Archive for the 'Flora' Category

09 MayBonsai

KREASI SEDERHANA

Syekhfani

Waktu santai di hari minggu, sambil rekreasi sekeluarga mengendorkan otot-otot syaraf, iseng-iseng penulis mencoba membuat kreasi tanaman “Bonsai” dalam pot.

Bahan tanaman diperoleh dari suatu kios tanaman hias di kawasan Junggo, Batu.

Dipilih dua tanaman hias dari satu jenis yang menunjukkan bentuk dan penampilan mirip, dengan maksud bisa digabung dalam satu pot porselen ukuran sedang.

Akhirnya, diperoleh suatu bentuk “Bonsai” seperti berikut:

1

“Bonsai Badak”

2

“Badak Marah”

3

4

5

6

5a. buah

5b. buah

Suatu keserasian jenis, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi tanaman bonsai yang dipadukan dalam suatu wadah medium pot.

Seperti juga halnya kesesuaian, keserasian dan kesamaan jiwa makhluk hidup lain (pasangan hewan, suami-istri, teman akrab,dan seterusnya) merupakan inti kehidupan yang menyenangkan menuju kebahagiaan hidup (decent of life) di dunia ini.

Kreasi sederhana, tidak hanya terlihat dangkal dari permukaannya saja, namun tembus ke lapisan yang lebih dalam, memberikan arti kejiwaan yang luas tidak terhingga dan tidak tidak dapat diukur dampak kejiwaannya!

It Is a Decent of Life!

20 AprBambu (Bamboo)

TANAMAN GLOBAL SERBAGUNA

Populer se Manca Negara

Postingan: Syekhfani

Bambu (Bamboo)Poaceae (Bambuseae Kunth ex Dumort), adalah tanaman jenis rumput-rumputan (Gramineae) dengan rongga dan ruas di batangnya.

Bambu (bamboo), memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru.

Bambu (bamboo) dalam devisi botani termasuk jenis rumput-rumputan (Gramineae) tidak kurang dari 10,000 spesies dan 1000 sub-familiy (Kingsbrury, Noẽl, 2000).

Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 inci) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan iklim tempat ia tumbuh.

Bambu (bamboo) termasuk dalam keluarga rumput-rumputan, yang dapat menjadi penjelasan mengapa bambu memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Hal ini berarti bahwa ketika bambu dipanen, bambu akan tumbuh kembali dengan cepat tanpa mengganggu ekosistem.

Tidak seperti pohon, batang bambu muncul dari permukaan dengan diameter penuh dan tumbuh hingga mencapai tinggi maksimum dalam satu musim tumbuh (sekitar 3 sampai 4 bulan).

Selama beberapa bulan tersebut, setiap tunas yang muncul akan tumbuh vertikal tanpa menumbuhkan cabang hingga usia kematangan dicapai. Lalu, cabang tumbuh dari node dan daun muncul.

Pada tahun berikutnya, dinding batang yang mengandung pulp akan mengeras. Pada tahun ketiga, batang semakin mengeras. Hingga tahun ke lima, jamur dapat tumbuh di bagian luar batang dan menembus hingga ke dalam dan membusukkan batang.

Hingga tahun ke delapan (tergantung pada spesies), pertumbuhan jamur akan menyebabkan batang bambu membusuk dna runtuh.

Hal ini menunjukkan bahwa bambu paling tepat dipanen ketika berusia antara tiga hingga tujuh tahun.

Bambu tidak akan bertambah tinggi atau membesar batangnya setelah tahun pertama, dan bambu yang telah runtuh atau dipanen tidak akan digantikan oleh tunas bambu baru di tempat ia pernah tumbuh.

Meski tunas bambu mengandung toksin taxiphyllin, senyawa glikosida sianogenik, yang mampu menghasilkan sianida di dalam lambung, pemrosesan yang sesuai akan menjadikan tunas bambu bisa dimakan.

Berbagai masakan Asia menggunakan tunas bambu, dan tunas bambu dijual dalam bentuk segar maupun kalengan.

Tunas bambu dalam kondisi terfermentasi adalah bahan utama dalam berbagai kuliner di Himalaya.

Di India disebut khorisa. Di Nepal, tunas bambu difermentasikan dengan kunyit dan minyak sayur, lalu dimasak dengan kentang menjadi masakan yang dimakan bersama nasi (alu tama, Bahasa Nepal).

Di Indonesia, tunas bambu dipotong tipis-tipis dan direbus bersama santan dan rempah-rempah untuk membuat gulai rebung.

Resep lain yang memanfaatkan tunas bambu yaitu sayur lodeh dan lumpia. Tunas bambu yang telah diiris dicuci bersih dan/atau direbus sebelum dimakan untuk menghilangkan toksin.

Acar tunas bambu digunakan sebagai pelengkap makanan, bisa juga dibuat dari inti batang bambu muda (pith).

Getah dari batang bambu muda disadap ketika musim hujan untuk menghasilkan minuman beralkohol. Daun bambu bisa dipakai sebagai pembungkus makanan ringan.

Bagian dalam batang bambu tua biasanya digunakan sebagai alat memasak di banyak budaya Asia.

Sup dan beras yang dimasak di dalam batang bambu dipaparkan ke api hingga matang. Memasak di dalam batang bambu dipercaya menghasilkan rasa yang berbeda.

Bambu juga digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya seperti spatula.

Bambu merupakan bahan baku dari berbagai peralatan rumah tangga yang utama sebelum datangnya era peralatan rumah tangga dari plastik.

Bakul nasi, tampah, bubu/perangkap ikan, tempat kue (besek), topi bambu (caping) adalah contoh dari beberapa peralatan yang terbuat dari bambu.

Lihat:http://id.wikipedia.org/wiki/Bambu

1. Hutan Bambu (Indonesia)

1. Hutan Bambu (Indonesia)

2. Hutan Bambu (Jepang)

2. Hutan Bambu (Jepang)

3. Hutan Bambu(Cina)

3. Hutan Bambu(Cina)

4. Hutan Bambu (Taiwan)

4. Hutan Bambu (Taiwan)

5. Bambu Gading

5. Bambu Gading

6. Batang

6. Batang

7. Rumpun

7. Rumpun

8. Trubus

8. Trubus

9 Kelopak

9. Kelopak

10. Ranting

10. Ranting

11. Mata Ruas

11. Tunas Ruas

12. Daun

12. Daun

13. Bunga

13. Bunga

Lihat Buku:

21. Buku

Kingsbrury, Noẽl. 2000. Grasses and Bamboos – Using Form and Shape to Create Visual Impact in the Garden. With photoghraphy by Andrea Jones, consultant Paul Whittaker. Periplus Editions (HK), Ltd. 111p.

