Archive for the 'Fenomena' Category

26 SepBerpikir Positif, Berpikir Negatif

positive vs negative thingking

SUATU FENOMENA HIDUP DAN KEHIDUPAN

(Filsafat Hidup dan Kehidupan Sehari-hari)

Syekhfani

Dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari, fenomena alami umumnya dicirikan oleh sikap yang mendahulukan cara berpikir negatif (negative thinking), jarang atau bahkan tidak pernah mendahulukan cara berpikir positif (positive thinking).

Misalnya dalam hal contoh berikut:

Tiba-tiba, tanpa diduga langit menjadi mendung, lalu turun hujan rintik-rintik disertai kilat menyambar-nyambar.

Kemudian hujan turun dengan derasnya diiringi guruh mengelegar sambung menyambung.

“Walah, hujan keparat!”,

“Bajuku jadi basah kuyup, rencana kerjaku amburadul jadinya”.

Demikian kira-kira seseorang yang berpikiran negatif (negative thingking).

Lain halnya dengan orang lain yang justeru berpikiran positif (positive thingking):

“Alhamdulillah”,

“Harapan banyak orang terpenuhi rupanya”.

“Petir disertai turun hujan lebat ini, pasti akan membawa kesegaran dalam cuaca seterik ini”.

“Tanaman di pekarangan, di sawah, di tegalan dan bahkan hutan di bukit dan gunung akan menjadi hijau”.

“Petani dan pekebun akan memetik hasil tanaman yang mereka usahakan, dan hutanpun akan memberikan sumber air bagi hidup dan kehidupan tumbuhan, tanaman, hewan dan bahkan manusia di lahan yang mereka tempati”.

Itulah kira-kira dua contoh kontradiktif yang bisa terjadi dan dijumpai dalam suatu dinamika hidup dan kehidupan sehari-hari.

Subhanallah…

Maha suci Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

Dua hal yang kontradiktif di atas mengingatkan kita terhadap dua fenomena kehidupan yang perlu dikaji dan direnungi sisi positif dan negatifnya.

Jangan memandang sesuatu itu hanya dari segi negatifnya saja.

“Di balik sesuatu hal yang negatif, sebenarnya ada hal yang positif”.

“Tuhan memberikan “pasangan” dalam hidup dan kehidupan di dunia ini”.

“Suatu keseimbangan”…

“Yang mambawa kestabilan dan bahkan keberlanjutan hidup dan kehidupan dunia itu sendiri!”.

20 SepEfek Positif El-Nino

unduhan

PRODUKSI SPEKTAKULER

Cahaya, Udara, Air, Fotosintesis – Respirasi: OPTIMAL

Syekhfani

Mengapa terjadi produksi spektakuler?

Fotosintesis:

n CO2 + n H2O → n (CHO) + Energi + O2

Terjadi di waktu siang hari, di mana cahaya matahari mengenai bagian hijau tanaman (daun, batang) dan membentuk Karbohidrat n(CHO) sebagai struktur dasar tubuh tanaman (tajuk, akar).

Respirasi:

n (CHO) → n CO2↑ + n H2O↑

(Evapo-transpirasi → suhu tinggi + angin)

Terjadi di malam hari (→ reaksi gelap), (meski di siang hari bisa juga terjadi, → reaksi terang), di mana Karbohidrat n(CHO) yang terbentuk, diubah menjadi CO2 dan air.

Selisih produk Fotosintesis dan Repirasi, menghasilkan Fotosintesis Bersih (Net Fotosintesis), yaitu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Pada kondisi cahaya matahari diterima tanaman maksimal, yang diikuti penyediaan air yang cukup, maka akan dihasilkan produksi tanaman spektakuler (berlimpah).

Hal ini tampak sebagai suatu pengaruh positif Al-Nino, apabila saat musim kemarau panjang bisa disediakan suplai air yang cukup.

18 SepEl-Nino

El Nino

FENOMENA ALAM

Puisi

Syekhfani

El-Nino

Bikin bingung, kepala pusing

Ada yang tidak beres di udara dan di kepala

Tiap bangun tidur di pagi hari

Terdengar jeritan minta bantuan

Tolong

Aku haus… minta minum

Meratap, menghiba serta mencaci maki

Seolah aku tidak peduli

Atas jasa yang diberikan

Keindahan, kenikmatan dan kemudahan

Semua berlimpah ruah

Tergopoh aku memutar keran

Berharap air tetap mengalir

Karena tetangga sebelah

Berusaha, tapi air tidak ada

Maaf, maaf, aku yang salah

Keran ku telah menyedot semua

Sehingga tidak tersisa

Apakah itu dosa?

‘Tuk menolong sesama..

Puisi – Medio September 2015

17 SepView Effect of El-Nino 2015

PANORAMA DI SEKITAR RUMAH TINGGAL

Kondisi Kecukupan vs Kekurangan Air

Syekhfani

Efek El-Nino?

Rekaman kamera terhadap kondisi kehidupan di sekitar rumah huni penulis, memberikan gambaran bagaimana efek El-Nino skala mikro saat ini.

Tanaman di sekitar rumah yang setiap hari mendapat asupan air dari penyiram, menunjukkan kondisi pertumbuhan yang luar biasa.

