Archive for the 'Industri Pertanian' Category

13 AprStrawberry Eksotik

TANAMAN HIAS MENJUNTAI

Seni dan Produksi

Syekhfani

Tanaman Strawberry (Fragara spp. – Rosaceae), merupakan salah satu tanaman introduksi yang banyak diminati dan dikembangkan dalam budidaya tanaman hortikultura buahan-konsumsi atau pun buahan-hias di Indonesia.

Strawberry adalah tanaman menjuntai, cepat tumbuh, dengan rangkaian bunga putih mungil, dan warna buah hijau, putih, merah (sesuai tingkat kematangannya); dikenal oleh semua tingkat umur dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Lihat: → http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/07/10/soil-favorite-fruit-crops/

Selain itu, kalangan masyarakat umum, menyukai buah Strawberry setelah mereka mengetahui bahwa buahan ini tergolong bergizi, mengandung Vitamin (terutama C dan A) serta mineral-mineral.

Buah Strawberry dikonsumsi langsung dalam bentuk segar, atau diolah menjadi berbagai bentuk kue dan roti, penghias kue ulang tahun, atau kue lain berbagai macam, bentuk dan rasa.

Berikut adalah contoh kiat menanam Strawberry secara eksotik, memanfaatkan sifat menjuntai yang menghasilkan buah-konsumsi dan buah-hiasan.

1. Strawberry Lokal Dalam Pot Biasa

1. Strawberry Lokal Dalam Pot Biasa

2. Strawberry Hibrida (Fragaria x ananassa) Dalam Pot Biasa

2. Strawberry Hibrida (Fragaria x ananassa) Dalam Polibag

3. Strawberry Lokal Dalam Tong

3. Strawberry Lokal Dalam Tong

4. Medium dalam  Karung Plastik

4. Medium dalam Karung Plastik

5. Tanam Awal

5. Tanam Awal

6. Bunga

6. Bunga

7. Buah

7. Buah

8. Strawberry Dalam Bedengan

8. Strawberry Dalam Bedengan

9. Tanaman Awal

9. Tanaman Awal

10. Vegetatif

10. Vegetatif

11. Berbunga

11. Berbunga

12. Berbuah

12. Berbuah

13. Buah Matang (ujung meruncing)

13. Buah Matang (ujung meruncing)

14. Buah Matang (ujung melebar)

14. Buah Matang (ujung melebar)

15. Campuran

15. Campuran

Strawberry Eksotik ~ memenuhi kebutuhan material, spiritual dan gizi!

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

15 FebAlternatif Pupuk Organik Kompon

cbe9caa5_82beec7e_0570_41a4_b36a_45ef50a23e6d

HUMAT-BIOCHAR (NPK)

Syekhfani

Pupuk organik kompon, adalah gabungan bahan organik + bahan anorganik bermutu tinggi.

Agar pupuk organik kompon efektif (effective) dan berkelanjutan (sustainable), maka perlu dipilih bahan baku dasar yang telah terbukti keampuhannya, di antaranya adalah: Humat dan Biochar http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2015/01/09/asam-humat-dan-biochar/.

Alternatif alternatif pupuk kompon, bisa dipilih dari kombinasi berikut:

-Humat+Asam Amino

-Humat+NPK

-Humat+NPK+Kompos

-Fulvat+Leonardite

-Humat+Fulvat+NPK

-Biochar+NPK+Biofertility

Lihat:→ http://www.tradekorea.com/product/detail/P279855/Humic-acid-in-granular-form.html

09 JanAsam Humat dan Biochar

Asam Humat

Biochar

SENYAWA ORGANIK SIKLIK

Agen Kesuburan Tanah Berkelanjutan

Syekhfani

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/07/09/Asam humat/Asam humat, senyawa organik siklik berberat molekul tinggi, mempunyai kemampuan membufer air dan unsur hara, sehingga berpotensi mempertahankan kesuburan jangka panjang.

http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2013/12/09/Biochar/Biochar, bahan organik yang mengalami proses pemanasan pada suhu rendah dan kontrol oksigen (pirolisis), menjadi arang aktif; mempunyai struktur rangkai karbon siklik, juga mampu membufer air dan unsur hara.

Asam humat dan biochar, apablila dicampurkan (inkorporasi) dengan tanah, maka tanah akan berpotensi meningkatkan kesuburan jangka panjang; karena keduanya sukar mengalami perombakan (dekomposisi).

Dua agen penyubur tanah ini, akhir-akhir ini menjadi objek penelitian dan pengembangan para ahli dan teknisi dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Asam humat dan biochar, merupakan agen pengondisi tanah (soil conditioner), bukan sebagai pupuk (non-fertilizer); dapat merubah sifat dan ciri (nature and properties) tanah dalam kaitannya dengan tata udara dan air (sifat fisika), tata hara (sifat kimia), serta tata air dan udara (fisiko-kimia) tanah.

Apakah keduanya juga dapat merubah tata kehidupan (sifat biologi) tanah?

Asam humat (AH) dan biochar (BC) sebagai sumber hara/pengondisi tanah:

-Secara umum, AH dan BC lebih berfungsi sbg ‘pengondisi’ tanah ketimbang ‘sumber hara’.

AH berasal dari proses humifikasi atau deposit alam (Leonardite), mengandung unsur hara relatif rendah.

Di pihak lain, dalam proses pirolisis BC (pemanasan 200-400oC), ada 6 unsur hara esensial makro dan 3 unsur mikro berpeluang hilang melalui penguapan (volatilisasi) yaitu: C,H,O,N, S, P (makro),B,Mo,Cl (mikro).

-Struktur morfologi AH dan BC membentuk pori mikro yang mampu menahan molekul air, di samping gugus fungsional kaya OH (ligan muatan negatif), sehingga meningkatankan muatan KTK.

Perbaikan sifat fisik, kimia, dan fisiko-kimia tanah memperbaiki (improve) dan mendukung (encourage) sifat biologi tanah, didukung (enhance) oleh aplikasi agen hayati (biofertilizer) seperti Rhizobium dan/atau Mikorhiza; dan sebagai dampak perbaikan tersebut adalah sifat kesuburan tanah berkelanjutan (sustainable soil fertility).

25 SepUbah Praktek Konfensional Jadi Organik

unduhan

BAGAIMANAKAH?

Syekhfani

Seorang petani ingin mengubah praktek budidaya konvensional menjadi budidaya sistem organik, agar nanti ia dapat memperoleh sertifikat “Produk Organik”.

Petani tersebut bingung kapan ia bisa mulai (setahun, dua tahun, lima tahun?), dan apakah tanpa pemberian (pupuk anorganik artifisial, pestisida, herbisida?), benih transgenik? Bagaimana cara mengubah praktek konvensional tersebut menjadi praktek organik? Dan banyak pertanyaan lain yang muncul di benaknya.

Pada prinsipnya, dia membutuhkan pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar sistem pertanian organik, prosedur , dan aturan (regulasi) agar produksi pertaniannya diakui tergolong sebagai “Produk Organik”.

