Archive for the 'Hidup' Category

22 MayDendelions

LET DENDELIONS GROW – BEES, BEETLES AND BIRDS NEED THEM

Kate Bradbury

Dendelions

Dandelion (Taraxacum officinale), was named after the French dent de lion, meaning lion’s tooth, which refers to its toothed leaves.

Other names for dandelion include wet-the-bed and pissy-beds, which refer to its effectiveness as a diuretic.

The young leaves are edible and loaded with vitamins and antioxidants, the roots can be ground into a (quite tasty) coffee substitute, and the flowers can be made into wine (just leave some for the wildlife).

Historically, its sap was said to cure warts, while a tea made using its leaves was supposed to help calm stomach aches.

Herbalists apparently still use dandelions to treat skin conditions, asthma, low blood pressure, poor circulation, ulcers, constipation, colds and hot flushes.

Bumbles bee

Bumblebees, solitary bees and honeybees all visit dandelions for food, along with hoverflies, beetles, and butterflies such as the peacock and holly blue. Goldfinches and house sparrows eat the seed.

Yet most of us gardeners miss out on the spectacle of watching wildlife feast on our dandelions, because we wage such a war against them as weeds.

So perhaps we could take a couple of weeks off from mowing the lawn this month, or at least raise the cutting height of the mower?

We’ll be rewarded with the sight of bees, butterflies, hoverflies and beetles feasting on the flowers, and goldfinches and house sparrows tucking into the seed. We’ll also have time for more interesting activities than mowing.

But back to the wildlife: while in flower for most of the year, the dandelion’s peak flowering time is from late March to May, when many bees and other pollinators emerge from hibernation.

Each flower in fact consists of up to 100 florets, each one packed with nectar and pollen.

This early, easily available source of food is a lifesaver for pollinators in spring.

Bumblebees, solitary bees and honeybees all visit dandelions for food, along with hoverflies, beetles, and butterflies such as the peacock and holly blue.

Goldfinches and house sparrows eat the seed. Yet most of us gardeners miss out on the spectacle of watching wildlife feast on our dandelions, because we wage such a war against them as weeds.

Visit: http://www.theguardian.com/lifeandstyle/gardening-blog/2015/may/12/dandelions-pollinators-wildlife-garden

19 MayKiat Bertani Kopi

Buah Kopi

MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI

Ameliorasi Tanah Kebun

Syekhfani

Saat penulis melanjutkan sekolah dari SMP ke SMA, Bapang (bapak, Semende) penulis mulai memikirkan biaya andaikan nanti penulis lanjut ke perguruan tinggi.

Bapang penulis adalah seorang guru Sekolah Dasar, yang berpenghasilan pas-pasan, hanya mengandalkan gaji guru dan bertani sambilan di sawah sehabis mengajar.

Beliau memperhitungkan bahwa, apabila menanam kopi, umur 4 tahun sudah berproduksi dan dapat menghasilkan uang.

Lalu beliau mengajak beberapa teman se-profesi untuk membuka kebun kopi di kawasan tidak jauh dari dusun.

Kawasan tersebut berupa bekas hutan sekunder yang terlantar dan ditumbuhi alang-alang.

Melalui perjuangan, setelah memperoleh ijin pamong dusun, maka bapang dan teman-temannya, akhirnya memiliki kebun kopi seluas kurang lebih 2 000 pohon.

Namun, bapang menjadi pesimis ketika melihat perkembangan pertumbuhan tanaman yang tidak menggembirakan, lambat, kerdil dan tidak subur.

Bagaimana dapat menghasilkan uang dalam waktu yang direncanakan?

Kebetulan, sewaktu bapang melintasi rumah-rumah di dusun saat pergi ke kebun, tampak tumpukan kotoran sapi kering di bawah rumah yang tidak berpenghuni.

Kebiasaan penduduk, memelihara sapi dilepas begitu saja tanpa dikandangkan, maka pada malam hari, sapi-sapi tidur di bawah rumah penduduk, yang berupa rumah panggung.

Terpikir oleh bapang untuk mencoba memanfaatkannya untuk memperbaiki kesuburan tanah kebun kopi.

Hari berikutnya, bapang membawa sekeranjang kotoran sapi kering tersebut, ditebarkan di bawah tajuk pohon kopi serta dicampur-ratakan dengan tanah.

Selang beberapa minggu kemudian, karena waktu itu musim penghujan, tampak pertumbuhan tanaman kopi menjadi lebih subur, berbeda kontras antara pohon yang diberi dengan tidak diberi kotoran.

Sejak saat itu, setiap bapang pergi ke kebun, lalu mengambil dan membawa kotoran sapi yang “tidak bertuan” tersebut sekuatnya.

Bahkan, pada hari libur, bapang meminta murid-murid kelas 6 bergotong-royong mengangkut kotoran sapi le kebun.

Walhasil, dalam waktu singkat semua tanaman kopi mendapat kotoran sapi, dan kebun kopi bapang menjadi “ijo royo-royo”.

Lingkungan rumah penduduk di dusun pun menjadi bersih.

Saat panen awal, hasil biji kopi yang bapang peroleh seperti layaknya kebun kopi normal dan subur.

Berkat jerih payah bapang, maka biaya penulis meneruskan sekolah ke perguruan tinggi dapat terpenuhi.

Ide kreatif, diikuti motivasi dan inovasi tinggi, dapat menghasilkan suatu kesuksesan!

16 MayNatural-resources

A-woman-collects-water-fr-007

The Six Natural Resources Most Drained by Our 7 Billion People

Camila Ruz (Monday 31 October 2011 11.01 GMT)

Posted by: Syekhfani

For how long can we realistically expect to have oil? And which dwindling element is essential to plant growth?

With 7 billion people on the planet – theoretically from today – there will be an inevitable increase in the demand on the world’s natural resources. Here are six already under severe pressure from current rates of consumption:

1. Water
Freshwater only makes 2.5% of the total volume of the world’s water, which is about 35 million km3. But considering 70% of that freshwater is in the form of ice and permanent snow cover and that we only have access to 200,000km3 of freshwater overall, it isn’t surprising that demand for water could soon exceed supply. The Food and Agriculture Organisation of the United Nations is predictingthat by 2025, 1.8 billion people will be living in countries or regions with absolute water scarcity.

2. Oil
The fear of reaching peak oil continues to haunt the oil industry. The BP Statistical Review of World Energy in June measured total global oil at 188.8 million tonnes, from proved oil resources at the end of 2010. This is only enough to oil for the next 46.2 years, should global production remain at the current rate.