Sebaliknya, lingkungan di seputar rumah, menunjukkan pemandangan gersang, bahkan rerumputan sama sekali tidak dapat tumbuh.

Hanya vegetasi pohon yang bertahan, meski kondisinya menunjukkan kendala kekurangan air.

Berikut rekaman videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=c2A1S_eDgZE

20 AugAir dan Udara

21. resonansi-pada-kolom-udara

DUA SAUDARA TIDAK PERNAH BERPISAH

Puisi

Syekhfani

Air dan Udara

Ada di mana mana

Kemana-mana

Selalu bersama-sama

Meski sifat berbeda

Ada sifat yang sama

Bisa panas atau dingin

Air, bisa dilihat, dapat diraba

Udara, hanya mampu dirasa

Namun, mereka selalu rukun

Bak saudara kembar

Saling sayang, saling mencinta

Air egois, ingin berkuasa

Udara, selalu mengalah

Sisa tempat untuk air

Jadilah diduduki udara

Tapi ..

Jangan remehkan

Tidak ada kehidupan

Di dunia fana…

Tanpa mereka!

Tumbuhan, hewan maupun manusia

Meminum air

Menghisap udara…

Air dan Udara

Bila panas atau dingin

Dibantu oleh “vegetasi”

Yang masih segar atau pun sudah melapuk

Agar tidak terlalu panas

Ataupun terlalu dingin…

- Puisi Agustus 2015 –

15 AprAkal dan Perasaan

Capture

SELALU KONTRADIKTIF?

Fenomena Kehidupan

Syekhfani

Antara akal (pikiran, rasio) dan perasaan (rasa, mind) itu, sulit di-seimbang-kan.

Data emperik? diterima akal, namun ditolak perasaan.

Rasanya benar? tapi kayaknya, tidak!

Bila kompromi??

“Sepakat untuk tidak sependapat”!

Bingung?!

Iya, ini suatu dilema…

Orang yang tidak rasional-lah, yang punya “kepercayaan-diri” tinggi!

Sedang orang rasional, selalu “meragu”!

Kenapa??

Katanya, kemampuan akal laki-laki jauh lebih tinggi dibanding wanita; sebaliknya perasaan wanita jauh lebih peka ketimbang laki-laki.

Juga dikatakan, makin tinggi tingkat ilmu seseorang, ia merasa makin “bodoh”!

Keseimbangan “akal” dan “perasaan” itu, adalah kunci Kedamaian!

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

11 DecOver Wetting

MUSIM HUJAN KEMBALI TIBA

Syekhfani

Musim hujan kembali tiba di zone hutan tropika basah (tropical rain forest) Indonesia.

Di tempat kediaman penulis, yang termasuk zona setengah kering (semi arid zone) pun tidak terkecuali.

Hampir setiap hari, menjelang sore hujan turun dengan derasnya; bahkan turunnya sering secara tiba-tiba, shingga barang dijemur tidak sempat diangkat.

Meski air hujan itu sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, namun hujan berlebihan (over wetting) berdampak kurang baik bagi pertumbuhan dan produksi.

Lihat: Hujan di Lahan Petani

https://plus.google.com/100792791285254762536/posts

Hujan di Lahan Petani (Karang Tengah, Dau)

Upaya menanggulangi:

Berbagai alternatif penanggulangan:
• Melindungi tanaman peka kelebihan air: menutupi atau memindahkan tanaman (pot) ke tempat (latar) yang tidak terkena hujan.
• Membuat dan/atau memperbaiki saluran drainase seputar lahan (kebun).
• Menanam jenis tanaman toleran dan menghindari tanaman peka terhadap kelebihan air.
• Dan lain-lain.

Pendekatan Kehidupan:

Makhluk hidup itu membutuhkan udara, air, dan nutrisi sebagai komponen hidup dan bertahan untuk hidup.

Kebutuhan terhadap ketiga komponen tersebut harus seimbang; tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

Kekurangan dan/atau kelebihan akan berakibat penekanan (stressing) ke arah tidak baik.

Kebutuhan hidup itu, pada prinsipnya sama bagi manusia, hewan dan tumbuhan (makhluk hidup) di muka bumi ini.

Kelebihan air membawa banjir bagi manusia dan hewan, juga akan membawa banjir (penggenangan) akar tanaman, sehingga akar tanaman tidak bisa bernapas, apalagi menyerap (uptake) unsur hara.

Jadi, peliharalah tanaman seperti juga memelihara hewan dan manusia!

10 NovHujan Mulai Turun

FENOMENA ALAM MUSIMAN

Tropika Basah Indonesia

Syekhfani

Indonesia, terletak di zone hujan tropika (tropical rain forest zone), mengenal dua musim, yaitu: penghujan dan kemarau; meskipun ada musim peralihan menjelang awal dan akhir musim tersebut.

Mengikuti siklus iklim (global?), kadangkala terjadi pergeseran waktu awal musim, yang memerlukan antisipasi agar tidak terjadi kerusakan fatal akibat kekeringan atau banjir.

Hujan di awal “musim penghujan” atau di akhir “musim kemarau”, diharapkan cepat turun untuk mencegah agar tanaman tidak kekurangan air dan terganggu pertumbuhannya.

