Archive for the 'Global' Category

20 SepEfek Positif El-Nino

unduhan

PRODUKSI SPEKTAKULER

Cahaya, Udara, Air, Fotosintesis – Respirasi: OPTIMAL

Syekhfani

Mengapa terjadi produksi spektakuler?

Fotosintesis:

n CO2 + n H2O → n (CHO) + Energi + O2

Terjadi di waktu siang hari, di mana cahaya matahari mengenai bagian hijau tanaman (daun, batang) dan membentuk Karbohidrat n(CHO) sebagai struktur dasar tubuh tanaman (tajuk, akar).

Respirasi:

n (CHO) → n CO2↑ + n H2O↑

(Evapo-transpirasi → suhu tinggi + angin)

Terjadi di malam hari (→ reaksi gelap), (meski di siang hari bisa juga terjadi, → reaksi terang), di mana Karbohidrat n(CHO) yang terbentuk, diubah menjadi CO2 dan air.

Selisih produk Fotosintesis dan Repirasi, menghasilkan Fotosintesis Bersih (Net Fotosintesis), yaitu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Pada kondisi cahaya matahari diterima tanaman maksimal, yang diikuti penyediaan air yang cukup, maka akan dihasilkan produksi tanaman spektakuler (berlimpah).

Hal ini tampak sebagai suatu pengaruh positif Al-Nino, apabila saat musim kemarau panjang bisa disediakan suplai air yang cukup.

10 SepMulti Complex Effect

El-Nino 1997-1998

El-Nino 1997-1998

EL-NINO: SUHU, KELEMBABAN, CAHAYA

Evapo-transpirasi – Serapan hara – Fotosintesis

Syekhfani

El-Nino?

Berbagai faktor cuaca berkaitan dengan efek El-Nino, tidaklah berdiri sendiri, namun berkaitan satu sama lain dan tidak dapat terpisahkan.

Cahaya penuh, menyebabkan suhu tinggi dan evapo-transpirasi meningkat. Selanjutnya, diikuti oleh peningkatan serapan unsur hara.

Selanjutnya, bila proses fotosintesis normal, maka pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman akan menjadi optimal.

Akhirnya akan didapatkan hasil yang “memuaskan”.

Fakta yang dihadapi adalah: air menjadi factor pembatas (limiting factor)…

Oleh karena itu, kata kunci keberhasilan untuk mengatasi efek El-Nino adalah: “Kecukupan suplai Air”.

Fakta implikasi:

Postingan tentang “El-Nino” yang lalu:

Lihat:

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/27/pertumbuhan-umbi-perdu-dan-anggrek/

1. Pertumbuhan Umbi, Perdu dan Anggrek

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/22/perkembangan-stroberi-dalam-pot/

2. Perkembangan Stroberi dalam Pot

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/10/dampak-el-nino/

3. Dampak El-Nino

Berkaitan dengan ulasan di atas.

27 AugPertumbuhan Umbi, Perdu, dan Anggrek

EFEK EL NINO?

Segar. Tegar, dan Bugar

Syekhfani

Masih pengamatan terhadap efek suhu tinggi, hembusan angin, dan kelembaban rendah yang diduga akibat pengaruh El Nino, penulis merekam gambar-gambar tiga jenis vegetasi tanaman koleksi di kebun halaman samping, sebagai berikut:

Tanaman Umbi:

Amarilis Merah (kuncup)

1. Kuncup Amarilis Merah

2. Kuncup Amarilis Merah

Kuncup (Jelang Mekar) Amarilis Merah

3. Kuncup     (Jelang Mekar) Amarilis Merah

Tanaman Perdu/Pohon:

3. Lantana Mix (perdu)

3. Lantana Mix (perdu)

4. Lantana Mix (kembang dan buah)

4. Lantana Mix (kembang dan buah)

5. Walisongo (perdu hingga pohon)

4b. Walisongo

Tanaman Anggrek:

5. Anggrek Menjuntai (kembang)

5. Anggrek Menjuntai (kembang)

6. Anggrek Menjuntai (kuncup)

6. Anggrek Menjuntai (kuncup)

Ketiga jenis tanaman hias di atas menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang menarik dan indah.

Terkesan: Segar, tegar dan bugar!