TAMBAHAN: permainan tradisional Flores “Tektek Alu”, menggunakan batang bambu sebagai alat bermain.

Tektek Alu - Flores

Biasanya, tari Tektek Alu ditarikan ketika malam bulan purnama oleh lelaki dan perempuan yang mencari pasangan atau jodoh.

Tektek Alu serupa permainan lompat alu. Batang-batang bambu yang dipegang di masing-masing ujungnya dibentuk menjadi rangkaian persegi sejengkal di atas tanah. Para penari mesti melompat bambu bambu tersebut sesuai irama, tanpa terjerambab.

Lihat pula: → https://www.youtube.com/watch?v=U_YOhfSB6FI

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

18 JanGulma Ciplukan

Buah Ciplukan

OBAT TRADISIONAL MULTI GUNA

Banyak Diteliti Secara Ilmiah

Syekhfani

Ciplukan (Physalis angulata L.) – Solaneaceae, termasuk gulma rumputan yang biasanya tumbuh saat bera sehabis panen palawija setelah sawah, atau di bekas tempat tinggal di lahan yang sudah ditinggalkan.

Buah ciplukan matang terbungkus dalam kotak buah tipis segi empat meruncing (mengering bila sudah betul-betul matang), buah matang berwarna kuning bintik kemerahan mengkilat, rasa manis dengan aroma khas, sangat disukai anak-anak pedesaan.

Ciplukan adalah gulma bermanfaat, selain sumber vitamin, juga berkhasiat untuk kesehatan lain; sehingga telah menggelitik para ilmuan meneliti sifat kimianya secara ilmiah.

Gulma ciplukan, ternyata tumbuh pula dalam pot, menggunakan medium tanah diambil dari lapangan yang kebetulan mengandung biji ciplukan.

Berikut, gulma ciplukan tumbuh dalam pot Adenium (latar depan rumah kediaman penulis):

1. Buah ciplukan

1. Buah ciplukan

2. Ciplukan dalam pot

2. Ciplukan dalam pot

3. Gulma pot Adenium

3. Gulma pot Adenium

4. Latar depan rumah

4. Latar depan rumah

Lihat:
https://marfudin.wordpress.com/2010/12/30/khasiat-buah-ciplukan/

31 DecLooks Like Similar

FLORA – FAUNA

Koleksi-Hobi

Syekhfani

Dalam hidup dan kehidupan, kesenangan berupa penyaluran hobi, dapat membawa suasana hati senang dan bahagia (leading to decent life).

Hobi pelihara binatang/foto binatang (fauna) dan koleksi tanaman/foto tanaman hias (flora), tergolong mudah, murah, meriah dan mengasyikkan.

Namun, suatu kebetulan, di antara binatang peliharaan/koleksi tanaman tersebut, ada yang tampak mirip (looks like similar) bentuknya.

Berikut, foto-foto/koleksi flora tampak mirip (looks like similar) dengan fauna (koleksi/foto penulis):

1. Kura-kura

1. Foto Kura (turtle), dipelihara dari kecil ukuran ibu jari tangan hingga sebesar mangkok sayur.

2. Fitonia Kura

3. Cacti Kura

2. Koleksi tanaman Fitonia dan Kaktus bebentuk kura (Fitonia/Kaktus Kura) > lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/05/27/soil-indoor-plants-2/

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/12/30/kaktus-duri-runcing-tajam/

4. Ayam Kate

4. Foto Ayam Kate

5. Serut Ayam Kate

5. Foto Tanaman Serut bentuk Ayam Kate

It’s beatiful Fauna – Flora!

16 DecWelcome December

DITANDAI MEKARNYA BUNGA “KEMBANG API”

Syekhfani

Welcome December 2014, diikuti mekarnya bunga “come december”*) dalam pot koleksi, sebagai hadiah istimewa bagi penulis.

Hadiah tersebut berupa 9 kuntum bunga ukuran besar dan kecil.

Bentuk kuntum bunga bundar di ujung tangkai kuat dan tegar, bak “kembang api” berwarna orange, dengan ujung kepala sari bulat warna kuning.

Tangkai bunga bulat panjang 20 – 30 cm, sebesar pensil, sukulen dan cukup kuat menyangga kembang di ujungnya saat awal mekar.

Dua tiga hari kemudian tangkai bunga mulai layu, tidak lagi mampu menyangga bobot kembang sehingga terkulai.

Dengan waktu yang singkat, bunga berubah menjadi putik yang memberi kesan sebagai hiasan kepala topeng ondel-ondel (kesenian Betawi).

Kembang “come december” dengan warna cerah memberikan nuansa ceria di bulan desember 2014 ini.

Berikut adalah performance bunga “kembang api” tersebut:

0

1

2

3

4

5

Terkulai layu

Menjadi Putik

Menjadi Putik

6

*) Haemanthus katherinae, – Amarillidaceae (Bloody Lily, Blood Flower)

It’s beautiful flowers!

08 DecGiant Starfish Cactus

KAKTUS IKAN BINTANG RAKSASA

Kuntum Kotak Persegi 4 Meruncing – Mekar Cepat Layu – Merembak Bau Tak sedap

Syekhfani

Kaktus ikan bintang raksasa (Giant Starfish Cactus), sebangsa kaktus dari famili Asclepiadaceae, batang menjuntai, kuntum bunga berbentuk persegi 4 meruncing, mekar tidak lama dan cepat layu, bunga mekar merembak bau tak sedap yang mengundang datang lalat biru (lalat kotoran).

Lihat: → http://floracintamu.blogspot.com/2013/10/kaktus-4-layu-di-hujung-mekar.html.

Jenis lain misalnya: Stapelia gigantea *)

Di kebun koleksi, penulis mengamati bentuk dan perkembangan kaktus ikan bintang raksasa (giant starfish cactus), sebagai berikut:

1

2

3

0

4

5

6

Kuntum bunga berbentuk kotak persegi 4 meruncing membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk mekar.

Waktu kembang mekar hanya beberapa hari, namun indah, menarik dan eksotik.

Keburukannya adalah saat kembang mekar penuh, meski indah, namun mengeluarkan bau tak sedap (busuk), sehingga mengundang datangnya lalat biru (lalat kotoran).

Kembang cepat layu dan gugur.

