Archive for the 'Ilmu' Category

12 MayKESEIMBANGAN BIO-FISIKO-KIMIA TANAH

Medium tanah

Keseimbangan Bio-fisiko-kimia Tanah
(Suatu Implementasi)

Syekhfani

Upaya menuju hidup & kehidupan (life & live), yang disampaikan pada post terdahulu (Hidup dan Kehidupan I), dalam alternatif penerapannya dapat dicoba dengan membuat keseimbangan sifat bio-fisiko-kimia lingkungan hidup tanaman.

Untuk maksud tersebut didekati dengan upaya mememenuhi keberadaan komponen hidup (udara, air, hara) dalam kecukupan (sufficient), baik dalam lingkungan perakaran (root zone) maupun tajuk (canopy).

Secara praktek, hal di atas dapat dilakukan melalui pemberian larutan hara ke daun (foliar feeding) dan/atau tanah (soil feeding).

Jenis pupuk yang dapat diberikan adalah pupuk padat mudah larut, baik ditujukan untuk memacu pertumbuhan daun maupun bunga/buah.

Sebagai contoh, penggunaan Gandasil D (daun) dan Gandasil B (bunga/buah).

Setelah dilarutkan dalam air dengan kepekatan maksimal 0.1 persen (0.1 g/L), maka larutan pupuk ini dapat langsung disemprotan ke tajuk tanaman atau ke medium tanah.

Komponen biologi dapat dipenuhi misalnya menggunakan agen hayati (biofertilizer) EM-4.

Respon tanaman segera tampak apabila kondisi lingkungan tumbuh memang dalam keadaan deficient.

09 MayHidup & Kehidupan (life & live)

Process of Photosynthesis

Hidup & Kehidupan (life & live)

SUATU TINJAUAN PROSES

Syekhfani

Secara filosofi, komponen hidup dan kehidupan (life and live) di muka bumi ini terdiri dari dari: matahari, oksigen, air, dan karbon.

Matahari merupakan sumber energi kinetik, diubah menjadi energi metabolik melalui proses foto sintesis.

1

Senyawa karbohidrat (CHO)n, merupakan produk fotosintesis tersebut, menjadi kerangka dasar tubuh tanaman, yang setelah dilengkapi dengan unsur-unsur esensial lain, yaitu: makro (N, S, P, K, Ca, Mg) dan mikro (Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo dan Cl) terbentuklah tubuh tanaman yang berkelanjutan karena adanya siklus siang dan malam.

Unsur-unsur N, (S), P, dan K, Mg dan Ca sebagai penyusun dan pemacu aktivitas khlorofil, merupakan komponen dan penggerak. Kedudukan unsur Mg dalam struktur khlorofil, dapat digambarkan sebagai berikut:

2

Unsur P merupakan penyerap dan penyimpan energi tinggi (high energy), berupa senyawa ATP, ADP, TPN, DPN.

Energi metabolik dalam bentuk kalori sebesar 4000 kalori dilepas setiap terjadi pelepasan P: ATP menjadi ADP atau TPN menjadi DPN, dan lain-lain.

Produksi karbohidrat dari proses fotosintesis, kemudian diangkut ke seluruh bagian tanaman oleh K; dalam hal ini unsur K bertindak sebagai pengangkut (tranpor) fotosintat.

26 SepBerpikir Positif, Berpikir Negatif

positive vs negative thingking

SUATU FENOMENA HIDUP DAN KEHIDUPAN

(Filsafat Hidup dan Kehidupan Sehari-hari)

Syekhfani

Dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari, fenomena alami umumnya dicirikan oleh sikap yang mendahulukan cara berpikir negatif (negative thinking), jarang atau bahkan tidak pernah mendahulukan cara berpikir positif (positive thinking).

Misalnya dalam hal contoh berikut:

Tiba-tiba, tanpa diduga langit menjadi mendung, lalu turun hujan rintik-rintik disertai kilat menyambar-nyambar.

Kemudian hujan turun dengan derasnya diiringi guruh mengelegar sambung menyambung.

“Walah, hujan keparat!”,

“Bajuku jadi basah kuyup, rencana kerjaku amburadul jadinya”.

Demikian kira-kira seseorang yang berpikiran negatif (negative thingking).

Lain halnya dengan orang lain yang justeru berpikiran positif (positive thingking):

“Alhamdulillah”,

“Harapan banyak orang terpenuhi rupanya”.

“Petir disertai turun hujan lebat ini, pasti akan membawa kesegaran dalam cuaca seterik ini”.

“Tanaman di pekarangan, di sawah, di tegalan dan bahkan hutan di bukit dan gunung akan menjadi hijau”.

“Petani dan pekebun akan memetik hasil tanaman yang mereka usahakan, dan hutanpun akan memberikan sumber air bagi hidup dan kehidupan tumbuhan, tanaman, hewan dan bahkan manusia di lahan yang mereka tempati”.

Itulah kira-kira dua contoh kontradiktif yang bisa terjadi dan dijumpai dalam suatu dinamika hidup dan kehidupan sehari-hari.

Subhanallah…

Maha suci Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

Dua hal yang kontradiktif di atas mengingatkan kita terhadap dua fenomena kehidupan yang perlu dikaji dan direnungi sisi positif dan negatifnya.

Jangan memandang sesuatu itu hanya dari segi negatifnya saja.

“Di balik sesuatu hal yang negatif, sebenarnya ada hal yang positif”.

“Tuhan memberikan “pasangan” dalam hidup dan kehidupan di dunia ini”.

“Suatu keseimbangan”…

“Yang mambawa kestabilan dan bahkan keberlanjutan hidup dan kehidupan dunia itu sendiri!”.

