Archive for the 'Estetika' Category

02 DecPanorama

Lembah-Gunung

HIJAUNYA LEMBAH – BIRUNYA GUNUNG

Proyeksi Alam

Syekhfani

Dikala Musim Hujan

Akhir tahun, Desember 2016

Suatu keindahan lingkungan alam

Di sekitar rumahku..

Diiringi krik-krik suara jengkrik

Desah air dan angin lembah

Terekamlah proyeksi mikro panorama

Gunung Arjuna, biru nan megah

Berlatar depan gedung-gedung nan kokoh

Dan lahan petani

Pak Tani dan Bu Tani sedang aktif bekerja

Memproduksi pangan bergizi…

Lihat: //youtu.be/G5vQtxDSnnA

Video Hijaunya Lembah, Birunya Gunung!

Ooo.. Betapa Indahnya!

24 AugKIOS HORTIKULTURA PETANI

0. Pemandangan dari Pasar Selekta

Pemandangan dari Pasar Selekta

MENARIK, ANEKA RAGAM BUNGAAN DAN BUAHAN

Jenis, Bentuk, Warna

Syekhfani

Saat liburan, ketika rileks, mengunjungi kios bungaan dan buahan di Selekta, Batu, Malang, betul-betul memperoleh kesegaran rohaniah dan jasmaniah.

Betapa tidak, udara segar hawa pegunungan diiringi pemandangan indah warna warni beragam jenis tanaman hias bungaan dan buahan, menggelitik pengunjung untuk melakukan rekreasi sekaligus memanjakan hobi koleksi tanaman hortikultura.

Selekta, Batu, Malang, telah terkenal sejak dulu sebagai salah satu tempat yang ramai dikunjungi wisatawan domestik.

Jeprat jeprit kamera handphone penulis berikut, merupakan salah satu contoh yang barangkali menarik.

1. Kios Selekta

1. Kios Selekta

2. Jambu Madura

2. Jambu Madura

3. Jambu Kristal

3. Jambu Kristal

4. Cheri Australia

4. Ceri Australia

5. Jeruk Keriting

5. Jeruk Keriting

6. Pot Nangka

6. Pot Nangka

7. Pot Arbei

7. Pot Murbei

Kios hortikultura, menarik untuk dikunjungi!

06 SepPelihara Ikan Koi

Koi Kuning

DI HALAMAN BELAKANG RUMAH HUNI

Dibesarkan Selama 8 Tahun

Syekhfani

Hobi penulis memelihara binatang bermacam ragam, ada burung kakaktua (“KAKAK”)https://www.youtube.com/watch?v=SN9fWIvY7Z8, kura-kura (“KURA”)//syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/05/25/kura-kura-turtle/, dan ikan koi (“KOI”).

Jenis terakhir ini, adalah ikan koi, di pelihara dalam kolam sempit di halaman belakang; tampaknya seperti saluran air yang dibuat mengalir (artificial).

Bahan kolam terdiri dari batu bulat, disusun membentuk pematang sempit, dilengkapi dengan mesin sirkulasi listrik, terjunan, pancaran dan saluran irigasi serta drainase dari pipa paralon.

Pemeliharaan meliputi: menyaring (filtering) kotoran (kasa busa dan kapas lempengan), pakan koi dan penggantian air setiap dua minggu.

Berikut rekaman perilaku (performance) ikan koi setelah berumur 8 tahun (ukuran: panjang 0.8 meter, lebar 0.3 meter, berat 4 kilogram):

https://www.youtube.com/watch?v=DRlghvKKYzE&feature=youtu.be

29 JunTumpangsari Tanaman dalam Pot

PRODUKSI GANDA DAN MENARIK

Pohon dan Herba

Syekhfani

Tanaman dalam pot, sepintas tampak biasa-biasa saja; namun, bila dikombinasi dalam sistim tumpangsari, menjadi tidak biasa.

Diperoleh manfaat produksi tanaman ganda, dari herba dan dari pohon; menjadikan kombinasi unik dan menarik.