3. Natural gas
A similar picture to oil exists for natural gas, with enough gas in proven reservesto meet 58.6 years of global production at the end of 2010.

4. Phosphorus
Without this element, plants cannot grow. Essential for fertiliser, phosphate rock is only found in a handful of countries, including the US, China and Morocco. With the need to feed 7 billion people, scientists from the Global Phosphorus Research Initiative predict we could run out of phosphorus in 50 to 100 years unless new reserves of the element are found.

5. Coal
This has the largest reserves left of all the fossil fuels, but as China and other developing countries continue to increase their appetite for coal, demand could finally outstrip supply. As it is, we have enough coal to meet 188 years of global production.

6. Rare earth elements
Scandium and terbium are just two of the 17 rare earth minerals that are used in everything from the powerful magnets in wind turbines to the electronic circuits in smartphones. The elements are not as rare as their name suggests but currently 97% of the world’s supply comes from China and they can restrict supplies at will. Exact reserves are not known.

Source:http://www.theguardian.com/environment/blog/2011/oct/31/six-natural-resources-population

Dari enam (6) sumberdaya alam yang menjadi langka (scarcity of natural resources), salah satunya yang menyangkut bidang tanah dan kesuburan adalah sumber unsur P (fosfor).

Meskipun Indonesia mempunyai pabrik pupuk P yang berada di Gresik (Jawa Timur), diketahui bahwa sumber bahan bakunya sangat terbatas.

Batuan fosfat alam (BFA) yang ada di se kitar pabrik jumlahnya sedikit dan deposit dalam bentuk kantong-kantong kecil dengan kadar P2O5 relatif rendah.

Disinyalir bahwa deposit BFA berada di dasar laut sebagai endapan marin.

Namun, untuk ekploitasinya memerlukan teknologi biaya mahal (expensive high technology).

Phosphorus (P) is one of scarcity of natural resources for life in the world!

08 MayHidup Di Huma

SANG PIATU

Cerita Rakyat Suku Semende

Syekhfani

1. INGIN JADI ORANG

Sang Piatu, tinggal di huma dengan nenek. Ibu-bapaknya telah meninggal sejak ia kecil. Nenek sangat sayang padanya. Maklumlah, nenek hidup sendiri. Dipenuhi segala kebutuhan sang cucu meski sangat bersahaja, jauh dari mewah.

Begitulah hidup di huma, berbeda dengan di dusun, apalagi kota, tapi tak dipusingkan oleh kesibukan dan tata krama. Cucu dan nenek itu hidup bahagia.

Sehari-hari nenek bekerja di huma. Menanam padi, jagung, ketela, sayur-sayuran, dan lain-lain. Sang Piatu selalu mendampingi nenek.

Sang Piatu membantu nenek bersiang di huma, memetik dan memasak hasil tanaman memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dangau tempat tinggal Sang Piatu dan nenek pun sangat sederhana. Bertiang kayu, beratap ilalang dan berdinding anyaman bambu.

Dekat pondok, terdapat pancuran. Berasal dari sumber lereng atas huma. Air yang jernih dan sejuk tak pernah berhenti mengalir. Kebutuhan air Sang Piatu dan nenek tercukupi, bahkan bisa membuat kolam tempat pelihara ikan dan itik.

Ayam berkeliaran di sekitar pondok, berceloteh dan berkokok membawa nuansa damai dan alami. Sepi di situ, tapi tidak akan merasa kesepian!

Kelebihan air kolam, mengalir menuju luang kecil, bertemu anak sungai yang merupakan hulu sungai besar yang mengalir menuju lautan.

Se waktu-waktu hewan peliharaan Sang Piatu di bawa nenek ke pekan dusun, terletak tidak terlalu jauh dari situ; dijual dan uangnya digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari: gula, garam, ikan asin, minyak kelapa, minyak tanah, atau bahan lain yang tidak ada di huma.

Sang Piatu kecil selalu ikut ke pekan. Di pekan itu, ia tak beranjak dari dekat nenek. Maklumlah, ia belum berani bergaul dengan orang lain.

Sang Piatu kecil makin hari tumbuh makin besar, sehat dan kuat. Tinggal di huma dan selalu bekerja, mendorong tubuh Sang Piatu berkembang pesat secara alami. Kala itu, umurnya telah menginjak lima tahun.

Suatu pagi, sehabis sarapan, nenek berkata:

+ “Cungku*, kamu sudah besar. Sudah waktunya cari pengalaman hidup” – *(panggilan sayang nenek terhadap cucu)

- “Aku harus apa, nek?”

+ “Pergilah ke dusun yang ada pekan itu. Di situ akan banyak yang menarik”

-“Iya Nek!” (meskipun ragu)

Keesokan harinya, Sang Piatu pamit pada nenek untuk pergi cari pengalaman.

Hari itu, matahari pagi bersinar cerah. Sang Piatu melangkah gontai di jalan sepi menuju ke arah dusun.

Di suatu pojok pengkolan, Sang Piatu berhenti. Ada suara remang-remang kedengaran. Perlahan-lahan dia mendekat. Mendadak bulu tengkuknya meremang.

Di pojok itu, tampak olehnya orang tua berjenggot lebat, berkepala botak komat-kamit bicara sendiri tidak keruan.

Di dekatnya ada baki berisi makanan seperti disajikan saat buka puasa. Ada piring berisi serabi, lemang, pisang, dan bebera kue lain; ada gelas berisi air putih, dan ada pula piring tanah berisi bara api berasap.

Sebentar-sebentar ‘Pak Tua’ menaburkan serbuk ke bara api, menambah kepulan asap berbau aneh menyengat.

Sang Piatu tiba-tiba merasa sangat takut, setengah sadar ia lalu lari sipat kuping menuju huma.

Nenek sangat terkejut:

+ “Ada apa Cungku?!”

- (tersengal-sengal) “Di… di… sana tu… Nek! Aaa.. ada… orang… botak berjanggut putih… bicara tidak dimengerti…!”

+ “Lagi apa dia, Cung?”

- “Tidak tau,Nek! Ada tempat berisi makanan di dekatnya. Ada pula tempat api dan asap bau aneh berkepul-kepul…!”

+ “Apa lagi, Cung?”

