Archive for the 'Indikator Tumbuhan' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

10 MaySYMPTOMATIC DIAGNOSIS UNSUR HARA

Defisiensi dan Toksisiti Tanaman

Syekhfani

Mengenal cepat kelainan pertumbuhan tanaman akibat defisiensi atau toksisiti?

Gunakan “Tanaman Jagung” sebagai indikator, karena tanaman jagung umur pendek (3 bulan), cepat tumbuh, fase pertumbuhan vegetatif dan generatif jelas dan tegas, gejala yang ditunjukkan ‘spesifik unsur esensial tertentu’, dan menunjukkan penampakan (performance sesuai sifat dan perilaku masing-masing unsur).

Waktu diagnosis: saat pertumbuhan vegetatif maksimum (fase tillering, muncul bunga jantan, dan bunga betina di ketiak daun – “silking period“.

Defisiensi:

Unsur mobil – N, K dan S: khlorosis permukaan daun, dimulai daun tua dan merata di seluruh tanaman.

Unsur non-mobil – Fe, Mn, Cu, Zn: toksik mulai daun tua terbawah, disertai perkembangan daun muda (pucuk) terhambat.

Unsur moderat – P, Ca, Mg, Mo, B: gejala spesifik pada daun tua (bawah) diiringi kelainan pertumbuhan pada daun muda (pucuk) akibat pengaruh induksi (induced).

Berikut ada tempat khusus (site specific) munculnya gejala defisiensi dan toksisiti pada tanaman.

Pada tanaman semusim monokotil – serealia (padi, tebu, sorghum, dan lain-lain) gejala bisa seperti pada jagung.

Pada tanaman semusim dikotil (legum, dan lain-lain), posisi tempat bisa sama, tapi gejala berbeda spesifik masing-masing.

Toksisiti:

Unsur hara esensial makro N, P, K, Ca, Mg, S: tidak menunjukkan gejala keracunan bila berlebihan, namun menyebabkan terjadi penghambatan pertumbuhan dan menginduksi defiensi unsur hara lain (induced chlorosis).

Unsur mikro hara esensial mikro Cu, Zn, Fe, Mn: menyebabkan gejala keracunan berupa nekrotik pada daun-daun tua (immobil).

Posisi gejala defisiensi:

Diagnostik Simptom - Copy

Contoh gejala defisiensi unsur hara esensial pada tanaman jagung (Dr Somchai C-A-R, Monsanto Imagine, 2006, slide).

Gejala Kelainan

Lihat pula: Buku – Hubungan Hara Tanah Air Tanaman, Syekhfani(2010)

BUKU HHTAT

22 MarSOIL-Fitoremediasi

  

PENCEMARAN TANAH DAN AIR – LOGAM BERAT – REMEDIASI

 

Tanaman Remediator:  Tidak dimakan  – Tidak mengganggu kesehatan

 

 

 Pencemaran lahan terjadi dari kegiatan penambangan, pertanian, limbah pabrik, limbah pemukiman, limbah kota, timbunan sampah, dan sebagainya.

  •  Pencemaran bisa berupa gas, cair, dan padat, masuk ke lahan mencemari tanah, air, tanaman, hewan dan manusia.
  •  Pencemaran bersifat langsung atau tidak langsung berdampak kepada kehidupan tumbuhan, binatang, atau manusia.
  • Upaya mengatasi pencemaran meliputi pencegahan (preventif) atau penganggulangan (kuratif).
  • Lahan tercemar dibersihkan (sanitasi)  menggunakan berbagai cara misalnya bahan “pengondisi tanah” atau “remidiasi” dengan bantuan tanaman (Fitoremidiasi).
  • Fitoremeditor bersifat toleran terhadap kandungan logam berat tinggi (akumulator logam – “metal accumulator”).
  • Fitoremidiator tidak boleh dimakan atau digunakan untuk keperluan yang menyangkut kesehatan.
  • Dapat digunakan untuk bahan baku industri kerajinan rumah tangga (handy craft).
  • Contoh jenis tanaman untuk fitoremidiasi:

 

 

Pencemaran Lahan Upland (lahan kering)

   

 vetiveria-zizanioides[1]

  

Akar wangi- Vetiveria zizanioides (L.) Nash – Poaceae.  Akar wangi adalah sejenis rumput abadi dengan kemampuan adaptasi ekologis yang kuat dan produktivitas biomas yang besar, mudah dikelola dan tumbuh dalam kondisi tanah berbeda, merupakan fitoremediator ideal untuk mengendalikan pencemaran lingkungan. Akar wangi mampu tumbuh pada lahan yang terkontaminasi logam berat: bekas tambang maupun bekas minyak, dan mampu mengakumulasi logam dalam konsentrasi yang tinggi (J. Purwani Balai Penelitian Tanah).   Link:  Akar wangi