08 AprFilsafat Sederhana

Problem vs solution

BAGAIMANA MENCIPTAKAN KETENANGAN JIWA?

Hindari Problem

Syekhfani

Menciptakan ketenangan jiwa? Upayakan tidak ada problem.

Untuk itu beberapa kiat yang dapat dilakukan antara lain, yaitu:

• Jangan menunda pekerjaan agar tidak menumpuk beban, bila ada waktu segera selesaikan; dengan kata lain lakukan prinsip “Meja Bersih”.

• Jangan “negative thinking” agar tidak berefek jelek, salah duga, salah sangka, sok “Udzon” (jawa).

• Ikhlas melakukan sesuatu, dengan harapan memperoleh pahala dari Yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi.

Insya Allah, kita tidak akan mengalami “stress” yang berakibat “stroke”.

08 AprFilsafat Ilmu Pengetahuan

Cover

SUATU TINJAUAN

Bahan Kuliah Fisilmetil

Syekhfani

Pada semester Genap tahun 2016 ini, mahasiswa Program Pasca Sarjana (S3), Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya,mendapat jadwal mata kuliah “Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian Ilmiah” (FesilMetil), yang diampu oleh dosen: IRS*, YGS, dan SFN (Penulis).

Sebagai bahan diskusi, penulis menyiapkan materi berjudul “Filsafat Ilmu Lingkungan Hidup”, sebagai berikut:

Konsep Materi Kuliah

Materi berupa acuan-acuan konsep filsafat ilmu. Diharapkan menjadi topik yang dapat dijadikan topik bahasan saat tatap muka di kelas.

*) Koordinator

01 OctSifat Perilaku Makan

Capture

HEWAN TERNAK BESAR – KECIL

Menentukan Jenis dan Kualitas Pupuk Kandang

Syekhfani

Sifat perilaku makan hewan ternak (besar, kecil), menghasilkan jenis dan kualitas pupuk kandang (pukan) sebagai sumber pupuk penyubur tanah (farmyard manure).

Pengetahuan tentang sifat perilaku makan ini diperlukan apabila kita ingin memproduksi jenis pupuk kandang tertentu, sesuai unsur hara dominan yang terkandung di dalamnya.

Kandang Sapi:

Sapi dan hewan lain sejenis yang memakan rerumputan sebagai pakan utama, menghasilkan sisa pakan kaya C, H, dan O (karbohidrat).

Sebagai pupuk organik, maka pukan sapi dapat ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tata udara dan tata air).

Kandang Kambing:

Kambing dan kerabat dekatnya (domba) memakan rerumputan dan dedaunan.

Perilaku makan hewan kambing adalah unik. Ia memilih jenis dedaunan tertentu yang disukai dan dari berbagai jenis, sehingga dapat dikatakan kotorannya kaya unsur C, H, O, N, S, dan K.

Sebagai pupuk organik, pukan kambing merupakan bahan ameliorasi sifat fisik dan kimia tanah (tata udara, tata air, dan tata hara).

Kandang Ayam:

Ayam yang tergolong hewan unggas, memakan bebijian yang kaya protein dan asam nukleat (C, H, O, N, S, P, K).

Kotoran ayam sedikit mengandung serat atau senyawa selulose; jadi mudah mengalami dekomposisi.

Sebagai pupuk organik, pukan ayam merupakan bahan ameliorasi sifat kimia tanah (tata hara).

Kandang Hewan Menyusui (Mamalia):

Hewan menyusui tergolong pemakan segala, sehingga kotorannya pun kaya akan unsur hara lengkap: C, H, O, N, S, P, K + unsur mikro (trace elements).

Oleh sebab itu pupuk organik bersumber dari kotoran hewan menyusui, paling baik sebagai sumber hara tanaman lengkap (komplit).

Itu sebabnya, mengapa pupuk nightsoil, ada yang membuat dan mengaplikasikan, meski penggunaannya kontroversial.

20 AugAir dan Udara

21. resonansi-pada-kolom-udara

DUA SAUDARA TIDAK PERNAH BERPISAH

Puisi

Syekhfani

Air dan Udara

Ada di mana mana

Kemana-mana

Selalu bersama-sama

Meski sifat berbeda

Ada sifat yang sama

Bisa panas atau dingin

Air, bisa dilihat, dapat diraba

Udara, hanya mampu dirasa

Namun, mereka selalu rukun

Bak saudara kembar

Saling sayang, saling mencinta

Air egois, ingin berkuasa

Udara, selalu mengalah

Sisa tempat untuk air

Jadilah diduduki udara

Tapi ..

Jangan remehkan

Tidak ada kehidupan

Di dunia fana…

Tanpa mereka!

Tumbuhan, hewan maupun manusia

Meminum air

Menghisap udara…

Air dan Udara

Bila panas atau dingin

Dibantu oleh “vegetasi”

Yang masih segar atau pun sudah melapuk

Agar tidak terlalu panas

Ataupun terlalu dingin…

- Puisi Agustus 2015 –

09 AprLaterization

Laterization

PEDOGENESIS TANAH MINERAL MASAM

Zone Tropika Basah

Syekhfani

Laterization (Ferralitization)*, adalah pelepasan silikat (Desilication) pada tanah mineral masam, terutama pada zone tropika basah (tropical rain zone).

Silikat larut dapat mengalami pencucian (leaching) ke lapisan bawah tanah (ground water), yang berakhir sebagai endapan di muara.

Apabila konsentrasi Silika larut dalam tanah mencapai 140 ppm, maka bisa terjadi polimerisasi silika: silika polimer akan mengendap dengan adanya Al, atau bila terjadi penurunan pH.