Catatan:

Tanaman hias jenis kaktus ini adalah sukulen, menghendaki sinar matahari penuh atau sedikit terlindung, cuaca kering hingga agak lembab dan medium porus (berpasir dan berhumus).

Pemeliharaan: memerlukan pupuk butiran lambat lepas (slow release), dan sedikit pemberian air (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering).

*) Francesco Bianchini and Azzura Carrasa Pantano. 1974. Succulents and Cacti (p. 154), Guide to Plants and Flowers. Ed. By Fances Perry. A Fireside Book, Published by Simon & Schuster Inc. Singapore – New York – London – Toronto – Sydney – Tokyo.

31 JulTanaman Tomat Ceri

tomat-cherry1
tomat-cherry2

TUMBUH CEPAT DAN MENARIK!

Syekhfani

Tanaman tomat Ceri, salah satu jenis tanaman buah-sayur yang berbeda dengan jenis tanaman tomat buah-sayur biasa dijual sehari-hari.

Buah tomat ceri berbentuk bulat sebesar kelereng di bagian ruas-ruas batang bawah; tetapi di ruas lebih lebih atas dan bagian ujung, buah bentuknya lonjong.

kedua bentuk buah ini, matangnya tidak bersamaan, meskipun pada jarak waktu relatif singkat (dua hingga 3 hari).

Bila buah telah betul-betul masak, maka akan mudah gugur. Bentuk daun tomat ceri meruncing dan bila diremas aromanya khas yang lebih tajam dibandingkan dengan daun tomat umumnya.

Buah tomat ceri dikonsumsi langsung sebagai tomat buah, bumbu sayur, sambel, atau tujuan lain sesuai selera.

Selain itu, buah-buah tomat ceri tersusun dalam tangkai secara teratur, masak buah tidak serentak, dan warna buah masak merah mengkilat, menjadikan tanaman tomat ceri merupakan tanaman hias yang menarik.

*) Lihat: → http://rumahdanhijau.wordpress.com/2012/07/28/bertanam-tomat-ceri/.

Tanaman tomat Ceri mudah tumbuh dan cepat berbuah.

Penulis mengamati kecepatan tanaman tomat Ceri tumbuh dan berbuah dengan mencatat tanggal pengamatan. Hasilnya sebagai berikut:

1. 04-06-2014

1. 04-06-2014

2. 04-06-2014

2. 04-06-2014 (Close Up)

3. 04-06-2014

3. 04-06-2014 (Close Up)

4. 28-06-2014

4. 28-06-2014

5. 28-06-2014

5. 28-06-2014

6. 06-07-2014

6. 06-07-2014

27 JulBeautiful Lantana Flowers

BUNGA LANTANA NAN INDAH

Syekhfani

Di dalam pagar rumah kediaman, terdapat koleksi pohon Lantana (Lantana camara L.) Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Lantana_camara.

Bunga lantana dirancang dalam seni “bunga campuran” (flowers mix) secara okulasi, warna-warni nan indah.

Nuansa koleksi seperti disajikan berikut:

1. 270720141777

2. 270720141776

3. 270720141775

4. 270720141784

5. 270720141774

6. 270720141781

7. 270720141782

8. 270720141787

9. 270720141785

10. Lantana camara

Menarik bukan?

Kreasi menarik memberikan nuansa ceria dan menyenangkan!

26 AprWarna Warni Segar Bergizi

SAYURAN DAN BUAHAN

(Tropika Indonesia)

Syekhfani

Hidup sehat, segar, cerah, ceria, dambaan semua orang sehari-hari yang akan berdampak pada gairah kerja dan output “hasil kerjapositif, sebenarnya mudah diperoleh; cukup dengan melakukan kebiasaan memilih dan mengatur menu makan sehat sehari-hari.

Menu tidak perlu berbahan baku mewah dan mahal, cukup yang murah, meriah dan sederhana tapi “bergizi” tinggi. Jenis komoditi sayuran dan buahan di tropika basah Indonesia berlimpah.

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/soil-plasma-nuthfah-ii/ dan http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/soil-plasma-nuthfah/.

Keperluan sehari-hari jenis bahan ini dapat diperoleh dari penjual sayuran/buahan atau hasil kebun sendiri (smart gardening), di halaman rumah atau kebun keluarga.

Berikut adalah contoh beberapa jenis sayuran dan buahan bahan menu sehari-hari yang murah dan bergizi: Lihat:http://quoteko.com/tanaman-sayuran.html

1. kol

2. sawi putih

3. seledri stick

4. Labu siam

5. Terung ungu

6. Zukini

7. jenis-tanaman-sayuran

8. Lombok

9. SAYURAN

10.-DESA-PAHANDUT-Tanam-Sayuran

Lihat:http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/10/soil-budaya-tomat-tanpa-tanah/

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2012/11/soil-horti/

Dalam tubuh sehat terkandung jiwa sehat dan semangat tinggi!

25 JanTanaman Hias Filter Udara


Tanaman Hias Filter Udara

(NASA)

Jika tanaman cukup baik dalam menyaring udara di stasiun ruang angkasa, pasti juga cukup baik untuk rumah Anda.

 

Michael Graham Richard

Fri, Nov 30, 2012 at 10:51

 main_plants

Memiliki kualitas udara yang baik dalam ruangan sangat penting, terutama karena kita menghabiskan begitu banyak waktu di dalamnya.  NASA melakukan studi untuk mengetahui tanaman filter udara terbaik di stasiun ruang angkasa, dan temuan tersebut tersedia untuk kita semua.

Berikut tanaman hias filter udara terbaik (tidak hanya memproduksi oksigen dari CO2, tetapi juga menyerap benzena, formaldehida dan/atau trichloroethylene).

 

 plants_2

Anda juga mengetahui tanaman filter terbaik untuk formaldehida, xylene, dan toluene.

 plants_3

Comosum Chlorophytum, juga dikenal sebagai tanaman laba-laba.

Sumber foto: Wikipedia

Best-air-filtering-houseplants-according-to-nasa

 

10 DecSOIL-Taman Hijau (Green Park)

 

Taman Hijau

 

TAMAN HIJAU

(GREEN PARK)

 

Hijau ~ Asri:  “Multi Kompleks, Multi Disiplin, dan  Multi Fungsi”

 

Syekhfani

 

Taman Hijau (Green Park), panorama bernuansa hijau menyegarkan seperti dalam gambar, adalah merupakan ciri khas flora zona tropika basah. Stratifikasi tajuk pepohonan, perdu  hingga rerumputan,  berupa tipe diversitas  hutan hujan tropika (tropical rain forest).