Contoh koleksi:

1a. Cabe in Pot Mangga

1a. Cabe dalam Pot Mangga

1b. Cabe in Pot Mangga (2)

1b. Cabe dalam Pot Mangga

1c. Cabe in Pot Mangga

1c. Cabe dalam Pot Mangga

1d. Cabe in Pot Mangga

1d. Cabe dalam Pot Mangga

1e. Cabe in Pot Mangga

1e. Cabe dalam Pot Mangga

2. Stroberi in pot delima

2. Stroberi dalam pot delima

3. Ciplukan dalam pot  adenium

3. Ciplukan dalam pot adenium

Manfaat yang diperoleh yaitu, berupa:

• Produksi buah cabe rawit dalam memenuhi kebutuhan bumbu dapur.

• Keindahan sekaligus daya tarik bagi anak-anak balita yang umumnya menyenangi buah stroberi.

Sesuatu yang sederhana dan bermanfaat akan membawa kesenangan dan kebahagiaan.

Membuat pekerjaan yang bersifat hobi menjadi sumber kesenangan dan kebahagiaan yang mudah, murah dan meriah.

Tetapi, tidak ternilai harganya.

It is “Leading to decent life”!

28 MayTanaman Cabe dalam Pot

Chilli Plant

Tanaman Cabe dalam Pot

KONTROL TERHADAP SERANGAN CABUK (WHITEFLY)

Cara Kontrol yang Mudah dan Aman

Syekhfani

Tanaman cabe (Capsicum annum L.) dapat ditanam dalam pot, sebagai tanaman hias sekaligus bahan bumbu dapur sehari-hari.

1. Cabe rawit burung

Gambar 1. Cabe Rawit Burung (pedas)

Seringkali mendapat gangguan pertumbuhan oleh hama cabuk putih (aphid atau whitefly), yang selain mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman, juga keindahan tanaman sebagai hiasan.

Mengatasi serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) ini, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti penyemprotan dengan pestisida spesifik pemberantas hama cabuk putih (diperoleh dari toko pertanian).

Namun, apabila dikhawatirkan efek negatif pestisida, maka alternatif yang aman yaitu dibasmi secara mekanik (manual), yaitu disemprot dengan air sembari dibersihkan dengan tangan.

Hal ini dapat dilakukan bila pot tanaman tidak banyak, misalnya jenis cabe hias dalam pot.

2. Tanaman Cabe Hias

Gambar 2. Tanaman Cabe Hias

3. Buah Cabe Hias

Gambar 3. Buah Tanaman Cabe Hias

Alys Fowler (2015)* berbagi pengalaman mengatasi serangan cabuk pada cabe, sebagai berikut:

“My indoor chilli plants have whitefly. I’ve tried putting grit on top of the compost, washing the leaves and spraying with a soap solution. What should I do?”

Whitefly and aphids are fond of indoor chillies. Such a comfy life: central heating, no predators and regularly watered, tender plants. It’s easy to get these pests confused, so check what you have – whitefly will fly off if you shake the plant, whereas aphids cling.

Grit on the compost won’t do anything for either pest, although it can prevent fungus gnats, and looks attractive. Washing the plants can dislodge pests, but the washing-up liquid trick flouts EU rules.

The legal version is horticultural soft soap; for it to work you’d have to spray regularly.

The best option for whitefly is to introduce Encarsia, a tiny parasitic biological control. It’s effective, although not cheap.

Or boost the plants’ own defences by stimulating growth: Garlic Wonder and SB Plant invigorator are popular choices.

If these are too expensive, take a gamble: put the plants outside the back door when you know there won’t be a hard frost.

The pests won’t take a chilly night well, but healthy plants will pull through.

*http://www.theguardian.com/lifeandstyle/2015/mar/28/ask-alys-fowler-whitefly-chilli-plants

22 MayDendelions

LET DENDELIONS GROW – BEES, BEETLES AND BIRDS NEED THEM

Kate Bradbury

Dendelions

Dandelion (Taraxacum officinale), was named after the French dent de lion, meaning lion’s tooth, which refers to its toothed leaves.

Other names for dandelion include wet-the-bed and pissy-beds, which refer to its effectiveness as a diuretic.

The young leaves are edible and loaded with vitamins and antioxidants, the roots can be ground into a (quite tasty) coffee substitute, and the flowers can be made into wine (just leave some for the wildlife).

Historically, its sap was said to cure warts, while a tea made using its leaves was supposed to help calm stomach aches.

Herbalists apparently still use dandelions to treat skin conditions, asthma, low blood pressure, poor circulation, ulcers, constipation, colds and hot flushes.

Bumbles bee

Bumblebees, solitary bees and honeybees all visit dandelions for food, along with hoverflies, beetles, and butterflies such as the peacock and holly blue. Goldfinches and house sparrows eat the seed.