- “Ada bakul penuh gabah…”

+ “Oo… dia ‘Pak Tua’ mau menugal benih padi di huma, Cung. Dia membaca mantra sambil membakar menyan,agar hasil panen nanti berlimpah”

*(… Menurut adat, penugalan benih padi di huma diawali dengan upacara ritual Awal Tanam. Upacara ini dimaksudkan agar padi yang ditanam dapat tumbuh baik dan terbebas dari hama penyakit. Dalam upacara ini disediakan sesaji berupa Serabi empat puluh, bubur sembilan, lemang tujuh batang, satu bumbung air, junjung dan benih-benih padi yang direndam air selasih atau kemangi. Lalu baca mantera tolak bala. Selanjutnya penugalan dengan tujuh mata tugal yang diisi dengan benih padi. Setelah itu segala kegiatan dilahan tersebut diistirahatkan selama 7 hari. Kemudian kegiatan penugalan dilanjutkan hingga selesai. Dalam masa pemeliharaan tanaman padi ini dibuat gubuk tempat berteduh…)

- “Tapi aku takut, nek!”

+ “Tak usah takut Cungku, ajak ‘Pak Tua’ tu ngomong. Bilanglah ‘Aku ikut berdoa panen melimpah, Pak..’” (*Cungku = Cucuku Cucung = cucu)

+ “Abis berdoa, makanan tu akan dikasihkan cucung”

- “Iya Nek, kalu gitu nanti akan cucung ingat”

Beberapa hari kemudian, Sang Piatu pamit mau cari pengalaman. Ketika itu matahari bersinar sangat terik. Sang Piatu hampir tak tahan terkena panas.

Tak jauh dari dusun, tibalah Sang Piatu di tempat terlindung pohon bunga-bungaan putih dan harum. Sang Piatu menuju ke sana untuk berteduh.

Tiba-tiba Sang Piatu mendengar ada suara seperti pernah ia dengar dulu di dekat huma Pak Tua.

Di pojok,terdengar “mantra” seperti dilantunkan ‘Pak Tua’ tempo hari.

Kali ini Sang Piatu tak lagi takut. Ia sudah tahu dari nenek agar tidak takut kalau orang baca mantra, untung-untung diberi makanan.

Sang Piatu berpikir, mendekat atau tidak, ya??

Kembali ia ingat kata nenek dan membayangkan diberi kue. Perutnya berbunyi tanda waktunya diberi makan.

“Kapan bisa jadi orang, kalau selalu ragu” (katanya dalam hati)

“Aku harus berani!”

Mengendap-endap Sang Piatu mendekati sekelompok orang yang sedang duduk mengitari gudukan tanah galian. Di dekat situ ada keranda.

Sang Piatu tidak tahu tentang kuburan, apalagi keranda, semua itu tidak ada di huma.

“Kau harus berani!” (katanya sekali lagi dalam hati)

“Kudoakan nanti makin banyak…!” (Tiba-tiba Sang Piatu memecah keheningan pekuburan)

Orang-orang kaget dan serentak menoleh.

“Hai, apa katamu??!” (teriak salah seorang dari mereka)

“Anak kurang ajar!!” (orang itu melotot marah)

Ternyata orang itu adalah salah satu dari keluarga yang sedang berduka.

Orang itu mengacu-ngacukan cangkul bekas menggali kubur.

“Kupacul kepalamu, anak kurang ajar!!”

Sang Piatu ketakutan, tanpa pikir panjang ia lari pontang-panting ke huma.

“Neek… Neneek… aku mau dipukul!”

“Siapa Cung, mana?!” Nenek keluar tergopoh-gopoh.

“Di sana, nek… dekat dusun itu!”

“Mengapa?”

“Orang yang baca mantra di bawah pohon bunga putih, ia marah-marah saat kukatakan ’aku ikut berdoa agar makin banyak…’, ia mau memukulku dengan pacul”

“Mereka itu duduk mengelilingi tanah yang baru dipacul”

“Oo.. Cungku, mereka itu sedang mengubur orang yang baru saja mati”

“Tentu saja ia marah, karena mereka baru kehilangan seorang yang disayangi”

“Mati,nek? Kayak mak-bapakku seperti cerita nenek?”

“Betul, Cung. Mereka tak mau didoakan agar ada lagi keluarganya yang mati”

Sang Piatu tercenung. Ia tidak mengerti mengapa orang akan mati, dan mengapa orang mati harus dikubur.

“Cucung mesti bilang ‘aku ikut bersedih dan berdoa, semoga yang mati itu masuk sorga’”

Sang Piatu mengangguk-angguk dan berjanji dalam hati, kelak tidak lagi akan ada salah paham. Nasehat nenek itu benar-benar harus diingat.

2. UPACARA TURUN MANDI

Pagi hari yang cerah, matahari menapak naik menyinari bumi; memancarkan cahaya emas kemilau, memberi kehangatan hidup dan kehidupan di muka bumi.

Di suatu tempat mandi di bagian hulu dusun, air pancuran bambu dari sumber,mengalir gemercik memeriahkan tempat mandi penduduk pedusunan.

Terdengar riuh rendah gelak-canda para ibu-ibu tua-muda yang pagi itu berkumpul di situ.

Nuansa tersebut biasa terjadi sehari-hari, karena tempat itu adalah pemandian umum.

Namun hari itu, kelihatannya istimewa karena ada peralatan untuk upacara ‘Turun Mandi’, yaitu pertama kali bayi dimandikan diluar rumah.

Hari itu, Sang Piatu kecil sedang menuju dusun itu untuk cari pengalaman.

Dia terpesona manakala tiba dekat pemandian. Diam-diam diperhatikan tingkah laku ibu-ibu di pancuran itu.

Dia khawatir kalau-kalau salah lagi dalam bersikap, seperti dulu waktu di kuburan.

Keinginan Sang Piatu memperoleh pengalaman, mendorong dia asyik mengikuti tingkah laku ibu-ibu yang bercanda ria. Ada tangis anak bayi melengking di sela ketawa.

Seorang ibu tua berdoa panjang-lebar, sambil mengelus-elus kepala bayi. Kuncir sang baik digunting sedikit, tanda dia sudah bisa dimandikan di alam terbuka.

Di atas batu besar yang bagian atasnya datar, tampak talam penuh berisi serabi, lemang, wajik, pisang dan lain-lain.