Taman hijau (green park), merupakan penciptaan ekosistem hutan hujan tropika basah buatan  manusia (man made tropical rain forest) miniatur.

Pemilihan jenis pohon, semak, dan rumput sesuai dengan model desain yang dikehendaki arsitektur pertamanan;  jenisnya berlimpah dan beragam di zona ekosistem hutan hujan tropika.

Fungsi taman hijau (green park) bersifat multi kompleks (multi-complex function):  tata kota, keindahankesehatanhidrologiplasma nutfah, penyangga (buffer) suhu, kelembaban, CO2, dan sebagainya.

Demikian pula, arsitektur taman hijau (green park) membutuhkan pengetahuan bersifat  multi-disiplin (multi-discpline  knowledge):  Ilmu tanah, tanaman, ekologi, teknik  arsitek, pemerintahan, dan lain-lain.

 

Taman Hijau bersifat multi kompleks, multi disiplin dan multi fungsi!

  

25 NovSOIL-Neem, Keponakan Botani Mahoni

 

NEEM – KEPONAKAN BOTANI MAHONI

 

Pohon – Potensial – Kontrol OPT

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Neem – Nimba (Azadirachta indica A. Juss – Meliaceae), kerabat dekat (keponakan) botani dari pohon Mahoni - a botanical causin of  Mahagany *),  asal dari India dan Burma, tinggi dan menyebar seperti ek dan berbunga putih harum manis. Dedaunan kompleks menyerupai Kenari,  berbuah lunak tampak dari jauh seperti Zaitun.  Berdaun sepanjang tahun sebagai pelindung, alasan utama mengapa sangat disukai di India. Di India ada  sekitar 18 juta pohon neem, berjejer di sepanjang tepi jalan atau bergerombol di sekitar pasar atau halaman belakang sebagai pelindung terik  matahari. Sekarang neem tersebar luas di banyak negara.

Nama botani sebelumnya adalah Melia indica dan M. azadirachta, nama-nama tersebut rancu dengan M. azedarach, pohon Asia Barat yang disebut Persian lilac, bakain, dharak, atau chinaberry;  dikenal ada 15 spesies.

 

Deskripsi

Pohon Neem termasuk evergreen (selalu hijau, tidak rontok) yang dapat tumbuh mencapai tinggi 30 meter dan jari-jari tajuk 2.5 meter. Penyebaran arah cabang membentuk tajuk bundar dengan keliling mencapai 20 meter.  Daunnya tidak rontok kecuali kondisi sangat kering. Batangnya relatif lurus dengan tebal kulit sedang. Sistem perakaran dalam  dan bila kulit batang terganggu mengeluarkan getah yang mengering di lokasi setempat.

 

0

Tajuk Neem berbunga

1

Buah Neem

251120131223-001

Morfologi daun dan buah Neem

Kegunaan:

Salah satu kelebihan Neem adalah ia mampu berfungsi sebagai kontrol OPT pertanian, sebagai pestisida alami, mengontrol OPT tanpa membahayakan tumbuhan, hewan dan manusia. Beberapa ahli entomologi mutakhir menyimpulkan Neem memiliki keampuhan mengontrol OPT  dalam menuju era baru yang aman.

Adanya senyawa azadirachtin, mempengaruhi metamorfose larva. Ia membiarkan larva hidup berkembang menjadi pupa, yang sampai mati tidak dapat menghasilkan keturunan (mandul).

Senyawa Neem lain, salannin, mempunyai daya repellent, yang mengontrol banyak insek sebelum merusak tanaman.

Langkah ke Depan:

Bila Neem ditempatkan sejajar dengan masalah  global lainnya (erosi, desertifikasi, deforestrasi, dan lambat laun menyangkut peningkatan populasi penduduk) maka sudah pada tempatnya kalau pengembangan terhadap Neem dijadikan salah satu alternatif yang harus dilakukan dalam mengatasi masalah global.

 

251120131221-001

 

 

 

 

 

 

 

*)NEEEM, 1992.  A Tree For Solving Global Problems. Report of an Ad Hoc Panel of the Board on Science and Technology for International Development, National Reaseach Council. National Academy Press, Washington D.C., 139 p.

Lihat pula:  →  http://en.wikipedia.org/wiki/Azadirachta_indica


01 NovSOIL-Aeroponic Culture

 

1

 

BUDIDAYA AEROPONIK

(AEROPONIC CULTURE)

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Kalau kita perhatikan tanaman anggrek, kita akan heran bagaimana tanaman ini bisa tumbuh dan berbunga indah tanpa ada medium tumbuh akar yang cukup? Akar dan tajuk tumbuh baik dan bahkan bertahan lama tanpa tampak ada suplai nutrisi dan air secara rutin?

Budidaya anggrek dan tanaman sejenis (misalnya:  simbar menjangan, dan lain-lain), tergolong budidaya aeroponik (Aeroponic culture) → lihat: soil-budaya-tomat-tanpa-tanah/ ;  yang ditekuni dan dikembangkan oleh banyak penggemar atau hobeis (bahkan ada komunitas hobeis tanaman anggrek, seperti PAI – Perhimpunan Anggrek Indonesia).

Anggrek, tergolong jenis tumbuhan epifit (epiphyte), hidup melekat pada cabang atau batang pohon, tumpukan arangpecahan bata atau pot tanahpotongan pohon pakis, dan lain-lain;  meskipun ada jenis anggrek yang tumbuh pada medium tanah (anggrek tanah). Akar tanaman anggrek disebut akar lekat dan akar hawa, yang berfungsi sebagai alat memperkuat tegak batang dan sekaligus menyerap udaraair dan unsur hara.

Tanaman anggrek termasuk juga golongan xerohytic (serofitik), dicirikan oleh morfologi batang dan daun yang menebal dan mengandung air, memungkinkan tumbuhan ini bisa bertahan lama di lingkungan tanpa suplai air atau air hujan cukup.

Namun, kelembaban udara yang tinggi akan sangat membantu suplai air bagi kebutuhan hidup tanaman anggrek;  anggrek tumbuh baik pada pohon-pohon di rawa, tepi sungai atau tepi kolam.

Dalam budidaya aeroponik, suplai hara dan air hanya mengandalkan semprotan (spraying) tajuk dan/atau akar, dengan interval waktu cukup panjang (hitungan hari atau minggu);  aeroponik efisien/hemat air dan unsur hara.