Yet most of us gardeners miss out on the spectacle of watching wildlife feast on our dandelions, because we wage such a war against them as weeds.

So perhaps we could take a couple of weeks off from mowing the lawn this month, or at least raise the cutting height of the mower?

We’ll be rewarded with the sight of bees, butterflies, hoverflies and beetles feasting on the flowers, and goldfinches and house sparrows tucking into the seed. We’ll also have time for more interesting activities than mowing.

But back to the wildlife: while in flower for most of the year, the dandelion’s peak flowering time is from late March to May, when many bees and other pollinators emerge from hibernation.

Each flower in fact consists of up to 100 florets, each one packed with nectar and pollen.

This early, easily available source of food is a lifesaver for pollinators in spring.

Bumblebees, solitary bees and honeybees all visit dandelions for food, along with hoverflies, beetles, and butterflies such as the peacock and holly blue.

Goldfinches and house sparrows eat the seed. Yet most of us gardeners miss out on the spectacle of watching wildlife feast on our dandelions, because we wage such a war against them as weeds.

Visit: http://www.theguardian.com/lifeandstyle/gardening-blog/2015/may/12/dandelions-pollinators-wildlife-garden

21 MayMedium Gloxinia

Gloxinia

BUDIDAYA TANAMAN POT

Gembur, Drainase Aerasi Baik, Unsur Hara Lengkap

Syekhfani

Gloxinia L’Her, Gesneriaceae, berbagai jenis, warna, dan bentuk yang sangat indah menarik.

Lihat: en.m.wikipedia.org/wiki/Gloxinia-(genus)

1. Persiapan Pertanaman

MEDIUM:
1. Tanah berkadar BO tinggi, permukaan lapisan seresah (drainase dan aerasi baik):
- Komposisi tanah : pasir: pupuk kandang : humus > 4:3:2:1 – Lihat: syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/?s=smart+gardening

2. Kadar unsur hara lengkap (makro, mikro):
- Diberikan berupa padat (butir, serbuk), atau
- Cair (larutan hara): acuan larutan hara Houghland.

JENIS TANAMAN POT:
- Tunggal (satu jenis).
- Ganda (lebih dari 1 jenis).

STEK TANGKAI DAUN:
- Tangkai daun tua, ditancapkan ke permukaan medium.
- Ditunggu sampai mucul daun dan akar.
- Bibit baru tumbuh dipindahkan ke medium pot.

Koleksi Penulis

Gloxinia2

Gloxinia3

Gloxinia4

It’s Beautiful Flowers!

09 MayBonsai

KREASI SEDERHANA

Syekhfani

Waktu santai di hari minggu, sambil rekreasi sekeluarga mengendorkan otot-otot syaraf, iseng-iseng penulis mencoba membuat kreasi tanaman “Bonsai” dalam pot.

Bahan tanaman diperoleh dari suatu kios tanaman hias di kawasan Junggo, Batu.

Dipilih dua tanaman hias dari satu jenis yang menunjukkan bentuk dan penampilan mirip, dengan maksud bisa digabung dalam satu pot porselen ukuran sedang.

Akhirnya, diperoleh suatu bentuk “Bonsai” seperti berikut:

1

“Bonsai Badak”

2

“Badak Marah”

3

4

5

6

5a. buah

5b. buah

Suatu keserasian jenis, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi tanaman bonsai yang dipadukan dalam suatu wadah medium pot.

Seperti juga halnya kesesuaian, keserasian dan kesamaan jiwa makhluk hidup lain (pasangan hewan, suami-istri, teman akrab,dan seterusnya) merupakan inti kehidupan yang menyenangkan menuju kebahagiaan hidup (decent of life) di dunia ini.

Kreasi sederhana, tidak hanya terlihat dangkal dari permukaannya saja, namun tembus ke lapisan yang lebih dalam, memberikan arti kejiwaan yang luas tidak terhingga dan tidak tidak dapat diukur dampak kejiwaannya!

It Is a Decent of Life!

13 AprStrawberry Eksotik

TANAMAN HIAS MENJUNTAI

Seni dan Produksi

Syekhfani

Tanaman Strawberry (Fragara spp. – Rosaceae), merupakan salah satu tanaman introduksi yang banyak diminati dan dikembangkan dalam budidaya tanaman hortikultura buahan-konsumsi atau pun buahan-hias di Indonesia.