Sang Piatu tak syak lagi mereka sedang membaca doa keselamatan. Pelan-pelan dia mendekat:

‘Aku ikut bersedih dan berdoa, semoga anak ibu masuk sorga dan diampuni segala dosanya..’” (Sang Piatu cari simpati)

Bukan kepalang marahnya para ibu itu, terutama ibu anak bayi. Didatanginya Sang Piatu lalu ditampar pipinya.

“Kurang ajar, kamu doakan anakku mati, ya?!” (kata sang ibu garang)

“Pergi cepat dari sini, kalau tidak, kudorong kamu masuk selokan itu!”

Sang Piatu kaget, dia tidak habis pikir mengapa seseorang yang ingin berbaik hati malah dicaci-maki.

Sang Piatu akhirnya pulang dengan sedih ke huma.

Sepanjang jalan dia termenung, bagaimana seharusnya harus bersikap kalau ada upacara mandi di pancuran. Dia tidak sampai hati bila selalu harus tanya nenek kalau ada hal-hal aneh yang dialaminya.

Pokoknya, dia bertekad akan mengatasi dengan pikirannya sendiri.

3. DILEMPAR KOTORAN

“Kapan lahirnya, semoga lancar-lancar saja tanpa halangan..”

Sang Piatu bicara perlahan-lahan dekat pancuran tempat upacara ‘turun mandi’ beberapa hari lalu.

Ia sedang belajar berucap agar bisa mendapat empati dari para ibu, yang ternyata marah-marah serta mencaci-makinya setelah dia salah ucap.

“Aku berniat baik, cuma mengharap sedikit lemang atau pisang goreng’” (kata Sang Piatu mengeja kata-kata)

“Maaf, aku tak ingin mengganggu..”

Tiba-tiba, muncul seseorang dari balik gerombol selokan yang mengalir di bagian hilir pancuran.

“Ini lemang, ambil dan makanlah!” (katanya meradang sambil melemparkan kotoran)

‘Anak kecil mengganggu saja, tidak tahu orang sedang menikmati ‘buang air besar’!” (Untung Sang Piatu tidak kena lemparan)

Namun terpaksa dia menutup hidungnya karena bau.

Wah, wah… susah mencari pengalaman hidup itu, ya?

He he he…

Link: https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8918849364576846393#allposts/postNum=0

02 MayBatu Permata

DIGALI SECARA MANUAL

Posisi di Kedalaman Tanah

Syekhfani

Akhir-akhir ini, pencarian Batu Permata (Germstone) marak dilakukan, mulai dari cara sederhana hingga menggunakan alat-alat mesin berat.

Tidak begitu jelas, mengapa batu permata tersebut menjadi tren? Digeluti secara serius oleh para pencari dan pembeli? Di dalam dan bahkan dari luar negeri?

Nuansa ini menjadikan suatu ajang baru, bagi masyarakat individual maupun pemerintah.

Bahkan, diberitakan di suatu Daerah, Kepala Daerah menjadikan objek dan ikon daerah berhubung daerahnya kaya akan tambang Batu Permata yang bermutu.

Di mana posisi diketemukan Batu Permata dalam tanah?

Untuk itu perlu dipelajari profil kedalaman tanah, lapisan horizon serta proses pembentukan tanah (pedogenesis).

1. Profil Dimensianal Tanah

Gambar 1. Penampang Dimensional Profil Tanah

2. Lapisan Olah Tanah

Gambar 2. PenampangTopsoil (lapisan atas) dan Subsoil (lapisan bawah)

Dari susunan horizon di atas, maka kemungkinan diketemukan Batu Permata dalam tanah adalah di Horizon C dan R.

Penambang tradisional menggunakan cara manual, hanya mencapai kedalaman Horizon C, sedang bila menggunakan alat mesin semprot berkekuatan tinggi, maka bisa mencapai Horizon R.

Bagaimana pun, Penggalian Tanah Merusak Lingkungan Hidup dan Kehidupan!

20 AprBambu (Bamboo)

TANAMAN GLOBAL SERBAGUNA

Populer se Manca Negara

Postingan: Syekhfani

Bambu (Bamboo)Poaceae (Bambuseae Kunth ex Dumort), adalah tanaman jenis rumput-rumputan (Gramineae) dengan rongga dan ruas di batangnya.

Bambu (bamboo), memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru.

Bambu (bamboo) dalam devisi botani termasuk jenis rumput-rumputan (Gramineae) tidak kurang dari 10,000 spesies dan 1000 sub-familiy (Kingsbrury, Noẽl, 2000).

Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 inci) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan iklim tempat ia tumbuh.

Bambu (bamboo) termasuk dalam keluarga rumput-rumputan, yang dapat menjadi penjelasan mengapa bambu memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Hal ini berarti bahwa ketika bambu dipanen, bambu akan tumbuh kembali dengan cepat tanpa mengganggu ekosistem.

Tidak seperti pohon, batang bambu muncul dari permukaan dengan diameter penuh dan tumbuh hingga mencapai tinggi maksimum dalam satu musim tumbuh (sekitar 3 sampai 4 bulan).

Selama beberapa bulan tersebut, setiap tunas yang muncul akan tumbuh vertikal tanpa menumbuhkan cabang hingga usia kematangan dicapai. Lalu, cabang tumbuh dari node dan daun muncul.

Pada tahun berikutnya, dinding batang yang mengandung pulp akan mengeras. Pada tahun ketiga, batang semakin mengeras. Hingga tahun ke lima, jamur dapat tumbuh di bagian luar batang dan menembus hingga ke dalam dan membusukkan batang.

Hingga tahun ke delapan (tergantung pada spesies), pertumbuhan jamur akan menyebabkan batang bambu membusuk dna runtuh.

Hal ini menunjukkan bahwa bambu paling tepat dipanen ketika berusia antara tiga hingga tujuh tahun.

Bambu tidak akan bertambah tinggi atau membesar batangnya setelah tahun pertama, dan bambu yang telah runtuh atau dipanen tidak akan digantikan oleh tunas bambu baru di tempat ia pernah tumbuh.

Meski tunas bambu mengandung toksin taxiphyllin, senyawa glikosida sianogenik, yang mampu menghasilkan sianida di dalam lambung, pemrosesan yang sesuai akan menjadikan tunas bambu bisa dimakan.

Berbagai masakan Asia menggunakan tunas bambu, dan tunas bambu dijual dalam bentuk segar maupun kalengan.

Tunas bambu dalam kondisi terfermentasi adalah bahan utama dalam berbagai kuliner di Himalaya.