 

2

3

3b

4

Trubus akar dan tajuk tumbuh segar dalam pot hanya berisi pecahan bata atau pecahan pot tanah

4

Suplai air dan unsur hara cukup melalui semprotan (spray) pada interval waktu cukup panjang (beberapa hari atau minggu)

5

 Sistim perakaran lebat, kanopi daun lebar dan tebal, mendukung tumbuh bunga berukuran cukup besar (medium atau king size)

6

Anggrek tumbuh baik di seputar pot teratai (kelembaban udara tinggi)

 

Budidaya aeroponik, hemat tenaga dan biaya dengan hasil yang “INDAH”!

 

27 OctSOIL-Budidaya Tomat Tanpa Tanah

 


1

 

BUDIDAYA TOMAT TANPA TANAH

(TOMATO SOILLESS CULTURE)

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Anda punya keinginan untuk memperoleh keuntungan melalui usaha budidaya tomat tanpa tanah?

Bila iya, metode budidaya tanpa tanah bisa memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan budidaya sistim tanah!

Hal yang menyenangkan adalah sistim ini lebih mudah dikontrol (baik medium maupun OPT).

Tanaman tanpa tanah bisa ditumbuhkan dalam kantong plastik polietilen UV  (kapasitas 2 – 5 galon) sebagai wadah medium yang diberi larutan nutrisi melalui irigasi tetes (drop irrigation). Kantong polietilen harus tebal dan kuat agar dapat bertahan selama masa pertumbuhan (bisa diperoleh di toko pertanian).

Medium terlebih dulu dipasteurisasi agar tidak terserang OPT.

Bahan medium bisa berupa gambut/vermiculite, serbuk gergaji, rockwool, sekam padi, kulit pinus, sekam kacang, atau campuran salah satu dari mereka.

Budidaya dalam polibag cocok untuk tanaman tegak dan menjalar seperti tomat, mentimun, dan paprika.

Beberapa kendala yang mungkin ditemui antara lain yaitu:  pengendapan senyawa dalam larutan atau bocor dan mencemari lantai rumah kaca. Alternatif solusi:  menyiapkan formulasi khusus campuran pot organik.

Lihat:  →  http://www.douggreensgarden.com/containertomatogardening.html

 

11

 

Skema Budidaya Tanpa Tanah

 

1

3

4

7 (2)

6

7

8

10

Tampilan Tanaman Tomat pada Budidaya Tanpa Tanah

(Google images)

  

Budidaya Tanaman Tanpa Tanah, pilihan Usaha Menguntungkan!

 

01 MaySOIL-Dampak Letusan Gunung Berapi

    

 

DAMPAK LETUSAN GUNUNG BERAPI

 

Survei Pendahuluan

 

Usaha Penanggulangan Dampak Letusan Gunung Kelud

 

Kediri – Blitar – Jawa Timur

 

sebelum anak kelud lahir[1]

Foto-foto: Syekhfani

Kondisi:  Lokasi Bahaya I, II, III, IV, Daerah Aliran Lahar

  • Dari aspek tanah, letusan gunung Kelud di suatu pihak dapat menyebabkan kerusakan karena sifat kesuburan tanah  meliputi fisik, kimia, maupun biologi mengalami perubahan. Di lain pihak dapat menguntungkan segi-segi kesuburan tanah berupa  tambahan bahan pasir atau debu yang mengandung unsur hara.
  • Agar bahan pasir atau debu tidak hilang terangkut oleh air dan/atau angin, maka diperlukan tindakan-tindakan konservasi.
  • Diperlukan pula penelitian-penelitian lebih detail dari aspek status perharaan, biologi, dan konservasi tanah dan air untuk tujuan reklamasi jangka pendek.

 

Hasil Pengamatan Visual di Lapang (survei)

 

1

 Lokasi Bahaya I (dekat puncak)

4

Tanaman kopi (Coffea sp.)

5

Tanaman coklat (Theobroma cacao)

2

Glirisidia (Glyricidia sepium)

3

Flemingia (Flemingia congesta)

 Lokasi Bahaya I

  • Secara visual tampak bahwa areal di seputar puncak menunjukkan tingkat kerusakan paling besar.
  • Vegetasi hutan dan juga perkebunan (kopi dan cengkeh) rusak total, tanpa daun; tinggal batang serta cabang cabang besar.
  • Kerusakan mencapai 85-100 % daun terbakar.
  • Timbunan material mencapai 40 cm berupa bahan pasir kasar dan batu koral yang bertebaran di bagian permukaan tanah.
  • Di lokasi datar, dijumpai lapisan berdebu yang cukup tebal di permukaan (kurang lebih 2 cm), meskipun dari informasi yang diterima telah terjadi hujan lebat beberapa kali.
  • Tampak tanaman berdaun lebar mempunyai kepekaan lebih tinggi; misalnya: pohon kopi yang sama sekali gundul.
  • Tanaman pelindung dari jenis lamtoro (Leucaena leucephala) dan  glirisidia (Gliricidia sepium) relatif tahan dan masih menunjukkan pertumbuhan normal meskipun warna daun menampakkan gejala difisiensi nitrogen.
  • Jenis tanaman lain yang tahan adalah Flemingia congesta yang masih tumbuh segar tanpa perubahan warna.

 

6

 Lokasi Bahaya II (perkebunan, pemukiman)

 Lokasi Bahaya II

  • Di kawasan  ini timbunan  material mencapai ketebalan 20 – 30 cm.
  • Vegetasi kebanyakan masih tanaman perkebunan dan sedikit tanaman pekarangan (kelapa, rambutan, pisang).
  • Kerusakan tanaman kopi dan coklat yang berdaun lebar masih cukup parah meskipun tidak sampai gundul.
  • Daun daun tua masih bertahan tetapi daun muda rusak dan gugur.
  • Besar kerusakan antara 50-75 %.
  • Kondisi perakaran tanaman seperti pada lokasi bahaya I, tapi tanaman kopi, coklat dan cengkeh mulai tumbuh tunas-tunas baru.
  • Kawasan perkebunan di Lokasi Bahaya II ini masih hijau, namun untuk pemulihan  secara maksimal  dibutuhkan  cara-cara yang tepat dalam hal perbaikan  kondisi tanah dan air.