Strawberry adalah tanaman menjuntai, cepat tumbuh, dengan rangkaian bunga putih mungil, dan warna buah hijau, putih, merah (sesuai tingkat kematangannya); dikenal oleh semua tingkat umur dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/10/soil-favorite-fruit-crops/

Selain itu, kalangan masyarakat umum, menyukai buah Strawberry setelah mereka mengetahui bahwa buahan ini tergolong bergizi, mengandung Vitamin (terutama C dan A) serta mineral-mineral.

Buah Strawberry dikonsumsi langsung dalam bentuk segar, atau diolah menjadi berbagai bentuk kue dan roti, penghias kue ulang tahun, atau kue lain berbagai macam, bentuk dan rasa.

Berikut adalah contoh kiat menanam Strawberry secara eksotik, memanfaatkan sifat menjuntai yang menghasilkan buah-konsumsi dan buah-hiasan.

1. Strawberry Lokal Dalam Pot Biasa

1. Strawberry Lokal Dalam Pot Biasa

2. Strawberry Hibrida (Fragaria x ananassa) Dalam Pot Biasa

2. Strawberry Hibrida (Fragaria x ananassa) Dalam Polibag

3. Strawberry Lokal Dalam Tong

3. Strawberry Lokal Dalam Tong

4. Medium dalam  Karung Plastik

4. Medium dalam Karung Plastik

5. Tanam Awal

5. Tanam Awal

6. Bunga

6. Bunga

7. Buah

7. Buah

8. Strawberry Dalam Bedengan

8. Strawberry Dalam Bedengan

9. Tanaman Awal

9. Tanaman Awal

10. Vegetatif

10. Vegetatif

11. Berbunga

11. Berbunga

12. Berbuah

12. Berbuah

13. Buah Matang (ujung meruncing)

13. Buah Matang (ujung meruncing)

14. Buah Matang (ujung melebar)

14. Buah Matang (ujung melebar)

15. Campuran

15. Campuran

Strawberry Eksotik ~ memenuhi kebutuhan material, spiritual dan gizi!

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

05 FebGreen Roof Garden

Gambar 0. green roof spring

WACANA KONSERVASI TANAMAN

Praktik, Pendidikan, Keindahan

Syekhfani

Green Roof Garden, adalah suatu teknologi konservasi estetika tanaman yang disiapkan sebagai objek untuk penelitian dan pendidikan, dikembangkan dalam bentuk laboratorium hidup.

Wacana konservasi tanaman Green Roof Garden, sangat tepat dikembangkan terutama dalam konservasi plasma nuthfah spesifik lokasi, sekaligus memberikan daya tarik sebagai wisata pendidikan.

Berikut, disajikan kutipan dari website http://www.slowlife-exhibit.org/, semoga dapat menjadikan inspirasi untuk kita semua.

TINJAUAN

The Daniel F. and Ada L. Rice Plant Conservation Science Center features a green roof that underscores the Garden’s commitment to plant conservation. Combining practical benefits with aesthetic appeal, the Green Roof Garden also provides an opportunity for research and education, serving as a living laboratory.

Gambar 1. deck

Gambar 1. Deck

The Plant Science Center’s Green Roof Garden serves as an outdoor classroom for thousands of Garden visitors annually; the 16,000-square-foot green roof is accessible to the public via a grand staircase, and an overlook with interpretive panels educates visitors about all aspects of rooftop gardens.

Two distinct areas serve specific functions: the Ellis Goodman Family Foundation Green Roof Garden South features regional and national native plants, many of which are not currently used as rooftop plants; the Josephine P. & John J.

Louis Foundation Green Roof Garden North features a mix of plants known as good green roof plants, plus native and exotic plants that have potential for green roof use. Generally, the plants are sun loving, drought tolerant, have a shallow root system, and can withstand windy conditions.

Check out our blog articles on the green roof garden.

How the Science Works

Green roofs are becoming increasingly popular, but little research has been done to determine which plants are best suited for this extreme environment. The Garden’s evaluation of plants atop the Daniel F. and Ada L. Rice

Plant Conservation Science Center is the largest, most encompassing such trial in the country.

Approximately 40,000 plants representing 200 different species and cultivars are currently under evaluation within three different soil levels (four, six, and eight inches deep) on the 16,000-square-foot green roof.