Namun, silika dalam bentuk monomerik, cenderung tercuci ke luar sistem.

*Lihat: Tan, Kim H. 1993. Principles of Soil Chemistry. 2ndEdit. Depart.of Agron. The Univ. Of Georgia. Athens, Georgia. Marcel Dekker, Inc. New York-Basel-Hong Kong. pp 292-293.

Implementasi:

Endapan lumpur di muara berasal dari kawasan tanah mineral masam (Ultisol, Oksisol), cenderung kaya akan unsur Si.

Pemanfaatan kembali lumpur muara kaya Si untuk ameliorasi Ultisol dan Oksisol tersebut, merupakan alternatif solusi dalam peningkatan daya dukung (carrying capacity) lahan.

Tindakan ini tergolong upaya “daur ulang” (recycling) material berpindah, dan termasuk dalam program keberlanjutan “sistem budidaya pertanian” (sustainable agriculture system).

08 Apr∆ pH pada Oksisol dan Alfisol

DOMINASI SESKUIOKSIDA

Mekanisme Reaksi

Syekhfani

Mengapa nilai ∆ pH (KCl – H2O) positif pada Oksisol dan Alfisol?

Hasil analisis sifat kimia tanah, umumnya menunjukkan nilai pH ekstraksi-H2O lebih besar dari ekstraksi-1N KCl.

Tetapi adakalanya nilai ekstraksi-1N KCl lebih besar daripada ekstraksi-H2O, mengapa?

Jawab: karena Oksisol dan Alfisol didominasi oleh mineral liat non kristalin – “seskui-oksida” (Fe2O3, Al2O3).

Bagan reaksinya adalah sebagai berikut:

1. Misel/Koloid]- +H + KCl → Misel/Koloid]- +K + HCl → (H+ + Cl-)
[H+] tinggi → pH-H2O tinggi

2. Misel/Koloid]+ -OH + KCl → Misel/Koloid]+ -Cl +KOH → (K+ + OH-)
[K+] tinggi → pH-KCl tinggi

Kasus ini bisa berakibat kesalahan saat menentukan pereaksi P-tersedia (extractable-P) pada Alfisol, yang menggunakan pereaksi OLSEN berdasar nilai pH “agak alkalis”, di mana P-tersedia tidak terukur (trace).

Setelah menggunakan perekasi BRAY-1, P-tersedia dapat terukur.

Reaksi-reaksi di atas berkaitan pula dengan “zwitterion” dan “ion amfoterik” pada tanah-tanah muatan bergantung pada pH (pH-dependent charge).

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/04/06/zwitterion/

06 AprZwitterion

ION BANCI – GARAM INNER – SENYAWA AMFOTIR

Syekhfani

Dalam ilmu kimia , “zwitterion” atau “ion-banci” (hybrid, adipolar), adalah molekul netral mengandung muatan listrik positif dan muatan listrik negatif – (“zwitter” – istilah dalam bahasa Jerman).

Zwitterion berbeda dengan “dipole”, dalam hal tempat (lokasi) molekul yang berada pada kutub (pole) berlawanan; sedangkan zwitterion berada dalam satu molekul.

Sifat dipole menunjukkan kemampuan suatu senyawa bereaksi dalam dua kondisi reaksi larutan: masam dan alkalis; sehingga dikenal pula dengan sebutan senyawa “Amfotir – Amphoterism ”.

Zwitterion kadang-kadang juga disebut “garam inner”.

Asam Amino, merupakan contoh terbaik bentuk “zwitterion”, mengandung gugus amine (amonium) dan karboksilat, dan dapat digambarkan melalui reaksi asam – basa.

Gugus amina adalah deprotonat asam karboksilat.

NH2RCHCO2H → NH3+RCHCO2−

Suatu asam-amino mengandung pusat asidik (fraksi asam karboksilat) dan basik (fraksi amina).

1. Isomer sebelah kanan adalah suatu “zwitterion”

Isomer sebelah kanan adalah suatu “zwitterion”.

2. Isomer asam sulfamat, dengan  “zwitterion”

Isomer asam sulfamat, dengan “zwitterion” (kanan).

Lihat: → http://en.wikipedia.org/wiki/Zwitterion

Muatan listrik positif dan negatif yang ada dalam gugus amina dan sulfidril pada asam amino tersebut di atas, memberi peluang terhadap peningkatan “kapasitas tukar ion” (kation dan anion).

Reaksi zwitterion akan sangat membantu dalam menjelaskan mekanisme ameliorasi tanah, apakah sebagai “pupuk organik” ataupun “pengondisi tanah” yang mengandung N (protein, asam amino).

23 MarSuksesi Ilmu Pengetahuan

bayi-pintar

DARI TIDAK-TAHU, JADI TAHU, AKHIRNYA MENJADI ILMU-PENGETAHUAN

Alur Pikir Filsafat Sederhana

Syekhfani

Manusia, dilahirkan di dunia sebagai Bayi, dalam keadaan polos segalanya, termasuk polos otaknya, alias belum bisa berpikir.

Dalam perkembangan fisik dan mentalnya, maka melalui anugerah “panca-indra”, mulailah sang Bayi belajar meraba, melihat, mendengar, membau, dan merasakan apa yang ada di sekelilingnya.

Aktivitas tersebut, kemudian melalui syaraf-otak diolah dan direspon, dibantu oleh ketajaman “naluri”, lalu di ekspresikan dalam bentuk “sifat-nafsu” yang bepasangan antagonis (senang-marah, setuju-protes, dsb.).