Lihat: http://jurnalasia.com/2014/08/07/budidaya-tanaman-padi-organik/

Wacana:

Praktek bertani konvensional dilakukan melalui input untuk mengatasi masalah-masalah seperti defisiensi unsur hara atau infestasi hama penyakit, sedang praktek pertanian organik memperbaiki produksi tanaman melalui pendekatan-sistem alami.

Karena kedua pendekatan sistem tersebut berbeda, maka masalah produksi dan lingkungan meningkat selama fase transisi antara pertanian konvensional menjadi sertifikasi organik stabil.

Selama periode ini, sebelum kesimbangan alami daur hara dan hubungan hama penyakit – predator menjadi stabil, praktek produksi organik bisa tidak berfungsi secara efektif.

Pada waktu yang sama, petani transisi tidak boleh menggunakan input konvensional yang banyak yang selama ini diandalkan pada tanamannya dengan input unsur hara atau kontrol hama penyakit secara cepat.

Degradasi sumber atau masalah kontaminasi juga meningkat selama periode transisi seperti pembelajaran baru petani terhadap praktek manajemen.

Lihat: → Soil Protecting Water Qualitry

Pertanian Organik adalah Sistem, bukan Produk!

22 NovSOIL-Pertanian Organik Masukan Tinggi

  

0

 

PERTANIAN ORGANIK MASUKAN TINGGI

(HIGH INPUT ORGANIC AGRICULTURE)

 

Industri Pertanian Organik – Masukan Tinggi – Sistem Budidaya

 

Diangkat:  Syekhfani

  

PERTANIAN ORGANIK MASUKAN TINGGI (HIGH INPUT ORGANIC AGRICULTURE)

 

1

Bedengan stroberi dengan mulsa plastik

2

Panen buah stroberi

Di awal pengembangan, pengertian pertanian organik digambarkan sebagai sebuah sistem yang menganut prinsip budidaya masukan luar lahan rendah (minimal input off-farm). Sementara gambaran saat ini, sebagian besar pertanian organik bersertifikat di AS, menunjukkan ketergantungan pada masukan luar lahan lebih tinggi (higher input off-farm).

Stroberi dan sayuran sistem tahunan intensif di bawah plasticulture adalah contoh yang baik. Pada sistem ini, biasanya digunakan rotasi tradisional dan praktek penyuburan tanah, diikuti budidaya bersih, pemasangan mulsa plastik dan saluran irigasi tetes di bedengan.

Selama musim tanam, sejumlah besar pupuk organik terlarut – biasanya berbasis ikan – diberikan  ke tanaman melalui sistem infus (fertigasi organik).

Pada akhir musim tanam, semua plastik harus dikeluarkan dari lapangan, dan dikembalikan ke sistem manajemen organik standar.

Idealnya, pemilihan tanaman disesuaikan dengan satu musim tanaman yang tepat. Sistem ideal yaitu produktif, ekonomis dan menarik, plus premi yang baik dari hasil penjualan produk  organik.

Tingginya biaya pupuk organik larut (biasanya ratusan dolar per hektar), juga dengan penambahan sedikit lebih tinggi dari sistem  kontrol OPT, membuat sistem organik ini kebanyakan menjadi non-kompetitif  di pasar konvensional.

Pelabelan seperti sistem-masukan tinggi sebagai produk organik menyajikan sebuah paradoks bagi kebanyakan pendukung pertanian organik. Tidak jelas apakah ini dianggap suatu kemajuan teknologi oleh sebagian besar praktisi dan pendukung organik yang benar-benar “organik“.

Akhirnya, dibutuhkan penurunan modal investasi untuk menghasilkan tanaman dengan metode organik tradisional  ke dalam bentuk pertanian lebih mudah diakses petani kurang mampu dengan mengurangi resiko kegagalan atau premi rendah.

Faktor-faktor pertimbangan lain menyangkut masalah pembuangan bahan plastik yang saat ini bermasalah terhadap daur ulang, yang selalu dihadapi setiap akhir musim pertanaman.

Meskipun tidak bijaksana untuk terlalu cepat menilai pertanian organik-masukan tinggi, namun jelas bahwa diperlukan beberapa adaptasi, jika karakter tradisional dan manfaat keberlanjutan pertanian organik ingin dipertahankan.

 

Referensi:  → Geoge Kuepper dan Lance Gegner.  2004.  Ikhtisar Produksi Tanaman Organik.  Dasar-dasar Pertanian Berkelanjutan. NCAT Spesialis Pertanian © NCATm,2004 IP170.

 

Pertanian organik “masukan tinggi”, berat tetapi menjanjikan!

  

11 NovSOIL- Meramu Pupuk Organik

 

1

 

MERAMU PUPUK ORGANIK

(CONCOCTING ORGANIC FERTILIZER)

 

Pupuk Organik – N, P, K (+) Organik – Mutu

 

Syekhfani

 

Apabila kita ingin membuat pupuk organik, menggunakan bahan baku yang ada di lingkungan seputar kita, maka perlu diperhitungkan jumlah bahan baku yang mengandung unsur hara target mutu yang dikehendaki.

Andaikan ingin membuat pupuk kompon NPK, dari campuran bahan baku leguminosae, kompositae dan palmae yang umumnya berlimpah, maka perlu diketahui dasar perhitungannya.

 

MUTU – Jenis – Pembuatan

Mutu Pupuk

Mutu atau analisis pupuk dinyatakan dalam tiga angka yang menunjukkan jaminan kandungan minimum unsur hara tersedia bagi tanaman.

Pupuk komersial, organik ataupun artifisial, harus ada jaminan analisis minimum tercantum di kemasan.

Mutu 10-10-10 menjamin analisis 10% N, 10% P2O5, dan 10% K2O, dijamin dalam kontiner khusus sebagai bentuk tersedia unsur nitrogen, fosfat, dan kalium.

 

Kriteria Pupuk Anorganik

Pupuk yang mengandung lebih dari 30% total unsur tersedia disebut pupuk ‘beranalisis tinggi’, sedang pupuk mengandung kurang dari 30% total unsur tersedia disebut ‘pupuk beranalisis rendah’.

Mutu pupuk kompon 15-15-15 adalah pupuk beranalisis tinggi; mutu 5-10-10 adalah pupuk beranalisis rendah, dan 10-10-10 berada pada garis batas.

Hal yang perlu diketahui adalah cara menyebut mutu pupuk sebagai jumlah unsur N (nitrogen), P2O5 (disebut asam fosfat dalam kemasan, tetapi secara kimia adalah fosfor pentaoksida), dan K2O (kalium oksida).

Pernyataan ini berkaitan dengan sebutan praktis senyawa anorganik dalam bentuk oksida.

Ketentuan tersebut telah disepakati oleh para industriawan pupuk dalam menyatakan sebagai  ukuran mutu semua jenis pupuk, organik ataupun anorganik, sebagai jaminan mutu produk pupuk yang dikeluarkan bagi para konsumen.

Hal sama bagai unsur kalsium dan magnesium sebagai bahan kapur.