22 AugPerkembangan Stroberi Dalam Pot

AGUSTUS 2015

Pengaruh Elnino?

Syekhfani

Setelah menjelang bulan September, musim hujan belum juga meyakinkan akan datang, maka pertanyaan yang muncul: adakah efek kemarau panjang (Elnino?) terhadap perkembangan tumbuh tanaman stoberi dalam pot di kebun halaman rumah?

Pertanyaan ini menggugah penulis untuk mengamati dan membuat gambar.

Hasilnya, seperti disajikan berikut:

a. 2-8-2015

a. 02-8-2015

b. 10-08-2015

b. 10-08-2015

c. 10-08-2015

c. 10-08-2015

d. 10-08-2015

d. 10-08-2015

e. 10-08-2015

e. 10-08-2015

f. 10-08-2015

f. 10-08-2015

Awal Agustus (buah matang dipanen)

a. 18-08-2015

a. 18-08-2015

b. 21-08-2015

b. 21-08-2015

c. 21-08-2015

c. 21-08-2015

d. 21-08-2015

d. 21-08-2015

e. 21-08-2015

e. 21-08-2015

f. 21-08-2015

f. 21-08-2015

Pertengahan Agustus (buah matang dipanen)

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/08/10/dampak-el-nino/

10 AugDampak El Nino?

BILA CUKUP AIR

Tanaman di Kebun Tumbuh Spektakuler

Syekhfani

Di Malang, Jawa Timur (tempat tinggal penulis), saat ini, tercatat data cuaca*:
-Suhu udara 17-28oC.
-Suhu harian 25oC.
-Hujan, mungkin terjadi 50%.
-Awan, jarang-jarang terjadi.

Pada keadaan cuaca panas terik kadang-kadang diikuti hembusan angin, maka air sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh normal.

Mendung tampak akan menghasilkan hujan, ternyata angin menghalau awan mengandung air dan hanya rintik-rintik sebentar. Setelah itu, cuaca terang kembali.

Harapan tanaman memperoleh air hujan, hanya merupakan angan-angan.

Bila air cukup, meski perlu banyak dengan konsekuensi biaya, tenaga maupun waktu, maka hasilnya luar biasa.

Tanaman pohon, perdu dan rumput; buahan, sayuran maupun hiasan, produksi berlimpah dan menarik.

Berikut, gambaran keadaan tanaman koleksi penulis di halaman rumah:

1. Nangka (pohon)

1. Nangka (pohon)

1b Nangka (buah batang)

2b. Nangka (buah batang)

2a. Nangka (buah dahan bawah)

2c. Nangka (buah dahan bawah)

2b. Nangka (buah dahan atas)

2d. Nangka (buah dahan atas)

2b. Nangka (buah ranting)

2e. Nangka (buah ranting)

2e. Nangka (buah hampir matang)

2f. Nangka (buah hampir matang)

3. Delima Merah

3. Delima Merah

4. Pucuk Merah

4. Pucuk Merah

5. Melati

5. Melati

6. Lantana

6. Lantana

7. Lantana

7. Lantana (plus tawon)

8. Asoka Jambon

8. Asoka Jambon

9. Asoka Merah muda

9. Asoka Merah muda

10. Asoka Kuning

10. Asoka Kuning

11. Adenium Sembur

11. Adenium Sembur (pohon)

12. Adenium Sembur

12. Adenium Sembur (kembang)

13. Azalea Sembur

13. Azalea Sembur

14. Anggrek Tanah

14. Anggrek Tanah

15. Gloxinia

15. Gloxinia

16. Tapak Dara Merah muda

16. Tapak Dara Merah muda

17. Tapak Dara Jambon

17. Tapak Dara Jambon

18. Kembang Kertas Merah muda

18. Kembang Kertas Merah muda

19. Stroberi

19. Stroberi

Catatan perlakuan pada tanaman:
- Disiram air leding pagi atau sore, sesuai kebutuhan.
- Diberi perlakuan pupuk kompos (Bokashi) dan pupuk daun.
- Disebar cacing tanah.

*Android Samsung (HP)

27 JunTropical Rainforest (CEF)

Posted by: CEF-CONCERVE ENERGY FUTURE

Tropical-Rainforest

Rainforest is described as tall, hot and dense forest near the equator and is believed to be the oldest living ecosystems on Earth which gets maximum amount of rainfall. If you don’t know too much about tropical rainforests, then you will probably be surprised to find that there are a few little known facts out there about them.