Di India disebut khorisa. Di Nepal, tunas bambu difermentasikan dengan kunyit dan minyak sayur, lalu dimasak dengan kentang menjadi masakan yang dimakan bersama nasi (alu tama, Bahasa Nepal).

Di Indonesia, tunas bambu dipotong tipis-tipis dan direbus bersama santan dan rempah-rempah untuk membuat gulai rebung.

Resep lain yang memanfaatkan tunas bambu yaitu sayur lodeh dan lumpia. Tunas bambu yang telah diiris dicuci bersih dan/atau direbus sebelum dimakan untuk menghilangkan toksin.

Acar tunas bambu digunakan sebagai pelengkap makanan, bisa juga dibuat dari inti batang bambu muda (pith).

Getah dari batang bambu muda disadap ketika musim hujan untuk menghasilkan minuman beralkohol. Daun bambu bisa dipakai sebagai pembungkus makanan ringan.

Bagian dalam batang bambu tua biasanya digunakan sebagai alat memasak di banyak budaya Asia.

Sup dan beras yang dimasak di dalam batang bambu dipaparkan ke api hingga matang. Memasak di dalam batang bambu dipercaya menghasilkan rasa yang berbeda.

Bambu juga digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya seperti spatula.

Bambu merupakan bahan baku dari berbagai peralatan rumah tangga yang utama sebelum datangnya era peralatan rumah tangga dari plastik.

Bakul nasi, tampah, bubu/perangkap ikan, tempat kue (besek), topi bambu (caping) adalah contoh dari beberapa peralatan yang terbuat dari bambu.

Lihat:http://id.wikipedia.org/wiki/Bambu

1. Hutan Bambu (Indonesia)

1. Hutan Bambu (Indonesia)

2. Hutan Bambu (Jepang)

2. Hutan Bambu (Jepang)

3. Hutan Bambu(Cina)

3. Hutan Bambu(Cina)

4. Hutan Bambu (Taiwan)

4. Hutan Bambu (Taiwan)

5. Bambu Gading

5. Bambu Gading

6. Batang

6. Batang

7. Rumpun

7. Rumpun

8. Trubus

8. Trubus

9 Kelopak

9. Kelopak

10. Ranting

10. Ranting

11. Mata Ruas

11. Tunas Ruas

12. Daun

12. Daun

13. Bunga

13. Bunga

Lihat Buku:

21. Buku

Kingsbrury, Noẽl. 2000. Grasses and Bamboos – Using Form and Shape to Create Visual Impact in the Garden. With photoghraphy by Andrea Jones, consultant Paul Whittaker. Periplus Editions (HK), Ltd. 111p.

TAMBAHAN: permainan tradisional Flores “Tektek Alu”, menggunakan batang bambu sebagai alat bermain.

Tektek Alu - Flores

Biasanya, tari Tektek Alu ditarikan ketika malam bulan purnama oleh lelaki dan perempuan yang mencari pasangan atau jodoh.

Tektek Alu serupa permainan lompat alu. Batang-batang bambu yang dipegang di masing-masing ujungnya dibentuk menjadi rangkaian persegi sejengkal di atas tanah. Para penari mesti melompat bambu bambu tersebut sesuai irama, tanpa terjerambab.

Lihat pula: → https://www.youtube.com/watch?v=U_YOhfSB6FI

19 AprDrainase Subsoil

SUBSOIL MENJADI PADAT – VEGETASI POHON

Kiat Penaggulangan

Syekhfani

Horizon subsoil yang kompak (padat), menjadi masalah bagi perkembangan sistem perakaran budidaya pepohonan (perkebunan: karet, kelapa sawit, dll. dan/atau buahan hortikultura: mangga, durian, dll.).

Sistem perakaran pepohonan tersebut di atas, setelah berumur di atas dua tahun, berkembang intensif sehingga tanah di bawah tajuk tidak dapat diolah (digemburkan) tanpa memutuskan akar-akar.

Karena itu, apabila tanah di seputar proyeksi tajuk pohon sering diinjak-injak, atau terjadi proses “pedoturbasi” (→ http://en.wikipedia.org/wiki/Perturbation_%28geology%29), maka akan terjadi pemadatan sehingga drainase subsoil menjadi jelek dan permeabilitas (pergerakan air tanah) terhambat.

Demikian pula halnya, aerasi sistem perakaran menjadi tidak baik.

PENANGGULANGAN

Ada tiga alternatif:

1. Memelihara Cacing-tanah jenis subsoil (Anecic dan Endogeic), membuat lubang terbuka hingga permukaan (topsoil), sebagai dekomposer dan memproduksi “casting”. Endogeic, berperan mencernakan tanah dan BO serta akar-akar mati; sehingga tercipta lubang aerasi dan drainase.

2. Menanam Pohon-perdu cepat tumbuh (fast-growth) dan berumur pendek, berakar sedang hingga dalam. Setelah pohon mati, sistem perakarannya meninggalkan kanal dan membuat lubang aerasi dan drainase.

Root apex progressively increase in diameter

Root apex progressively increase in diameter

→ Lihat: http://bioscience.oxfordjournals.org/content/61/11/869.full#F2

3. Borring dalam, menembus ketebalan lapisan padat, dengan diameter lubang bor 10 cm. Borring lapisan padat Kedalaman 30-50 cm, bertujuan untuk membantu aerasi dan drainase dalam.

15 AprAkal dan Perasaan

Capture

SELALU KONTRADIKTIF?

Fenomena Kehidupan

Syekhfani

Antara akal (pikiran, rasio) dan perasaan (rasa, mind) itu, sulit di-seimbang-kan.

Data emperik? diterima akal, namun ditolak perasaan.

Rasanya benar? tapi kayaknya, tidak!

Bila kompromi??

“Sepakat untuk tidak sependapat”!

Bingung?!

Iya, ini suatu dilema…

Orang yang tidak rasional-lah, yang punya “kepercayaan-diri” tinggi!

Sedang orang rasional, selalu “meragu”!

Kenapa??

Katanya, kemampuan akal laki-laki jauh lebih tinggi dibanding wanita; sebaliknya perasaan wanita jauh lebih peka ketimbang laki-laki.

Juga dikatakan, makin tinggi tingkat ilmu seseorang, ia merasa makin “bodoh”!

Keseimbangan “akal” dan “perasaan” itu, adalah kunci Kedamaian!