Awal musim penghujan 2014-2015 (di tempat tinggal penulis):

8 Nopember 2014

Hujan yang telah lama ditunggu mulai datang. Diawali cuaca mendung, angin kencang, serta kilat sambung menyambung, akhirnya hujan turun membasahi jalan, rumah dan kebun yang selama ini setiap hari harus disiram agar tanaman tetap tumbuh.

Beberapa hari sebelumnya, sudah ada gejala bahwa hujan akan turun, namun selalu gagal. Mungkin awan pembawa hujan masih belum cukup banyak mengandung butir-butir hujan agar jatuh ke muka bumi. Atau angin menghalau awan hujan tersebut berpindah ke tempat lain.

Berikut rekaman videonya: http://youtu.be/wAsfDcJ05pg

Tags:

19 JunPengapuran dan Sifat Fisik Tanah

UPT Cempaka (pengapuran lahan)

TIDAK BEGITU TAMPAK

Diposkan: Syekhfani

Pengaruh pengapuran terhadap sifat fisik tanah, tidak tampak sejelas pada sifat kimia tanah, mengapa?

Dalam hal ini, ada dua alasan utama:

Pertama, perubahan sifat fisik lebih bertahap (gradual) ketimbang sifat kimia.
Kedua, beberapa sifat fisik tanah di lapangan (in situ) menjadi hilang bila tanah hancur.

Dari hasil studi, diketahui sifat perilaku kalsium dalam kaitannya dengan sifat fisik tanah, antara lain yaitu:

1. Kalsium merupakan flokulan dan penstabil agregat yang baik; bermuatan koloid negatif yang sempurna. Namun, secara umum, pengaruh bahan organik dalam hal pembentukan agregat dan struktur tanah secara mikrobial tampak lebih mantap dari pada efek kapur, meski bahan organik belum menjamin stabilitas struktur tanah waktu lama (→ dengan kata lain: efek Ca terhadap stabilitas janga panjang (sementasi anorganik) – potensial; efek bahan organik jangka pendek (sementasi organik) – aktual).

2. Kapur (atau Ca, Mg) tergolong juga sebagai stimulan mikrobial; sehingga melalui aktivitas pengapuran, produksi senyawa organik seperti gum dan resin yang menyelimuti partikel, mampu menstabilkan agregat.

3. Efek merugikan Ca terhadap stabilisasi struktur tanah oleh Fe dan Al seperti halnya efek Na terhadap stabilitas agregat Ca. Hal ini tampak pada pada stabilitas struktur tanah Oksisol yang didominasi oleh seskui-oksida. Pada Ultisol yang miskin hidroksida bebas, stabilitas struktur tanah adalah kurang. Demikian pula halnya pada Molisol, stabilisasi agregat Fe atau Al menjadi terdispersi oleh Ca2+, suatu fenomena yang tidak terjadi seperti dispersi Na+ terhadap stabilisasi Ca.

Bahan: SOIL SCIENCE 702/802: CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS (revised Jan 1998) Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/06/11164/

08 MayPemanasan Global

PEMANASAN GLOBAL OLEH MANUSIA

Posting: pemanasanglobal.blogspot.com

Mungkin saja kita sebagai manusia yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global, pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan selama ini secara tidak kita sadari malah berdampak buruk terhadap global warming. Untuk itu, sudah seharusnya kita mengetahui beberapa penyebab global warming yang bisa dilakukan oleh manusia:

• Pemborosan Energi Listrik, salah satu faktor yang menyebabkan bumi ini semakin panas adalah penggunaan energi listrik yang berlebihan. Kadang kita secara tidak sadar menggunakan energi listrik dengan boros (misalnya menyalakan lampu terus menerus, televisi terus menyala padahal tidak ditonton). Hal tersebut tidak baik karena energi listrik yang kita gunakan bersumberkan dari minyak bumi dan batubara dimana proses pembakarannya juga menghasilkan karbon dioksida yang bisa menyebabkan global warming.

• Penggunaan AC dan Kulkas Secara Berlebihan, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa AC dan Kulkas yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari mengandung zak kimi yang bernama CFC (ChloroFlouroCarbons). Senyawa CFC ini dapat melayang ke atmosfir bumi dan merusak lapisan ozon. Tentu hal ini merupakan berita yang tidak baik karena dapat merugikan kita. Sinar matahari yang tidak “difilter” terlebih dahulu akan terasa lebih panas, selain itu hal ini juga bisa menyebabkan efek samping seperti penyakit kulit.

• Lebih Senang Menggunakan Kendaraan Bermotor, Dewasa ini orang tentu memilih untuk menggunakan sesuatu (teknologi) agar mempermudah urusan mereka, termasuk menggunakan kendaraan bermotor. Akan tetapi seharusnya kita bisa bijak menggunakan kendaraan bermotor, jangan sampai untuk bepergian yang jaraknya dekat (seperti minimart depan komplek) kita tetap menggunakan kendaraan bermotor. Pilihlah alternatif-alternatif lain yang lebih “Go Green” seperti berjalan kaki ataupun bersepeda.

• Penggunaan Gadget Secara Berlebihan, Saat ini memang manusia tidak bisa lepas dari gadget (komputer, laptop, handphone, dan lain-lain). Tidak salah memang jika kita menggunakan gadget untuk mempermudah pekerjaan kita, akan tetapi sebaiknya kita menggunakan gadget-gadget tersebut secara wajar. Menggunakan gadget secara wajar berarti kita turut mendukung program penghematan listrik yang dicanangkan Pemerintah saat ini. Menghemat listrik berarti kita berusaha untuk mengantisipasi agar global warming tidak semakin parah.