 

Pencemaran Lahan Lowland (lahan tergenang)

  

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Purun tikus  - Eleocharis dulcis – Cyperaceae -  merupakan tumbuhan khas lahan rawa. Tanaman air ini banyak ditemui pada tanah sulfat masam dengan tipe tanah lempung atau humus dengan pH 6,9 – 7,3, tetapi juga mampu tumbuh dengan baik pada tanah masam.  Purun tikus ditemukan di daerah terbuka di lahan rawa atau daerah persawahan yang tergenang air, pada ketinggian 0 – 1.350 m di atas permukaan laut;  tumbuh baik pada suhu 30 − 35°C dan kelembapan tanah 98 – 100%.  Link:  Purun-tikus

 

Pencemaran Air (waduk, rawa)

 

 10092009036-001[1]

 

Eceng gondok atau enceng gondokEichhornia crassipes – Pontederiaceae.  Indikator kondisi tergenang, air mengalami eutrifikasi, kaya unsur hara.  Dijumpai di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO).  Link:  Eceng-gondok

Kerajinan industri rumah tangga (handy craft).  Link:  Pangrajin-anyamam-bahan-enceng-gondok 

 

15 MarSOIL-Indikator Tumbuhan

 

INDIKATOR TUMBUHAN ALAMI

 

Invasi pada Kondisi Ekstrem

 

 

1

2

Alang-alang (Lalang) – Imperata cylindrica (L.) P. Beauv. – Gramineae – Indikator lahan yang mengalami penurunan kesuburan (degradasi); menghendaki kondisi tanah aerobik (tidak tergenang air); tahan terhadap kekeringan, kebakaran, dan beradaptasi pada tanah masam. Lahan alang-alang umumnya terlihat bila lahan pertanian intensif ditinggalkan (shifting cultivation). Invasi alang-alang berlangsung cepat, karena berbiak secara vegetatif melalui akar “stolon”. Link: Imperata

- Contoh: Gambar atas (inset) > lahan Ultisols, pembukaan hutan sekunder di PG Bungamayang (Lampung Utara), dokumen Proyek Penelitian N Manajemen (Syekhfani).

 

3

4

5

Melastoma (hareundeung, Sunda) - Melastoma malabathricum – MelastomataceaeLocally known as Sendudok. This species grows on average about 1 m but may grow up to 3 m tall. The stems are reddish, covered with small rough scales. The leaves are simple, narrow with 3 prominent longitudinal veins and bristly underside. The flowers have five petals, dark to pinkish in colour and on rare occasion the colour of the flowers may be white. The fruits are oval in shape with purple pulp and contains many seeds (this picture was taken at bukit larut, taiping on 2/10/2008). See complete: Melastoma

- Contoh: Gambar > pada Ultisols topsoil terdegradasi (inset atas); > pada Histosols Pahandut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (inset bawah).

 

6

7

Paku-pakuan – berbagai jenis dan spesies – Indikator tanah masam/terdegradasi; ditemukan pada kondisi marginal, seperti lantai hutan yang lembab, tebing perbukitan, merayap pada batang pohon atau batuan, tepi kolam/danau, daerah sekitar kawah vulkanik, serta sela-sela bangunan yang tidak terawat. Meskipun demikian, ketersediaan air yang mencukupi pada rentang waktu tertentu diperlukan karena salah satu tahap hidupnya tergantung pada keberadaan air. Link: Tumbuhan paku

- Contoh: Gambar (inset) > pada gambut Pahandut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

 

8

Purun tikusEleocharis dulcis – Cyperaceae – merupakan tumbuhan khas lahan rawa. Tanaman air ini banyak ditemui pada tanah sulfat masam dengan tipe tanah lempung atau humus dengan pH 6,9 – 7,3, tetapi juga mampu tumbuh dengan baik pada tanah masam. Purun tikus ditemukan di daerah terbuka di lahan rawa atau daerah persawahan yang tergenang air, pada ketinggian 0 – 1.350 m di atas permukaan laut; tumbuh baik pada suhu 30 − 35°C dan kelembapan tanah 98 – 100%. Link: Purun tikus

 

9

Eceng gondok atau Enceng gondok – (Eichhornia crassipes) – Pontederiaceae – Indikator kondisi tergenang air dan mengalami eutrifikasi, kaya unsur hara. Dijumpai di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan kalium (Laporan FAO).

Link: Eceng-gondok