This type of habitat is very different, in comparison to many of the other habitats that you are used to being around. Here you will find some important facts about the tropical rainforest that you may not have known previously.

Below are 35 facts on Tropical Rainforests:

Fact 1: Rainforests only cover around 2 percent the total surface area of the Earth, but really about 50 percent of the plants and animals on the earth live in the rainforest.

Fact 2: Rainforests are the forests that receive high amount of rainfall.

Fact 3: You can find rainforests in many countries, not just in South America. They can be found in Alaska and Canada, as well as Asia, Africa and Latin America.

Fact 4: Rainforests are found on all of the different continents, except for Antarctica because it is far too cold there for the environment to be conducive.

Fact 5: There are two different types of rainforests, and they include both temperate and tropical. The tropical rainforests are the ones that are most commonly found around the world.

Fact 6: Rainforests help to regulate the temperatures around the world and the weather patterns as well.

Fact 7: A fifth of our fresh water is found in tropical rainforests, the Amazon Basin to be exact.

Fact 8: Rainforests help to maintain our supply of drinking water and fresh water, so they are critical in the sustainability of the earth.

Fact 9: About 1/4 of natural medicines have been discovered in rainforests.

Fact 10: Within four square miles of tropical rainforest, you will find 1500 flowering plant species, 750 types of trees, and many of these plants can be helpful in combating cancer.

Fact 11: 70% or more of the plants that are used to treat cancer are found only in the tropical rainforests on the planet.

Fact 12: Over 2000 types of plants that you find in the rainforest can be used to help aide in cancer treatment because they have anti cancer properties.

Fact 13: The Amazon rainforest is the largest tropical rainforest in the world.

Fact 14: Less than one percent of the species of plants in the tropical rainforests have actually been analyzed to determine their value in the world of medicine.

Fact 15: Rainforests are threatened each and every day, especially by practices such as agriculture, ranching, logging and mining.

Fact 16: There were around 6 million square miles of rainforest in the beginning, but now because of deforestation, there are really only less than half of that still found in the world.

Fact 17: If the rainforests continue to decline in the way that they have been, then about 5-10 percent of their species will go extinct every ten years.

Fact 18: 90% of the worlds forests are in the underdeveloped or developed countries around the world.

Fact 19: Every second there is part of the rainforest that is cut down. In fact, you probably lose over 80,000 football fields worth of rainforest each and every day.

Fact 20: There are a lot of different types of animals that can be found in the rainforest, and most of them cannot live anywhere else because they depend on the environment of the rainforest for their most basic needs.

Fact 21: About 90% of 1.2 billion people living in poverty worldwide depend on rainforests for their daily needs.

Fact 22: A lot of the oxygen supply that we have throughout the world is supplied by the tropical rainforests, even though they are miles and miles away. This may come as a shock to some people.

Fact 23: The average temperature of the tropical rainforest remains between 70 and 85° F.

Fact 24: Timber, coffee, cocoa and many medicinal products are few of the products produced by rainforests, including those used in the treatment of cancer.

Fact 25: Rainforests are constantly being destroyed by multinational logging companies, land owners and state government to make way for new colonies, industrial units.

Fact 26: Trees in tropical rainforests are so dense that it takes approximately 10 minutes for the rainfall to reach the ground from canopy.

Fact 27: About 80% of the flowers found in Australian rainforests are not found anywhere in world.

Fact 28: More than 56,000 square miles of natural forest are lost each year.

Fact 29: Insects make up the majority of living creatures in the tropical rainforest.

Fact 30: Due to large scale deforestation worldwide, only 2.6 million square miles remain.

Fact 31: A slice of rainforest, approximately equivalent to size of rainforest is destroyed each second which is equivalent to 86,400 football fields of rainforest each day which is equal to 31 million football fields of rainforest each year.

Fact 32: Variety of animals including snakes, frogs, birds, insects, cougars, chameleons, turtles, jaguars and many more are found in tropical rainforests.

Fact 33: At the current rate of depletion, it is estimated that 5–10 percent of tropical rainforest species will be lost per decade.