Dalam pustaka ilmiah disajikan daftar konversi; bagi anda yang ingin mengubah mutu pupuk ke dalam jumlah yang diakui.

 

Pupuk Organik

Pupuk organik, tergolong beranalisis (mutu) rendah, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tanaman (crop requirement), perlu dikonversi ke dalam dosis per satuan unit.

Berdasar pada kandungan unsur hara dominan, ada tiga macam pupuk organik: (1). Tunggal, (2) Majemuk, dan (3). Lengkap.

  • Pupuk organik Tunggal: mengandung satu jenis unsur hara makro (Pupuk Organik N, Pupuk Organik P, dan Pupuk Organik K) dengan mutu tertentu, misalnya pupuk N (mutu 5 % ): N : P : K → 5 : 0 : 0.
  • Pupuk Organik Majemuk: mengandung dua atau lebih gabungan unsur hara makro (Pupuk Organik NP, NK, PK,NPK, atau ditambah dengan S, Ca, atau Mg), mis. Pupuk Organik NPK → Contoh: Campuran Legum + Tithonia + Tandan Kelapa → N : P : K → 0.5 : 0.5 : 1 .
  • Pupuk Organik Lengkap: Pupuk organik mengandung unsur hara makro (N, P, K, S, Ca, Mg) maupun mikro (Fe, Mn, Cu, Zn). Biasanya berasal dari bahan baku kompos sisa tanaman atau hewan yang diperkaya (enriched) dengan senyawa kimia/pupuk anorganik.

Pupuk Organik Majemuk: → Contoh: Campuran Legum + Tithonia + Tandan Kelapa → N : P : K → 0.5 : 0.5 : 1

  • Porsi campuran: satu bagian pupuk = 1/3 bagian Legum + 1/3 bagian Thitonia + 1/3 bagian Tandan Kelapa.
  • Kompos Majemuk Bio: kompos + pupuk Hayati.
  • Sifat Campuran: incorporate → (campur-rata).
  • Tanpa atau dengan pemberat.

Contoh Perhitungan Mutu:

Legum (1.5 % N)                     → 30%          →  1.5 : 0 : 0

Tithonia (1.5 % P2O5)              →  30%         →  0 : 1.5 : 0

Tandan kelapa (3 % K2O)        →  30 %        →  0 : 0 : 3

Pemberat (inert)                       →  10%         →  0 : 0 : 0

—————————————————————————–

Mutu Pupuk Organik NPK      0.5 : 0.5 : 1

 

Baku mutu pupuk organik dalam angka kisaran  tergantung jenis bahan!

 

19 SepSOIL-Buah Pala

 

S

BUAH PALA ~ PALA FRUITS

Rempah ~  Camilan  ~  Atsiri  ~ Industri

 

Diangkat oleh:  Syekhfani

(Foto-foto:  Abdul Madiki)

 

Buah pala (Myristica fragrans – Myristicaceae), merupakan buah tumbuhan pohon berasal dari pulau Banda, Maluku, tergolong tanaman rempah yang terkenal diminati dan dibutuhkan bangsa Eropa sejak dulu, dan ramai diperdagangkan.

Tumbuhan pohon pala berumah dua (dioecious) – dikenal pohon jantan dan pohon betina-  Daun berbentuk elips langsing. Buah berbentuk lonjong dan beraroma khas (mengandung minyak atsiri). Bila matang berwarna kuning, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli (selaput biji) berwarna merah. Setiap buah menghasilkan satu biji berwarna coklat.

Semua bagian pohon pala dapat berguna untuk berbagai keperluan, baik batang, daun, maupun buah (daging, fuli, biji).

Khusus buah pala, daging buah sebagai bahan pembuat camilan (manisan buah pala), biji (sebagai bahan rempah), fuli (bahan industri farmasi, kecantikan, dan sebagainya).

Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap (essence) untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar. Minyak buah pala juga dapat dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.

→ Lihat:  http://id.wikipedia.org/wiki/Pala

 S

Pohon pala

O

Buah pohon pala

S

Bakal buah/bunga pala

S

Buah pala muda

S

Buah pala matang

S

Buah pala matang (pecah)

S

Daging dan biji buah

S

Fuli dan biji

Pala komoditi spesifik Maluku (Indonesia) yang terkenal sejak dulu!

03 SepSOIL-Compost Tea

 COMPOST TEA ~ TEH KOMPOS

  

Bahasan׃ Syekhfani

 

 Add foodstock 4

Teh Kompos (Compost Tea), merupakan ekstrak kompos jadi  (mature compost) melalui teknis  brewing (seduh, hingga berubah warna, aroma, rasa),  merupakan jenis cairan  ekstrak kompos yang dibuat untuk efisiensi aplikasi pupuk organik/kompos.

Mengapa kompos padat  perlu dijadikan  kompos cair (teh kompos)?

Alasan׃

  • Tidak semua kompos padat mudah diaplikasikan, contoh pada lahan padang rumput (lawn) → lihat׃  SOIL-Manajemen Padang Rumput.  Adalah sulit menambahkan kompos/pupuk organik ke  zona perakaran rumput tanpa menutup  vegetasi hamparan rumput tersebut.  Pemberian teh kompos bisa mengatasi masalah karena bisa masuk ke zone perakaran secara infiltrasi/perkolasi.
  • Sifat kelarutan teh kompos mudah dikendalikan (pH, Eh, EC, kadar unsur hara, dan sebagainya).
  • Dalam teh kompos terdapat  senyawa-senyawa berguna bagi pertumbuhan tanaman (enzim, zat pengatur tumbuh, antibiotik, dan sebagainya).
  • Dalam teh kompos terkandung  mikroorganisme antagonis berguna dalam proses biologi tanah (bakteri, cendawan, aktinomiset, dan sebagainya).
  • Aplikasi teh kompos terbukti dapat memberikan keuntungan berupa perbaikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Namun, untuk pertimbangan soil amandement dan ameliorant, aplikasi kompos padat adalah yang efektif (lihat Pos: SOIL Manajemen Padang-Rumput).

 

Pembuatan Teh Kompos

Teknis sederhana membuat teh kompos adalah melalui “brewing” (seduhan).

Dalam cairan kompos terdapat banyak nutrisi untuk perkembangan mikroorganisme (bakteri, cendawan, aktinomiset, dan lain-lain) yang bekerja dalam seduhan  teh kompos.

Berikut cara sederhana membuat teh kompos (Jared R. McKinley).

