Archive for the 'Kerjasama Internasional' Category

13 MarWordPress 4.2 Beta 1

WordPress 4.2 Beta 1 is now available!

This software is still in development, so we don’t recommend you run it on a production site. Consider setting up a test site just to play with the new version. To test WordPress 4.2, try the WordPress Beta Tester plugin (you’ll want “bleeding edge nightlies”). Or you can download the beta here (zip).

4.2 is due out next month, but to get there, we need your help testing what we’ve been working on:

  • Press This has been completely revamped to make sharing content from around the web easier than ever. The new workflow is mobile friendly, and we’d love for you to try it out on all of your devices. Navigate to the Tools screen in your WordPress backend to get started (#31373).
  • Browsing and switching installed themes has been added to the Customizer to make switching faster and more convenient. We’re especially interested to know if this helps streamline the process of setting up your site (#31303).
  • The workflow for updating and installing plugins just got more intuitive with the ability to install or update in-place from the Plugins screens. Try it out and let us know what you think! (#29820)
  • If you felt like emoji were starkly missing from your content toolbox, worry no more. We’ve added emoji support nearly everywhere, even post slugs  
                <!--
                <rdf:RDF xmlns:rdf= -->

02 NovSOIL-Wana – Tani (Kehutanan – Pertanian)

 

1

 

WANA – TANI (KEHUTANAN – PERTANIAN)

 

Hutan Kurang Produktif dijadikan Pertanian Intensif?

 

Bahasan – Foto-foto:  Syekhfani

 

Banyak hutan menjadi tidak berfungsi optimal karena berbagai faktor, seperti misalnya:  perubahan hutan alami menjadi hutan produksi, konversi lahan hutan menjadi lahan pertaniankondisi lahan yang tidak mendukung pertumbuhan hutan yang baik, dan lain-lain.

Namun demikian, apapun alasannya, bila lahan hutan ingin diubah menjadi lahan pertanian, maka harus dilakukan dengan baik, teliti dan terprogram.

Sebelum hutan dibuka untuk lahan pertanian intensif, diperlukan persiapan-persiapan meliputi benihpersemaianpertanamanpemeliharaan, hingga  upaya keberlanjutan hasil.

Bagaimanapun, suatu perubahan sistem memerlukan kondisi-kondisi spesifik dalam hal proses adaptasi lingkungan pertumbuhan tanaman.

Dari aspek kesuburan tanah meliputi:  faktor-faktor kesuburan potensialaktualreklamasiamandeman ataupun ameliorasi;  semuanya dikemas dalam suatu paket teknologi.

Gambar-gambar berikut disajikan sebagai contoh langkah-langkah yang dilakukan dari pembukaan hutan hingga pertanaman komoditas pertanian.

 2Pembukaan hutan sekunder untuk lahan penelitian

3

Pengeringan biomas sehabis pembersihan lahan (land clearing)

4

Lahan hutan sekunder dibuka, dipersiapkan untuk dijadikan lahan pertanian intensif

5

Saat hujan, sebagian unsur hara larut dalam air (terutama basa-basa K, Ca, Mg)

6

Tanaman kacang tunggak (cowpea) siap dipanen sebagai sumber benih

7

Tanaman ubikayu siap dipanen, batang ubikayu digunakan sebagai sumber bibit

8

Batang ubikayu disusun rapi untuk digunakan sebagai stek

9 (2)

Pertanaman ubikayu monokultur

9b

Ubikayu tumpangsasi dengan padi gogo

9a

Ubikayu tumpangsari dengan jagung

11 (2)

Ubikayu tumpangsari dengan kedelai

9e

Koleksi benih mukuna

10

Bibit kaliandra untuk tanaman pagar (alley crop)

14

Kerangkeng kayu tempat adaptasi bibit (sekitar 70% cahaya masuk)

15

Lahan siap untuk pertanaman komoditi pertanian

16

Pembersihan lahan sebelum ditanami

14 (2)

Penanaman bibit tanaman pohon danbibit tanaman penutup tanah langsung di lahan

menggunakan tali pengatur jarak tanam

15

16

Penyiapan tanaman pagar (hedgerows crop)

16

Sistem tanaman pagar (hedgerows/alley cropping system) - (belakang), dan

Sistem penutup tanah (cover cropping system) – (depan)

 

04 MaySOIL-Cassava Based Cropping System

   

