etika-profesi/.

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/04/16/soil-bahan-kuliah-iii/

03 DecArable land

390px-KerbauJawa

LAHAN GARAPAN (JAWA)

Syekhfani

Arable land (dari bahasa Latin arabilis, “bisa digarapgarap (Jawa) – dikerjakan“) adalah lahan yang bisa di bajak dan ditanami tanaman pertanian
(http://en.wikipedia.org/wiki/Arable_land).

Di pulau Jawa, “arable land” dapat di artikan “lahan garapan”, yang dilakukan oleh petani gurem (small farm).

Pada lahan garapan hanya sekitar 0.25 hektar, akan lebih efisien bila dilakukan secara sistim tradisional. Prinsip dasar adalah memaksimalkan pendapatan, yaitu menggunakan tenaga kerja keluarga dan/atau kerja gotong royong. Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/04/musim-panen/.

Keuntungan:

Sistem tradisional, dari aspek sosial: membangun rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa kebersamaan (sense of ownership).

Dari aspek teknis – ekonomis, petani pemilik berupaya mengefisienkan penggunaan lahan (efficiency use of soil), tanpa masa bera (untuk padi sawah: 3 kali panen per tahun, efisiensi 300 persen).

Dampak negatif:

Pembudidayaan lahan secara terus menerus tanpa bera, menyebabkan terjadi degradasi kesuburan tanah. Gejala “levelling off”, yaitu pertumbuhan dan produksi tidak dapat ditingkatkan hingga level “genetic potential – potensi genetik”; misalnya untuk padi sawah potensi genetik bisa mencapai 12 ton gabah kering panen (GKP)/ha/musim, hanya dapat dicapai 5 hingga 5.5 ton GKP/ha/musim.

Hal ini, cenderung mendorong para ilmuan mencari alternatif pemecahan masalah, misalnya rekayasa genetik (genetic engineering) yang dilematik dan pro-kontra tentang dampak terhadap kesehatan dan lingkungan hidup.

Dalam kehidupan petani (terutama petani penggarap), pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan keluarga menyebabkan mereka berusaha mencari tambahan di bidang lain, seperti berjualan (lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/16/dinamika-kehidupan/), pekerja bangunan, angkutan, ataupun pembantu dalam rumah tangga.

Kelangkaan pangan (scarcity of food), sangat terasa pada masyarakat petani tradisional yang mengandalkan penghasilan dari kemampuan kerja bertani.

Dibutuhkan upaya peningkatan kemampuan kerja secara profesional melalui pelatihan dan bimbingan oleh para aparat pemerintahan dan/atau pelaku lain yang berkompeten.