7

   Lokasi Bahaya III (perkebunan, pemukiman)

Lokasi Bahaya III

  • Di sini timbunan material mencapai ketebalan 10-20 cm.
  • Kawasan relatif datar dan didominansi oleh areal tanaman pangan, terutama sawah.
  • Vegetasi lain meliputi kopi, coklat dan tanaman pekarangan (kelapa, rambutan dan lain-lain).
  • Besarnya kerusakan meliputi 30-40 %.
  • Permasalahan utama selain timbul materi yang masih cukup tebal, juga tersumbatnya saluran-saluran irigasi sehingga air tidak dapat dialirkan ke sawah.
  • Menurut informasi dari pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan, tanaman padi sawah yang pada saat letusan berada pada ke fase berbunga, tidak mengalami hambatan untuk pengisian biji dan tampaknya panen masih bisa dilaksanakan, asalkan turun hujan.
  • Akan tetapi tanaman padi yang pada saat letusan masih berada pada fase vegetatif sangat menderita akibat kekurangan air dan tampaknya panen sama sekali tidak dapat diharapkan.
  • Pihak Perkebunan Penataran (coklat) tampaknya berusaha untuk mengatasi masalah timbunan  materi dengan jalan membuka timbunan di seputar tajuk  pohon.

  9

Pemukiman – padi sawah (Oryza sativa) – fase vegetatif

8

Pemukiman – padi sawah (Oryza sativa) – fase pemasakan

 Lokasi Bahaya IV

  • Timbunan  materi  hanya berkisar antara 5-10 cm.
  • Vegetasi terutama tanaman semusim (padi dan lain-lain) dan tanaman pekarangan.
  • Padi sawah  pada  kawasan  ini tidak banyak terpengaruh oleh letusan; tetapi tanaman berdaun lebar seperti pisang, kelapa, masih dipengaruhi.
  • Saluran-saluran irigasi masih mudah untuk difungsikan  dan air dapat  mengalir  ke  petak-petak  sawah.
  • Tanaman  padi sawah yang pada saat letusan  berada pada fase vegetatif  dapat terus tumbuh ke fase generatif dan panen tampaknya masih tetap dapat di peroleh secara normal.

  Lokasi Aliran Lahar

  • Lokasi yang terkena aliran lahar, terutama  untuk lahan sawah  cukup  menderita karena sebagian tanaman  padi hanyut terbawa arus.
  • Tanaman padi yang tidak hanyut memperoleh timbunan bahan-bahan material pasir,debu dan batu-batu kerikil sampai koral yang cukup tebal.
  • Di samping itu tampak  pula adanya  timbunan  bahan-bahan organik berupa sisa-sisa cabang dan ranting pohon yang ikut hanyut.
  • Petak sawah yang tidak tertimbun memperoleh limpahan  materi  halus berupa debu atau lempung.
  • Diduga  pengikisan permukaan tanah sepanjang aliran  lahar menyebabkan ikut terkikisnya liat yang kemudian bercampur dengan debu.
  • Hal  menarik  di jumpai pada lokasi sawah yang mendapat timbunan ini adalah bahwa akar tanaman padi dijumpai dalam jumlah banyak di lapisan material.
  • Diduga akar tanaman tumbuh ke atas karena ada rangsangan tertentu di lapisan material tersebut.

  

 Kesimpulan

  • Dari hasil survei ini dapat disimpulkan bahwa lahan bekas letusan Gunung Kelud perlu diperbaiki baik dari segi tanah maupun tanaman, sesuai dengan tingkat kerusakannya agar fungsi lahan dapat dipulihkan.
  • Bahan timbunan berupa pasir dan debu memberikan kontribusi terutama unsur P dan S.  Agar bahan masukan ini tidak hilang melalui erosi, maka diperlukan tindakan konservasi.

 

→ Baca:   Laporan Survei Lengkap

 

19 AprSOIL-Flora Daerah Aliran Sungai (DAS)

DAS  –  PENGGUNAAN  –  VEGETASI

 

 Atas – Tengah  –  Bawah

Kawasan (contoh):   Gunung  Semeru, Jawa Timur

(Surveyor:  Syekhfani)

 

imagesCAL83M33

Sumber Air - Gunung

HULU (1)

DAS Hulu

imagesCA7ZJHMZ

DAS Tengah

HILIR

DAS Hilir

  •  Sungai, adalah lambang kehidupan. Ada sungai berarti ada kehidupan, makin besar sungai makin banyak air yang dapat digunakan.
  • Kawasan DAS dimanfaatkan oleh manusia untuk kehidupan:   lahan pertanian, pemukiman, jalan raya, dan lain-lain.
  • Namun, apabila air terlalu besar (banjir), bisa berdampak negatif:   terjadi penggerusan tepi, penghanyutan dan perusakan vegetasi, lahan pertanian, jalan raya, dan bahkan pemukiman.
  • Oleh sebab itu kawasan DAS perlu dijaga, dipelihara dan bahkan diperbaiki agar selalu berfungsi optimal.
  • Sungai bersumber dari hulu (gunung) dan berakhir di muara (laut);  sepanjang alirannya selalu dinamis dan terjadi perubahan-perubahan.
  • Daerah aliran sungai (DAS), menghasilkan vegetasi Flora yang beragam, berbeda jenis dan populasi di hulu, tengah dan hilir.
  • Pengenalan terhadap Flora (dan juga fauna) penting dilakukan untuk mengetahui sifat dan ciri kehidupannya, agar dapat melakukan upaya pelestariannya, termasuk untuk pembudidayaan.

  

Deskripsi lengkap lihat:  Daerah Aliran Atas

22 MarSOIL-Fitoremediasi

  

PENCEMARAN TANAH DAN AIR – LOGAM BERAT – REMEDIASI

 

Tanaman Remediator:  Tidak dimakan  – Tidak mengganggu kesehatan

 

 

 Pencemaran lahan terjadi dari kegiatan penambangan, pertanian, limbah pabrik, limbah pemukiman, limbah kota, timbunan sampah, dan sebagainya.

