Archive for the 'Efisiensi' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

19 NovEfficiency Use of Fertilizer

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Tanah dan Tanaman

Syekhfani

Istilah “Fertilizer Efficiency Use” atau “Efisiensi Aplikasi Pupuk”, dapat dinyatakan sebagai:

“Jumlah porsi peningkatan hasil panen tanaman per satuan pemberian pupuk, bila telah tercapai hasil maksimum”. Lihat: Kurva respon (Nong Alwi) – “>http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/02/kurva-respons-dosis-optimum/.

Faktor yang mempengaruhi efisiensi aplikasi pupuk:

Tanah:
Ketersediaan air – air sebagai pelarut dan pembawa unsur dari dalam tanah ke tubuh tanaman.

Konsentrasi – kemudahan unsur bergerak tergantung pada kepekatan solut.

Koefisien difusi – konsentrasi solut saat serapan terjadi (C) : konsentrasi solut saat awal diberikan (Ci).

Kapasitas penyangga (buffer capacity) – kemampuan komponen penyangga tanah (liat, bahan organik, seskuioksida) mengikat dan melepas unsur (ion).

Tanaman:
Jenis tanaman – jenis tanaman mempunyai sifat efisiensi yang berbeda satu sama lain (spesies, genus, klon).

Kanopi – kemampuan kanopi sebagai penyerap atau pengguna (sink) unsur hara.

Sistem perakaran – berbeda dalam intensifitas.

Faktor Lain:
Agen Hayati (bio fertilizer), fito-hormon, enzim, dan sebagainya.

Efisiensi aplikasi pupuk sangat membantu dalam penghematan biaya pembelian pupuk sebagi sarana penunjang produksi tanaman.

Bahan bacaan:
Barber, Stanley A. 1976. Efficient Fetilizer Use (p. 13-291. In Agronomic Research for Food. Eds: Fred L. Patterson (ed.), Mathias Stelly (Ed. in-Chief), David M. Kral (managing Ed.), Linda C. Eisele (ass. Ed.). Agronomic Research for Food. ASA Special Publication Number 26. Amer. Soc. of Agron. 677 South Segoe Road Madison, Wisc. 53711.

04 NovMusim Panen

PADI SAWAH TRADISIONAL

Efisiensi Kerja

Syekhfani

Prinsip kerja petani padi sawah tradisional lahan sempit (petani gurem), adalah efisiensi; sehingga meski umumnya para petani biasa melakukan gotong royong (saat musim tanam ataupun musim panen https://www.youtube.com/watch?v=cRxGfJTLtlg), namun untuk kerja yang tidak terlalu harus segera atau perlu biaya banyak, maka petani merasa cukup melakukan sendiri.

Sehabis gotong royong melakukan panen misalnya, apabila kondisi memungkinkan (cuaca baik dan sinar matahari terik), petani menjemur gabah di lahan sambil mengumpulkan berkas potongan jerami sisa panen dan membersihkan petak sawah untuk persiapan pengolahan tanah berikutnya.

Jemur Gabah

Jemur Gabah

Pada kondisi panas terik, dalam dua atau tiga hari gabah bisa dijadikan beras, menyewa mesin penggiling gabah (slep) yang bisa diminta datang ke lahan.

Namun pekerjaan ini hanya mungkin dilakukan saat musim tanam gadu/marengan (MK, Musim Kemarau). Sore hari, atau apabila mendadak ada gejala hujan akan turun, cepat-cepat petani menutup permukaan jemuran gabah dengan plastik atau terpal.

Pekerjaan pembersihan lahan (land clearing) sebelum bajak ini, dilakukan oleh individu pak Tani.

Merontok Gabah

Sisa Merontok Gabah

Jerami Sisa

Sisa Jerami

Efisiensi perkerjaan ini memungkinkan petani menghemat masa budidaya dan bisa mencapai efisien 3 kali panen (“efisiensi 300 persen”) dalam setahun; identik dengan perluasan areal tanam dan peningkatan produksi gabah.

24 OctMalfunction

Malfunction

KONDISI PENYEBAB PROSES METABOLISME TIDAK BERFUNGSI NORMAL

Hidden Hunger – Luxurious Consumption

Syekhfani

Kecukupan unsur hara, adalah kondisi yang diperlukan agar proses metabolisme tanaman berjalan normal, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman optimal.

Kelaparan tersembunyi (hidden hunger) → http://www.harvestplus.org/content/crops, merupakan kondisi ketidak-cukupan (defficient) unsur hara meski sepintas kilas tanaman tampak kecukupan (sufficient) namun sebenarnya kekurangan (defficient).

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka pertumbuhan menjadi tidak berjalan normal. Sebaliknya, bila dicukupi, maka akan diperoleh respon yang positif.

Mengenali kondisi “hidden hunger” serta menanggulanginya, adalah tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses metabolisme.

Di pihak lain, “konsumsi berlebihan” (luxurious consumption) → http://www.merriam-webster.com/dictionary/luxury%20consumption , merupakan kebalikan dari “hidden hunger”, yaitu tanaman menyerap (uptake) unsur melebihi kebutuhan.

Secara visual hal ini tidak tampak secara morfologis, namun secara fisiologis sebenarnya terjadi gangguan proses metabolisme.

