Archive for the 'Inovasi' Category

19 JunBokashi

THE FERMENTATION OF ORGANIC WASTES

Posted by: http://www.compostguy.com/bokashi-resource-page/

Bokashi

For quite some time I’ve been meaning to learn more about the topic of bokashi.

It seemed to be an interesting waste management method that quite a few people were talking about, and given my interest in various types of composting it only made good sense for me to see what all the fuss was about.

What Is Bokashi?

Bokashi is a Japanese term meaning ‘fermented organic matter’.

It is often referred to as a type of ‘composting’ but it is actually a anaerobic fermentation process, resulting in a much different end product than that produced via composting.

Many people like bokashi because it is very easy, and generally (bad) odour-free. All that is needed is a bucket (with lid), some special bokashi mix, and of course some organic waste.

This is a very basic overview – we’ll talk in much more detail about how to set up a bokashi bucket in the ‘Getting Started’ section.

Why Bokashi?

There are a many good reasons for getting into the habit of NOT tossing your organic waste into the trash.

As discussed on the Composting Basics page, organic waste makes up a considerable proportion of the total waste stream that ends up in the landfill (typically in the vicinity of 20-40%).

This is unfortunate since, apart from needlessly taking up dwindling landfill space, these materials can easily be diverted and turned into a rich organic fertilizer (among other things).

Getting Started With Bokashi

As discussed above, there are really only 3 important things needed to get started with bokashi
1) Waste materials
2) A bokashi bucket, and
3)Bokashi mix

Waste Materials

As I listed in the advantages of bokashi, you can add pretty well any type of food waste to a bokashi bucket.

If you an are active composter you will likely know that there are some materials not recommended for a compost pile or worm bin namely meats, oily foods and dairy. I’m still in the testing phase of this myself

I added some steak scraps and shrimp waste to one of my buckets and will be very curious to see how quickly these materials are broken down once they are added to an aerobic composting bin.

Bokashi Bucket

Experts typically recommend that you use a bucket with a spigot on it, so that you can drain the liquid that accumulates in the bottom as the waste materials decompose.

Interestingly enough, some report that this liquid can be used as a plant fertilizer or even poured down your drain to eliminate odours.

You can purchase complete bokashi kits (such as the one pictured to the right) if you want to do everything by the book.

These commercially made buckets even have a false-bottom floor that keeps the waste materials separate from the leachate.

For my preliminary bokashi experimentation I’ve simply been using regular plastic buckets with tight fitting lids.

I added a layer shredded cardboard in the bottom to help prevent excess moisture from pooling.

I would like to eventually purchase a bucket that has been designed specifically for bokashi, but for now my buckets seem t be working ok.

Bokashi Mix

The key component of a successful bokashi bucket is of course the bokashi mix – typically consisting of wheat bran inoculated with a special mixture of microbes, variously referred to as ‘effective microorganisms’, ‘friendly microorganisms’, or ‘efficient microorganisms’.

,The easiest (but most expensive) option is to purchase this mix ready-made – typically if you buy a bokashi kit it will include a bag of the microbial mix.

If you are a more adventurous type you can also make it yourself.

As I discovered, this is in fact much easier and enjoyable than it sounds, but there are some important things to keep in mind. Making the mixture is very easy, but it’s the drying stage that may create some inconvenience for some people.

In hindsight I’m very glad I only ended up making a small amount (enough to fill two ziploc freezer bags), because the drying material took up a lot of space and it gave off a pretty powerful odour (I won’t say it was bad, but it was certainly…obvious)

While I suppose you don’t really have to dry the mixture out, this will definitely increase the shelf-life of the material – especially important if you are making large quantities.

In order to make the mix you will need some wheat bran, molasses, and some liquid microbial inoculum.

Some suggest adding various other goodies as well (such as rock dust, kelp etc), but I decided to keep it simple and just go with the basics.