Lihat: → https://saripedia.wordpress.com/tag/cara-kerja-otak-bayi/

Ekspresi sederhana sang Bayi berupa: tangis, tawa, senyum, gelisah, tenang, dan lain-lain, selalu dimonitor oleh Ibu, sebagai individu terdekat selain Ayah, dan keluarga lainnya.

Merekalah orang pertama yang memberi “ilmu” dan “pengetahuan”, dari “tidak-tahu”, jadi “tahu”, dan akhirnya menjadi “ilmu-pengetahuan” yang lengkap.

Belajar bicara dari potongan kata, kata, kalimat: ta ta ta, ba bi bu, pa ma, papa mama, ini Budi, ini Ibu Budi… dst.

Selanjutnya, kelengkapan, bentuk dan warna ilmu pengetahuan seseorang adalah merupakan hasil interaksi dengan lingkungan informal dan formal.

Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/02/17/soil-bahan-diskusi/

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

12 MarVinasse

Vinasse

BY-PRODUCT MOLASE

Bahan baku Pupuk & Soil Conditioner

Syekhfani

Tanaman tebu, tergolong tipe C4 (“Siklus Calvin”, Siklus Asam Oksalo-Asetat), jalur metabolisme tanaman yang lebih efisien daripada tipe C3 (“Siklus Krebs”, Siklus Asam Sitrat).

Keunggulan tipe-C4, mampu memproduksi biomas lebih banyak, sehingga sisa hasil panen (by-product, limbah) juga banyak.

Vinasse, salah satu hasil samping (by-product) industri gula.

Gula tebu dan Gula bit, diproses di pabrik menjadi: Gula kristal, Pulp dan Molase.

Molase, difermentasi menjadi produk utama: Etanol, Asam Askorbat, dan lain-lain.

Setelah produk utama tersebut diambil, maka materi tertinggal adalah limbah (by-product) yang disebut “Vinasse”.

Vinasse, diperdagangkan setelah porsi dehidrasi mempunyai viskositas mendekati Molase. Vinasse komersil berasal dari gula tebu, disebut “Cane-Vinasse” dan dari gula bit, disebut “Beet-Vinasse”. Lihat: en.wikipedia.org/wiki/Vinasse

Arti Praktikal:

Efisiensi produksi merupakan kiat dalam memperoleh keuntungan optimal.

Vinasse dapat digunakan sebagai bahan baku Pupuk Organik maupun Soil Conditioner.

Aplikasi vinasse, merupakan alternatif dalam ameliorasi sifat kesuburan tanah.

“Dari tebu kembali ke tebu”!

13 FebKinase

Gb. 0. Active_site_of_Dihydroxyacetone_Kinase

ENZIM FOSFORILASE

Syekhfani

Dalam reaksi fotosintesis, yaitu perubahan energi kinetik sinar matahari menjadi energi metabolik ATP, ADP (TPN, DPN, dan lain-lain), melibatkan unsur fosfor (P) sebagai sumber energi tinggi (high energy).

Mekanisme tersebut, secara kimia organik merupakan reaksi enzim yang perlu diketahui dan dipahami agar dapat dimengerti peran penting unsur P sebagai sumber energi, N dan Mg sebagai penyusun khlorofil, serta K dalam transfer fotosintat.

Pada gilirannya, ilmu dasar (basic sciences) tersebut diperlukan dalam transfer menjadi ilmu terapan (applied sciences); misalnya teknologi agen hayati (biofertilizers).

Dalam media tanah, enzim pertumbuhan akar tanaman diproduksi oleh mikroorganisme tanah (bakteri, fungi), seperti Rhizobium dan Mikorhiza.

Kelompok mikroorganisme tanah yang umum terdapat bebas sebagai mikroflora alam di antaranya adalah bakteri termasuk dalam PGPR (plant growth promoting rhizobacteria), dan fungi AMF (arbuscular mycorrhiza fungi).

Agen hayati (biofertilizers) menjaga lingkungan tanah kaya akan semua jenis unsur hara makro dan mikro melalui: fiksasi N, pelarutan atau mineralisasi P dan K, melepas zat pengatur tumbuh (growth regulating substances), produksi antibiotik dan biodegradasi bahan organik tanah lihat: http://www.microbialcellfactories.com/content/pdf/1475-2859-13-66.pdf.

Berikut adalah gambaran singkat tentang enzim Kinase:

Kinase, atau juga disebut “fosfotransferase”, adalah enzim yang mengiris gugus fosfat dari molekul donor berenergi tinggi, seperti ATP menjadi suatu substrat spesifik (lihat: id.wikipedia.org/wiki/Kinase).

Proses biokimia di atas disebut “fosforilasi” dan enzim yang memisah gugus fosfat ini disebut “fosfatase”.

Kinase memoderasi transfer bagian molekul fosfat ber energi tinggi (seperti ATP) ke molekul substratnya, seperti terlihat pada Gambar 1.

images

Gb. 1. Reaksi Perubahan ATP menjadi ADP dalam Proses Fosforilasi

Kinase diperlukan untuk menstabilkan reaksi karena ikatan fosfo-anhidrida mengandung energi tingkat tinggi.

Kinase meningkatkan aktivitas reaksi dalam mengorientasikan substrat dengan grup fosforil.

Selain itu, kinase umumnya memanfaatkan muatan positif residu asam amino, yang secara elektrostatis menstabilkan kondisi transisi berinteraksi dengan gugus fosfat bermuatan negatif.

Atau, beberapa kinase menggunakan ikatan kofaktor status logam aktif mereka untuk mengkoordinasikan grup fosfat.