Unsur kalium (K) dalam jaringan tanaman, tidak berikatan dalam suatu senyawa, ia bebas sebagai kation K+.

Oleh karena itu, apabila serapan unsur K berlebihan, bisa terjadi kondisi “luxurious consumption” (konsumsi berlebihan) dalam jaringan tubuh tanaman.

Kedua kondisi tidak normal (malcondition) di atas, perlu dikenali dalam rangka mempertahankan kuantitas, kualitas, dan kontinyuitas produksi tanaman.

26 SepEfisiensi Tanaman Tipe C4

Rendemen Tebu

TANAMAN TEBU DAN RENDEMEN GULA

Peran Unsur P

Syekhfani

Tanaman tebu (Saccharum officinarum) tergolong Tipe C4 (Siklus Kalvin) dalam metabolisme karbon yang lebih efisien dari Tipe C3 (Siklus Kreb) dalam metabolisme Karbohidrat.

Jalur Tipe C4 lebih pendek dari pada Tipe C3 mengubah: CO2 + H2O → CHO (karbohidrat) + Energi (E).

“Energi kinetik” sinar matahari diserap unsur P dan diubah menjadi “energi metabolik” bentuk senyawa ATP.

Selanjutnya energi senyawa ATP digunakan dalam pembentukan gula (sukrose) dari senyawa glukose + fruktose.

Setiap ikatan P dalam senyawa ATP terkandung energi metabolik sekitar 4.000 kalori → jadi satu molekul ATP mengandung energi metabolik sekitar 12.000 kalori.

Bila terjadi defisiensi P, maka berarti tanaman akan kekurangan energi metabolisme dan pertumbuhan tanaman tebu serta produksi gula berkurang.

Masalah Rendemen dan Unsur P:

Dalam sejarah budidaya tanaman tebu di Indonesia, rendemen gula pernah dicapai 14%; namun makin hari makin turun menjadi di bawah 10%.

Faktor-faktor berikut, disinyalir sebagai penyebab penurunan rendemen tersebut:

- Musim tanam yang tidak tepat,
- faktor kemasakan tebu rendah,
- peningkatan invertase dan gula reduksi, dan
- keterlambatan transportasi di musim panen.

Faktor-faktor tersebut, diperburuk oleh terjadi degradasi kesuburan tanah akibat:

- Pembudidayaan lahan terus menerus (Sistem ratun) tanpa diikuti kaedah-kaedah konservasi kesuburan tanah yang benar, dan
- pemupukan N serta P, K, Mg tinggi, dan Si (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/04/silikon-untuk-serealia/) tidak seimbang,

Pada kondisi kesuburan tanah mengalami degradasi, maka unsur P merupakan salah satu faktor pembatas pertumbuhan tanaman tebu dan produksi gula.

Alternatif IPTEK Budidaya Tanaman Tebu:

- Manajemen keseimbangan pupuk makro – mikro, organik – anorganik,dan tanah – daun.
- Aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT): auksin, GA.
- Pemberian unsur Silikat: invertase inhibitor dan mencegah pembentukan gula reduksi.
- Peningkatan Fosfor ~ generatif, ripening, metabolisme sukrose.
- Unsur mikro Cu, Zn ~ prekursor enzim, metabolisme sukrose.

IPTEK bidang Sosial:

- Merubah bentuk konversi harga dalam bentuk batang tebu siap giling dengan kadar unsur P sampel rendemen (ada korelasi erat antara produksi batang tebu siap giling, rendemen, dan hasil gula Kristal).

- Perlu dipertimbangkan ide konversi harga diperhitungkan berdasar kadar P dalam tanaman, untuk memotifikasi petani memasukkan pupuk P (meningkatkan rendemen) mengganti masukan pupuk N berlebih untuk memperoleh bobot batang yang berkadar gula kristal rendah.

04 SepSmall Surjan?

PEMANFAATAN PEMATANG SAWAH

Efisiensi Luas Lahan

Syekhfani

Pemilikan sawah sempit (small holder), seperti pada lahan budidaya padi sawah di Pulau Jawa, yang secara turun temurun menerapkan sistem bagi waris, umumnya menghadapi masalah berkaitan dengan luas lahan garapan yang sempit dan produksi gabah rendah.

Pemilikan lahan sawah yang semula cukup luas (sekitar 5 hektar), dalam dua generasi menjadi hanya 0.25 hektar per keluarga petani.

Lahan tersebut tidak mampu memberikan daya dukung (carrying capacity) cukup untuk kehidupan keluarga petani.

Dampaknya, banyak petani yang menjual atau mengalih-fungsikan lahan sawahnya untuk mempertahankan kebelanjutan hidup, misalnya dijual untuk kapling rumah, lahan pabrik, atau penggunaan lahan lain.

Di pihak lain, petani subsisten (bertahan hidup sederhana), berupaya mengatasi masalah pendapatan dengan memaksimalkan produksi lahan: misalnya menanami area pematang sawah dengan jenis tanaman (sayuran, buahan, dsb.).

Sistim budidaya tanaman ini pada prinsipnya termasuk dalam SISTEM SURJANhttp://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/05/soil-sulfat-masam/ dalam bentuk mini (small Surjan?).

Guayava

Buahan (Jambu Biji).

Sayuran

Sayuran (Kacang Panjang).