Below is a great video from Neal ‘The Podchef’ Foley, from the Kitchen Garden Food Company. It demonstrates how to make the bokashi mix.
Bokashi

‘How-To’

Once you have all of the 3 key components discussed above you are ready to get started. As mentioned, filling your bokashi bucket is incredibly easy. You simply add food scraps to your bucket, along with a handful of bokashi mix over top – that’s it! Continue doing this until you’ve filled the bucket completely.

You may want to use a heavy plate of some sort to help press down the materials in the bucket.

This will encourage the development of anaerobic conditions.

I simply pressed the food down each time then put the lid on the bucket and everything seemed to work as claimed (i.e. no bad odours etc).

Once your system is completely full, simply seal it up and let it sit for a couple of weeks so that it can further decompose.

Any time after that you can dig the contents directly into your garden or add them to your compost pile or bins.

24 MayJamur Topi Anggur

BUDIDAYA DALAM MEDIA KOMPOS

Suatu Pengalaman yang Menarik

Kim Stoddart – September 2014

Dicuplik oleh: Syekhfani

Kim Stoddart terpesona dan bingung dengan dunia jamur:

Area Jamur Topi Anggur

Gambar 1. Area Jamur Topi Anggur

Ia telah bertahun-tahun membuat kompos cepat jadi, dengan cara memasukkan berbagai sampah rumah tangga menjadi “emas hitam” penyubur tanah.

Sampah limbah rumah tangga tersebut, meliputi: kulit buah dan sisa sayuran, sobekan kardus dan koran.

Namun, dia mengharap bahwa kompos cepat jadi tersebut mempunyai nilai tambah .

Bahan Kompos

Gambar 2. Bahan kompos

Kim Stoddart, selanjutnya mengupayakan agar sampah mengalami dekomposisi lebih baik dan cepat.

Hal tersebut dilakukan dengan cara menggali lubang dalam tanah, serta menambahkan bahan-bahan lain berupa rerumputan yang kaya unsur hara, menambahkan bahan hijau dan coklat, yang dalam proses dekomposisi menghasilkan panas.

Dia juga mencoba cara lain untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah berlanjut.

Dia pernah mendengar bahwa jamur topi anggur (Stropharia) – http://en.wikipedia.org/wiki/Stropharia_rugosoannulata
dapat dibudidayakan dengan baik dalam medium kompos, dan dia mencari sumber miseliumnya.

Kim Stoddart menghubungi Gary, pengusaha jamur untuk melihat apa yang dia lakukan dan untuk mengetahui lebih lanjut .

Ternyata budidaya jamur topi anggur merupakan bisnis yang menarik, meskipun rumit.

Apakah anda ingin mencoba ?

Bahan tulisan: → http://www.theguardian.com/lifeandstyle/gardening-blog/2014/sep/22/gardening-for-free-compost-mushrooms

19 MayKiat Bertani Kopi

Buah Kopi

MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI

Ameliorasi Tanah Kebun

Syekhfani

Saat penulis melanjutkan sekolah dari SMP ke SMA, Bapang (bapak, Semende) penulis mulai memikirkan biaya andaikan nanti penulis lanjut ke perguruan tinggi.

Bapang penulis adalah seorang guru Sekolah Dasar, yang berpenghasilan pas-pasan, hanya mengandalkan gaji guru dan bertani sambilan di sawah sehabis mengajar.

Beliau memperhitungkan bahwa, apabila menanam kopi, umur 4 tahun sudah berproduksi dan dapat menghasilkan uang.

Lalu beliau mengajak beberapa teman se-profesi untuk membuka kebun kopi di kawasan tidak jauh dari dusun.

Kawasan tersebut berupa bekas hutan sekunder yang terlantar dan ditumbuhi alang-alang.

Melalui perjuangan, setelah memperoleh ijin pamong dusun, maka bapang dan teman-temannya, akhirnya memiliki kebun kopi seluas kurang lebih 2 000 pohon.

Namun, bapang menjadi pesimis ketika melihat perkembangan pertumbuhan tanaman yang tidak menggembirakan, lambat, kerdil dan tidak subur.

Bagaimana dapat menghasilkan uang dalam waktu yang direncanakan?