• Membakar Sampah, tahukah anda kalau membakar sampah menjadi penyebab pemanasan global? Ini adalah sebuah kenyataan dan banyak orang yang tidak menyadari akan hal tersebut. Sampah yang terbakar berupa gas karbon dioksida akan melayang keudara dan menumpuk di atmosfir bumi. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk karena dapat menyebabkan efek rumah kaca. Gas karbon dioksida tersebut berkumpul dengan gas-gas lainnya seperti karbon monooksida, sulfur dioksida, dan uap air yang menjadi perangkap gelombang radiasi sinar matahari.

• Menyisakan Makanan, mungkin ini tidak anda ketahui sebelumnya, tapi faktanya adalah benar bahwa menyisakan makanan secara tidak langsung berimplikasi terhadap pemanasan global yang lebih parah. Makanan-makanan yang disisakan (makanan sisa) seperti nasi, lauk-pauk, buah-buahan, dan sayur-sayuran akan mengalami dekomposisi anaerobik di mana proses tersebut akan menghasilkan gas metana. Sudah kita ketahui bersama bahwa gas metana merupakan salah satu penyebab efek rumah kaca yang berdampak kepada pemanasan global.

Lihat: → http://ipemanasanglobal.blogspot.com/

Gambar Global Warming 1

Gambar diatas menunjukan proses terjadinya efek rumah kaca yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Intinya adalah sinar matahari yang memantul dari permukaan bumi terperangkap di atmosfer karena menumpuknya gas efek rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, sulfur dioksida, dan uap air.

Gambar Global Warming 2

Gambar diatas adalah sebuah artikel mengenai sumber pemanasan global di Indonesia. Dan ternyata Indonesia juga menjadi salah satu negara kontributor terjadinya pemanasan global karena kerusakan dan penggundulan hutan, eksplorasi sumber daya alam, dan juga emisi gas karbon dioksida dari industri dan kendaraan bermotor.

Gambar Global Warming 3

Gambar di atas diambil oleh seseorang didaerah Prince William Sound, Alaska, Amerika Serikat. Pada gambar tersebut kita bisa melihat bongkahan salju yang mencair dan jatuh, hal tersebut merupakan imbas dari pemanasan global saat ini. Perlu anda ketahui bahwa global warming menghancurkan banyak glacier diwilayah Alaska.

Gambar Global Warming 4

Gambar tersebut menunjukan seekor beruang kutub yang sedang berjalan diatas salju. Global warming menyebabkan mahluk hidup terancam punah, bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa 50-100 tahun mendatang satu juta spesies mahluk hidup akan punah karena pemanasan global. Untuk itu, mari kita bersama mengantisipasi global warming.

Lihat: → http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2013/10/kumpulan-gambar-global-warming.html

10 AprEnergi Kehidupan

gambar (2)

Daur ULANG Kehidupan

(Daur HIDUP)

Syekhfani

Kehidupan di dunia ini, tidak lepas dari hukum alam.

Yang tua lenyap diganti oleh yang muda. Yang muda jadi tua untuk memberi tempat bagi yang muda;  yang muda akhirnya pun lenyap untuk mengulang sejarah baru.

Hal ini disebut sebagai daur hidup (recycling of life).

Proses berlangsung dari tingkat paling rendah (ion) hingga paling tinggi (organisme):  Ion (+, -) berikatan menjadi unsur/senyawaselorgan → sistem organ, dan terakhir → organisme.

Suksesi berjalan dengan bantuan energi alami (sinar matahari).  Lihat:  Soil-komponen-kehidupan-components-of-life

Matahari, sumber Energi Kehidupan

Matahari, memancarkan energi cahaya (kinetik), menyebabkan kekuatan gas CO2 dan cairan H2O bersenyawa membentuk senyawa Karbohidrat (CHO) yang menyimpan energi metabolik (em).

Energi metabolik (em) merupakan sumber kekuatan gerak ion (+,-) sebagai energi listrik menyimpan panas (kalori).

Unsur/Senyawa yang mengandung energi metabolik tinggi (high energy metabolic) adalah unsur/senyawa ikatan ~ P [Pi, ATP, ADP, DPN(H), TPN(H)].

Setiap molekul P menyimpan energi metabolik ~ 4000 kalori.

Satu molekul ATP menyimpan 12000 kalori, ADP 8000 kalori, dan AMP 4000 kalori.

Saat proses kehidupan berjalan, maka mekanisme suksesi terjadi mengikuti hukum keseimbangan: analisis vs katalisis, pembentukan vs penghancuran, fotosintesis vs respirasi, dan sebagainya.

Proses berlangsung terus menerus dan berhenti saat makhluk hidup itu mati (recycling of life).

22 JanKELEMBABAN TANAH DAN PEMANASAN GLOBAL

 

EurekAlert!