Fact 34: Most of the tropical rainforests, approximately 57 percent, are located in developing countries.

Fact 35: About 70% of the plants identified by the U.S. National Cancer Institute which can be used in the treatment of cancer are found only in rainforests.

How much money can a solar roof save you in Indonesia?

Roof Space

Profit from your roof space: find local deals on solar in your area, eliminate your power bill, and join the solar revolution.

http://www.conserve-energy-future.com/various-tropical-rainforest-facts.php

Supplement:
In Indonesia known phrase: “Ijo Royo Royo, Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerta Raharja, Emerald of Equator” (Syekhfani)

09 JunBudidaya Ubi jalar

SUMBER KARBOHIDRAT

http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_jalar

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya.

Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi.

Umbi yang siap diolah

Gambar 1. Umbi yang siap diolah

Bunga ubi jalar

Gambar 2. Bunga ubi jalar

Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting.

Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.

Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih diperdebatkan, Papua.

Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia.

Ubi jalar dapat dibudidayakan melalui stolon/batang rambatnya.

Cara menanamnya cukup mudah, dengan mencangkul lahan yang mau ditanami sehingga stolon/batang rambat ubi jalar mudah dimasukkan dalam tanah. Pemeliharaannya cukup mudah.

Ubi jalar akan tumbuh baik bila lahan terkena matahari langsung, dipelihara dari gulma untuk menghindari persaingan unsur hara di sekitar tanaman.

Pemberian pupuk UREA atau pupuk Organik akan menambah hasil panen yang lebih bagus.

Panen ubi jalar dilakukan dengan mencangkul sekitar tanaman, menjaga agar umbi tidak rusak terkena cangkul atau alat pertanian.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/03/28/soil-ubi-lahan-kering/

08 JunHari Lingkungan Hidup Sedunia

WORLD ENVIRONMENT DAY (WED)

Diposkan oleh: Syekhfani

World Environment Day (WED) is celebrated every year on 5 June to raise global awareness to take positive environmental action to protect nature and the planet Earth.

It is run by the United Nations Environment Programme (UNEP).

See: http://en.wikipedia.org/wiki/World_Environment_Day

Simak video “Hari Lingkungan Hidup Sedunia” tersebut berikut:
https://youtu.be/JyL58vlbvgw

Link: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/06/05/anniversary/

05 JunAnniversary

HAPPY WORLD ENVIRONMENT DAY

Posted by: Syekhfani Mohamad Harun

happy world environmental day

These words are for myself:

1. Reduce my energy consumption

2. Save water

3. Plant a tree every year

4. Cycle or walk short distance

5. Use renewable energy resources

6. Carry my own bag when I shop

7. Recycle items I currently throw away but could recycle

8. Use recycled or waste paper for my printer at home

9. Turn off light/computer monitor when I leave a room

10. Always concider alternatives to flying for work travel

11. Buy local seasonal produce where possible

12. Grow my own vegetables, greens or fruits next spring

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

11 MayKapan Keluar Gas Perusak Ozon?

TERBENTUKNYA GAS CO2↑ DAN CH4↑

Syekhfani

Pada postingan terdahulu: lihat → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/03/potensi-oksidasi-reduksi-eh/
Gas karbon-dioksida (karbon-monooksida) – CO2 (CO), terbentuk bila bahan organik (CHO)n mengalami oksidasi (terbakar, dibakar).

Reaksinya:
(CHO)n + O2↑ → (n-1)CO↑ + (n-1)H2↑ → (n-2)CO2↑ + (n-2)H2↑
Gas CO2↑, (CO↑) dan H2↑ tidak akan terbentuk bila sisa bahan organik (sampah, waste product) tidak terbakar atau sengaja dibakar.

Tindakan pembakaran sampah (disengaja), secara langsung merugikan, karena: membantu pemanasan global (global warming) dan menghilangkan sumber pupuk organik (bahan baku kompos).