Kebetulan, sewaktu bapang melintasi rumah-rumah di dusun saat pergi ke kebun, tampak tumpukan kotoran sapi kering di bawah rumah yang tidak berpenghuni.

Kebiasaan penduduk, memelihara sapi dilepas begitu saja tanpa dikandangkan, maka pada malam hari, sapi-sapi tidur di bawah rumah penduduk, yang berupa rumah panggung.

Terpikir oleh bapang untuk mencoba memanfaatkannya untuk memperbaiki kesuburan tanah kebun kopi.

Hari berikutnya, bapang membawa sekeranjang kotoran sapi kering tersebut, ditebarkan di bawah tajuk pohon kopi serta dicampur-ratakan dengan tanah.

Selang beberapa minggu kemudian, karena waktu itu musim penghujan, tampak pertumbuhan tanaman kopi menjadi lebih subur, berbeda kontras antara pohon yang diberi dengan tidak diberi kotoran.

Sejak saat itu, setiap bapang pergi ke kebun, lalu mengambil dan membawa kotoran sapi yang “tidak bertuan” tersebut sekuatnya.

Bahkan, pada hari libur, bapang meminta murid-murid kelas 6 bergotong-royong mengangkut kotoran sapi le kebun.

Walhasil, dalam waktu singkat semua tanaman kopi mendapat kotoran sapi, dan kebun kopi bapang menjadi “ijo royo-royo”.

Lingkungan rumah penduduk di dusun pun menjadi bersih.

Saat panen awal, hasil biji kopi yang bapang peroleh seperti layaknya kebun kopi normal dan subur.

Berkat jerih payah bapang, maka biaya penulis meneruskan sekolah ke perguruan tinggi dapat terpenuhi.

Ide kreatif, diikuti motivasi dan inovasi tinggi, dapat menghasilkan suatu kesuksesan!

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

14 JanSafety Net (Jaring Pengaman)

CAHAYA, UDARA, AIR, HARA, OPT

Pohon Buahan

Syekhfani

Efek “sinar matahari spektakuler” http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/2014/11/26/efek-cahaya-matahari/, terhadap tanaman berdampak terhadap aspek penggunaan faktor kehidupan tanaman (udara, air, hara) meningkat.

Demi pengamanan (savety), diperlukan kiat teknologi yang efisien dan efektif.

Salah satu alternatif adalah penggunaan jaring pengaman (savety net) yang ditutupkan ke permukaan tajuk tanaman (terutama bagi pohon buahan).

Penutupan tajuk akan menghemat air karena penguapan (transpirasi), mengefisienkan serapan (uptake) unsur hara, mengoptimalkan serapan (absorb) sinar matahari, serta mencegah gangguan kelelawar pemakan buah (codot, Jawa). Tanpa ditutup jaring, atau tanpa dibungkus “brongsong”, buah kelengkeng bisa habis diserang codot hanya beberapa malam saja.

Untuk mengetahui efek penutupan tajuk oleh jaring terhadap perkembangan dan/atau pengamanan buah, sekitar seperempat areal tajuk dibiarkan terbuka.

Jaring pengaman yang dikenal sebagai “screen” dapat diperoleh di toko-toko bahan pertanian yang biasanya dipakai untuk “screen house”, rumah kasa yang dapat mengurangi penyinaran penuh, sesuai dengan tanaman yang dibudidayakan. Penutupan sinar (shading) bisa 10, 20, 30, 40 persen, atau lebih.

Aplikasi jaring pengaman pada pohon “Kelengkeng” umur sekitar 15 tahun (koleksi di samping rumah kediaman penulis):

1. Jaring pengaman

1. Tutupan Jaring Pengaman.

2. Luar jaring

2. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring.

3. Luar jaring (close)

3. Bagian Tajuk Tidak Tertutup Jaring (close up).

4. Serangkai buah

4. Serangkai Buah Kelengkeng (menjelang matang).

5. Pohon Kelengkeng Koleksi

5. Pohon Kelengkeng Koleksi.

Kiat Inovasi Teknologi menuju Pencapaian “Decent Life”!