 

Tim Teknik Kolumbia:  Membuat Langkah Besar dalam Perkiraan Cuaca Ekstem

(Banjir dan Kekeringan)

 

 

New York — June 5, 2011 — Kelembaban dan fluktuasi panas  permukaan tanah ke atmosfer membentuk suatu hubungan krtitis antara hidrologi permukaan dan proses atmosferik, khususnya berkenaan dengan curah hujan.  Sementara teori aliran listrik menyatakan bahwa kelembaban tanah mempunyai dampak positif terhadap hujan, telah  dilaporkan secara luas.  Tim peneliti dari Columbia Engineering, Geophysical Fluid Dynamics Laboratory, dan Rutgers University telah mendemonstrasikan bahwa penguapan permukaan tanah mampu merubah curah hujan musim panas sebelah utara Mississippi daerah iklim monsonal AS selatan dan Meksiko.  Salah satu temuan utama mereka adalah bahwa penguapan permukaan tanah, bagaimanapun, hanya dapat memodifikasi frekuensi curah hujan musim panas, tidak terhadap jumlah hujan, hidrologi dan proses atmosferik, khususnya berhubungan dengan curah hujan.  Sedangkan teori aliran listrik menyatakan bahwa kelembaban tanah mempunyai dampak positif terhadap hujan, yang telah sangat sering diteliti secara luas.

Para peneliti menggunakan data dari National Centers for Environmental Prediction (NCEP) untuk mengukur dampak penguapan daratan terhadap frekuensi dan intensitas curah hujan musim panas di Amerika Utara. Mereka menemukan bahwa penguapan yang lebih tinggi meningkatkan kemungkinan terjadinya hujan sore di bagian timur Mississippi dan Meksiko, sementara tidak berpengaruh terhadap curah hujan di AS barat.  Perbedaan ini disebabkan kelembaban di atmosfer. Cuaca di atas wilayah barat begitu kering tidak terpengaruh oleh penguapan dari permukaan, tambahan sumber hujan tidak akan memicu hujan karena segera hilang ke atmosfer.  Cuaca di atas wilayah timur cukup basah sehingga kelembaban ditambah penguapan permukaan membuat terjadi hujan.

“Bila bagian timur benar-benar menjadi basah”, ungkap Gentine, “selanjutnya permukaan akan memicu lebih banyak hujan sehingga menjadi lebih lembab, dan ini membuat lingkaran setan terjadi banjir dan kekeringan.  Alam – yaitu vegetasi permukaan tanah – tidak dapat mngendalikan proses hujan di bagian barat, sebaliknya bagian timur dan selatan.  Kenyataan ini sanbgat penting dimengerti dalam pemahaman  tentang kejadian banjir dan kekeringan”.

Akibatnya, sekali banjir atau kekeringan dipicu dalam proses skala besar, seperti halnya anomali suhu permukaan laut, kejadian banjir/kekeringan paling mungkin bertahan di AS timur dan selatan, tetapi di barat durasi dan frekuensi banjir/kekeringan dikendalikan hanya oleh proses lautan;  daratan tidak dapat memodifikasi proses curah hujan.

Keadaan tanah kering atau basah tidak mengubah curah hujan berikutnya:  konsekuensinya permukaan tidak akan membantu kondisi hidrologi bertahan (misalnya banjir/kekeringan).  Seperti proses anomali permukaan laut, kondisi banjir/kekeringan yang paling mungkin bertahan di bagian timur dan selatan AS, sedangkan bagian barat dikendalikan hanya oleh proses lautan.

Gentine sedang mengembangkan suatu kerangka teori untuk mengetahui pembentukan hujan dan dan awan di atas daratan dan mengatakan bahwa hal ini akan menjadi trobosan penting dalam pemahaman tentang bagaimana kelembaban dan vegetasi mengontrol proses pembentukan awan dan hujan.  “Saya menganggap penelitian ini menarik karena merupakan bidang riset dasar – memahami bagaimana alam bekerja – dan aplikasi praktikal yang berpengaruh terhadap pengelolaan banjir/kekeringan/air di bumi.  Di Laboratorium luar:  pengamatan terhadap awan dan hujan!”.

http://www.eurekalert.org/pub_releases/2011-06/cu-cet060211.php

Public release date: 5-Jun-2011

Contact: Holly Evarts
holly@engineering.columbia.edu
212-854-3206 Columbia University

 

07 DecSOIL-Hujan di Perumahan Penduduk

 

0

 

HUJAN DI PERUMAHAN PENDUDUK

 

Hujan:  Udara Lembab ~ Jamur Tumbuh ~  Tanaman Peka Air

 

Gambar-gambar:  Syekhfani

 

Hujan di perumahan penduduk:  seperti halnya di lahan petani, hujan bisa berdampak positif dan negatif terhadap kehidupan sehari-hari di kawasan perumahan penduduk.

Bila hujan turun, aktivitas di luar rumah penduduk dikurangi, kecuali bila terpaksa harus dilakukan (anak-anak sekolah, masuk kantor, berjualan, bekerja di kebun, dan sebagainya).

Pekerjaan rumah tangga rutin yang  membutuhkan sinar matahari, juga terhalangi  (jemur pakaian, jemur perabot rumah-tangga, dan sebagainya).  Sehabis hujan, kondisi udara lembab, suhu dingin, udara mendung, berpengaruh terhadap kehidupan flora maupun fauna.