Gas CH4↑ (methan) mulai terbentuk bila gas CO2↑ (CO↑) tereduksi, yaitu pada Eh ≥ 0.17 mV.
Reaksinya:

Capture

Oleh sebab itu, gas perusak lapisan ozon (methan) hanya akan terbentuk pada kondisi permukaan tanah sangat reduktif, tergenang (submerged) dalam jangka lama seperti halnya rawa, kolam, bendungan, atau air cekungan. Sedang pada kawasan yang mengalami penggenangan dan pengeringan silih berganti (alternate) seperti pada sistem bididaya padi sawah, kondisi reduktif hingga menghasilkan gas CH4 relatif sulit untuk dicapai. Apalagi pada sistem padi sawah di mana air irigasi terbatas dan memerlukan manajemen ketat agar lahan sawah kecukupan air saat pertanaman.

Di Indonesia, lahan sawah tidak tergolong sebagai salah satu penyebab utama kerusakan lapisan ozon (global warming). Lihat Gambar:

09 MayCegah Pemanasan Global!

Gambar Global Warming 2

MANAJEMEN SAMPAH

Syekhfani

Hati-hati menumpuk sampah, salah-salah mendukung laju pemanasan global (global warming).

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/05/pemanasan-global/

Mengapa?

Sampah menumpuk bisa mengalami dua proses: oksidasi dan reduksi yang keduanya bisa menghasilkan gas perusak lapisan ozon.

Oksidasi: dibakar atau terbakar, menghasilkan gas CO2, CO, SO2, dan lain-lain. Dibakar, sengaja dibakar dengan tujuan menjadi abu atau arang dalam mengantisipasi penimbunan berlebihan (eksesif). Terbakar, tidak disengaja, dilakukan oleh bakteri thermotrofik yang mengeluarkan energi panas yang bisa menyebabkan gas yang ada dalam sampah hasil proses reduksi insitu (NH3, CH4, dan lain-lain) terbakar.

Reduksi: ditumpuk, menghasilkan gas methan (CH4) dalam proses fermentasi anaerobik.

Tahukah anda kalau menumpuk sampah menjadi penyebab pemanasan global?
Ini adalah sebuah kenyataan dan banyak orang yang tidak menyadari akan hal tersebut. Sampah yang mengalami fermentasi anaerobik menghasilkan gas metana yang melayang ke udara dan menumpuk di atmosfir bumi. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk karena dapat menyebabkan efek rumah kaca. Gas metana tersebut berkumpul dengan gas-gas lainnya seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, dan uap air yang menjadi perangkap gelombang radiasi sinar matahari.

Lihat: → http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2013/10/penyebab-pemanasan-global.html

Manajemen sampah yang baik dan benar , menghasilkan produksi pupuk organik dan menghambat pemanasan global!

Let’s save our planet!

08 MayPemanasan Global

PEMANASAN GLOBAL OLEH MANUSIA

Posting: pemanasanglobal.blogspot.com

Mungkin saja kita sebagai manusia yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global, pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan selama ini secara tidak kita sadari malah berdampak buruk terhadap global warming. Untuk itu, sudah seharusnya kita mengetahui beberapa penyebab global warming yang bisa dilakukan oleh manusia:

• Pemborosan Energi Listrik, salah satu faktor yang menyebabkan bumi ini semakin panas adalah penggunaan energi listrik yang berlebihan. Kadang kita secara tidak sadar menggunakan energi listrik dengan boros (misalnya menyalakan lampu terus menerus, televisi terus menyala padahal tidak ditonton). Hal tersebut tidak baik karena energi listrik yang kita gunakan bersumberkan dari minyak bumi dan batubara dimana proses pembakarannya juga menghasilkan karbon dioksida yang bisa menyebabkan global warming.

• Penggunaan AC dan Kulkas Secara Berlebihan, seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa AC dan Kulkas yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari mengandung zak kimi yang bernama CFC (ChloroFlouroCarbons). Senyawa CFC ini dapat melayang ke atmosfir bumi dan merusak lapisan ozon. Tentu hal ini merupakan berita yang tidak baik karena dapat merugikan kita. Sinar matahari yang tidak “difilter” terlebih dahulu akan terasa lebih panas, selain itu hal ini juga bisa menyebabkan efek samping seperti penyakit kulit.

• Lebih Senang Menggunakan Kendaraan Bermotor, Dewasa ini orang tentu memilih untuk menggunakan sesuatu (teknologi) agar mempermudah urusan mereka, termasuk menggunakan kendaraan bermotor. Akan tetapi seharusnya kita bisa bijak menggunakan kendaraan bermotor, jangan sampai untuk bepergian yang jaraknya dekat (seperti minimart depan komplek) kita tetap menggunakan kendaraan bermotor. Pilihlah alternatif-alternatif lain yang lebih “Go Green” seperti berjalan kaki ataupun bersepeda.