  •  Pencemaran bisa berupa gas, cair, dan padat, masuk ke lahan mencemari tanah, air, tanaman, hewan dan manusia.
  •  Pencemaran bersifat langsung atau tidak langsung berdampak kepada kehidupan tumbuhan, binatang, atau manusia.
  • Upaya mengatasi pencemaran meliputi pencegahan (preventif) atau penganggulangan (kuratif).
  • Lahan tercemar dibersihkan (sanitasi)  menggunakan berbagai cara misalnya bahan “pengondisi tanah” atau “remidiasi” dengan bantuan tanaman (Fitoremidiasi).
  • Fitoremeditor bersifat toleran terhadap kandungan logam berat tinggi (akumulator logam – “metal accumulator”).
  • Fitoremidiator tidak boleh dimakan atau digunakan untuk keperluan yang menyangkut kesehatan.
  • Dapat digunakan untuk bahan baku industri kerajinan rumah tangga (handy craft).
  • Contoh jenis tanaman untuk fitoremidiasi:

 

 

Pencemaran Lahan Upland (lahan kering)

   

 vetiveria-zizanioides[1]

  

Akar wangi- Vetiveria zizanioides (L.) Nash – Poaceae.  Akar wangi adalah sejenis rumput abadi dengan kemampuan adaptasi ekologis yang kuat dan produktivitas biomas yang besar, mudah dikelola dan tumbuh dalam kondisi tanah berbeda, merupakan fitoremediator ideal untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Akar wangi mampu tumbuh pada lahan yang terkontaminasi logam berat: bekas tambang maupun bekas minyak, dan mampu mengakumulasi logam dalam konsentrasi yang tinggi (J. Purwani Balai Penelitian Tanah).   Link:  Akar wangi

 

Pencemaran Lahan Lowland (lahan tergenang)

  

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Purun tikus  - Eleocharis dulcis – Cyperaceae -  merupakan tumbuhan khas lahan rawa. Tanaman air ini banyak ditemui pada tanah sulfat masam dengan tipe tanah lempung atau humus dengan pH 6,9 – 7,3, tetapi juga mampu tumbuh dengan baik pada tanah masam.  Purun tikus ditemukan di daerah terbuka di lahan rawa atau daerah persawahan yang tergenang air, pada ketinggian 0 – 1.350 m di atas permukaan laut;  tumbuh baik pada suhu 30 − 35°C dan kelembapan tanah 98 – 100%.  Link:  Purun-tikus

 

Pencemaran Air (waduk, rawa)

 

 10092009036-001[1]

 

Eceng gondok atau enceng gondokEichhornia crassipes – Pontederiaceae.  Indikator kondisi tergenang, air mengalami eutrifikasi, kaya unsur hara.  Dijumpai di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).  Link:  Eceng-gondok

Kerajinan industri rumah tangga (handy craft).  Link:  Pangrajin-anyamam-bahan-enceng-gondok 

 

19 MarSOIL-Bahan Baku Pupuk Organik

 

SISA  PRODUK  TANAMAN  POTENSIAL

 

Limbah Berlimpah – Berdaya Guna – Perlu Teknologi Pupuk

 

1

2

3

4

Kulit buah, Sabut, Tempurung dan Pelepah Tanaman Kelapa - Cocos nucifera L. – Palmae. Tanaman kelapa adalah komoditi dominan di Indonesia sebagai negara kepulauan iklim tropis. Tanaman ini dikenal sebagai pohon “serba guna” karena hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Produk utama yang langsung digunakan adalah daging buah kelapa. Sisanya berupa kulit, sabut dan tempurung seringkali dibuang, atau digunakan untuk beberapa kepentingan, misalnya bahan bakar, bahan baku industri kecil rumah tangga atau produk lain. Bahan sisa produksi seringkali disia-siakan, meski banyak mengandung unsur hara makro (terutama kalium), dan juga unsur-unsur P, Ca, Mg, serta unsur mikro. Jumlah berlimpah, bila ditangani dengan efisien dan serius berpeluang untuk dijadikan pupuk organik yang saat ini merupakan alternatif pupuk akrab lingkungan. Selain buah, bagian pohon potensial untuk bahan baku pupuk organik adalah pelepah daun dan tandan kosong (setelah diambil buahnya, atau tandan bunga yang tidak jadi buah).

5

Tandan kosong Tanaman Kelapa SawitElaeis guineensis Jacq – Palmae. Kelapa sawit merupakan komoditi perkebuan besar (estate), meskipun ada sebagian masyarakat yang dilibatkan oleh industri perkebunan sebagai kebun “plasma”. Oleh pihak perkebunan, hampir semua sisa produk dimanfaatkan sesuai kepentingan, misalnya bahan bakar, pupuk, atau lain-lain. Selain biji untuk minyak, sisa produksi seperti kulit buah, pelepah, daun, tandan, dan lain-lain, dapat difungsikan sebagai bahan baku pupuk organik seperti halnya pada tanaman kelapa.

 

6

Kulit Buah KakaoTheobroma cacao L. – Sterculiaceae. Komoditi kakao atau coklat dibudidayakan secara perkebunan (estate) bersama komoditi lain seperti kopi, cengkeh, panili, dan lain-lain, meski ada sebagian masyarakat mengusahakan dalam skala kecil di pekarangan atau kebun sekitar rumah. Produk kakao berupa biji dapat diolah secara sederhana tanpa membutuhkan teknologi atau alat khusus. Kulit buah biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau ditumpuk sebagai kompos. Kulit buah ini mengandung unsur hara esensial makro maupun mikro, yang bila dikembalikan ke kebun merupakan proses daur ulang untuk mempertahankan kesuburan tanah.

7

Kulit Buah Kopi – Coffea spp. – Rubiaceae. Seperti halnya kakao, tanaman kopi merupakan komoditi perkebunan (estate) dan dibudidayakan masyarakat sebagai kopi rakyat yang cukup luas dan lama (tradisional turun temurun). Pengolahan buah kopi juga sederhana, hanya menggunakan alat pelepas kulit; biji di jemur dan dijual pada kadar air tertentu. Kulit buah umumnya ditumpuk dan dikembalikan ke kebun sebagai pupuk. Kulit kopi potensial sebagai bahan baku pupuk organik, bila diproses dengan baik.

 

8

Kulit Buah PisangMusa spp. – Musaceae. Buah pisang dikonsumsi dalam bentuk buah segar, kripik, atau dijadikan bahan pembuat kue pisang. Penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang sebenarnya masih mengandung unsur nutrisi yang cukup banyak, hanya saja tidak pernah dikonsumsi, kecuali untuk pakan ternak. Oleh sebab itu, bila dijadikan pupuk organik akan menambah suplai unsur hara bagi tanaman.

 

9

Kulit Buah NangkaArtocarpus heterophyllus Lam. – Moraceae. Nangka tergolong buah ukuran besar (jack fruit) dan merupakan buah musiman yang banyak disenangi masyarakat. Bagian buah yang dikonsumsi hanya daging buah, bagian lain seperti kulit, jaring buah dan biji tidak, kecuali untuk pakan ternak; atau dijadikan pupuk dan dikembalikan ke lahan. Bahan sisa ini potensial dijadikan bahan baku pupuk organik, meskipun masih memerlukan penelitian teknologi pembuatan.