  • Pertama, masukkan pompa udara ke dalam wadah (bak atau tong) berukuran 5 galon yang mudah diaerasi dengan alat pompa aerator.  Pastikan setiap pojok cairan terkena aerasi.
  • Isi wadah dengan air hingga beberapa inci di bawah bibir wadah, diamkan selama satu jam agar gas khlor dan bahan anti mikroba (khususnya bila menggunakan air leding berkaporit) hilang atau ternetralisasi.
  • Selanjutnya, masukkan bahan kompos, gula atau tetes;  biarkan sekitar 24 jam dalam kondisi pompa bekerja terus menerus dan membuih rata dalam seduhan.  Jaga agar tidak terjadi semburan terlalu kuat dengan cara menggunakan batu saring di ujung selang aerator.
  • Hari berikutnya, cek teh kompos anda. Ia akan mengeluarkan bau sedap.  Bila yang keluar bau tidak sedap, berarti pembuatan seduhan tidak ideal;  tetapi teh kompos masih tetap bisa digunakan.  Aroma teh kompos ideal bila berbau tanah segar.
  • Segera aplikasikan teh kompos jadi (mature compost tea) ke lahan anda ke tanah maupun tajuk tanaman (kadang-kadang ditempatkan dalam wadah derijen plastik sebelum diaplikasikan).
  • Segera bersihkan wadah dan alat pembuat teh kompos anda agar tidak berkarat. Jangan gunakan wadah dan alat tersebut untuk kepentingan lain dan jangan gunakan diterjan/sabun anti mikroba.

Seduhan teh kompos sangat baik digunakan, tidak terlalu panas dan  tidak terlalu dingin. Menyeduh teh kompos sebaiknya dilakukan di tempat teduh dan terbuka. Jika suhu terlalu hangat, teh mungkin cepat menjadi anaerobik .  Jika dingin,seduhan aerobik bertahan lebih lama  (hingga sekitar 48 jam). Air akan berubah menjadi gelap, seperti kopi. Sekali lagi, gunakan indra penciuman dan perasaan anda sebagai tester.

Teh Kompos perlu ditambahkan secara rutin ke lahan. Manfaatnya telah dirasakan, lebih sehat, nyaman dan aman!

 

Bahan׃

 Jared R. McKinley, Guest Commentator 
DrWeil.com News

http://www.drweil.com/

 

01 SepSOIL-Teknologi Pupuk Organik

pupuk-organik-granul1

 

TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK ~ ORGANIC FERTILIZERS TECHNOLOGY

  

Konsep׃ Syekhfani

 

Pupuk organik, disinyalir merupakan prasarana kunci dalam pengelolaan produksi pertanian yang aman, akrab lingkungan dan berkelanjutan.

Apa yang perlu disiapkan seseorang bila ia ingin memproduksi pupuk organik?

Berikut adalah butir-butir yang diperlukan dalam menyusun rencana operasional.

 

Konsep Dasar׃

Kompos ~ Pupuk prganik – bersifat sebagai Soil amandement &  ameliorant.

Soil amandement  & ameliorant  - tata udara, air dan hara untuk kehidupan tanaman melalui  perbaikan sifat Fisik, Kimia & Biologi tanah.

 

Sumber׃

Sumber Bahan Anorganik Alami

  • Batuan induk (Batu Fosfat Alam, Zeolit, Kalsit, Dolomit, Leonardit, Salpeter Cili, dan lain-lain).

Sumber Bahan Organik Alami

  • Humus, kompos, seresah, pupuk hijau, kotoran kelelawar, kotoran burung walet, kotoran binatang liar.

Sumber Bahan Organik Rekayasa

  • Kompos, pupuk kandang (Pukan), pupuk hijau, jerami sisa panen, sekam, arang, dan lain-lain.

 

Komposisi dan Perhitungan Mutu Pupuk Organik׃

  • Contoh
Bahan Baku (%)  →

N

P2O5

K2O

~

N

P2O5

K2O

Pukan Sapi  30%

1.4

2.3

3.4

~

0.4

0.7

1.0

Pukan Kambing   30%

4.3

1.6

4.6

~

1.3

0.5

1.4

Pukan Ayam 20%

2.2

12.3

3.3

~

0.4

2.5

0.6

Tithonia  20%

1.7

1.6

2.1

~

0.3

0.3

0.4

 

Mutu Pupuk Organik ~  2.4 ׃ 4.0 ׃ 3.8

 

Kapasitas Mutu (indikator dan parameter)

  • Kadar unsur hara (Makro׃  N, P, K, Ca, Mg, S  Mikro׃  Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo, Cl)
  • Mutu Fisiko-Kimia:  BO, KTK, KPA, KA, pH, rasio C/N.
  • Mutu Biologi : Rhizobium, Trichoderma, Pseudomonas, Mikorhiza, dan lain-lain.

 

Validasi dan Akurasi׃

  • Analisis Laboratorium
  • Analisis Ekonomi
  • Percobaan Rumah Kaca/Lapangan.

 

Paket Teknologi׃

  • Prinsip Dasar dan Metode.
  • Mineralisasi, dekomposisi, transformasi.
  • Metode pembuatan kompos/bahan mineral.
  • Metode pencampuran bahan.
  • Packaging/labelling.

 

Standardisasi dan Sertifikasi׃

  • Regulasi pemerintah/profesi.

 

Implementasi׃

  • Paten dan Ijin beredar.
  • Sosialisasi ke Petani.

 

Pengelolalaan׃

  • Sistem Pengelolaan Terpadu:  budidaya, perharaan, pengendalian OPT;  pertanian – kehutanan – peternakan – perikanan.
  • Sistim Masukan Rendah:  daur ulang sisa panen, masukan BO sekitar lahan, masukan sisa ternak. penanaman ppk hijau.
  • Komposisasi Tingkat Petani: materi kompos, metode pengomposan, penggunaan ‘biofertilizer’, penggunaan ZPT/enzim/antibiotik.

22 AugSOIL-Standarisasi Pupuk Organik

 

STANDARISASI PUPUK ORGANIK

(ORGANIC FERTILIZER STANDARDISATION)

Pupuk organik ~ Standarisasi ~ Nova Vermont

Bahasan:  Syekhfani

Description ~ Accepted ~ Regulated ~ Restricted ~ Prohibited

images (6)

Pupuk organik (organic fertilizers),  diartikan berbeda-beda menurut persepsi  individual di berbagai tempat dan negara. Oleh karena itu, tidak heran kalau banyak aturan dan standar dalam konteks “pupuk organik“. Misalnya dikemukakan oleh negara Perancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, dan lain-lain;  bahkan juga Indonesia.

Standarisasi pupuk, sama seperti  merk dagang suatu produk;  di mana konsumen akan memilih sesuai merk yang disuka. Biasanya, merk menggambarkan spesifikasi dan kualitas. Merk harus bersifat konsisten, terjamin, dan khas. Konsekuensinya, ada komplain bila menyimpang dari keterangan yang ada dalam  manual.

Produsen pupuk organik harus memenuhi syarat standariasi untuk memperoleh “sertifikat produk organik”.

 

Contoh “standarisasi pupuk organik” menurut Nova Vermont, USDA > lihat:

http://nofavt.org/sites/default/files/2013%20Guidelines%20for%20Field%20Crops.pdf

 

Proses pengelolaan kesuburan meliputi:  rotasi, tanaman penutup, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan aplikasi amandemen tanah yang disetujui untuk sistem pertanian organik, meliputi penggunaan:

• Amandemen mineral non-sintetis dengan aditif non-sintetis, seperti batu fosfat, tulang dan tepung darah, batu kapur, dan sul​​-po-mag diperbolehkan (allowed).