15 AugPersepsi Beda

TRADISI PEKEBUN YANG UNIK

Syekhfani

Saat berada di kawasan kebun kopi rakyat di suatu desa, di kecamatan Sumberjaya, Lampung Utara, timbul pertanyaan: “Mengapa kebun kopi di situ sangat bersih? Tampak seperti mengalami degradasi berat tanpa konservasi lahan?”.

Setelah ditanyakan pada para pekebun, jawabannya ternyata bahwa secara tradisional kebun kopi memang harus dibuat bersih. Alasannya?

Alasan:

1/ “Kalau kebun penuh rumput, maka tetangga kiri kanan menuding kita dengan sebutan “pemalas!”, kata seorang pekebun.

2/ “Tanaman kopi itu sama seperti manusia, dia senang bila berada di tempat bersih”, kata pekebun lain.

3/ “Kalau rumah kita kotor, maka banyak tikus dan kecoa; demikian pula bila kebun kopi banyak rumput, akan banyak hama dan penyakit”, kata pekebun lain.

4/ “Gairah kerja meningkat, kalau melihat kebun kopi kita bersih”, celutuk temannya yang lain.

5/ “Anak-anak senang dan bergairah main di kebun kopi, bersantai dan rekreasi sekeluarga”, pengalaman suatu keluarga pekebun.

Wah, wah.. Semua persepsi itu benar, meski prinsipnya salah total. Sebenarnya, teknik penyiangan kebun kopi yang baik dan benar yaitu membersihkan gulma hanya di seputar proyeksi tajuk pohon; yaitu saat perlakuan ameliorasi tanah sebagai medium tumbuh (bahan organik ataupun anorganik). Dengan cara ini lahan tidak mengalami kerusakan karena erosi dan aliran permukaan.

Siang Bersih

Gambar 1. Penyiangan Bersih (seluruh permukaan tanah)

Siang Proyeksi Tajuk

Gambar 2. Penyiangan Setempat (seputar proyeksi tajuk)

Lihat: http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/ppua0157.pdf

09 JulAsam Humat

ASAM HUMAT (HUMIC ACID)

Senyawa Organik Potensial

Syekhfani

Asam humat (humic acid), adalah senyawa organik siklik berbobot molekul tinggi yang mempunyai kemampuan sebagai penyangga (buffer); memegang dan melepas unsur hara (nutrients holding, nutrients release), terutama sebagai pelepas fiksasi-P (P-fixation).

Gugus karboksilat, sebagai gugus utama asam humat mengandung senyawa “fenolik” (-OH) dan “karboksil” (-COOH)”, bersifat “ampoter” yang pada kondisi masam bermuatan postif (+) dan kondisi basik bermuatan negatif (-); menjadi sifat dasar “bufer” unsur/senyawa kation/anion. → Lihat Stevenson (1982):

Humus Stevenson

Kadar asam humat dalam sisa bahan organik (kompos, pupuk kandang, jerami, dan lain-lain), tergolong rendah (< 1 %).

Namun, telah diketahui ada asam humat alami berupa deposit batubara, dinamakan “Leonarditehttp://en.wikipedia.org/wiki/Leonardite“, mengandung kadar asam humat relatif sangat tinggi (~ 15 %). Potensinya → Lihat: ASAM-HUMAT-DALAM-PRAKTEK1

Posisi Deposit Leonardite

images

Saat ini, Leonardite direkayasa sebagai sumber asam humat artifisial untuk bahan baku “pupuk organik (0rganic fertilizers)” atau pun “pengondisi tanah (soil conditioner)”; namun harganya masih relatif cukup tinggi.

Agar asam humat artifisial tersebut “menguntungkan” dalam usaha budidaya pertanian, maka perlu dipertimbangan penggunaannya untuk jenis komoditi tanaman tertentu. Misalnya, tanaman hortikultura skala kecil (small farming) – buahan, sayuran, tanaman hias, atau rempah (spice crops).

Sedang untuk komoditi tanaman skala besar (estate): pangan, perkebunan, hortikultura, selain tidak/belum efisien, tampaknya masih mengalami masalah akan sumbernya seperti disebut di atas.