• Penggunaan Gadget Secara Berlebihan, Saat ini memang manusia tidak bisa lepas dari gadget (komputer, laptop, handphone, dan lain-lain). Tidak salah memang jika kita menggunakan gadget untuk mempermudah pekerjaan kita, akan tetapi sebaiknya kita menggunakan gadget-gadget tersebut secara wajar. Menggunakan gadget secara wajar berarti kita turut mendukung program penghematan listrik yang dicanangkan Pemerintah saat ini. Menghemat listrik berarti kita berusaha untuk mengantisipasi agar global warming tidak semakin parah.

• Membakar Sampah, tahukah anda kalau membakar sampah menjadi penyebab pemanasan global? Ini adalah sebuah kenyataan dan banyak orang yang tidak menyadari akan hal tersebut. Sampah yang terbakar berupa gas karbon dioksida akan melayang keudara dan menumpuk di atmosfir bumi. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk karena dapat menyebabkan efek rumah kaca. Gas karbon dioksida tersebut berkumpul dengan gas-gas lainnya seperti karbon monooksida, sulfur dioksida, dan uap air yang menjadi perangkap gelombang radiasi sinar matahari.

• Menyisakan Makanan, mungkin ini tidak anda ketahui sebelumnya, tapi faktanya adalah benar bahwa menyisakan makanan secara tidak langsung berimplikasi terhadap pemanasan global yang lebih parah. Makanan-makanan yang disisakan (makanan sisa) seperti nasi, lauk-pauk, buah-buahan, dan sayur-sayuran akan mengalami dekomposisi anaerobik di mana proses tersebut akan menghasilkan gas metana. Sudah kita ketahui bersama bahwa gas metana merupakan salah satu penyebab efek rumah kaca yang berdampak kepada pemanasan global.

Lihat: → http://ipemanasanglobal.blogspot.com/

Gambar Global Warming 1

Gambar diatas menunjukan proses terjadinya efek rumah kaca yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Intinya adalah sinar matahari yang memantul dari permukaan bumi terperangkap di atmosfer karena menumpuknya gas efek rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, sulfur dioksida, dan uap air.

Gambar Global Warming 2

Gambar diatas adalah sebuah artikel mengenai sumber pemanasan global di Indonesia. Dan ternyata Indonesia juga menjadi salah satu negara kontributor terjadinya pemanasan global karena kerusakan dan penggundulan hutan, eksplorasi sumber daya alam, dan juga emisi gas karbon dioksida dari industri dan kendaraan bermotor.

Gambar Global Warming 3

Gambar di atas diambil oleh seseorang didaerah Prince William Sound, Alaska, Amerika Serikat. Pada gambar tersebut kita bisa melihat bongkahan salju yang mencair dan jatuh, hal tersebut merupakan imbas dari pemanasan global saat ini. Perlu anda ketahui bahwa global warming menghancurkan banyak glacier diwilayah Alaska.

Gambar Global Warming 4

Gambar tersebut menunjukan seekor beruang kutub yang sedang berjalan diatas salju. Global warming menyebabkan mahluk hidup terancam punah, bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa 50-100 tahun mendatang satu juta spesies mahluk hidup akan punah karena pemanasan global. Untuk itu, mari kita bersama mengantisipasi global warming.

Lihat: → http://ipemanasanglobal.blogspot.com/2013/10/kumpulan-gambar-global-warming.html

09 DecSOIL-Biochar

 

Biochar

 

BIOCHAR

 

Diungkap oleh:  Syekhfani

 

Biochar dikembangkan dari temuan bahan karbon dalam tanah pada lokasi bekas hutan terbakar di “Trerra Prete”, Brazil, yang menunjukkan tingkat kesuburan yang tinggi.

Biochar merupakan rangkai karbon aktif stabil hasil proses pirolisis, yang salah satunya dapat berfungsi sebagai bahan pengondisi tanah (soil amandement):

Flowchart

Biochar sebagai pengondisi tanah dalam hal tata air dan tata hara (Kapasitas Tukar Kation - KTK, Kapasitas Penahanan Air - KPA;  Cation Exchange Capacity - CEC, Water Holding Capacity - WHC).