All of the plants are scientifically evaluated for effectiveness in the semi-intensive roof garden environment.*

This living laboratory is outfitted with equipment to monitor soil moisture, wind and light levels, and temperatures in the various layers of the plantings.

Scientists monitor plant health, aesthetics, and survivorship of plants, ultimately recommending plants that are low-maintenance, absorb water and nutrients from rainfall (lessening runoff into storm sewers), and cool the building below (lessening energy use), while providing an aesthetic retreat.

Plants’ performances in 30 characteristics are tracked for a minimum of four years before staff assess their suitability. Results are shared through the Garden’s Plant

Evaluation Notes, a publication distributed broadly to gardeners and horticultural professionals, and through horticulture and gardening magazines and educational classes and symposia.

Successful plants will be promoted to the green roof industry, both locally and nationally, to ensure that the most appropriate and sustainable plants are used for this unique environment.

How the Beds Work

The planting beds consist of several layers, beginning with a waterproofing layer, two layers of hard foam insulation, a root barrier fabric, a drainage tile to allow water to drain away from the roots, a filter fabric to keep the growing media from clogging the drainage holes, and growing media as the top layer.

Plants are grown in a semi-intensive media—a gravel-like soilless mix especially formulated for roof gardens. Lighter and more porous than soil, it allows water to drain quickly, reducing the weight load on the roof.

Making it possible

The Green Roof Garden at the Plant Science Center was made possible by the generous support of the Ellis Goodman Family Foundation and the Josephine P. & John J. Louis Foundation.

Operational support was provided by the Woman’s Board of the Chicago Horticultural Society facilitates research into which plants are best suited for growing in green roof gardens throughout the Midwest and in similar climates worldwide.

Gambar 2. sedum

Gambar 2. Sedum

About Green Roofs

Green roofs are an important component of sustainable urban development.

According to the International Green Roof Association (IGRA), public benefits of green roofs include stormwater retention, a decrease in the urban heat island effect, a reduction of dust and smog, natural beauty, and the provision of a new habitat for plants.

Benefits to the building itself include increased roof life, reduced noise levels, thermal insulation, and effectiveness as a heat shield during hot weather.

*There are several types of green roofs: intensive, semi-intensive, and extensive.

Intensive roofs may contain a wide variety of plants (turf, trees, shrubs, and perennials), and even ponds and playgrounds, but they require extensive maintenance, plus permanent irrigation and fertilization.

Extensive roofs are good for sites not intended for use as roof gardens and are well suited to roofs with little load-bearing capacity.

There are few nutrients in the growing medium used in such roofs, which are suitable for less-demanding, low-growing, drought-tolerant plant communities.

The Plant Science Center features a semi-intensive, or intermediate green roof, which falls between the other two types.

It requires more maintenance, costs more, and weighs more than an extensive roof, but it has more design possibilities, and the deeper substrate allows for more plant variety.

16 DecWelcome December

DITANDAI MEKARNYA BUNGA “KEMBANG API”

Syekhfani

Welcome December 2014, diikuti mekarnya bunga “come december”*) dalam pot koleksi, sebagai hadiah istimewa bagi penulis.

Hadiah tersebut berupa 9 kuntum bunga ukuran besar dan kecil.

Bentuk kuntum bunga bundar di ujung tangkai kuat dan tegar, bak “kembang api” berwarna orange, dengan ujung kepala sari bulat warna kuning.

Tangkai bunga bulat panjang 20 – 30 cm, sebesar pensil, sukulen dan cukup kuat menyangga kembang di ujungnya saat awal mekar.

Dua tiga hari kemudian tangkai bunga mulai layu, tidak lagi mampu menyangga bobot kembang sehingga terkulai.

Dengan waktu yang singkat, bunga berubah menjadi putik yang memberi kesan sebagai hiasan kepala topeng ondel-ondel (kesenian Betawi).

Kembang “come december” dengan warna cerah memberikan nuansa ceria di bulan desember 2014 ini.

Berikut adalah performance bunga “kembang api” tersebut:

0

1

2

3

4

5

Terkulai layu

Menjadi Putik

Menjadi Putik

6

*) Haemanthus katherinae, – Amarillidaceae (Bloody Lily, Blood Flower)

It’s beautiful flowers!