Di kawasan lingkungan hijauan perumahan penduduk:  Kebun, tanaman di taman, halaman, balkon, emper,  terpengaruh pertumbuhannya;  ada yang kekurangan air, namun ada pula yang kelebihan air.  Di pihak lain, selokan di sekeliling perumahan penduduk menjadi bersih karena kotoran terangkut oleh aliran air hujan. Namun, bila kita perhatikan dengan seksama, ada yang menarik seperti berikut:

 

1

Pada bekas pangkasan pohon nangka, tumbuh jamur kuping.

4

Demikian pula pada bekas pangkasan pohon Mengkudu di tepi lapangan.

5

6

Buah Delima terlalu banyak hujan, busuk menjelang matang.

7

9

8

Tanaman Lombok kecukupan air, tetapi tidak menghendaki terlalu banyak air.

8

11

12

Kembang Amarilis muncul di bulan-bulan penghujan, tetapi juga tidak menghendaki terlalu banyak air.

 

Hujan bagi penduduk perumahan:  tampaknya seperti  menyusahkan, tapi sebenarnya ada hal yang  unik!

  

13 NovSOIL-Fiksasi N2 Biologis

 

FIKSASI N2 BIOLOGIS

(BIOLOGICAL N2 –FIXATION)

 

Prokaryotik – Nitrogenase – Simbiotik/nonsimbiotik

 

Syekhfani

 

Nitrogen, satu di antara tiga unsur hara esensial tanaman utama (NPK) yang sangat menentukan keberadaan makhluk hidup di bumi ini.  Tanpa unsur N (dan juga PK), maka tidak akan ada makhluk hidup, mengapa?

Nitrogen merupakan unsur penyusun khlorofil tumbuhan (khlorofil A dan B). Proses fotosintesis terjadi di jaringan khloroplast merupakan proses metabolisme pembentukan karbohidrat (CHO) dari molekul air (H2O) dan Oksigen (O2). Karbohidrat adalah kerangka dasar pembentuk senyawa-senyawa penyusun tubuh tumbuhan. Tanpa nitrogen, tidak akan terbentuk karbohidrat yang berarti tidak akan ada senyawa karbohidratjaringan, organ, sistem organ dan akhirnya tidak terbentuk ORGANISME.

 

Fiksasi N2 Biologis (Biological N2–fixation), dilakukan oleh beberapa mikroorganisme prokaryotik (procaryotic) dengan mekanisme reaksi sebagai berikut:

N2 + 8H+ + 2e + 16 ATP → 2NH3 + H2

Enzim bertanggung jawab mengkatalisis reaksi di atas disebut nitrogenase. Diketahui bahwa enzim nitrogenase sangat peka terhadap oksigen (O2) bebas. Batas oksigen tertentu meracun enzim dan menghentikan fiksasi N2.

Fiksasi N2 membutuhkan sejumlah besar suplai energi untuk memecah ikatan tiga kovalen N2. Secara global, fiksasi N2-biologis bisa menyumbang sekitar  140 juta ton nitrogen per tahun ke sistim lahan, dan secara kasar setara dengan jumlah kontribusi lautan.

(1) Simbiotik (mutualistik): tipe -tipe rhizobium dan aktinomiset.

(2) Hidup bebas (“Free-living“): misalnya, Azotobacter, Azospirillum, Beijerinckia, dan cyanobacteria (blue green algae).

Prokaryot mengandung enzim nitrogenase, dan mampu memfiksasi N2;  ditemukan umumnya di permukaan tanaman (daun dan pelepah, atau permukaan tubuh tanaman - phyllosphere) saat cuaca lembab atau dalam jaringan tanaman, dan beberapa dijumpai di permukaan akar, di mana suplai substrat organik tinggi dan oksigen bebas terikat.

 Pea root system

Sistem perakaran Pea

Soya bean root nodules

Nodul akar Kedelai

Alder root nodules

Nodul akar Alnus

 

Referensi: → http://ic.ucsc.edu/~wxcheng/envs161/Lecture11/ch12_N_S_2012_fnl.pdf

 

Lihat pula:  → SOIL-SIFAT-PERILAKU-NPK

 

13 NovSOIL-Gutasi

 

1

  

GUTASI – DEFISENSI KALSIUM - TANAH MASAM

 

Cassava Menangis?

 

Syekhfani

 

Saya punya pengalaman, saat melakukan “Survei Monitoring Pengapuran Lahan Masam” bersama tim Institut Pertanian Bogor di Pasir Pangarayan, kabupaten Bangkinang, propinsi Riau, tahun 1980-an.

Tim melakukan perjalanan sehari penuh dari lokasi transmigrasi blok D ke E. Kondisi jalan rusak berat karena musim hujan, kami juga kerja nonstop hampir seminggu lamanya tanpa istirahat. Semua anggota tim tidur nyenyak keletihan di base-camp blok E.

Di pagi hari yang cerah, sinar matahari menyilaukan mata, saya terbangun.

Menyadari bahwa berada di lokasi baru, saya bersemangat ingin mengetahui panorama sekitar base-camp. Saya melangkah perlahan ke luar base-camp dan terpandang area tanaman berjejer rapi dalam alur di lahan pekarangan.

Awalnya saya tidak mengenali jenis tanaman. Namun setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata tanaman itu adalah Cassava (Ubikayu). Kenapa kurus? Pendek, kerdil dan berdaun sempit?