Asam humat (humic acid), dikatakan dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik (http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1525/).

Humic acid is the real “Golden Black”!

28 JanMANFAAT GARAM EPSOM (GARAM INGGRIS)

 

Manfaat Garam Epsom

(Garam Inggris)

 

Kulit, rambut, rumput dan bahkan tile dapat menikmati manfaat dari bahan ajaib ini*)

 

Networx.com

Wed, Sep 25, 2013 at 16:28

 

 epsom_salt_scrub

 

Foto: carlo dapino / Shutterstock

 

“Ketika mendengar kata-kata “garam Epsom, saya teringat pada pekerja kontainer di toko-toko dan melihat kebiasaan mereka, menambahkan garam Epsom untuk mandi dan menghilangkan pegal otot.

Apa sebenarnya garam Epsom, dan bagaimana menggunakannya?

Garam epsom adalah magnesium sulfat,  atau garam Inggris, secara alami terlarut dalam air panas pada formasi batuan.

Di era orang-orang percaya manfaat garam Epsom, penduduk berduyun-duyun datang ke sumber air panas yang mengandung bahan ini yang dirasakan bermanfaat untuk kesehatan;  sejak itu, garam epsom ditambahkan ke air untuk mandi ketika kita merasa sakit.

Namun, selain menghilangkan  nyeri otot masih banyak lagi kegunaan garam Epsom yang mungkin belum anda ketahui.

 

epsom_salt_rosebush

1. Pupuk

Beberapa tanaman tertentu, terutama mawar, saat musim mekar, membutuhkan garam Epsom  agar indah dan tahan lama. Pohon-pohon palem dan tomat juga termasuk sangat menyukai garam Epsom!

 

2. Pembilas rambut

Hometalk blogger Anne  menyarankan mencampur satu cangkir jus lemon, satu cangkir garam Epsom, dan satu galon air, diamkan selama 24 jam, dan campuran digunakan bahan pembilas rambut (kramas), yang membuat rambut Anda kucel, kering, berminyak, dan sulit untuk gaya, menjadi segar, hidup dan bernapas.

 

3. Melembutkan kulit

Kulit kasar? Buatlah pasta dengan Epsom garam dan air dan dengan lembut akan menghilangkan  kulit mati dan memecah kapalan. Kulit Anda mungkin memerlukan beberapa hari atau minggu untuk benar-benar menjadi halus.

 

4. Pembersih tumpukan kotoran kepala

Garam Epsom menghilangkan penumpukan produk di rambut? Bisa juga digunakan untuk membersihkan noda sabun di ubin, kamar mandi dan wastafel; garam Epsom akan mengangkat penumpukan tanpa menggores permukaan di bawahnya.

 

 epsom_salt_weed_killer

5. Pengendalian gulma

Kat Davis-Moran  telah mencoba menggunakan larutan garam Epsom dan cuka untuk menghilangkan gulma tanpa memasukkan racun ke kebun.

 

6. Pengendalian hama

Jika Anda memiliki hama rumput dan Anda sedang mencari pengendalian serangga alami, pertimbangkan untuk beralih ke garam Epsom. Penyemperotan larutan di halaman dapat mengendalikan serangga tanpa merusak rumput, dan itu benar-benar tidak beracun. Taburkan garam Epsom kering untuk mencegah bekicot (keong).

 

7. Membuat salju palsu dan es untuk proyek-proyek kerajinan

Saat tahun baru: kerajinan serbuk cahaya “salju” atau “frost” bisa dibuat dalam rumah. Oles permukaan sebuah benda dengan lem dan taburi dengan garam Epsom untuk mendapatkan butir kasar, secara realistis butir menkristal dingin! Berikut adalah tutorial candleholders putih bersalju  dan telur Paskah  sebagai ide untuk Anda coba.

 

8. Obat kompres

Gunakan kompres hangat dengan garam Epsom  dan oleskan pada bagian luka memar, dapat mengurangi rasa sakit, meski tidak langsung sembuh namun bisa mengurangi rasa sakit. Gunakan larutan dua sendok makan per gelas air.