09 AugZona Riparian

Zona Riparian

MANFAAT ZONA RIPARIAN

Syekhfani

Zona riparian (http://en.wikipedia.org/wiki/Riparian_zone), yaitu zona lahan yang berada di sepanjang aliran sungai (tepi sungai dan tebing sungai), di mana sistem perakaran tumbuhan semak belukar berinteraksi dengan tinggi permukaan air (water table) dan memungkinkan pertumbuhan biomas selalu kecukupan air sepanjang tahun.

Spesies tanaman yang tumbuh di daerah riparian tergolong tanaman “hidrofilik” (http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/04/soil-flora-daerah-aliran-sungai-das/), menyesuaikan diri (adapted) dengan kondisi basah, tergenang dan banjir; pertumbuhan kembali (regrowth) sistem akar dalam deposit sedimen tanah tererosi terjadi berlangsung dengan baik.

Secara ekologis, zona riparian penting dalam menentukan kesehatan lingkungan.

Selain itu, zona riparian mendukung stabilitas tebing sepanjang aliran sungai, bufer/penyangga air dan pengendali banjir.

Terakhir, zona riparian bermanfaat dari segi estetika, tempat rekreasi serta habitat satwa liar.

Oleh sebab itu, manajemen zona Riparian sangat penting dilakukan dengan baik mengikuti kaedah-kaedah konservasi lahan dan air.

Jagalah Keindahan dan Kelestarian serta Manfaat Zona Riparian!

Lihat: → Riparian Farm Management

10 DecSOIL-Taman Hijau (Green Park)

 

Taman Hijau

 

TAMAN HIJAU

(GREEN PARK)

 

Hijau ~ Asri:  “Multi Kompleks, Multi Disiplin, dan  Multi Fungsi”

 

Syekhfani

 

Taman Hijau (Green Park), panorama bernuansa hijau menyegarkan seperti dalam gambar, adalah merupakan ciri khas flora zona tropika basah. Stratifikasi tajuk pepohonan, perdu  hingga rerumputan,  berupa tipe diversitas  hutan hujan tropika (tropical rain forest).

Taman hijau (green park), merupakan penciptaan ekosistem hutan hujan tropika basah buatan  manusia (man made tropical rain forest) miniatur.

Pemilihan jenis pohon, semak, dan rumput sesuai dengan model desain yang dikehendaki arsitektur pertamanan;  jenisnya berlimpah dan beragam di zona ekosistem hutan hujan tropika.

Fungsi taman hijau (green park) bersifat multi kompleks (multi-complex function):  tata kota, keindahankesehatanhidrologiplasma nutfah, penyangga (buffer) suhu, kelembaban, CO2, dan sebagainya.

Demikian pula, arsitektur taman hijau (green park) membutuhkan pengetahuan bersifat  multi-disiplin (multi-discpline  knowledge):  Ilmu tanah, tanaman, ekologi, teknik  arsitek, pemerintahan, dan lain-lain.

 

Taman Hijau bersifat multi kompleks, multi disiplin dan multi fungsi!

  

12 AugSOIL-Tata Lahan Kota III

 

TATA LAHAN KOTA ~ CITY LANDSCAPES

Internasional ~ Lapangan udara ~ Hijauan kota

 

Panorama:  Kota Jeddah

 

Foto-foto: Syekhfani

 

Sehari di kota Jedah, menjelang pulang ke tanah air, rombongan tour kami punya kesempatan berkeliling melakukan wisata kota menelusuri pantai Laut Merah.

Suatu hal yang mengagumkan, yaitu disaat memasuki kota Jeddah, kita disuguhi pemandangan panorama sepanjang jalan raya berupa kawasan gurun, sangat kontras dengan panorama hijauan kota dengan vegetasi seperti layaknya daerah tropis. Hanya bedanya, jenis tanaman di sini khas dominan pohon korma.

Seperti dikemukakan sebelumnya, kuncinya terletak pada “manajemen konservasi air”.  Lihat:  SOIL-Lahan Gurun Pasir →  Soil-tata-lahan-berpasir.

Berikut sekilas nuansa panorama tata lahan kota Jeddah:

0. Korma

Hijauan kota:  pohon korma

1. Hijauan Kota

Hijauan pohon tata lahan kota

2. Hijauan Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak

3. Hijauan rumput

Hijauan tata lahan kota:  rumput

4. Pohon Korma

Hijauan tata lahan kota:  pohon korma dan rumput

5. Tanaman Hias Trotoar

Hijauan tata lahan kota:  semak tanaman hias

6. Pulau

Panorama laut

7. Air Mancur

Panorama semburan air

Tata Lahan Kota Jeddah, nuansa panorama tepi laut Merah!