Kinase digunakan secara ekstensif untuk mengirimkan sinyal dan mengatur proses yang kompleks dalam sel.

Molekul fosforilasi dapat meningkatkan atau menghambat aktivitas mereka dan memodulasi kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan molekul lain.

Penambahan dan penghapusan kelompok fosforil menyediakan sel dengan alat kontrol karena berbagai kinase dapat merespon kondisi atau sinyal yang berbeda.

Mutasi kinase yang menyebabkan pengurangan atau peningkatan fungsi dapat menjadi penyebab penyakit kangker pada manusia, termasuk beberapa jenis leukemia, blastoma, ataksi, dan lain-lain (lihat: en.wikipedia.org/wiki/Kinase).

05 FebGreen Roof Garden

Gambar 0. green roof spring

WACANA KONSERVASI TANAMAN

Praktik, Pendidikan, Keindahan

Syekhfani

Green Roof Garden, adalah suatu teknologi konservasi estetika tanaman yang disiapkan sebagai objek untuk penelitian dan pendidikan, dikembangkan dalam bentuk laboratorium hidup.

Wacana konservasi tanaman Green Roof Garden, sangat tepat dikembangkan terutama dalam konservasi plasma nuthfah spesifik lokasi, sekaligus memberikan daya tarik sebagai wisata pendidikan.

Berikut, disajikan kutipan dari website http://www.slowlife-exhibit.org/, semoga dapat menjadikan inspirasi untuk kita semua.

TINJAUAN

The Daniel F. and Ada L. Rice Plant Conservation Science Center features a green roof that underscores the Garden’s commitment to plant conservation. Combining practical benefits with aesthetic appeal, the Green Roof Garden also provides an opportunity for research and education, serving as a living laboratory.

Gambar 1. deck

Gambar 1. Deck

The Plant Science Center’s Green Roof Garden serves as an outdoor classroom for thousands of Garden visitors annually; the 16,000-square-foot green roof is accessible to the public via a grand staircase, and an overlook with interpretive panels educates visitors about all aspects of rooftop gardens.

Two distinct areas serve specific functions: the Ellis Goodman Family Foundation Green Roof Garden South features regional and national native plants, many of which are not currently used as rooftop plants; the Josephine P. & John J.

Louis Foundation Green Roof Garden North features a mix of plants known as good green roof plants, plus native and exotic plants that have potential for green roof use. Generally, the plants are sun loving, drought tolerant, have a shallow root system, and can withstand windy conditions.

Check out our blog articles on the green roof garden.

How the Science Works

Green roofs are becoming increasingly popular, but little research has been done to determine which plants are best suited for this extreme environment. The Garden’s evaluation of plants atop the Daniel F. and Ada L. Rice

Plant Conservation Science Center is the largest, most encompassing such trial in the country.

Approximately 40,000 plants representing 200 different species and cultivars are currently under evaluation within three different soil levels (four, six, and eight inches deep) on the 16,000-square-foot green roof.

All of the plants are scientifically evaluated for effectiveness in the semi-intensive roof garden environment.*

This living laboratory is outfitted with equipment to monitor soil moisture, wind and light levels, and temperatures in the various layers of the plantings.

Scientists monitor plant health, aesthetics, and survivorship of plants, ultimately recommending plants that are low-maintenance, absorb water and nutrients from rainfall (lessening runoff into storm sewers), and cool the building below (lessening energy use), while providing an aesthetic retreat.

Plants’ performances in 30 characteristics are tracked for a minimum of four years before staff assess their suitability. Results are shared through the Garden’s Plant

Evaluation Notes, a publication distributed broadly to gardeners and horticultural professionals, and through horticulture and gardening magazines and educational classes and symposia.

Successful plants will be promoted to the green roof industry, both locally and nationally, to ensure that the most appropriate and sustainable plants are used for this unique environment.

How the Beds Work

The planting beds consist of several layers, beginning with a waterproofing layer, two layers of hard foam insulation, a root barrier fabric, a drainage tile to allow water to drain away from the roots, a filter fabric to keep the growing media from clogging the drainage holes, and growing media as the top layer.

Plants are grown in a semi-intensive media—a gravel-like soilless mix especially formulated for roof gardens. Lighter and more porous than soil, it allows water to drain quickly, reducing the weight load on the roof.

Making it possible

The Green Roof Garden at the Plant Science Center was made possible by the generous support of the Ellis Goodman Family Foundation and the Josephine P. & John J. Louis Foundation.

Operational support was provided by the Woman’s Board of the Chicago Horticultural Society facilitates research into which plants are best suited for growing in green roof gardens throughout the Midwest and in similar climates worldwide.

Gambar 2. sedum

Gambar 2. Sedum

About Green Roofs

Green roofs are an important component of sustainable urban development.

According to the International Green Roof Association (IGRA), public benefits of green roofs include stormwater retention, a decrease in the urban heat island effect, a reduction of dust and smog, natural beauty, and the provision of a new habitat for plants.

Benefits to the building itself include increased roof life, reduced noise levels, thermal insulation, and effectiveness as a heat shield during hot weather.

*There are several types of green roofs: intensive, semi-intensive, and extensive.

Intensive roofs may contain a wide variety of plants (turf, trees, shrubs, and perennials), and even ponds and playgrounds, but they require extensive maintenance, plus permanent irrigation and fertilization.

Extensive roofs are good for sites not intended for use as roof gardens and are well suited to roofs with little load-bearing capacity.

There are few nutrients in the growing medium used in such roofs, which are suitable for less-demanding, low-growing, drought-tolerant plant communities.

The Plant Science Center features a semi-intensive, or intermediate green roof, which falls between the other two types.