11 AprSalah Musim

Mesin Perontok Gabah

PANEN GABAH DI MUSIM “MARENGAN”

Small Holder Farmers

Syekhfani

Salah satu ketidak-mampuan “petani gurem” (Jawa, small holder farmers), adalah menentukan masa tanam yang tepat untuk pertanaman padi sawah.

Petani melakukan sistem tanam 300 % (padi-padi-padi) dalam setahun, tanpa bera.

Pada prinsipnya, produktivitas maupun kualitas gabah tertinggi dalam budidaya tanaman padi sawah adalah di musim kemarau.

Namun, demi mempertahankan produksi terus menerus untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, maka pada masim “rendengan” (penghujan) dan “marengan” (setelah rendengan) pun tetap dilakukan penanaman, yaitu karena air cukup.

Kualitas gabah, termasuk juga gizi yang terkandung dalam beras menjadi rendah; demikian pula berdampak pada harga jual beras.

Video berikut diambil saat panen padi sawah musim “marengan” (Jawa, akhir musim penghujan) → http://id.wikipedia.org/wiki/Pranata_mangsa, menggunakan mesin perontok gabah.

Lihat: → https://www.youtube.com/watch?v=QpqYR4T0sbo

04 AprFermentasi

Fermentasi

RESPIRASI ANAEROBIK

Pernapasan, Perombakan, Enersi

Syekhfani

Pernapasan (respirasi), dikenal ada dua: aerobik (kondisi kaya oksigen) dan anaerobik (kondisi kurang oksigen), merupakan aktivitas makhluk (organisme) hidup.

Organisme aerobik hanya mampu bernafas bila cukup oksigen bebas, organisme anaerobik mampu bernafas menggunakan senyawa mengandung oksigen, setelah melakukan perombakan karbohidrat (fermentasi).

Pada awalnya fermentasi diartikan sebagai pemecahan gula menjadi alkohol dan CO2. Kemudian berkembang menjadi pemecahan laktosa menjadi asam laktat oleh Streptococcus lactis dalam suasana anaerobik (kurang oksigen).

Lihat: → http://www.smallcrab.com/makanan-dan-gizi/878-pengolahan-pangan-dengan-fermentasi

REAKSI: (teoritik)

Lihat: → http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fermentasi&veaction=edit&vesection=5

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (118 kJ/ mol)

Gula (glukosa, fruktosa, sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)

PRAKTIKAL:

Di lain sumber, fermentasi disebutkan sebagai proses pengubahan bahan organik menjadi bentuk lain yang lebih berguna dengan bantuan mikroorganisme secara terkontrol.

Mikroorganisme yang terlibat di antaranya adalah bakteri, protozoa, jamur atau kapang atau fungi dan, ragi atau yeast.

Contoh proses fermentasi adalah: pembuatan tape, tempe, kecap, oncom, roti, brem, keju, dan yoghurt.

Untuk menghasilkan suatu produk fermentasi tertentu, dibutuhkan kondisi fermentasi dan jenis mikroba dengan karakteristik tertentu juga.

Oleh karena itu, diperlukan keadaan lingkungan, substrat (media), serta perlakuan (treatment) yang sesuai sehingga produk yang dihasilkan menjadi optimal.

Lihat: → http://ardra.biz/sain-teknologi/bio-teknologi/pengertian-manfaat-proses-fermentasi/

Pengertian dasar tentang fermentasi ini sangat dibutuhkan dalam meramu bahan-bahan “pupuk” atau “pengondisi tanah” dalam upaya ameliorasi tanah-tanah pertanian.

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

04 FebPohon Fitoremedian

Pohon Mahoni

POHON PEMBERSIH LINGKUNGAN TERCEMAR

Syekhfani

Di seputar kawasan industri kimia, atau pabrik bahan kimia, keluar limbah gas, cair dan padat berupa zat kimia, mencemari (polusi) lingkungan sehingga kesehatan manusia, hewan maupun tanaman yang berada di situ terganggu.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, maka salah satu cara adalah menanam tumbuhan fitoremedian yang mampu menyerap zat sumber polusi.

Pemilihan dan penentuan jenis pohon fitoremedian, agar memenuhi syarat-syarat, antara lain yaitu:

1. Biomasa akar dan tajuk berlimpah.

2. Mampu menyerap unsur/senyawa dari dalam tanah dan udara, berupa limbah cair atau pun gas.

3. Tahan terhadap konsentrasi unsur/senyawa meracun tanpa dia sendiri keracunan.

4. Tumbuh cepat dan mudah, tanpa memerlukan pemeliharaan khusus.

5. Kanopi rimbun, tidak rontok (evergreen) dan berbentuk indah (estetika).

6. Cocok tumbuh pada kondisi agroekosistem setempat.

7. Bagian tanaman fitoremedian tidak boleh dikonsumsi manusia atau dijadikan pakan hewan.

Contoh pohon fitoremedian: mahoni, sonokeling, johar, bungur, albizia, akasia, flemingia, kaliandra.

03 FebNutrisi Seimbang

4 sehat 5 sempurna

UPAYA MENUJU HIDUP SEHAT

Unsur Hara Tanah – Tanaman

Syekhfani

Nutrisi apa yang dibutuhkan manusia?

Garam, kebutuhan mineral

Gula, untuk energi aktual

Cabe, vitamin A dan C

Terlalu banyak sambel? Kepedasan!

Kelebihan garam, tekanan darah tinggi!

Kelebihan gula, diabetes alias darah gula!

Serba salah, yang benar bagaimana? Tidak terlalu banyak!

Sedikit saja, tapi SEIMBANG!

Tidak salah gizi atau kurang gizi

Apa yang disebut SEIMBANG?

Ibarat porsi makanan

Satu piring nasi, satu mangkok sayur, satu sendok sambel, satu buah pisang, dan satu gelas susu!

4 Sehat – 5 Sempurna!

Bagaimana kalau hobi? Nafsu? Kesenangan?

Harus dikekang, ditahan

Ini yang paling sulit

Apalagi sudah ada di depan mata

Dan .. gratis

Memang paling sulit mengalahkan nafsu itu!

Sama halnya dengan nutrisi tanaman yang harus tersedia dalam tanah

Harus seimbang unsur makro,semi makro dan mikro

Seimbang antara makro (NPK) : semi makro (CaMgS) : mikro logam (FeMnCUZn) : mikro non-logam (BMoCl)

29 JanBingung

Error

SEMUA ERROR

Puisi

Syekhfani

Kenapa hari ini terasa aneh?

Akses internet, susah?