 

10

Kulit Buah DurianDurio zibethinus Murr. – Bombacaceae. Meski terdapat pro kontra sebagian masyarakat terhadap durian, namun konsumen penggemar durian tetap cukup banyak. Setiap musim durian tiba, pedagang selalu laris. Ada konsumen menyantap durian di tempat dan ada yang dibawa pulang ke rumah. Kulit buah durian bertumpuk dan kontras dengan buah utuh di sekitarnya. Diketahui, kulit durian banyak manfaatnya ditinjau dari berbagai bidang, obat-obatan hingga bahan makanan. Kulit durian mengandung unsur hara esensial makro, terutama kalium. Oleh sebab itu, bahan ini berpotensi untuk dikembang sebagai bahan baku pupuk organik.

 

20 FebSOIL-Plasma Nuthfah I

 

 

PLASMA NUTHFAH – BUAHAN TROPIKA (INDONESIA) – DIMAKAN (EDIBLE)

 1

lihat Sumber (NASA): Durian - Durio zibethinus Murr. – Bombacaceae – buah (masak)

2

Durian - buah (masak) dibelah - longitudinal

3

lihat Sumber(Pusri)Mangga (Mango) – Mangifera spp. – Aanardiaceae – buah di pohon (tua)

4

Mangga (Mango) - buah (masak) dipotong – longitudinal section

5 (2)

Kemang – Mangifera caesia Jack – Aanardiaceae – buah (mentah) di pohon

5

Kemang – buah (masak)

6

Kemang – buah (masak) dikupas – longitudinal

7

lihat Sumber (Pusri): Manggis (Mangosteen) – Garcinbia mangostana L. – Guttiferae – buah di pohon (mentah)

8

Manggis - buah (masak)

9

Manggis – buah (masak) dipotong - cross section

10

Sawo (Chicu) - Manilkara achhras Fosberg – Sapotaceae – buah di pohon (mentah)

11

Sawo – buah (masak) dibelah – longitudinal section

12

Kesemek (Passionfruit) - Passiflora spp. – Passifloraceae – buah di pohon (masak)

13

Kesemek – buah (masak) dibelah – longitudinal section

14

14 (2)

Gandaria – Bouea macrophylla Griff. – Aanacardiaceae – buah di pohon (masak)

15

Gandaria – buah (masak) dibelah – longitudinal section

16

lihat Sumber (Pusri): Kedondong (Hogplum) – Spondias cytheria Sonn. – Aanacardiaceae – buah di pohon (mentah)

17

Kedondong (Hogplum) - buah di pohon (mentah)

18

Kedondong (Hogplum) – buah (masak) – biji (daging buah telah dikonsumsi)

19

lihat Sumber (Pusri): Jambu Mente (Cashewnut) - Anacaedium occidentale L. – Anacaediaceae – buah di pohon (masak)

20

Jambu Mente (Cashew nut) - buah (masak)

21

lihat Sumber (Pusri): Salak – Salacca edule L. – Palmae – buah di pohon (masak, tua dan muda)

22

Salak - buah (masak) dipotong – cross dan longitudinal section

24

lihat Sumber (Pusri): Belimbing (Starfruit) - Averrhoa spp. – Oxalidaceae – buah di pohon (mentah)

23

Belimbing - buah di pohon (masak)

25

Terong Belanda – Solanum betaceum – Solanaceae – buah di pohon (masak)

26

Terong Belanda – buah di pohon (masak)

27

Terong Belanda – buah (masak) dibelah – longitudinal section

28

Sukun - Artocarpus spp. – Moraceae – buah (mentah) di pohon

29

Sukun – buah muda (mentah)

29 (2)

Sukun - buah tua (mentah)

30

Sukun - buah (mentah) dipotong – longitudinal section

31

Kluwih - Artocarpus spp. – Moraceae – buah muda di pohon (mentah)/biji (berkecambah)

Capture

Kluwih - buah muda (mentah) dibelah – longitudinal section

32

lihat Sumber (Pusri) : Nangka (Jackfruit) - Artocarpus heterophyllus Lam. – Moraceae – buah di pohon (mentah)

33

Nangka – buah dibelah (masak) – longitudinal section

34

Cempedak – Artocarpus champeden Spreng – Moraceae – buah (masak) dipotong - longitudinal section

35

Markisah - Markisah – Passiflora edulis Sims – buah di pohon (mentah)

36

Markisah - buah di pagar (mentah)

37

Markisah - buah (masak) dibelah – longitudinal section

38

lihat Sumber (Pusri): Jambu Plastik (Jambu Air) - Eugenia aquea Burm – Myrtaceae – buah di pohon (masak)

39

Delima (Pomegranate) - Punica granatum L. – Punicaceae – buah di pohon (masak)

40

Delima - buah dibelah (biji)

41

lihat Sumber (Pusri): Rambutan – Nephelium lappaceum L. – Sapindaceae – buah di pohon (mentah)

42

Rambutan – buah (masak)

43

Rambutan – buah (masak) dipotong - cross section

44

lihat Sumber (BPP Teknologi): Duku – Lansium domesticum Corr – Meliaceae – buah di pohon (masak)

45

Duku – buah (masak) – dikupas longitudinal

46

Alpokat (Avocado) -Persea gratissima Gaertn. – Lauraceae – buah di pasar (mentah)

47

Alpokat – buah (masak) – longitudinal section

48

Sirsak (Soursop) - Anona muricata L. – Anonaceae – buah di pohon (mentah)

49

Sirsak - buah (masak) – longitudinal section

51

Srikaya/Custardapple -Annona squamosa L. – Anonaceae – buah di pohon (mentah)

50

Srikaya – buah di pohon (masak)

52

Srikaya – buah (masak) dicuplik – vertical section

53

lihat Sumber (Pusri): Jambu Biji – Zachras saphota L. – Myrtaceae/Anacardiaceae – buah di pohon (masak)

54

Jambu Biji – buah (masak)- cross section

55

lihat Sumber (Pusri): Pisang (Banana) - Musa spp. – Musaceae – buah (masak) – kupas kulit

56

lihat Sumber (Pusri): Pepaya (Papaya) - Carica papaya L. – Caricaceae – buah (masak) dibelah – longitudinal section

57

lihat Sumber (Pusri): Nanas (Peanapple) - Ananas comusus Merr. – Bromeliaceae – buah di kebun (mentah)

58

Nanas – buah (masak) dipotong – cross section