CASSAVA BASED CROPPING SYSTEM – N MANAGEMENT SYSTEM

 

 Lokasi:   PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara

Foto-foto:  Syekhfani

 IMG_0009

Cassava (Manihot esculenta) – Aldira 1

  • Cassava (Manihot esculenta) – Euphorbiaceae: ubikayu, ditanam untuk memproduksi ubi sebagai bahan pangan alternatif, tepung tapioka, ataupun pakan ternak.
  • Tanaman ubikayu umumnya ditanam secara monokultur;  menyebabkan kesuburan tanah cepat tergradasi karena tanaman ini banyak menyerap unsur hara dari tanah untuk memproduksi ubi.
  • Karena itu, agar kandungan unsur hara tanah tidak cepat habis, maka dibutuhkan sistem manajemen yang baik.
  • Tumpangsari, merupakan sistem pertanaman polikultur, beberapa jenis tanaman berbeda  ditanam pada waktu bersamaan atau bergiliran.
  • Karena tanaman ubikayu tergolong berumur tahunan (pereneal), ia dapat ditumpangsarikan dengan beberapa jenis tanaman umur pendek (annual).  Sistem tumpangsari dikenal sebagai “cassava based cropping system” (sistem pertanaman berbasis ubikayu).
  • Kombinasi tanaman pereneal dengan tanaman annual, mencegah kompetisi terhadap ruang, medium, unsur hara dan air.
  • Sistem ini telah diteliti secara intensif di lokasi PG Bungamayang, Kotabumi, Lampung Utara, oleh tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, bekerjasama dengan PTP XXXI/XXXII dan IB-Netherland di tahun 1980-an.
  • Contoh kegiatan penelitian tersebut antara lain disajikan sebagai berikut:

 IMG_0002

Base camp percobaan “Cassava Based Cropping System”

 IMG_0003

Persiapan lahan percobaan

 IMG_0004

Plot:  Cassava monokultur

 IMG_0005

 Plot:  Cassava – Padigogo

 IMG_0006

Plot:  Cassava – Kacang tunggak (Cowpea)

IMG_0007

Plot:  Cassava – Jagung (Zea mays)

 IMG_0008

Plot:  Cassava – Padigogo (setelah Kacang tunggak)

 IMG_0010

 Ubikayu untuk pakan ternak

16 NovWACANA ILMU TANAH

 1

Upaya Mengerti & Memahami Sifat – Perilaku Tanah

 

2

Dr. Abdurachman Adi - KaPuslitbangtanak:

Degradasi Tanah Pertanian Indonesia - Tanggungjawab Siapa???

 

3

Ultisol terdegradasi berat, kehilangan topsoil, tumbuhan Melastoma pubescens (Hareundeung-Sunda, indikator tanah masam), bertahan hidup pada subsoil yang mengalami konkresi unsur besi/mangan. Foto: Syekhfani

 

4

Profil sumur Ultisol, kedalaman 6 meter, tampak bercak (mottling) besi/mangan di bagian atas (zona oksidasi) dan warna abu-abu (gley) di bagian bawah (zona reduksi). Foto: Syekhfani

UPAYA MENGELOLA LAHAN ULTISOL BERMASALAH

NITROGEN CYCLE -Mekanisme Perilaku (Acuan dasar pengelolaan N – Syekhfani)

5

6

7

8

Reklamasi lahan Alang-alang (Imperata cylindrica L.): dengan sistem tanaman pagar (hedgerows cropping system) dan penutup tanah (cover cropping system) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

10

 

11

Reklamasi lahan alang-alang: dengan Sistem Berbasis Ubikayu (Cassava : Manihot esculenta Crantz -based cropping system) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

12

13

Reklamasi lahan alang-alang: dengan sistem tanaman pagar (hedgerows cropping system: Lamtoro: Leucaena leucocephala-Jagung: Zea mays L. dan kontrol) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

14

 

15

16

Reklamasi lahan alang-alang: dengan sistem tanaman penutup tanah (Cover Cropping System: Kudzu: Calapogonium mucunoides, Enceng-enceng: Crotalaria anagyroides, dll.) di kebun percobaan PG Bungamayang, Lampung Utara. Dokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani

17

Reklamasi lahan alang-alang: di lahan petani (Farmer’s field: jagung, drainase jelek), di luar area kebun PG Bungamayang, Lampung UtaraDokumen penelitian “Nitrogen Management Project” – Foto: Syekhfani