It requires more maintenance, costs more, and weighs more than an extensive roof, but it has more design possibilities, and the deeper substrate allows for more plant variety.

18 JanGulma Ciplukan

Buah Ciplukan

OBAT TRADISIONAL MULTI GUNA

Banyak Diteliti Secara Ilmiah

Syekhfani

Ciplukan (Physalis angulata L.) – Solaneaceae, termasuk gulma rumputan yang biasanya tumbuh saat bera sehabis panen palawija setelah sawah, atau di bekas tempat tinggal di lahan yang sudah ditinggalkan.

Buah ciplukan matang terbungkus dalam kotak buah tipis segi empat meruncing (mengering bila sudah betul-betul matang), buah matang berwarna kuning bintik kemerahan mengkilat, rasa manis dengan aroma khas, sangat disukai anak-anak pedesaan.

Ciplukan adalah gulma bermanfaat, selain sumber vitamin, juga berkhasiat untuk kesehatan lain; sehingga telah menggelitik para ilmuan meneliti sifat kimianya secara ilmiah.

Gulma ciplukan, ternyata tumbuh pula dalam pot, menggunakan medium tanah diambil dari lapangan yang kebetulan mengandung biji ciplukan.

Berikut, gulma ciplukan tumbuh dalam pot Adenium (latar depan rumah kediaman penulis):

1. Buah ciplukan

1. Buah ciplukan

2. Ciplukan dalam pot

2. Ciplukan dalam pot

3. Gulma pot Adenium

3. Gulma pot Adenium

4. Latar depan rumah

4. Latar depan rumah

Lihat:
https://marfudin.wordpress.com/2010/12/30/khasiat-buah-ciplukan/

26 DecEkstraksi Asam Humat

images (1)

PEMILAHAN DARI DALAM TANAH DAN BAHAN ORGANIK

Jenis Ekstraktan dan Langkah-langkah Ekstraksi

Syekhfani

Bahan organik, adalah “kunci” keberlanjutan pertanian di Indonesia yang beriklim tropika basah dan hangat, di mana proses degradasi berjalan sangat cepat. Di pihak lain, bahan organik bersifat “multi purpose”, menata sifat fisik, kimia, biologi, dan kehidupan dalam tanah. Degradasi bahan organik menyebabkan degradasi pertumbuhan dan produksi tanaman.

Dalam manajemen bahan organik, sifat perilaku (nature and properties) senyawa organik dalam kaitan dengan reaksi dalam hidup dan kehidupan perlu diketahui dan dipelajari.

Asam Humat http://en.wikipedia.org/wiki/Humic_acid, adalah kunci keberlanjutan kesuburan potensial tanah, karena senyawa asam humat tergolong senyawa kompleks, siklik, atau aromatik yang tahan terhadap degradasi, di samping mempunyai gugus aktif mampu mengikat air dan unsur hara dalam jumlah besar.

Asam humat, saat ini menjadi fokus dalam pengembangan pertanian organik, bahkan dijadikan objek dalam industri pupuk ataupun pembenah tanah.

Berapa besar kandungan asam humat dalam tanah dapat diketahui melalui analisis kimia tanah, meliputi pemilahan-pemilahan fraksi mineral maupun oreganik menggunakan ekstraktan tertentu yang efisien dan efektif.

Perilaku bahan organik tanah, khususnya senyawa asam humat, hanya dapat dipelajari dalam satus bebas (free state), yaitu bebas dari ikatan senyawa inorganik tanah.

Sehingga, langkah pertama yang dilakukan para peneliti adalah “pemisahan” bahan organik dari ikatan matriks inorganik tanah: pasir, debu dan liat; dan selanjutnya “pemilahan” spesies senyawa organik dalam bahan organik, dan akhirnya dapat diperoleh senyawa asam humat itu sendiri.

Untuk maksud tersebut di atas, maka diperlukan analisis menggunakan metode ekstraksi yang telah lazim dilakukan dan diketahui akurasinya. Sebagai contoh, metode ekstraksi yang dikemukakan oleh Stevenson (1982)* berikut, banyak diacu oleh para ilmuan dan peneliti:

Sebuah teknik telah dikembangkan, tergantung pada sifat bahan yang diuji. Senyawa-senyawa non-polar seperti lemak, lilin, resin, dan lain-lain, dapat diekstrak dengan pelarut organik seperti heksana, eter, campuran benzena-alkohol, dan sebagainya.

Prosedur hidrolisis telah digunakan untuk mengisolasi monomer-monomer individual, seperti asam amino dan gula.

Metode ekstraksi yang ideal dikembangkan untuk untuk tujuan berikut:
• Mengisolasi bahan yang tidak berbeda.
• Senyawa asam humat terekstrak bebas dari kontaminasi inorganik, seperti liat dan kation-kation polivalen.
• Ekstraksi adalah lengkap, karena mewakili fraksi-fraksi pada kisaran berat molekulnya.
• Metode secara universal berlaku untuk semua jenis tanah.

Pereaksi untuk mengekstrak senyawa organik dari tanah (Stevenson 1982):

Tipe Bahan Ekstraktan: Ekstrak % bahan organik

Senyawa Asam Humat: NaOH hingga 80%

Ekstraktan Tawar (Mild): Na4P2O7 dan lainnya hingga 30%

Khelat Organik: Acetyloacetone, cupferron, hydroxyquinoline hingga 30%

Asam Format (HCOOH) hingga 55%

Ekstraksi Bahan Organik Alkali:

Penampakan ekstraksi alkali yang tidak menyenangkan adalah: larutan NaOH 0.1 – 0.5N dalam air dan tanah terhadap rasio ekstraktan dari 1:2 hingga 1:5 (g/ml) telah banyak digunakan untuk recovering bahan organik.