Abu kayu dari sumber diperbolehkan, disetujui (accepted ).

Pupuk cair sintesis dan kapur dilarang (prohibited).

Whey (bagian air yang terpisah dengan bagian padat) dari sumber susu disetujui/diperbolehkan, namun dilarang jika bahan dicampur dengan air abu-abu dari fasilitas pengolahan atau bahan terlarang lainnya.

Pupuk kandang (termasuk sumber off-farm) diperbolehkan.

Unsur mikro sintetis (boron, seng) dibatasi (restricted) dan hanya dapat digunakan ketika tanah kekurangan melalui uji tanah atau uji jaringan, atau ketika ada jaminan bahwa mereka tidak diterapkan secara berlebihan.

 

Sumber:

Northeast Organic Farming Association of Vermont (NOFA-VT)

VOF Office: 802-434-3821 vof@nofavt.org www.nofavt.org

 

19 AugSOIL-Composting in Practices

a4. Akar medium kompos

COMPOSTING IN PRACTISES ~ PENGOMPOSAN DALAM PRAKTIK

Dari “Back to Eden” ~ Prinsip Dasar Praktik ~ Pertanian  Organik

Ulasan:  Syekhfani

 

Menyimak tayangan film  “Back to Eden” > SOIL: Kembali ke Eden – Back to Eden

Tercatat prinsip-prinsip dasar yang diaplikasi dalam praktik pertanian (organik):

Kondisi alami sebagai modal dasar adalah: lahan kebun (tanahairtanamaniklim, dan sistem pengelolaan).

Tanah, kondisi setempat.

Tanaman, hortikultura buahan dan sayuran.

Iklimtemperate.

Sistem, pertanian terpadu (integrated):  pemanfaatan bahan mineral alam (batuantanah mineral), bahan organik alam (seresah), daur ulang sisa tanaman (pangkasansisa daun kering);  dan ternak (ruminan dan unggas).

Pengelolaan, secara individu (keluarga dan tetangga), fasilitas mekanisasi untuk pengolah kompos dan irigasi sprinkle.

 

m. Apel tanpa daun

Apel (tanpa daun) ~ daun gugur musim dingin (Bahan Organik)

4b

 Batu dan tanah mineral (Bahan Mineral)

2b

Seresah alami (Bahan Organik)

k. Biomas pangkasan

Sisa pangkasan (Bahan Organik)

4d

Diadukkan ke tanah (Incoorporating) 

a00. Larikan tanaman

Ditutupkan di permukaan (Mulching)

a0. Benih berkecambah

Pembenihan (Germinating)

n

Tanaman Sayuran

x

Tanaman Buahan

n. Pakan hijauan ayam

Ternak (ayam)

Active is live ~ Creative is live more ~ Inovative is useful live!

 

14 AugSOIL-Water-wise Gardening

 

WATER-WISE GARDENING

(KEBIJAKAN PENGATURAN AIR)

Tinjauan:  Syekhfani

Pada post terdahulu (SOIL-Tata L ahan Kota III):  diketahui betapa sulitnya untuk memenuhi kebutuhan air bagi penghijauan kota di kawasan lahan bergurun (tekstur tanah berpasir).

Keberhasilan kota Jeddah (dan kota-kota lain), dalam menghijaukan kawasan kota, sudah barang tentu sangat tergantung kepada kebijakan manajemen air, yang diduga membutuhan jutaan galon setiap waktu.

Berkebun air yang bijak berarti melibatkan berbagai teknik aplikasi lansekap yang membantu menghemat air seraya mempertahankan hijauan kebun atau taman agar selalu indah dan efisien.

Problem di atas dapat pula dijumpai pada kondisi zone arid atau semi arid (kering, setengah kering) di daerah tropika atau sub tropika;  atau daerah yang tidak mempunyai potensi sumber air yang cukup.

 default

Ada lima langkah untuk menjaga efisiensi pengguaan air di kebun atau taman (Cowman, C.E., 2003):

1. Hydrozone: kelompokkan tanaman sesuai dengan kebutuhan air mereka. Atur Hydrozone halaman dan taman Anda menurut zone butuh air rendah, sedang dan tinggi;  lalu atur penggunaan air secara bersama-sama. Juga, gunakan bedeng tanam sehingga mudah melakukan penyiraman secara efisien.

2. Memilih Tanaman: pilih tanaman toleran kekeringan atau tanaman asli tahan kering dalam zone lanskap kebutuhan air rendah.

3. Irigasi:  install alat pengatur irigasi, emitter tetes dan timer, sehingga Anda hanya memberikan jumlah air yang dibutuhkan tanaman.

4. Meningkatkan Kemampuan Tanah: campurkan kompos ke dalam tanah untuk meningkatkan kemampuan tanah memegang air.

5. Gunakan Mulsa: tutupkan mulsa di sekitar tanaman Anda, trotoar dan daerah terbuka lain untuk mengurangi penggunaan air dan mencegah tumbuh gulma.

(C.E. Cowman.  2003.  Water-Wise Gardening. Smart Gardening Information Sheet.  County of Los Angeles Countywide Smart Gardening Program. Department of Public Works Publication No. SG-6, January 2003. Environmental Programs Division, Copyright© 2003.   All Rights Reserved – Author: Keith D. Thomsen, PE, DEEn Bio Contractors, Inc.).

Informasi lengkap disajikan dalam bentuk film video berikut:  →  Water-wise Gardening I  dan  Water-wise Gardening II

Water-wise gardening conserves water and reduces waste!

09 AugSOIL-Perkebunan Teh

 

PERKEBUNAN TEH ~ TEA PLANTATION

Aktivitas ~ Rutinitas ~ Teknis Budidaya

Bahasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Perkebunan teh (tea plantation), salah satu komoditi nasional yang menjadi andalan negara kita sejak lama.

Perkebunan teh terutama dibudidayakan di daerah pegunungan dengan topografi datar, berombak, bergelombang, berbukit, bahkan bergunung.  Jenis tanah umumnya adalah Andisol atau Entisol, bereaksi agak masam hingga netral.  Suhu malam dan siang berbeda dengan nyata.  Tanaman teh tergolong Calcifuge (tidak senang kapur) dan menghendaki tanah agak masam hingga masam.

Pemeliharaan tanaman teh meliputi:  pemangkasan, pemupukan, dan penyemprotan hama penyakit. Pucuk teh dipetik setiap jangka waktu 5 hingga 7 hari, tergantung kecepatan tumbuh pucuk.  Pekerjaan dilakukan oleh pemetik teh yang mempunyai keahlian khusus di bawah koordinasi mandor dan kepala kebun.

Perkebunan teh mempunyai nuansa khas, kebersamaan, rutinitas,  jadwal kerja yang disiplin dan ketat, dan yang tak kalah menarik adalah panorama perkebunan yang indah dan mengesankan.