25 JulSOIL-Sampah Kota

SAMPAH KOTA (PADAT) – MUNICIPAL SOLID WASTE

Tinjauan/Bahasan:  Syekhfani

 

Sampah Kota Padat (Municipal Solid Waste), sampah yang dikumpulkan dari lingkungan kota, berupa sampah berasal dari pemukimantamanjalan rayapasarpekantoran, dan sebagainya.

Melalui proses pengumpulan, sortiran, pemotongan, dan pengayakan, bisa diproses sebagai bahan baku kompos organik.

Proses pengomposan dapat dilakukan menggunakan metode tertentu sesuai pilihan pengompos. Lama pengomposan tergantung pada banyak faktor, antara lain:

  • Nilai rasio C : N, yang umumnya berkisar antara 25:1 hingga 90:1, tergantung jenis sisa bahan organik yang mendominasi bahan kompos.
  • Suhu dan kelembaban perlu dipertahankan agar stabil + 60oC dan 40-50% kapasitas lapang (field capacity).
  • Kondisi timbunan bahan kompos dijaga agar selalu aerobik (cukup udara).
  • Cacahan bahan kompos agar kurang dari 5 cm.
  • Umumnya volume kompos hasil proses pengomposan sekitar 50% volume bahan kompos asal.

T J Weerasinghe, T.J. dan Ratnayake, N. 1994. Composting of municipal solid waste, 20th WEDC Conference, Colombo, Sri Lanka. → “http://wedc.lboro.ac.uk/resources/conference/20/Weerasin.pdf

 2

 Tempat pembuangan akhir (TPA) Supit Urang, Malang

4

Penyortiran sampah padat

Lihat:  Observasi TPA Supit Urang, Mulyorejo, Malang →  Sampah-membawa-berkah-tpa-supit-urang

15 JulSOIL-Budidaya Tanaman Krisan

img2[1]


BUDIDAYA TANAMAN KRISAN

 

Efisiensi Pemupukan – Budidaya Tanaman Pot

 

Foliar Feeding

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Tanaman Krisan atau Seruni – Chrysanthemum spp., Asteraceae - (Seruni), merupakan tanaman budidaya menarik karena bunga krisan banyak digemari sebagai bunga potongrangkaiandekorasi, dan sebagainya.

Teknik budidaya tanaman krisan di green-housescreen-house, atau pun lath-house, berbasis tanaman pot;  aplikasi pemupukan dapat dilakukan melalui tanah (soil feeding), atau daun (foliar feeding), atau kombinasi keduanya.

Aplikasi pupuk melalui foliar feeding, mengikuti kaedah umum, yaitu:  kebutuhan,  jenisdosiswaktu, dan cara.

Beda prinsip dalam aplikasi adalah: pada foliar feeding tidak ada mekanisme penyanggaan (buffering).

Untuk antisipasi hal ini, digunakan teknik aplikasi bertahap (split application), beberapa kali pada konsentrasi rendah.

Cara ini bisa lebih efisien dan efektif, bila saat aplikasi memperhatikan kondisi lingkungan, meliputi:  cahayasuhukelembabanangin, dan sebagainya.

Konsentrasi pupuk cair tidak boleh lebih dari 1 (satu) persen volume (< 1 %/v).

Diperlukan beberapa kali aplikasi hingga semua dosis tergunakan.

Diperlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut secara spesifik.

 

Lihat pula: Budidaya Krisan

 

Usaha sukses butuh konsekuensi!

(Jawa:  “jer basuki mawa bea“), termasuk IPTEK.

 

14 JulSOIL-Tata Lahan Berpasir

 

GURUN PASIR – EVAPO TRANSPIRASI TINGGI – SUB-IRIGASI

 

Tata Pohon Hijauan Kota

 

10112011013

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Gurun pasir (desert), adalah kawasan dengan jenis tanah   bertekstur pasir (sand) atau berpasir (sandy).

Jenis tanah ini mempunyai daya pegang air (water holding capacity) rendah hingga sangat rendah, sehingga masalah utama adalah kekurangan air  untuk pertumbuhan tanaman.

Agar tanaman dapat tumbuh baik dan berproduksi, dibutuhkan teknologi pengawetan air (water conservation) yang efisien dan efektif.