 

epsom_salt_splinter

  

9. Mengangkat serpihan

Serpihan di  permukaan kulit sangat menggangu, dan garam Epsom meningkatkan tekanan osmotik (cara ampuh mengangkat keluar serpihan, rendam bagian terkena hingga serpihan terangkat!

 

10. Menyembuhkan kulit gatal dan terbakar matahari

Larutkan garam Epsom dalam air untuk membuat kompres dingin atau spritzer pada kulit teriritasi. Anda dapat menyimpan botol larutan garam Epsom di sekitar rumah untuk mencegah gigitan bug, terbakar sinar matahari, dan iritasi lainnya, sehingga Anda selalu siap! (Terutama membantu jika Anda memiliki anak-anak).

 epsom_salt_beachy_hair_2

11. Bleachy rambut

Rambut menjadi kasar sehabis bermain di pantai, gunakan garam Epsom untuk menghaluskan rambut tanpa biaya mahal.

 

*) Katie Marks awalnya menulis cerita ini untuk Networx.com. Dicetak ulang di sini dengan izin.

http://www.mnn.com/your-home/at-home/stories/11-uses-for-epsom-salt

 

Lihat juga:  Cantik-Itu-Indah

 

28 MarSOIL-Padi Ketan

TANAMAN PADI KETAN – TRADISIONAL – BUDAYA NENEK MOYANG

LEMANG  –  KUE KETAN TRADISIONAL

  • Lemang, jenis penganan (kue) tradsional yang dibuat secara sederhana, menggunakan ruas bambu muda (dipilih jenis bambu spesifik untuk lemang, ruas panjang, kecil, dan tipis:  lokal Sumatera Selatan – Semende – contoh:  Buluh Mayan, Buluh Kapal).
  • Beras ketan (warna putih), di tanak (dimasak) dalam ruas bambu muda setelah dilapisi daun pisang (spesifik:  lokal Sumatera Selatan – Semende – contoh:  pisang kuali).  Jumlah air untuk menanak kurang lebih sama seperti menanak nasi biasa.
  • Bambu dipanasi dengan cara ditaruh berjajar tegak/sedikit miring, lalu dibakar merata dengan kayu bakar.  Nyala api diatur tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  • Lemang matang bila tidak lagi terlihat mendidih, dan tampak ruas bambu telah terisi penuh.
  • Di beberapa tempat, lemang dijual sehari-hari di pasar atau warung-warung kue.
  • Tradisi memasak lemang diadakan pada saat merayakan hari raya (Idulfitri, Idul Adha, dan lain-lain).
  •  imagesCAKDVB9U

    Budidaya padi sawah

    Di Indonesia, budidaya tanaman padi sawah merupakan budaya tradisonal sejak nenek moyang . Di samping tanaman padi utama yang menghasilkan beras (bahan pangan utama sehari-hari), petani juga menanam padi ketan.  Budidaya padi ketan sama seperti padi umumnya.

    Padi ketan, diolah menjadi beras ketan (warna putih, merah, atau hitam).  Berdasar pada warna ini, dibuatlah berbagai macam penganan (kue), salah satu diantaranya dikenal dengan nama “Lemang”.  Lemang populer di Sumatera (Selatan, Timur dan Barat), serta Malaysia

    (lihat:Http://holidaysinmalaysia.org/heritage-food/lemang/).

    Padi Ketan, Padi Pulut (daerah – Sumatera Selatan – Semende), Sticky Rice -  baik putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu.

    Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat.  Budidaya tanaman padi. Link:  http://budidayapadi-sudaryo.blogspot.com/

    Teknik budidaya padi ketan, sama dengan padi biasa.  Oleh sebab itu, teknologi budidaya padi sawah (low land, paddy soils, rice soils) dilakukan dengan variasi luas tergantung jenis tanah, kondisi iklim, dan kultur budidaya di berbagai tempat di Indonesia.

    lemang-2[1]

    Lemang – link: lemang (Malaysia)

    lemang[1]

    Memasak Lemang – link: memasak lemang (Malaysia)