Ekstraksi ulangan dibutuhkan untuk mencapai recovery maksimum. Pembilasan tanah dengan larutan HCl, akan menghilangkan Ca dan kation polivalen lain, meningkatkan efisiensi ekstraksi bahan organik dengan pereaksi alkalin. Secara aturan umum, ekstraksi tanah dengan 0.1 atau 0.5N NaOH menghasilkan recovery sekitar 2/3 dari kandungan tanah.

1. Larutan alkali melarutkan silika dari bahan mineral dan silika mengkontaminasi pemisahan fraksi organik dari ekstrak.

2. Larutan alkali melarutkan komponen struktural dan protoplasmik jaringan organik segar dan menjadi tercampur dengan bahan organik humat.

3. Di bawah kondisi alkalin, autoksidasi beberapa senyawa organik tampak dalm kontak dengan udara selama ekstraksi dan saat didiamkan.

4. Perubahan kimia dapat juga kelihatan dalam larutan alkalin seperti kondensasi sntara asam amino dan aldehida atau quinon.

Ekstraktan Tawar (extractant mild)

Beberapa ekstraktan tawar sebagai ekstraktan lebih selektif telah direkomendasikan tahun-tahun terakhir sebagai alternatif menggantikan ekstrak dengan alkali kuat.

Termasuk agen garam-garam kompleks (Na4P2O7 dan EDTA), agen organik kompleks dalam medium larut (acetylacetone), dan pelarut organik berbagai tipe. Meski hasilnya kurang menggantikan bahan, ekstraktan ini jauh kurang efektif dibanding hidroksida alkali dalam mengurai bahan organik.

Seperti pada ekstraksi alkali, frekuensi recovery bahan organik dapat ditingkatkan dengan perlakuan pendahuluan terhadap tanah mineral masam untuk menghilangkan karbonat (HCl) atau silikat (campuran HCl-HF).

Untuk penyelidikan tertentu, suatu ekstraktan tawar dibutuhkan; untuk yang lebih komplit lainnya, maka yang dibutuhkan adalah alkali panas. Saat ini, banyak penyidik emnggunakan ekstraktan secara berurutan sehingga bagian bahan organik diperoleh dengan ekstraktan tawar sebelum ekstraktan alkali.

Na4P2O7 dan garam netral lain di kebanyakan tanah, Ca dan kation-kation polivalen lain (Fe, Al) bertanggung jawab dalam membentuk bahan organik dalam kondisi terflokulasi dan tidak larut. Pereaksi-pereaksi yang menyebabkan kondisi kation tidak aktif melalui pembentukan endapan atau koordinasi kompleks larut ke solubilisasi bahan organik.

Pereaksi tertentu seperti amonium oksalat, sodium irofosfat dari asam organik lemah telah digunakan untuk hal ini. Dari berbagai pereaksi netral, Na4P2O7 lah yang terbanyak digunakan. Seperti disebut terdahulu, jumlah bahan organik yang ditemukan (<30%) diperkirakan lebih rendah dari pada alkali kostik, tetapi kurang menggantikan.Untuk meminimalkan modifikasi kimia bahan organik, ekstraksi harus dilakukan pada pH 7.0.

Asam Format – HCOOH

Penelitian intensif terhadap ekstraksi bahan organik dengan asam format menunjukkan bahwa pada keadaan tertentu hingga 55% bahan organik tanah mineral dan sebanyak 80% dalam kompos dapat diekstrak dengan asam format mengandung LiF, LiBr atau HBF4.

Pengembangan asam format anhidrous untuk ekstraksi bahan organik adalah bahwa senyawa polar yang teroksidasi ataupun bersifat hidrolitik. Lebih lanjut, asam format merupakan solven yang baik untuk spesies senyawa secara luas, termasuk polisakharida. Jumlah Ca, Fe, Al dan senyawa inorganik lain larut dalam tanah sepanjang bahan organik dan lebih jauh yang mungkin lepas menjadi bahan inorganik secara komplit. Asam format paling efisien dengan tanah yang mengandung banyak bahan organik yang hanya terhumifikasi setempat.

Agen Khelat Organik

Senyawa organik seperti acetylacetone, cupferron dan hydroxyquinoline, yang mampu membentuk khelat dengan logam polivalen, telah digunakan untuk mengekstrak bahan organik lluvial tanah dari Spodosols. Bahn organik dari horizon B tanah-tanah ini tampak sebagai kompleks dengan Fe dan Al dan kompleks logam-logam ini melalui agen khelating melepas bahan organik menjadi bentuk larut. Agen khelat bahan organik agak kurang efektif untuk mengekstrak bahan organik dari tipe tanah lain.

*) SOIL SCIENCE 702/802: CHEMISTRY OF SOILS … SYLLABUS (revised Jan 1998); Text: Sparks, 1995, Environmental Soil Chemistry, Academic Press; Supplemental: Cresser, Killham, and Edwards, 1993, Soil Chemistry and its applications, Cambridge.

01 DecEtika Profesi

Etika Profesi

BIDANG PERTANIAN

Syekhfani

Hidup dan kehidupan diciptakan oleh SANG MAHA PENCIPTA.

Makhluk hidup: manusia, hewan, tumbuhan.

Tempat kehidupan: alam dunia (bumi).

Bumi dan segala isinya (termasuk hewan dan tumbuhan) diciptakan untuk MANUSIA.

Manusia bertanggung jawab terhadap kelestarian MAKHLUK HIDUP dan ALAM DUNIA.