Bingung, jemur pakaian atau tidak?

Bingung, pergi kerja atau di rumah saja?

Bingung, tidak bisa menentukan sikap?

Perasaan dan logika? Tak pernah klop!

Menentukan sikap, tidak berani!

Takut salah, takut error!

Kalau error, disalahkan..

Kalau salah, jadi error..

Tunggu apa kata nanti?

Dibilang tidak tegas, tidak berani!.

Takut jadi salah, salah lagi..

Khawatir jadi error, error lagi..

Aii.. kenapa tekanan darah jadi tinggi?

Hati-hati.. Dampak global worming http://ipemanasanglobal.blogspot.com/

Perubahan cuaca, cuaca buruk!

Bad weather, disaster!

Puisi Akhir Januari 2015

27 JanSumber Energi Alam

SUMBER ENERGI ALAM UTAMA

Udara, Air, Cahaya (Panas)

Syekhfani

Energi alam, adalah kekuatan dinamis yang keluar dari aksi suatu komponen alam, terutama ditimbulkan oleh udara, air, atau cahaya (panas).

Ketiga sumber energi alam tersebut dibutuhkan untuk hidup dan kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia di planet bumi ini.

Udara, benda alam yang paling penting dalam hidup dan kehidupan di dunia, yang dibutuhkan untuk bernafas.

Pernafasan merupakan proses oksidasi senyawa-senyawa yang menghasilkan energi panas tubuh (tumbuhan, hewan, manusia) dalam mendukung proses metabolisme. Metabolisme primer pada tanaman adalah pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis.

Karbohidarat, merupakan kerangka dasar senyawa biokimia dalam menyusun jaringan dan organ tubuh tanaman. Selanjutnya, tanaman menjadi sumber energi utama bagi hewan dan manusia yang memgkonsumsi tanaman.

Di alam, udara yang bergerak yang disebut angin, menimbulkan kekuatan yang menghasilkan energi luar biasa. Kekuatan angin dapat disalurkan dalam menggerakkan alat mekanik seperti kincir, perahu layar, pesawat terbang layang, dan sebagainya.

Demikian pula halnya air dan sinar matahari (panas), memberikan tenaga luar biasa yang dapat menggerakkan alat-alat mekanik bersumber kekuatan air dan panas: kincir air, mesin giling, tenaga listrik, dan sebagainya.

Air, komponen terpenting kedua setelah udara yaitu untuk kebutuhan minum. Air merupakan pelarut kimia utama dalam mendukung mekanisme metabolisme dalam tubuh makhluk hidup.

Pergerakan air dari tempat tinggi ke rendah mendatangkan energi kinetik yang bisa menjalankan kincir air, dinamo pembangkit listrik, dan sebagainya.

Cahaya, merupakan sumber energi panas utama kehidupan, sebagai energi kinetik yang diubah menjadi metabolik melalui proses fotosintesis. Panas bumi, berupa sumber air panas bermanfaat dalam kesehatan tubuh manusia.

Keberadaan ketiga komponen sumber energi alam, bisa kurang, cukup, atau berlebihan. Bila kurang atau berlebihan, akan membawa dampak negatif. Oleh karena itu, harus dikelola oleh manusia, makhluk yang mempunyai otak dan akal.

Akan tetapi, bila tenaga angin, air, dan panas (api) berlebihan, maka akan membawa dampak menghancurkan, berupa bencana alam (disarters): angin topan, tsunami, kebakaran hutan, gunung meletus, dan sebagainya.

Berikut beberapa contoh aksi bencana alam berupa angin topan, tsunami, dan kebakaran hutan:

1. Turnado, berupa kondisi cuaca buruk (severe weather) yang menimbulkan bencana.

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=xPTXqzMVFUA

2. Tsunami, becana alam akibat banjir: Tsunami Banda Aceh (terbesar di dunia)

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=u3TL-21oVvs

3. Kebakaran Hutan, Kalimantan Tengah

Lihat:
https://www.youtube.com/watch?v=lkxAXFLIHFw

Pengkajian sumberdaya alam oleh manusia menghasilkan bidang ilmu pengetahuan alam (natural scienses) dan teknologi (technology); diperlukan untuk mendukung kehidupan berkelanjutan yang lebih baik (sustrainable of decent life).

23 JanSelf Control

duri batang mawar

KONTROL DIRI PADA TANAMAN

Syekhfani

Tanaman, adalah makhluk hidup yang tidak dapat bergerak atau berpindah tempat; tidak seperti halnya hewan dan manusia.

Namun, seperti halnya hewan dan manusia, tanaman pun berupaya untuk mempertahankan hidupnya terhadap serangan OPT atau cahaya matahari ekstrem (kontrol luar); atau terhadap stres air/ekses unsur hara (kontrol dalam) tubuhnya.

KONTROL LUAR

Untuk antisipasi serangan OPT, maka tanaman membentuk/mengeluarkan duri → http://www.kidnesia.com/Kidnesia2014/Dari-Nesi/Sekitar-Kita/Pengetahuan-Umum/Fungsi-Duri-Mawar, miang, getah, racun, dsb. → Lihat pula: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/12/30/kaktus-duri-runcing-tajam/

Untuk mengontrol kehilangan air, maka tanaman memodifikasi ketebalan dinding sel/jaringan; pembentukan substansi wax, lilin; atau mempersempit luas daun, atau menggugurkan daun tua.

Dalam hal Kontrol terhadap sinar matahari (semi indoor-, indoor plants), maka tanaman mengurangi produksi khlorofil atau melakukan overlaping letak/susunan daun.

KONTROL DALAM

Ketahanan tanaman untuk mengantisipasi stres dalam tubuhnya, misalnya melalui modifikasi genetik dan toleransi.

Modifikasi genetik, misalnya merubaha bentuk daun dari lebar menjadi sempit untuk mengantisipasi kehilangan air melalui transpirasi.

Toleransi, dilakukan dengan cara meningkatkan produksI substansi/senyawa tertentu untuk mengkatkan ketahanan tanaman terhadap faktor penyebab stres.

Lihat: http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/06/soil-plants-control/

Upaya bertahan untuk hidup termasuk “leading to decent of life”!