Biochar memiliki potensi untuk menghasilkan energi terbarukan berbasis pertanian dengan cara yang ramah lingkungan dan memberikan perubahan tanah yang berharga untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Jika pasar offset karbon berkembang, biochar dapat memberikan pendapatan bagi petani dan peternak yang menggunakannya untuk menyerap karbon dalam tanah.

 

Lihat:

1. https://attra.ncat.org/attra-pub/summaries/summary.php?pub=322

2. biochar

3. Biochar and Sustainable Agriculture

By Jeff Schahczenski

NCAT Program Specialist

© 2010 NCAT

Holly Michels, Editor

Amy Smith, Production

This publication is available on the Web at:  www.attra.ncat.org/attra-pub/biochar.html

 

25 NovSOIL-Neem, Keponakan Botani Mahoni

 

NEEM – KEPONAKAN BOTANI MAHONI

 

Pohon – Potensial – Kontrol OPT

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

 

Neem – Nimba (Azadirachta indica A. Juss – Meliaceae), kerabat dekat (keponakan) botani dari pohon Mahoni - a botanical causin of  Mahagany *),  asal dari India dan Burma, tinggi dan menyebar seperti ek dan berbunga putih harum manis. Dedaunan kompleks menyerupai Kenari,  berbuah lunak tampak dari jauh seperti Zaitun.  Berdaun sepanjang tahun sebagai pelindung, alasan utama mengapa sangat disukai di India. Di India ada  sekitar 18 juta pohon neem, berjejer di sepanjang tepi jalan atau bergerombol di sekitar pasar atau halaman belakang sebagai pelindung terik  matahari. Sekarang neem tersebar luas di banyak negara.

Nama botani sebelumnya adalah Melia indica dan M. azadirachta, nama-nama tersebut rancu dengan M. azedarach, pohon Asia Barat yang disebut Persian lilac, bakain, dharak, atau chinaberry;  dikenal ada 15 spesies.

 

Deskripsi

Pohon Neem termasuk evergreen (selalu hijau, tidak rontok) yang dapat tumbuh mencapai tinggi 30 meter dan jari-jari tajuk 2.5 meter. Penyebaran arah cabang membentuk tajuk bundar dengan keliling mencapai 20 meter.  Daunnya tidak rontok kecuali kondisi sangat kering. Batangnya relatif lurus dengan tebal kulit sedang. Sistem perakaran dalam  dan bila kulit batang terganggu mengeluarkan getah yang mengering di lokasi setempat.

 

0

Tajuk Neem berbunga

1

Buah Neem

251120131223-001

Morfologi daun dan buah Neem

Kegunaan:

Salah satu kelebihan Neem adalah ia mampu berfungsi sebagai kontrol OPT pertanian, sebagai pestisida alami, mengontrol OPT tanpa membahayakan tumbuhan, hewan dan manusia. Beberapa ahli entomologi mutakhir menyimpulkan Neem memiliki keampuhan mengontrol OPT  dalam menuju era baru yang aman.

Adanya senyawa azadirachtin, mempengaruhi metamorfose larva. Ia membiarkan larva hidup berkembang menjadi pupa, yang sampai mati tidak dapat menghasilkan keturunan (mandul).

Senyawa Neem lain, salannin, mempunyai daya repellent, yang mengontrol banyak insek sebelum merusak tanaman.

Langkah ke Depan:

Bila Neem ditempatkan sejajar dengan masalah  global lainnya (erosi, desertifikasi, deforestrasi, dan lambat laun menyangkut peningkatan populasi penduduk) maka sudah pada tempatnya kalau pengembangan terhadap Neem dijadikan salah satu alternatif yang harus dilakukan dalam mengatasi masalah global.

 

251120131221-001

 

 

 

 

 

 

 

*)NEEEM, 1992.  A Tree For Solving Global Problems. Report of an Ad Hoc Panel of the Board on Science and Technology for International Development, National Reaseach Council. National Academy Press, Washington D.C., 139 p.

Lihat pula:  →  http://en.wikipedia.org/wiki/Azadirachta_indica