 1

Perkebunan teh, topografi berombak hingga berbukit

3

Pekerjaan rutin, memetik teh

4

Pekerja pemetik pucuk, didampingi mandor kebun

5

Pekerja penyemprot hama penyakit, didampingi mandor kebun

6

Kebun teh baru dipangkas bentuk tajuk

 7

Pekerja pemupukan tanaman teh, pupuk NPK setelah dicampur siap diaplikasikan

10

Panorama perkebunan teh, relaks mencari ikan di balong saat libur kerja

Perkebunan teh merupakan aset  nasional yang selalu dapat diandalkan!

04 AugSOIL- Make Good Compost


MAKE GOOD COMPOST ~ MEMBUAT KOMPOS YANG BAIK

Solusi Satu Masalah ~ Muncul Masalah Baru ~  Solusi Lebih Lanjut?!

Tinjauan:  Syekhfani

 

Kemajuan teknologi inovasi, membawa konsekuensi munculnya masalah baru yang memerlukan solusi untuk memperoleh inovasi teknologi lebih baru berikutnya.

Hal demikian ini adalah masuk akal, karena kemajuan menyebabkan perkembangan kehidupan yang lebih baik, populasi meningkat diiringi kebutuhan juga meningkatmasalah baru muncul, perlu solusi untuk memperoleh inovasi teknologi baru ~ demikian seterusnya…

Filosofinya:  hidup itu dinamis ~ berubah mengikuti perubahan waktu!

Dalam perkembangannya, teknologi pengomposan makin hari makin maju, dari cara sederhana (alami), hingga inovasi teknologi:  bantuan jazad dekomposer, bahan pengondisi, dan pengkayaan unsur hara (nutrient enrichment).  Berbagai kelemahan dalam proses pengomposan pun diantisipasi, misalnya lama pengomposan, kualitas, dan kendala-kendala bau, suhu ekstrim, hama/penyakit, gulma, dan sebagainya.

Namun, upaya pencapaian hasil kompos yang baik,  tampaknya belum final, karena muncul dampak susulan seperti terjadi polusi unsur hara dari lahan pertanian yang masuk ke jaringan perairan nasional.

 

LMA2

 

Bagi petani organik dan berkelanjutan (Christine Ziegler Ulsh dan Paul Hepperly, PhD: http://www.newfarm.org/depts/NFfield_trials/2006/0413/compost.shtml, kompos adalah solusi untuk memanfaatkan kotoran ternak dan sisa tanaman sekaligus sebagai sumber bahan organik dan unsur hara tanah.

Penelitian tentang kompos selama dekade terakhir banyak dilakukan;  misalnya oleh  petani dan ahli tanah di Institut Rodale dan organisasi lain, yang menemukan cara lebih aman, efektif dan berkelanjutan merubah bahan organik sisa menjadi sumber daya yang meningkatkan kesuburan tanah yang sehat dan seimbang. Kemajuan penelitian terbaru di Institut Rodale selangkah besar lebih maju dalam ilmu kompos: melalui pendekatan perbaikan yang dirancang seperti proses pembentukan tanah alami, sehingga unsur nitrogen dan fosfor dalam kompos tidak tercuci air hujan selama pengomposan.

Hasilnya menunjukkan bahwa resep baru yaitu mencampurkan tanah liat, kalsium, asam humat dengan sisa daun/kotoran, mampu:

· Mengurangi kehilangan nitrogen (N) hingga 90 persen dan fosfor (P) hingga 75 persen.
· Mempercepat pematangan kompos, dan
· Mengurangi Bakteri patogen.

 

Resep baru tersebut tidak banyak mengubah proses pembuatan kompos sederhana umumnya:

• Kompos dibuat dari 25 hingga 40 bagian (berat) bahan kaya karbon (disebut bahan “cokelat” ~ daun, jerami, koran, atau serbuk gergaji) dengan satu bagian bahan kaya nitrogen (pupuk kandang, bahan “hijau” ~ legum,  atau sisa makanan).

• Tumpukan sering dibalik agar semua bahan tercampur dan mendapatkan udara segar (membiarkan peningkatan suhu berarti terjadi penguapan nitrogen).

• Tunggu 3-12 bulan (atau lebih) sampai tumpukan kompos matang, warna gelap dan tidak tampak masih ada bahan mentah.

Tahun demi tahun, perkembangan ilmu pertanian mempelajari lebih jauh bagaimana proses sederhana bekerja dan bagaimana mengatasi kekurangannya—komposisi bahan, ukuran partikel, kelembaban, pH, ukuran bedengan, dan cara dan frekuensi membalik—untuk memperoleh produk lebih baik dan lebih cepat. Percobaan menunjukkan bahwa , di antara kompos, pupuk sintetik dan kotoran segar mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman secara kompetitif, hanya kompos secara nyata memperbaiki bahan organik tanah. Bahan organik tanah adalah kunci pengondisi tanah menjadi lebih baik saat musim kemarau dan menjaga kehilangan unsur hara melalui aliran permukaan saat musim hujan (Soil organic matter is the key to conditioning the soil for better performance during drought and guarding against excessive nutrient runoff in wet conditions).

Hanya saja tahun terakhir ini, begitu unsur hara pertanian meningkatkan polusi jaringan perairan nasional, orang-orang mulai mempertanyakan: Bagaimana kompos mempengaruhi sebaran unsur hara? Berapa jumlah unsur hara hilang selama pengomposan di lapangan? Dan unsur apa saja yang hilang selama proses pengomposan?

 

Penyelesaian satu masalah, dapat mengundang masalah baru untuk diselesaikan!

 

03 AugSOIL-Private Composting

 

PRIVATE COMPOSTING ~ PENGOMPOSAN SENDIRI

Mudah ~ Berlimpah ~  Gratis ~ Indah ~ Sehat

Bahasan dan Foto-foto:  Syekhfani

Pemanfaatan sisa bahan organik seputar rumah tangga, merupakan alternatif solusi dalam menciptakan lingkungan sehat, nyaman, indah dan menguntungkan.

Sisa gulma, pangkasan tanaman, sisa sayuran, dikembalikan ke kebun setelah melalui proses pengomposan (decomposition).

Pengomposan dilakukan dalam bak atau tong sampah yang dirancang sesuai dengan persyaratan pembuatan kompos yang baik:  cukup udara, lembab, suhu optimal, dan bebas penyakit.  Hal ini hanya sedikit memerlukan modifikasi terhadap bak atau tong sampah yang ada.

Selanjutnya, pengomposan dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sesuai polesi masing-masing;  misalnya pengomposan alami (naturally), cacing tanah (vermicomposting), dan lain-lain (etc).

Berikut praktek pengomposan sendiri di rumah penulis:

1

Bak sampah dikonversi menjadi bak kompos

2

Bak penuh kompos sisa kebun

3

Stratifikasi bahan kompos (dari atas ke bawah):  kasar > halus > kompos jadi > bedeng cacing tanah

4

Stratifikasi bahan kompos:  kompos jadi (agak kering, kanan atas), bedeng cacing (basah, bawah)

5

Bagian dasar bak kompos:  bedeng cacing tanah

6

Bahan kompos:  setelah pembalikan

Berikut tambahan wacana tentang pembuatan kompos sendiri:

COMPOST 101

by: National Gardening Association Editors

Salah satu pupuk alami yang terbaik untuk menyuburkan tanah tersedia gratis. Kita dapat memecahkan beberapa masalah lingkungan pada waktu bersamaan, yaitu membuat kompos sendiri (private composting) dan “membantu” mengurangi kepadatan tempat pembuangan sampah.