Ada butir mengkilap di ujung daun yang runcing. Butir itu air gutasi terkena cahaya matahari, mengkilap seperti berlian. Lihat, butir membesar dan membesar lalu jatuh. Segera muncul lagi butir baru, membesar, kemudian jatuh lagi.

Dalam waktu singkat, hal itu berulang kali, tetes demi tetes air jatuh ke tanah.

Saya ajak teman-teman melihat dan semua heran. Timbul kelakar:

“Wah, ubikayu “menangis” minta dipindah ke tempat lain, tidak senang tumbuh di sini!”.

Di perjalanan kami mendiskusikan fenomena tersebut. Diperoleh kesimpulan bahwa pada tanah masam seperti Blok E (Ultisol, duduk di atas hamparan pasir kuarsa), unsur basa-basa sangat rendah karena kelarutannya tinggi dan pencucian (leaching) berlanjut.

Kalsium, salah satu unsur basa, secara anatomi-morfologi menentukan sifat “permeabilitas dinding sel”. Karena defisiensi maka dinding sel daun menjadi “im-permeable”, artinya air dalam tubuh tanaman tidak mampu ditahan dan keluar lagi melalui dinding sel.

Kadar air tanah relatif tinggi pada pagi hari, sinar matahari menyebabkan suhu udara meningkat, air tanah naik ke tubuh tanaman (transpirasi), namun keluar lagi dari ujung daun sebagai air gutasi.

Karena terjadi dalam waktu relatif singkat, maka tampak tanaman “menangis”.

Kasihan…

 

Suatu pengalaman fenomenal yang menakjubkan!

 

11 NovSOIL-Proses, Bukan PRODUK

 

 Capture

 

PRODUK ORGANIK ~ PERSEPSI PERSONAL

 

Syekhfani

  

Saat seseorang ditanya:

-Apa beda produk organik dengan non organik?

Jawabannya bermacam-macam, tergantung pada pengetahuan dan pengalaman, misalnya:

+1) Nasi organik:  lebih enak, lebih polen, lebih harumtahan terhadap basitetap lembut/tidak keras bila dingin.

+2) Apel organik:  lebih renyah, lebih khas, lebih enakmudah dikupas, irisan tidak cepat berubah menjadi coklat.

+3) Kangkung organik:  lebih enak, lebih lembuttidak alot, lebih hijau, tahan terhadap basi.

 

Banyak lagi contoh pengalaman yang dikemukakan…

 

Tetapi, ketika ditanya:

-Bagaimana membedakan kopi organik dengan kopi non organik? Ia sama-sama hitam, sama-sama pahit?

+?? (umumnya tidak bisa menjawab)

 

Konsep produk Organik:

-Alami,

-Berkualitas,

-Sehat,

-Tidak meracun,

 

Interpretasi:

-Alami: komposisi senyawa/unsur dalam keadaan seimbang,

-Berkualitas:  divesifikasi senyawa/unsur lengkap (karbohidratproteinvitaminmineralantibodi, dan sebagainya), rasa/aroma/warna lebih unggul.

-Kualitas ~ prima,

-Tidak meracun:  mengandung antitoksin.

 

Implikasi praktikal:

-Bagaimana implikasi praktikal agar produk organik memenuhi kriteria?

 

Konsep dasar: > Mekanisme Proses

-Memgacu sistem alami,

-Menghindari penggunaan bahan kimia artfisial,

-Mengatur keseimbangan komposisi senyawa/unsur.

 

Strategi:

-Gunakan konsep 3 R ~ RecoveryReduceReuse,

-Tambahkan R+ ~ Recycle: → ”The Dynamic Recycle of Life!”

  

Organik itu bukan “PRODUKNYA” tetapi  “PROSESNYA”!

 

10 NovSOIL-Levelling Off

Capture

 

TANYA MEREKA ~ ASK THEM

  

Mengalami:  Levelling off? Tanya Mereka!

  

Syekhfani

 

Ketika melihat pertumbuhan tanaman di kebun tampak tidak subur

Ketika mengetahui produktivitas tanaman di lahan menurun

Ketika fakta menunjukkan produksi komoditas kebun berfluktuasi

 

Lalu…

Segala macam upaya telah dilakukan

Segala macam cara telah dicoba

Segala macam alternatif  telah didiskusikan

 

Namun…

Tetap saja tidak ada perubahan

Tetap saja tidak ada kemajuan

Tetap saja pusing

 

 LEVELLING OFF!!

 

Putus asa?!

Menyerah?!

Bunuh diri?!

 

Apakah anda … Sudah tanya?!

Pada tananaman:  Hai tanamankamu butuh apa??

Pada tanah:  Hai tanahkamu punya itu??

Tidak!?

Pada pupuk:  Tolong dong, bantu tanah dan tanaman!

 

Selanjutnya anda bisa negoisasi:

Kepada Pupuk: berapa banyak bisa memberi (stok),

Kepada Tanah: berapa banyak bisa menerima pupuk (kapasitas),

Kepada Tanaman: berapa banyak bisa memerlukan (dosis) ~ kapan saat diperlukan (waktu), dan bagaimana cara yang diinginkan (cara)!

Yang terakhir ini adalah ~ KAEDAH APLIKASI PEMUPUKAN!

 

Apakah anda sudah melakukannya dengan benar?!

 

Belum?