17 JanBersatu Agar Berguna

Lima Jari Tangan

BAK LIMA JARI TANGAN

Puisi

Syekhfani

Jari manis:
Aku paling cantik, paling tampan
Ketika cincin melingkari aku
Emas bertahta intan permata
Tanda kasih sayang tak berhingga

Kelingking:
Ahh, meski aku paling kecil
Aku tak kalah penting
Akulah simbol kedamaian
Ketika kami saling berkaitan

Telunjuk:
Lihat, tu jari manis dan kelingking
Keduanya merasa hebat?!
Ingat, kamu berdua paling kecil
Tidak berdaya bila bekerja!

Jari Tengah:
Ha, ha, ha…
Akulah yang paling perkasa
Telunjuk, jari manis, kelingking
Kecil, pendek, tapi sok
Tak ada apa-apanya!

Ibu Jari:
Anak-anakku, aku ibumu
Jangan bertengkar, atu?
Kalian tu bersaudara
Rukunlah, dan saling mencinta

Kita lima jari tangan
Bila bersatu tak ada bandingan
Semua pekerjaan
Kita dapat lakukan

Bertani, berkebun
Memupuk, menyiang, tak perlu pakai alat
Kotor? Cuci pakai sabun
Jadi bersih, kuat dan sehat

Tidak perlu takut, segan dan susah
Jadi kotor, kumal berubah
Bertani, berkebun itu kerja mulia
Berguna bagi hidup dan kehidupan dunia

Jadi:
Bekerjalah
Ikhlaslah
Insya Allah
Tuhan memberikan berkahNYA!

Puisi Awal Tahun 2015

28 DecCacing Tanah Itu Istimewa

Earthworm

KELOLA HIDUP DAN KEHIDUPAN

Puisi

Syekhfani

Aku, makhluk mandiri
Meski aku tak punya mata
Tak punya kaki

Ku rekayasa kebutuhanku
Udara, air, nutrisi
Dalam “tanah” tempat tinggalku

Ku gali saluran aerasi dan drainase
Kuambil sisa tumbuhan yang berlimpah
Ku jadikan nutrisi sehari-hari

Semua salut lihat kerjaku
Tumbuhan, hewan, juga manusia
Meski makhluk terakhir ini
Ada yang jijik melihat tubuhku

Namun aku tak apa-apa
Bahkan suatu hari
Dia pijak tubuhku
Aku tak sakit hati

Aku hanya berupaya
Untuk bertahan tetap hidup
Menggeliat geliat
Di bawah telapak kaki itu

Karena kemandirianku
Aku diberi nama
CACING TANAH

Sebab itu, aku tahu tentang tanah
Sifat serta cirinya, kupelajari, kupahami
Hingga ku mengerti manfaat kegunaannya

Meski pun juga aku tahu
Ada juga yang menghindari

Karena, tanah itu kotor
Dirty soil!

~ Puisi Akhir Desember 2014 ~

12 DecTanaman pun Punya Perasaan

Dancing Desmodium

https://plus.google.com/100792791285254762536/posts

MEREKA BUTUH KASIH SAYANG

Syekhfani

Tanaman, adalah makhluk hidup seperti halnya hewan dan manusia.

Seperti halnya hewan ternak, tanaman yang kita pelihara pun punya perasaan, butuh perhatian khusus dalam hal lingkungan dan kebutuhan hidup, dan bahkan juga kasih sayang.

Imbalannya, kita akan memperoleh pertumbuhan dan produksi yang lebih baik.

Implementasi

Ciptakan Daya Dukung Tanah yang Baik:

Sifat dan ciri tanah akan menjadikan sifat dan perilaku makhluk hidup yang bergantung pada tanah sebagai sumber kehidupan.

Komponen fisik, kimia, dan biologi tanah, mengatur (menata): udara, air, nutrisi, serta kehidupan tanaman.

Secara fisiologis menata kebutuhan hakiki: bernafas, minum, dan makan, serta kenyamanan.

Secara filosofis, mengatur hidup dan kehidupan, dengan tujuan akhir kemakmuran.

Kompos, komponen utama bahan organik tanah, merupakan sumber solusi terbaik dalam memperbaiki dan menjaga sifat kesuburan tanah, karena ia bersifat multi purpose (tata udara, air, hara, dan kehidupan) tanaman.

Jadi, diperlukan preparasi kompos yang bersifat dinamik. Lihat:

Steve Diver, NCAT Agriculture, Specialist Published 1999. ATTRA Publication #IP137.
Biodynamic Farming & Compost Preparation .

Biodynamic Farming(sumber)

Tanah itu loh jinawi, menjadikan tanaman ijo royo royo, menata kehidupan yang tentram dan kerta raharja.

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/18/loh-jinawi/

11 DecOver Wetting

MUSIM HUJAN KEMBALI TIBA

Syekhfani

Musim hujan kembali tiba di zone hutan tropika basah (tropical rain forest) Indonesia.

Di tempat kediaman penulis, yang termasuk zona setengah kering (semi arid zone) pun tidak terkecuali.

Hampir setiap hari, menjelang sore hujan turun dengan derasnya; bahkan turunnya sering secara tiba-tiba, shingga barang dijemur tidak sempat diangkat.

Meski air hujan itu sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, namun hujan berlebihan (over wetting) berdampak kurang baik bagi pertumbuhan dan produksi.

Lihat: Hujan di Lahan Petani

https://plus.google.com/100792791285254762536/posts

Hujan di Lahan Petani (Karang Tengah, Dau)

Upaya menanggulangi:

Berbagai alternatif penanggulangan:
• Melindungi tanaman peka kelebihan air: menutupi atau memindahkan tanaman (pot) ke tempat (latar) yang tidak terkena hujan.
• Membuat dan/atau memperbaiki saluran drainase seputar lahan (kebun).
• Menanam jenis tanaman toleran dan menghindari tanaman peka terhadap kelebihan air.
• Dan lain-lain.

Pendekatan Kehidupan:

Makhluk hidup itu membutuhkan udara, air, dan nutrisi sebagai komponen hidup dan bertahan untuk hidup.

Kebutuhan terhadap ketiga komponen tersebut harus seimbang; tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

Kekurangan dan/atau kelebihan akan berakibat penekanan (stressing) ke arah tidak baik.

Kebutuhan hidup itu, pada prinsipnya sama bagi manusia, hewan dan tumbuhan (makhluk hidup) di muka bumi ini.

Kelebihan air membawa banjir bagi manusia dan hewan, juga akan membawa banjir (penggenangan) akar tanaman, sehingga akar tanaman tidak bisa bernapas, apalagi menyerap (uptake) unsur hara.

Jadi, peliharalah tanaman seperti juga memelihara hewan dan manusia!