Masyarakat memerlukan biaya khusus untuk mengambil dan membuang sampah dari bak atau tong sampah rumah tangga, sebenarnya hal tersebut bisa kita lakukan sendiri. Daun, potongan rumput, dan bahkan limbah sayuran dari dapur adalah sumber bahan kompos.

Membuat kompos adalah sederhana dan murah. Ini adalah sedikit seperti membuat lapisan-lapisan sisa bahan organik dan kemudian dibiarkan semuanya menjadi kompos.

Untuk peralatan, kita dapat menggunakan wadah buatan sendiri yang dibuat dari kawat las, blok beton, atau kisi-kisi dari kayu – untuk membentuk tumpukan 3-5 meter dan tidak lebih dari lima meter. Atau, kita dapat membeli kotak/tong sampah jadi berbagai jenis, bentuk dan ragam yang memudahkan proses  pengomposan mudah dan cepat.

Resep untuk kompos adalah mengatur udara, kelembaban, suhu dan penambahan lapisan bahan limbah seperti daun, potongan rumput, sampah dapur (tidak daging atau tulang), gulma dari kebun, dan sebagainya. Semua dimasukkan ke tempat sampah dengan waktu yang cukup terurai menjadi kompos.

Namun, kita dapat membuat kompos hanya dalam waktu beberapa minggu dengan membuat tumpukan dan memanaskan bahan tidak lebih dari 60 derajat Celsius, membunuh benih gulma atau bakteri berbahaya dalam kompos. Timbunan kompos terdiri dari lapisan bahan kaya karbon (misalnya daun), diseling dengan lapisan kaya nitrogen (pupuk kandang, alfalfa, tepung biji kapuk).

Menu klasik pekebun organik membuat kompos yaitu membuat lapisan bahan sayuran tebal sekitar 10 cm, lapisan kotoran tebal sekitar 5 cm, kemudian ditambahkan selapis tipis tanah dan kapur. Lapisan kompos ini diulang sampai tumpukan setinggi tiga sampai lima meter. Sebuah lubang kecil dibuat di bagian atas untuk tempat menyiram.

Semakin kecil cacahan, semakin cepat terdekomposisi oleh berbagai jenis bakteri. Sebuah mesin pencacah (chipper) menjadi perangkat penghalus kompos yang sangat membantu. Bahan kayu kasar dijadikan alas dasar untuk tempat kompos.

Dalam sekitar dua minggu, bakteri akan mengurangi banyak bahan dalam tumpukan kompos dan menyebabkan timbul panas, kemungkinan terjadi kekurangan oksigen. Tumpukan sekarang perlu dibalik untuk diangin-anginkan.

Ada banyak berbagai teknis pengomposan, sebagai contoh:

• Menjaga pasokan cacing tanah merah di bagian dasar tanah untuk kompos limbah dapur.

• Mencampur sejumlah kecil sisa sayuran dalam blender dan menambahkannya ke tanaman hias.

• Cukup membenamkan sisa dapur ke dalam medium bunga atau sayuran di kebun.

Limbah sayuran, termasuk bubuk kopi dan kulit telur – bahkan rambut, bulu, abu kayu, kerikil dan kerang – dapat dikomposkan bersama dengan limbah kebun. Bahan yang harus dihindari untuk kompos adalah daging dan tulang, sejumlah besar serbuk gergaji, kotoran hewan, dan tentu saja logam, kaca atau plastik.

Ketika kompos berubah menjadi Tanah lalu diayak melalui kain kasa dapat diaplikasikan untuk medium pot tanaman hias atau dikembalikan ke kebun.

Lihat →  http://www.garden.org/subchannels/care/soil?q=show&id=1357

© 2013 National Gardening Association
237 Commerce St Suite 101, Williston, VT 05495
Contact Us | Privacy Policy

31 JulSOIL-Beneficial Nematodes

 

BENEFICIAL NEMATODES ~ NEMATODA BERMANFAAT

Tinjauan:  Syekhfani

 

  • Benfecial Nematodes (Nematoda Bermanfaat), adalah nematoda yang dapat digunakan sebagai  organisme dalam mengontrol organisme pengganggu tanaman (OPT), sehingga tanaman dapat tumbuh sehat dan berproduksi.
  • Nematoda jenis ini tergolong nematoda parasiter bagi jenis hama tanaman tertentu. Dikembangkan melalui penelitian-penelitian dan diaplikasikan setelah terbukti efektivitasnya.
  • Teknologi penggunaan organisme antagonis (menyerang hama dan penyakit tumbuhan), merupakan bagian dari sistem pertanian terpadu (integrated):  farming system (sistem budidaya),  plant nutrients system (sistem perharaan), dan pest management system (sistem manajemen hama penyakit);  dalam sitem pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture system).
  • Teknologi penggunaan nematoda bermanfaat telah dikembangkan akhir-akhir ini di Amerika Serikat (dan/atau negara lain), serta diaplikasikan oleh para petani/pekebun.
  • Berikut adalah salah satu tulisan tentang “Beneficial Nematodes”:

 

 198a

Beneficial Nematodes

Oleh: Dan Hickey

“http://www.garden.org/subchannels/care/soil?q=show&id=198″

Aplikasikasi nematoda menguntungkan ditujukan untuk rumput atau kebun melalui penyiraman atau penyemprotan dengan pompa.

Tentang nematoda, umumnya semua mengatakan bahwa ia merusak tanaman. Diperkirakan ada sekitar $ 78000000000 kerusakan tanaman di seluruh dunia oleh nematoda.

Namun, baru-baru ini nematoda menguntungkan mendapat perhatian. Melalui penelitian bertahun-tahun, peneliti mengembangkan dan memproduksi secara massal nematoda parasit serangga untuk digunakan dalam industri pertanian, dan merupakan kabar baik bagi para pekebun. Makhluk kecil nematoda membantu mengendalikan banyak hama kebun umum, termasuk ulat grayak, rootworms, kutu, agas jamur, penggerek batang, kumbang akar, cutworms, dan billbugs. Penelitian di lapangan, telah membuktikan bahwa nematoda tersebut sama efektifnya dengan insektisida tradisional.

Saat ini, ada puluhan perusahaan Amerika Serikat menjual nematoda menguntungkan bagi petani dan pekebun. Cacing dapat digunakan sebagai pengendalian hama untuk rumput dan lapangan golf, kebun dan rumah kaca.