Alternatif teknik pengawetan air yang efisien dan efektif adalah irigasi bawah permukaan (sub irrigation).

Tata pohon kota dengan metode sub irrigation dijumpai di banyak kota di negara bergurun pasir.

Sumber air:  umumnya dalam bentuk air rembesan (seapage) pada kawasan topografi rendah, atau air bawah tanah (ground water) yang bergerak naik secara kapiler (capillary rise).

Bagaimanapun, di balik vegetasi hijauan lahan kota, tidak lepas dari  manajemen konservasi air yang cermat dan tepat, yang tentu saja membutuhkan biaya tidak sedikit.

Image091

Hijauan kota dengan pohon korma (komoditi popular), irigasi genangan (submerged).

P1000609

P1000618

Hijauan kota dengan jenis pohon dan semak > atas;  irigasi pipa (irrigation pipe) > bawah.

 

10 JulSOIL-Favorite Fruit Crops

 

STRAWBERRY

(STROBERI)

0

Ulasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Tanaman Stroberi, dikenal oleh semua tingkatan umur:  anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Stroberi adalah tanaman menjuntai, cepat tumbuh, dengan untaian bunga putih mungil, dan warna buah hijau, putih, merah (sesuai umur buah).

Stroberi tampil cantik dan eksotik, seringkali menjadi inspirasi kreasi gambar, sulaman, atau pakaian dan property berbagai jenis (dompet, tas, sepatu, payung dan sebagainya);  terutama bernuansa anak-anak dan remaja.

Taman rekreasi pun seringkali dilengkapi dengan kebun, bedengan atau pot tanaman stroberi.

Secara umum, stroberi termasuk jenis komoditi industri bahan baku kue dan minuman (cake & beverage), sebagai sumber vitamin dan mineral.

Tanaman stroberi tumbuh baik pada ketinggian di atas 500 meter dari permukaan laut;  jenis tanah berlempung (loamy), reaksi (pH) agak masam hingga netral, porous dan kaya bahan organik dan unsur mineral.

 

2

Buah stroberi matang

3

Pot stroberi (bantalan)

4

Pot stroberi (gantung)

5

Kebun stroberi (bedengan)

 

15 AprSOIL-Sungai Eksotik

 

PANORAMA – SANTAI – BATUAN LAPUK

 

Episode: Di Tepi Sungai Enim

 

Image1


 

Sungai Enim, anak sungai Lematang, anak sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, berhulu di bukit Barisan, dengan panjang kurang lebih 100 kilometer, merupakan sungai yang bermuara di kota Muara Enim, ibu kota kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT). Sungai yang tetap jernih sepanjang hari ini menunjukkan bahwa tepi sungai belum mengalami degradasi (masih berupa hutan belantara),relatif belum tereksploitasi.

 

Image2

  

Image3

 

Image4

 

Tempat Istirahat, karena sepanjang bagian tengah sungai hingga ke muara sejajar dengan jalan utama “lintas Sumatera” Bandar Lampung – Banda Aceh, kendaraan dari berbagai jenis melewati tepi sungai. Perjalanan jauh menyebabkan para penumpang tergelitik untuk istirahat sejenak di tepi sungai yang masih “alami” ini. Istirahat sambil menikmati panorama sungai, kesejukan air jernih dan udara segar sambil menyantap makanan bekal perjalanan.

 

Image5

 

Image6

 

Tebing Eksotik, meskipun sungai Enim berhulu di bukit Barisan (vulkanik), dengan jenis batuan vulkanik yang besar, keras dan berwarna gelap, tetapi setelah berada di bagian tengah hingga muara, sungai duduk di bantaran batuan sedimen lunak (termasuk batu bara di Tanjung Enim, juga dilewati sungai ini). Abrasi tepi sungai memunculkan mosaik batuan lunak yang memberikan pemandangan tebing yang eksotik.

 

Image7

 

Image8

 

Image9

 

Image10

 

Image11

 

Pelapukan Batu Endapan, tampak lapisan-lapisan batuan sedimen lunak tergerus air sungai dan memunculkan lapisan perifer hingga inti batuan;  tergantung bahan pembentuk memberi warna hitam, kuning, merah, atau pun coklat. Menarik untuk dikaji lebih detail sebagai sumber batuan induk tanah yang kaya unsur mineral.

 

Tags: , , ,