Manusia harus menjaga hewan dan tumbuhan tetap sehat dan berproduksi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Terdapat etika hubungan manusia dengan makhluk hidup dan alam.

Manusia yang profesional mengikuti KODE ETIK pofesi.

Etika profesi: baik dan buruk tergantung yang bersangkutan.

Profesi ilmuan: menguasai (ahli) di bidang ILMU.

Di bidang Ilmu Pertanian, terdapat etika:

Agronomi: etika pertumbuhan dan produksi tanaman.

HPT: etika pencegahan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Tanah: etika penyediaan udara, air, unsur hara dan lingkungan perakaran.

Agribisnis: etika bisnis di bidang pertanian, pemeliharaan hubungan sosial dan ekonomi.

Jadi, etika pertanian meliputi hubungan antara mahluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan), di mana MANUSIA (yang punya otak dan akal), diberi wewenang dan tanggung jawab penuh oleh SANG MAHA PENCIPTA untuk melestarikannya.

Akhirnya, etika yang paling MUTLAK adalah hubungan manusia dengan SANG MAHA PENCIPTA!

12 NovSoil Experiment

PENDEKATAN RESPON TANAMAN

Regresi Linear dan Kuadratik

Syekhfani

Regresi adalah hubungan sebab-akibat data hasil suatu rancangan percobaan, tentang respon suatu objek penelitian terhadap suatu perlakuan.

Di bidang kesuburan tanah, berupa hubungan faktor kesuburan tanah dengan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Faktor tanah (X) disebut sebagai “faktor bebas” (independent factor)”, sedang faktor tanaman (Y) adalah “faktor tergantung” (dependent factor).

Ada berbagai bentuk hubungan regresi: linear, kuadratik, kubik, kuartik, tunggal, berganda, dan sebagainya.

Oleh karena itu, prosedur sederhana analisis regresi, penting diketahui dan dikuasi sebagai alat penduga respon tersebut.

Berikut, disajikan contoh “kerangka” konsep analisis regresi “Linear” dan “Kuadratik”, sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam penyelesaian tugas akhir (skripsi, tesis) mahasiswa.

Capture1

Capture2

Capture3

Capture4

Solusi: → Lihat *) halaman 64 – 74 dan Appendix 9.

Capture4

Bila nilai F-hitung menunjukkan beda sangat nyata dan komponen linear positif dan komponen kuadratik negatif, maka berarti bahwa tren hasil percobaan adalah grafik “kuadratik” bersama “linear”.

Dari hasil regresi kuadratik (Y=ax2+bx+c), selanjutnya dapat dihitung dosis optimum treatment, dengan rumus:
Xopt, = -b/2a

Dosis optimum, dapat digunakan sebagai dasar rekomendasi hasil penelitian.

*) Chang, Lu-Chih. 1972. The Concept of Statistics in Connention with Experimentation. ASPAC, Food and Fertilizer Tech. Center, No 13.

Lihat:
http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/02/hubungan-sebab-akibat-regresi-korelasi/
http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/02/kurva-respons-dosis-optimum/

Tags:

08 NovProfesional

Intelektual

SIFAT DAN PERILAKU

Fate and Behaviour

Syekhfani

Profesional, adalah sifat dan ciri seseorang yang menekuni bidang kerja khusus dan menguasi bidang tersebut (ahli). Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Professional

Di bidang akademik, profesi utama adalah “ILMUAN” (scientist), atau “intelektual”, menekuni bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ada 11 ciri seorang ilmuan (intelektual):

Intelegencekecerdasan: merupakan faktor yang esensial dan umumnya mahasiswa dan dosen sudah memenuhi syarat.

Interestperhatian: keingin tahuan yg spesifik dan mendalam atas bidang penelitian.

Imaginationdaya khayal: pemikir yang orisinil dan pengkhayal. Kemajuan ilmiah tidak dapat terjadi hanya dengan melakukan apa yang pernah dilakukan orang lain atau dengan mempergunakan metode dan teknik yang sama.

Initiatifinisiatif: mulai dari sekarang, jangan menunggu orang lain atau mencari-cari alasan dalam memulai sesuatu.

Informationinformasi: kumpulan keterangan dan hasil penelitian terdahulu dari berbagai tempat dan sumber dari pustaka.

Inventivedaya cipta: peralatan yg tepat belum tentu tersedia. Usahakan untuk menciptakan sendiri.

Industriousberusaha: tidak segan-segan menggunakan kedua tangan atau bagian fisik lain. Penelitian lapangan memerlukan kerja fisik.

Intense observationpengamatan intensif: hiduplah dengan penelitian anda; kerjakan pengamatan harian dan waspada terhadap hal-hal yang tidak wajar. Catatlah semua!

Integritykejujuran: diperlukan secara mutlak, janganlah membohongi diri sendiri.

Infectious entusiasmeantusias meluap-luap: ceritakan penelitian anda kepada yang lain dengan cara menarik. Terangkan tujuan dan hasil apa yg diharapkan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Indefatigable writerpenulis yg tidak mudah putus asa: publikasikan hasil penelitian anda supaya masyarakat dpt mengetahuinya dan para peneliti baik sekarang maupun akan datang dapat mengambil manfaatnya. Penelitian baru menjadi ilmu pengetahuan jika hasilnya sudah dipublikasikan.

Incentivepahala: cintai dan nikmatilah penelitian anda.

Ke sebelas ciri ilmuan (intelektual) tersebut dikenal dalam judul “Open Your I’s – Buka Mata Anda”.*

* J.W. Pendleton (Jajah Koswara, IPB, Bogor, 1980).