 

Lakukan, itu adalah alternatif solusi!

 

Lihat: → DISKUSI SPO

Lihat: → PROSPEK-PERTANIAN-ORGANIK

  

09 NovSOIL-Memakan dan Dimakan

 images

 

MEMAKAN DAN DIMAKAN

(EATING AND EATEN)

Syekhfani

 

Memakan dan Dimakan

Mengapa hewan dan manusia mati perlu DIKUBUR?

 

Tuhan menciptakan makhluk hidup di muka bumi: manusia, hewan, tumbuhan; berkembang-biak dan terus menerus dari waktu ke waktu.

Awalnya kecil, membesar, dewasa, tua, lalu mati. Yang satu mati, yang lain hidup, yang mati hancur, komponennya digunakan untuk pertumbuhan yang hidup.

Demikian, tuhan menciptakan kehidupan tersebut sesuai kepentingan secara berurutan. Pertama,tumbuhan, menempati seluruh permukaan bumi (biosfer); namun tidak dapat berpindah-pindah.

Kedua hewan, dan ketiga manusia; diciptakan tidak sebanyak tumbuhan, tapi bisa bergerak. Ketiganya (tumbuhan, hewan, manusia) saling melengkapi: saling hidupi, saling kompetisi, saling bunuh, saling makan.

Tumbuhan ada di mana-mana, tetapi tidak bisa pindah/bergerak, hewan dan manusia yang bergerak. Hewan mengembara ke mana-mana mencari tumbuhan untuk dimakan (kembara). Manusia mengejar hewan atau dipelihara untuk dimakan (buru, ternak).

Tumbuhan menunggu hewan dan manusia mati, masuk ke tanah, hancur lalu dimakan. Jadi, tanaman tidak mampu memakan hewan atau manusia, kecuali bila mereka mati dan dimasukkan ke dalam tanah (dikubur).

Dimasukkan ke dalam tanah? Iya, dikubur. Bila tidak dikubur, bau! Jadi, manusia dan hewan mati harus dikubur agar tidak bau? Bukan, agar bisa dimakan tumbuhan!

Ada yang aneh? Apa yang aneh? Coba pikirkan baik-baik cerita tadi? Oke, ternyata cara makan tumbuhan beda dengan hewan dan manusia.

Hewan dan manusia makan melalui “mulut”; tumbuhan meski punya mulut (stomata), makan tidak melalui mulut tetapi melalui “akar”. Tiga belas dari 16 unsur hara esensial tanaman berada dalam tanah.

Tumbuhan dimakan hewan, hewan dimakan manusia; hewan dan manusia mati, dikubur dan dimakan oleh tumbuhan. Proses memakan dan dimakan ini adalah mekanisme recycling (daur ulang).

 

MAKHLUK HIDUP DI DUNIA INI MEMAKAN DAN DIMAKAN

Bila manusia sakit, terutama mulut tidak dapat berfungsi normal, maka suplai nutrisi tubuh harus dilakukan melalui cara lain: infus.

Bila tumbuhan tidak bisa atau sukar mengambil unsur hara (uptake nutrients) dari tanah, maka diberikan melalui daun (foliar feeding), atau batang (stem feeding).

Apakah semua jenis makanan perlu diberikan melalui daun atau batang? Tidak! Secara normal melalui tanah, bila bermasalah, baru melalui daun atau batang. Lihat: SOIL-Pindah Tanam Pohon.

Bagaimana mekanisme masuknya unsur hara dari tanah ke tanaman? Untuk menjelaskan hal ini kita harus mengetahui anatomi dan morfologi tanaman.

1

Bagan morfologis pergerakan hara tanah – air – tanaman

 2

3

Bagan anatomis pergerakan hara tanah  – air –  akar

 

Lihat: Modul Kesuburan Tanah – Pergerakan Hara dalam Tanaman (Post: Bahan Kuliah I

 

29 SepSOIL-Filsafat “Seafriends”

 


FILSAFAT SEAFRIENDS - SOIL FERTILITY

Resume:  Syekhfani

 

Kebutuhan hidup manusia, hewan dan tumbuhan di bumi (sinar, udara, air, nutrisi);  tersedia dalam jumlah tidak terbatas. Ia menjadi terbatas akibat faktor geografis (air dan nutrisi) atau populasi (kompetisi).

Indikator faktor menjadi terbatas dicirikan oleh adanya kompetisi, adaptasi, dan mekanisme kontrol (simbiose, antagonisme, sinergisme).

Faktor pembatas mengikuti hukum minimum‘Liebig”. Kemampuan makhluk untuk bertahan hidup tercermin pada mekanisme spesifik (mis. Tanaman: C4, CAM) merupakan ”potensi ”alternatif” dalam pegembangan iptek.

Efisiensi teknologi dapat dilakukan dengan ‘‘diversifikasi”, contoh: tanaman rumput untuk pohon.

Masalah rawan pangan (scarsified of food) akibat degradasi unsur nutrisi, perlu diatasi melalui pengembangan teknologi pupuk.

Diversifikasi kebutuhan, merupakan peluang tanpa kompetisi, yang tidak boleh diabaikan dan harus dipelihara, seperti kebutuhan tumbuhan dan manusia/hewan terhadap garam.

 

Inspirasi IPTEK LINGKUNGAN