Nematoda untuk Pekebun:

Bagi pekebun, nematoda menguntungkan menarik sebagai pestisida biologis karena efektivitas mereka dan keselamatan lingkungan. Mereka mengandung racun dan tidak berbahaya bagi manusia dan semua hewan berdarah panas lainnya. Mereka tidak akan membahayakan ikan atau tanaman dan sangat ideal untuk daerah sekitar sumur atau lokasi sensitif lingkungan lainnya  yang dipenuhi serangga;  dan menghindari penggunaan pestisida kimia. Sebagai bukti keselamatan mereka, Badan Perlindungan Lingkungan AS dibebaskan dari persyaratan pendaftaran untuk nematoda menguntungkan.

“Kami melihat banyak pekebun menggunakan nematoda menguntungkan pada belatung putih,” kata Jim Cate, presiden Sistem Biokontrol Terpadu di Lawrenceburg, Indiana. “Mereka baik pada sejumlah kumbang yang hidup di tanah. Misalnya, bonggol wortel, kumbang asparagus, kumbang hitam anggur.”

Namun, bila anda ingin mengontrol penggunaan efektif nematoda menguntungkan, diperlukan pengetahuan tentang nematoda dan serangga. Aplikasi mereka menggantikan pestisida tradisional.

Apa itu Nematoda?

Ada miliaran nematoda alami (juga dikenal sebagai cacing gelang) dalam tanah. Mereka 0,6-2 milimeter panjang dan sulit terlihat. Beberapa memakan tanaman, beberapa pakan hewan, merombak bahan organik atau bakteri, dan beberapa (nematoda menguntungkan) memakan serangga.

Nematoda menguntungkan terdiri dari satu dari dua genera: Steinernema dan Heterorhabditis. Empat spesies Steinernema dan satu spesies Heterorhabditis tersedia secara komersial di Amerika Serikat. Steinernema adalah nematoda menguntungkan yang paling luas dipelajari karena mudah untuk diperbanyak. Heterorhabditis lebih sedikit tetapi dapat lebih efektif membasmi jenis serangga tertentu, Seperti belatung kumbang Jepang putih.

“Ada ratusan spesies nematoda parasit serangga, tetapi hanya beberapa yang menunjukkan potensi komersial. Saat ini, hanya lima jenis yang secara komersial diproduksi di AS,” kata Harry Kaya, Profesor Nematology di University of California-Davis. “Kami berharap mendapatkan nematoda lebih menguntungkan di masa depan yang lebih efektif terhadap hama serangga tertentu”.

25 JulSOIL-Sampah Kota

SAMPAH KOTA (PADAT) – MUNICIPAL SOLID WASTE

Tinjauan/Bahasan:  Syekhfani

 

Sampah Kota Padat (Municipal Solid Waste), sampah yang dikumpulkan dari lingkungan kota, berupa sampah berasal dari pemukimantamanjalan rayapasarpekantoran, dan sebagainya.

Melalui proses pengumpulan, sortiran, pemotongan, dan pengayakan, bisa diproses sebagai bahan baku kompos organik.

Proses pengomposan dapat dilakukan menggunakan metode tertentu sesuai pilihan pengompos. Lama pengomposan tergantung pada banyak faktor, antara lain:

  • Nilai rasio C : N, yang umumnya berkisar antara 25:1 hingga 90:1, tergantung jenis sisa bahan organik yang mendominasi bahan kompos.
  • Suhu dan kelembaban perlu dipertahankan agar stabil + 60oC dan 40-50% kapasitas lapang (field capacity).
  • Kondisi timbunan bahan kompos dijaga agar selalu aerobik (cukup udara).
  • Cacahan bahan kompos agar kurang dari 5 cm.
  • Umumnya volume kompos hasil proses pengomposan sekitar 50% volume bahan kompos asal.

T J Weerasinghe, T.J. dan Ratnayake, N. 1994. Composting of municipal solid waste, 20th WEDC Conference, Colombo, Sri Lanka. → “http://wedc.lboro.ac.uk/resources/conference/20/Weerasin.pdf

 2

 Tempat pembuangan akhir (TPA) Supit Urang, Malang

4

Penyortiran sampah padat

Lihat:  Observasi TPA Supit Urang, Mulyorejo, Malang →  Sampah-membawa-berkah-tpa-supit-urang

20 JulSOIL-Konservasi Lahan

 0


KONSERVASI LAHAN PERKEBUNAN

(PLANTATION LAND CONSERVATION)

 

Pembukaan Lahan – Konservasi Tanah

 

Bahasan:  Syekhfani

 

Konservasi Lahan Perkebunan (Plantation Land Conservation), merupakan metode pencegahan (preventive) atau perbaikan (curative) lahan dari penurunan (degradasi) kesuburan tanah;  pada lahan topografi datar hingga bergelombang.

Teknik konservasi dimulai dari pembukaan lahan (land clearing), pencegahan run-off dan erosi, serta penutupan lahan dengan vegetasi penutup tanah (cover crops).

Pada lahan bertopografi datar, dibuat alur tanam dengan jarak sesuai dengan jenis tanaman, jenis tanah, dan tingkat kesuburan. Pada lahan topografi lereng (berombak dan bergelombang), dibuat teras lebar hingga teras bangku menurut tingkat kemiringan lahan.

Lahan terbuka di antara alur tanaman, ditutup dengan cover cropsCalapogonium mucunoides, Mucuna pruriens, Centrosema pubescens, Pueraria phaseoloides, dan lain-lain.

Cover crops dipertahankan hingga kanopi tanaman komoditi pertanian menutupi lahan secara efektif.

Berikut, contoh konservasi lahan perkebunan Kelapa sawit:

 

1

1

Land clearing

2

Terassering

4

Cover cropping

4

Vegetasi tanaman Kelapa sawit

Informasi:  Jasa Pemborong Perkebunan Kelapa Sawit (telp.0812-7043-6489;  0823-8227-0703); Email…benicsm@yahoo.com).

 

10 JulSOIL-Favorite Fruit Crops

 

STRAWBERRY

(STROBERI)

0

Ulasan/Foto-foto:  Syekhfani

 

Tanaman Stroberi, dikenal oleh semua tingkatan umur:  anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Stroberi adalah tanaman menjuntai, cepat tumbuh, dengan untaian bunga putih mungil, dan warna buah hijau, putih, merah (sesuai umur buah).

Stroberi tampil cantik dan eksotik, seringkali menjadi inspirasi kreasi gambar, sulaman, atau pakaian dan property berbagai jenis (dompet, tas, sepatu, payung dan sebagainya);  terutama bernuansa anak-anak dan remaja.

Taman rekreasi pun seringkali dilengkapi dengan kebun, bedengan atau pot tanaman stroberi.

Secara umum, stroberi termasuk jenis komoditi industri bahan baku kue dan minuman (cake & beverage), sebagai sumber vitamin dan mineral.

Tanaman stroberi tumbuh baik pada ketinggian di atas 500 meter dari permukaan laut;  jenis tanah berlempung (loamy), reaksi (pH) agak masam hingga netral, porous dan kaya bahan organik dan unsur mineral.

 

2

Buah stroberi matang

3

Pot stroberi (bantalan)

4

Pot stroberi (gantung)

5

Kebun stroberi (bedengan)